[EXOFFI FREELANCE] Unforgettable Family (Chapter 2)

Unforgettable Family Poster new.JPG

Unforgettable Family (Chapter 2)

Author: el byun

family, married life, romance, with a little bit comedy

in chaptered

rate: pg-17

main role:

Byun Baekhyun (EXO) | Song Hyohwa (OC)

additional role:

Oh Sehun (EXO), Song Shimin

other cast:

EXO’s member and etc

summary:

“Menikahlah denganku! Aku ingin kau hidup bersamaku, tertawa bersamaku dan menangis bersamaku. Kita bangun keluarga kita sendiri. Hanya aku, kau dan anak kita.”

Desclaimer:

This story is my real imagination from recent fiction: “when i must be married”. Say no to plagiarism!

Fanfic ini juga dipost di akun Wattpad saya @elisabethbyun bersama dengan karya saya yang lain.

~~~

Lets read!!

[Chapter 2: Family Power]

“Hyo?”

Panggilan singkat itu membuyarkan lamunan Hyohwa yang beberapa saat lalu selesai membersihkan diri. Ia telah duduk di ranjangnya santai dengan pakaian khas rumah sakit yang baru. Wajahnya tampak segar daripada kemarin saat terakhir kali Baekhyun menemuinya. Mungkin itu faktor kebahagiaan. Hoho.. baiklah, mengingat seorang pria telah melamarnya itu sudah menjadi suatu perasaan yang lazim dimiliki wanita.

Seharian ia menunggu namja itu datang untuk menjenguknya. Tapi ia tahu, di luar sana pria itu sedang melakukan sesuatu untuk masa depan mereka. Mereka sudah membicarakan ini sebelum Baekhyun pamit pulang malam harinya. Dan kini saatnya Hyohwa mendapatkan jawaban. Jawaban, yang entah seberapa lama ia menunggu. Mungkin saat mendengar bahwa ia divonis hamil. Dan itu kekhawatirannya yang pertama. Rasanya dengan melamar saja ia tidak cukup.

Wanita itu menyambut prianya dengan senyuman hangat. Hangat seakan matahari mulai mendekati wajahnya. Ia malu untuk kejadian beberapa saat tadi bagaimana ketika ia akan ketahuan telanjang di depan banyak perawat hanya untuk membersihkan dirinya.

Baekhyun mendekat, sebelah tangannya terlihat sedang bersembunyi di balik punggungnya. Ia menarik sebuah kursi untuk ia duduki di dekat ranjang wanitanya. Sungguh wajah yang sempurna untuk seorang byun baekhyun. Senyum chessy lebar dan mata bulan sabitnya tidak pernah lepas dari pandangan Hyohwa. Ia terpesona untuk yang ke sekian kalinya.

“Hyo!” baekhyun memanggilnya sekali lagi. Bagi baekhyun nama itu begitu indah ketika ia mengucapkannya.

“Wae? Kau sudah memanggilku dua kali Oppa!” perasaan malunya tak bisa hilang, bahkan semakin ingin melompat saja ia dari tempat tidur dan menimpuk wajah baekhyun yang menyebalkan itu yang membuatnya berpikir tidak jernih lagi.

Baekhyun berdeham dan mulai menggerakkan bibirnya bersamaan dengan ayunan tangannya dari belakang ke depan. Menunjukkan sesuatu yang mungkin semua wanita akan menyukainya.

“Aku mencintaimu.”

Hanya dengan berkata seperti itu dunia seakan milik mereka berdua. Entah mengapa mengatakan hal itu di keadaan yang seperti ini terasa berbeda ketika mereka mengatakannya untuk yang pertama kali sebelum mereka bercerai. Penggemar Baekhyun harus iri dengan Hyohwa, bahkan buqet bunga yang ia berikan kepada calon istrinya itu kalah indah dengan senyum Hyohwa kali ini.

“Gomawo.” Malu-malu Hyohwa mengambil hadiah itu dari tangan Baekhyun. Mencium aroma menyengat yang di miliki oleh bunga mawar merah muda itu dengan anggunnya.

Hyohwa yang tengah duduk bersandar diranjang  tiba-tiba tercekat saat tangan Baekhyun meraba punggung tangannya dan mengelusnya dengan lembut. Keningnya tampak berkerut seperti ia ingin mengatakan hal penting pada pasangannya.

“Aku sudah menemui Presdir…” Baekhyun diam sesaat.

“…ditemani manajer.”

Hyohwa tampak lega Baekhyun tidak pergi sendirian menemuinya. Namun keningnya ikut berkerut menunggu hasil keputusannya.

“Jangan khawatir..”

Baekhyun menghela nafas. Hyohwa berharap bukan sesuatu keputusan yang buruk. Jika tidak, bagaimana nasib mereka dan anak mereka nanti?

“Kita bisa menikah.”

Senyum bahagia terpampang di bibir mereka. Mereka benar-benar pasangan yang beruntung. Baekhyun bangkit dan mulai mengecup kening wanitanya. Sekarang kisah mereka menemui masa depan. Mungkin setelah ini mereka bisa merencanakan sesuatu. Yah, sesuatu. Mungkin untuk kali ini mereka belum bisa membayangkannya.

Tok.. Tok.. Tok.. seseorang mengetuk pintu masuk ruangan mereka.

Klek!

Di tengah mereka sedang bermesraan seseorang yang tidak diduga datang. Mungkin tidak hanya Baekhyun yang mengharapkan kehadirannya. Hyohwa pun sama.

“Eommoni?” gumam Hyohwa malu.

“Maaf, apa kedatanganku tidak tepat pada waktunya.”

Suara wanita paruh baya ini membuyarkan keheningan di antara mereka.Seketika Baekhyun melepaskan dekapannya pada Hyohwa dan berhambur memeluk ibunya.

“Eomma!”

Seakan rindu melanda Baekhyun selama bertahun-tahun. Padahal setiap hari mereka berkomunikasi lewat ponsel. Hyohwa memandang mereka bahagia. Bahkan menganggap Baekhyun tengah bertingkah kekanak-kanakan sekarang.

“Hyohwa…” Ny Byun melepas pelukan anaknya dan menghampiri mantan menantunya. Memeluknya hangat seperti ibunya sendiri. Memang begitu peringai Ny Byun. Ia wanita yang murah hati. Wajah sendu tiba-tiba menyelimuti Hyohwa, ia juga merindukan ibunya, bahkan sampai hari ini Hyohwa tidak tahu kalau ibunya lah yang menemaninya sewaktu operasi. Mengingat ibunya, tiba-tiba suatu ingatan tentang sedih kehilangannya muncul kembali. Ia menangis di dekapan mantan ibu mertuanya.Baekhyun yang berdiri di belakang mereka terlihat terhanyut dalam kesenduan yang ditimbulkan Hyohwa di ruangan itu. Namun entah kenapa melihat mereka, Baekhyun merasa sesak. Jantungnya terasa jatuh ke bawah lantai. Sungguh pemandangan yang mengharukan. Setetes air dari matanya hampir turun jika saja ia tidak menahannya.

“Hiks.. Eommoni, mianhae…” walau terdengar lirih, jika ia mengucapkannya sedekat itu maka akan terdengar jelas pula. Ny Byun dengan lembutnya menyisir surai hitam kecoklatan milik Hyohwa.

“Gwaenchana… gwaenchana..” Ny Byun menenangkannya beberapa kali. Ia tahu seberapa besar kesedihan seorang ibu yang kehilangan anaknya. Tapi, bukankah mereka masih memiliki seorang bayi lagi yang harusnya mereka rawat dan sayangi.

“Sayang, berhentilah menangis. Eomma mohon!” Ny Byun menangkap wajah Hyohwa. Entah mengapa mendengar penuturan lembut itu Hyohwa berpikir untuk mematuhinya. Ia melihat wajah Ny Byun yang begitu tenang dengan masih sesenggukkan.

“Dengar…” Ny Byun duduk di sisi hyohwa. Ia menangkap kedua tangan hyohwa mantap. Genggaman itu seakan mengisyaratkan bahwa Hyohwa harus kuat

“Eomma tahu bagaimana rasanya kehilangan. Apalagi eomma juga seorang ibu. Kau tahu, kau masih memiliki seorang bayi yang harusnya kau lebih sayangi daripada memikirkan bayi lainnya yang telah tiada.”

“Tapi..” Hyohwa menyelanya. namun Ny Byun justru menggelengkan kepalanya.

“Hey, Baekhyun sudah melamarmu bukan? Eomma yakin, anak nakal ini pasti akan membantumu.” Sedikit melirik ke arah Baekhyun yang sedari tadi memerhatikan mereka.

“Eomma!” Baekhyun merajuk saat eommanya menyebutnya ‘anak nakal’. Ia selalu menganggap Baekhyun anak kecil kesayangannya. Sudut bibir Hyohwa sedikit menyungging melihat ibu dan anak ini. Ny Byun memang sengaja untuk menghibur.

“Waktu eomma tidak banyak. Jadi kapan kalian akan menikah??”

Akhirnya ada seseorang yang menanyakan pernikahan mereka. Baekhyun sudah melamar dan Hyohwa menerimanya. Bahkan mereka telah mendapatkan ijin dari Presdir Lee Sooman. Tunggu apa lagi?

Dua pasang mata itu saling beradu. Pertanyaan ‘kapan  menikah?’ itu terasa cepat bagi mereka. Sebenarnya Hyohwa memang sempat memikirkan itu sebelum Ny Byun datang. Tapi untuk apa menikah cepat-cepat jika permasalahan mereka belum clear semuanya. Yah, memang belum bukan?

“Bagaimana dengan Appa?” Baekhyun tampak menggaruk malu tengkuknya sendiri. Ia hampir lupa dengan appanya yang marah setengah mati akibat ulahnya beberapa hari yang lalu. Baekhyun sadar, ia harus menemuinya segera. Ny Byun mendesah jengah dengan tingkah putranya yang sekarang ini telah berubah status menjadi ayah muda. Tapi sepertinya status tak membuat nyali Baekhyun bertambah.

“Hemh.. Begini. Bagaimana kalau kalian berdua menemuinya setelah Hyohwa sembuh?” tampaknya ide dari Ny Byun ini sedikit membuat Baekhyun maupun Hyohwa keberatan. Jika seperti ini, kapan mereka akan menikah? Menemui orang tua saja takut!

“Ada apa dengan kalian berdua?” Ny Byun menatap mereka bingung. Sepertinya kata-katanya salah. Tidak salah sebenarnya. Hanya saja sedikit ada yang kurang.

“Baiklah, eomma akan membantu. Eomma akan membujuknya semampu eomma. Jadi ingatkan jika kalian akan datang!” dan akhinya mereka menerima saran itu dengan lapang dada. Sedikit bantuan saja, mungkin banyak. Baekhyun tahu ayahnya sangat marah ketika ia meninggalkan rumah waktu itu. Apalagi Hyohwa yang tidak tahu apa-apa. yang ia tahu hanya Tn Byun membenci ayahnya. Dan itu cukup membuat nyalinya ciut.

“Nde..” Baekhyun menyahut senang dengan keputusan eommanya. Ny Byun beranjak berdiri, ia mengambil kembali tas jinjingnya dan melempar senyum pada Hyohwa.

“Sebenarnya taksi eomma sedang menunggu. Aku bisa pergi karena alasan membeli obat di apotek. Eomma khawatir terjadi sesuatu di rumah.”

“Eomma, kau tidak mau menjenguk bayi kami dulu?”

“Sebenarnya aku ingin sekali. Ahh.. tapi apa boleh buat. Eomma harus cepat pulang ke rumah.” Ny Byun merasa kecewa ia melewatkan kesempatan untuk bertemu dengan cucunya. Tapi memang benar ia harus pulang segera kalau tidak Tn Song di rumah akan marah dan mencurigai sesuatu.

“Ingat Baekhyun-ah, jaga mereka baik-baik!” nada Ny Byun mengancam.

“Aigoo, Baekhyun kecil eomma ternyata bisa juga membuat bayi. hehe..”

Plak!

Seketika Baekhyun melonjak saat eommanya tiba-tiba memukul bokongnya. Ny Byun cekikikan geli menggoda putranya yang baru ia sadari sekarang bahwa dia telah dewasa.

“EOMMA!!” Baekhyun memekik manja pada ibunya seperti anak kecil.

“Kha..!” Ny Byun melambai sembari berjalan menuju pintu keluar ruangan mereka.

“Hati-hati eommoni!” Hyohwa menyahut dari kejauhan karena Ny Byun telah sampai di ujung pintu.

Setelah ruangan itu hanya dihuni mereka berdua barulah tawa hyohwa terdengar menggelegar. Bahkan suaranya hampir membuat Baekhyun ketakutan.

Baekhyun berkacak pinggang menunggu hyohwa berhenti. Tampaknya wanita ini sangat terhibur dengan lawakan yang dimainkan oleh ibu dan anak tadi.

“Woah.. apakah ini sosok hyohwa-ku yang sebenarnya? Aish jinja!” Baekhyun mengumpat kesal. Bagaimana wanita ini bisa sebahagia ini melihat ia telah dilecehkan oleh ibunya?

Baekhyun mendekati wanitanya yang tengah duduk berselanjar di ranjangnya. Karena terlalu sibuk tertawa ia tidak sadar Baekhyun tengah menatapnya lekat-lekat penuh dengan kekesalan.

PLETAK!!

“Auww..”

Seketika Hyohwa menghentikan aksi ketawanya. Baekhyun sengaja menyentil dengan keras wanita tercintanya yang menurutnya sudah kelewat batas. Hyohwa memandang takut, ia mendelik ketika Baekhyun mencoba untuk mempelototinya.

“Kau sudah puas?” nadanya terdengar jahat.

“Sakit!” rengek Hyohwa yang masih mengusap ujung kepalanya.

“Sakit?” tanya Baekhyun balik.

Dengan kesal Baekhyun membuka kancing kemejanya sendiri, kemudian membuangnya asal. Menyisakan pakaian dalam tipis miliknya. Hey, ini bukanlah adegan porno.

“Kau lihat! Ini.. ini.. disini.. disini..”

Satu per satu Baekhyun menunjukkan bekas-bekas ruam kemerahan di sekujur tubuhnya. Di lengan, punggung, serta perutnya penuh dengan hasil cubitan wanitanya.

“Kau tahu bagaimana sakitnya? Masih untung aku tidak melakukan itu padamu dan kau tertawa terbahak-bahak setelah aku dilecehkan oleh ibuku? Kejam sekali.” Baekhyun mendengus kasar. ia melihat wanitanya masih memperhatikan tubuhnya yang penuh lebam itu. Untung saja polisi tidak memenjarakan mereka dengan kasus KDRT.

“Mianhae. Tapi tentang Baekhyun kecil yang ternyata bisa membuat bayi, aku menyetujuinya.”

“MWO?”

Mendengar teriakan itu Hyohwa seketika mendelik mengangkat selimutnya untuk menutupi wajahnya sendiri karena malu. ‘kenapa tadi ia keceplosan mengatakan itu?’, pikirnya.

~~~

“Yeobo, kau sudah yakin membawa semua perlengkapannya?”

Di sepanjang koridor rumah sakit tampak Ny Song begitu sibuk memeriksa barang bawaannya di temani oleh Tn Song. Di belakang mereka tak lupa Sehun dan Shimin mengikuti. Sadar Shimin sedang hamil besar, Sehun menemaninya dengan berjalan lamban. Ia tidak ingin sesuatu terjadi pada istrinya jika menyamakan langkah kedua orang tua bermarga Song di depan.

“Kakimu baik-baik saja kan?” Sehun memeriksa langkah kaki istrinya. Shimin menggeleng, ia tersenyum melanjutkan langkahnya. Semenjak kehamilannya menginjak 5 bulan kaki Shimin mulai membengkak. Namun akhir-akhir ini mulai membaik dengan bantuan terapis dokter.

Kriet…

Mereka sampai di pintu perawatan Song Hyohwa. Ny Song begitu tidak sabaran ingin masuk. Namun begitu melangkahkan satu kaki, ia dikejutkan dengan pemandangan yang tidak mengenakkan. Tn Song celingukkan melihat tingkah istrinya yang mendadak diam di ambang pintu.

“Wae-yo?”

Shimin dan Sehun yang sedang mengantri di belakang mengernyitkan dahi kemudian saling bertatapan. Perasaan Shimin mendadak tidak enak, ia mendekat dan menyela kedua orang tuanya memaksakan diri untuk masuk.

“Ihh.. memangnya apa sih yang kalian lihat?”

Berhasil, ia kini lolos dan tanpa sengaja mengetahui kegiatan yang sangat pribadi bagi kakaknya.

Baekhyun terkejut hingga akan terjungkal mendapati kerumunan keluarga Song sedang menganga berdiri di ambang pintu.

“Ma.. maaf, ini bukan seperti yang kalian pikirkan!” ungkap Baekhyun gagu. Tangannya meraba ranjang mencari kemejanya yang hilang. Ingat, ia tengah topless di ranjang Hyohwa sebelum mereka datang dan membuang kemejanya entah kemana.

“Astaga unnie, pria brengsek ini sedang apa padamu??” marah Shimin hingga berkacak pinggang, membusungkan dadanya dan nampaklah drum besarnya di depan.

Shimin mendekat dan satu per satu keluarga Song termasuk Sehun masuk. Baekhyun yang ketakutan langsung berdiri, matanya jelalatan mencari arah mana kemejanya ia lempar. Ia melirik kebawah dan menemukannya. Ia jongkok dan mengambilnya tergesa-gesa lalu mencoba untuk memakainya kembali.

“Hyohwa sayang, Eomma mohon rumah sakit bukan tempat untuk mesum. Ingat kalian belum menikah, ne??” Ny Song mendekati Hyohwa mengusap puncak kepalanya sayang. Hyohwa kemudian hanya nyengir saja, menanggapi kesalahpahaman di sini.

Sementara itu Baekhyun terus dipojokan oleh Shimin, ia terus berjalan mundur saat Shimin mencoba untuk mendekat.

“Dasar pria brengsek, pecundang, pengecut, tukang mesum. Jikasaja aku bisa, aku akan benar-benar melahirkan di depan wajahmu! KAU!!!” Tatapan mengintimidasi dan tudingan jemari Shimin berhasil mematahkan nyali seorang Byun Baekhyun. Nyatanya pria itu sampai terpojok di kursi sofa jauh dari posisi mereka bertemu tadi. Kini netranya harus tertohok dengan pemandangan bulat nan besar milik gadis itu. Perut hamilnya kini harus berhadapan dengan wajahnya, Baekhyun dengan posisi duduk terpojok di sofa itu melihatnya dengan jelas hasil karya dari Sehun, rekannya.

“A.. aa.. Aku sudah bilang, ini tidak seperti yang kau pikirkan!!” matanya melirik sekilas wajah Shimin yang garang kemudian detik berikutnya menatap gundukan di perutnya. Ia seperti tengah di todong pistol.

“Ayolah, Shimin sayang. Baekhyun Hyung mungkin tidak bermaksud yang aneh-aneh.” Kini Sehun  menarik-narik lengan istrinya agar menjauh dari Baekhyun.

“OOPPA!!” Kini air mata membanjiri wajahnya, ia menatap sendu ke arah Sehun yang ia sayangi. Ia tahu maksudnya baik. Namun, ketika ia dihadapkan pada sosok Baekhyun penghancur masa depan kakaknya ia tidak terima.

Hiks…

Air mata Shimin luruh di pelukan Sehun, namun manik matanya terus mengintimidasi pergerakan Baekhyun.

“Shimin-ah.. “

Baekhyun mencoba untuk berbicara pada calon adik iparnya. Ia merasa memang permasalahan ini harus diluruskan. Ia berdiri dari posisi duduknya di sofa itu kemudian berdeham.

“Dengar, aku tadi tidak melakukan apapun. Aku hanya…”

“Tapi kau sudah menghamili unnie-ku! ” gadis itu menyalak.

Seketika Baekhyun tersenyum hingga suara cekikikan pelannya mulai terdengar. Kemudian diikuti oleh Sehun. Shimin memandang kedua pria itu aneh.

“Hey, kau itu polos sampai-sampai Sehun menghamilimu di luar pernikahan…”

Ehemm..

Belum juga selesai Baekhyun bicara, dehaman Tn Song mengakhirinya begitu saja. Ia tahu kata-katanya tadi sedikit lancang. Shimin hampir saja akan memukul pria itu jika saja Sehun tidak sedang memeluknya.

“Maaf.. ” hanya itu yang mampu dilontarkan Baekhyun. Ia menunduk menyesal setelah melihat ekspresi Tn Song yang marah karena Baekhyun menyindir putrinya. Sebenarnya Baekhyun tidak bermaksud, ia hanya melontarkan kebenaran. Apa itu salah?

~~~

Semua kembali pada posisi masing masing. Tujuan awal keluarga Song datang ke rumah sakit hanya ingin mengunjungi putri tertuanya. Semenjak putrinya di ketemukan, mereka belum pernah bertemu. Ny Song menyuapi putrinya untuk pertama kali. Ia merasa telah mengabaikan putrinya untuk beberapa waktu karena hilang. Seharusnya orang tua ini menemaninya menghadapi masa-masa berat kehamilannya seperti Shimin.

Sehun, Baekhyun, dan Tn Song sedang berbincang-bincang di sofa tak jauh dari ranjang pasien. Sebelumnya mereka telah menyelesaikan makan malam yang telah dibawakan oleh Ny Song.

“Geurae, Tn Lee Sooman sudah menyetujui pernikahan kami. “Baekhyun kembali menjelaskan.

“Benarkah? Syukurlah kalau begitu.” Sehun menyahut senang. Namun sepertinya Tn Song tidak benar-benar bisa percaya begitu saja. Ia terus mengkhawatirkan kontrak yang ada sebelumnya.

“Apa Tn Lee benar-benar menyetujuinya? Ia tidak meminta syarat lain padamu?”

Baekhyun sedikit ragu untuk menjawab. Disini juga ada Sehun salah seorang anggota EXO juga. Ia takut membuat cemas orang lain lagi.

“Tidak”Jawabnya singkat kemudian ia merasa canggung. Beberapa saat kemudian keheningan menyambut mereka. Namun Tn Song tidak bisa menerima semua keputusan itu. Ia senang Baekhyun bisa menikahi Putrinya. Tapi mendengar Tn Lee tidak mengajukkan syarat apapun, pikirannya beringsut ke arah lain yang mungkin akan terjadi suatu hari nanti.

“Baekhyun!”

Panggilan Tn Song memecah lamunan pemuda bermarga “Byun” itu. Ia menolehkan wajahnya untuk menatap calon mertuanya lagi itu.

“Ikut aku keluar, ada yang ingin aku bicarakan.”

Sejenak kening Baekhyun mengernyit. Ia merasa ada sesuatu hal penting yang ingin dibicarakan orang tua itu. Ragu, namun langkah pria paruh baya yang mendahului pergi itu memaksanya untuk bangkit dan mengikutinya.

“Yeobo, aku keluar sebentar. Mungkin akan mengunjungi bangsal bersama Baekhyun.” Tn Song beralasan. Baekhyun tahu itu.

Ny Song mengangguk dan melanjutkan aktivitas menyuapi Hyohwa putrinya. Sedangkan Sehun mulai berbaring dan menyelonjorkan kaki-kaki panjangnya yang lelah di sofa.

~~~

Unnie!”

Panggil Shimin yang sedang duduk di kursi lain yang berseberangan dengan Ny Song. Ia menatap kakaknya dengan berbinar-binar. Gadis itu benar-benar hampir tidak mengenali kakaknya dengan tubuh montok seperti itu. Seingatnya lengan, perut, dan kakinya tidak segemuk ini terkecuali wajahnya yang memang masih nampak chubby seperti biasanya. Ia merasa Baekhyun benar-benar merawat kakaknya dengan sangat baik.

Unnie, apa kau senang menjadi seorang ibu?”

Batin Hyohwa meringis. Ia benar ingin menangis jika mengingat salah seorang bayinya telah tiada.

“Ya, aku senang Shi. Kau juga akan menjadi ibu kan?”

Hyohwa berusaha untuk tegar, ia bahkan tersenyum lebar di depan adik dan ibunya.

“Geurae..” Shimin mengangguk mengiyakan.

“Oh, aku lupa sesuatu!”

Shimin beranjak dari tempat duduknya dan mulai berjalan tertatih-tatih mengingat perutnya yang besar. Ia mendekati meja di depan sofa yang ditiduri suaminya. Ia mengangkat sebuah tas jinjing besar namun ringan. Ia sejenak memandangi wajah lelah suaminya yang seperti malaikat tertidur itu. Ia tersenyum, ia akhirnya melihat Sehun tertidur pulas setelah beberapa pekan ini sibuk dengan jadwal manggung dan mencari keberadaan kakaknya bersama ayahnya. Ia bergerak perlahan tanpa niat untuk mengganggu tidurnya. Ia berjalan menghampiri kakak dan ibunya.

“Shi, kenapa kau harus repot-repot begini?” keluh Hyohwa. Sedangkan Shimin menggeleng.

“Aniyo, ini sebenarnya milikku. Aku membelinya bersama Sehun. Aku kira bayiku laki-laki, jadi aku memberikannya padamu.”

Hyohwa terperanjat, entah terkejut atau bahagia. Ia sungguh tidak mengira perencanaan Shimin lebih cepat dibanding dirinya. Ia baru saja tersadar belum membelikan apapun untuk putranya. Mengingat kejadian di toko pakaian bayi di Gangnam dan bertemu seorang ibu hamil lainnya yang memarahinya waktu itu hatinya kembali ciut. Ia menyesal tidak pindah ke toko lain untuk membeli perlengkapan bayi.

“Gomawo. Aku bahkan belum membeli apapun untuk bayiku Shi…”

Hyohwa berpikir sejenak mengingat pernyataan adiknya sebelumnya.

“Jadi, bayimu perempuan?” Hyohwa menanyainya dengan antusias. Shimin kemudian mengangguk. Ia senang mendengar kabar itu. Setidaknya ia harus bahagia, bayinya sebentar lagi akan memiliki sepupu yang akan menjadi teman bermainnya.

“Chukkae.. “Hyohwa merentangkan kedua tangannya lebar untuk meraih adiknya. Mereka saling berpelukkan namun jarak mereka tidak bisa terlalu dekat karena memang perut besar Shimin mengganjal di sana.

~~~

“Baekhyun!”

Tn Song kembali menyebut nama pria terkasih putrinya. Ia ingin segera memantapkan pilihan yang selama ini mengganjal dalam pikirannya. Mereka terduduk di sebuah bangku jauh dari koridor ruang VVIP Hyohwa.

“Ye, abojhi!”

Mendengar itu Tn Song sedikit meragukan keputusannya.

“Aku senang Tn Lee sudah mengijinkan kalian menikah… “

Kata-kata Tn Song terpotong dengan helaan nafas yang cukup berat.

“Tapi aku sedikit mengkhawatirkan kalian jika pernikahan ini telah dilaksanakan. Kau tahu saham perusahaanku 5% telah dimiliki oleh SM. Aku tidak ingin seseorang justru menghancurkan kalian menggunakan kekuasaan itu. Politik antar perusahaan itu sangat keras jika kau tahu…”

Baekhyun diam, ia tidak tahu harus menanggapi bagaimana dengan topik obrolan seperti ini. Namun ia mengkhawatirkan hal buruk yang mengancam hubungannya dengan Hyohwa selepas pernyataan calon mertuanya itu.

“Jadi…” Tubuh Baekhyun menegang. Ia mengangkat kepalanya yang menunduk sedari tadi memandangi wajah serius Tn Song. Ia melihat kecemasan dan gugup di garis wajahnya.

“….Sebaiknya kalian tidak usah menikah…”

“APA!!!”

Baekhyun langsung menyahut saja permintaan tidak masuk akal orang tua itu. Ia tidak mengira perjuangannya selama ini hanya akan berakhir pada kegagalan.

“…Lebih baik Hyohwa dan cucuku tinggal di Jepang bersama dengan Bibinya…”

TBC..

Author’s note:

Yah, kalian tahu sendiri tebakan alurnya kan? Aku kira alur seperti ini terlalu komersil. Tapi jujur aku pengen kayak gini dulu. Biar ceritanya nggak datar-datar aja.

Oke, aku sangat berterimakasih pada adek saya yang menginspirasi karakter Shimin di awal cerita. Sebenarnya sifatnya gk sama, cuma emang wataknya keras kepala dan nggak bisa diatur itu yang masih melekat di memori saya. Yah, memori karena jujur saat menulis chapter ini mereka sudah sama-sama virtual. Nggak bisa disentuh dan dilihat lagi. /kan mulai meweknya :’(( makanya aku nggak kasih part-nya banyak-banyak, bahkan di part endingnya itu aku sempilin karena kangen.

Pesan terakhir saya: “Gomawo, semoga namamu harum seperti bunga bersama-Nya. Bogoshipo!”

Nb: bagi yang pengen lihat anak virtualnya baekhyo, sini kecup kak el dulu! Sebenernya aku kasih di chapter 1 tapi kayaknya nggak kebaca karena posisinya loncat ke bagian bawah sendiri. Untung adminnya baik, jadi udah diperbaiki. Yang belom liat bisa check lagi chapter 1 nya.

Link: Chapter 1

Keep like or comment ya! Annyeong!

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Unforgettable Family (Chapter 2)”

  1. Andwae!! Jgn dong… baek sama hyohwa nikah aja lah T.T
    Btw.., “baekhyun kecil sudah bisa membuat bayi” aish..jinja! make me ngakaxxx..😂😆
    Ditunggu Next-nya~🔜🔜

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s