[CHEN BIRTHDAY PROJECT] – Fall Again

Shin Tama

production

Fall Again

Chen x Sung Rae Mi (OC’S)

Romance/ Ficlet

PG-13

 

Jika seseorang bertanya kepada seorang ibu “Apa arti anak?” ibu tersebut pasti menjawab “Anak adalah segalanya. Kau tidak dapat menukanya dengan apapun yang ada di dunia ini.” Benar. Rae Mi sependapat dengan seluruh wanita yang di sebut ibu. Anak sangatlah di tunggu-tunggu kehadirannya dalam pernikahan. Rae sampai melompat kegirangaan ketika ia mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung. Mulai saat itu, Rae Mi sangat menjaga calon bayinya. Ia menuruti semua nasehat dokter kandungan, tidak melakukan aktivitas berat dan mengkonsumsi makan dan minum yang sehat, hingga tiba waktunya Rae Mi melahirkan. Dan untuk pertama kalinya Rae Mi tidak takut apapun. Ia tidak menyerah terhadap rasa sakit yang menyerang perutnya secara bertubi-tubi,  ia bahkan tidak mempedulikan nyawanya lagi asalkan bayinya selamat.

5 Years Later…

Rutinitas di pagi hari, Chen duduk di kursi meja makan sambil menonton berita di televisi selagi menunggu istrinya menyiapkan sarapan untuknya. Chen menyeruput teh hangatnya lalu memfokuskan kembali pandangannya ke arah layar datar berukuran 42 inc.

“Kau harus tahu, gadis kecil kita Yoon Mi, sekarang ia sudah pandai menghitung dan mengeja.” Lapor Rae Mi kepada suaminya mengenai anak mereka yang berumur 5 tahun. Rae Mi menghidangkan nasi goreng dan salad buah untuk sarapan Chen sebelum berangkat ke kantor. “yaa, walaupun belum lancar, tapi Yoon Mi banyak kemajuan dibandingkan anak-anak lain. Oia, Yoon Mi juga pandai menggambar. Kau harus sering-sering ke kamarnya untuk melihat gambar yang dibuat Yoon Mi.” Lanjutnya lagi penuh semangat. Namun, perlahan senyum cerah Rae Mi memudar ketika melirik Chen. Ekspresi laki-laki itu biasa saja, bahkan cenderung dingin. Chen malah sibuk dengan sarapannya. Bukankah Yoon Mi itu juga anaknya? Kenapa hanya Rae Mi yang senang dengan perkembangan Yoon Mi? Apakah Chen tidak sayang kepada anaknya sendiri? Rae Mi kecewa dengan sikap suaminya itu. Setiap ditanya kenapa, pasti saja ia mengalihkan pembicaraan. Ia belum mendapatkan jawaban dari laki-laki itu.

 

“Aku berangkat kerja dulu.” Chen beranjak dari kursinya.

“Jika kau bosan di rumah, akan akan menelfon Nana untuk menemanimu jalan-jalan.” Chen mengelus puncak kepala Rae Mi.

“Tidak usah, mungkin Nana punya kesibukan lain. Aku tidak ingin mengganggunya. Lagipula, Yoon Mi sudah cukup untuk menemaniku.” Balas Rae Mi.

 

Chen menghela napas berat. Kemudian ia berbalik dan menghilang dibalik pintu utama. Seperti dugaan Rae Mi. Lagi-lagi Chen pergi tanpa memberikan komentar setelah mendengar nama Yoon Mi. Boleh kah aku menangis? Tanya Rae dalam benaknya. Namun, sedetik kemudian ia menggeleng keras. Ia harus tegar. Apa yang akan ia katakan jika Yoon Mi melihatnya menangis.

 

***

 

Ponsel Chen berdering ketika ia tengah meng-input data produk baru perusahaannya. Ia melirik layar ponsel yang berada di atas meja kerjanya. Muncul kata ‘Yeobo’ panggilan sayang untuk istrinya. “Ne, Yeobo?” Chen menjawab telfon. Chen tidak mendengar Rae Mi bicara melainkan ia mendengar isakan perempuan itu. Refleks Chen beranjak dari kursinya dan menyebabkan sedikit kegaduhan. “Yeobo, ada apa?” kata Chen dengan nada menuntut. “Yoon Mi…” lirih Rae Mi masih sesegukan.

Chen memacu laju mobilnya di jalan raya yang masih lengah karena memang saat ini bukan jam sibuk. Aku mohon Rae Mi, jangan melakukan hal yang bodoh. Batin Chen. Tidak sampai 15 menit, Chen tiba di tempat yang di sebut Rae Mi di telfon tadi. Sebuah jalan raya kecil yang sepi dekat jurang yang curam. Chen mendapati Rae terduduk di tikungan jalan, persis di bibir jurang. Ia segera menghampiri Rae Mi, lalu menarik tubuh perempuan itu menjauh dari sana.

“Apa yang kau lakukan di sini? Kau bisa saja jatuh ke jurang.” Bentak Chen.

Yeobo, Yoon Mi jatuh ke jurang itu. Ia menangis kesakitan. Kita harus menolongnya.”

Rae Mi menarik-narik lengan suaminya. Tubuh Rae Mi gemetar hebat. Keringat dingin membasahi dahinya. Tampak perempuan itu sangatlah panik. Chen memeluk Rae Mi erat. “Yeobo, lepaskan aku. Kita harus segera menolong Yoon Mi. Suara tangisannya melukai hatiku.” Kata Rae sambil meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya. “Dengarkan aku baik-baik! Yoon Mi sudah meninggal satu tahun yang lalu dan kau harus terima itu. Kumohon Rae Mi, sadarlah.” Kalimat Chen menusuk telinga Rae Mi. Rae Mi terdiam. Tubuhnya lemas. Beruntung ada Chen yang menopang tubuhnya tetap seimbang.

Satu tahun lalu… tragedi itu muncul lagi di ingatan Rae Mi. Disini, di jalan ini kecelakaan itu terjadi. Mobil yang ditumpangi Chen, Rae Mi dan Yoon Mi tergelincir ke jurang karena Chen berusaha menghindari bus yang oleng tepat di tikungan. Sunggung sebuah keberuntungan bagi Chen dan Rae Mi, mereka berhasil selamat walaupun mengalami luka parah. Namun sayangnya, Tuhan tidak mengizinkan Yoon Mi untuk hidup lebih lama di di dunia ini. Gadis kecil itu tidak terselamatkan.

“Kau pikir, aku tidak sedih? Asal kau tahu, aku juga sangat kehilangan Yoon Mi.” Chen bahkan terus melihat wajah gadis kecilnya ketika ia memejamkan mata dan ia juga sering mendengar suara manja Yoon Mi yang memanggilnya ‘appa’. “Namun, aku harus tetap tegar, agar bisa menjagamu. Aku pasti gila, jika kau yang pergi.” Ucap Chen seraya mengatur napas yang memburu.

 

-Fin-

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s