SADISTIC NIGHT -CH. 5 : That Someone P.2- by AYUSHAFIRAA

wp-1500112366063.png

`SADISTIC NIGHT`

A fanfiction by AYUSHAFIRAA |

Starring Baekhyun, Kim Yoojung as Kim Yoora, Chanyeol, Sehun, Suho | Supported by D.O, Tao, Xiumin, Kai, Chen, Lay, Lee Pace |

AU, Drama, Fantasy, Romance, Violence |

PG-17/M | Chaptered |

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri yang terinspirasi dari Diabolik Lovers dan berbagai film serta anime yang bergenre fantasy. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan dramatis cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

*Already published since 2015, here.

AYUSHAFIRAA©2015. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

Prev. Night : WAY? P.1 | WAY? P.2 | MS P. 1 | MS P.2 | D P.1 | D P.2 | WIL? P.1 | [GET PASSWORD] | [Protected] WIL? P.2 | TS P.1

| BAB I ▶ CH. 5 : That Someone P.2 |

“Ada sisi lain di dalam diriku yang sepertinya tak rela melepasmu untuk orang lain.”

.

Part 2

.

Sehun menarik Yoora ke dalam pelukannya.

“Aku sudah kembali.”

Lelaki itu semakin mempererat dekapannya, sementara si gadis merasa ditenangkan oleh wangi tubuh lelaki tinggi berkulit putih pucat itu. Sebuah pelukan yang sebenarnya tak hangat sama sekali. Sebuah pelukan yang mempertemukan kulit dingin seorang vampir keturunan Pace dengan kulit hangat seorang gadis manusia biasa.

Lensa biru pekat lelaki itu tiba-tiba saja menyala sempurna tanpa memberi tanda sedikitpun kalau lelaki itu akan menjadi sehaus ini. Deru nafasnya terdengar begitu jelas di telinga Yoora.

“AKH! OUKHH!”

Sehun mendorong Yoora agar menjauh darinya saat dirasa hausnya benar-benar tak tertahankan lagi.

Sehun mencekik lehernya sendiri, berusaha mengalahkan sesuatu yang juga sedang berusaha mencekik lehernya dengan rasa haus yang menyiksa. Tenggorokannya kering kerontang. Yoora yang melihat Sehun tersiksa menahan rasa hausnya itu merasa tak tega. Kenapa Sehun tidak seperti kakak-kakaknya? Apa tidak terpikirkan sama sekali di dalam benak Sehun untuk memangsa gadis yang sudah jelas-jelas ada di hadapannya?

Sehun berusaha berlari dengan langkah berat, tapi sial, kesakitannya membuat ia terjatuh tepat sebelum ia berhasil menekan kenop pintu. Yoora menghampiri Sehun yang terus mengerang kesakitan dan mencekik lehernya sendiri, gadis itu berusaha menenangkan Sehun dengan menyentuh dan mengusap lembut kedua pipi lelaki itu.

Lelaki itu terlihat menitikkan airmatanya bersamaan dengan jatuhnya airmata Yoora yang saat ini benar-benar mengkhawatirkannya.

Oppa, aku tahu kau sangat tersiksa, tapi maafkan aku yang tidak bisa ikut merasakan kesakitanmu.”

“Lakukan sesukamu, Oppa.

Lensa biru pekat yang sedaritadi menyala sempurna itu menatap mata Yoora, tak percaya dengan apa yang gadis itu katakan. Apa Yoora sedang mengorbankan dirinya demi mengurangi penderitaan Sehun?

CHU!

Sehun mencium ranum merah gadis yang ada di hadapannya itu. Taring tajamnya dapat dengan mudah Yoora rasakan saat ciuman Sehun semakin lama semakin dalam.

BRUK!

Lelaki itu memperdalam ciumannya hingga membuat posisinya menindih tubuh Yoora di lantai. Yoora meremas bagian dada dari kemeja putih yang dikenakan lelaki itu saat merasakan lumatan lelaki itu yang awalnya terasa lembut kini berubah menjadi kasar.

KREK!

“Mmmppphh!” jerit Yoora tertahan seraya meloloskan airmatanya ketika lelaki itu tiba-tiba saja menancapkan taring di bibir bawahnya, membuat darah segar yang keluar ikut tertelan ketika Yoora meneguk salivanya sendiri.

Sehun semakin bersemangat menghisap bibir gadis itu saat bau anyir khas darah segar menusuk hidungnya. Ia terus menghisap darah yang keluar dari bibir Yoora yang terluka dan menjilat darah yang mengalir ke dagu gadis itu seolah tak mau menyia-nyiakannya.

Lelaki itu melepas ciumannya dan memandang wajah Yoora yang berkeringat. Sehun mengusap keringat di wajah Yoora dan memberikan kecupan lembut penuh perasaan di bibir gadis itu, sementara gadis yang mendapat kecupan di bibirnya itu hanya tersenyum lega karena akhirnya ia bisa mengurangi kesakitan lelaki yang hingga detik ini masih berada di atas tubuhnya.

“Aku mencintaimu, tak peduli kau akan membalasnya atau tidak. Karena aku hanya mencintaimu, tak peduli kau mencintai siapa ataupun milik siapa. Hatiku pasti akan membawaku untuk selalu berada dekat denganmu. Karena bersamamulah, kutemukan bahagia.”

 

♥♥♥

 

Yoora keluar dari kamarnya bersama Suho, berjalan menuju ruang makan keluarga Lee untuk mengikuti acara makan malam bersama seperti biasanya.

Selama berjalan ke ruang makan, gadis itu terus terlihat menyentuh bagian dalam bibirnya dan terkadang juga disertai rintihan kecil yang terdengar begitu manja di telinga Suho.

“Ada apa dengan bibirmu? Apa kau tidak sengaja menggigitnya?” tanya Suho lembut, penuh perhatian.

“Ya?”

“Ah,” akhirnya gadis itu dapat mencerna pertanyaan Suho. “Ya, aku tak sengaja menggigit bibirku sendiri. Akhir-akhir ini, aku memang sering memain-mainkan bibirku. Hehe.”

Tentu saja, Yoora tak mungkin menjawab jujur kalau bibirnya terluka karena Sehun yang menggigitnya. Sebagai kekasih, setidaknya gadis itu juga masih memikirkan perasaan Suho.

“Mau ku obati?” lelaki itu menyeringai domba.

“Yak, Oppa!” Yoora mendorong pelan bahu Suho dan menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah karena malu.

Sesampainya mereka berdua di ruang makan, ternyata yang lainnya sudah lebih dulu duduk manis di tempat mereka masing-masing. 9 pasang mata otomatis tertuju pada kedatangan Yoora dan Suho yang membuat 9 orang itu berpikir dua kali. Kenapa Yoora dan Suho bisa datang bersama-sama?

“Ehm.” Baekhyun membuka kancing kerah kemejanya. Sepertinya ruang makan mereka mendadak terkena efek global warming, panas.

“Entah hanya aku yang menyadarinya atau bagaimana, yang jelas kuperhatikan akhir-akhir ini kau dan Yoora sering sekali terlihat bersama, Hyung. Ada apa sebenarnya di antara kalian?” tanya Tao seraya menyipitkan matanya, curiga.

Suho memberi isyarat pada Yoora untuk duduk di kursinya, gadis itu menurut. Suho duduk di kursi yang biasa ia duduki, berhadapan dengan Xiumin yang terus menatapnya.

Lelaki itu berdeham, lalu mengambil air minum untuk membasahi tenggorokannya yang mendadak terasa kering setelah mendapat pertanyaan seperti itu dari Tao.

Bukan, ini bukan waktu yang tepat untuk mengungkap hubungan mereka. Itulah yang terbesit di pikiran Suho sekarang.

“Kalian berkencan?”

“UHK, UHUK, UHK UHK.” Suho tersedak. Kenapa Xiumin harus bertanya to the point seperti itu?

“Apa-apaan?” Xiumin tertawa paksa.

“Bukankah reaksi itu terlalu berlebihan? Kami hanya bercanda.” Lanjut anak tertua di keluarga Lee itu.

Chanyeol, Dio, dan Sehun menatap intens gadis yang kini terlihat sama gugupnya dengan Suho tanpa bertanya apapun. Mereka hanya menatapnya, karena dengan seperti itu saja, mereka yakin sudah mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan itu.

PRANG!

Baekhyun menggenggam gelas kristalnya yang tak berisi air hingga pecah dan melukai tangannya sendiri. Lensa kuning terangnya terlihat menyala-nyala. Hal itu membuat saudara-saudaranya termasuk Yoora terkejut bukan main.

Hyung! Kau baik-baik saja?!” tanya Kai, Chen, dan Tao hampir bersamaan.

Hyung, Yoora berkencan dengan Suho Hyung, kan? Apa tebakanku benar? Tanya Dio dalam hatinya yang tentu dapat terdengar jelas di telinga Baekhyun.

Yoora berdiri dari duduknya, melepas dasi yang dikenakan Sehun, dan berlari meraih tangan Baekhyun yang terluka.

“Kita harus mencucinya lebih dulu.” ucap Yoora sambil menarik tangan lelaki itu, namun lelaki itu dengan kasar menepisnya.

“Aku tidak akan mati hanya karena luka kecil seperti ini.”

Lelaki itu segera bangkit dari duduknya. Namun ketika matanya berpapasan dengan kedua mata Yoora yang berkaca-kaca, hatinya seperti teriris-iris.

“Kau… benarkah itu kau?” gumam Baekhyun. Darah dari luka di tangannya perlahan mulai menetes.

“Kau memang tidak akan mati karena luka kecil itu, tapi bayangkan saja apa yang akan terjadi jika luka kecil itu terus kau biarkan tanpa kau obati. Seharusnya kau lebih tahu tentang itu, Oppa.

“Biarkan gadis itu mengobati luka di tanganmu, Baekhyun-ah. Dia tahu apa yang harus dia lakukan.” Ucapan Xiumin itu akhirnya membuat Baekhyun luluh dan membiarkan Yoora menariknya ke tempat lain untuk mengobati luka tangannya.

Dio memandang punggung kecil gadis itu yang terus menjauh hingga luput dari pandangannya yang kini berubah sendu.

Gadis itu, juga pernah melakukan hal yang sama padaku. Siapapun yang mencintai gadis itu, sama sekali tidak salah dalam memilih. Dia mungkin tidak secantik, sepintar, ataupun semenawan Kim Taehee. Dia memang gadis bodoh yang ceroboh dan juga menyebalkan, tapi itulah yang membuatnya berbeda dari gadis lain. Dia berbeda, dia spesial, dan kupikir, aku sudah terjebak dalam pesonanya.

 

♥♥♥

 

Yoora membalut luka Baekhyun dengan dasi yang tadi di pakai Sehun, ia juga sudah lupa bagaimana ekspresi Sehun saat ia melepas paksa dasi itu. Haha, biarkan saja dia.

“Sudah selesai.” Yoora tersenyum.

Mendapati Baekhyun terus menatapnya, gadis itu langsung menciut kikuk.

“Dia tidak akan pernah mengkhianatiku.” Gumam Baekhyun lagi. Entah sudah ke berapa kalinya Yoora mendengar lelaki itu bergumam sendiri selama bersamanya yang sama sekali tak dapat ia mengerti.

Oppa, kenapa kau melakukan itu? lihat sekarang, kau melukai tanganmu sendiri.”

Baekhyun mengalihkan pandangannya, berusaha membuang luka yang ia rasa menyakitkan.

“Kau mencintai Suho Hyung? Chanyeol? Dio? Atau Sehun?”

“Kenapa-”

“Jangan bertanya apapun padaku, aku tidak suka itu.”

“Baiklah, aku tahu kau tidak pernah suka berumit-rumit untuk menjawab pertanyaan dari orang lain. Tapi kau tahu, Oppa? Kau egois.” Ucap Yoora menatap Baekhyun dengan tatapan berani.

Baekhyun tersenyum paksa, “Egois? Ya, itu adalah aku. Lalu? Jawab saja pertanyaanku!”

“Jangan bertanya apapun padaku, aku tidak suka itu.” ucap Yoora membalikkan kata-kata Baekhyun yang sebelumnya dan berlalu pergi meninggalkan lelaki itu sendirian.

Bagaimana? Sakit bukan? Itu yang orang-orang sekitarmu rasakan saat kau sama sekali tak menghargai pertanyaan yang mereka berikan padamu.

 

♥♥♥

 

Tao menikmati malam yang penuh bintang dengan merebahkan diri di atas mobil sportnya. Saat angin malam mulai berhembus, sebuah foto jatuh tepat di atas wajahnya entah dari mana asalnya. Lelaki itu bangkit dan langsung mengerutkan kening saat melihat foto tersebut dengan seksama.

Oppa! Maaf! Foto itu milikku! Aku tak sengaja menjatuhkannya.” Ucap Yoora sedikit berteriak dari balkon yang ada di lantai 3.

“Ah, tidak apa-apa!

Lelaki itu terpaksa mendongak. “Tunggulah sebentar, aku akan ke sana!”

Tao turun dari atap mobilnya. Dengan membawa foto milik Yoora, ia berlari masuk ke dalam rumah dan menaiki beberapa anak tangga yang akan membawanya ke lantai 3. Lelaki itu berjalan menghampiri Yoora yang sedang sendirian di balkon, angin malam yang terus berhembus berhasil menyibakkan rambut panjang gadis itu.

“Ini.” Tao memberikan foto yang tadi sempat jatuh mengenai wajahnya itu kepada pemiliknya.

“Terimakasih, Oppa.” Ucap Yoora.

“Apa itu foto masa kecilmu dengan ayahmu?”

“Iya.

Tao menyadari perubahan ekspresi gadis di depannya, lalu dengan ragu, ia pun memberanikan diri untuk bertanya.

“Kau sedang merindukan ayahmu?”

Yoora tersenyum getir,

“Aku sangat merindukannya. Aku benar-benar berharap ayahku bisa mendengar tangis batinku yang merindukannya ini.”

“Jika aku selamanya tinggal di tempat ini, lalu bagaimana dengan ayahku? Dia sendirian. Apa dia pulang ke rumah dengan selamat setelah menyelesaikan pekerjaannya? Atau, dia bermalam di ruangan sempit di antara buku-buku usang yang ada di perpustakaan lagi? Apa dia makan dengan baik? Apa dia tidur dengan nyaman? Aku selalu memikirkan itu.”

Tao memandang lurus ke depan, tangan dinginnya menyentuh besi pagar pembatas.

“Aku juga merindukan ayahku. Aku ingin sekali bertemu ayahku dan meminta maaf padanya.”

“Kenapa kau ingin meminta maaf, Oppa?” tanya Yoora sambil memandangi lelaki yang berdiri di sampingnya.

 

―Kilas balik, sudut pandang Tao―

[105 tahun yang lalu]

Aku berasal dari keluarga sederhana di China, tapi cinta yang ku terima dari kedua orang tuaku seakan menjadikanku anak laki-laki paling bahagia di dunia. Aku sangat menyukai wushu sejak kecil dan orang tuaku mendukungnya, terutama ayahku.

Setiap harinya, aku selalu menyempatkan diriku untuk terus berlatih dan mengasah kemampuanku. Hingga di suatu sore, saat ayahku sedang menemaniku berlatih dengan tongkat kayu seperti biasa, aku tak sengaja melakukan kesalahan yang sangat fatal. Ketika aku melakukan kesalahan itu, kudengar ayahku merintih kesakitan. Saat aku berbalik, kudapati tongkat kayu itu sudah menancap tepat di dada ayahku yang terkapar sekarat. Aku semakin kalut saat melihat cairan berwarna merah itu tak henti-hentinya mengalir dan menggenang di lantai semen halaman rumahku.

Aku tak bisa berbuat apapun saat itu, untuk sekedar berteriak meminta pertolongan orang lain saja aku tak mampu. Bibirku kelu. Suaraku seolah menghilang dalam sekejap. Aku terbata. Bahkan untuk menemaninya saat kematian datang, aku terlalu takut. Aku pengecut. Aku berlari, lebih tepatnya melarikan diri dari kesalahan yang telah kulakukan. Dalam diam sambil terus berlari, aku menangis. Aku menyesali kebodohan dan kecerobohanku, aku menyesali sikap pengecutku, aku menyesali semuanya.

Aku bersembunyi di sebuah gubuk tua yang tak berpenghuni dan jauh dari keramaian. Aku takut, aku menjadi sangat takut untuk menghadapi semuanya. Aku sendirian. Ketika aku meninggalkannya begitu saja, aku yakin ayahku pasti mengutukku dan tidak akan pernah bisa memaafkanku. Aku benar-benar seorang anak yang lebih dari durhaka. Aku takkan pernah terampuni.

―Kilas balik selesai―

 

Gadis yang sedaritadi terhanyut dalam kisah hidup Tao yang sangat menyedihkan itu akhirnya menarik Tao ke dalam pelukannya.

“Aku membunuhnya, aku membunuhnya, Yoora.” lelaki itu menangis dipelukan Yoora.

Yoora tak membuka mulutnya, tak tahu apa yang harus ia katakan, gadis itu hanya terus berusaha menenangkan Tao yang tersedu-sedu.

“Andai saja aku bisa mengubah takdir Tuhan, ingin sekali rasanya ku ulang kembali waktu dan memperbaiki kesalahanku pada ayahku. Aku masih berharap aku bisa berteriak meminta pertolongan dan berharap ayahku terselamatkan.”

“Aku ingin melakukannya, tapi ketika ku ulang kembali waktu, aku tetap tak bisa mengubah takdir itu. Ayahku tetap meninggal di depan mataku karena kesalahanku sendiri dan aku tak bisa melakukan apapun untuk menolongnya. Aku tak bisa mengubahnya. Aku tak bisa membuat ayahku kembali hidup. Aku tak bisa.”

“’Ayah, kumohon maafkan aku.’ aku terus mengatakan itu kapanpun aku mengingatnya. Tapi bisakah dia memaafkanku? ‘Ayah, aku merindukanmu.’ Pantaskah seorang bajingan pengecut sepertiku mengatakan itu?”

“Ayah, aku memang tak pantas untuk dimaafkan.” Gumam Tao pelan sambil terus menangis, airmatanya berhasil membasahi pundak gadis yang memeluknya.

“Kurasa ayahmu mengerti, dan sudah memaafkanmu bahkan sebelum kau berulangkali menangis meminta maaf padanya setelah kejadian itu. Aku yakin, karena melihatmu seperti ini saja sudah bisa membuktikan bahwa kau benar-benar menyesali semua kesalahan yang kau lakukan di masa lalu.”

“Kau bukan Tuhan yang bisa seenaknya mengubah takdir manusia, tapi percayalah, Tuhan tidak akan pernah salah dalam memutuskan takdir.” Ucap Yoora, membuat sebuah tanda yang ada di balik dress bagian dadanya itu bersinar seketika.

 

♥♥♥

 

Waktu sudah menunjukkan pukul 01.13 malam di jam dinding kamar gadis itu, tapi gadis itu masih saja sibuk dengan aktivitasnya saat ini tanpa mempedulikan rasa kantuknya yang sudah membuatnya menguap berkali-kali.

Yoora kini sedang berusaha merapikan isi lemarinya. Sejak ia pertama kali menginjakkan kaki di rumah itu dan sejak ke-10 anggota keluarga barunya membelikan beberapa dress baru untuknya, ia tidak pernah lagi sempat merapikan seisi lemarinya.

Berbagai baju, dress, celana pendek, rok pendek, bra, hingga celana dalam dengan warna beragam sengaja ia buat berserakan di mana-mana agar nantinya bisa satu persatu ia rapikan.

Pertama-tama, ia melipat rapi koleksi bra dan celana dalamnya hingga selesai dan menyimpannya di laci yang ada di dalam lemari.

“Suho Oppa tidak akan suka melihatku memakai ini.” gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya, berkata ‘tidak’ untuk koleksi celana pendeknya. Walaupun begitu, ia tetap menyimpan koleksinya itu dengan rapi di bagian bawah dalam lemari yang secara otomatis masuk ke dalam kategori ‘tidak terpakai’ di bayangan daftar pakaiannya.

“Bagaimana dengan rok pendek? Gadis feminim juga memakainya bukan?” tanya Yoora pada dirinya sendiri yang mulai kebingungan. Ia menguap lagi. Setelah selesai menguap, ia seperti mendapatkan pencerahan dari kebingungannya. Ia melipat semua rok pendeknya dan memasukkannya ke dalam lemari dengan kategori ‘layak pakai’. Baju-bajunya juga ia rapikan ke kategori yang sama.

Yoora memperhatikan satu persatu dress yang ada di depan matanya,

“Ah, karena lelaki itu sakit, dress yang dibelinya jadi tidak ada di sini.” Celetuk Yoora saat menyadari Suho belum memberikan dress padanya. Jangankan memberi, memperlihatkannya saja belum pernah.

Sehun, Chen, Xiumin, Lay, Dio, Tao, Kai, dan Baekhyun.

Yoora mengabsen setiap dress yang ia jajarkan satu persatu di atas ranjangnya persis seperti guru yang sedang mengabsen murid taman kanak-kanak. Ia sekilas teringat akan Chanyeol, lelaki yang andal dalam mengubah-ubah sikap itu seperti benar-benar melupakannya bahkan di saat yang lain berusaha keras untuk mengingatnya.

Sudahlah, berhenti memikirkan orang yang belum tentu memikirkan kita.

Gadis itu mengambil dan membeberkan dress yang Baekhyun berikan padanya. Keindahannya mampu menarik perhatian Yoora dalam sekejap mata di bandingkan dress-dress lainnya.

Hanbok. Ya, sebuah pakaian tradisional perempuan korea yang indahnya takkan terkalahkan oleh zaman. Hanbok itu terlihat semakin indah karena perpaduan warnanya yang begitu cantik dan cerah, yaitu kuning pucat dengan warna merah muda menyala sebagai dominannya.

“Aku akan mencobanya! Siapa tahu aku bisa berubah menjadi cantik seperti gadis-gadis yang ada di drama-drama kolosal itu.” pikir Yoora yang membuatnya geli sendiri.

Gadis itu melepas setelan piyama yang dikenakannya. Dengan bersemangat, Yoora memakai hanbok baru pemberian Baekhyun, mengikat satu persatu tali yang ada di hanbok itu, dan melihat pantulan dirinya di cermin hias.

“Tunggu, sepertinya ada yang kurang. Tapi apa?” kening Yoora mengkerut.

“Kenapa aku bisa sebodoh ini? Apa aku harus menyetel drama kolosal itu dulu agar bisa mengingat apa yang kurang dari seorang gadis yang memakai hanbok?

Yoora mengacak-acak rambutnya.

“Aha!”

Benar! Rambut!

Gadis itu membuka laci di cermin hiasnya, tempat ia menyimpan aksesorisnya. Ia mengambil sisir, beberapa jepit rambut, dan ikat rambut. Meski sedikit merasa kesulitan, gadis itu terlihat tak pantang menyerah. Setelah merapikan rambutnya yang hitam pekat itu, ia mengepang rambutnya dengan model kepang satu. Tak lupa beberapa jepit rambut ia gunakan untuk membuat rambutnya terlihat semakin rapi.

“Huwaaa! Daebak!” takjub gadis itu setelah melihat pantulannya sendiri di cermin. Ia merasa dirinya menjadi 100 kali lebih cantik dari sebelumnya dengan mengenakan hanbok dan dengan tatanan rambut khas gadis-gadis dalam drama-drama berlatarkan kerajaaan korea yang pernah ditontonnya.

“Kenapa tidak dari dulu saja Baekhyun Oppa memberikanku pakaian seperti ini?” tanya Yoora yang masih terkagum-kagum di depan cermin hias.

Gadis itu teringat sesuatu. Ia segera mencari ponselnya yang sudah lama tak pernah ia gunakan di koper. Ia wajib mengabadikan momen yang jarang sekali terjadi dalam hidupnya itu. Untung saja, ponsel yang dicarinya itu masih bisa ia hidupkan.

Ikon kamera, klik!

“Satu, dua, tiga!” ckrek!

Sebuah selca cantik berhasil ia dapatkan. Gadis itu lantas menyentuh ikon ‘bagikan’ untuk membagikan selcanya ke media sosial.

Tok! tok! tok!

Aiii, mengganggu saja!” keluh gadis itu. Ia berjalan malas ke arah pintu.

“Baekhyun Oppa?

Ya, Baekhyun. Lelaki itulah yang mengetuk pintu kamar Yoora.

Baekhyun memandang gadis yang ada di hadapannya itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Lelaki itu terpaku, menatap tak percaya apa yang dilihatnya saat ini. Tangannya bergetar.

BREG!

Baekhyun memeluk gadis itu erat, seolah menumpahkan semua rasa yang selama ini terpendam, seolah tak mau melepaskannya lagi. Airmatanya menetes. Jauh di dalam lubuk hatinya, Baekhyun berharap semoga semua ini bukanlah bagian dari bunga tidurnya. Tapi jika apa yang terjadi saat ini benar-benar mimpi, sungguh, ia tidak pernah menginginkan untuk terbangun kembali.

“Soomin-ah… aku merindukanmu.” Ucap Baekhyun yang membuat Yoora seketika membulatkan matanya.

PicsArt_07-07-11.41.30

♥♥♥

 

[Preview Chapter berikutnya]

Chanyeol menghapus keringat di dahi Yoora lalu mengambil posisi jongkok di depan gadis itu.

“Naiklah ke punggungku!”

“Aku? ke-kenapa aku harus?” tanya Yoora gugup.

Baekhyun meremas sprei yang membalut ranjang gadis itu.

“Aku terluka. Aku terluka saat menyadari bahwa penantianku selama ini ternyata berujung sia-sia.”

“Kumohon… jangan mencintai lelaki lain. Jangan berikan hatimu pada lelaki lain. Cukup aku, cintai aku saja.”

Suho mencoba untuk tersenyum, tapi ia tak bisa, airmatanya masih saja memaksa untuk keluar.

“Dia ingin kau menemuinya, di koridor di dekat kelas etika – 5.”

“Apa kau melihat Chanyeol?” tanya Yoora pada 2 orang siswi yang sedang mengobrol di ujung koridor.

“Ah, aku melihatnya turun ke ruang bawah tanah.”

Yoora menjerit sekuat yang ia bisa, berharap siapapun yang mendengarnya mau membangunkannya dari mimpi buruk ini.

“JANGAN DEKATI AKU! PERGI! PERGI!”

42 tanggapan untuk “SADISTIC NIGHT -CH. 5 : That Someone P.2- by AYUSHAFIRAA”

  1. Seneng banget bacanya.
    Walaupun yoora deket sama yg lainnya, tapi suho gapapa. Pengertian banget, momen suho-yooranya jg manis bgt.
    Hal lain yg kusuka dr ff ini alur mundur yg kakak bikin ketika nyeritain masa lalu masing masing member itu rapih dan ceritanya jg ngena feel nya💓💓💓💓💓

  2. soomin nuguya??? apakah mantan baek dri masa lalunya??? kepo nih…semoga jngan muncul dihadapan baekhyun, gak rela aku…kasian yoora nya nanti…

  3. Huaaaa udah lama nggak buka ini eh ff ini udah update aja dari jauh hari 😊 *maklumlimitkuota 😅
    Btw tanda apa ya yg ada di balik dress nya yoora? Jangan sampe tanda bekas kerokan pas masuk angin 😂
    duuuhhh aku seneng banget ada moment baekhyun-yoora nyaaaa(yaa walupun sedikit) 😆 tapi baek-yoo shipper tetep seneng laah 😅
    Duhh yoora ngapain sih ke ruang bawah tanah bahaya nak mending kamu ke ruang bawah hatinya baekhyun aja biar adem 😂

    1. Iyaa kalo gak lupa update mah cepet kok xD tanda apa coba hayooo? 😆😆😆 akhirnya ada yg ngeh juga 😂 astagfirullah bekas kerokan cenah 😂😂😂🔪
      Seneng yaa soalnya kan pelukpelukan gitchu ehem :v alhamdulillah deh kalo gak diprotes lagi wkwk 😂👍 ceilahhhh ke ruang hati baekhyun yg paling dalam biar gak bisa keluar lagi yaaa wkwkwk 😂😂😂👌

  4. sudah kuduga.. baek pasti ada sesuatu sbelumnya makanya bilang gtu. mungkin dia suka sama manusia dlu tapi skrg udh reinkarnasi.. pkoknya harus sama baek… 🙂 duuh cepetan updatenya author.. ini lagi gregetnya

    1. Sesuatu yg ada di hatiku sesuatu ada dalam benakku~~~🎤😆 /plak😂💣/ mungkin mungkin bisa jadi bisa jadi 😂👌 harus banget yaa sama baek? Wkwk kalo gak sama baek ntar kayaknya didemo sayah xD menyesuaikan jadwal sama EXOFFI yaa 😊👌 kalo mau lebih cepet bisa mampir ke blog/wattpad aku😍😍

  5. duh nyesek anjr. lah sehun omegat kok merinding:” baekhyun egois dah. wadaw. baekhyun soomin sapa hm–” kok berasa cemburu:v. ama baekhyun ya author hm hm. lah berharap amat ama baekhyun nih😔😔😔😔😔

    1. Sehun juga kan vampir jadi bisa haus juga muehehe :’3 baekhyun yoora samasama egois kok, jadi cucok /plak😂🔪/ soomin siapa coba hayooo 😆😆😆 wahaha kita lihat aja nanti okayyy 😂👌 yg penting sabar kalo baca ff ini soalnya rumit syekaleh /plak😂🔪

  6. Aku sudah menduganya sejak perkataan suho terhenti di lorong waktu itu, thon saran aja ya tambahan cerita yg bener” endingnya gak bisa ditebak dan nggregetin dan sampai kapan yoora harus terus menggantungkan perasaan baekhyun? Yoora beneran mencintai baekhyun kan thor? Next soon author….

    1. Sudah kuduga /eakeakeak/plak😂💣/ hihi siap, siip diterima sarannya^^ but kalo untuk ff ini aku gak bisa ubah banyak soalnya ff ini kan sebenarnya udah tamat dari 2015 jadi di sini aku cuma ngerevisi dikit aja hehe 😂✌ sampai kapan yaaa? Wkwk 😆 disini Yoora belum ada cinta2an sama Baekhyun, masih abu2 gitu perasaannya 😂🔪 siip siip, coming soon yaa^^

    1. Wakakkakak antimainstream sekali kembarannya sooman jadi cast ff 😂😂😂 Apakah apakah apakah… 😆 siip siip, coming soon okayyy 😍👌 makasih unchhh 😍😍😙

  7. Soomin itu siapa yha bikin penasaraan saja…

    Kakkk maapin aq baru bisa komen sekarang karena jadwal voliku makin padat dan jarang buka hp(apalagi paketan habis)

    1. Siapa coba hayoooo 😆😆😆 wkwk ikutib terus kelanjutannya yaa biar gak penasaran 😍😍👌

      Waduh, iya gapapa kok xD kalo kamu gak bisa komen, gapapa, kamu gak perlu minta maaf terus sama aku, akunya jadi ngerasa gimanaaa gitu 😂 utamain aja real life kamu okayyyy, semangat!^^ 💪😉

  8. Somin??jangan2 gadis yg dicintai baekhyun saat dia jadi putra mahkota??
    Wah,,,,makin seru aja ni,,,,liat priviewnya gak sabar kelanjutannya,,,,
    Tapi kakak,yg part 4 aq belum baca,,,,gak bisa masuk 😭

    1. Soomin o-nya dua :’v bisa jadi bisa jadi :’) amiin, mudah2an bisa makin seru lagi hehe 😂 siip, ditunggu aja yaa 😍 loh? Masih gak bisa? Yaudah kirim email/chat lagi aja yaa 😊

  9. Soomin syp lg? Apa pcarnya si baek pas di jman waw dlu sblm jd vampir? Dy hdup dr jman krjaan htu kan ya? Trus it priview nya apa jngan2 si yoora nysul chanyeol ke ruang bwah tnah? Yaaah di mamam vampir donk si yoora? Dtggu next chapter fightiing ^^

    1. Soomin oh soomin oh soomin aylopyu /itumiminyu/plak😂💣/ asib idaj asib idaj 😳 iyapp si baek emang hidup dari jaman joseon :’v tua banget kan ya dia? /plak😂/ hmmmm akankah seperti ityuuu? :’v siip siip ditunggu aja okayyy, makasih unch😍😍😍

  10. Sebenarnya aku udah baca lebih dulu di wattpad karena aku followermu ka dan aku baca lagi coba disini hebat kan? ㅋㅋㅋ dan next chaptnya membahagiakan aku!!! Kutunggu again kaaa

    1. wih wkwkwk niat banget yaa udah baca dibaca lagi 😂😂👏👏 hebat hebat /prokprok/ wahahaha alhamdulillah kalo ff ini bisa membahagiakanmu 😁 siip siip, coming soon okayyy 😉👌

Tinggalkan Balasan ke cimool Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s