[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Remember

Remember-anneandreas

REMEMBER

EXO Kim Jong Dae X OC Do Arin

a Romance fiction rated by T
with standard disclaimer applied
thanks for Poster l18hee

©anneandreas2k17

Sore oranye di pinggiran Osaka. Mengalami putus cinta sebulan yang lalu kemudian menyibukkan diri dengan segala jadwal volunteer ternyata tidak juga membuat Arin dengan mudah melupakan sang mantan kekasih. Arin duduk tanpa alas di salah satu anak bukit dekat asrama. Ia melipat lututnya dan menopang dagunya di sana, sementara matanya menatap benda kotak berlayar pipih yang ada dalam genggaman tangannya.

Arin sebenarnya tidak melamun, anggap saja ia hanya begitu memusatkan perhatiannya pada layar handphone yang tidak menunjukkan aktivitas apapun sehingga tidak menyadari ada suara langkah kaki yang mendekat, kemudian berjongkok di sampingnya, mengeluarkan handphone lantas mengarahkan handphonenya ke hadapan mereka berdua, mengambil foto.

Arin terkesiap karena tindakan tiba-tiba laki-laki yang masih berjongkok di sampingnya itu. Laki-laki yang mengenakan jas seragam khusus lab itu tidak benar-benar dikenalnya, ia hanya ingat wajahnya karena beberapa kali bertemu di asrama volunteer.

“Kau? Mengambil fotoku?” Arin akhirnya bertanya.

“Bukan. Tepatnya foto kita. Dari tadi aku melihatmu duduk di sini sambil memperhatikan handphone, kupikir kau sedang selfie jadi aku mau ikutan juga. Omong-omong namaku Kim Jongdae dan aku juga ikut program volunteer ini.” jawab laki-laki yang baru saja memproklamirkan dirinya sebagai Kim Jongdae itu sambil mengeluarkan cengiran lebar.

“Aku tahu, aku beberapa kali melihat wajahmu. Cepat hapus foto itu.” Arin mengucap lagi, cuek.

“Tidak mau.” jawab Jongdae sama cueknya, membuat Arin menatapnya bingung.

“Terserah kau saja.” Kali ini Arin mengucap acuh lalu berdiri, berniat meninggalkan Jongdae yang masih berjongkok di sampingnya.

“Kau benar sudah putus?”

Kalimat itu terucap dari bibir Jongdae setelah Arin menguntai langkah. Arin terkesiap lalu memutar tubuhnya kembali ke arah Jongdae yang kini sudah berdiri menjulang di hadapannya. Arin hanya menatap laki-laki di hadapannya itu dalam diam, namun matanya jelas-jelas menunjukkan rasa penasaran.

“Kalau kau memang penasaran, tanyakan saja. Aku siap menceritakannya. Aku tahu kau mungkin menganggap aku adalah seorang stalker atau apa,  tapi aku menganggapmu cinta pertamaku. Kau mungkin tidak menyadari kalau kita pernah ikut kelas kuliah yang sama di tahun pertama. Sejak waktu itu aku sudah memperhatikanmu. Namun ketika aku akhirnya memberanikan diri untuk mengajakmu berkenalan, aku melihat seorang laki-laki menjemputmu di depan kelas lalu aku menyadari bahwa kau sudah memiliki pacar. Namun, perasaanku tak pernah berubah dari saat itu hingga sekarang. Lalu kemarin aku mendengar dari perbincangan anak-anak volunteer katanya kau baru putus, jadi aku memberanikan diriku lagi. Dan di sinilah aku sekarang.” Jongdae menuturkan dengan santai, seolah itu hanyalah dongeng pengantar tidur saja.

Arin masih menatap laki-laki itu, berusaha mencari kebohongan dalam sorot matanya. Karena tak menemukan sorot kebohongan di sana, Arin salah tingkah, “Kau sedang mencipta kisah drama ya? Terserah, aku mau kembali ke asrama.” ucapnya kemudian berbalik membelakangi Jongdae, siap melangkah.

“Aku tidak langsung memintamu berpacaran denganku atau apa. Hanya tolong buka sedikit celah di hatimu. Itu saja. Sisanya serahkan padaku, kau bisa lihat sendiri nanti bagaimana aku berusaha masuk ke hatimu lewat celah yang sedikit itu.” Jongdae berkata lantang karena ia yakin Arin yang sedang melangkah menjauhinya itu diam-diam mendengarkan.

REMEMBER

Arin mengeluarkan selembar foto dari dalam dompet Jongdae. Foto dirinya sedang menopang dagu di atas lipatan lututnya dengan Jongdae yang berjongkok di sampingnya. Wajahnya tidak sedang tersenyum, ia jelas-jelas nampak tidak siap di foto itu.

“Kau masih menyimpan foto ini?” Arin bertanya pada Jongdae yang baru saja masuk ke dalam kamar tidur mereka.

“Tentu saja. Itu bukti perjuangan awalku untuk mendapatkan cintamu dan menjadikanmu istriku.” jawab Jongdae bangga kemudian mengecup bibir Arin singkat.

.

.

.

Fin.

SELAMAT ULANG TAHUN
COWOK KESAYANGAN ARIN

AnNotes:

Ngerasa ini agak mirip FF lain ya?
Hooh, ini bisa dibilang juga side storynya Job’s Goal: Finding Love
BUAHAHAHHAHA~
Cerita awal pertemuan Jongdae-Arin ketemu setelah putus sama Baekhyun gitu. Entah kenapa aku orangnya demen nyambung-nyambungin cerita. Males mikir. WAKWAKWAKWAK.

@irishleey Maacih Arinnya aku pinjem tanpa izin lagi di sini uhuy.
@nidakhaanbar Maapin ini poster yang kamu buat untuk FanFic Chapter dari jaman dahulu kala itu gak pernah kupublish. Akhirnya kupake untuk Poster FanFic ini aja, kebetulan judul dan pemainnya sama. Aku sudah menyerah sama FanFic itu, get that feelnya susah sekali huks huks huks.

Kepada semua pembaca terima kasih sudah membaca, satu komentar kalian selalu berharga untukku. Ihiy.
*bow*

4 tanggapan untuk “[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Remember”

  1. Kyaa~ 😄 trnyt oh tenyt ini side story’ny job’s goal, omayaa.. Ku seneng anne sk nyambung2in crita 😄 brasa ky bnrn gitu. Awal bc tlsn volunteer & osaka itu udah suspect sih, jgn2, ini..
    Trus bc tingkah pede nan manis jongdae yg smooth bgt smp di A/N, ku seneng msh ada hawa2 job’s goal’ny 😃
    Huft.. Tp msh baper sm 백 yg ditinggal arin nkh 😞

    1. wkwkwk intinya mah aku ini baperan orangnya sama kurang ide jadinya kalo ada apa disambung2in aja ama yg uda jadi 😂 hihihi aku baper inget pas jongde berantem sama arin garagara bekyun terus jongde nya ngomong “aku tau siapa dia bagimu, Arin” hueee makanya aku bikin cerita kalo arin susah mupon dari bekyun wakwak /baper ndiri /plak

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s