[EXOFFI FREELANCE] Strawberry’s Jam (Chapter 1)

jjpg.jpg

“STROWBERRY’S JAM”

(CHAPTER 1)

Author : sucibyun

Genre : Romance, love’s, hurt.

Rating : PG-18

Cast :   Cast: Oh sehun (exo)

Pak seul gi (oc)

Kim taehyung (bts)

Note : ff ini murni dari berasal dari imajinasi saja sendiri. Apa yang saya tulis jauh dari kesempurnaan , ff ini saya buat hanya untuk menghibur para pembaca tidak ada maksud menjelek-jelekkan siapa pun. Saya minta maaf Atas kekurangan dan ketidak nyamanan saat membaca, karena saya hanya author pemula yang setiap ada ide saya tuangkan dalam sebuah cerita . and remember don’t plagiat my story!. Meskipun cerita ini tdk bgus tpi saya punya kebanggaan tersendiri sebagai author.

Happy reading guy’s!! ☺

Summary : ketika cinta datang tapi nyatanya bukan ‘untukmu’

aku ingin  bertemu di namsan tower!!!

Berlarilah sebelum aku pergi dari tempat itu

Aku pasti menunggumu!. tapi,tidak yang seperti yang kau mau..

Aku juga punya rasa lelah..!!

12 desember 2016

Musim dingin di kota seoul

Seorang gadis cantik berambut cokelat  itu bergelut malas di kasurnya dengan selimut hangat abu-abu yang menyelimuti tubuh rampingnya

Dari luar kamar terdengar ketukan pintu yang membuatnya terusik..

Tok..tok…tok.. gubrakk… gubrak….

Matanya mengerjap-ngerjap, pipi putihnya yang terlihat memerah akibat pantulan cahaya yang masuk dari jendela kamarnya…dan membuat gadis itu  setengah terbangaun

“hei tetangga!!! Aku butuh selai untuk rotiku..buka pintunya!.ya! park seul gi..buka pintunya woi!!”

Gadis yang terusik itu membuka selimut dengan kasar,mentup telinganya dengan kesal,ketukan itu semakin keras seperti akan merobohkan pintu apartement bercapkan nomor “103” di atasanya.

Gadis bernama seul gi itu akhirnya menyerah dan melangkah jengkel ke pintu dan membuka kasar pintu apartementnya itu. Setelah membuka pintu itu lebar-lebar nampak pria tampan berbalut kaos hitam dan celana pendek. rambutnya yang terlihat basah sehabis mandi dan handuk kecil yang bergantung manis di lehernya.

Pemuda itu adalah Oh Sehun. Oh sehun yang notabenenya satu sekolah dengan Seul gi di sma dulu dan sekarang adalah teman kantor Seul gi itu baru saja pindah kemarin dan kebetulan sangat tidak di sangka sehun akan bersebelahan dengan apartemen Seul gi.

Asalkan kalian tau seul gi adalah pengagum rahasia Oh sehun semasa SMA dulu  tapi ia berhenti menjadi pengagum rahasia Sehun setelah cowok itu punya pacar. Dan seul gi merasa cintanya bertepuk sebelah tangan. Pasalnya seul dae sempat dekat dengan Sehun itupun karena ia mengikuti kelas dancer. Bahkan perlakuan sehun dulu sempat membuat seul gi Baper dan salah paham.

Dan suatu hari sehun meminta bantuan untuk membuat kejutan untuk seorang gadis. Sehun bahkan menembak gadis itu di depan seul gi. Bagai ada es bersuhu sangat renda yang membuat hatinya sangat dingin dan terasa beku. Dan itu terakhir kalinya Seul gi berurusan dengan sehun. Karena setelah itu seul gi menghilang sampai pindah ke sekolah, karena merasa malu yang sudah salah paham karena mengira dirinyalah yang di sukai oleh Sehun

Setelah bertahun-tahun lamanya seul gi di pertemukan kembali dengan sehun di sebuah perusahaan tempatnya bekerja. Dan sehun adalah salah satu direktur di sana. Seul gi memang tidak punya perasaan lagi pada Sehun. Tapi jika seul gi tidak sengaja berpapasan dengan pria itu. Seul dae selalu salah tingkah sendiri.

“dasar pengganggu!!” pekik seul gi sebelum menormalkan pandangannya yang masih mengantuk ke pada pria yang berdiri di depannya.

Lama seul gi memandang pria itu dengan mulut terbuka. Sampai akhirnya seul gi tersadar kalau ia sedang terhipnotis dengan ketampanan pria itu.

“aku hanya meminta selai untuk roti.lagi pula, mana ada seorang gadis yang tertidur sampai jam dua siang. Cih dasar pemalas!” tutur pria itu bersandar santai di pintu kamarnya yang berseblahan dengan gadis itu.

‘ya ada apa ini kenapa namja sombong ini ada disini apa aku bermimpi? Oh sehun tinggal di sebelah apartemenku ouhh ini mimpi! ini mimpi!. Tidak mungkin aku pasti bermimpi’

BlAMM…

Seul gi membanting pintu apartemennya lalu menyedarinya,seul gi memegangi pipinya yang terasa panas. Masih tidak percaya atas apa yang barusan matanya tangkap di luar sana, mana bisa pria yang paling ia benci menjadi tetangganya. Dengan mata yang membengkak seul gi membulatkan matanya dan membuka mulutnya sedikit lebih lebar karena sadar akan dirinya yang tidak bermimpi. Sehun,teman kantornya  itu tinggal di sebelah apartemenya? Oh tidak! seul gi benar tidak percaya.

“andwee! Andwee! Kenapa pria sombong itu ada di sini? Arghhh aku sangat membencinya”

“Ya! Tunggu darimana ia tau kalau aku satu gedung apartemen denganya? Apa Oh sehun mengawasiku selama ini ?. apa mungkin dia menyukaiku diam-diam?”  membayangkan itu pipi seul gi tiba-tiba memerah dan entah mengapa itu membuatnya senyum-senyum tidak jelas

Menggelengkan kepala “ ourrhhh.. andwee andwee! apa yang kau pikirkan Park Seul gi? Ini hanya kebetulan”

Kesal seul gi mengecak rambutnya sambil kembali naik di atas ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut.

‘aishh jinja! hari ini aku sudah berencana tidur sampai sore tapi entah angin apa yang membawa Oh sehun di depan kamarku..uhhh kurasa aku sedang bermimpi’ omel Seul gi dalam selimut, setelah usai mengoceh tidak jelas seul gi memutuskan untuk bangun dan berjalan ke arah jendela kamarnya yang sejak tadi terbuka, seul gi di sambut dengan pemandangan siang hari yang sangat menyejukkan.

Pemandanga di luar jendela juga begitu indah. Sinar matahari yang memantul di atas dedaunan hijau di taman bunga milik tetangganya, bahkan bunga-bunga cantik dan berwarna warni itu juga memenuhi taman kecil yang ada di pekarangan asramanya itu. Tapi seperti yang kita lihat cuacanya bahkan mulai dingin dan sebentar lagi kira-kira tanggal 20 keatas akan turun salju yang lebat.. dan bunga-bunga itu akhirnya akan mati..

Seul gi menenggerkan tangannya lalu melipatnya di antara sudut jendela(pahamilah semampumu) sembari menutup mata dan menghirup udara segar yang masuk kekamarnya. Setelah merasakan udara segar memenuhi paru-parunya, seul gi menghenbuskannya melalui hidung dengan perasaanya yang begitu nyaman. Ia perlahan membuka mata dan menyebarkan pandangannya. Surai rambutnya beterbangan indah akibat angin yang begitu nakal dan mengganggu peglihatan seul gi, seulgi menyelipkan surai rambutnya itu di belakang telinganya sambil membentuk senyum kecil di bibirnya

Drretttt….drreettt…..diingg diiinggg donggg….

“Hhah!” seul gi berbalik cepat ketika mendengar suara handphonenya, ia berjalan menuju kasur dan segerah meraih hanphonenya dengan mata yang masih membulat tertera nama Taehyung di layar handphonenya segera saja ia menekan tombol hijau dan memasang di telinganya..

“yeobeoseo?” seul gi menaikkan tali baju dalamnya yang hampir terjatuh..

“apa kau sudah lupa hari ini?” ucap suara pria di dalam telfon

“O’ mianhae aku ketiduran taehyung-sshi (‘aku sengaja tertidur pabo-ya’)”

“kau akan datang kan?” tanya pria itu

“eummm…” jawab seul gi berfikir

“jangan banyak berfikir. Cepatlah datang aku tidak akan memaafkanmu jika kau tidak menghadiri pestaku”

“ya chingu..ini hari yang sangat bahagia untukku kau jangan terlambat” sambung pria itu lagi dengan nada yang sedikit mengancam.

‘chingu?.selama ini kau masih menganggapku chingu? Kau jahat kim taehyung!’

“halo!. Kenapa kau diam Seul gi-ah?”

“ng. Baiklah aku akan siap-siap” seul gi menutup telfonnya dengan memasanga wajah melemahnya.

Seul gi berbohong jika ia akan bersiap. bukannya bersiap seul gi malah merebahkan kembali tubuhnya ke kasur dan perlahan menutup matanya. Menenang sedikit pikirannya yang kacau sejak kemarin.

ka yo?(pergi)’

‘an ka yo?(tidak pergi)’

‘kayo?(pergi)’

‘an ka yo?(tidak pergi)’

Tes..tes.. kristal bening itu lolos keluar dari mata seul gi yang masih tetutup. Air mata itu keluar setiap seul gi merasakan sakit di hatinya.

“hiks..neomu appo!hiks…hiks.. tae-ah aku sangat mencintaimu apa kau tahu! hiks..huwaaaa”

Karena lelah menangis gadis itu akhirnya tertidur hingga sore hari. Ketika terbangun ia tidak sadar hari sudah malam. Dan pesta Taehyung sebentar lagi akan di mulai.

Sampai saat ini seul gi masih malas untuk bergerak tapi saat melihat jendelanya yang masih terbuka sejak tadi membuatnya sadar jika di luar sudah gelap. Seul gi akhirnya beranjak  bangun dan berjalan menutup jendela kamarnya, setelah itu seul gi mulai merapikan kamarnya yang berantakan seperti kapal pecah itu.

Setelah semuanya beres dan terlihat rapi.seul gi beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Butuh waktu 20 menit saja seul gi keluar dari kamar mandinya dengan handuk putih yang membaluti tubuh mulusnya. Dan kepala yang terbungkus haduk yang sepadan dengan warna handuk di tubuhnya.

Bukannya membuka lemari seul gi malah membuka kulkas dan mengambil sebotol selai strowberry yang ia buat sendiri.. selai itu ia taruh di atas meja dapur kemudian kembali mebuka kulkas.

“ahh! Kenapa aku membuka kulkas lagi?.pabo!”

Gumamnya sembari menutup pintu kulkas .

Ia membuka lemari gantung yang ada di samping kulkasnya.

“ini dia!.” Seul gi mengambil sebungkus roti tawar dari dalam lemari dan dengan senangnya ia menarik kursi dan mengolesi rotinya dengan selai strowberry buatannya,setelah selaianya penuh ditas roti seulgi mengambil satu roti untuk di lapisi di atas roti yang telah diberi selai tadi,saat akan memakan roti yang siap santap itu seul gi terbayang akan seoarang namja yang tadi pagi menggedor pintu dan meminta selai padanya. Dan terlebih lagi namja itu adalah Oh sehun, orang super-super sombong dan sangat menyebalkan bagi Seul gi

Sel gi menggigit rotinya perlahan sambil berfikir kenapa Oh sehun bisa menjadi tetangganya. Apa yang menyebabkan hingga pindah ketempat seperti ini?.

Setelah mengisi perutnya dengan selapis roti tawar.

Seul gimulai melangkah ke dalam kamarnya dan segera mengenakan gaun yang akan di pakainya di pesta Tehyung nanti.

Tampa memilih, Seulgi langsung mengabil gaun berwarna pink muda selutut, bagi seul gi memilih baju hanya membuang-buang waktu, yang penting penampilan itu bisa di sesuaikan dengan tempatnya itu yang utama.

Setelah mengenakan gaun yang indah itu. Seulgi mulai menghias wajahnya senatural mungkin dan mengoles lipstik merah mudah yang sepadan dengan warna bajunya. Dan yang terakhir rambut yang kecoklatan itu ia urai dan ujung rambutnya yang sedikit di sosis. Seul gi meraih mini bag berwarna hitamnya di atas meja riasnya, Dengan penampian itu semua mata pasti tertuju pada gadis cantik seperti seul gi.

seulgi merasa ia akan terlambat ke pesta Taehyung melihat jam weker di atas meja yang berada di samping ranjangnya itu menunjukkan pukul . Sedang acaranya sudah berlangsung sejak taehyung menelfonnya tadi.

Seul gi segera bergegas dan melangkahkan keluar dari apartemennya saat ingin menutup pintu seul gi teringat akan sesuatu dan itu membuatnya kembali berlari masuk dan tidak lama kemudian seul gi keluar dengan setoples selai jeruk di tangannya. Seul gi meletakkan toples itu di depan kamar Oh sehun.

Setelah meletakkan toples seul gi berdiri di depan pintu sedikit lama dan matanya terus menatap pintu Oh sehun.

Lama seul gi menatap pintu itu dengan senyum yang lebar dan tidak sadar jika saat ini ia sudah terlambat untuk ke pesta.seul gi berbalik dan berjalan di koridor  yang di terangi lampu di atasnya.

Tidak lama kemudian sehun membuka pintu kamarnya, ia terlihat mengenakan celana pendek dan kaos putih tak lupa juga topi berwarna hitam, penampilannya begitu santai dan sangat nyaman untukpria setampan sehun.saat ingin melangkah keluas  tidak sengaja sehun menendang toples selai jeruk yang tadi di letakkan seul gi tadi. Sehun menunduk dan mengabil toples yang sempat terguling di kakinya itu. Dengan tatapan yang membingungkan

Saat sehun mencari siapa orang yang menaruh selai itu, sehun mendengar langkah sepatu hak dari seul gi. sehun lalu mencari sumber suara itu dan menemukan punggung seul gi yang tidak terlalu jauh dari aprtemennya gadis itu menghilang di perbelokan koridor menuju lift.

Karena tau akan gadis itu yang memberinya selai jeruk . sehun mengelum senyum sanbil tertawa

“hahaha.. gadis bodoh itu, rupanya dia begitu baik memberiku selai jeruknya hah..pabo!”

Sehun kembali masuk ke kamarnya. Tadinya ia kan ke super market untuk membeli selai jeruk kesukaannya tapi rupanya selai jeruk itu yang datang sendiri padanya. Sehun merasa itu sangat lucu hingga masih sempat-sematnya tertawa sambil mengolesi roti tawarnya

“hha… utgida!” gumamnya sambil tersenyum

Ternyata bukan karena selai, tapi sehun tertawa mengingat gadis bernama Seul gi itu dengan wajahnya yang lucu dan rambut yang masih acak-acakakn itu keluar tampa sadar dari apartemennya sambil mengomel, tapi entah mengapa setelah melihat sehun ia tiba-tiba terdiam dengan tatapan tidak percaya, kemudian dengan muka yang memerah gadis itu membanting pintu apatemennya tanpa mengatakan sepatah katapun.

“dia masih cantik seperti dulu” gumam Sehun terkekeh sembari menatap toples selai jeruk di tangannya.

~o~

Seul gi tiba di depan apartemen mewah milik Kim Taehyung. Dari atas balkon telah di penuhi para tamu yang sedang bersenang-senang dengan secankir wine di tangannya.

Seul gi masih di dalam taxi entah apa yang membuatnya enggan turun dari taxi dan hanya terdiam.

“hei nona! apa kau tidak ingin turun?” tanya pria setengah baya yang rupanya supir taxi itu sendiri.

“OH! A-arasseo ajussi.” Mendengar teguran itu Seul gi langsung menbuka pintu mobil dan turun dari taxi dengan sangat lamban

Setelah taxi itu pergi Seul gi basih berdiri di pinggir jalan dan memandang gedung yang yang mewah itu. Sangat jelas jika ia merasa tidak nyaman hari ini, datang kepesta Taehyung seperti keadaan terpaksa baginya. setelah mendengar semuanya kemarin malam Seul gi enggan untuk pergi pesta Taehyung. bahkan melihat wajah Taehyung sekalipun seul gi merasa tidak sanggup.

Setelah meyakinkan dirinya. Seul gi menjadi kuat untuk menerima semuanya. ia mulai melangkah masuk ke apartemen Taehyung.

Flash back..

Malam Di apartement Taehyung ketika cuaca mulai semakin dingin.Seul gi duduk di sofa yang tidak terlalu panjang letaknya tepat di depan tv Taehyung tepatnya lagi berada di dalam kamar Taehyung. Taehyung dan seul gi begitu dekat hingga mereka benar-benar lupa kalau mereka adalah dua jenis yang berbeda. Beberapa menit kemudian Taehyung datang dan duduk di sampingnya

Seul gi menatap Taehyung yang tiba-tiba tersenyum menatapnya.

“kenapa kau tersenyum?. Apa ada sesuatu di wajahku?” seul gi menunjuk wajah sendiri dengan ekspresi bingungnya.

Menggeleng “ani aku hanya bahagia jika temanku ada di sisiku”

‘apa yang dikatakannya?. apa maksud perkataanmu Tae-ah?’

Taehyung mengacak poni Seul gi tiba-tiba “apa kau tau, betapa bahagianya aku hari ini?”

‘aku juga sangat bahagia di dekatmu Tae-ah. Apa hari ini kau akan mengatakan kalau kau juga menyukaiku?apa perasaanku juga sama selama ini aku tidak mengenggapmu sebagai teman tapi orang yang sangat aku cintai’

“jinja!.neomu hengbokke?” tanya Seul gi dengan bahagianya

“Um..” taehyung hanya bisa membalas senyum manja itu. Senyum yang Seul gi nampakkan ketika bersama dengan dirinya.

“besok di pesta ulang tahunku aku akan melamar seseorang” lirih Tae, terlihat malu setelah mengatakan itu pada Seul gi. Sekali menoleh ke seul gi dan menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.

“m-m-elamar?” ‘bukankah ini terlalu cepat Tae-ah. Kita bahkan belum pernah berkencan’

“aku rasa itu memang terlalu cepat. Tetapi sudah sangat lama aku menyukainya diam-diam, aku sangat mencintainya”lirih taeh lagi yang semakin membuat jantung seul gi berdetak kencang.bahkan piinya merona mera karena itu.

Seul gi yang mendengar itu semakin senang dan mendekatkan dirinya pada taehyung ia begitu penasaran siapa gadis yang membuat sahabatnya itu sangat bahagia.

“nuguya?. Noemu yeppo?” tanya seul gi terburu-buru

‘Tae-ah apa yang kau maksud itu aku? Ahh! Aku sangat malu. Tae-ah aku juga sangat menyukaimu!’

Taehyung menoleh kesamping dan mendapat tatapan ceria milik Seul gi . dan seperti biasa, pipi seul gi akan merona jika terlalu senang Tidak sadar wajah mereka begitu dekat hingga tak ada jarak sedikitpun. Taeh menyeringai melihat mata seul gi yang berbinar

Pletak… “akhh’ appo!sstt..” ringis Seul setelah mendapat sentilan di jidatanya sedang Tae hanya tertawa melihat itu

“siapa? Siapa gadis itu tae-ah ?” tak henti-hentinya seul gi menanyakan tentang gadis itu.

“benarkah kau ingin tau siapa gadis itu”

“um” jawab seul gi cepat sambil mengangguk

“S-S-song hyu rim!” lirih taeh yang sempat terbata-bata

Jlebb…

‘mwo? Bukan Seul gi tapi Song hyu rim? ani-ya’ mendengar itu raut wajah seul gi jadi berubah dan entah mengapa dadanya begitu sesak mendengarnya.

“s-s-song hyu rim? Aa’h~ song hyu rim ahaha . dia memang gadis yang baik” tutur hyu rim di akhiri senyum kecut yang mengecewakan

“umm.. dia gadis yang sangat cantik dan begitu baik. Ku akui kau benar-benar beruntung punya sahabat sebaik hyu rim. Dan aku jatuh cinta padanya. sejak itu aku dan hyu rim mengantarmu pulang karena kau pingsan di kelas dan saat itu aku mulai menyuakainya. Kami juga sudah berpacaran sekitar 1 bulan yang lalu”

‘mwo? apa ini?. Kalian berpacaran dan aku tidak tau sama sekali. Kenapa hatiku begitu sakit’

“mianhae Seul-ra. Aku baru memberitahumu”

“gwenchana!” seul gi sontak berdiri dari sofa sambil berusaha tersenyum,akan tetapi air matanya sebentar lagi akan jatuh. Seul gi bahkan tidak menatap Tae lagi, ia menyembunyikan kekecewaannya dengan senyum yang di pakasakan

“aku juga tidak peduli! Jika kalian memberitahuku atau tidak. Ahh~ Tae-ah sepertinya aku pulang saja, eomma akan datang hari ini aku harus membereskan rumah”ucap seul gi mencari alasan untuk pergi

Tae yang merasa aneh dengan tingkah Seul gi itu hanya bisa diam sambil mengerutkan alisnya.

“ajumma akan datang? Benarkah?. Kalau begitu aku akan mengantarmu pulang”

“tesso. Aku bisa pulang sendiri,” setelah mengatkan itu seul gi pergi begitu saja dan meninggalkan Tae yang terdiam di sofa.bukannya mengatakan ‘ada apa dengan denganmu?’ ia malah bersandar di sofa dan berfikir tentang tingkah seul gi yang begitu aneh setelah dirinya mengatakan jika ia akan melamar hyu rim di pestanya besok. Bukankah seulgi merasa senang karena sebentar lagi sahabat yang sudah seul gi anggap kakak laki-lakinya itu akan menikah dengan sahabatnya sendiri.

Ya memang takdir seul gi merasakan sakit karena cinta ‘salah paham’. Untuk kedua kalinya kejadian yang sama terulang padanya. Hatinya sakit sampai ia tidak tau apakah ia bisa hidup lebih lama lagi. Ia rasa tak ada lagi di dunia. Ia seperti bayangan yang tak tau siapa pemiliknya. Seul gi menangis, menangis dalam diam, kaki terus melangkah tanpa tujuan. Sampai bibirnya mengucapkan kalimat yang menyakitkan

“aku hanyalah boneka yang tak di anggap. Di mainkan dan di simpan semaunya”

Flash back.. off

Saat seul gi akan masuk ke dalam rumah Tae. Terdengar para tamu tengah berkumpul di ruang tengah dan besorak ria. Seul gi yang menyaksikan itu merasa terpukul. Hatinya begitu sakait di sambut dengan pemandangan seperti ini. Semuanya terlihat bahagia melihat pasangan yang berada di atas panggung itu saling berciuman dan tersenyum bahagia.

‘apa yang aku lakukan di sini?. Ini benar-benar menyakitkan hiks..’ucapnya dalam hati..benar merasa sakit melihat kedua sahabatnya itu saling berciuman. Dan sama sekali tidak Taeh tau kalau dirinya menyekiti seul gi.

Seul gi tidak yang tak kuasa menahan tangis itu memeutuskan untuk pergi dari apartement Taehyung

Seul gi berjalan di trotor jalan dengan kakinya tak beralaskan sepatu lagi seul gi menentengnya karena merasa sakit mengenakan higtheelsnya terlalu lama. Seul gi berjalan tanpa arah, ia  sangat sedih membayangkan semuanya. Orang yang ia harap akan mengatakan cinta padanya itu ternyata menyukai orang lain dan membuat cintanya  bertepuk sebelah tangan.

Seul gi berjalan sambil menangis ia bahkan menyebrangi jalan tanpa memperdulikan lamu penyebrangan yang sebentar lagi akan mati tetapi untunglah ia berhasil menyebrang dengan selamat. Entah seulgi akan ke mana malam ini.

Di tempat lain tepatnya di dalam bar sehun dan juga temannya sedang berkumpul dan minum alkohol. Rupanya hari libur merukan kebebasan bagi mereka pekerja kantoran seperti sehun. Sehun benar-benar mengisi waktunya untuk bersenang-senang di bar

“sehun-ah kapan kau membawa gadis di depan kami,apa kau tidak berniat untuk pacaran?.mau sampai kapan kau jomblo?” tanya  pria bertubuh tinggi bernama park chanyeol itu.

Mendengar itu sehun hanya diam sembari mengoyang-goyang gelas minuman di tangannya.

“sehun tidak suka dengan wanita” gumam pria di samping chanyeol dengan nada yang setengah mabuk.

Chanyeol yang mendengar itu menjadi jijik dan menggeser kursinya dekat dengan baekhyun yang sudah mabuk berat. Baekhyun menidurkan kepalanya di atas meja bar.

“sehun gwencana. Pantas saja selama in-.” Chanyeol menatap ngeri wajah sehun menoleh perlahan padanya

“Mwo!. Ya’ hyung! aku bukan pria yang seperti itu. Aku masih normal hanya saja aku tidak tertarik dengan wanita sekarang” timpal sehun dengan suara yang sedikit meninggi”

“sama saja bodoh!.” Lirih baekhyun dengan suara semakin mengecil

“ya’ hyung!. Ahhh~ terserah” pekik sehun

“sehun-ah sebaiknya mulai saat ini jangan terlalu dekat dengaku. Aku takut” ucap chanyeol menggeser kursinya sedikit jauh dari sehun. Dengan mukanya yang mulai aneh menatap sehun

“Ah hyung! gemanhae. Apa aku sudah gila hingga aku ingin menyukai satu jenisku sendiri” sehun mulai kesal dengan omong kosong yang chanyeol dan baekhyun ciptakan.

“hyung! Kau sudah sangat mabuk ayo kita pulang” ajak chanyeol membangunkan baekhyun yang sudah tak sadar akibat alkohol yang di minum baekhyun itu terlalu banyak

“em..aku tidak mabuk chan-a” lirih baekhyun yang mulai berbicara burung.

“sehun-ah kau masih mau tinggal di tempat ini?. Aku ingin pulang membawa baekhyun hyung” tanya chanyeol sembari membantu baekhyun untuk berdiri dan melingkarkan tangan kanan baekhyun di lehernya.

“eum.. hyung pulang saja aku masih igin disini” jawabnya lirih tanpa menatap chanyeol tetapai menatap minumannya

“gwencana?”tanya chanyeol lagi.

“gwencana.. cepat bawa hyung pulang kalau tidak istrinya akan marah”

“arasseo!. Kalau kau suadah mabuk berat cepat beri tahu aku, aku akan menelfon taxi untukmu”

“um..” lirih sehun lagi

15 menit waktu berlalu saat  chanyeol dan baekhyun meninggalkan bar.. kaedaan bar menjadi sepi hanya alunan musik instrument yang mengisi tempat itu

Barista minuman juga sibuk mengelap meja yang habis di gunakan para pengunjung yang datang.

Di meja pesanan yang berbentuk memanjang itu masih tedapat dua orang pengunjung. Dan salah satunya adalah sehun yang sedang menuang alkohol di gelasnya

Tidak jauh dari kursi tepatnya di samping oh sehun duduk gadis yang merenung dan sesekali meneguk minunam keras untuk menenangkan pikirannya di lihat dari kondisinya yang meneyedihkan gadis itu seperti memliki beban berat.

“hiks…hiks…YA’ kim taehyung!. neo ara!. Aku sangat mencintaimu bodoh!hiks..hiks..” tutur gadis itu mengagetkan oh sehun.

Sehun menoleh pelan ke arah gadis itu. Pandangannya mulai kabur karene pengaru minuman yang di minumnya. Setelah berusaha menormalkan penglihatannya,sehun behasil menangkap wajah seul gi yang sedang menangis.

“ o’ itu park seulgi?” sehun berdiri sempoyongan menuju kursi gadis yang sedang berbicara sendiri itu

Sehun duduk begitu saja di dekat gadis yang ternyata adalah seul gi sendiri. Saat tengah duduk sehun memandang lucu wajah gadis yang sama sekali tidak terganggu saat sehun datang

“O’ anyyeong oh sehun. Sehun  di sini rupanya hehe..” ucap gadis itu sembarang.. mereka sama-sama mabuk jadi tidak masalah jika mereka mengatakan hal yang tidak pernah dikatakan orang normal sebelumnya

“ayo minum bersama!” sorak seul gi mengangkat botol minuman itu tinggi

Sehun hanya menyeringai melihat itu.bisa di bilang sekaranga ia juga setengah mabuk seperti seul gi dan setelah itu mereka memesan banyak minuman.

“ahhh~ aku mau muntah” ucap seul gi membaringkan kepalanya di atas meja. Sedang sehun mulai menundukkan kepalanya karena merasa berat. Seul  gi yang mabuk berat itu hanya bisa memandang wajah sehun dari bawah.

“sehun-sshi kau sangat tampan!hehehe..” ucap seul gi melantur

Sehun mengangkat kepalanya perlahan dan menatap wajah seul gi yang sedang tersenyum padanya. Sehun mendekatkan kepalanya ke wajah seul gi. Seul gi bahkan tidak terkejut sama sekali.

“kau juga sangat cantik dan sexi seul gi-sshi” balas sehun sambil menyeringai metap bibir seul gi. Sehun semakin mendekatkan wajahnya berniat untuk mencium bibir seul gi.

“mwoya?~ pembohong!” seul gi mendorong pelan jidat sehun dengan jari telunjuknya, menjauhkan wajah sehun dari wajahnya.

Seul gi mengerucutkan bibirnya dengan lucu. Dan menatap kesal sehun

“semua pria sama saja!, seenaknya saja mempermainkan hati wanita. Kau pikir aku boneka eoh?.. huuuuu hiks..” seul gi memegang dadanya yang terasa sesak memukul-mukul dadanya lalu menuang minuman lagi lalu meneguk minuman itu sekali tegukan

Sehun mengangkat kepalanya dengan susah dan berusaha mendengar apa yang di katakan gadis di depannya. Mata sehun setengah terbuka pengaruh mabuknya yang berat.

“nappeun sekki..tidak bisakah kau mengatakan kau menyukaiku Tehyung-shhi?” ucap seul gi tiba-tiba pada sehun. Pikiran seul gi begitu kacau hingga mengira sehun itu adalah Taehyung.

“TIDAK BISAKAH OEH? HUWAAAAA! TAEH-AH! KATAKAN SEKALI SAJA! HIKS..HIKS..” teriak seulgi dengan nada yang membentak sehun.

“a-ra-sseo~ sa-ra-ng-hae” lirih sehun dengan kepala yang masih menunduk. Ucapan itu lolos begitu saja dari bibir sehun setelah seul gi berteriak di telinganya.

Seul gi terdiam sesaat hatinya sedikit membaik mendengar itu.

“jinja!. , benarkah kau mencintaiku?. Aku juga mencintaimu Tae-ah~ aku sangat mencintaimu!”

“kalau begitu.. bolehkah aku menciummu?” lirih sehun tiba-tiba menatap dengan tatapan manisnya

“eh?..”

“aku sudah bilang aku mencintaimu bukan!”

“ O’’ benar hehe..” seul gi mendekatkan wajahnya begitupun juga sehun. Mereka mulai berciuman tanpa sadar dengan apa yang mereka lakukan. Mereka bahkan tidak pernah berbicara sedekat ini, tapi mereka sudah gila sampai berciuman tanpa sadar seperti itu.. untung hanya ada mereka dan barista yang menyaksikan moment romantis itu.. dengan lampu-lampu bar yang gemerlap-gemerlip di tengah bar itu. Dan sentuhan musik klasik menambah hangatnya sehun dan seul gi

Ck. Decitan bibir itu mengakhiri ciuman mereka dan sekarang sehun masih menatap bibir itu seakan tidak puas dan kembali menyentuh bibir lembut itu dan melumatnya, seul gi yang merasa bibirnya di jamah oleh sehun hanya bisa menutup matanya dan membalas dengan menekan kepala sehun agar memberinya servis bibir yang lebih dalam. Dan begitulah adengan panas yang mereka buat di malam itu…

“ber-henti!. Aku mau muntah!.perutku terasa sakit”

“tahan.. aku masih masih ingin menciummu. Tahan selama 1 menit saja”

Cupp….

“yak!!. Oh sehun!! Hentikan. Apa yang kau lakukan pada gadis itu?!!”

Tbc…

Gimana? Lanjut gak?

Comment aja….

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Strawberry’s Jam (Chapter 1)”

  1. Aaaa….author lanjut dong ceritanya 😀
    Baper banget baca-nya,,karena pernah ngerasain ada diposisi seul gi 😥
    Semangat trs author !! 😉
    Ditunggu next part-nya 😉
    Semangattt !!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s