[EXOFFI FREELANCE] The One Person Is You (Re : Turn On) – Chapter 23

IMG_20170716_203146

The One Person Is You [Re : Turn On]

Tittle                           : The One Person Is You [Re : Turn On] – Chapter 23

Author                      : Dancinglee_710117

Main Cast                 :

  • Park Chanyeol (EXO)
  • Lee Hyojin (OC)

Other Cast               :

  • Kang Rae Mi (OC)
  • Park Jiyeon (T-Ara)
  • Kim Myungsoo (Infinite)
  • Jung Yong Hwa (C.N.BLUE)
  • Bang Yongguk (B.A.P)
  • Choi Jun Hong / Zelo (B.A.P)
  • Kim Himchan (B.A.P)
  • Oh Sehun (EXO)
  • Kim Jong In / Kai (EXO)
  • Park Yoora (Chanyeol Sister)
  • Kim Hyoyeon (SNSD)
  • Lee Young Nae (OC)
  • Jang/Choi Mira (OC)
  • Kimberly Hyun (OC)
  • And other you can find in the story

Genre                        : Romance, Friendship, Comedy (a little bit), and other

Rating                       : T

Length                       : Chapter

~Happy Reading~

*Hyojin POV*

Akh! Apa kemarin aku keterlaluan?. Ah mana mungkin, mereka pasti tahu kalau aku sedang kalap waktu itu!. tapi bagaimana kalau mereka sakit hati? Ugh… Terserah saja lah!, memang kenapa kalau mereka terluka atas perkataanku kemarin!. Toh aku juga tidak salah! Ya kan? Ya kan?!.

“Sedang apa nona manis sendirian?”

Aku hampir melompat dari tempatku duduk dan jatuh ke tanah kalau saja pria menyebalkan yang sudah mengejutkanku ini tak menangkap tanganku secepat kilat. Aku bersyukur dalam hati sambil mengelus dada karena lega tak jadi terjerembab diatas kubangan lumpur yang muncul akibat hujan deras kemarin malam. Jika aku benar-benar terjebak disana, seratus persen aku yakin akan menghabisi si Myungsoo sialan itu!.

“Sama-sama.” Ujarnya dengan senyum miring yang sama sekali jauh berbeda dari senyuman miring Yongguk -ugh, pikiranku jadi kacau hanya karena memikirkan sebuah nama.

Lagipula apa-apaan pria ini?, menyindir karena aku tak mengucapkan terima kasih atas pertolongannya?. Hei!, salah siapa sampai aku hampir mandi lumpur huh?!. Kalau tidak ingat senioritas sudah kubantai pria lesung pipi ini!.

Aku pun langsung menyambar tas yang kuletakkan diatas kursi taman yang sedari tadi kusinggahi untuk berpikir sejenak itu, memutuskan untuk pergi saja tanpa mengatakan apapun karena kesal. Sayangnya akal sehatku masih memimpin, mengatakan bahwa dia tetap seorang senior yang bisa membuat rumor apapun tentangmu, terlebih dia tahu kalau aku punya hubungan buruk dengan Lee Dae Ryeong.

Dan meski sudah banyak orang di kampus yang mengetahui hal itu, aku masih harus bersikap waspada terhadap Kim Myungsoo.

Oleh karena itu, sebelum pergi aku membungkuk sembilan puluh derajat sebagai bentu penghormatan untuknya kemudian berbalik, bersiap untuk benar-benar pergi.

“Mau pergi nonton film denganku?”

Sepertinya telingaku masih berfungsi dengan baik, jadi yang kudengar dari mulut Myungsoo bukanlah dengungan serangga atau gonggongan anak anjing yang barusan lewat. Kuputuskan untuk menoleh dan merespon ajakannya.

‘Jangan mimpi, brengsek!’

Adalah apa yang kuteriakan dengan lantang didalam hati, sementara jawaban sesungguhnya yang keluar dari mulutku merupakan kebalikannya.

“Tidak, sunbae. Terima kasih.” Kataku lembut sambil memaksakan sebuah senyuman singkat dan beranjak pergi, lagi.

“Kalau ke arena permainan?”

Mau apa sih orang ini?. Jangan-jangan, dia mencoba mendekatiku supaya aku bersedia dijodohkan dengannya? Atau balas dendam akibat aku yang kabur saat acara makan malam bersama keluarganya?. Meski agak mustahil karena jelas-jelas waktu itu dia membiarkanku pergi begitu saja dan tak melakukan protes apapun. Kenapa dia tiba-tiba jadi mendekatiku seperti ini?.

“Jangan khawatir, kau tak perlu keluar uang sepeserpun, malah, akan kutraktir apa saja yang kau inginkan. Bagaimana?”

Aku mendengus seraya menunjukkan ekspresi kesal, dia anggap aku wanita apa?. Enak saja membujukku dengan iming-iming semacam itu!, mau dia beri aku lima ratus ribu won pun aku tak akan sud-

“Kuberi enam ratus ribu kalau kau bersedia menemaniku ke area permainan.” Ujarnya kemudian sambil tersenyum manis.

“Oke, call.”

Hehehe, aku tadi bilang akan menolak kalau diberi lima ratus ribu kan? Bukannya enam ratus hehe…

***

Aku mungkin sudah gila dan apabila ada yang mendengar cerita ini, mereka pasti mengira aku adalah gadis gampangan yang bisa dibayar. Tapi hey!, aku bahkan tidak melakukan sesuatu yang salah, aku cuma diminta menemaninya ke arena permainan, gratis! Dan dapat bayaran!. Toh kami juga pergi ke tempat ramai dan tidak berbuat yang aneh-aneh. Pokoknya, nikmati saja, anggap pengalihan pikiran dari kejadian kemarin -ah sial! Kenapa jadi ingat itu lagi?!.

“Aku sudah beli tiket.” Kata Myungsoo yang tiba-tiba datang membawa dua lembar tiket yang awalnya kusangka tiket masuk.

Aku baru sadar tiket apa itu ketika kami sampai disalah satu wahana yang paling ingin aku hindari seumur hidup.

“Yo! Selamat datang di Disco Pang Pang!. Do you want to try it? Do you want to ride it? DO YOU WANT TO BUILD A SNOWMAN~?!”

Inilah kenapa aku benci wahana berbentuk seperti mangkuk raksasa berputar yang akan membuatmu pusing seraya dibanting-banting itu. Tentu saja karena DJ sialan yang akan terus bicara omong kosong selama kami dilempar-lempar diatas mangkuk menyebalkan tersebut!. Tahu begini akan kutolak tawaran Myungsoo!, sepertinya dia benar-benar ingin membunuhku secara perlahan.

“Sedang apa kau? Cepat naik!”

Naik, naik, kepalamu pecah!. Arrggh! Apa sebaiknya aku kabur saja ya? tapi kalau dia membatalkan enam ratus ribunya bagaimana?, aku juga sedang butuh uang!.

“Tolong yang membawa kurcaci, harap pindahkan dari pintu masuk. Terima kasih HAHAHAHA!”

 

Aku mengepalkan tangan kuat, mendongak agar bisa memberikan tatapan tajam untuk pria gondrong aneh yang menjadi DJ di wahana Disco Pang Pang ini, untuk informasi, tempat DJ itu berada cukup tinggi sehingga bisa dilihat dari bawah namun sulit dijangkau.

Huft sabar, tarik napas, keluarkan, tarik napas-

“Tuan tampan yang sudah naik itu, apa kurcaci milikmu punya riwayat penyakit asma?. Oh salah, kurasa dia sedang menahan buang air besar! HAHAHAHAHAHA!”

“Heh! Sialan! TURUN SINI KAU-”

Sebelum aku berhasil menghabisi DJ sialan yang as$#*&@jshf itu, Myungsoo segera menghentikan dengan menarikku keatas wahana tanpa pikir panjang. Kini aku duduk disebelahnya sambil cemberut, ditertawakan oleh tiga orang gadis serta dua pasangan muda-mudi yang juga sudah naik sejak tadi. Kemudian tenang selama beberapa saat, aku bingung harus melakukan apa sampai wahana ini melakukan tugasnya sementara yang lain sibuk dengan pasangan masing-masing juga sibuk mengagumi pria disampingku secara terang-terangan namun ingin tak ingin terlihat demikian.

Yah, seperti tiga gadis yang tadi kusebutkan. Mereka bergerumul sambil sesekali mencuri pandang untuk melihat ketampanan Myungsoo. Lalu ketika bertemu pandang denganku, mereka merengut. Lah! Memang apa salahku coba?!.

“Okay everybadeyy! Ready thu go?. Ready~ set~ go! Jumping hey jumping! Hey everybadeyy!”

Aku menutup mata seiring DJ yang buruk pengucapan bahasa inggrisnya itu mulai bersenandung, mesin mulai menyala, aku berpegangan dengan kuat sambil menunduk ketika mangkuk raksasa ini mulai berputar dan menghentak-hentakkan seluruh tubuh. Yang paling aku sesali adalah aku lupa untuk menguncir rambutku, karena itu-

“KYAAAA! ADA HANTU DIATAS WAHANA! ADA MONSTER KERDIL DI DISCO PANG PANG-KU!”

Aku mendongak, berteriak “MAU MATI HUH?!” kepada sang DJ secara serampangan karena sulit melihat keberadaannya dengan diputar-putar seperti ini.

“Sudahlah, jangan terlalu emosi. Toh itu sudah menjadi tugasnya untuk menghibur penikmat wahana ini.” Kudengar Myungsoo dapat berbicara dengan lancar disampingku, membuatku menoleh padanya tanpa sadar, “Kalau pusing, lihat saja wajahku. Kau akan merasa tenang.”

Aku buru-buru mengalihkan muka sebelum aku benar-benar muntah.

*Author POV*

“…ssi… yeol-ssi… Chanyeol-ssi!”

Chanyeol tersadar dari lamunannya, tertegun setelah mendapati Jiyeon berdiri didepan mejanya sambil membawa setumpuk kertas berisi tugas yang ia minta seusai kelas tadi.

“Ini tugas satu kelas yang anda minta.” Ujar Jiyeon, ia letakkan tumpukan kertas itu diatas meja. “Kalau begitu, saya permisi.”

“Ah, ya, terima kasih.” Balas Chanyeol, menggeser kertas itu kebagian samping meja seraya membenarkan letak kacamatanya.

Sebelum Jiyeon menghilang dari balik pintu, dua orang mahasiswi masuk keruangan Chanyeol seraya memberikan absensi kelas kepadanya. Pria itu membaca nama-nama orang yang tidak masuk kelas dosen Han, selaku orang yang memperkerjakannya sebagai asisten, dan rupanya hanya dua orang yang tidak masuk kelas hari ini.

Yaitu Lee Hyojin, serta Kim Myungsoo.

Chanyeol terdiam beberapa saat, pikirannya mengacu pada kejadian semalam ketika batinnya menyebut nama gadis itu. Perasaannya tak nyaman, apalagi ada nama lain yang entah kebetulan atau apa bisa sama-sama tidak masuk bersamaan dengan Hyojin. Tapi dia tak bisa -atau bahkan tak mau- melakukan apapun. Sejak gadis itu bilang dengan tegas bahwa dia membencinya, serta mensesalkan pertemuan mereka selama ini. Perkataan yang merobek jantung Chanyeol, membuat perasaannya terluka pun sakit hati.

“Kalian… tahu kenapa Hyojin dan Myungsoo tidak masuk kelas?” tanyanya tanpa melepas pandangan dari kertas yang ia pegang.

Diluar ruangan, Jiyeon memutuskan untuk berhenti ketika nama Hyojin disebut, bersamaan dengan nama Myungsoo.

Salah seorang menjawab, “Saya tidak tahu alasannya, tapi…” dia berhenti, ragu-ragu.

Temannya melanjutkan, “Kami melihat Hyojin dan Myungsoo pergi berdua meninggalkan kampus. Sepertinya mereka sepakat untuk bolos berdua.” Ujarnya dengan nada jengkel. “Padahal Myungsoo dan Jiyeon dikenal dekat dan dijodohkan sebagai pasangan kampus, bisa-bisanya gadis itu…” gumamnya kemudian.

“H-hey jangan bicara sembarangan, k-kan be-belum tentu mereka ada hubungan…” temannya mengingatkan, “Lagipula kau lupa kalau asdos Park pernah pacaran dengan Hyojin?!” gadis berkacamata itu melanjutkan dengan berbisik.

“Kalau begitu, kami permisi.”

Chanyeol mengeratkan pegangannya pada kertas absensi tersebut, hampir merusaknya, lantas memijit kepalanya pelan. Ia benar-benar stress atas segala masalah yang menumpuk dipundaknya. Pria itu ingin kakaknya berhenti membalas dendam, ingin hubungannya dan Hyojin kembali seperti semula, ingin keluarganya bebas dari hutang, ingin orangtuanya menghentikan Yoora…

“Ugh, kapan ini semua berakhir?” lirihnya.

Sementara itu Jiyeon masih berdiri diluar ruangan, yang awalnya merasa kesal karena pria yang seharusnya berada dipihaknya malah mendekati Hyojin tanpa mengatakan alasannya padanya. Namun begitu terpikirkan bahwa Myungsoo tengah membantunya untuk menghadapi Hyojin, senyum yang sama sekali belum pernah dia tunjukkan didepan umum terukir begitu saja.

“Kurasa, tidak masalah untuk membiarkan mereka.”

***

“Hyaaa…” kagum Hyojin pada jejeran stan makanan yang ada pada area permainan. Ia segera berlari kecil menuju gerobak penjual soondae, mengambil satu tusuk dan memakannya saat itu juga.

Myungsoo datang menghampiri sambil tersenyum, “Enak?” ia bertanya, pun mengambil satu tusuk soondae.

“Tentu saja! Kan ditraktir!” seru Hyojin sumringah, lantas membuat Myungsoo tersedak. Hyojin hanya memperhatikan, lalu sang penjual makanan berbaik hati memberikan Myungsoo minuman untuk meredakan batuknya.

“Nah.” Hyojin menepuk tangannya sekali, mengambil lima tusuk lagi. “Kita lihat berapa daya tamping perutku hari ini!”

“Yak! yak! yak!, aku sudah berjanji memberimu enam ratus ribu, dan itu tidak termasuk traktir makan!” keluh Myungsoo seraya menghentikan Hyojin memasukkan makanan ke mulutnya.

Gadis itu mendecih, “Apa-apaan itu?!” protesnya.

“Kalau tidak setuju yasudah, uang makan dipotong dari uang bayaranmu.”

Hyojin menurunkan tangannya, terdiam sejenak sambil menatap sendu makanannya.

“Ah! Terserah!. Aku lapar!” Ia pun memasukkan potongan soondae ke mulutnya, mengunyahnya dengan cepat lalu beralih pada tusukan lainnya.

Myungsoo menggelengkan kepala heran, kemudian tersenyum melihat bagaimana gadis itu makan dengan baik, tanpa perlu menjaga penampilan maupun sikapnya. Dimana biasanya gadis yang ia ajak pergi jalan-jalan selalu tampil cantik, elegan dan sopan jika bersama dengan pria tampan semacam Myungsoo.

“Setelah ini, aku mau makan kimbab!” seru Hyojin, beranjak menuju stan berikutnya.

Sayangnya Myungsoo lebih cepat mencegatnya, “Kita harus pulang. Sudah terlalu malam untuk pergi keluar rumah.” Ia menyampirkan rambut Hyojin yang tergerai kebelakang telinganya, “Palagi untuk gadis cantik sepertimu.”

Hyojin tak bergerak, diam menatap Myungsoo selama beberapa detik lalu mengatakan, “Kau merayuku supaya tidak minta ditraktir ya?”

“Kau tidak pernah berkencan sampai tidak tahu adegan romantis semacam ini ya?” balas Myungsoo, menutupi kecanggungannya setelah gagal meluluhkan hati gadis itu.

“Kata siapa! Aku pernah kencan kok!”

“Dimana?” tanya Myungsoo dengan nada meledek.

“Di pasar malam!, di konser!, di taman bermain!, di-” Hyojin berhenti dengan tatapan kosong.

“Yang benar saja!, dengan siapa? Kau kan bukan tipe gadis yang bisa pergi ke semua tempat itu sendirian.” Myungsoo melihat raut muka Hyojin yang berubah, “Park Chanyeol kan?”

Hyojin mendongak danmenyanggahnya dengan cepat. “Oke, kita pulang saja.” Ia mengalihkan pembicaraan, berjalan mendahului Myungsoo menuju gerbang keluar.

Myungsoo menatap punggung gadis itu dengan ekspresi yang tak biasa.

“Sayang sekali aku terlambat datang, Jin-ah.”

***

“Terima kasih sudah mengantar.” Ujar Hyojin dengan nada datar seraya turun dari mobil Myungsoo. Kepalanya sudah pusing sejak turun dari wahana Disco Pang Pang, ditambah naik mobil membuatnya makin tak nyaman.

Ia membungkuk pada Myungsoo dan hendak masuk ke gedung apartement Sehun sendirian. Tapi Myungsoo memaksa untuk mengantarnya, dengan berat hati Hyojin mengijinkan, toh meski tak ada Jong In maupun Sehun, disana ada Jinhyo juga.

“Biar kutebak, kodenya adalah tanggal lahirmu.” Ucap Myungsoo ketika Hyojin hendak menekan tombol kunci pintu masuk.

Gadis itu menatapnya sambil menggelengkan kepala, “Bukan kok.”

“Euh, kalau begitu… tanggal lahir kedua sahabatmu?”

“Mana mungkin, eh, tapi benar juga sih, mengingat rumah ini milik Sehun. Tapi bukan.”

“Oh, kalau begitu angka keberuntunganmu!”

Hyojin menekan angka satu sampai enam untuk kode pintunya, membuat Myungsoo agak terkejut, “Sunbae tidak mau pulang? Mau jadi stalker ya?” ketus Hyojin yang sudah lelah sekali dan ingin segera merebahkan tubuh ketas kasur.

Myungsoo tersenyum manis, mengusap kepala Hyojin dengan lembut, lantas berjalan mundur beberapa langkah.

“Tidur yang nyenyak, mimpi indah, mimpikan aku.”

Hyojin tak lagi mau memandang wajah pria itu, “Ugh, bisa gila aku kalau memimpikanmu.” Gumamnya.

Ketika Myungsoo sudah sampai diluar, ia bersiul senang sambil memutar kunci mobilnya. Lalu tiba-tiba terdiam, diujung jalan, dia melihat sosok pria tinggi yang dikenalinya, Chanyeol. Pria itu hanya diam sambil memandangnya tak suka, penuh kebencian. Myungsoo menyeringai, menunjukkan bahwa dia sudah berhasil mendekati gadisnya dan tak lama lagi akan memilikinya.

Sunbae tunggu!” teriak Hyojin yang berlari memakai piyama menghampirinya, senyum Myungsoo makain mengembang.

“Kenapa? Masih merindukanku?”

“Mana mungkin, kau lupa membayarku!”

Kepercayaan diri Myungsoo pudar, ia memastikan keberadaan Chanyeol, pria itu masih disana dan tatapan matanya makin menyiratkan kekalahan. Myungsoo yakin Chanyeol tak dapat mendengarkan apa yang mereka bicarakan, oleh karena itu, ia mengusap pipi Hyojin sambil mendekatkan wajahnya, dari jauh pasti nampak seperti sedang berciuman.

“Besok akan kubayar, kontan, plus bonus.”

Hyojin mundur, “Biasa saja tidak usah pakai mendekat segala!” sinisnya. “Oke, jangan lupa.” Lalu dia kembali masuk tanpa menoleh lagi.

Myungsoo melihat lagi keberadaan Chanyeol. Tidak ada. Entah pria itu melihat kejadian tadi atau tidak, yang penting dia senang sudah bersikap hebat hari ini.

~To Be Continue~

Semoga terhibur~

Btw yang bingung sama wahana disco pang pang bisa cek di google dan sering disinggung di beberapa webtoon korea

RCL Juseyooo guys!

6 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] The One Person Is You (Re : Turn On) – Chapter 23”

  1. Wah wah wah…myungsoo
    Knp si,kalo kamu tau hatinya hyujin itu bkn utk mu,knp masih kam paksa aj sih.
    Dia mah udah cinta mati mah papa park 😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅
    Aduh…tatian papa park jdi galau gegara cewe tomboy bikin onar

  2. Yahh kok tbc aja sih,padahal masih pengen baca loh
    Btw myungsoo it sebenar.y siapa sih.Kaya’ny udah kenal hyojin dari lama deh.Jd penasaran.D tunggu next chap.y,fighting 😊

  3. myungsoo pria masa lalunya hyojin kah??
    kok ngomong terlambat datang…
    berharap jinhyo bisa baikan sama hyojin.. saling membantu dan saling menguatkan..saudara kan memang harus bersatu apa lagi klo ada kejadian kek kemarin itu dikroyok..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s