[EXOFFI FREELANCE] Mirror (Chapter 6)

17-06-05-17-54-32-356_deco.jpg

MIRROR

AURHOR BigBoss

CAST Ha Jaeyeon – Kim Taeyeon | Park Chanyeol – Han Seul | Kim Suho – Kim Junmyeon | Choi Daera – Rose Roe | Kim Minseok

GENRE Romance | History | Fantasy

RATING PG – 21

LENGTH Chaptered

DISCLAIMER cerita ini asli hasil dari pemikiran saya sendiri, bila ada kesamaan dengan apapun itu mungkin saya terinspirasi dari hal tersebut. Cerita ini mengambil sebagian kecil kisah sejarah. Namun tidak semuanya benar dan hanya imajinasi saya saja. Maaf bila banyak kesalahan dalam pembuatan cerita ini, but I hope you like this and don’t forget to vote. Thank you.

SUMMARY apakah kejadian di masa lalu itu aku?

Ep.6

Sebuah cahaya yang menyilaukan memaksa masuk melalui cela-cela penglihatan Han Seul. Kepalanya terasa pusing dan tubuhnya terasa sangat lelah.

untuk sesaat ia tidak teringat dengan kejadian yang terjadi kemarin malam. namun saat ia melihat jasad kawan kawan disekitarnya. Han Seul baru teringat dengan kejadian malam itu.

Ketika ia bangun tiba tiba seseorang menodongkan pistol kearahnya. “ apa ini apa orang orang Jepang itu yang menyuruhmu?”

Orang itu tidak menjawab, sekilas Han Seul melihat tangan orang itu yang bergetar saat memegang pistol yang diarahkan ke kepalanya. “ jika kau memegangnya seperti itu maka kau sendiri yang akan terbunuh “

“ apa?”

Saat orang itu lengah dengan pertahanannya, tiba tiba Han Seul menyerangnya, tanpa hitungan detik pistol itu sudah berada di genggaman Han Seul dan diarahkanya pada seseorang yang tadi sempat menodongnya.

“ katakan siapa namamu!”

Dia tak menjawab, hal itu membuat Han Seul semakin geram. Diamatinya orang itu dari bawah ke atas, tampilanya tidak seperti orang Jepang, badan orang itu dan keterampilanya juga sangat jauh dari orang orang Jepang yang menyerangnya.

“ apa kau bukan salah dari mereka?”

“ bukan “ jawabnya lantang.

“ lalu kenapa kau menyerangku “

Orang itu hanya diam namun sesaat kemudian tangan yang sebelumnya terangkat tiba-tiba terjatuh dengan lemas. “ karena aku ingin hidup “

“ apa?”

“ hey! Cepat cari jalang itu! “ terdengar teriakan dari balik hutan yang agak jauh dari tempat Han Seul dan orang itu berdiri, dari suaranya Han Seul tahu ada sekitar 6 orang yang berjalan kearah mereka.

“ apa mereka mengejarmu”

Lagi lagi orang itu hanya diam, namun kali ini dengan ketakutan di wajahnya. Han Seul yang tak peduli mengambil kain di tanah lalu memakainya untuk menutupi wajahnya. “ kuambil pistolmu, lebih baik kau cepat sembunyi “

“ tuan! “ Han Seul mendengar orang itu tengah memanggilnya dengan keras. “ tuan tolong selamatkan aku! “

Han Seul tak bergeming sedikitpun.

“ kumohon selamatkan aku! aku ingin hidup tuan! Kumohon selamatkan aku! “

▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪

Han Seul yang awalnya tak peduli ternyata masih memiliki hati nurani untuk menyelamatkan seseorang yang baru ia ketahui namaya adalah Anatasiya.

“ cepatlah “ teriak Han Seul pada orang dibelakang, yang mana orang itu meminta berhenti untuk mengambil nafas sejenak. Han Seul yang mulai kesal menarik paksa lengan orang itu.

Tiba tiba terdengar teriakan dari belakang dimana salah seorang terlihat dan tengah menunjuk kearah Han Seul dan Anatasiya berada.

“ cepatlah “ pintah pria bermarga Han pada orang yang ia tarik lenganya. Mereka terus berlari menghindari orang-orang yang tengah mengejar mereka, sampai akhirnya mereka terpaksa berhenti saat kaki mereka menginjak bibir jurang yang terjal dan di bawah sana sudah menunggu air laut yang sangat dingin dan juga mematikan.

“ apa kau bisa berenang?”

“ apa?” Anatasiya terlihat bingung saat Han Seul bertanya padanya. Pikirannnya tidak bisa fokus untuk berpikir setelah melihat jurang di belakangnya. “ apa yang akan kita lakukan sekarang ?” kini giliran Anatasiya yang bertanya dengan wajah ketakutan.

“ mereka disana !”

“ dalam hitungan ketiga, kita melompat “ pintah Han Seul untuk dirinya dan orang yang minta diselamatkan olehnya.

“ apa?” wajah Anatasiya terlihat lebih pucat, setelah mendengar pernyataan tersebut lagi lagi ia terlihat ragu untuk menoleh ke belakang.

“ disini kau rupanya “ seru seseorang yang lebih-lebih ditunjukan kepada Anatasiya. Wajahnya langsung lebih pucat dan ia memilih untuk bersembunyi di balik punggung Han Seul.

Orang orang Jepang itu tidak sadar kalau sebenarnya  orang dibalik kain penutup wajah itu adalah Han Seul. sekilas orang-orang Jepang itu hanya meliriknya, lalu mengabaikannya yang mereka butuhkan hanya gadis yang bersembunyi di belakangnya.

Mata orang-orang Jepang itu menatap Anatasiya dengan tersenyum meremehkan. “ kalau kau menyerahkan orang itu, aku akan membiarkanmu tetap hidup. Bagaimana? “ salah seorang dari orang-orang Jepang itu bicara, lebih tepatnya menawarkan sesuatu pada orang yang tengah melindungi gadis itu.

“ aku berjanji tidak akan membunuhmu asal….  “

“ asal apa? “

“ serahkan dia padaku “

▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪

Jaeyeon pergi ke toko kue di dekat kampus yang sudah menjadi toko langganannya. Disana ia membeli banyak roti untuk diberikan pada seseorang.

Lalu ia pergi ke suatu tempat dimana ia akan menemui seseorang itu. ia masuk kedalam dan bertemu dengan salah satu pegawai yang ada di kasir.

“ apa hari ini aku bisa bertemu dengan Park Chanyeol “

“ maaf anda siapa?”

“ aku temannya “

“ apa anda sudah membuat janji dengan beliau ?”

“ ah….aku belum “

“ maaf hari ini beliau sedang makan malam dengan seorang tamu penting, mungkin saya bisa membantu menyampaikan pesan anda “

“ ah tidak perlu, aku akan menunggunya saja “

“ tapi mungkin agak lama apa tidak apa apa?”

“ tentu saja “

Jaeyeon kira waktu yang lama itu tidak akan terasa lama, tapi ternyata 1 jam telah berlalu tanpa kepastian kapan Chanyeol akan kembali untuk menemuinya, bahkan kue yang dibawanya sudah terasa tidak enak lagi.

Kakinya berayun-ayun untuk mengusir kebosanan, sesaat kemudian ia merasa sesuatu bergetar dari kantong celananya. Ponsel Jaeyeonlah yang bergetar.

“ maaf “ Jaeyeon bergegas kea rah kasir. “ boleh aku minta selembar kertas dan bolpoin?”

“ tentu saja “

Jaeyeon meletakan ponselnya di atas meja agar ia bisa menulis surat tersebut dengan benar.  “ bisa kau berikan ini pada Park Chanyeol, dan ini “ Jaeyeon memberikan kuenya pada si pegawai kasir. “ dan bisakah kau memberikan ini padanya “

“ tentu, begitu beliau keluar akan langsung saya berikan kepadanya “

“ terima kasih “

▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪

“ aahhhh…..sakit “ rengek Daera yang tak henti hentinya merecoki Minseok yang sejak tadi hanya seorang diri menungguinya di rumah sakit.

“ sudah kubilang hati-hati tapi kau tidak mau mendengarku “ protes Minseok tepat saat itu Jaeyeon tiba di rumah sakit.

“ jadi benar kakimu patah?” Tanya Jaeyeon yang baru saja tiba.

“ itu sudah takdir “ sahut Minseok dengan wajah datarnya. Disisi lain Daera merengek semakin keras karena kakinya yang di gips terasa sangat sakit. Jaeyeon duduk di sebelah Daera dengan prihatin. “ kau ini benar benar “

“ Jaeyeon-ah kau sudah makan malam?” Tanya Minseok karena pria itu sendiri juga lapar.

“ sudah tadi, kalau kau belum. Kau pergilah aku akan menemani Daera disini “

“ ogh, terima kasih “

“ Jaeyeon-ah sakit “ rengek gadis bermarga Choi itu malah mendapat tatapan tajam dari Jaeyeon. “ aku bukan Minseok jadi jangan merengek padaku “

Minseok hanya tertawa melihat keduanya. Namun ada sedikit yang membuat Minseok khawatir. Melihat Daera yang tidak melawan Jaeyeon, membuat Minseok yakin kalau Daera belum sembuh total, dan mungkin saja otak gadis itu juga perlu untuk diperiksa.

“ aku pergi “

“ ogh “ jawab Jaeyeon yang kini bergiliran dengan Minseok untuk menjaga Daera. Gadis itu terus saja merengek kesakitan. Namun beberapa saat kemudian ia terdiam karena sejak tadi Jaeyeon hanya mengacuhkannya.

“ Jaeyeon-ah”

“ hmm “

“ Jaeyeon ah~ “

“ kenapa? Kakimu sakit?” sahut Jaeyeon namun gadis yang ia tatap saat ini hanya menggeleng, ia bilang kakinya sudah merasa lebih baik saat Jaeyeon terus saja tidak peduli dengan rengekannya.

“ aku dengar Minseok baru saja putus dengan Sunny apa itu benar?”

Sesaat Jaeyeon hanya terdiam memikirkan sesuatu. menunggu Jaeyeon yang tak kunjung menjawabnya Daera kembali mengutaran isi hati yang sudah lama ingin ia ceritakan pada Jaeyeon. “ kupikir aku mulai menyukai pria itu “

Jaeyeon berbalik dan menatap Daera, tatapan mereka bertemu dan Jaeyeon merasa kalau Daera tengah serius dengan ucapannya saat ini.

To be countinued….

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s