[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Blind – by Kaipucinoo

7de4454d96e8ce9f98f2c0de140e0ff0.jpg

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Blind – by Kaipucinoo

Main Cast :
Kim Jongdae a.k.a Chen
Park Hyura
Genre = Romance
Rating = G

Cinta itu soal perasaan. Cinta itu pilihan hati, bukan memandang fisik ataupun harta kekayaan. Cinta itu murni muncul dari hati, bukan dari ucapan orang lain. Kau yang merasakan bagaimana indahnya jatuh cinta dan kau sendiri yang merasakan bagaimana sakitnya.

“Bagaimana hubunganmu dengannya? Kalian belum berakhir?” Tanya Chanyeol pada adiknya, Hyura.

“Sayang sekali hubungan kami masih baik kak.” Balas Hyura dengan senyumnya.

“Kudengar hari ini perayaan satu setengah tahun hubungan kalian. Apa itu benar?”

Hyura hanya menagguk kemudian berjalan keluar rumahnya tanpa bicara lagi pada Chanyeol. Dia berjalan ke halte dan menaiki bus dengan tujuan halte di dekat rumah kekasihnya, Chen. Hari ini Chen mengundang Hyura untuk merayakan hari jadi mereka. Chen dan Hyura memang merayakannya setiap setengah tahun sekali, jadi akan ada dua perayaan hari jadi setiap tahunnya.

Hyura melangkahkan kakinya ke arah rumah Chen. Senyum diwajahnya mengembang saat melihat taman rumah Chen yang berubah menjadi nuansa merah. Disana terdapat beberapa balon dengan berbagai macam huruf.

“Hyura, apa itu kau?” Tanya Chen saat mendengar langkah kaki Hyura.

“Ya, ini aku.”

“Kemarilah, duduklah disampingku.”

Hyura duduk di kursi yang berada disamping Chen lalu tersenyum menatap kekasihnya itu. Chen terlihat sepuluh kali lebih tampan dengan balutan kemeja putih. Hyura benar benar suka saat kekasihnya itu menggunakan kemeja putih seperti saat ini.

“Bagaimana dekorasinya? Apa itu luar biasa?” Tanya Chen.

“Indah, aku menyukainya.”

“Sayang sekali aku tidak bisa melihatnya Hyura. Aku bahkan tidak bisa melihat senyum bahagiamu saat ini.”

“Ada apa denganmu hari ini? Biasanya kau tidak seperti ini.” Tanya Hyura bingung.

“Aku hanya sedih. Biasanya orang orang akan menyiapkan kejutan untuk kekasihnya sendiri kan? Tapi aku? Aku tidak bisa melakukannya karena kekurangan fisikku. Aku tidak bisa melihat dan karena itu aku tidak bisa menyiapkan sesuatu untukmu seperti pria normal lainnya.”

Hyura menggenggam kedua tangan kekasihnya itu dengan lembut. Dia tersenyum walaupun dia tau, Chen tidak bisa melihatnya saat ini. Kecelakaan yang Chen alami dua tahun lalu membuatnya kehilangan penglihatannya. Hyura tau itu dan dia tidak bermasalah sama sekali dengan kekurangan Chen. Dibalik kekurangannya itu, Chen memiliki banyak kelebihan.

“Tidak perlu kejutan, cukup kau saja yang menemaniku makan malam. Itu benar benar cukup bagiku. Aku tidak butuh kejutan Chen, aku hanya butuh kasih sayang dan cintamu. Jangan pernah berpikir seperti itu lagi. Kau memang tidak bisa menyiapkan kejutan sendiri, tapi kau bisa menyiapkan hal yang lebih spesial dari itu untukku.”

Chen tersenyum kemudian dia memeluk Hyura. Dua orang datang dan meletakkan meja di depan mereka berdua. Ada beberapa orang lain yang menyajikan makanan untuk Hyura dan Chen. Chen memang sengaja membuat acara makan malam untuk perayaan hari jadi mereka kali ini.

“Makanlah, aku memasak ini dengan bantuan ibu.” Ucap Chen dengan senyumnya.

“Benarkah? Semua ini kau yang memasaknya?”

“Tentu saja. Bukankah Chen-mu ini sangat hebat?”

“Chen-nya Hyura memang hebat.” Ucap Hyura sambil tertawa.

Hyura dan Chen mulai menikmati makan malam mereka. Sesekali mereka bercanda dan Hyura melontarkan pujian untuk masakan yang Chen buat. Makan malam mereka kali ini berjalan dengan sempurna, tidak ada halangan apapun.

Seusai makan malam, Chen mengajak Hyura untuk berjalan ke tengah taman. Makan malam mereka tadi dilangsungkan di bagian depan taman dan sekarang mereka ada di bagian tengah taman. Bagian ini gelap, tidak ada lampu yang dinyalakan disini.

“Hyura, ada yang ingin kukatakan padamu.” Ucap Chen sambil memegang kedua bahu Hyura.

“Ada apa?”

“Aku ingin mengatakan sebuah kebenaran. Ini mengenai peristiwa dua tahun lalu setelah kecelakaanku terjadi. Aku ingat betul bagaimana khawatirnya dirimu saat mendengar berita kecelakaanku. Aku ingat setiap saat yang ku lalui bersamamu di rumah sakit itu. Aku kira kau akan meninggalkanku saat tahu aku tidak bisa melihat lagi, tapi nyatanya tidak. Kau bahkan bersedia menjadi kekasihku saat aku menyatakan perasaanku padamu satu bulan setelahnya.”

“Aku bersyukur memiliki dirimu Park Hyura, aku benar benar beruntung karena bisa menjadi kekasihmu. Kau mencintaiku apa adanya, cintamu padaku itu tulus. Aku minta maaf karena sudah berbohong padamu selama satu setengah tahun ini. Aku minta maaf karena selalu membuatmu menangis. Aku minta maaf karena aku membuatmu harus melawan orangtua dan kakakmu hanya untuk membela diriku yang tidak bisa melihat ini. Kau mau kan memaafkanku?”

“Tentu saja.” Ucap Hyura dengan senyumnya.

“Baiklah, biar kukatakan satu hal padamu. Semua ini kebohongan Hyura, semuanya bohong. Aku masih bisa melihat dan aku tidak pernah kehilangan pengelihatanku. Orangtuamu dan kakakmu, semuanya berbohong. Mereka merestui hubungan kita jauh sebelum kita resmi menjadi sepasang kekasih. Mereka bohong saat mengatakan kalau mereka tidak merestui hubungan kita. Semua ini rencanaku, aku hanya ingin menguji dirimu. Dan ternyata perkiraanku benar, kau tidak pernah meninggalkanku bahkan disaat paling sulit dalam hidupku.”

“Jadi hari ini, kuputuskan untuk mengungkapkan semuanya. Sudah cukup semua kebohonganku sampai hari ini.” Ucap Chen dengan senyumnya.

“Aku mencintaimu Park Hyura, aku benar benar mencintaimu. Kau adalah segalanya, kau adalah hidupku, kekasihku dan cintaku. Entah bagaimana jadinya aku tanpa kau saat ini. Kau itu lebih berharga dari apapun dan kau tiada duanya. Hanya ada satu Park Hyura disini, Park Hyura yang benar benar aku cintai.”

Lampu taman mulai menyala secara perlahan. Muncul teman teman Chen dan Hyura disana. Masing masing dari mereka memegang satu balon. Mereka berdiri sejajar, merangkai balon balon itu menjadi kata ‘Will you marry me?’

“Park Hyura, maukah kau berjalan bersamaku setiap harinya, menemaniku disaat suka ataupun duka dan menikahiku?” Tanya Chen sambil berlutut dihadapan Hyura dengan sekotak cincin ditangannya.

“Ya, aku mau.” Jawab Hyura mantap.

Chen berdiri dan memasangkan cincin itu di jari manis tangan kanan Hyura. Dia memeluk Hyura lalu mencium kening Hyura. Teman teman mereka yang menyaksikan itu sedaritadi mulai bersorak sorai dan bertepuk tangan.

“Aku mencintaimu.” Ucap Chen dan Hyura bersamaan. Mereka berdua tertawa, lalu kembali berpelukan.

●●●

END

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s