[EXOFFI FREELANCE] MIRROR (Chapter 5)

MIRROR

AURHOR BigBoss

CAST Ha Jaeyeon – Kim Taeyeon | Park Chanyeol – Han Seul | Kim Suho – Kim Junmyeon | Choi Daera – Rose Roe | Kim Minseok

GENRE Romance | History | Fantasy

RATING PG – 21

LENGTH Chaptered

DISCLAIMER cerita ini asli hasil dari pemikiran saya sendiri, bila ada kesamaan dengan apapun itu mungkin saya terinspirasi dari hal tersebut. Cerita ini mengambil sebagian kecil kisah sejarah. Namun tidak semuanya benar dan hanya imajinasi saya saja. Maaf bila banyak kesalahan dalam pembuatan cerita ini, but I hope you like this and don’t forget to vote. Thank you.

SUMMARY apakah kejadian di masa lalu itu aku?

Ep.5

 

Pemerintah mengalami krisis sejak kedatangan Jepang dan menandatangani pejanjian yang merugikan pemerintahan itu sendiri. Oleh karena itu para pemuda tidak bisa percaya lagi pada pemimpin mereka yang telah tunduk pada pemerintahan Jepang dan membuat suatu aliansi untuk memerdekakan tanah airnya.

Ide itu dicetuskan oleh seorang pemuda bermarga Han bersama teman temanya untuk mengakhiri kekejaman Jepang diatas tanah airnya. Kini beberapa pemuda telah bergabung, sudah terhitung sejumlah 50 orang dengan kisaran umur 15 – 27 tahun dan untuk melancarkan rencana, mereka membutuhkan sebuah senjata.

“Oleh karena itu…. kau yakin dengan ini, Han Seul? ” seorang rekannya bertanya apa pemuda bernama Han Seul  itu sudah memikirkan hal ini dengan matang-matang sebelum mereka melakukan pencurian tersebut. Namun Han Seul dengan yakin bahwa rencananya ini akan berhasil.

Diam diam mereka mengintai dari belakang dan sedikit demi sedikit Han Seul menyuruh mereka untuk berpencar. Satu persatu penjaga Jepang mereka lumpuhkan, sehingga mereka bisa lebih mudah untuk masuk dan mencuri senjata yang dibutuhkan.

Salah seorang dari bagian rencana Han Seul memberikan kode untuk mereka masuk. Namun sayangnya semua itu hanyalah jebakan. Dari arah belakang muncul tentara Jepang dengan jumlah yang lebih banyak satu persatu anggota aliansi para pemuda di tewaskan, dan hanya tersisa Han Seul dan seorang kawannya  

“ apa yang harus kita lakukan sekarang ?”

“ tidak ada cara lain selain menyerang “ ucap Han Seul sudah siap dengan senjata yang dibawanya.

“ kau gila!”

“ hanya itu satu satunya cara, lebih baik mati sebagai pejuang dari pada lari seperti pecundang. Kita berjuang untuk Negara, mati dan hidup kita untuk tanah air kita “

▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪

Jaeyeon memandang kearah luar jendela dengan bosan sekaligus memikirkan tentang kutukan aneh dalam tubuhnya yang bisa saja membuatnya meninggal diumur sangat mudah. Doppelganger yang tiba – tiba muncul kembali setelah 3 tahun membuat Jaeyeon pusing bukan kepalang, jujur saja ia memang takut. Apalagi saat Minseok memberitahunya bahwa seseorang yang mengalami doppelganger akan mati tak lama setelah melihat bayanganya sendiri.

Lalu apakah arwahnya akan bisa tenang kalau masih ada beban dalam hatinya. seperti – perasaanya pada Chanyeol yang belum jelas akhir ceritanya. Bisakah ia menunjukan perasaan yang selama ini ia sembunyikan agar saat mati nanti tidak akan ada yang perlu ia khawatirkan.

Haruskan ia yang lebih dulu maju untuk mengajak pria itu berkencan?

“ kau melamunkan apa?” tiba tiba terdengar seseorang yang bicara denganya. Jaeyeon menoleh ke belakang mendapati ayahnya yang baru saja kembali dari dapur untuk mengambil minuman.

“ tidak ada “ jawab gadis itu seadanya.

“ lalu?”

Jaeyeon menatap ayahnya bingung dengan mata melebar, dalam hatinya ia sedang menerka nerka. Mungkinkah ayahnya sudah tahu tentang kutukan yang menimpa anak bungsunya? Dan Jika tidak, haruskah Jaeyeon memberitahunya?

“ ayah “

“ hmm?” ayahnya yang sibuk menggambar, tiba tiba mengangkat wajahnya menatap Jaeyeon saat gadis itu memanggilnya.

“ ayah bagaimana kalau nanti aku pergi lebih dulu darimu?”

“ kau mau pergi? kemana? Hollywood? “

Jaeyeon hanya menghela nafas, ia sudah tahu akan seperti ini jadinya. Ayahnya tidak akan pernah memberi solusi pada masalahnya. “ aku tidak jadi pergi “

“ wae?! “ pekik ayahnya dengan sangat keras dan tersirat kekecewaan dari wajahnya. “ kan bagus kalau kau pergi, katamu kau ingin ketemu bliber beliber siapa itu “

Jaeyeon hanya mendengus kesal. “ baiklah kalau begitu kita ganti topik, bagaimana kalau seandainya….seandainya ya….ayah mengalami hal buruk yang merenggut jiwa ayah ke surga, apa saat itu ayah akan menyesal?”

“ tentu saja “ tanpa pikir panjang ayahnya langsung menjawab.” Tentu saja ayah menyesal, karena ayah tidak akan bisa melihatmu dan Jiyeon menikah, dan juga ayah akan sangat menyesal jika ayah pergi sebelum berbaikan dengan ibumu “

“ apa ayah masih mencintai ibu?”

▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪ ▌│♫ █ │▌♪

“ selamat malam semua “ Chanyeol berkata pada semua pegawai di restoranya yang sudah bersiap untuk pulang kerja. Lalu salah seorang pegawai yang bertugas di bagian kasir tiba tiba mengampirinya dengan membawa sebuah surat dan sekotak kue kepadanya.

“ tadi ada seseorang yang mencari anda, aku sudah mengatakan kalau anda sedang ada tamu penting tapi orang itu tetap ingin menunggu, tapi tiba tiba orang itu menitipkan surat ini untuk diberikan kepada anda “

“ siapa?”

“ aku tidak tahu “ jawab pegawai itu sambil langsung memohon izin untuk pergi. Disisi lain Chanyeol sangat penasaran dengan siapa orang itu. dibukanya surat tersebut dan dibacanya perlahan.

Pertama tama aku ingin meminta maaf

karena sebelumnya aku tidak memberitahumu

hari ini aku datang ke rostoranmu

dan seorang pegawai di kasir memberitahuku

kalau kau sedang ada tamu penting saat ini

dan mungkin akan cukup lama kalau aku menunggumu.

awalnya aku bersikeras menunggu

tapi tiba tiba aku ada telepon penting….

aku benar benar benar minta maaf.

Mungkin lain kali saja…..

Ha Jaeyeon

Chanyeol mengambil ponsel yang ada di sakunya untuk menghubungi Jaeyeon, ia benar benar ingin tahu, kenapa Jaeyeon ingin bertemu denganya hari ini.

Namun Gadis itu tak mengangkat teleponya.

To be countinued….

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s