[EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 15)

CYMERA_20170909_235616

Title | Let Me In  [Sequel Hold Me Tight]

Author | RahayK

Lead Cast |Byun Baekhyun x Baekhyun / Dellion Foster

Yoon So hee  x Baek Eun Ha

Irene Bae  x   Park Ae Ri

Song Yun Hyeong  x  Yun Hyeong

Kim Jong In  x   Kai Kim

Support Cast | Kim Dahyun  x   Dahyun

Wang Jackson  x  Jackson

Length |Chapter -Sequel

Genre | AU x Dark x Drama x Friendship x Sad x Bromance x Marriage -Life  x Revenge

Disclaimer | Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks! Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

Poster | RahayK Poster

Summary  this  Chapter |First Encounter > Before time tell you to stop > Interview > Stranger(us) > Past pt.1 > Past pt.2 >Her Beloved > Fools love > For Life > All thing is back> Best (bad)gift >> Because Of Cola >> Game is Begin >> Meet and Invitation >> Unexpected Reality

Previous Chapter

Author side’s

3 tahun lalu, Rumah Sakit

2 tahun setelah kedua insan itu berpisah dengan kata cerai sebagai penyelesaian terbaik menurut mereka untuk mengakhiri segalanya, semuanya mengasing. Bukan tanpa alasan, wanita itu lebih memilih untuk berpisah dengan Baekhyun –alih-alih mencampakkan dan membuang lelaki itu lebih dulu karena ia punya rahasia besar yang seharusnya –sang mantan suaminya itu  tak perlu untuk mengetahuinya  pada saat itu.

 

Wanita itu sadar betul, bahwa setelah 2 tahun berlalu dimana ia lebih memilih seorang pewaris kaya dari sebuah perusahaan bergengsi di Korea daripada suaminya sendiri banyak yang terenggut dari hidupnya –atau lebih persisnya gadis yang tak tahu rasa syukur itu kehilangan hal berharganya. Pertama Baekhyun, kedua adalah puterinya yang tiada –Joo Eun. Aeri adalah salah satu dari sekian milyar mahluk yang dengan rela melepaskan orang yang dengan tulus mencintainya dan ia cintai hanya demi seonggok harta, kuasa dan tahta. Jika dulu, dengan rasa lelah ia hanya bisa duduk di atas kursi dengan alas keras hingga membuat otot bokongnya sakit, kini, wanita itu bisa duduk di atas kursi empuk dengan wewangian ruangan yang membuat terapi  secara tak langsung dan itu bukan hal yang sulit didapatkan pada hidup Aeri yang sekarang.

 

“Tolong katakan pada ayah bahwa aku harus menemui pimpinan Han untuk kerja sama resot tahun ini.Jika nanti aku sempat,aku akan menemuinya nanti.”pinta lelaki yang duduk di sisi kanan Aeri, ia turun dari mobil dan membukakan pintu wanita itu -seperti puteri raja. Setelah melangkah keluar, wanita itu baru menjawab perintah dengan senyum yang terus merekah dari bibirnya yang dilapisi lipstik berwarna merah muda. “Aku akan bilang padanya bahwa kau sedang berusaha keras untuk Song Corp. -tak perlu khawatirkan apapun, Yunhyeong -ssi.”seru wanita itu dengan lantang, tangannya meraih kerah lelaki yang ada dihadapannya dan merapihkannya, menarik sedikit dasi yang sudah tertata dengan rapih sejak tadi. Wajah keduanya hampir mendekat hanya hitungan inchi jaraknya.Lantas, dengan cepat lelaki bernama Yunhyeong itu memajukan wajahnya dan mengecup bibir sang wanita di hadapan orang banyak. Wanita itu tak berkedip untuk beberapa detik. “Aku mencintaimu, sayang. Sampai nanti kalau begitu.”ujar sang lelaki itu tanpa ragu, ia segera masuk kembali ke dalam mobil dan dalam hitungan detik mobil yang ditaikinya pergi dari sana. Dimana tempat Aeri masih berdiri dengan termangu, namun didetik berikutnya ia hanya mengulas senyum sambil mengusap pipinya. Ah, apa yang sudah dirinya lakukan -orang akan berpikir memang ia adalah wanita paling jahat dan kurang ajar yang pernah ada di dunia, namun haruskah ia mengatakan pada semua orang apa rahasia besar hingga ia lebih memilih untuk menceraikan Baekhyun? Jika orang tahu juga -Aeri memang benar jahat.

 

Itu adalah fakta.

 

Hari ini, adalah kunjungan rutin keluarga Song untuk mengunjungi pemilik Song Corp. yang memang dirawat di Rumah Sakit sejak lama, namun biasanya Aeri jarang ikut andil dikarenakan wanita itu harus benar-benar bed rest pada saat hamil anaknya yang membuatnya menikah bersama Yunhyeong. Langkah kakinya hampir saja tiba mendekati mulut koridor dimana pintu pertama adalah kamar milik ayah mertuanya, namun seseorang yang bersuara menyapa dengan menyebut namanya meski tidak keras, panggilan orang itu seperti sebuah teguran bukannya sapaan. “Park  Aeri -ssi!”

 

..::LET ME IN::..

 

Wanita itu hanya menatap Aeri dengan pandangan tak percaya, ternyata apa yang ia dengar selama ini benar. Dunia memang sudah gila. Wanita ini jelas tahu secara garis besar bagaimana hidup keluarga kecil mereka sekitar 2 tahun lalu. Mereka -sama-sama menderita. Aeri dan juga Baekhyun. Memperjuangkan hidup puteri kecil mereka, Byun Joo Eun ditengah sengsaranya hidup mereka. Dan, apa yang dilihatnya sekarang, membuatnya tak habis pikir -maksudnya -oh ayolah kemana seorang ibu muda yang terlihat begitu memperjuangkan hidup anaknya yang dulu sekarat sementara suaminya yang pengangguran karena di PHK dari tempat kerjanya. Kemana Park Aeri yang ia kenal 2 tahun lalu? Orang, tak akan berubah secepat itu bukan?Dan, kini ia melihat wanita yang sama dengan penampilan luar yang berbeda dan juga, bagaimana sifat wanita itu berbalik 180 derajat.

 

“Bagaimana kabar anda, dokter Ji?”

Bincang pertama itu keluar dari mulut Aeri yang sudah menyesap lattenya yang kedua kali,dokter Ji adalah seseorang dari masa lalu kelamnya yang pertama muncul dalam fokusnya –jika wanita seperti Aeri masih mengharapkan Baekhyun –rasanya seluruh hati penonton yang tahu drama mereka  akan kecewa amat sangat dan –tentu saja marah pada Aeri. Salah satunya adalah dokter  Ji sendiri.

 

“Kau –sugguh menakjubkan, Park Agassi?”

 

Dokter  Ji berucap lalu bertepuk tangan, seakan jalan cerita hidup Aeri adalah drama teater  paling konyol yang pernah ia saksikan, dokter yang dulu pernah menangani  Joo Eun itu tertawa tak percaya. “Singkatnya –Tuan Song adalah ayah mertua anda yang sekarang. Bahkan setelah aku berkata seperti ini, aku masih ingin mempercayai bahwa kau masih bertahan dengan ayahnya Joo Eun, tapi –kenyataan memang selalu berkata lain.”imbuh dokter Ji lagi, tanpa memberi kesempatan pada Aeri untuk mengklarifikasi seluruh hal yang fakta yang dikatakan memang begitu.

 

Wanita itu hanya tersenyum pahit mendengar  bagaimana  wanita ber –jas lab warna putih itu secara tak langsung memaki dirinya. “Aku hanya ingin semuanya membaik dan dua dari kami tak terluka lagi –untuk itu aku dan Baekhyun memutuskan untuk berpisah, dokter  Ji.”

 

Dokter  Ji menghembuskan nafas panjang begitu mendengar bagaimana Aeri menjelaskan situasi mereka begitu mudah. Ini keterlaluan, pikir dokter Ji lalu bersandar pada bangkunya setelah ia duduk dengan posisi benar dan formal beberapa saat lalu. “Aku mendegar ini langsung dari seseorang, dan bukan Baekhyun orangnya –kau harus tahu, kau tak akan paham bagaimana kerasnya pertahanan diri mantan suamimu, pada hari itu runtuh secara tragis hanya karena ia menyaksikan seorang wanita yang ia cinta sedang berbahagia dengan orang lain, sementara! –puteri kecilnya sedang berjuang sendirian antara hidup dan mati.”dokter Ji bersuara dengan nada menekan dan penuh amarah, nada bicaranya naik setingkat setiap ia menjawab perkataan  Aeri. Mata dengan mata, Gigi dengan gigi. Jika Baekhyun sudah terluka, namun lukanya tak pernah terobati. Maka, dengan dokter Ji berkata begitu setidaknya impas, Aeri hanya merasakan segelintir sakit yang tak seberapa yang dirasakan oleh Baekhyun.

 

Aeri bergeming mendengar semua itu dari mulut dokter Ji, bola matanya bergetar kentara dengan berbagai ekspresi yang berkelebat disetiap kedipnya yang memelan, bulir bening itu jatuh seketika tanpa mengalir lagi.

 

Sementara netra dokter Ji berkabut dengan segera ia mengerjapkan mata dan berdiri. “Aku memang dokter dari puteri kalian,perjuangan kalian begitu berat dan aku tahu bagaimana betul itu, aku tahu kau menderita karena kau adalah ibunya –namun, setidaknya jika satu hari itu saja..kau memikirkan juga bagaimana menderitanya Baekhyun –aku yakin masih ada yang bisa diperbaiki walau hanya celah kecil, Park Aeri –ssi.”

Dokter  Ji sudah membalikkan badannya dan mulai berjalan,namun Ae ri masih berseru dan masih tetap berada ditempat yang sama.

 

“Kami, sudah cukup menderita atas kepergian Joo Eun dari sisiku dan Baekhyun sebagai orang tua. Aku memang telah kurang ajar karena menyalahkan Baekhyun atas perginya Joo Eun pada saat itu, untuk itu –aku memilih jalan seperti ini. –‘ujar Aeri tertahan, suaranya menggema pada seisi ruang cafeteria  Rumah Sakit  yang kebetulan sedang sepi.

 

“Aeri –ssi!”sela dokter  Ji cepat, ia hanya ingin  Aeri  tahu  bahwa  apa yang  sudah ia tinggalkan sangatlah berharga, dan dokter Ji tahu betul itu.

 

Aeri tetap melanjutkan dengan nada yang melunak “..aku –terlalu hina untuk tetap berada di sisi Baekhyun, dokter Ji.Kesalahan pertamaku, mungkin memang berawal pada hari itu..lalu, tanpa ku sadari aku terus membuat kesalahan-kesalahan lain yang mungkin tak termaafkan jika Baekhyun tahu.”

 

Perbincangan mereka terhenti ketika dokter  Ji yang lebih dulu menyadari bahwa ada yang mengawasi  mereka  dari  balik  pilar  cafetaria, seorang  lelaki dengan stelan jas hitam –yang sepertinya adalah pengawal yang selalu berada di depan pintu rawat inap VIP milik tuan Song, ayah mertua  Park  Aeri. Namun, dokter  Ji tak berkata  apapun  dan mengakhiri  perbincangannya  dengan  Aeri. Dokter  Ji  juga tak  peduli dari mana dan  apa saja  yang  sudah pengawal  itu  dengar  ia hanya mengakhiri  pembicaraannya  dengan Aeri. Dokter  Ji hanya tak ingin menempatkan  Aeri  dalam  situasi  sulit. Situasinya  sudah selalu  sulit  karena  kaka iparnya –anak pertama dari Tuan Song tak pernah  suka  dengan  Aeri. Jika ada yang bertanya darimana dokter  Ji tahu  itu semua –jawabannya  adalah rekan kerja dokter Ji –dokter Kim, suami dari kaka ipar  Aeri, Song Jieun.

 

“Seharusnya kesalahan itu  tak kau lakukan sejak awal –Park  agasshi. Kalau begitu, aku permisi dulu.”

 

‘Asap  tidak  akan  ada  jika  tidak  ada  api. Semua karena  ada  yang  memulainya.’ gumam dokter Ji ketika melewati pria berjas hitam itu di lorong  menuju lift.

 

“Apa maksud anda?”tanya  lelaki itu yang berdiri berdampingan dengan dokter  Ji  menunggu pintu lift terbuka.

 

Ting!

Pintu lift terbuka, lelaki itu masuk lebih dulu dan dokter Ji berdiri di belakangnya, ia memegang telpon genggamnya dan kembali berbicara, seolah ia sedang menelpon seseorang.

 

“Coba kau fikir, wanita mana yang tak akan jatuh hati pada pria kaya yang tanpa diundang datang kehidupnya yang sedang dalam masa kelam dan memberi porsi cinta yang sama dengan pria miskin pengangguran yang sudah terikat secara resmi dengannya. Tentu saja, ia akan memilih  meninggalkan  orang  yang  tak  bisa  menjamin  hidupnya. Keduanya memang salah –tapi, jika  orang  kaya  lebih  punya  akal, pasti  dia  tak  akan  menghancurkan  hidup  sebuah  keluarga  dan  cinta  antar  manusia. Tapi, seperti  yang  kau tahu, pada akhirnya  hanya  si miskin  yang  akan  disalahkan.”

 

Uisa –nim.”

 

“..maaf, Tuan. Aku sedang bicara di telpon dengan temanku. Ia bercerita tentang drama yang ia tonton.Aku  permisi  dulu  kalau  begitu.”

Dokter  Ji melangkah keluar dengan cepat begitu pintu lift terbuka dan orang-orang masuk.

 

 

..::LET ME IN::..

 

 

D-5, before the day.

“Apa yang sedang ada dalam fikiranmu, dokter Ji?”tanya seseorang yang kini berdiri di sisi kanannya, menikmati angin yang berderu di atas sebuah atap gedung sayap barat rumah sakit. “Hanya berharap bahwa tidak ada lagi orang yang mengambil keputusan yang sama seperti dia.”tukas dokter Ji lantas memandang cakrawala, seraya memasukkan kedua tangannya ke saku jas lab putihnya. “Kau benar.Aku perlu bantuanmu.Waktunya sekitar 5 hari lagi.”

“Mungkin aku akan datang, namun, bukankah sebaiknya kau mencari orang lain untuk diperkenalkan sebagai pasangan?Kau tahu, kita hanyalah rekan kerja.” Saran dokter Ji, melirik si lawan bicara dari ekor matanya, ia terlalu jengah dengan semua situasi yang harus ia hadapi beberapa tahun belakangan, masalah medis bukanlah segalanya untuk dirinya, namun ikut andil dalam kehidupan seseorang yang putus asa akan makna hidup adalah hal yang sangat memusingkan. Mendengar saran dari seorang dokter yang sudah ia anggap sebagai rekan terbaik hanya menghela nafasnya berat, ia selama ini sendiri, jika acara besar ia selalu datang sendiri, namun apa di hari pembuktiannya ia juga harus berdiri seorang diri? Tidak mungkin, apapun situasinya, dirinya amat sangat ingin melihat dia terjatuh dengan gaun indah yang ia kenakan, bukan karena gaunnya yang terlalu panjang yang membuatnya terjatuh, namun moralnya semestinya juga harus tersungkur sebagaimana dirinya pada 5 tahun silam.

 

Kali ini, sepertinya ia harus mendengarkan saran dari dokter Ji.

 

“Pasangan..yah,akan aku fikirkan.”

 

..::LET ME IN::..

 

D-3, Café W

 

yaa,illeowa.”panggil Kai pada seorang sekretaris yang berdiri di sudut tembok café.

ye, daepyonim.”

Kai bertanya serius, ia adalah tipe orang paling ambisius. Ia bahkan tak segan-segan untuk melakukan hal-hal diluar batas hanya untuk memenuhi ambisinya, “Apa kau sudah mencari tahu apa yang aku suruh?”

Sang sekretaris gelagapan, kemudian mengeluarkan beberapa lembar fot dari saku jas yang ia kenakan dan menaruhnya di meja Kai, “ah,ye..sejauh ini nona Baek hanya menjalani kegiatan rutinnya dan sesekali ia mengunjungi Rumah Sakit, namun hanya selalu sampai koridor sebuah ruang rawat inap dan ia kembali lagi.”terangnya agak terbata pada Kai.

Mendengar itu, Kai seperti tidak cukup puas dengan jawaban, Dowoon. “Bagaimana dengan laki-laki yang sering ia temui?”

“Ia beberapa kali bersama rekan dari divisi lain, untuk makan siang atau membicarakan mengenai pekerjaan, namanya Jeon Wonwoo, daepyeonim.”terang Dowoon dengan cepat, sudah sekitar seminggu lebih ia diperkerjakan di bawah Kai, dan itu benar-benar pengalaman paling mengerikan dalam hidupnya. “Selain dia?”

Dowoon berkata tanpa berpikir, sebenarnya jika ditelusuri lebih lanjut, banyak sekali orang-orang yang Eunha temui, entah itu selama di kantor ataupun dalam perjalanan pulang, bahkan ahjussi supir bus saja ia sapa. Karena enggan berurusan dengan Kai, ia lebih memilih menjawab telak agar urusannya dengan Kai segera selesai. “Tidak ada, daepyeonim.

Dekik di pipi Kai kembali terlihat ketika ia tidak cukup puas dan mengecap pelan bibirnya dalam diam, orang-orang ini memang tidak ada yang bisa ia andalkan,pikir Kai. “Baiklah, kerja bagus. Kau boleh pergi karena Tuan Puteri sudah di sini.”

Ye..algeuseubnida.” Dowoon segera membungkuk hormat dan berlalu dari sana.Karena seperti kata Kai, orang yang tuan –nya, bilang sudah ada Aeri yang sedang berjalan menuju Kai kini terduduk manis dengan santai dan menyambut wanita itu dengan senyuman, sehingga kedua dekiknya terlihat sempurna.

 

Aeri menarik kursi yang ada di hadapan Kai, ia menatap Kai malas, bahkan bertemu dengannya di Song Corp. dalam kerja sama kemarin benar-benar sebuah bencana untuk seorang Park Aeri.Bagaimana tidak?

 

Musuh terbesar mantan suaminya, kini bekerja sama dengan suaminya?Takdir sedang bercanda dengannya ataukah Aeri yang terlalu serakah di sini? Tidak ada jawaban yang Aeri dapatkan hingga saat ini.

 

“Kau gila?”serosoh Aeri begitu ia duduk, membuat Kai hanya terpekik memandang lawan bicaranya penuh canda.Sementara sorot mata Aeri sudah sangat intens dan penuh kemarahan, yang tentu saja hanya disambut oleh senyum manis Kai, ia bahkan menyandarkan punggungnya di kursi. “Hei,Park Aeri ada apa setelah duduk dan ini pertemuan setelah 8 tahun bukannya menyapa tapi menganggapku gila?teman macam apa itu,sayang?”goda Kai sambil tersenyum lebar.

 

Aeri menatap Kai jijik, bahkan setelah 8 tahun berlalu masih dengan berani ia memanggilnya dengan sebutan sayang?sungguh bukan main, Aeri membathin. “Jangan bergurau.Apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan suamiku?mengapa kalian bisa berkerja sama?huh?”

 

Kai menopang dagunya, sambil mengedarkan pandangnya kea rah lain.Seakan ia bercerita panjang tentang hal itu, kemudian ia kembali menatap Aeri penuh arti.Lelaki itu tahu persis bagaimana Park Aeri, apalagi rupa aslinya ketahuan saat dengan elegannya ia meninggalkan Baekhyun hanya untuk orang yang bisa menjamin hidupnya ke depan, wanita seperti Park Aeri, sungguh licik –bahkan ia lebih licik dari rubah.Tapi, dari yang Kai lihat dari sorot mata Aeri, itu lebih dari sebuah keingintahuan antara dirinya dan juga presdir Song Corp.

 

“Kau sepertinya lebih dari ingin tahu soal ini.Apa ada hal yang ingin kau minta dariku?huh?”

 

“Rahasiakan tentang kau yang mengenalku.”

 

“Maksudmu, tentang masa lalu dirimu dan aku yang saling mengenal?”

 

Eoh..”

 

Yak.kau..benar-benar akan berlaku seperti itu dan memintaku seperti itu?Kau benar-benar licik lebih dari yang aku bayangkan.”

 

 

“Jika peranku dalam film sebagai penjahat, kau lebih jahat dari penjahat, Park Aeri.”tukas Kai lalu menarik jasnya segera berlalu dari sana.

 

Jalan apa yang telah gadis itu pilih hingga akhir hidupnya, sungguh mengerikan. Kai bahkan tidak mengira bahwa Aeri akan melangkah sejauh itu.

 

Waktu tidak mengubah seseorang, uanglah yang mengubah seseorang entah menjadi baik atau lebih buruk.

 

Aeri meremas tangannya sendiri, bukan jawaban seperti ini bukanlah yang ia harapkan keluar dari mulut bajingan seperti Kai, namun apa katanya?

Ia lebih jahat dari penjahat? Jadi, kini ia membicarakan tentang hati nurani?

 

Persetan dengan itu semua. Aeri kini tidak menemukan jalan untuk kembali, tapi ia tahu cara untuk bertahan.

 

**

D-day

 

Sudah beberapa hari terakhir sejak Eunha bertemu dengan Baekhyun. Bahkan ketika tiba di apartemen di mana ia diminta untuk mengantar Yunheo, tidak ada bayangan Baekhyun tampak di sana. Menghubungi Baekhyun lewat via suara pun butuh keberuntungan untuk mendapat sebuah jawaban atau ia menghubungi Eunha balik itu sangatlah mustahil.

 

Eunha merapatkan bibirnya jenuh, ia meminta untuk pulang cepat hari ini dengan alasan Jisoo harus di bawa ke RS sementara ia sedang sendiri di rumah dan tentu saja itu hanyalah alasan bohong Eunha untuk dapat mangkir dari   makan malam perusahaan.

Bukannya tidak suka, memang siapa yang tidak suka ditraktir makanan mewah dari restaurant terkenal? Tentu saja tidak ada, Eunha pun tak terkecuali, hanya saja karena insiden beberapa tahun silam membuatnya merasa enggan untuk berkumpul dengan rekan dari divisi lain dan juga bertemu dengan direktur Park.

 

Ia tidak mau semuanya kacau lagi. Karirnya bahkan baru saja membaik, masih banyak hal yang harus ia pertanggungjawabkan lebih dari makan bersama dari perusahaan.

 

Eunha hanya menyeret alas kakinya pada pasir yang ada di taman bermain, apartemen Baekhyun. Ia bahkan tak punya tujuan, karena sampai sekarangpun Baekhyun tak bercerita apapun soal apa perkerjaannya dan dimana ia bekerja, lelaki itu terlalu penuh dengan apa yang namanya misteri.

 

“Noona..sedang apa di sini?” sapa seorang anak yang tak lagi asing untuk Eunha, Eunha menarik senyum dan menghampiri anak itu. Pikirannya melebur tentang Baekhyun, namun bagaimanapun ia mencoba untuk tidak memikirkan Baekhyun, ketika melihatnya seketika ia melihat Baekhyun  diraut wajahnya, hanya untuk beberapa sisi.

 

“Yunheo -a..kau juga sedang apa di sini? Apa ibumu selalu sibuk?”

 

Belum sampai sedetik usai Eunha bertanya, ponsel pintarnya bergetar dengan interval teratur. Ada sebuah panggilan yang membuat mata Eunha hampir melompat keluar, kalau saja Yunheo tidak menegurnya.

“Sepertinya penting,jawablah telepon itu dulu, noona..”

 

Jemari Eunha menyentuh virtual hijau lalu menempelkan ponselnya di telinga.

 

yeobseyeo?”

 

“Yak, neo eodiya?”

 

“Aku?oy..jadi ahjussi mencariku sekarang?Wae? Ahjussi rindu ya padaku?”

 

“Jangan banyak bicara.Aku tanya dimana kau sekarang!”

 

“Aku?taman bermain apartemen.”

 

“Jangan kemanapun. Tunggu di sana.”

 

beep.

 

Panggilan terputus, Eunha bahkan belum sempat bertanya mengapa ia harus menunggu Baekhyun di sini. Eunha sama sekali tidak mengerti bagaimana jalan pikiran Baekhyun.

 

Lelaki itu sangat sulit untuk diraih.

 

Tak butuh waktu lama, Eunha mengernyit begitu melihat Baekhyun berjalan keluar dari basement parkir apartemen yang berada di belakang taman bermain.

 

Jadi.. selama ini ia dibodohi oleh Baekhyun atau apa?

 

 

Eunha bahkan belum mendapat penjelasan dan kini Baekhyun dengan tanpa beban menarik tangannya untuk kembali pada arah dimana ia baru saja datang. “Ayo ikut aku -”

 

Eunha tak ikut melangkah, membuat Baekhyun menghentikkan langkahnya. “Kemana?”tanya Eunha dengan dahi berkerut, ia bahkan merasa seperti anak hilang yang baru saja ditemui oleh ibunya dan akan segera dimarahi ketika sampai di rumah. Ekspresi Baekhyun kelewat serius dan Eunha tak mengerti situasi seperti apa yang membuat Baekhyun membawanya ikut terlibat.

 

“Sebuah pertemuan yang seharusnya tidak terjadi.Namun, aku harus melakukannya untuk membuktikan.”

 

 

“Membuktikan apa,ahjussi?”

 

 

“Kau tak perlu tahu, hanya ikuti instruksiku.”

 

 

**

 

Baekhyun membawa pergi Eunha ke salon dan juga ke toko dress.Namun ketika Eunha bertanya, Baekhyun tak menjawab apapun dan hanya menyuruh Eunha untuk tak banyak bicara.

 

“Apa yang ia kenakan sampai lama begini?”keluh Baekhyun seraya melirik arloji yang melingkar manis di tangan kirinya. Tak lama, pintu ruang ganti terbuka dan entah karena Baekhyun yang kelewat gugup ataukah memang waktu berjalan lambat dari biasanya, kini begitu Eunha melangkah keluar dari ruang ganti rasanya seperti slow-motion yang tak berhenti.

 

Eunha yang dilihatnya memang Eunha. Namun, membuat kedua mata Baekhyun tak berhenti untuk memandangnya penuh terkesima.Bahkan setiap mata gadis itu berkedip rasanya begitu lama.

 

“Sudah.Kenakan saja yang ini.Waktuku tidak banyak untuk menunggumu memilih dress  lagi.”

 

“aah, johahaeyeo.” Eunha menjawab sambil menyengir.

 

**

 

“Anda sudah datang rupanya, Kai-ssi.”sapa Yunhyeong ramah, sementara Kai hanya menyengir canggung, lelaki itu masih tidak habis fikir dengan Aeri yang memintanya untuk pura-pura tidak mengenalnya, permintaan yang menurut Kai begitu miris tetapi juga jahat.

 

‘Apa suaminya tidak mengerti bagaimana orang menilai Park Aeri?‘bathin Kai,

 

Kai menundukkan kepalanya singkat,mengulas sebuah senyum sambil memandang Aeri, dekiknya terlihat kembali seraya berbicara “Acara seperti ini, sebuah kehormatan untukku, Sajang –nim. Oh ya, aku harus jujur, bahwa hari ini anda cantik sekali, Aeri –ssi.” Pujian Kai, hanya disambut dengan sebuah senyuman tak tertarik oleh Aeri. Kemudian, kedua orang itu kembali menyambangi tamu lain yang datang, sementara Kai hanya mengamati keduanya sambil meminum segelas kecil alcohol seraya berkenalan dengan beberapa orang yang datang. Tak lama, dilihatnya Jiwon masuk ke dalam ballroom kemudian membisikkan beberapa kata ketelinga Yunhyeong, dan lelaki itu segera pergi dari sana setelah usai memberikan berita itu.

 

**

Eunha hanya membuka seat-belt seraya menatap Baekhyun dari ekor matanya, ia tidak pernah bermimpi untuk memakai gaun yang harganya berjuta won dan bersanding dengan Baekhyun di lantai dansa, tidak –mengatakan tentang lantai dansa itu terlalu berkhayal, jadi anggap saja Eunha kembali memikirkan tentang takdir mengejutkannya hari ini. Dimana ia ada di sisi Baekhyun, dan lelaki itu membukakan pintu mobilnya, mengulurkan salah satu tangannya, memperlakukan Eunha layaknya seorang puteri raja. Membayangkan itu saja membuat Eunha tersenyum-senyum sendiri, hingga realitanya selalu tak sebagus itu.

 

Baekhyun turun lebih dulu, kemudian mengetuk kaca mobil Eunha dan membuat gadis itu terkesiap dari lamunannya. “Buka pintunya, cepat keluar.”pinta Baekhyun galak, membuat Eunha hanya mensungutkan bibirnya dan segera turun dari mobil, tentu saja tanpa embel-embel cerita dongeng yang baru saja ia khayalkan. “Ish!Yang meminta bantuan siapa, yang marah-marah siapa.Aneh.”rutuk Eunha tanpa memandang wajah Baekhyun yang kini tersenyum kecil seraya menggelengkan kepala, namun raut wajahnya berubah begitu seseorang dari dalam hall menghampirinya.

 

Lelaki itu membungkuk hormat pada Baekhyun. “Anyeonghaseo,aku Kim Jiwon, sekretaris Presdir Song Yunhyeong. Mari ikut saya.”

 

Baekhyun tampak dingin, namun masih mengulas sebuah senyum tipis sebagai sambutan awal. Ia ingin malam ini adalah menjadi malam puncak dimana Aeri dapat tersenyum bahagia karena sang suami. Selebihnya, setelah malam ini berlalu, Baekhyun berharap agar wanita itu dapat lupa bagaimana caranya tersenyum dan lupa apa definisi dari bahagia.

 

Harapan yang kejam. Dan juga, miris.

 

“Aku akan kesana, kau bisa duluan.”

 

Sepeninggal Jiwon, Baekhyun segera berbalik dan melihat Eunha yang masih kesulitan dengan gaunnya. Atau mungkin saja, heels yang ia gunakan terlalu tinggi hingga gadis itu kesulitan untuk berjalan.Ia lalu menghampiri Eunha.

 

“Di dalam sana, kau jangan bicara apa-apa. Hanya dengarkan instruksiku.”

 

Hah?”

 

“Hanya diam dan jangan banyak bertingkah, Baek Eunha. Karena ini adalah acaraku. Aku sungguh tidak akan mengampunimu jika kau menghancurkannya.Mengerti?”

 

“Ya, aku tahu. Jalani saja apa yang ahjussi sebut dengan pembuktian itu dengan benar dan cepat. Karena, sepertinya aku tidak betah menggunakan sepatu hak tinggi seperti ini.”ujar Eunha yang masih ingin ceramah panjang segera terbungkam begitu Baekhyun mengambil lengannya dan menaruhnya dilengan kiri miliknya.

 

Ini adalah keajaiban lebih dari tebakan matching Jisoo untuk nomor lotere mingguan, untuk Eunha.Tak dapat disembunyikan rona merah yang ada di pipi Eunha membuat Baekhyun sempat merasakan sebuah getaran aneh dalam dirinya.

**

 

“Silahkan masuk, Tuan Dellion Foster..”

 

Senyuman Aeri segera melayang begitu saja ketika sosok yang dipanggil oleh mc masuk ke dalam ruangan.

 

“Tidak mungkin.”

 

Sementara Kai hanya tersenyum sakartis seraya mengambil segelas cocktail dari waitress yang lewat. “Oh, sebuah takdir yang penuh dengan kejutan. Permainannya baru saja di mulai.”ucapnya merasa puas, seraya menatap Aeri dan Baekhyun secara bersamaan. Namun, senyum Kai juga segera sirna begitu melihat wanita yang datang bersama dengan Baekhyun. Ia tepat disana –di sisi Baekhyun, melingkarkan tangannya di lengan kiri Baekhyun.

“Baek Eunha?”gumam Kai sambil mengernyit tak percaya dengan apa yang sedang ia saksikan.

 

Dalam hatinya Kai berumpat, Sial! Byun Baekhyun, kau sungguh keparat!

 

Bersambung..

 

33 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 15)”

  1. kyaaa..!hari yang ku tunggu tunggu datang juga.next chapternya jangan lama lama ya thor..Hwaiting..💪
    oh ya aku tebak ya yunheo itu anak nya baekhyun kan?tapi kok bisa..?entahlah..

  2. Untuk kai aku ngrti bngt prsaan nyaah grgetan ama baekhyun. gmn ga tiap dy demen ama cwe eeh cweny demen ama baekhyun mulu. Dlu aeri skrg eunha waks sni dmen ama gw aj baang wkwk. Dtggu next chapter author terkasiiih. Fightiiing!!! Baiiiiiii^^

  3. Chapter ini emg sangat menegangkan wkwk bener kata komen di bawah. Satu dayung 2 pulau terlampaui 😂😂😂😂 ditunggu next chapternya!!

    1. next chapter bahkan belum selesai.. kemungkinan besar karena sedang amat sibuk kuliah dll.. jadi update akan ada selang seminggu dari apdate yang terkini yaa
      jadi.. aku harap kamu mau sabar nunggu ceritanya hehehe
      makasih yaa sudah baca 🙂 dan komen

  4. Plis engga cuma aeri yang kesel, kai pun juga wkwkwk sekali dayung 2 pulau terlampaui baek 👏👏👏👏 btw cepetan sadar kalo kamu suka sama eunha, keburu diambil kain baek nanti ❤❤❤❤

    1. hayoo.. kapan BAEK mulai bener-bener jatuh cinta sama Baek Eunha? Nungguin gak? sabar aja yaa.. itu gak akan lama kok.. tapi jujur aja semakin bertambah chapter konfliknya makin banyak dan makin membuat baek dan Eunha bakal bersatu..

      tetap doakan yang terbaik untuk mereka dan author yang nulisnya yaa~

  5. Gila gila gila wew ini tahap yang sangat menegangkannnb aku gak tau apa yang akan di perbuat kai nantiii nyaa oh my god semoga bukan hal yang burukkk. Aku sedikit berharap apayang baekhyun ingin kan akan terwujud yaitu aeri tidak akan tersenyum lagi setelah iniiii!! Hehe kejam banget ya sorry abisnya kesel sih sama aeri jahat bangett… aku dah nunggu ini semingguan tapi gak muncul penasaran banget eh pas cek hari ini ada yeyy , smangat yaa untuk ngelanjutin ceritanya , ditunggu selalu… fighting!!!

    1. aeri itu memang pantas dihukum.. entah kapan ceritanya akan selesai.. yang jelas ketika banyak pembaca yang memberikan isi pikirannya aku seneng bukan main lhoo..
      makasih juga udh mau nunggu cerita alay ini 🙂

    1. jangankan kamu.. aku juga mau dong.. sumpah gak tau kenapa BAEKHYUN MANLY SANGAT DISINI #CAPSLOK JEBOL soalnya seneng aku banyak yang komen 🙂 😀
      TERIMAKASIH sudah baca yaa dan komen jugaa
      ditunggu aja next chapternya^^

  6. daebak… OH MY GOD… permainan batu saja dimulai.. Hahahaha… udah gk sabar gimana kira2 ekspresinya Aeri dan Eun Ha pas tau kalau Dellion Foster itu ternyata ajusshi ganteng Byun Baekhyun… dan gimana perasaan Kai saat melihat cewek yang dia suka berdiri disamping musuh besarnya…. hahaha…
    Permaknan Baru Saja Dimulai…
    ugh… seru banget thor… apalagi pas baca BaekHa moment uh… udah deh aku sampai senyum-srnyum sendiri… sangat ditunggu chapter selanjutnya… 😊

    1. DUH kamu nulisnya grogikah? ampe typo banyak bingitt heheheh 🙂
      terimakasih sudah baca dan komen kamu panjang banget.. aku seneng sekali bacanya heheh
      sumpah komenan pembaca tuh obat terbaik untuk mengusir rasa minder dalam menulis.. karena ff ku gak bagus kek yg lain heheheh
      doakan saja supaya bisa update teruss.. seiring real-life yg smakin sibuk 🙂

  7. Ya ampun ya ampun,,kog aku deg2 kan yah bacanya,,,, aaaa aku ingin bilang part ini sangat sukses buat aku jantungan,,,,pertemuan antara baek-eunha-aeri-kai itu gak bsa di bendung,, sumpah aku sampai gemetar2 buat komen…Rha nextnya jgn lama2😊

    1. YA AMPUN #CAPSLOKJEBOL okay.. pas baca komenan ini sumpah gak tau harus bilang apa? absolutely seneng bangetlah yaa.. ampe buat kamu deg-dedgan pas bacaa aahakhirnya aku berhasil juga membuat ledakan besar heheh
      ya allah insha allah ya rae.. doain aja
      #MABABANYAK TUGAS JADI SUSAH UPDATE

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s