[EXOFFI FREELANCE] Three Baby, Three Story (Prolog)

Three Baby, Three Story

Tittle            : Three Baby, Three Story (prolog)

Author        : Dancinglee_710117

Main Cast        :

  • Wu Yi Fan / Kris (EXO)
  • Choi Min Ah (OC)
  • Park Chanyeol (EXO)
  • Lee Sejin (OC)
  • Oh Sehoon / Sehun (EXO)
  • Kim Yeora (OC)

Other Cast        : find in the story

Genre        : Romance, Family, little bit Comedy and Action

Rating        : PG

Length        : chapter

Summary        :

            ‘Tiga pria tampan itu punya BAYI, tapi siapa ibunya?. Apalagi tiga pria itu merasa tidak pernah melakukan hal-hal mesum pada seorang gadis pun. Lantas siapa yang akan merawat BAYI itu?.’

~Happy Reading~

Kris melempar bantal kesembarang arah. Dia lelah karena penerbangan selama dua belas jam yang lalu. Pria itu baru saja tidur kurang lebih setengah jam dan kini suara tangis bayi itu membuatnya tidak bisa tidur nyenyak. Bolehkan dia berkeinginan jahat untuk membuat bayi yang menangis itu lenyap?. Lagipula, bayi siapa itu yang menagis dengan nyaringnya?. Tidak bisakah sang orang tua paham kalau ada seorang pria kelelahan mencoba untuk istirahat?.

“Damn you baby!.”

Kris mengumpat, kekesalannya sudah tidak bisa ditahan. Dia tidak ingin mendapatkan suatu penyakit karena menahan emosi. Tangisan bayi malam yang dingin?, oh orang tua mana yang tega membiarkan anaknya menangis seperti itu?.

Langkah Kris berhenti tiba-tiba. Barusaja dia menyadari satu hal. Tangisan bayi di malam hari terdengar dari luar apartement yang berada di lantai tiga?. Pria itu mulai berfikir yang tidak-tidak dengan membayangkan makhluk astral mulai menghantui tempat tinggalnya.

“God!, should I go?.”

Dia ingin pergi, kembali ke kasur empuknya dan berharap ini semua adalah mimpi. Tapi rasa penasaran Kris lebih kuat, dia putar perlahan knop pintu. Jantungnya berdegub kecang ketika pintu mulai dia dorong, kemudian terasa seperti sesuatu ikut terdorong mengikuti pintu seiring dengan suara tangis bayi yang berubah menjadi tawa kecil.

Kris melihat sisi lain dari pintu. Sebuah keranjang dari rotan dengan tumpukan kain diatasnya. Apa itu?, dan kenapa suara tangisan bayi kembali terdengar?. Kris memutuskan untuk melihat isi dari keranjang itu. Dia buka kain penutupnya lantas begitu terkejut ketika tahu isi dari keranjang rotan tersebut.

“WHAT THE HELL IS IT?!.”

***

“Hunnie!.”

Sehun berbalik dan menatap kesal gadis yang sudah mengganggu perjalanannya kesekolah.

“Apa?, kali ini kenapa kau memanggilku?!.”

Gadis berkuncir dua itu tersenyum manis pada Sehun. Sedangkan yang mendapat senyuman manis memasang wajah sebal.

“Aku hanya memanggilmu, memang tidak boleh?.” Kata gadis itu dengan suara imutnya.

“Yak!, Oh Sebyun!.”

Gadis lain namun dengan penampilan berbeda juga menyapa Sehun. Gadis itu menyampirkan tasnya di punggung, seragamnya tampak tidak rapi tapi dia cukup manis. Sehun semakin sebal dengan kedatangan gadis itu.

“Apa?, ada urusan apa kalian memanggilku?. Dan kau Hyemi!, namaku Sehun bukan Sebyun!.” Ujar Sehun, kalimat terakhir dia menunjuk gadis yang baru datang.

“Kami memanggilmu karena kami ingin.” Dua gadis itu berbicara bersamaan.

Sehun menggeram. Ini pagi pertama sekolah dan harus dikacaukan dengan gangguan dari dua gadis ini?. Yoo Hyemi dan Jin Sujin, gadis yang sudah setahun ini mengagumi Sehun. Tapi bagi pria itu mereka adalah pengganggu, stalker yang menyebalkan.

“Kau mendengar suara tangis bayi, Sebyun?.”

“Namaku Sehun!.”

Walau kesal, tapi Sehun ikut menajamkan pendengarannya. Mencari suara tangis yang Hyemi maksud.

“Benar!, aku mendengarnya!.” Sujin berseru senang karena berhasil mendengar suara tangis bayi tersebut.

Sehun menatap gadis itu malas lalu segera mencari sumber suara. Hyemi dan Sujin berjalan dibelakang Sehun, berjalan mengendap dan berusaha tidak menimbulkan suara yang bisa memecah konsentrasi mereka. Sehun sampai di tumpukan kardus yang dia yakin suara tangis bayi itu berasal darisana. Dia berbalik dan menatap dua gadis yang saling memeluk, Sehun meminta pendapat dan dua gadis itu mengangguk sambil mengibaskan tangan, menyuruh Sehun segera membuka tumpukan kardus itu.

Dia menghela nafas lalu menghembuskannya perlahan, setelah berdehem pelan Sehun mulai membuka tumpukan kardus yang paling atas.

“BAYI?!.”

***

Chanyeol menerima sekaleng soda yang seorang gadis berikan padanya. Pria itu tersenyum manis membuat sang gadis merona pipinya lalu pergi dengan perasaan berbunga-bunga. Lalu gadis lain yang mengantri di belakang gadis tadi menyerahkan sekardus susu kotak. Teman Chanyeol yang sedari tadi memandang iri, agak terkejut dengan apa yang gadis itu berikan.

“Gomawo.”

Chanyeol tersenyum menerima sekardus susu kotak itu, lantas menaruhnya diatas meja bersama dengan hadiah-hadiah lain dari para fansnya. Setelah gadis terakhir memberikan hadiah dan pergi, Chanyeol berkumpul dengan teman-temannya.

“Lumayan juga, hari ini kau mendapatkan banyak hadiah.” Ujar salah satu temannya.

“Mau aku apakan semua ini?.” Chanyeol berkata sedih, dia benamkan kepala pada kedua lengan yang bertumpu diatas meja.

“Apa kau merasa lelah?, padahal enak kau bisa makan tanpa bayar. Sedangkan kami?.”

Chanyeol mengangkat kepalanya, menatap kedua temannya dengan mata sayu.

“Bagaimana jika mereka masuk kerumahmu?, menaruh sesuatu yang mengerikan dan kau harus merawat sesuatu tersebut?.”

Kedua teman Chanyeol saling menatap tidak mengerti, ketika mereka hendak meminta keterangan lebih lanjut, pria itu sudah kembali membenamkan kepalanya. Tidak, Chanyeol merasa tidak seharusnya bercerita kepada dua temannya itu. Walau sudah bersahabat sejak SMA, tapi dua pria itu tidak bisa menjaga rahasia. Sekali Chanyeol bercerita tentang sebuah rahasia, maka tak lama rahasia itu akan menyebar keseluruh penjuru kampus.

‘Bayi itu… Chen dan Baekhyun tidak boleh tahu tentang dia.’

~To Be Continue~

Enjoy the story guys. Btw untuk sosok anak si tiga cogans itu gambar bayi di poster sesuai sama urutan cerita ya.

Karena masih prolog silahkan RCL juseyooo~~~

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Three Baby, Three Story (Prolog)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s