[EXOFFI FREELANCE] – LET ME IN -13: MEET AND INVITATION

CYMERA_20170603_145032.jpg

 

Title | Let Me In  [Sequel Hold Me Tight]

 

Author | RahayK

 

Lead Cast |Byun Baekhyun x Baekhyun / Dellion Foster

Yoon So hee  x Baek Eun Ha

Irene Bae  x   Park Ae Ri

Song Yun Hyeong  x  Yun Hyeong

Kim Jong In  x   Kai Kim

 

Support Cast | Kim Dahyun  x   Dahyun

Wang Jackson  x  Jackson

Length |Chapter -Sequel

 

Genre | AU x Dark x Drama x Friendship x Sad x Bromance x Marriage -Life  x Revenge

 

Disclaimer | Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks! Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

 

 

Poster | RahayK Poster

 

Summary  this  Chapter |

“Siapa namamu?”tanya Baekhyun masih menatap anak itu, sementara yang ditatap malah enggan untuk menatap kembali. “Yunheo, Song Yunheo.”

ah, Yunheo? –nama yang bagus.”

 

Previous Chapter | First Encounter > Before time tell you to stop > Interview > Stranger(us) > Past pt.1 > Past pt.2 >Her Beloved > Fools love > For Life > All thing is back> Best (bad)gift >> Because Of Cola >> Game is Begin >> Meet and Invitation

 

::: LET ME IN:::

-=13=

Baekhyun terlalu bosan untuk berdiam diri di sebuah tempat untuk tempo waktu yang lama, alhasil dirinya memutuskan untuk pergi ke apartemen lamanya, tunggu –jika kalian mengira ia akan kembali ke unit miliknya yang kini ditempati Jaebum itu salah besar, ia ke sana untuk mengunjungi Kyungsoo yang dari update SNS nya ia berada di unitnya untuk makan snack dan movie marathon seorang diri –atau mungkin jika ditimpa kesialan –ada Yeri yang sedang menggelayutinya seperti koala kecil. Dan, tepat ketika Baekhyun kembali dari toilet setelah mencuci wajahnya yang lengket akibat debu di luaran –pemandangan seperti penjelasan sebelumnya –lah yang masuk ke dalam pandangan seorang Byun.

Seorang Do Kyungsoo hanya menyirnyir pelan, melihat Baekhyun yang keluar dari toilet dan memandang dengan pemandangan –apa –yang kalian lakukan?  Dan memberi argumen sendiri dengan segera memakai alas kakinya seraya meraih ponselnya yang ada di nakas dekat pintu masuk tadi. “Hyung –kau mau kemana?” tanya Kyungsoo, membuat telinga Yeri berdenging untuk sekian detik –sadar, bahwa ada orang lain di ruangan itu. “anyeonghaseo ahjussi  yang waktu itu. Kau dan Kyungsoo berteman baik bukan?”

Baekhyun menundukkan kepala, membalas salam Yeri, gadis itu kini tengah tersenyum kepada Baekhyun dengan makna –berilah waktu berdua untuk kami yang membuat Baekhyun hanya menghela nafas pasrah lalu menyengir paksa. Ia mengerti betul Kyungsoo kini menatapnya penuh sinyal SOS menunggu Baekhyun agar dapat berkompromi dengannya, namun –menurut Baekhyun tidaklah gentle bila membela lelaki yang notaben –nya jual mahal hanya karena Yeri terlalu frontal dengan perasaannya. “Masih ada yang harus kunjungi di Apartemen ini.” Baekhyun mundur selangkah seraya memaparkan sebuah senyum –senyum yang mengartikan ‘maaf  Kyungsoo, aku  tidak bisa membantumu.’ Tak lupa setelah itu Baekhyun menaikkan bahunya tak tahu harus apa, selain mengalah untuk segera pergi dari sana. Dan, saat Baekhyun menghilang dari pandangan Kyungsoo, lelaki itu hanya merasa bahwa ia tamat hari ini.

 

Setelah dengan tidak bertanggung –jawabnya seorang Byun Baekhyun meninggalkan dokter residen tingkat akhir bersama pasien sakit jiwanya  di dalam unit apartemen milik sang dokter Baekhyun merasa bersalah dan berniat untuk kembali ke dalam lagi, namun niatnya menghilang begitu dengan tiba-tiba dan tidak elitnya bokongnya terkena bola sepak yang ditendang oleh seorang anak yang bermain di taman tak jauh dari tempat Baekhyun berdiri. Sungguh, ingin sekali ia meluapkan amarahnya jika saja bukan seorang anak perempuan yang muncul. Ia mengambil bola yang berhenti tak jauh dari Baekhyun berdiri, anak itu kemudian membungkukkan badannya membuat Baekhyun termangu –sejenak ia melihat Joo eun. “Maaf, ahjussi. Temanku tidak sengaja melempar dan terkena –‘

“Tidak apa-apa, lemparannya tak sesakit itu.” Ah, Baekhyun sudah pantas jadi penipu ulung sekarang, sejak kapan ia pandai menahan amarahnya?. Baekhyun menyentuh pucuk rambut anak itu. “Tapi –sepertinya ahjussi tidak baik-baik saja.” Anak itu memandang Baekhyun dengan cermat –ah, anak zaman sekarang lebih pintar dari orang dewasa.

“Itu karena –aku habis diusir oleh teman ahjussi.” terang Baekhyun lalu berjalan, anak perempuan itu juga mengekorinya, ia menahan lengan Baekhyun. “Daripada kau sedih –bermain bersama kami lebih menggembirakan.”

Baekhyun sangat enggan berlama-lama melihat anak kecil bermain karena itu akan mengingatkannya pada Joo Eun.Namun, bagaimana ia melihat wajah polos anak ini membuatnya memutuskan untuk duduk sebentar di sebuah ayunan dan anak itu duduk manis di sampingnya setelah ia mengembalikan bolanya pada teman lelaki –nya. “Siapa namamu, kkuma –ya?”tanya itu lolos begitu saja dari bibir Baekhyun, ia merasa hilang kendali atas dirinya sendiri. “Oh Se Woon.”

Baekhyun hanya mengangguk, sambil mengayunkan ayunannya pelan. “Ahjussi, ingin ku kenalkan pada anak yang mengenaimu dengan bola?”

“Tidak usah, biarkan saja.”

“Tidak bisa begitu,ahjussi –guru kami mengajarkan untuk meminta maaf jika berlaku salah. Jamkkan, ahjussi.”  Sewoon berlari dan menghentikan temannya yang sedang bermain, bahkan ia menyuruh temannya yang lain untuk pulang dan membawa seorang anak lelaki yang pernah ia lihat beberapa waktu lalu. Baekhyun menarik sebuah senyum kecil yang samar begitu melihat bagaimana Sewon terlihat agak memarahi anak lelaki itu. ‘Mwoya? –apa Sewoon suka padanya?’ gumam Baekhyun seraya memicingkan mata segarisnya. Akan menyenangkan jika Joo eun tumbuh besar –pasti ia tak akan beda jauh dengan Se woon.

“Kau tadi tidak berani untuk mengambil bolanya setelah mengenai ahjussi  ini,dan aku sudah mengambil bolanya. Jadi, minta maaf padanya sekarang.”pinta Sewoon yang hanya disambut malas oleh anak lelaki itu, membuat Baekhyun yakin akan sesuatu yang menjadi pertanyaannya sejak ia pertama kali melihat anak itu, bersama siapa anak itu datang? –mungkin bersama ibunya, atau mungkin dia memang ibunya.

Dia bahkan sama seperti ibunya.

Dengan paksaan Sewoon akhirnya anak itu menyerah “Maafkan aku,ahjussi.

“Siapa namamu?”tanya Baekhyun masih menatap anak itu, sementara yang ditatap malah enggan untuk menatap kembali. “Yunheo, Song Yunheo.”

ah, Yunheo? –nama yang bagus.”

*

*

*

Dahyun melirik dari cermin nakasnya, mengintip kegiatan apa yang sedang Jackson lakukan akhir-akhir ini, dia terlihat mencurigakan semenjak ia bilang punya hadiah untuk gadis itu untuk wisuda nanti. Ia kemudian membalikkan badannya dan menatap Jackson jahil, merasa diawasi Jackson segera mengalihkan pandangannya dari monitor tabletnya ke arah gadisnya itu. “Ada apa?”

Oppa,maksudku –Wang –apa kau selingkuh?”

Mwo?”

“Kau mencurigakan akhir-akhir ini, apa lagi jika bukan selingkuh?”

Jackson hanya menghela nafas panjang, sudah terlalu menjadi hal yang biasa jika ia di curigai oleh Dahyun, yah –jadi ia tak perlu sekhawatir orang yang biasa tidak berbohong bukan? Tapi, Jackson malah tidak bisa mengendalikan ekspresinya.Padahal, kebohongan ini juga ia jalani untuk membuat sebuah kejutan untuk Dahyun wisuda nanti. Dahyun mendekat dan mencium baju yang dikenakan Jackson. “Aku tidak begitu, Kim Dahyun. Jebal –jom!”

Ani..bukan maksudku untuk curiga padamu.”

Jackson tak menjawab, ia memasang ekspresi marah dan kesal di wajahnya –dengan cepat ia berdiri dan mengambil jaketnya kemudian ia pergi berlalu dari ruang itu dimana ada Dahyun di sana tanpa berkata apapun. Dahyun hanya menggigit bibirnya merasa bersalah –akhirnya ia hanya terdiam dan tak memanggil Jackson ataupun keluar mengerjar lelaki itu. Sementara, Jackson menghela nafas lega setelah berekspresi seperti orang marah didepan Dahyun. Ia mengepalkan tangannya dan meninju udara menandakan kemenangannya sendiri, “Yes!”

Sebuah panggilan ia tuju melalui ponsel pintarnya. “hyung!kau ada di mana?”

 

::: LET ME IN:::

Jungyeon sedang mengajak mengobrol Eunha macam-macam hal, mulai dari anak Profesor Kim si Tuan Lesung Pipi, skripsi yang mulai banyak perubahan dan kemungkinan –dia dan Eunha akan wisuda bersama sampai yang paling akhir adalah tentang senior dari Fakultas Desain –kekasih dari Senior Wang yang galaknya minta ampun, namun dari semua hal itu tak ada yang benar-benar Eunha simak, karena Eunha sendiri menyumpal kedua telinganya dengan headsheat yang memutarkan lagu BTS keras-keras. Boyband itu sedang Eunha senangi sekarang –karena seorang personilnya terkadang mengingatkannya pada Ahjussi yang sudah lama tak dijumpainya sejak terakhir pria itu mengantarnya pulang dalam keadaan mabuk.Oke, kembali lagi ke dalam cerita.

eo!Eunha, ada Jackson sunbae di café seberang, kau mau ‘kan temani aku menyapa?”seru Jungyeon repot menarik-narik tas Eunha.Ya ampun, memangnya Jackson se –terkenal itu –memangnya dia itu artis apa?

Terlalu lama mendengar jawab dari Eunha akhirnya setelah lampu untuk pejalan kaki berubah menjadi hijau, Jungyeon segera menarik Eunha untuk ikut andil bersamanya untuk menyapa senior ganteng dari kampusnya itu.Dengan semangat Jungyeon melangkah masuk ke dalam café dan Eunha hanya mengikutinya dari belakang, masih memandang layar ponselnya Eunha hendak mengirim chat untuk ahjussi  namun, serangkaian kata-kata yang berekspektasi terlalu indah membuatnya terjerumus begitu sadar bukan Jungyeon yang berada di hadapan Jackson melainkan dirinya sendiri –Eunha yang sedang berdiri melongo tak paham situasi, setelah akhirnya ia menatap Jungyeon yang berdiri di sisinya. Jackson hanya menatap bingung kedua orang perempuan di hadapannya,meski setelahnya perhatiannya teralihkan pada seseorang yang memang ia ajak untuk bertemu setelah berbincang singkat lewat panggilan suara. “Baekhyun Hyung, di sini.” Jackson mengangkat tangannya ketika orang itu menyapu pandang di sekeliling café. Eunha membeku begitu mendengar suara Jackson yang membaur di udara menyebut nama Baekhyun, setelah menolehkan kepalanya dan orang itu melewati dirinya dan Jungyeon, Eunha membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Ya, Eunha kau tak apa?’ bisik Jungyeon yang masih menebar senyum pada Eunha dan Jackson, Baekhyun tak cukup tuli untuk mendengar Jungyeon yang berbisik, lelaki itu sedikit terkejut –terlihat dari sorot matanya yang sekelebat segera menatap Eunha. Jackson yang menyadari perubahan pada focus Baekhyun segera menyenggol lengan hyung –nya itu. Eunha segera memegang kepala Jungyeon dan memaksa Jungyeon untuk memberi salam hormat pada kedua lelaki yang lebih tua darinya. “Anyeonghaseo..”

Jackson hanya menyambut kembali meski ragu dan Baekhyun hanya memandang Eunha. Menatap dengan pandangan yang sulit gadis itu artikan.

***

Eunha kini duduk berhadapan dengan Baekhyun di spot yang ada di luar café.Sementara Jackson masih di dalam bersama Jungyeon yang sedang mengerubunginya bersama beberapa siswa SMA yang mengenal Jackson dari drama –web yang dibintanginya. Baekhyun tak sendiri ia bersama dengan seorang anak lelaki di sampingnya sedang asik memakan es krim, membuat Eunha sempat berpikir apa dia adalah anak Baekhyun yang segera diklarifikasi kebenarannya oleh Baekhyun –seolah –olah dia bisa membaca pikiran Eunha.

“Dia anak teman dari tetangga apartemen sekretarisku.Kau mengerti maksudku apa bukan?”

Eunha menyengir kecil dan memegang rambutnya. “Sedikit rumit..’

‘t-tapi aku akan segera paham jangan khawatir.Siapa namamu?”lanjut Eunha bertanya dan mengalihkan perhatiannya pada anak lelaki itu.

Anak itu masih serius menjilat es krimnya, sementara Baekhyun hanya menyesap lattenya yang mulai mendingin. “Kalian bisa bicara nanti,jadi –untuk kedua kalinya aku meminta bantuan padamu, Eunha.”

“Bantuan?Ahjussi?Bantuan tentang apa?”

***

Yah,tak ada salahnya membantu.Ini –sama sekali bukan pekerjaan yang berat.’ Gumaman Eunha terus mengikrar dalam hati.Anak bernama Yunheo itu hanya memandanginya sambil melangkah, Eunha hanya mengulas senyum kecil dan menggandeng Yunheo menuju tempat yang diminta oleh Baekhyun.

“Tolong antarkan anak ini ke alamat yang ada di kertas ini –kau jangan banyak bertanya sekarang, hanya antar anak ini untuk menemui sekretaris ibunya bernama Jung Yerin, -pastikan wanita yang kau temui bernama Jung Yerin, arraseo? –aku akan menghubungimu lagi nanti, ada yang harus aku urus sekarang.Hati-hati di jalan.. –‘

“..Yunheo, Noona ini adalah teman ahjussi, jadi pulang bersamanya –karena Yerin Noona sudah menunggu di taman. Pertemuan kita –kau bisa membuatnya jadi rahasia ‘kan?”

Eunha hanya menunduk lemas begitu ia ingat bagaimana cara bicara Baekhyun pada dirinya dan bagaimana Baekhyun bicara pada Yunheo –sungguh -180 derajat perbedaannya. “Aigoo –kau sangat beruntung..”celetuk Eunha seraya mengusap rambut Yunheo agak kasar. “Kenapa aku beruntung,noona?”tanya Yunheo dengan binar mata penuh rasa penasaran, Eunha hanya menggeleng dan mengajak Yunheo untuk menyeberang jalan,ia teringat soal GOHAENG INDUSTRY yang ia kunjung bersama Wonwoo beberapa waktu lalu ketika ia melewati jalan besar dan terjadi kebakaran di sana. Mengapa, ada anak professor Kim pada saat itu.Eunha tenggelam dalam pikirannya hingga ia tak sadar bahwa Yunheo yang menariknya untuk mengambil jalan sebelah kiri supaya tak salah jalan. Eunha menyengir malu,bahkan jika melihat ini Baekhyun bisa menghabiskan dirinya dalam hitungan detik, bagaimana caranya?mudah saja, hanya mendorong Eunha ke jalan raya yang penuh mobil, dan selesai. “Yunheo –ah.”panggil Eunha, Yunheo hanya menoleh tanpa menjawab dengan suara. “Menurutmu,tentang ahjussi..” Eunha tak melanjutkan kata-katanya, yah Eunha tahu memang jawaban anak kecil itu jujur tapi, terkadang menyakitkan. Namun, Yunheo menyela dengan cepat,seakan bocah itu antusias ketika membicarakan orang lain.

“Dia baik sama seperti ayahku –hanya saja terlihat galak, sedangkan ayahku terlihat baik pada semua orang yang ada di perusahaanya,ayah juga baik dan selalu tersenyum pada ahjumma dan ahjussi di rumah kami.Ahjussi apartement sama sekali tidak tersenyum.”

Kan,jawabannya selalu pahit dibagian belakang. Eunha hanya tersenyum maklum.Ah,jika seperti ini akan terlalu ingin tahu tentang orang lain.Ya ampun –ahjussi memintanya hanya untuk mengantar Yunheo ke penjemputnya, sadarlah Baek Eunha. “Memang, apa nama perusahaan ayahmu Yunheo?”tanya Eunha –insting untuk menyelediki sesuatu mulai memuai. Tak seharusnya Baekhyun menyuruh Baek Eunha untuk hal seperti ini.

“Song Corporation –Noona memang tak pernah melihat perusahaan ayahku di TV dan di internet. Kata ibuku, perusahaan ayah sangat terkenal karena kakekku yang mendirikannya.”

Eunha hanya tertawa melihat bagaimana banyaknya Yunheo bicara pada orang yang baru ia temui beberapa saat lalu.Masih disaat yang sama Eunha baru teringat dengan perusahaan yang sempat menjadi topic hangat di D Magazine. ‘Ah,Song Corp –bukankah perusahaannya sedang di ambang kritis karena sahamnya terus anjlok di pasar saham internasional..’gumam Eunha berusaha mengingat tentang perusahaan dari ulasan yang pernah ia baca,setelah Dellion Foster kini Song Corp menjadi pusat rasa penasarannya juga.

Mereka tiba di taman –apartemen yang diminta Baekhyun untuk menemui seorang kepercayaan yang akan menjemput Yunheo. “Noona, sudah sampai.”

***

 

Yerin menunggu di taman penuh rasa khawatir –salahnya yang tadi sempat ketiduran akibat malam yang panjang ia gunakan untuk menonton drama. Untung saja, Aeri –majikannya tak menghubunginya setelah ia mengantar beliau untuk pulang setelah perjanjian dengan seorang ahli peneliti farmasi di Song Corporation. “Yerin noona!”

eo!Yunheo –ah..apa kau terlalu lama untuk menunggu di sini?kau tersesat?”tanya Yerin sambil memeluk anak majikannya itu penuh rasa lega. Eunha yang berada tak jauh di belakang Yunheo segera memberi salam hormat dan menjelaskan situasi yang terjadi.

“Gamsahamnida, agassi sudah membantu putera atasanku untuk bertemu dengan kerabatnya.” Yerin menyerahkan kartu namanya pada Eunha yang segera diterima Eunha dengan tak yakin. “Itu kartu namaku, Jung Yerin –imnida.” Yerin membungkukkan badannya sebagai tanda terima kasih.Eunha cukup terkejut hingga ia juga melakukan hal yang sama dengan Yerin. “Dia tidak tersesat,oh ya –kau bisa memanggilku Eunha..”

“Terimakasih sudah menjaganya Eunha –ssi.” Yerin menundukkan kepalanya lagi,masih ada binar panik di sorot matanya yang bulat dan membentuk bulan sabit ketika tersenyum.Sementara Eunha segera teringat dengan kata-kata yang ia katakan pada Yunheo.

“Pertemuan kita –kau bisa membuatnya jadi rahasiakan?”

“Setelah bersama Sewoon ia ikut bersamaku untuk membeli es krim karena tadi hanya tinggal Yunheo saja sendirian di taman.Anda tidak perlu khawatir tentang apapun –tolong –sampaikan itu pada kedua orang tua Yunheo, Yerin –ssi..” Eunha berkata seyakin mungkin agar Yerin –sekretaris itu percaya pada Eunha.

***

Eunha segera terduduk di atas salah satu ayunan yang ada di taman itu,tepat setelah Yunheo dan Yerin pergi dengan sebuah mobil sedan berwarna hitam.Pantas, ia juga bukan orang yang terlalu jujur –ia juga sering bohong tapi,kenapa untuk kali ini bohong rasanya melelahkan sekali untuknya?Bahkan, telapak tangannya sampai berkeringat karena itu. ‘Apa membohongi orang kaya bisa lebih lelah daripada bohong pada orang miskin?’ pikir Eunha sambil menghembuskan nafas lega,tangannya merogoh ponselnya dan mengirimkan pesan teks singkat yang menjelaskan bahwa ia sudah menyelesaikan tugasnya dan mengirim pesan itu untuk  Baekhyun.

Ting tong!

Eunha dengan cepat menggeser layar ponselnya, jemarinya dengan cepat menyentuh ikon pesan notifikasi dari Baekhyun dan segera dihampiri kecewa begitu melihat isi pesannya yang hanya berisi sebuah kata.

From: Baek Ahjussi

Gomapta.

***

::: LET ME IN:::

Baekhyun mengetikkan pesan setelah mengirim sebuah kata sebagai balasan Eunha yang mengiriminya pesan teks hingga 5 kali. “Kau membalas pesan siapa sebetulnya, kenapa lama sekali untuk menekan tombol kirim saja,hyung.”kicau Jackson yang baru saja usai mengadakan fansign kecil-kecilan di café milik teman satu fakultasnya –Mark. Baekhyun hanya menaikkan bahu sambil menyesap latte pada cangkir keduanya, terlalu lama menunggu Jackson dan memberi banyak pengertian pada Eunha membuatnya harus berkali-kali untuk memesan sebuah coffe di café jika ia masih ingin duduk disana, sementara Baekhyun tidak gemar mengonsumsi makanan yang manis-manis. Tunggu, soal memberi banyak gadis itu pengertian bukan dalam artian untuk wanita –Eunha, gadis itu –pokoknya Baekhyun harus menjelaskan bagaimana bisa ia mengenal Jackson dan juga mengapa ia membawa Yunheo apa saja yang terjadi setelah insiden di taman dan bagaimana bisa Baekhyun membawa Yunheo untuk pergi bersamanya –kira-kira seperti itulah cerita secara garis besarnya.

To: Itik Ceroboh

Untuk mengganti rasa lelahmu,akhir pekan nanti temui aku di alamat ini.Ada yang harus aku bicarakan denganmu.

Setelah berpikir cukup lama,pesan itu akhirnya terkirim untuk Eunha.Benar,Baekhyun harus mengakhiri semuanya dengan gadis itu –sebelum gadis itu berada dalam bahaya jika berada di dekatnya lebih lama lagi. Tapi, satu yang Baekhyun selalu sadar, bahkan setelah dirinya tersakiti, ia tidak mampu untuk menyakiti orang lain –Baekhyun tidak mampu untuk membuat Eunha merasa terluka karenanya.

Jackson menarik kembali kursinya dan duduk di hadapan Baekhyun yang baru saja menaruh ponsel pintarnya di atas meja yang segera disaut oleh Jackson. Jackson mendesis sambil membuka layar ponsel Baekhyun yang tanpa dilindungi oleh sandi, Baekhyun yang melihat itu segera melotot namun tetap tenang –setenang mungkin.Lagipula, kenapa juga Baekhyun harus khawatir jika memang tak ada hubungan apapun antara dirinya dan Eunha, benar bukan?,jadi, bukannya merebut ponselnya yang ada ditangan Jackson, Baekhyun lebih memilih untuk menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi café.

 

From: Itik Ceroboh

  • Ahjussi, Yunheo sudah dijemput oleh Yerin Agassi –sekretaris ibu Yunheo dari Song Corp.
  • Ahjussi, aku masih ada di apartemenmu kau mau menemuiku?
  • Ahjussi, kau menyuruhku melakukan tugas ini supaya kita bisa bertemu ‘kan?
  • Ahjussi,lain kali aku harap bisa melihatmu tersenyum.
  • Kali ini, kita seri bukan?kau mengantarku pada saat aku mabuk dan aku membantumu untuk mengantar Yunheo pulang,jadi kita seri, keuchi?

“Apa ini?temannya Jungyeon suka padamu, hyung?atau dia meminta imbalan padamu?”cerca Jackson mempertanyakan tentang Eunha yang membuat Baekhyun hampir saja membenturkan kepalanya, terlalu banyak pertanyaan dari Eunha dan kesimpulan Jackson yang benar-benar sesuatu. Seakan-akan lelaki itu tahu segalanya sejak awal.

“Apa maksudmu dia suka padaku?Lalu, apa kedua gadis itu satu kampus denganmu, Jackson?”

Jackson tertawa penuh heran, orang dewasa di hadapannya ini tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti?Mengapa, ia harus bertanya balik masalah seperti itu. “Mereka berdua junior di kampusku,hanya fakultasnya saja yang berbeda.Di kampus mereka tidak berani untuk interaksi denganku karena ada Dahyun.” Jackson bereaksi dengan memasang wajah penuh kecewa.

“Mereka?Bukankah hanya Jungyeon saja yang menaruh perhatian padamu?huh?” Baekhyun mengelak bahwa Eunha juga nge-fans pada Jackson, ia bahkan tergesa untuk meminum lattenya.Jackson hanya mengembalikan ponsel Baekhyun sambil tersenyum penuh arti –kini, kesimpulannya bahwa hyung –nya ini enggan tahu tentang perasaan gadis itu, meski ia tahu bagaimana teman dari Jungyeon itu menganggapnya sebagai apa.

heol!kau cemburu hyung?”pungkas Jackson membuat Baekhyun bereaksi berlebihan dan segera mengantongi ponsel itu dan segera pergi dari sana. “Mulai sekarang sampai hari H jangan memintaku untuk bertemu, aku sibuk!”seru Baekhyun sambil berjalan keluar dari Café. Mengapa, Eunha selalu membuatnya merasa tidak tenang?

 

 

 

 

::: LET ME IN:::

Eunha masih tak dapat menyembunyikan rasa gembiranya hingga sehari sebelum akhir pekan, bagaimana tidak? Baekhyun ahjussi memintanya untuk bertemu di sebuah alamat yang sangat ia kenal tempatnya karena dirinya pernah bekerja sebagai pekerja paruh waktu di daerah sekitar tempat mereka untuk bertemu. Jisoo yang baru pulang tak dihiraukannya juga, sementara Jisoo segera menghampiri Sowon yang berada di bilik dapur -sedang melaksanakan pekerjaan harian dan sekarang adalah gilirannya untuk mencuci piring dan membereskan rumah. “Menurutmu Eunha kenapa, unni?”bisik Jisoo sambil melirik Eunha yang sedang di ruang tengah menatap serius layar laptopnya dan ponselnya yang ada di atas keyboard laptop miliknya. Sowon ikut melihat ke arah yang sama dengan Jisoo namun ia hanya menatap kedua adiknya itu ragu dan berusaha memaklumi. “Molla..oh ya,mungkin soal lelaki yang membawanya pulang saat mabuk.”

Jisoo membulatkan mata, dan membenarkan perkataan Sowon dengan memukul bahunya gemas. “Matja..tapi ku kira ia terlalu muda untuk dipanggil ahjussi oleh Eunha, unni ­kau tahu –wajahnya terlalu imut untuk dipanggil ahjussi.”ujar Jisoo seperti sedang membayangkan bagaimana rupa wajah dan penampilan Baekhyun yang mengantar Eunha pada hari itu. “Apa yang mengantar hari itu mempunyai lesung pipi?, Jisoo –ni?”tanya Sowon tiba-tiba seperti ia teringat akan sesuatu. Jisoo tampak berpikir lalu menggeleng. “Tidak ada, aku bilang dia pria yang imut. Matanya segaris terkadang kelopaknya terlihat kadang juga tidak, tapi tidak yang khas selain matanya yang tajam.Kenapa?” Jisoo mengakhiri pernyataannya dengan pertanyaan yang membuat Sowon hanya menggeleng. “Biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku, setelah itu kita bisa bicara pada Eunha. Call?”

“Baiklah, kadang disela senyumnya seperti ada hal yang mengganggu pikirannya tiap kali ia berkutat dengan dokumen itu dan Wonwoo.”

***

Wae geurae Eunha –ah?kau terlihat sangat gembira akhir-akhir ini.”tanya Jisoo dan Sowon yang mengangguk membenarkan mempertanyakan hal yan sama pada Eunha, mengapa adiknya ini bisa begitu gembira akhir-akhir ini, yang jelas ia bukan sedang memenangkan lotere mingguan bukan? Itu baru namanya gila.

“Benarkah?”

“Kau terlalu jelas dengan suasana hatimu –seakan itu semua tertulis diwajahmu –hei –aku –Baek Eunha –sedang berbahagia –sekali~ begitulah kira-kira.”

Sowon mengangguk lagi sambil tertawa, menatap Eunha penuh selidik dengan sorot yang jenaka. “Benar, ceritalah pada kami,biasanya kau selalu berbagi dengan kami.”timpal Sowon meminta hal yang sama pada Eunha –menyuruh  gadis itu bercerita apa yang membuatnya begitu bahagia. “Aku terlalu takut untuk berekspektasi terlalu tinggi, karena terlalu membahagiakan. Tapi, rasanya aku jahat jika tidak memberi tahu kalian bukan unni?”kata Eunha membuat Jisoo dan Sowon saling mengangguk bersamaan. “Tak apa, ceritalah pada kami sebelum kami mati membusuk karena menunggumu bercerita.”

“Sebenarnya, besok aku diajak kencan oleh ahjussi  yang mengantarku pulang hari itu, kau ingat ‘kan Jisoo unni?”ujar Eunha  cengengesan namun setelah itu ia kembali terdiam.

“Bukankah bagus, kau terlihat senang –jika kau bingung soal baju –tenang saja aku akan memilihkan sebuah baju yang bagus untukmu.” Jisoo menepuk bahu Eunha meyakinkan. Sowon teringat sesuatu dan s egera beranjak dari ruang tengah dan meninggalkan perbincangan dan ke kamar, tak lama ia kembali dengan undangan di tangannya dan menyerahkannya pada Eunha. “Seorang dari Song Corp. mengirim undangan ini untukmu,saat kau tidak sempat pulang ke rumah dua hari lalu dia ke sini.”

eo..Baek Eunha, jadi ahjussi itu bekerja di sana?”goda Jisoo membuat Eunha hanya mengulas senyum kecil meski ia sendiri juga tidak tahu Baekhyun bekerja di mana. Eunha membuka undangan itu –dirinya diundang sebagai tamu dalam acara ulang tahun perusahaan Song Corp.yang akan dilaksanakan bulan depan, Jisoo dan Sowon sama-sama melirik isinya. “Acaranya sekitar tiga minggu lagi.Kabarnya –mereka akan mengadakan kerja sama dengan peneliti luar untuk membangun kembali Song Pharmacy pada acara tersebut.”jelas Sowon. Ah, Eunha lupa soal Sowon yang bekerja di industry Farmasi. Sementara Jisoo bekerja untuk perusahaan pharmacy yang baru saja di buka setahun belakang bernama SH Pharmacy. Teringat dengan kedua hal itu –iseng Eunha lebih memilih untuk mengalihkan topik tentang undangan itu keperbincangan yang lebih menarik lagi.

Unni?siapa yang menaungi perusahaan SH pharmacy?dan Sowon unni, apa kau masih bekerja dibawah Song Pharmacy?”

Sowon dan Jisoo sama-sama melempar pandang penuh heran pada Eunha yang menarik dirinya sambil menyengir. Dikira pertanyaan Eunha akan dicurigai oleh kedua unni nya justru mereka menjawab tanpa beban. “Aku memang masih bekerja di Song Pharmacy –baru –baru ini aku dipindahkan ke bagian sub kontraktor untuk menangani kerja sama yang baru saja di sahkan sekitar seminggu lalu.Kabarnya –orang itu dari Jerman.”

“Orang Jerman? SH Pharmacy juga ada dibawah seorang ahli peneliti dari Jerman –asal asli negaranya memang belum diketahui sih, tapi aku yakin dia adalah orang Korea, soalnya –sekretarisnya bernama Jaebum juga orang Korea yang lama di Amerika.”

Kini, Jisoo dan Sowon sama-sama asyik berbincang tentang atasan mereka. Sementara Eunha sudah menyingkir dan menyelinap keluar dari ruang tengah menuju kamarnya, tak lupa –Eunha membawa seluruh barangnya yang berserakan di meja ruang tengah. Setelah sadar Jisoo celingak-celinguk mencari keberadaan Eunha yang sudah tidak bersama mereka. Sowonpun hanya menoleh menuju pintu kamar Eunha yang tertutup rapat yang bertuliskan ‘Do not distrub’  ia pun menepuk bahu Jisoo sebelum kembali ke kamarnya sendiri. “Dia ada di kamarnya.Kita terlalu sibuk berbincang sampai lupa padanya.”tukas Sowon sambil tertawa pada dirinya sendiri.

***

Eunha hendak mengirim pesan teks pada Baekhyun –bertanya tentang undangan yang sampai ketangannya sungguh dari dirinya atau bukan?Namun, ia mengurungkan niatnya begitu menemukan sebuah catatan dibalik undangan yang terkesan mewah itu.

-=Nona Baek, karena aku hanya diberikan sebuah alamat oleh rekanmu Tuan Jun jadi aku mengirimkan undangan ini ke rumahmu. Aku harap kau menerima undangan ini dengan tangan terbuka, temui aku di alamat yang tertulis agar kau dapat menjadi yang tercantik di pesta itu.=-

Selesai. Isi suratnya hanya sampai disana saja dengan bertuliskan pengirim tanpa nama pada bagian kiri kertas kecil itu, Eunha terlalu bahagia hari ini sampai-sampai ia melupakan kemungkinan lain yang paling penting yang bisa saja menjadi salah satu orang yang mengirim surat undangan itu.

Selain Byun Baekhyun tentu saja.

:: LET ME IN:::

            Eunha menemui orang itu sesuai alamat yang ada di kertas itu, tanpa ragu ia menyentuh pundak lelaki itu begitu hanya menemukan seorang lelaki yang ada di restaurant itu. “Ahjussi, kau menunggu lama -?”  Lelaki itu menoleh, sebuah senyum terukir dibibirnya –tak menyangka bahwa Eunha datang lebih cepat dari perkiraannya. Sementara Eunha segera melangkah mundur begitu tahu orang yang menemuinya adalah orang yang paling enggan ia temui. Eunha menatap lelaki itu tak percaya. “Jadi –kau yang mengirimkan undangan untukku? –dari Song Corporation –kau, Tuan?”

Bersambung..

COMMENT-JUSEYOOOOOOO~~~sepertinya chapter 14 akan tunda rilis karena saya belom selesai nulisnya, jadi.. Sabar aja ya

22 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] – LET ME IN -13: MEET AND INVITATION”

  1. Jadi apa yg baek akan lakukan di pertmuan.a sma eunha nanti, apa dia benar2 akan mutuskan hub.a sma eunha??? ,, dan ku yakin nih yang undang pasti si jojong😊 mahluk yg sma skali gak diharapkan sma eunha😃😂

    Ray eunbaek momentnya kurang😩 pengen nya nambah lagi😩😩😃

  2. Jeabannya adalah kai yang ngundang.. eunha kamu terlalu ber ekspektasi tinggi.. pastinkaget bngettt , hmm aku masih ragu apakah baekhyun memilikinperasaan terhadap eunhaa , dan semoga pertemuan kai dan baekhyun nanti tidak mengulang kejadian di masalalu dan baekhyun dapat menghadapi semuanyaaa , makasih dab semangatt untuk the next chap!! Di tunggu yaa…

    1. makasih udh baca dan komen.. siapapun yg eunha temui.. itulah konflik percintaan mereka di mulai.. so msh banyaknhal yg blm terungkap stay tune terus

      ch 14 akan di pos minggu depan..

  3. Pasti yg ngundang Eunha si Jongin ya kan, ya kan? Ah makin deket aja nih pertemuan Baek sama Aeri. Gak sabar wkwkwkk 😂

    Semangat ngelanjut ya kak! Aku akan Setia nunggu notif di email wkwk 😂😂😂😂

Tinggalkan Balasan ke Cloud Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s