[EXOFFI FREELANCE] OPEN SKY (CHAPTER 2)

open-sky

| Title :열린 하늘 (Open Sky) — Chapter 02 (Our Roleplay)|

| Author : DeeMilu |

| Rating : PG – 17 / M |

|Main Cast : Byun Baekhyun (EXO) & Kim Taeyeon (SNSD)|

|Support Cast : Oh Sehun (EXO), Kim Doyoung (NCT), Lee Jieun (IU), and other (find it by yourself)|

|Genre : Romance, Friendship, Fluff, Hurt/Comfort|

|Length: Chaptered|

|Disclaimer : Cerita ini pernah di publish di Wattpad pribadiku (@DeeMilu),  I’m just owned this story. Original Characters is Mine, All Cast belong to God, and their family.|

Inspired by Open Sky (Ken Gao ft. Elise Hsiung), my true story, some drama, and other

[WARNING!! : TYPO BERTEBARAN! DAN BEBERAPA KECACATAN LAINNYA]

“Our hearts fell before we knew. Remember things we, we used to do?”

|Summary : Ketika sebuah ingatan yang hilang harus dipaksa untuk diingat kembali, Byun Baekhyun harus mengingat lagi kenangan itu. Kini, ia harus bertemu dengan sang mantan kekasih yang tidak pernah ia lihat wajahnya dan ia dengar suaranya, Kim Taeyeon|

*Tolong Baca Author’s Note dibawah ya!

©2017 DeeMilu’s

[KATA NON-BAKU DETECTED!!]

-Chapter 02

Recommended Song : EXO – Peterpan

*Imagine both of them is roleplay as some actor/actress, bcs it’s like roleplay.me. we can use our own username.
dan aku gunain facebook untuk penggambaran tempat RP nya.

Byunb : Baekhyun and Kittae : Taeyeon

Taeyeon POV

#Flashback On

Semuanya bermula disini, sebuah pertemuan tak terduga, yang membawa perasaan yang amat terdalam dalam kehidupan nyataku.

[Fake World, 9 November 2011]
At
International Celebrity Roleplayer –We Got Love– Group

[Byunb: Annyeong! Yang  nge-RP KTY  merapat sini, lagi nyari couple nih. Gua nge-fans berat ama KTY]

5 likes, 2 comments.

Taengoo : Hadir ! nyok sini PDKT ama gua.
KTYngi : Gua coba dulu sini.

[Leave a comment….]

Akhir-akhir ini banyak banget RP BBH yang nyari couple KTY, pada nyari OTP BaekYeon kali ya? Seneng deh banyak yang suka sama KTY.

Kittae : Wah banyak juga ya yang suka ama KTY, merasa bangga hehe. Semangat nyarinya!
KaTeYe : Sini yuk sama gua, krit lu apa aja?
Byunb : Taeng : Sini lu pm gua, gua ksih tau krit gua.
KTY: Pm gua, gua ksih tau kritnya.
KaTeYe : Pm gua.
Kittae : Gk mau ikutan?
Taengoo : Oke otw.
KTYngi :  Oke bek.
Kittae : Gk ah, aku gk bsa PDKT. Pasti canggung, jadi aku nyemangatin aja para Twins-ku ^^
KaTeYe : Ya bek udh, bales.
Byunb : Udah pada baca semua kan pm gua? Ke pm aja ya.
Kittae : Yakin? Gk mau dicoba dulu? Sapa tau nyantol.
Kittae : Sebenernya gk niat cari couple sih, tapi okelah. Kritnya apa bek?
Byunb : Pm gue aja kit.

Haruskah aku pm dia? Ini udah ke-3 kalinya aku mencoba untuk berhubungan sama RP BBH, dan aku masih trauma. Smoga gk kepilih, namanya juga gk serius amat, pasti yang kepilih RP KTY yang lain.

[Byunb]
Now you’re friend with Byunb.

Kittae : Annyeong? Bek?
Byunb : Iya ini gua, oh ya krit gue.Gk kepo RL sma ntar klo jadian gk pake gue-lu tapi aku-kamu.
Kittae : Ah hanya itu? Arraseo, aku emang gk begitu suka dan terbiasa pake gue-lu. Oh ya panggil aku Kit aja biar lbih enak ^^.
Byunb : Oke kit.
read

Gugup?

Iya. Aku cukup gugup apakah aku yang akan terpilih? Karena secara tidak langsung aku ingin daftar jadi couple-nya. Tapi aku emang canggung dengan orang yang baru dikenal. Dan aku gak pernah bisa PDKT.

5 minutes later…
[You’ve got 1 message from Byunb]

Byunb : So… Kit? Will you be mine?

[Byunb send you a picture]

Kittae : I-ini serius Bek?
Byunb : Ya aku serius kit, jadi jawabannya apa? Sebelum aku berubah pikiran.
Kittae : Yes, I will.
Byunb : Really? So we’re officially be a couple?
Kittae : Of course Bek. I’m officially yours.

#Flashback Off

.

.

.

Ugh… Tadi itu apa? Kenapa memori itu kembali muncul dimimpiku?.Dapat kurasakan udara disekitarku, dan perlahan aku membuka mata. Dapat kulihat ekspresi khawatir milik Doyoung.

Noona? Apa yang Noona rasakan? Ada yang sakitkah? Noona telah pingsan semalaman, sekarang sudah jam 6 pagi.”

“Tak usah peduli denganku, Doyoung.”

N-noona, aku minta maaf. Aku tak bermaksud untuk ikut campur urusanmu, aku hanya

“Hanya apa? Apa yang kau inginkan dari diary milikku huh? Apa yang ingin kau ketahui Doong-ie­? Aku memang sangat menyayangimu, tapi bukan berarti kau dapat menyentuh barang pribadiku se-enaknya.”

“A-aku ingin mengetahui apa yang terjadi pada Taeng Noona dan B-Baek Hyung, aku meminta maaf karena aku lancang. Tapi aku merasakannya Noona, Noona menjadi mudah melamun akhir-akhir ini, sering murung dengan tatapan kosong. Aku menyayangimu Noona,” Doyoung menunduk. Ia benar-benar merasa bersalah tampaknya.

Nado Doong-ie, tapi bukan begitu caranya. Aku akan cerita padamu, tapi tidak untuk saat ini. Itu adalah masa laluku, biar aku yang menyelesaikannya. Kau tak perlu khawatir padaku,” kurengkuh pelan Doong-ie kedalam pelukanku.

Aku sangat menyayangi adik bungsuku ini. Ia selalu jadi orang pertama yang  peka terhadap apa yang aku rasakan. Dan memang ia cukup nekat, walaupun kali ini ia keterlaluan. Tapi aku mengerti betapa ia menyayangiku dan tak ingin aku sakit hati lagi maupun bersedih.

“Aku sudah memaafkanmu Doong-ie, lebih baik kau bersiap-siap untuk kuliah. Noona akan pergi kesuatu tempat, ada urusan.”

“Ah ne Noona, aku bersiap-siap dulu. Tadi sudah kumasakkan bubur untuk Noona.”

“Hm, arraseo.Jaga dirimu baik-baik.

Doyoung hanya tersenyum dan berbalik meninggalkanku. Kutatap kepergian Doyoung dari kamarku. Dan aku hanya menghela nafas pelan.

“Aku harus menemuinya.”

.

.

.

 [103 Boutique]

[pic]

“Semoga ini benar tempatnya.”

Tring.. tring.

Langkah kakiku diiringi dengan bunyi bel yang menyambutku, kulihat sekeliling. Cukup ramai butik ini, butik ini memang cukup terkenal. Sayang sekali aku baru mengetahuinya sekarang. Tiba-tiba seseorang menyentuh pundakku.

“Tae?” Aku menoleh pelan dan kulihat orang yang kucari sedang berada dihadapanku dengan senyuman terukir dibibirnya.

“J-jieun Eonnie?”

“Ya, ini aku. Mari bicara diruanganku saja, disini pasti tidak nyaman untuk mengobrol.”

“A-ah ya Eonnie.”

Jieun Eonnie pun berjalan lebih dulu dariku, aku hanya mengikutinya dari belakang. Sesampainya diruangan Jieun Eonnie. Aku langsung disuguhi design interior yang cukup memanjakan mata, cat cream dipadu padankan dengan soft green dengan beberapa hiasan lain menambahkan kesan elegan namun cheerful untuk ruangan ini. Setelah dipersilahkan duduk, Jieun Eonnie segera angkat bicara.

“Aku tahu alasanmu datang kesini. Pasti karena dia kan?”

Aku hanya mengangguk pelan, aku masih belum sanggup menyebutkan nama dia.

“Kalau kau bertanya dimana dia sekarang, aku tak bisa menjawabnya.”

Wae Eonnie? (Kenapa?). Eonnie bilang ingin membantuku bertemu dengannya.”

“Aku memang akan membantu kalian, tapi tidak sekarang. Karena aku tau kau masih mampu menemukannya sendiri Taeng.”

“Tapi bagaimana? Bagaimana caranya aku menemukannya setelah lost contact 6 tahun?”

“Kau akan tahu dengan sendirinya Tae, percaya padaku. Kalian memiliki ikatan batin, dan aku percaya itu. Karena dia juga akan mencarimu.”

“M-mencariku?”

“Kau akan tahu sendiri,” Jieun Eonnie mengedipkan sebelah matanya, membuatku semakin penasaran. Kulirik jam dinding diruangan ini, pukul 8.00 AM .

Sial, sebentar lagi jadwal praktikku di RS. Sebelum ke RS aku ingin mencari buku sebagai referensi tambahanku. Aku bisa terlambat membuka praktek kalau begini. Ah, sebelumnya maafkan aku karena mengumpat.

Arraseo, aku pergi dulu Eonnie. Aku harus standby di RS, sebentar lagi jadwal praktikku dibuka. Na kkanda (Aku Pergi).”

Aku segera keluar ruangan Jieun Eonnie, menyapa beberapa pegawai butik dan dengan langkah cepat aku menuju mobilku.

.

.

.

At Fancoal Bookstore

Kutelusuri buku-buku tentang Psikiater di rak buku kesehatan tentu saja, kubaca sedikit buku yang sudah tidak bersampul yang dikhususkan sebagai testimoni untuk para pembeli yang ingin tahu apa isi dari buku tersebut.

Buku yang kucari berada di atas kepalaku, tapi ya pada dasarnya aku kurang tinggi. Ingat, aku kurang tinggi bukan pendek. Kucoba untuk mencapai buku berwarna biru langit itu, itu buku yang kucari-cari karena memang limited edition bagiku.

Tiba-tiba buku yang kuincar itu diambil oleh seorang namja yang kupikir lebih tinggi dariku. Ia pun berkata, “Kalau butuh bantuan, minta tolong orang lain kan bisa?” namja itu pun memberikan buku tersebut padaku. Sontak aku menoleh dan mendapati namja itu tersenyum manis padaku. Tunggu… manis? Ah apa yang kupikirkan?

G-gomawo,” aku membungkuk tanda terima kasih dan mengukirkan senyuman tipis dibibirku.

“Hanya terima kasih? Ah baiklah, aku memaklumi karena kita belum pernah kenal satu sama lain. Tapi… tunggu, apakah nama panggilanmu Taeng?”

Mataku membola mendengar ucapannya, darimana dia tau nama panggilanku? Apakah ia seorang cenayang?

“Benar, itu nama panggilanku. Tapi maaf, darimana Tuan tau nama panggilanku?”

“Sebelumnya maaf, tapi aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kau dengan seorang wanita di KoKoBop cafe, saat itu kau baru saja menampilkan sebuah lagu dengan permainan gitarmu.”

Yang namja ini maksud Tiffany? ah iya aku ingat, aku pernah menampilkan lagu saat di kafenya.Aku menghela nafas lega karena aku pikir ia bisa membaca pikiranku, “Ah tidak apa-apa Tuan,  terima kasih banyak telah membantuku.”

“Jangan memanggilku Tuan, Panggil saja aku Ba

I’m creepin’ in ur heart babe~

Ponselku berbunyi dan segera kurogoh dari dalam saku bajuku, dan aku memberi isyarat “maaf aku harus mengangkat ini dulu” kepada namja itu.

Ne? Yeoboseyo?”

“Arraseo, Aku sedang dijalan. Sebentar lagi aku sampai di RS. Tunggu aku Chanyeol-ssi.”

Kututup panggilan yang cukup singkat itu, benar dugaanku. Tampaknya aku sudah cukup telat semenjak di butik Jieun Eonnie tadi. Tetapi aku bersikeras untuk sekedar mampir sebentar di Toko Buku ini.

Aku melempar senyumku pada namja itu, “Ah maafkan aku Tuan. Tapi tampaknya obrolan kita hanya sampai sini saja, tapi kau bisa mengunjungiku di SNUH. Kau bisa mencariku dengan menyebutku sebagai Dokter Kim. Aku pergi dulu, terimakasih sebelumnya.”

Sekali lagi aku membungkukkan badanku dan segera menuju kasir untuk membayar buku yang ingin kubeli.

Taeyeon POV end

.

.

.

Baekhyun POV

Kutatap kepergian si Taeng itu, bahkan aku belum sempat memperkenalkan diriku dan dia belum memberitahu namanya. Ini cukup menyebalkan bagiku, tapi yasudahlah. Lebih baik aku segera pergi dari sini dan menuju pusat perbelanjaan. Pasti Jongin telah menungguku disana.

Selang 15 menit kemudian, mobilku sudah terparkir cantik di parkiran pusat perbelanjaan tersebut. Segera aku keluar dari mobil Audi R8 yang kutumpangi. Dengan terburu-buru aku menyusuri pusat perbelanjaan dan menemukan Jongin tengah melambaikan tangannya dari dalam sebuah restoran fast food. Namun karena tidak melihat jalan dengan baik, aku menabrak seorang wanita hingga ia terjatuh.

“Ah maafkan aku nona, biar kubantu.”

Uluran tanganku diterima wanita itu, dan perlahan ia berdiri dengan membersihkan gaun yang ia pakai.

“Sekali lagi maafkan aku nona, aku sangat terburu

“Baekhyun?”

Wanita itu memanggil namaku, namun aku bingung karena tak begitu mengenali wajahnya karena ia menggunakan kaca mata hitam untuk menutupi netranya tersebut. Dengan masih membisu aku memberikan tatapan bingung pada wanita itu.

“Ini aku Baek, IU. Kau ingat padaku?” Wanita itu membuka kaca mata hitamnya, dan baru aku melihat jelas bentuk wajahnya yang sangat familiar itu.

“I-IU? Benarkah ini dirimu?”

“Tentu saja ini aku, kau pikir siapa yang ada didepanmu ini? Hantu?”

A-aniya, aku hanya tak menyangka bisa bertemu denganmu lagi setelah sekian lama tak bertemu IU. Jujur aku merindukanmu adik kecilku.”

Kuacak pelan rambutnya dengan gemas, aku rindu memperlakukan adikku ini, karena ia akan berubah kesal dan pipinya memerah. Imut sekali.

“Ah berhentilah Baek, kita ini seumuran. Dan aku bukan adikmu, ingat! Aku sepupumu. Syukurlah kau baik-baik saja.”

“Iya aku mengerti, dasar cerewet. Sudah dulu ya, adikku yang manis. Aku sedang ada urusan kantor, nanti lagi kita–”

“Baek, apakah kau masih ingat dengan Taeyeon?”

Tubuhku membeku seketika, nama itu… terdengar lagi ditelingaku.

“Tidak, siapa itu?”

“Jangan berbohong padaku Baek, aku tahu sifatmu. Tak apa jika kau tak ingat, aku hanya ingin memberitahumu bahwa, Taeyeon sekarang ini sedang mencarimu.”

TBC

Author’s Note :

Hai hai! Maafkan aku yang baru up sekarang. Karena disibukkan dengan urusan sekolah dan lainnya. Aku harap kalian masih bersabar menunggu kelanjutan FF ini.  Aku benar-benar mengerjakan ini dalam waktu 3 jam. Dan memang aku hanya sempat dimalam hari. Terimakasih atas segala dukungan dari kalian baik Vote maupun Comment. Itu sangat berharga untukku.

Oke sekian, dan Vomment juseyo! Gak susah kan hanya pencet tombol pojok kanan biar jadi warna kuning? ^_^

Kalo ada yang ingin mengenalku lebih dekat bisa kirim pesan ke aku, atau mau nambah” temen aja gk papa.

See you next chapter!~

Selasa, 29 Agustus 2017

 

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] OPEN SKY (CHAPTER 2)”

  1. Baru leave comment di ch.1, langsung up ch.2 nya lah 😅
    Efek nebak2 memang yah, kirain Doyoung juga “sakit” hehehe mianhae 😅
    Ini error di aku nya atau gimana yah,[pic] itu picture kah ? Tapi ga ada pict nya yg aku liat sih dee 😆 *error maybe
    Jiaah ringtone nya Taeng, monster lah ,jadi baper sendiri hahaha
    Ini penasaran banget dah,ada kejadian apaan Baek&Yeon, sampe taeng ga kenal baek, baek seketika freeze denger nama taeyeon, piye toh 😧
    Do your priority firstly as a student, dee 😉

    1. sebenarnya aku mau kasih tau kalau ingin membaca yang ada gambar biar bisa imajinasi itu di wattpad pribadiku, karena kesibukan. aku udh gak bisa post di exoffi lagi. nanti akan aku kasih pengumuman resmi ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s