[EXOFFI FREELANCE] YOU ARE MINE (Chapter 3)

CHAPTER 3

Title : YOU ARE MINE

Author : RnD

Main Cast :

Bae Irene (RV), Oh Sehun (EXO), Kris Wu

Suport Cast:

Park Chanyeol (EXO), Bae Suzy, Im Yoona (SNSD), Baekhyun (EXO), Do Kyungsoo (EXO), Lee Gi Kwang (BEAST), Etc.

Genre :

School life, romance, sad, etc (???)

Rating : PG-17

Length : Chaptered

Desclaimer

Cerita ini murni dari otak author sendiri yang mungkin tidak beres. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada FF yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada , ak minta maaf sebesar besarnya, mungkin ada ketidak sengajaan dalam penulisan dan maaf apabila alur ceritanya gj. PLEASE DONT PLAGIAT!!!!

HAPPY READING!!!!!

Credit Poster by HEO MIN JAE

.

.

.

.

.

{CHAPTER 3}

Akhirnya Irene sampai di arena balap untuk mengikuti balapan. Irene mengetahui itu lewat Instagramnya. Irene datang di arena balap ini menggunakan navigasi di hand phonenya. Karena Irene belum hafal atau tahu lokasi-lokasi di Kota Seoul ini dan dia itu buta arah. Kepalanya akan pusing dan parahnya dia akan pingsan ditengah-tengah jalan.

Irene mendaftarkan dirinya pada panitia disana sambil menyerahkan beberapa lembar uang untuk biaya. Sebelum pertandingan dimulai Irene mengecek Motor Sportnya supaya tidak terjadi kendala saat ia memacu Motor Sportnya. Dari arah belakang datang seorang pria tinggi yang mengenakan pakaian balap. Ia menghampiri Irene.

“Kau pembalap baru disini?” tanyanya

Irene berdiri karena sebelum pria itu datang ia sedang berjongkok saat mengecek Motornya “Ya. Ada masalah?”

“Tidak. Tidak ada masalah sama sekali. Lebih baik kau pergi ke mall untuk shopping tau ke salon untuk berdandan. Kau sama sekali tidak cocok disini”  gumannya meremehkan

“Kita lihat saja siapa yang menang dan siapa yang kalah. Dan pasti seru jika kita membuat taruhan. Jika kau kalah kau harus mencuci motorku disini. Dihadapan semua orang dan saat kau mencuci Motorku kau harus berpakaian berwarna pink dan pita pink diatas kepala”

“Hhahaha. Baiklah jika iutu maumu. Tapi jika kau kalah kau harus berlutut di bawah kakiku dan kau mengatakan cinta padaku”

“Setuju” jawab Irene sambil menjabat tangannya sebagai tanda persetujuan. Pria itu meninggalkan Irene sambil tetawa. Irene tersenyum penuh arti ‘Tetawa sepuasmu dan lihat apa yang terjadi nanti’ batin Irene sambil melanjutkan kegiatannya tadi.

Beberapa menit kemudian semua pembalap bersiap di garis Start. Irene berada di garis nomor 10 yaitu berada di line terakhir. Pria tadi menengok kebelakang sambil menderu-derukan suara Motornya. Irene tidak peduli dan beralih fokus pada lampu jalan yang berubah warna dari Merah. Lalu Kuning. Dan Hijau.

Semua pembalap memacu motornya dengan kecepatan paling tinggi yang mereka bisa capai. Irene dengan mudah melewati pembalap-pembalap lain dari line terakhir sampai ia berada di line nomor 2. Pria itu masih belum menyadari jika Irene ada di belakangnya dan hendak mendahului pria yang bertaruh dengannya itu. Mereka sudah melewati beberapa putaran dan ini menjadi putaran terakhir dan Irene menambah laju pada motornya dan dia berhasil mendahlui pria itu. Pria itu sadar jika ada yang berhasil melewatinya tapi aiia belum sadar jika yang mendahuluinya itu adalah orang yang bertaruh dengannya.

Mereka melajukan motornya berdampingan dan mereka beradu kecepatan. Semua yang menonton disana menebak-nebak siapa yang akan menang. Setelah lama beradu kecepatan dan beberapa meter lagi mereka akan melewati garis finish. Saat itu juga Irene didahului oleh pria itu dan hampir menyentuh garis finish. Irene menambah kecepatan motornya hingga ia menembud garis finish itu dan menjadi pemenangnya. Irene terlalu senang dan dia melakukan gerakan atraksinya diatas motor. Pria itu lekas melepas helmnya dan menganga kagum pada gadis itu. Ia baru sadar jika dia gadis itu saat ia melihat rembut panjang yang keluar dari jaket yang dia kenakan. “Dia gadis luar biasa” katanya dengan nada kagum

“Irene” kata Chanyeol, Baekhyun dan Kai bersamaan

“Kalian mengenalnya?” tanya Gi Kwang

“Dia adalah murid baru dikelas kami. Dia baru datang pagi ini. dan dia Pindahan dari Amerika” jelas Baekhyun

“Benarkah. Aku tidak melihatnya tadi saat disekolah tadi?”

“Mana mungkin kau melihatnya. Kau selalu berpacaran dengan Hyoyeon di halama belakang sekolah kan atau tidak di tempat tempat sepi dan gelap” kata-kata Baekhuyn barusan membuat Gikwang geram dan mendaratkan jitakan di kepala Baekhyun

“Dia orangnya bagaimana?” tanya Gi Kwang

“Mengapa kau bertanya itu? Apa jangan jangan kau mau menduakan Hyoyeon noona?” sekali lagi Baekhyun mendapatkan jitakan dari sunbae nya tersebut karena ulasannya barusan.

“Makanya jangan sembarang bicara Baekhyun-ah” kata Kai. Hanya dibalas tatapan yang mengisyaratkan sedang minta belas kasihan. Kai melihat itu langsung memeluk Baekhyun dan mengelus kepala Baekhun yang sakit tadi “uhhhh mana yang sakit mana. Aku aka menciumnya supaya tidak sakit” sambil memajukan bibirnya yang langsung ditepis oleh Baekhyun “Yak apa yang kau lakukan yak lepaskan yak”

Chanyeol membiarkan mereka yang sedang bertengkar seperti anak anak “Mengapa hyung tanya Irene orangnya bagaimana? Memangnya mengapa?” tanyanya

“Aku tadi sebelum balapan aku dan Irene melakukan sebuah taruhan. Dan aku ingin tahu apa Irene itu Cuma main main dalam bicara atau..” dia menggantungkan kata katanya

“Dia tidak main main dalam bicara, hyung” lanjut chanyeol yang membuat Gi Kwang membelakkan mata “HABISLAH AKU!!!”  Teriak Gi Kwang membuat Kai dan Baekhyun berhenti beradu mulut

“Apa? Apa yang habis?” tanya Kai

“Habislah aku… Hancur reputasiku… Hancurlah image yang kubuat selama ini…” sambil mengelap wajah kasar

“Kau bertaruh apa?” tanya Chanyeol. Kai dan Baekhyun hanya diam menyimak karena mereka tidak tahu apa apa

“Aku harus mencuci motornya”

“Hanya mencuci Motor . tak apalah…” kata Baekyhun

“Tak apalah. Pantatmu itu.!!” Teriak Gi Kwang “Dan aku harus menggunakan pakaian pelayan berwarna merah muda” sontak mereka bertiga tertawa dengan keras yang membuat Gi Kwang marah.

“Sudahlah kalian pergi saja. Aku mau menyiapkan mentalku dulu..”

“Fighting!!!” ucap mereka bertiga. Yang hanya di balas senyum kecut dari Gi Kwang

Irene duduk di bangku penonton sambil melihat motornya dicuci oleh pria yang kalah taruhan dengan Irene. Dia mencoba untuk tidak tertawa tapi ia tidak bisa karena pria yang mencuci Motornya itu menggunakan pakaian berwarna pink dan bando kelinci pink. Semua orang disana melihat sambil menahan tawa karena pria itu mencuci motor sambil bergoyang ala ala perempuan sexi. “Pasti harga dirimu turun. Tapi apa boleh buat. Kau kalah taruhan” ucap Irene. Irene memejamkan mata sejenak. Tapi ia merasa seperti ada yang aneh disekitarnya. Irene pun sontak membuka mata dan berteriak kaget karena ada 3 orang pria yang memerhatikannya dengan sangat dekat mungkin dua jengkal.

“APA MAU KALIAN!!” teriak Irene

Tiga pria menjauhkan diri dari wajah Irene sambil mengelus telinga mereka. Memastikan bila telinga mereka tidak terjadi apa apa setelah mendengar teriakan Irene yang mengelegar

“Kau Bae Irene kan? Anak baru kelas 2-1?” tanya Kai

“Trus? Kurasa itu bukan urusanmu jika aku berada dikelas mana”

“Bukan begitu… Aku hanya mengatakan jika kau luar bisa. Kau mampu mengalahkan Gi Kwang hyung” tutur Baekhuyun

“Oh jadi namanya Gi Kwang. Hyung mu?”

“Bukan. Dia Sunbae di sekolah kita” jawab Baekhyun

Irene bangkit dari duduknya. Mengambil jaket yang tersampir di kursi penonton. Meninggalkan mereka “Kau mau kemana? Aku belum selesai?” cicit Baekhyun

“Kurasa itu bukan urusanmu” jawab Irene sambil melenggang pergi

“Woahh dia adalah tipe ku” cicit Chanyeol “Tipe mu!!?” kata Kai dan Baekhyun bebarengan

“Kau gila. Benar benar gila” cicit Kai

“Tidak tidak tidak aku hanya bercanda. Mana mungkin dia adalah tipeku. Dia sangat keras, galak. Tapi pada saat ak pertama melihatnya kukira dia itu orengnya kalem, lembut tapi aku salah” hanya di balas anggukna oleh mereka berdua

“Ayo kita pergi makan. Aku lapar” kata Kai

“Ayo!!” teriak Baekhyun girang.

Irene berjalan menuju pintu keluar untuk mengambil motornya dan pulang. Hari ini ia cuckup lelah karena sekolah yang membuat ia bosan ditambah lagi ayahnya yang marah marah karena ia berbuat ulah di sekolah. Ketika Irene sampai di depan pintu gerbang. Ia terkejut tatkala tangnnya ditarik oleh seorang pria dan Irene dibawa ke tempat yang sepi

“Apa kau tidak waras? Kau bisa celaka jika kau melakukan hal itu lagi! Kumohon dengarkan aku. Tinggalkan lah kebiasaan mu itu Irene-ah?! eoh” kata pria itu

Irene hanya memutar bola mata malas karena ia mengenal siapa yang barusan menceramahinya dan dia adalah orang yang sangat Irene benci”Diamlah. Siapa kau? Berani beraninya mengatur hidupku?!” kata Irene dengan sedikit penekanan

“Aku adalah kekasihmu” Irene mendecih “Your dream”

Pria itu memegang bahu Irene sambil mendekatkan wajahnya dan Irene sadar jika pria itu mrndekatkan wajahnya hendak menciumnya

“Dasar brengsek” tolak Irene dengan tamparan keras dipipi pria itu. Pria itu hanya tersenyum dengan memegang pipinya yang panas karena tamparan Irene yang keras “Brengsek kau Kris!” tambah Irene lagi

“Sudah sekian lama kau tidak menyentuhku. Sekarang aku dapat merasakan sentuhanmu lagi Irene” mendengar itu semua Irene makin jengkel dan sekarang wajah Irene sudah merah emnyala karena menahan emosi

“Menjauhlah dari kehidupanku Kris’’ kata irene dengan nafas menggebu ‘Tidak akan pernah’ batin Kris. Setelah itu Irene meninggalkan Kris sendirian disana. Kris hanya tersenyum penuh arti “Kau tidak pernah bisa lari ku Irene-ah”

“Bolehlah Appa… ya ya ya” rengek seorang gadis dengan wajah lucunya

Appa nya tidak bisa menolak putri semata wayangnya ini. semua permintaannya akan dituruti. Apapun itu termasuk seorang pria “Baiklah Appa akan melakukan sebisa Appa”

“Jangan mengecewakan aku Appa atau aku akn sedih” gadis itu menunjukkan wajah sedihnya

“Tidak akan” jawab Appa nya

“Bagaimana jika ia menolak dan keluarganya tidak setuju?”

“Appa punya rencana. Mereka tidak akan bisa menolaknya” gadis itu langsung memeluk Appanya senang ‘Kau akan mejadi milikku sebentar lagi’ batin gadis itu yang masih dipeluka Appanya

Jam menunjukkan pukul 8 pm. Sehun memakai jas berwarna merah Maroon dan kemeja putih dan memakai jeans. Dia nampak kasual di depan cermin. Sehun sebenarnya malas menghadiri acara yang konyol seperti itu. Tapi apa boleh buat ia tidak bisa menolak Appanya. Sehun mendengar teriakan ibunya untuk segera turun dan akan berangkat menuju tempat acara makan malam itu berlangsung.

Sebuah mobil sudah terparkin apik dihalam rumah mewah tempat acara itu berlangsung. Beberapa sekon setelah menekan bel rumah tersebut. Pintu besar itu terbuka menampakkan isi dalam rumah mewah itu yang super berkelas. Sehun memutar bola mata malas saat melihat Irene yang menatapnya “Masuklah” pinta si empunya rumah mewah itu

Mereka makan dengan tenang tanpa ada yang mengeluarkan suara sedikitpun. Hanya ada suara sendok, pisau dan piring yang saling beradu. Sehun tidak suka acara makan malam yang seperti ini. sangat membosankan. Ia berpikiran akan lebih baik jika ia dirumah membaca buku.

“Sehun dan Yoona harus segera bertunangan” suara tuan Im itu membuat semua orang disitu terkejut. Tidak dengan Yoona ia sudah mengetahui itu karena Yoona yang meminta itu

“Maaf tuan Im. Tapi ini terlalu cepat dan-” kata tuan Oh dipotong oleh tuan Im “Tidak ada tapi tapian. Mereka harus segera bertunangan”

“Sayang. Mereka masih SMA dan masa depan mereka masih panjang. Tunggulah mereka lulus dulu” pinta Nyonya Im

“Mereka kan hanya bertunangan” Tuan Im masih keras kepala “Bagaimana menurutmu Tn Oh?”

“Itu bagus” kata tuan Oh membuat Sehun membanting Garpu dan Pisau di tanganya. Semua terkejut

“Appa aku tidak mau hidupku diatur atur aku bukan bonekamu Appa” Nyonya Oh mengelus bahu anaknya untuk menenangkan

“Kau adalah anak Appa jadi turutu apa kataku sehun!!”

“Anak mu. Bukan. Kau bukan Appaku” Sehun berdiri meninggalkan rumah mewah itu dengan emosi

“Lama lama pasti dia akan setuju. Dia pasti terkejut. Mana mungkin dia menolak putriku ini” sambil mengelus rambut Yoona

“pastinya” kata tuan Oh. Sambil melanjutkan makan. Tidak dengan Nyonya Oh. Dia kecewa dengan keputusan Suaminya itu

Mereka melanjutkan makam malam seperti tadi tapi suasana menjadi canggung.’tak lama lagi Sehun-ah’ batin yoona sambil tersenyum lebar

Dijalan Seoul malam ini cukup sepi. Sangat sepi hampir tidak ada Mobil yang lewat. Kesempatan ini pasti tidak akan disia-siaka oleh Bae Irene. Ia melajukan Motornya dengan kecepatan 180 km/jam. Beberapa sekon kemudian dia dikejutkan oleh ahjumma yang tiba-tiba muncul dari belokan. Irene pun langung mengerem Motornya supaya ia tidak menabrak Ahjumma itu. Dengan sekuat tenaga Irene berhasil mengerem dan ia sekarang berada di depan ahjumma itu dengan berang belanjaan yang berserakan. Karena ahjumma itu melempar semua barang belanjaannya itu saat ada motor yang hampir menabraknya “YAK!! Kau punya mata tidak? Hampir saja aku tertabrak!” teriak ahjumma itu

“Yak!! Bukan salahku juga kan? Kau sendiri yang tiba-tiba muncul dari belokan situ?” teriak Irene tidak terima

“Wahh ternyata gadis yang mengendarai Motor ini. kalau tidak bisa mengendarai Motor tidak usah belagu!” ahjumma itu barkata saat Irene melepas helm nya

“Sembarangan mulutmu bicara. Yak aku ini sudah menang balapan motor sudah berkali kali. Jangan merendahkanku”

Mereka berdua beradu mulut. Tidak peduli jika semua orang yang ada disitu menontonnya sebagai tontonan gratis. Dan ada pria yang berdiri tak jauh dari tempat berdebatan itu. Ia memperhatikan Irene intens.

Setelah lama mereka berdebat datanglah polisi dan mengamankan Irene. Irene memberontak ia tidak mau jika ia dibawa ke kantor polisi. ‘Habislah aku. Jika Appa tau’ batin Irene pasrah. Tempat itu sepi kembali saat Irene di bawa ke Kantor polisi.

Irene duduk di sudut penjara. Irene harus dipenjara hingga ada yang menjemputnya atau dengan jaminan. Irene terus berpikir tentang nasibnya nanti jika Appanya tau jika ia dipenjara lagi. Irene tersadar dari lamuanya saat ada polisi yang membuka pintu penjara dan menyuruh Irene untuk pergi dari sini. Irene tidak percaya jika Appa nya mau mengeluarkannya dari sini.

Irene keluar dari kantor polisi dan mendapati seorang pria yang berdiri memunggunginya. Irene merasa kenal tapi ia tidak mau ambil pusing dia melewati pria itu dengan santai. “Yak. Gadis aneh” pria itu berteriak kepada Irene yang melewatinya begitu saja

Irene berbalik sambil menunjuk dirinya sendiri “Kau memanggilku?”

“Tidak. Aku tidak memanggilmu” Irene melihat sekeliling yang sepi tidak ada orang

“Kau memanggil hantu?” tanya Irene polos. Pria itu mengusap wajahnya kasar “Tentunya aku memangilmu tidak ada orang selain kita berdua disini!!” katanay frustasi

“oh” kata irene santai

Pria itu makin frustasi “Apa kau tidak ingin mengucapkan sesuatu padaku?”

Irene terlihat berpikir “Apa yang harus kukatakan padamu?” ia malah balik bertanya

Pria itu menghembuskan nafas kasar “Kau bodoh atau apa sih?”

“Aku seorang Manusia”

Sebelum makin frustasi. Pria itu langsung To The Point “Aku yang membantumu keluar dari Penjara itu dan kau tidak mengatakan apapun padaku?”

Irene menatap tidak percaya “mana mungkin. Kau itu disekolah terkenal dingin dan tdak pernah peduli kepada orang lain” pria itu terdiam sambil berpikir mana bisa dia tahu

“Jangan tanya aku tau dari mana. Aku banyak mendengar gosip mu dari anak anak gadis yang menjadi fans fanatikmu. Tuan Muka Pucet” rahang pria itu mengeras

“Muka pucet? katamu”

“yups. Mukamu itu warnanya putih pucat dan aku perhatikan kau itu orang yang jarang tersenyum seperti vammpir. Vampirkan mukanya pucet”

“Terserahlah” pria itu mengalah dan ia tidak ingin mecari keributan dengannya didepan kantor polisi pula.

Kruuukk kruuukk “shit” cicit irene karena perutnya tiba-tiba berbunyi minta diisi

Pria itu memberitahu jika ada ruamh makan di sekitar sini. Irene pun hanya mengekor pada Pria itu. Hingga mereka sampai di rumah makan kecil itu. Pria itu terkejut saat Irene hampir memesan semua makanan yang ada dimenu “Kau makan semua itu? Siapa yang bayar?”

“Kau yang bayar” jawab Irene santai

“Aku? Kau kan yang makan”

“Kan kau yang membawaku kesini!”

Mereka berdebat soal siapa yang membayar makanan yang Irene pesan tadi. Perdebatan usai saat makanan sudah sampai dimeja mereka. “Namaku Sehun. Kurasa aku harus berkenalan denganmu” kata Sehun memecah keheningan

“Irene. Namaku Irene”

“Aku sudah tahu” Irene mendecih saat mendengar jawaban Sehun. Irene makan dengan mulut penuh dan sesekali dia tersedak karena makanan yang ada dimulutnya terlalu banyak. Sehun tanpa sadar tersenyum melihat tingkah Irene yang lucu saat makan seperti itu. Merasa sedang diperhatikan Irene mendongak dan melihat Sehun yang menatapnya lekat. Sehun sadar lantas berdeham mengilangkan suasana kecanggungan diantara mereka. Irene tidak nafsu makan lagi karena melihat Sehun sedari tadi mengamatinya saat makan ttokbboki.

“Mengapa kau menolongku keluar dari penjara?” tanya Irene memecah keheningan

Sehun diam tak berbicara dan mengalihkan pembicaraan “Makanlah sondae mu itu. Itu mulai dingin” dan Irene pun melakukan apa yang Sehun katakan. Sehun sendiri juga tidak tahu mengapa ia melakukan ini.

Tanpa mereka sadari sedari tadia ada yang mengawasi mereka berdua sejak keluar dari Kantor Polisi tadi. “Awas kalian”

TBC

ANYEONG HASEYO….

Ay kembali dengan FF kuh yang ini. pada chapter ini sih konflik belum ditemukan mungkin masih paaaannnnjjannggggggggg banget. Jadi jangan bosen dulu okay.. ak masih bingung dengan kata katanya. Jadi maaf jika ada Typo sama Alurnya gj

Mampir tinggalin jejak yaaa

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s