[EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 14)

CYMERA_20170909_235616.jpg

Title | Let Me In  [Sequel Hold Me Tight]

Author | RahayK

Lead Cast |Byun Baekhyun x Baekhyun / Dellion Foster

Yoon So hee  x Baek Eun Ha

Irene Bae  x   Park Ae Ri

Song Yun Hyeong  x  Yun Hyeong

Kim Jong In  x   Kai Kim

Support Cast | Kim Dahyun  x   Dahyun

Wang Jackson  x  Jackson

Length |Chapter -Sequel

Genre | AU x Dark x Drama x Friendship x Sad x Bromance x Marriage -Life  x Revenge

Disclaimer |

Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks! Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

Poster | RahayK Poster

Summary  this  Chapter | Realita selalu berucap lain dan Tuhan selalu berkehendak yang terbaik.

Previous Chapter| | First Encounter > Before time tell you to stop > Interview > Stranger(us) > Past pt.1 > Past pt.2 >Her Beloved > Fools love > For Life > All thing is back> Best (bad)gift >> Because Of Cola >> Game is Begin >> Meet and Invitation >> Unexpected Reality

::: LET ME IN:::

-=14=-

“Kau sudah mengirim undangan itu ke alamat yang benar ‘kan?” Kai tampak serius mengurusi tanaman herbal yang sengaja ia tanam di dalam apartmentnya.Setelah puas dengan kerja sama yang sudah terlaksana ditambah kejutan –amat sangat indah di Song Corp –yaitu, pertemuannya dengan Aeri bukanlah sebagai istri dari rival terbesarnya Byun Baekhyun melainkan ‘nyonya besar Song’ didapuk oleh Aeri yang sekarang, tak membuat seorang Kim Kai akan puas dengan semua itu. Mengapa? Jawabannya adalah karena apa yang benar-benar ia inginkan belum juga menjadi miliknya, jangankan menjadi miliknya –menyentuh dia saja tidak bisa –rasanya sulit sekali.

“Ye, aku sudah mengirimnya ke alamat yang benar.”

“Apa kau bertemu langsung dengannya?”tanya Kai masih menyemprotkan tanaman tersebut dengan air lalu mengelapnya perlahan. Orang suruhan sekaligus sekretaris Kai itu tak langsung menjawab dan mengusap tengkuknya. “I-itu..”

Kai menatap sang suruhan dengan tatapan mematikan, kemudian dengan rasa takut yang makin membesar ia melanjutkan “..teman kos dari nona Baek yang menerimanya.Ia juga memastikan bahwa undangan itu akan sampai ketangan nona Baek.”lanjut sang sekretaris berharap agar dia tak marah padanya.

“Baiklah –aku akan keluar, kau bisa keluar dari apartement sebelum aku keluar.Cepat!”seru Kai memerintah, nada suara naik setingkat hingga ruangan yang tak penuh dengan barang-barang itu menggema keras. Sang sekretaris tersentak ke belakang sebelum akhirnya dengan tergesa ia melangkah cepat menuju pintu keluar dan pergi dari sana.

“Aish! Ada apa dengan orang-orang ini!Aku harus kesana sendiri untuk memastikan.Sial!”

::: LET ME IN:::

    Eunha sempat merasa begitu kerepotan soal memilih outfit apa yang harus ia kenakan hari ini. Ya, hari ini adalah Sabtu –akhir pekan dimana Ahjussi sudah berjanji padanya untuk mengganti lelahnya karena mengantar Yunheo untuk bertemu dengannya di sebuah restoran hari ini. Fashion bukanlah keahlian Eunha –soal itu sebenarnya urusannya Jisoo yang pintar mix and match soal baju-baju dan aksesoris.Dan Jisoo kabarnya harus pergi untuk MT dari perusahaannya selama dua hari di pulau Jeju.Sementara Sowon sama sekali tak bisa diandalkan dalam hal berpakaian –karena jujur saja, Sowon lebih buruk dari Eunha. Tapi, soal kepribadian dan sikap untuk melindungi Sowon lebih bisa diandalkan daripada Jisoo. Eunha melirik jam dinding yang menatapnya cemburu karena ia bisa jalan-jalan tanpa harus mengajak waktu.Sedangkan jam dindingnya hanya bertengger di dinding bersama para cecak yang terkadang kawin di depan jam dinding –beruntung jika Eunha melihatnya, ia akan murka dan memukul cecak itu dengan sandal rumahnya.Dan, mari lupakan soal cecak,sekarang beralih pada Eunha yang tampak panik karena waktu hampir pukul 10 lewat 15 atau kurang dari 15 menit lagi tiba waktunya untuk bertemu dengan orang yang mengirim undangan yang kemungkinan besar –Baekhyun yang mengirimnya.

    Setelah memilih dress dengan warna merah jambu dan blazer berwarna putih yang ia ambil dari gantungan milik Jisoo yang sudah pernah ia kenakan saat keluar sebentar untuk makan malam dengan senior dari kampusnya yang tak sampai waktu sejam itu akhirnya Eunha siap dengan penampilan yang ia lihat sekali lagi di depan sebuah cermin setelah yakin ia mengambil tas tangannya dan membawa undangan itu. Eunha sempat mencoba menelpon Baekhyun selama dalam perjalanan –namun tidak diangkat.

***

“Jadi –kau yang mengirimkan undangan untukku? –dari Song Corporation –kau, Tuan?”

Eunha masih tak habis pikir dengan ekspektasinya yang terlalu setinggi langit –lagi juga mengapa ia tidak kepikiran kemungkinan lain bahwa pengirim undangan itu adalah orang yang ada dihadapan ini? Ya, kini ia tersenyum menampilkan gigi rapihnya tak lupa ada lesung pipi yang tercetak sempurna ketika ia tersenyum benar-benar mempesona –tapi, itu dulu saat Eunha pertama kali melihatnya –sekarang?oh maaf-maaf saja, tidak sama sekali.

“Aku bertemu dengan teman satu rumah kos –mu, nona editor, katanya kau tidak di rumah saat aku ke sana.Ternyata ia benar-benar patuh ya.”

Eunha menatap lelaki ini tak mengerti –apa?Sowon patuh padanya –memang unni –nya itu adalah pesuruh? Eunha membathin dalam hati bahwa lelaki ini benar-benar bukan sembarang orang. Bahkan rasanya, gigi Eunha beradu menahan geram sekarang. “Dengar ya –Kim Kai –ssi, Sowon unni –bukan –pesuruhmu.Kau tak pantas untuk menilai orang-orang yang ada di sekitarku. Algesseoyeo?” Eunha menekankan nada bicaranya pada setiap kalimat yang keluar dari mulutnya –memberi ultimatum –yang tampaknya sama sekali bukanlah apa-apa untuk seorang –penggertak yang lebih andal seperti Kim Kai.

Kai hanya tersenyum dengan wajah yang masih tenang –ia masih bersandar penuh santai di bangkunya. Ultimatum Eunha bukan terdengar seperti ultimatum untuknya –melainkan seperti sebuah melodi yang agak kasar sedang mengalun di telinganya, surainya terjatuh, lantas menatap Eunha dalam, kemudian masih dengan tersenyum, ia menjawab perkataan Eunha seadanya dan penuh dengan kesantaian. “Jadi, kau sedang memberiku peringatan –maafkan aku jika itu menyinggungmu. Tapi, nona Editor Baek, kau akan menerima undangan itu dan datang bersamaku bukan?”

Eunha tersenyum meremehkan ia menyerahkan undangan itu di atas meja. “Aku menerimanya memang, tapi dengan sangat hormat, aku meminta maaf padamu karena tak dapat memenuhi undanganmu. Jadi, silahkan berikan pada orang lain.Aku permisi.”

Wah,sayang sekali –aku benci dengan yang namanya penolakan.Aku orang yang menyimpan dendam saat ada yang tidak aku sukai, bagaimana Nona Baek Eunha –ssi, apa kau tetap menolakku?” Kai berkata dengan nada yang melunak disetiap katanya, ia bahkan memegang tangan Eunha yang hendak berjalan keluar dari restaurant itu. Eunha mencari apa yang dipikirkan lelaki kurang ajar satu ini dari sorot matanya –dan Eunha semakin tidak suka dengan lelaki bernama Kim Kai ini.

Wah, menolak dan menerima adalah hakku untuk memilih, Tuan. Dan –aku tidak berminat untuk menjadi pasanganmu di pesta nanti. Lebih baik anda melepaskan tanganku sebelum aku meminta waiters di sini untuk menelpon polisi karena perbuatan tidak menyenangkan di depan umum, arraseyeo?” Ancaman Eunha membuatnya lebih mudah untuk pergi dari kurungan gila buatan Kim Kai.

Eunha memang bisa selamat dari ancaman Kim Kai kali ini, namun siapa tahu apa yang akan diperbuat oleh lelaki itu esok-esok?Memikirkan hal tadi saja membuat Eunha diserang oleh rasa sakit dikepalanya tiba-tiba. Apa ini?mengapa alamat restaurant yang lelaki itu pilih dan ahjussi bisa sama? Eunha terlalu sibuk dengan pertanyaan yang menumpuk di kepalanya sampai-sampai setelah ia berjalan melewati satu blok dari restaurant tempat pertemuan ia tak sadar bahwa ada seorang yang sedang mengamatinya berjalan dari arah depan.

Bahkan, sampai melewatinya.

Sampai lelaki itu harus berbalik arah dengan tangannya yang ia letakkan dalam saku, sebelumnya ia sudah sibuk untuk bisa bertemu dengan dia dan sekarang dirinya malah dicampakkan, dengan cara dilewati. Heol, yang benar saja. Byun membathin.

“Apa aku mulai asing untukmu ya sekarang? –baiklah,aku akan pulang.”serunya dengan suara lantang, membuat Eunha yang sedang lalang buana langsung membalikkan badannya begitu mendengar suara yang sangat ia harap untuk menyapanya lebih dulu bersuara. Keinginannya terkabul. “Oy, ahjussi~” Eunha melambaikan tangannya sambil berlari –hampir saja ia terjatuh terjerembab dan dipenuhi rasa malu ketimbang rasa sakit –jika saja Baekhyun tak berhasil menahan dirinya.

Baekhyun baru saja ingin menikmati momen itu –sama seperti pada momen cola,namun dengan cepat Eunha kembali berdiri tegak dan menariknya untuk masuk ke dalam salah satu deretan toko yang ada di sisi jalan setelah sebelumnya matanya membulat melihat seseorang yang sedang berjalan –jauh di belakang Baekhyun.

“Ada apa?”

“Diam sebentar ahjussi. Aku hampir saja jatuh dalam perangkap Tuan Lesung pipi yang kurang ajar itu.”ujar Eunha berbisik ia melongok ke arah luar dimana lelaki itu memang melewati toko dimana Eunha dan Baekhyun –bersembunyi. Baekhyun ikut melongok dan melihat kearah yang sama dengan Eunha, sorot matanya berubah seketika begitu ia sadar bahwa pria yang dimaksud Eunha adalah bajingan brengsek yang sedang ia cari keberadaanya. Kim Jong In. Lalu, darimana Eunha mengenal pria brengsek itu?, Baekhyun membathin lalu matanya beralihkan atensinya menjadi  pada Eunha yang hampir ditabrak oleh pengangkut barang yang ingin masuk ke toko,dengan cekatan tangan Baekhyun menarik Eunha dan otomatis gadis itu terjatuh dalam peluknya secara tidak langsung.

“Omo!” Adegan itu bagai sebuah slow-motion bagi Baek Eunha, iya, matanya kini menangkap jelas bagaimana paras Baekhyun yang masih menatapnya perlahan dan sedikit mendalam, bahkan setelah Eunha berkedip, lelaki itu masih menatapnya dalam diam, membuat jantung Eunha hampir meledak –jikalau saja Baekhyun segera mendorongnya pelan dan menyuruh gadis itu untuk berdiri dengan benar.Membuat atsmofer keduanya menjadi canggung. Baekhyun mendehem kasar lalu memegang tengkuknya. “Gunakan matamu untuk melihat kesegala arah, untuk waspada atas setiap hal.Bagaimana bisa kau tidak terluka jika sendirian?” Baekhyun bercakap tanpa sadar dengan apa maksud dari ucapannya. Eunha hanya tersenyum kecil dan menepuk lengan Baekhyun pelan. “Aigoo,ahjussi –kau khawatir atau kenapa?”goda Eunha dengan menyeringai usil pada Baekhyun. “Hentikan, atau pulang saja.”

Eunha menyahut panik mendengar gurauan Baekhyun yang serius. “Jangan. Aku ‘kan hanya bercanda.”

Melihat ekspresi Eunha yang mengerucutkan bibirnya hanya membuat Baekhyun mengulas senyum kecil yang tak disadari oleh Eunha. “Jadi, mau kemana kita hari ini?” Baekhyun menaikkan alisnya dan untuk pertama kalinya ia ingin mendengar jawaban Eunha, dan bukan sebaliknya.

::: LET ME IN:::

    Foto pigura itu terletak rapih dengan sebuah nama di atas kendi keramik bertuliskan ‘Baek Jang In’ ada foto sebuah keluarga kecil disana, dan gadis itu masih berwujud kecil dengan seragam sekolah dan seorang anak lelaki dengan baju garis berwarna merah sedang tersenyum dengan lelaki yang kini sudah menjadi mendiang sejak 10 tahun lalu. Gadis itu menaruh seikat bunga rose quartz favorit sang ayah, sebuah senyum duka terukir dari bibir kecil gadis itu yang belum berucap satu katapun, dengan air mata yang mengalir membuat Baekhyun hanya berdiri dan memandangnya dengan sorot mata berduka. Gadis itu mengusap wajahnya dan kembali mencoba tersenyum, meski rasanya sakit mendera didadanya. Tapi, tidak seburuk sebelumnya. Kini, ia jauh lebih kuat karena ia bukan gadis berumur 13 tahun yang baru mencoba mengerti persoalan orang dewasa.

Appa, annyeong.. jal jinaesseoseoyeo?” Eunha melirik Baekhyun sebentar, lelaki itu hanya mengisyaratkan untuk mengeluarkan apa yang dipikirannya –lelaki itu bersedia untuk menunggu. “Maaf karena tidak pernah untuk melihatmu sebelumnya. Aku –terlalu takut untuk melihatmu di sini, appa.Aku yakin appa akan mengerti.Apa appa tahu bagaimana keadaan Eunki? –‘

Baekhyun tidak ingin mendegarkan pembicaraan orang lain, ia lebih memilih ke tempat lain untuk melihat orang yang ia rindukan yang juga ada di sini. Sudah amat-sangat lama rasanya tak melihatnya. Ia juga ingin berbicara banyak hal dengannya yang mungkin akan secantik Sewoon jika ia tumbuh dan umurnya akan menginjak 6 tahun.Baekhyun bahkan tak mampu untuk berekspektasi tentang apapun.

“..Eunki.. tak pernah membuka matanya sejak hari itu,appa.Terkadang, aku hanya ingin ia menyerah saja, sama seperti aku menyerah padanya dan padamu, appa.Aku.. terlalu jahat bukan?Aku –benar-benar tak bisa hidup sampai 5 tahun lalu.Aku bahkan nyaris mengakhiri hidupku, kalau saja hari itu tidak datang seorang ahjussi padaku.Hari itu –dia mengatakan bahwa hidupku masih sangat-sangat lama, bahkan –Ibu saja tak pernah berharap untuk agar aku hidup dengan baik-baik saja.Aku merindukanmu, appa.”

***

“Joo Eun –I, ini appa.Apa kau rindu pada ayah?atau mungkin kau hanya rindu pada ibu?Maaf, kami tidak bisa datang melihatmu bersama-sama.. keadaan mungkin akan menyakitimu jika saja kau tumbuh di antara ayah dan ibu.Kami –hanya saling melukai, jadi –appa rasa akan lebih baik kau di sana dengan baik.Appa,rindu padamu setiap hari –seharusnya Joo Eun akan bisa bersekolah di sekolah yang bagus dan bergengsi,makan di restaurant nenek tiap akhir pekan dan melakukan kegiatan menyenangkan lainnya.Appa benci sendiri, apartement terlalu sepi, jadi aku meminta sekretaris ayah untuk menempatinya bersama keluarga dia –lihatlah, appa bahkan sudah punya sekretaris keren bukan?Oh ya, soal ibu –‘

Baekhyun tersenyum sakartis, ia bahkan tidak tahu apa yang harus ia jelaskan pada Joo Eun yang tentu saja sudah melihat perlakuan ibunya dari langit.Tapi, bukankah ia harus menjelaskan pada mendiang putrinya agar nantinya Joo Eun tak salah paham padanya.Jadi, setelah berhasil menghela nafas perlahan ia kembali melanjutkan “..soal ibu, -aku yakin dia lebih bahagia dari siapapun setelah ia tidak bersama ayah, ibumu telah menemukan kebahagiaan yang tak  pernah ia temui selama ia bersama kita, jadi –ayah harap Joo Eun jangan salah paham pada Ibu, juga –jangan membencinya.Tapi lebih dari apapun di dunia ini, appa yakin bahwa Ibu akan selalu sayang padamu, Joo Eun.”

Derap langkah sepatu milik Eunha terdengar menggema pada seluruh ruang ‘rumah abu’ membuat Baekhyun menoleh kesumber suara dan mendapati Eunha yang sedang tersenyum padanya dengan mata yang sembab, Baekhyun tak bertanya soal itu dan memberi pertanyaan lain. “Sudah selesai bicara dengan ayahmu?”

Eunha mengangguk lalu berdiri agak jauh di belakang Baekhyun, kemudian tangan Baekhyun segera menarik gadis itu dan membawa Eunha untuk berdiri di sisinya. “Apa dia adalah putri yang ahjussi ceritakan 5 tahun lalu?saat interview..”

Ng –benar, namanya Joo Eun –Byun Joo Eun, kau ingin menyapanya?”tawar Baekhyun mempersilahkan Eunha untuk mendekat pada kaca tempat abu Joo Eun di tempatkan. “Joo Eun –I, annyeong..senang bisa melihatmu –walau hanya dari foto, kau sangat cantik –unni benar-benar iri padamu.”gurau Eunha dengan nada santai, ia kembali mengulas tawa seadanya tanpa dibuat-buat. Baekhyun menyentuh bahu Eunha “Aku akan ke toilet sebentar.” Kemudian meninggalkan Eunha sendiri di sana. Eunha kembali berbincang dengan pigura foto Joo Eun. “Aku akan membawakan bunga yang lebih segar lain kali.Oh ya, aku belum mengenalkan namaku.. namaku Baek Eunha, jika kau bertanya siapa aku? –Tuan Byun, ayahmu.. sudah menyelamatkan hidupku pada 5 tahun silam, omong-omong dia sangat baik entah padaku dan juga semua orang.”

“Joo Eun –I, setelah 5 tahun berlalu..aku memang berterimakasih karena kau mengirimkan seseorang untuk menyelamatkanku dari keputusan egoisku hari itu..tapi, setelah ahjussi menghilang lalu kembali lagi, aku terus menunggunya –dengan penuh kesadaran. Joo Eun –I, unni –benar-benar meminta maaf padamu, karena..’

Eunha terisak untuk beberapa saat, Baekhyun yang berniat mengajak gadis itu untuk pulang hanya berdiri di balik pilar besar dan menunggu Eunha selesai berbincang dengan Joo Eun, Baekhyun –hanya ingin menghormati Eunha.

Gadis itu menundukkan kepalanya masih dalam isakkan yang membuatnya tak bisa berhenti untuk tidak emosional. ‘Joo Eun –I, mianata –i-unni-ga, menyukai ayahmu sebagai orang dewasa, -aku mohon maafkanlah unni, Joo Eun..”

Getar interval teratur terdengar dari saku blazer yang Eunha pakai, ada sebuah pesan teks singkat dari Baekhyun.

From: Byun ahjussi

-=Aku tunggu di mobil.=-

Sebaris pesan itu tak dibalas oleh Eunha,tiba-tiba saja Eunha sudah mengetuk kaca mobil mengisyaratkan agar jendela dari passenger-seat dibuka. “Ahjussi, mari sebentar jalan denganku, ada restarurant yang enak dekat sini, japchaenya sangat enak.”

Gadis itu tersenyum kembali –secara garis besar ia normal kembali dan Baekhyun cukup lega melihat itu.Rencana pertemuannya dengan Eunha untuk hari ini adalah menyuruh gadis itu untuk pergi dari hidupnya, namun apa yang ia dengar dan ia tahu atas hari ini membuat Baekhyun tak mampu untuk melukai gadis itu –lagi. Eunha memang tampak baik-baik saja diluar namun gadis itu terlalu rapuh untuk ditinggal sendiri dan Baekhyun sama seperti Eunha. Selalu ada dinding yang gadis itu bangun tinggi-tinggi agar ia terlindungi. Ia tidak mampu untuk meruntuhkan dinding itu, hari ini.Atau tanpa lelaki itu sadari, sepertinya pada hari lain juga tak akan mampu melakukan hal serupa pada Eunha, walau gadis itu –menyebalkan.

***

ahjumma, japchae untuk dua orang.”

ne~”

Eunha dan Baekhyun menarik kursi masing-masing dan duduk berhadapan, Baekhyun tak banyak bertanya tentang mengapa ia bisa tahu bahwa menu faforitnya adalah japchae yang jelas pasti ia tahu dari Miyeon karena beliau bilang Eunha dan beberapa rekannya adalah pelanggan tetap di resto milik Miyeon, jadi Baekhyun sudah amat sangat mengerti Eunha karena yang lelaki itu ingat Miyeon mengeluh seperti ini padanya, “Eunha, gadis itu benar-benar menggemaskan.tapi, ia lebih cerewet dariku,setiap hari selalu menanyakan banyak hal, berbagi banyak hal denganku. Tapi, Eunha gadis yang baik,karena itu tidak seharusnya ia menerima luka dari orang lain,karena Eunha memiliki banyak energy positif dan terlalu terbuka dan mempercayai semua orang.”

Baekhyun hanya mengulas senyum tak kentara begitu terasa Miyeon sedang berbicara ditelinganya.Ia mengaduk japchae nya sementara Eunha segera melahapnya seperti orang kelaparan, Eunha bukanlah perempuan yang punya etiket makan yang baik dihadapan orang asing, ia hanya akan menjadi dirinya apalagi jika sedang merasa lapar.

“Kenapa kau terlalu takut untuk mengunjungi ayahmu, Eunha?”

“Aku juga tidak tahu, beliau meninggal dalam tugas kerjanya sebagai pemadam kebakaran. Aku tidak tahu juga persisnya bagaimana dia meninggal –apa itu di rumah sakit atau di tempat kejadian..aku sama sekali tidak bisa mengingatnya.” Eunha menjadi memelankan nada bicaranya,kini ia makan dengan tidak semangat. “Sudah aku duga kau memang pemberani, seperti ayahmu.”puji Baekhyun masih melahap japchaenya perlahan, Eunha yang tadinya sempat memasang muka sedih kembali menjadi Baek Eunha sesungguhnya. “Aku harap kau tidak menarik pujianmu,ahjussi?nde?” Eunha mengancam Baekhyun dengan sumpitnya yang diarahkan pada Baekhyun yang masih sibuk makan dan tak menjawab ancaman Eunha yang masih saja bercanda ditengah keinginan Baekhyun untuk makan dengan tenang.

ahjussi..gamsahaeyo.. –‘

“mwoga?” Baekhyun melirik Eunha dibalik bibirnya yang sedang meminum air dari gelas kecil.

“karena sudah membuatku berani untuk mengunjungi ayahku..agar aku tidak hidup dalam penyesalan.”

“..bisakah aku meminta sesuatu?”

“Selama itu bukan hal yang memalukan dan membuatku sakit kepala. Tak semua permintaanmu aku turuti, aku bukan Tuhan.”

“Sayangi aku seperti bagaimana kau menyayangi Joo Eun.”

Baekhyun memukul kepala Eunha dengan sumpit yang ada ditangannya, “yak,kau bukan hidup di dunia dongeng!”cerca Baekhyun geram, Eunha meringis kesakitan dan hanya mendesis sambil memicingkan mata pada Baekhyun yang masih menatapnya dengan sorot menantang. “Apa?kau ingin minta apa sekarang?”tanya Baekhyun menyelesaikan suapan terakhirnya.Ia jadi tak punya etiket –dan Eunha benar-benar membawa pengaruh buruk pada lifestyle Baekhyun yang cukup terorganisir dan normatif.

“Jadi pacarku?”

“Tidak.”

“Kencan kontrak?”

“Tidak.”

Selfie denganku?”

“Tidak.”

ah..semuanya tidak. Ahjussi menyebalkan.”

“Memang.”

Ditengah perdebatannya setelah mengisi perut mereka, hujan turun tanpa menunjukkan langit yang gelap, langit cukup cerah sebelumnya –dan kini hujan turun, Baekhyun teringat dengan mobilnya yang masih ada di parkiran Rumah Abu mereka kesini dengan berjalan kaki, tapi jika keadaannya hujan cukup ringan seperti ini sama saja basah kuyup ketika tiba di depan mobil.Eunha hanya keluar dari restaurant dan berdiri memandangi view luar dimana aspal sudah basah terkena hujan, daun-daun menitikkan tetesan air hujan yang mengalir dari puncak pohon.Gadis itu menangkup air hujan yang menurun dari genting restaurant, airnya masih cukup bersih karena kemungkinan tempat ini ada diluar kota Seoul, begitu hujan turun udara menjadi sangat segar untuk dihirup, Eunha tak cukup sadar dengan Baekhyun yang sudah ada di sisinya –hampir dekat dengan Eunha karena banyak orang yang menumpang berteduh di teras restaurant, lelaki itu menghirup nafas dalam, menukar karbon-dioksida yang mengalir ditubuhnya dengan oksigen yang sangat menyegarkan paru-parunya –ia lupa kapan bisa menghirup udara sesegar ini, Baekhyun terlalu sibuk untuk itu.

Ekor matanya melirik Eunha yang sedang memejamkan matanya, ia begitu tentram –rasanya seperti orang lain yang sedang berada di dekat Baekhyun saat ini, hari ini ia sudah banyak menarik sudut bibirnya keatas tanpa alasan yang jelas,entah karena itu adanya kehadiran Eunha atau memang ia sedang menikmati kebahagiaan yang Tuhan diberikan padanya sampai detik ini. Saat ini kerja saraf otak Baekhyun melemah, ia seperti pria yang hanya mengandalkan keputusan impulsif yang mengalahkan sinkronasi saraf otaknya untuk tetap menjadi poker face namun, pada detik ini dibawah hujan yang turun dengan penuh sukacita di cuaca yang cerah membuat Baekhyun ingin menjadi dirinya sebelum 5 tahun lalu, atau mungkin 8 tahun lalu saat ia masih bersahabat dengan Aeri tanpa sadar dengan rasa yang ada. Lelaki itu memegang tangan Eunha tiba-tiba, membuat Eunha membuka matanya terperanjat menatap Baekhyun tak mengerti, ia belum sempat untuk menyadarkan dirinya, saat terpejam –pikirannya terbang kesana-kemari tak tentu arah, namun dengan sorot mata yang Eunha lihat pada pupil Baekhyun ia merasa kembali pada 5 tahun lalu atau mungkin bahagianya ada jauh sebelum itu. “Mau berlari bersamaku?” Baekhyun berkata tanpa perlu mendegar jawaban Eunha yang masih melongo, ia segera menarik gadis itu –untuk berlari bersamanya, untuk menembus hujan yang kini turun menderas lebih dari sebelumnya. Berlari tak pernah begitu istimewa bagi keduanya, namun kini entah ms.cupid sedang bertugas atau dewi fortuna sedang berpihak padanya, Eunha kian bahagia dengan apa yang terjadi sekarang, tak sampai satu menit keduanya berlari tubuh mereka sudah kuyup,namun Baekhyun malah menoleh pada Eunha dan menggenggam tangan gadis itu kuat-kuat.

Setidaknya pada detik ini Baekhyun meminta pada yang maha kuasa agar ia tidak dihukum karena telah mencicipi kebahagiaan yang telah sirna sekali lagi, entah kebahagiaan siapa yang sudah ia curi saat ini, Baekhyun tak perduli, yang terpenting adalah Baekhyun bisa membuat seorang yang baru saja berderai air mata kembali tersenyum lagi, setidaknya dibawah hujan, sekalipun gadis itu tersenyum dan dirinya yang menangis tidak akan ada yang sadar karena hujan telah menemaninya, setidaknya ia tidak menangis di ruang gelap dengan kesendirian –setidaknya hari ini Baekhyun tak menerima kemalangan itu hari ini.

Keduanya sudah berada di mobil menduduki tempat masing-masing. Nafas terengah terdengar dari keduanya, setelah itu keduanya saling melepas tawa untuk sejenak. Eunha menyingkap rambutnya ke sisi kanan, sementara Baekhyun mengambil handuk kecil yang ada di back-seat dan mengalungkan satu di lehernya dan handuk lainnya untuk Eunha, gadis itu berniat mengambil alih handuk itu, bukan memberikannya pada Eunha Baekhyun justru mengusap rambut Eunha dengan handuk yang ada ditangannya. “Tunggu sebentar..”

Eunha cukup canggung dengan situasi yang ada,sedangkan Baekhyun menganggap semuanya itu hanya hal biasa, gadis itu tak cukup tahan untuk berada disituasi canggung itu jadi ia lebih memilih untuk merebut handuk itu dan mengelap baju dan wajahnya dengan handuk yang ia pegang dengan tangannya sendiri, “Aku..bisa melakukannya sendiri.”tutur Eunha dengan suara pelan, setidaknya Eunha merasa begitu lebih nyaman, hal yang baru saja berlangsung tadi sungguh tak ada dalam ekspektasinya, tapi realita selalu berucap lain dan Tuhan selalu berkehendak yang terbaik.

“Kau bukan orang yang mudah sakit ‘kan?nona Baek.”tanya Baekhyun seraya mengeringkan handuknya, kemeja Baekhyun yang berwarna putih terang begitu transparan ketika mata Eunha melihat kearahnya, mata cokelat pekat miliknya melotot begitu ada sebuah bekas luka tampak pada lengan kanan atas lelaki itu. “Tidak ahjussi..”

“-Ahjussi..apa yang terjadi dengan luka bakar ditanganmu?”tanya Eunha frontal saja, lagipula ia hanya ingin tahu, ia benar-benar tak bisa bereaksi berlebihan hari ini, karena berlari tadi saja sudah membuat jantungnya hampir meledak karena memompa darah terlalu cepat, adrenalin Eunha meningkat tajam seketika, jadi ia lebih memilih untuk tidak banyak bertingkah sekarang ini. Baekhyun melirik luka yang dimaksud Eunha, ia tampak berpikir untuk mengingat sambil melirik Eunha sekilas ia menjawab “Ada kebakaran di tempat kerjaku sekitar 10 tahun lalu, saat itu aku hampir saja mati karena insiden itu..aku memang berpikir ah,mungkinkah aku mati dengan usia semuda ini?aku bahkan baru menikah..tapi –‘

“Tapi?”

“..tepat saat aku hampir saja kehabisan udara karena asap, seorang ahjussi menolongku,kemudian aku sudah di rumah sakit, pihak medis mengatakan aku hampir saja mati karena luka bakarku cukup parah saat itu.Sekarang, boleh aku bertanya padamu?” Baekhyun mulai menyalakan mesin mobilnya, menyalakan penghangat udara agar keduanya kembali hangat setelah kedinginan karena baju mereka yang sudah kuyup dengan air hujan. “Nde,apapun itu!”jawab gadis itu penuh semangat, lalu memasang seat-belt kemudian mengusap tangannya agar merasa hangat lalu Baekhyun mulai memutar roda kemudinya dan mobil kembali melaju dengan kecepatan standar. “Kenapa lelaki yang kau sebut Tuan lesung pipi itu mengajakmu bertemu di tempat yang sama denganku meminta untuk bertemu?”

Eunha menaikkan bahu sambil menarik bibirnya kebawah “Aku tidak tahu,mungkin kebetulan –tapi ahjussi, dia memintaku untuk menjadi pasangannya pada pesta ulang tahun perusahaan Song Corp., -aku sungguh tidak mengerti alasan apa hingga ia berbuat begitu.”

“Lalu?kau menerima ajakannya?”

“Aku sudah cukup tersentuh dengan undangannya, tapi –aku menolaknya, aku bukan gadis anggun yang bisa datang ke pesta formal.”

Wae?Bukankah bagus untuk karirmu kedepannya?”

Gadis itu mendesis “Bagus apanya –melihat dia saja aku muak, apalagi menerima ajakannya.” Eunha mendengus dan terdengar kesal pada orang yang jadi bahan pembicaraan.

“Lalu, mengapa kau datang menemuinya?”

“Karena kukira undangan itu dari ahjussi!untuk itu aku datang –lagipula siapa tahu bahwa ternyata Kim Kai –ssi yang bekerja disana, tempatnya juga sama –aku pikir itu kau, Tuan Byun..” Baekhyun yang mendengar penjelasan Eunha hanya tertawa –jenis tertawa yang sedikit meledek mungkin hingga membuat Eunha hanya mendecak dan menggumam tak jelas.  “Bagaimana kau bisa bertemu?”

“Aku diminta direkturku untuk menjemputnya dari bandara –saat itu juga..’ Eunha melirik Baekhyun sebentar lalu ia melanjutkan sambil menggeleng “..ah,tidak jadi –intinya yah itu, tapi, mengapa ahjussi sangat penasaran dengan Tuan Kim?”

geunyang..tak ada yang spesial tentang itu.Kau bisa ambil hoddie di back-seat,mungkin saja di Seoul, hujan akan lebih deras lagi.” Baekhyun berujar mengalihkan topic, Eunha sudah curiga untuk beberapa alasan, intuisinya mengatakan bahwa ada sesuatu yang terjadi dibelakangnya –maksudnya situasi antara Baekhyun dan Tuan Kim Kai seperti saling kenal, tapi entah pemikirannya tentang hal satu ini benar atau tidak. “Seseorang bilang padaku bahwa kau jarang tersenyum, namun entah untuk alasan apa aku melihat bahwa kau bisa tersenyum dan ahjussi banyak tersenyum atau bahkan tertawa.”

“Yunheo yang bilang seperti itu?”

eo?ahjussi tahu darimana?” Eunha tampak kaget dengan jawaban Baekhyun. Lelaki itu tersenyum masam sambil menggedikkan bahunya, ia masih serius menyetir. “Ia terang-terangan, tidak sama seperti ibunya.”

“Jangan sok tahu, ahjussi..”

“Dia tak pernah suka untuk berlari bersamaku menembus hujan, tapi ia tidak pernah bilang itu –esoknya, ketika aku bahagia karena hujan adalah anugerah.. dia justru sakit,tapi ia tidak pernah bilang bahwa ia tidak suka berlari dibawah hujan –dia, lebih senang menunggu hujan berhenti turun, sedangkan aku tidak sabar untuk itu.”

Eunha baru saja ingin bersuara, mempertanyakan siapa yang si ahjussi bicarakan sekarang, namun dering ponsel pintar milik Baekhyun yang ada di dasbor mobil membuatnya justru mengalihkan atensinya menjadi ke layar screen yang menunjukkan nama pemanggil yang langsung tersambung ke –handsfree yang terpasang ditelinga kanan Baekhyun.

Aku sedang perjalan menuju Seoul.”

“Mengunjungi putriku, apa terjadi sesuatu di perusahaan?”

“Tidak perlu, biarkan saja berjalan sesuai rencana, tidak sopan untuk memutuskan kerjasama mereka seperti itu.”

“Baiklah, bicarakan lagi nanti.”

Pip..

Sambungan telpon terputus, Baekhyun kembali menyetir sementara Eunha tertidur setelah membalut tubuhnya dengan hoddie milik Baekhyun.

::: LET ME IN:::

Aeri mengernyit hebat, peluh membasahi sekujur tubuhnya, gadis itu bermimpi buruk selalu ketika ia tidur selama 5 tahun belakangan. Dan, kali ini adalah mimpi buruk terburuknya.

Aeri segera masuk ke dalam ruangan –kebetulan, ada  pengawal Yoon yang sedang berbincang dengan Tuan Song. “Kau bisa keluar dan cari apa yang aku perintahkan.”

Setelah selesai mendengar perintah, pengawal Yoon dengan cepat keluar dari ruangan dan menjalankan perintah yang diberikan. “Apa abeonim butuh sesuatu? Aku akan mengerjakannya untukmu.”

“Tidak perlu, aku perlu bicara denganmu dan Yunhyeong.”

“ah,soal Yunhyeong –dia tidak bisa karena harus menemui pimpinan penting untuk proyek pengerjaan pembangunan resor di Shinjuku, abeonim. Abeonim bisa bicara padaku untuk kali ini –setelah itu aku akan –‘

“Apa pernikahan kalian atas perselingkuhan –Yunhyeong –apa dia yang memulainya?”

“Museun mari-yeyeo -?abeonim?’

“Cepat jawab! –apa yang sudah puteraku lakukan hingga menghancurkan pernikahan kalian huh?!Katakan semuanya!Mengapa kau tetap menikah dengan Yunhyeong?!”

“Abeonim –soal itu..”

“Aku bertanya padamu, apa pada saat di rumah sakit ketika kau bertemu denganku pertama kali –kau masih menikah dengan suamimu?”

“Jeoseonghamnida, abeonim.”

“Apa yang kau lakukan disana pada saat itu?”

“..puteriku sakit parah saat itu.”

“Sejak kapan Yunhyeong mulai menemuimu saat kau masih dalam pernikahan pertamamu?”

“Pada 2 tahun lalu,tepatnya 6 bulan sebelum Joo Eun tiada, hari itu adalah hari dimana puteriku divonis sakit. Aku meninggalkan puteriku bersama suamiku yang pengagguran karena sebelumnya kami sudah bertengkar hebat dimana dua hari sebelum itu puteriku sudah demam. Aku pergi untuk mencari udara segar –dan mengunjungi mantan rekanku di sebuah club tempatku bekerja dulu dan disanalah Yunhyeong bertemu denganku.”

“Aku sama sekali tak pernah berniat untuk membohongi anda, abeonim.”

“Aku tidak perduli –sekarang!aku ingin kau bercerai dengan Yunhyeong.”

“Aku tidak bisa melakukan itu untuk anda, abeonim.”

“Wae?!”

“Aku mencintainya..abeonim. Aku tahu hubungan kami memang diawali kesalahan namun,aku akan memperbaikinya.”

“Mwo?!”

Nafas Tuan Song tercekat,tiba-tiba alat medis yang menunjukkan tanda vitalnya berubah drastis, tangan Tuan Song ingin menekan bel untuk memanggil dokter sebagai kode ‘darurat’ namun tiba-tiba saja Aeri menahannya dan menggeleng kepalanya. Dengan air mata yang mengumpul dipelupuk matanya ia tetap menghalangi Tuan Song untuk mendapatkan pertolongan pertama dari dokternya.

“Maafkan aku.Bagaimana dengan Yunheo –puteraku jika aku harus bercerai dengan Yunhyeong? –Yunheo harus menjadi ahli waris untuk Song Corp., Tuan Song.”

Tuan Song tak bergeming lagi,ia hanya menatap Aeri dalam duka, denyut nadinya mulai berdetak lemah dan tak terdeteksi lagi pada alat medis yang menginfus tangan kanan Tuan Song, deru nafasnya tak terdengar lagi didetik berikutnya, kedua mata sayunya tertutup kembali dan hanya ada garis lurus pada monitor yang menunjukkan tanda-tanda bahwa ia masih hidup. Aeri mundur selangkah dan melepaskan tangan Tuan Song yang mulai mendingin perlahan. Tubuhnya mencoba untuk tak merespon namun gemetar hebat justru menjalar di seluruh tubuhnya.

“Abeonim? –aku –aku tidak akan cerai dengan putera anda. Aku harus pulang sekarang, Yunheo sudah menungguku di Rumah.”

Aeri menarik nafas berat, ia mencoba untuk menenangkan diri sebelum keluar dari sana. “Aku –sama sekali tidak membunuhmu.Anda tahu aku gila –aku merasa terancam untuk itu aku hanya mencoba untuk mengancam anda kembali bukan untuk menghabisi anda Tuan Song.”

Gadis itu mengigau, suaranya begitu gemetar ditengah matanya yang masih terpejam dengan dahi yang tak berhenti mengernyit, ia memohon “Sungguh,bukan aku yang melakukannya –Tuan Song..aku tidak pernah berniat untuk membunuh anda.”

Namun, untuk kali ini Yunhyeong tak dapat melindunginya karena ada seseorang dari balik pintu kamarnya yang terbuka mendengar Aeri. Dan, itu bukanlah Yunhyeong.

Bersambung..

a.n

okeh. Biarkanlah author bersorak sorak sendiri atas momen sweet eunha sama baekhyun. Sumpah. Awalnya gak niat buat adegan di mobil ituh. Tapi, at the least,, I make it.

Tapi, kayaknya setelah ini emang banyak adegan eunha-baek, tapi kayaknya bukan adegan romance deh seperti yang kalian mau, jadi, sepertinya habis ini eunha sama baekhyun ituh –berantem. Well spoiler bat yak?

Enggak berantem deng.mereka cuman terjebak dalam situasi yang complicated? Yah, gitu dah pokoknya.

Menurut kalian, siapa yang ngeliat aeri ngomong begitu? Apakah myungsoo atau jieun? Well, liat aja nanti yak!!

Dan dan dan dan dan

Menurut kalian siapa ayah sewoon?

Yunheo itu sebenarnya emang anak yunhyeong atau baekhyun? Yang jelas, yunheo itu mirip banget sama ibunya yak, seperti yg baekhyun bilang.tapi, ada beberapa sisi dia mirip someone, kira-kira, siapa?

Pokoknya dari chapter 15 aku usahakan untuk lebihseru dan lebih bagus lagi yak..dan semoga kalian tobat jadi siders dan mulai menuliskan komentar kalian oke oke?

Because, author nulis tanpa komen, hanyalah separuh dan tak penuh #eaaa! Itu quotes dari penulis wattpad sih yg menulis let out the beast wkwkwk.

Dan quotes yang bener ituh adalah I am without you, just half.

Eaaa

Kece banget gak sih kata-katanya?

Okedeh.

Sekian dulu.

Anyyeong, warm hug –RHYK – 9/2/2017

Iklan

32 respons untuk ‘[EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 14)

  1. Ah akhirnya momen baek eunha buanyak banget kan bikin iri kapan baek nyatain cinta thour nggak sabar next , knp mereka bertengkar ada masalah apa , apa kah kai biang kerok nya jangan sampai hubungan mereka rusak thour aku pengen liat eunha menemukan orang yang bisa melindungi kasian orang tuanya nggak ada dan baekhyun juga semoga eunha orang cocok buat baekhyun tadi aja di nyatain perasaan nya masa baekhyun belom *oke disini gue ngedumel sendiri
    Semangat thour nulisnya

  2. cie cieee baek-eun ha moments suka deh. kayaknya baekhyun udah mulai suka ya sama eunha cie cie. itu yang denger aeri ngigo gitu pasti jieun karena dichapter berapa ya jieun bilang kalo dia yan ngebunuh ayahnya

  3. Akhirnya setelah sekian lama kumenunggu wakakakak 😂😂😂 ganyangka gue si Aeri bisa senekad itu. Ayahnya Eunha yg nyelamatin Baek gak sih? Trus ntar si Eunha tau yakan? *soktau* 😂😂 intinya sekarang gue makin penasaran, bukan hanya ke moment Aeri ketemu Baek tapi untuk keseluruhan cerita apalagi kalo Yunheo anak Baek. Duh chaos wkwkwkwwkwkk

    DITUNGGU NEXT CHAPTERNYA!!!!!!!

    1. wadohhhh kelar deh kalo semuanya terbongkar wkwkwk.. semoga aja apa yg kamu tebak sesuai ekspektasi biar gak baper yak #gaje
      okedeh makasih udh baca dan komen clouds
      😀😁😊

  4. apa benar Ae Ri yang membunuh ayah nya Yunhyeong?wah wah ternyata dia wanita yang jahat ya..
    kalau aku nebak sih jieun yang liat Ae ri ngigau.ditunggu next chapternya ya.Fighting..

    1. ae ri ngelakuin itu karena hanya ingin supaya tuan song gak memisahkan dia dengan yunhyeong.
      well.. bener gak ya tebakanmu? lihat aja nanti yaa makasih udh baca dan komen

  5. Aku skaaaaa yg bgian main rain2 itu😂😂moment baek-eunha.a masih kurangggg Ray tpi ckup sweetttttt sih😍
    Ada banyak teka-teki di chapter ini,, lanjut.a yg cpat ya Rhay#maksa
    Hwaiting Rha💪💪

    1. halo lirae~
      wkwkwk aku juga suka banget pas baca lagi dr awal pas scene di bwh ujan itu akunya jd baper gtu deh 😁
      oh ya buat ngelanjut ch next doain aja smoga ttp bs menulis ditenggat waktu yg sempit karena aku br aja jd mahasiswa dn masih smt 1 jd tgs banyak banget dan hrs adaptasi sm lingkungan baru dan kerja tugas yg br jdnya kayaknya perlu waktu untuk melanjut tiap stu chapter
      paling telat mungkin sekitar seminggu yaa jadi doain aja supaya bs slalu nulis dan nyelesain ff ini
      makasih banyak 😉

  6. Yey yey aku udah nunggu banget dari kmaren tapi udah seminggu rasanya blm ada juga, pas ngeliat email eh ternyata udah di post langsung buka deh tengah malam juga padahal awalnya cuman mau ke toilet hehe… aku suka banget ama momen eunha baek yey!! Hmm jangan bIlang yunheo adalah anak baekhyun waw sampe bener sih aku gak tau laginih kaya terlalu mustahil hal itu terjadii.. trus jangan jangan yang ngerdenger aeri adalah kai nih wkwkwj maunya nyalahin orang mulu nih maaf yaa.. semngat ya untuk the next chap nya, fighting!! Ditunggu yaa…

    1. wow!komennya panjang yak. .
      oh ya sebenernya tuh minggu kemaren hrsnya ch 14 yg dipos cuman berhubung sy slh mskkin file jdinya br bs ke pos minggu ini 😉
      thanks udh komen dan baca bahkan sampe nungguin ff abal inih 😁😁

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s