[EXOFFI FREELANCE] You are Mine (Chapter 4)

request-you-are-mine-rizka-nita.jpg

CHAPTER 4

Title : YOU ARE MINE

Author : RnD

Main Cast :

Bae Irene (RV), Oh Sehun (EXO), Kris Wu

Suport Cast:

Park Chanyeol (EXO), Bae Suzy, Im Yoona (SNSD), Baekhyun (EXO), Do Kyungsoo (EXO), Lee Gi Kwang (BEAST), Etc.

Genre :

School life, romance, sad, etc (???)

Rating : PG-17

Length : Chaptered

Desclaimer

Cerita ini murni dari otak author sendiri yang mungkin tidak beres. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada FF yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada , ak minta maaf sebesar besarnya, mungkin ada ketidak sengajaan dalam penulisan dan maaf apabila alur ceritanya gj. Typo bertebaran. Penulis masih Amatiran PLEASE DONT PLAGIAT!!!!

HAPPY READING!!!!!

Credit Poster by HEO MIN JAE

.

.

.

.

.

{CHAPTER 4}

Kris kehilangan jejak Irene saat ia mengejarnya. Karena Irene memacu Motornya sangat cepat sampai-sampai Kris kehilangan jejak Irene. Setelah Kris mengikuti kata hati atau naluri atau feeling Kris menemukan Irene yang sedang berdebat dengan seorang Ahjumma. Kris masih berada dalam mobilnya untuk mengamati apa yang terjadi dan dia bisa melakukan sebuah rencana. Kris melihat Irene yang di bawa polisi. Kris yakin pasti dia akan dipenjara dan dia bisa menjadi pahlawan untuk Irene. Segera saja Kris melajukan mobilnya tapi ia melihat ada yang sedang memperhatikan Irene dari kejauhan. Kris seperti mengenal tapi ia tak peduli. Yang ia pedulikan sekarang adalah menjadi pahlawan untuk Irenenya.

Sesampainya Kris di kantor polisi ia tidak masuk ke kantor itu melainkan hanya duduk diam di mobil  sambil mengawasi pria yang sedari tadi berdiri didepan kantor polisi dan masuk ke kedalam kantor polisi. Kris merasa jika tadi dia melihatnya di daerah persimpangan yang dimana menjadi tempat Irene tadi hampir menabrak seorang Ahjumma.

Kris setia menunggu hingga dia melihat pria tadi keluar dari kantor polisi. Tak lama kemudian ada Irene yang juga keluar. Kris memperhatikan mereka yang mungkin sedang berdebat. Kris masih setia menunggu untuk memastikan Irene tidak apa-apa. Kris mengikuti mereka yang berjalan berdua dan masuk ke dalam rumah makan tteokbokki pinggir jalan. Kris sengaja menunggu Irene hingga Kris merasa kesal karena pria yang bersama Irene itu tersenyum kepada Irene. Kris tahu jika senyumitu adalah senyum ketertarikannya pada Irene “Awas kalian” kata Kris geram sambil meremas stir mobil. Kris memutuskan untuk pergi dari sana dan memikirkan cara supaya ia bisa mendapatkan Irene nya kembali.

Irene dan Sehun keluar dari tempat makan itu setelah mereka selesai makan, tunggu.. maksudku Irene yang makan karena Sehun hanya memperhatikan Irene makan dan tentu saja dia yang membayar makanan itu. Sehun merasa senang saat bersama Irene. Mungkin karena Irene tidal seperti gadis lainnya yang hanya memanfaatkan hartanya. Tapi saat dia Melihat Irene dia merasa bahwa Irene itu berbeda. Dia unik, aneh dan mungkin itu yang membuat Sehun tertarik pada Irene. Tunggu mana mungkin Sehun tertarik pada seorang gadis seperti itu. Sehun lantas menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran anehnya itu.

Sehun pergi duluan meninggalkan Irene sendiri. Pikir Sehun tak perlu mengantar Irene pulang. Tapi tiba-tiba saat Sehun melangkah ke langkah ke tiga. Sehunterkejut dan kehilangan keseimbangan karena tangannya ditarik kuat oleh orang di belakangnya yaitu Irene. Sehun kehilangan keseimbangan dan terhuyung ke belakang. Sebelum sehun terjatuh ke trotoar. Ia ditangkap oleh Irene. Dan posisi ini Sehun berada di bawah sedangkan Irene diatas menahan supaya Sehun tidak jatuh. Irene megerjapkan matanya beberapa kali. Irene sadar jika posisi ini tidak benar dan banyak suara orang orang yang ada diluar tempat makan itu mulai berisik membicarakan mereka. Sontak Irene langsung melepas pegangannya pada Sehun. Sehingga Sehun dan pantat sexinya mencium trotoar yang keras. Irene hanya mengalihkan pandangan saat Sehun menatapnya tajam.

“Kau tahu ini benar-benar sakit. Dan kau harus bertanggung jawab atas aset ku ini” kata Sehun sedikit geram

“Aset?? Yang benar saja. Aku tak menghancurkan apapun? Mengapa aku harus tanggung jawab?” Sahut Irene

“Ini” kata Sehun sambil menunjuk pantatnya. Irene mendecih geli saat mendengar itu “Apa apaan pantat datar juga. Gak berbentuk sama sekali”

“Apa kau bilang. Kau tidak pernah melihatnya jadi kau tidak tahu bentuknya. Bentuknya luar biasa sempurna” kata Sehun sombong

“Benarkah? Coba perlihatkan pada ku” kata Irene sambil bergerak kebelakang untuk melihat pantat Sehun

“Kau benar-benar sudah gila” kata Sehun sambil menjauhkan dirinya pada Irene

“kau sendiri mengatakan jika aku harus bertanggung jawab atas pantatmu itu”

Sehun menyudahi itu semua dengan mengibaskan tangannya diudara. Irene paham akan semua apa yang diisyaratkan Sehun. Dan ia juga sudah lelah berdebat dengannya. Buang-buang tenaga saja.

“Antar aku pulang” kata Irene to the point karena ia malas berdebat dengan Sehun “Ogah… kau pulang saja sendiri” tolak Sehun

Irene kesal pada Sehun dan ia memiting kepala Sehun sampai ia meringis kesakitan “Antar aku pulang atau ku patahkan lehermu!”

“Aku tidak mau jadi permisi” tolak Sehun sekali lagi sambil melenggang pergi dari sana

Irene mengumpat pada Sehun karena dia tidak tahu jalan pulang dan dia buta arah. Irene memikirkan apa yang akan terjadi pada dirinya sendiri. Ia tidak punya cukup uang untuk pulang dengan taxi. Karena uangnya habis dia gunakan untuk mendaftar balapan siang tadi. Sekarang Irene seperti orang hilang. Berjalan tanpa arah tujuan yang jelas. Handphonenya telah kehabisan baterai dia tidak bisa menghubungi siapapun.

Sekarang Sehun berjalan menyusuri kota yang sepi untuk pulang. Sehun sedari tadi senyum-senyum sendiri mengingat kejadian bersama Irene. Sehun tidak mengerti mengapa ia menjadi seperti ini. Dia rasa dia sudah seperti orang gila. Sehun kepikiran Irene yang dia tinggalkan sendiri. Tapi ia yakin bahwa Irene pasti tidak apa-apa.

Sehun dikejutkan dengan suara sirene ambulans yang memecah keheningan malam. Dia melihat ambulans itu belok kedaerah persimpangan. Sehun berfikiran yang aneh-aneh soal Irene. Apakah Irene baik-baik saja. Tanpa berpikir panjang Sehun berlari menuju tempat persimpangan tadi. Hanya memastikan jika Irene baik-baik saja.

Sehun sampai disana dengan nafas terengah-engah karena berlari cepat. Sehun berdiri tak jauh dari halte tempat ia meninggalkan Irene disana. Sehun sempat mendengar jika yang ditabrak lari itu seorang gadis dengan proporsi tubuh mungil, cantik, rambut berwarna kecoklatan, memakai jaket merah. Sehun makin yakin jika itu adalah Irene. Karena ciri-ciri yang dia dengar tadi mirip seperti ciri-ciri Irene. Sehun bertanya pada seorang Ahjumma yang bercerita tadi soal kecelakaan tadi. Ahjumma itu menjawab “tadi ada seorang gadis yang kebingungan dan menyebrang dengan tak hati-hati lalu ia tertabrak sebuah mobil. Tapi mobil itu melarikan diri”.

Sehun berlari menuju ambulans dia ingin mencari tahu siapa sebenarnya yang tertabrak. Sehun berdoa supaya dugaannya salah. Bukan Irene yang disana, mohonnya. Setelah sehun sudah meminta izin pada petugas ambulans ia melihat kedalam mobil itu. Sehun bersyukur bukan Irene yang tertabrak. Tapi sekarang Irene-nya kemana. Tunggu Irene-nya? Sehun merasa sudah gila sekarang. Dia kembali berlari mencari keberadaan Irene.

Setelah lama berjalan tanpa arah Irene menemukan sebuah bangku kosong di taman. Ia memutuskan untuk duduk disanauntuk istirahat atau mencari cara untuk pulang. Ia tidak punya uang dan handphonenya pun mati karena kehabisan baterai. Ia tidak mungkin tidur disini kan. Irene hampir menangis tapi tidak jadi karena dia melihat seseorang yang menggunakan sepatu Slip On pria berwarna coklat. Menurutnya sepatu itu bukan sepatu yang murah. Itu sepatu mahal terlihat dari logo merek tersebut di sisi sepatu. Irene mendongak untuk melihat siapa yang berdiri didepannya. Dia membuang nafas kasar karena orang yang berdiri didepannya adalah

“Kris. Mau apa kau disini?!” tanya Irene ketus

“Aku akan mengantarmu pulang” ajaknya

Irene mendecih sambil membuang muka “Pergilah. Aku tidak butuh bantuanmu” tolak Irene makin ketus

Kris mengadahkan tangannya di depan Irene. Irene menepis tangan Kris dengan keras “Ayo… aku antar kau pulang” ajak Kris halus

“Kau tidak tahu jika malam-malam disini itu banyak orang-orang aneh yang berkeliaran. Dan ada juga kasus pembunuhan gadis yang sendirian. Itu rumor yang aku dengar di tempat ini” bohong Kris untuk mengantarkan Irene pulang

Irene berpikir benar juga yaa jika seorang gadis sendirian tak tahu arah sepertinya bisa dijadikan sasaran. Kris tersenyum simpul saat Irene merasa ketakutan. Bukan maksud Kris untuk menakuti Irene. Tapi Kris harus berbohong untuk menghadapi gadis keras kepala seperti Irene. Kris pergi dengan sengaja untuk menarik perhatian Irene

“Tunggu!!” teriak Irene pada Kris yang baru berjalan beberapa langkah

Kris tesenyum puas karena Irene memanggilnya. Tanpa diberitahu Kris tahu jika Irene memanggilnya untuk minta diantar. Tanpa banyak babibu Kris menarik tangan Irene untuk menuju mobilnya. Irene berusaha melepaskan tangannya pada tangan Kris. Tapi tidak bisa tenaga Kris lebih kuat. Irene hanya pasrah saat Kris menggandengnya ‘Sabarlah Irene kau hanya begandengan tangan dengannya sampai mobil. Sabar Irene sabar’ batin Irene. Mereka sampai di dekat mobil. Kris melepaskan tautan tangannya. Irene langsung melepas dan masuk kedalam mobil. Kris masih diluar mobil dan tersenyum karena tingkah Irene.

Pagi hari seperti biasa. Irene berangkat ke Sekolah terlambat seperti biasa. Irene hari ini sampai seminggu kedepan dia akan naik kendaraan umum ke Sekolah. Karena Appanya menyita Motor Irene yang biasa digunakan balapan. Appanya juga marah pada Irene karena masuk penjara lagi. Sebelumnya di Amerika Irene sering bolak balik masuk penjara karena ulahnya yang mengganggu ketertiban atau membuat kekacauan.

Irene berada digerbang belakang sekolah yang sudah terkunci.

Irene tanpa pikir panjang lagi ia melempar tasnya ke dalam sekolah. Sekon selanjutnya ia mulai memanjat gerbang yang cukup tinggi itu. Baru beberapa panjatan kedua dia mengingat sekon sebelumnya saat ia melempar tasnya kedalam dan mengeluarkan bunyi yang keras. Irene masih mengingat ingat apa yang ia bawa tadi. Saat Irene ingat, tiba-tiba ada sebuah mobil yang menindas tasnya. Irene makin panik. Kemudian orang yang menyetir mobil itu keluar karena merasa mobilnya melindas sesuatu. Ternyata yang mengemudi mobil itu adalah seorang Pria. Saat dia tahu jika ia hanya melindas sebuah tas. Pria itu hendak membuang tas tersebut. Sebelum ia melempar tas tersebut. Ia mendapat sebuah pukulan dari sebuah sepatu dari belakang kepalanya. Dia mencari siapa yang berani memukulnya dengan sepatu. Ia menemukan orang yang memukulnya dengan sepatu. Pria itu menghampiri Irene yang masih di atas gerbang

“Kau yang melempari aku dengan ini kan?” tanya Pria itu sambil menunjukkan sepatu yang dibawanya. Irene tidak menjawab. Ia kemudian turun dari atas gerbang. Pria itu mengalihkan pandangan saat Irene memanjat turun dari gerbang. Karena ia melihat rok pendek Irene yang tersibak dan Pria itu berada tepat dibawah Irene. Ia tak mau melihat itu. Melihat itu membuat ia tidak bisa berpikir sehat.

“Berikan sepatuku” kata Irene pada Pria itu. Pria itu terkejut karena ia melamun tadi

“Cepat berikan!” suara Irene sedikit tinggi. Irene makin kesal karena Pria didepannya tidak menjawab dan hanya menatapnya “Yak. Muka pucet apa kau tidak punya kerjaan melihatku seperti itu” Sehun sadar dari lamuannya “Ini milikmu kan?”

“Kembalikan” kata Irene sambil meraih sepatunya dan tasnya tapi tidak bisa karena Sehun menaikkan tasnya. Irene tidak bisa menggapainya karena Sehun cukup tinggi dan dia tidak cukup tinggi “Cepatlah. Aku tidak mau terlambat pelajaran Seni” pintanya

Sehun melempar tasnya dan sepatunya di lantai beton dengan keras. Irene panik lantas menghampiri sepatunya dan melihat isi dari tasnya. Sehun masih berdiri di samping gerbang, ia tidak merasa bersalah karena ia pikir tasnya tidak ada isinya. Mana mungkin seorang Irene membawa buku. Irene mengumpat karena Laptopnya terbagi menjadi dua. Irene menengok ke arah Sehun “Brengsek!” umpat Irene yang masih bisa didengar oleh Sehun.

Sehun menatapnya balik dengan tatapan yang mengerikan. Irene bangkit dari posisi jongkok dan berjalan ketempat sampah. Ia membuang laptopnya keras kedalam tempat sampah. Lalu Irene pergi dari sana dengan marah.

Sehun menghampiri tempat sampah dan melihat apa yang dibuang Irene tadi. Ia terkejut karena sebuah Laptop yang terbagi menjadi dua. Sehun tahu jika itu bukan Laptop murah. Sekali lagi ia dibuat merasa bersalah.

Dikelas

Sehun sedari tadi memanggil Irene tapi ia tidak mendapatka sahutan apapun dari Irene. “Irene!” panggil Sehun sedikit keras yang membuat orang-orang dikelas menatapnya heran. Mengapa heran?  karena mereka belum pernah mendengar Sehun memanggil seorang gadis. Chanyeol, Baekhyun dan Kai juga kaget karena mereka juga tidak menyangka jika seorang Sehun memanggil seorang gadis. Biasanya gadis lah yang memanggil namanya. Irene tidak peduli dan dengan cepat Irene  memakai headphone yang bertengger di lehernya dan melanjutkan mecoret-coret kertas gambar. Ia terus menambah volume saat Sehun memanggil namanya. Sehun tidak tahu apa yang terjadi padanya sekarang. Ia merasa sangat bersalah karena gadis di sebelahnya. Irene sebenarnya sedari tadi mendengar semua panggilan dari Sehun tapi ia tidak mau emosinya meluap karena ia kehilangan sesuatu yang sangat berharga di dalam laptop nyadan itu tidak bisa tergantikan.

Kringggg

Bunyi bel tanda istirahat telah berbunyi. Semua murid dikelas itu belum diijinkan untuk keuar karena guru itu masih meneliti gambar murid-muridnya terlebih dahulu untuk melihat siapa saja yang belum mengumpulkan. Irene tidak peduli dengan gurunya itu. Irene keluar dari kelas dengan headphone yang masih bertengger dikepalanya. Guru itu memanggil Irene dan menyuruhnya untuk duduk kembali tapi Irene masih tidak peduli. Ia keluar dengan santainya. Semua murid dikelas berbjsik bisik soal Irene. Irene yang keren lah. Irene yang kurang ajar lah, dan lain-lain.

Tidak dengan Sehun. Dia tau pasti jika Irene sekarang sedang marah padanya soal laptop tadi pagi. Tanpa pikir panjang Sehun bangkit dari duduk dan berlari mencari Irene. Sehun mengabaikan panggilan guru Seninya. Semua berbisik mengenai Sehun dan Irene . Apakah mereka kencan? Semua tidak tahu. Jika Sehun berkencan pasti banyak hati gadis di sekolah yang akan patah.

‘Ada apa denganya? Semoga dugaan ku salah?’ batin Yoona

“Yak. Kau tahu akhir-akhir ini Sehun jadi aneh?” Tanya Baekhyun pada kedua sahabat karibnya Chanyeol dan Kai. Baekhyun menjentikkan jari didepan wajah mereka berdua “Mereka berkencan. Pasti. Aku tidak salah kan?”

“Salah besar” jawab kai tanpa memandang Baekhyun. “Memang kenapa jika mereka kencan?” tanya Baekhyun dengan alis sebelah terangkat

“Tidak masalah jika mereka kencan. Tapi aku takut jika masa lalu Sehun terjadi lagi” jawab Kai sambil menatap Baekhyun sedih

“Bagaimana jika kita mencari tahu soal Irene?” usul Baekhyun

“Atas dasar apa?” jawab Chanyeol dengan raut wajah datar “Atas dasar…… mencarikan pacar untuk Sehun” jawab Baekhyun asal

“Aku tidak mau” tolaknya. Baekhhyun merayunya dengan aegyo andalannya, itu tidak mempan bagi Chanyeol. “Bukankah itu bagus” titah Kai

“Kita bisa mencari tahu tentangnya dan kita bisa tau apakah dia baik untu Sehun atau tidak” lanjutnya. Baekhyun langsung memeluk Kai erat “Akhirnya kau sependapat denganku muaaach” Baekhyun mencium kening Kai yang membuat Kai bergidik ngeri. Mereka berdebat lagi soal cium kening itu. Chanyeol yang sedari tadi diam memikirkan perkataan Baekhyun untuk mencari tahu tentang Irene

Sehun sedari tadi membuntuti Irene. Dengan memanggil namanya tidak akan terdengar karena Irene menggunakan headphone. Banyaknya murid yang berlalu lalang membuat sehun kehilangan jejak Irene. Sehun melihat sekelebat bayangan Irene dan menyusulnya. Tiba-tiba tangannya ditahan seseorang yang membuat Sehun kehilangan Irene lagi.

“Kau kenapa? Kau mencari seseorang?” tanyanya halus. Tapi hanya dibalas dengan tepisan tangan yang cukup keras

“Aku akan membantumu” pintanya

“lebih baik kau pergi” jawab Sehun dingin

“Memangnya kenapa? Aku kan cal-” katanya terpotong “Itu tidak akan pernah terjadi”

“Perusahaan Appa mu bergantung dengan perusahaan Appaku. Kau mau membuat perusahaan ayahmu bangkrut?” tanya nya

“Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Aku akan mencari cara. Tapi tidak dengan bertunangan denganmu. Bertunangan dengan mu sama saja mimpi buruk bagiku” jawab Sehun dan Sehun pergi dari sana untuk lanjut mencari Irene

Yoona kesal setengah mati dengan sikap Sehun. Tapi ia yakin sutu hari sehun akan menjadi miliknya.

Irene berjalan sambil mendengarkan musik di headphone nya. Irene mendengarkan lagu sedari tadi dan ia tidak sadar jika ia terus berjalan tanpa arah. Irene memutuskan untuk pergi ke atap untuk menjernihkan pikiran. Tiba-tiba Irene terkejut karena ada yang memeluknya dari belakang

“Kau dari mana saja aku sedari tadi mencarimu”

TBC

HALOOO readers….. maaf karena baru bisa update. Minggu lalu gak bisa update karena Author sibuk. Jadi baru bisa update.

Gimana Ffnya? Maaf jika Ffnya ceritanaya receh

Jangan bosen yaaa sama FF ini. soalnya FF ini tuh masih panjang banget.

Disini aja konfliknya belum terlihat….

BYE BYE SEE YOU NEXT WEEK

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] You are Mine (Chapter 4)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s