[EXOFFI FREELANCE] Open Sky (Chapter 1)

| Title :열린 하늘 (Open Sky) — Chapter 01 (It’s Not Fine) |

| Author : DeeMilu |

| Rating : PG – 17 / M |

|Main Cast : Byun Baekhyun (EXO) & Kim Taeyeon (SNSD)|

|Support Cast : Oh Sehun (EXO), Kim Doyoung (NCT), Lee Jieun (IU), and other (find it by yourself)|

|Genre : Romance, Friendship, Fluff, Hurt/Comfort|

|Length: Chaptered|

|Disclaimer : Cerita ini pernah di publish di Wattpad pribadiku (@DeeMilu),  I’m just owned this story. Original Characters is Mine, All Cast belong to God, and their family. |

Inspired by Open Sky (Ken Gao ft. Elise Hsiung), my true story, some drama, and other

[WARNING!! : TYPO BERTEBARAN! DAN BEBERAPA KECACATAN LAINNYA]

“Our hearts fell before we knew. Remember things we, we used to do?”Open Sky (Ken Gao ft. Elise Hsiung)

|Summary : Ketika sebuah ingatan yang hilang harus dipaksa untuk diingat kembali, Byun Baekhyun harus mengingat lagi kenangan itu. Kini, ia harus bertemu dengan sang mantan kekasih yang tidak pernah ia lihat wajahnya dan ia dengar suaranya, Kim Taeyeon|

*Tolong Baca Author’s Note dibawah ya! Hargai kerja kerasku T~T

©2017 DeeMilu’s

-Chapter 01-

Recommended Song : Taeyeon (태연) – Fine

Taeyeon POV

Seoul National University Hospital

2.30 PM KST

Ah~ hari ini sudah 3 pasien yang datang ke ruanganku, cukup melelahkan bukan?. Oh apa aku belum memperkenalkan diri? Aku adalah seorang Psikiater yang sedang bekerja di SNUH (Seoul National University Hospital). Sebulan setelah wisudaku di SNU aku langsung ditawarkan bekerja di rumah sakitnya. Saat ini usiaku telah menginjak 22 tahun, tepatnya sejak 5 bulan yang lalu. Aku tinggal di apartemen bersama adik laki-lakiku, Kim Doyoung. Kedua orangtuaku tak mau tinggal di tengah hiruk-pikuk Seoul.

Terlalu sesak dan berisik untuk menjadi tempat kami menghabiskan waktu berdua sebelum kami berbau tanah Taeyeon-ah, keluh mereka.

Sungguh berlebihan, bukankah kita bisa membeli rumah yang lebih damai dan tenang di sini. Ah sudahlah aku cukup lelah untuk membahas itu hari ini, biarkan aku istirahat sebentar saja. Kututup kedua mataku, dan aku pun mulai memasuki alam mimpi.

Taeyeon POV end

Author POV

Pintu ruangan itu terbuka dengan tergesa-gesa, dan menampakkan sesosok wanita berambut pendek dengan kacamata yang bertengger dihidungnya. Ia melipat tangan didada, melihat wanita didepannya sedang memejamkan mata. Ia pasti kelelahan, pikirnya.

Mianhae(Maaf) Yeon-ah aku membangunkanmu,tapi kau dipanggil oleh Kim Daepyeo keruangannya sekarang.”

Wanita yang dipanggil tersebut pun melenguh pelan dan membuka matanya perlahan menatap lawan bicaranya, “ Ahh~ aku cukup lelah hari ini, kira-kira ada keperluan apa Kim Daepyeo memanggilku, Lisa?”

“Mana kutahu, intinya saat ini dia menunggumu diruangannya. Sekarang.”

“Alisa-chan~ ugh aku ingin segelas strawberry milkshake sekarang, aku sangat mengantuk.”

“Baiklah nanti akan kubelikan Yeon-ah, sana temui Kim Daepyeo. Nanti beliau bisa marah padamu,” dicubitnya pipi gembul Taeyeon agar pemiliknya itu benar-benar sadar dan bangun.

A-aak! Yak! Sakit Lisa-chan,” segera ia elus pipinya yang mulai memerah, “Oke aku kesana sekarang, aku akan bersiap-siap dulu.”

Selepas kepergian Alisa, Taeyeon segera merapihkan rambut dan pakaiannya yang nampak agak kusut, memberi sedikit sentuhan lip ice ke bibir plum nya itu dan segera keluar dari ruangannya menuju ruangan atasannya tersebut.

Diketuknya pelan pintu didepannya, “Kim Daepyeonim, apa anda memanggil saya?”

Ah ne, masuklah Taeyeon-ssi.

Taeyeon pun membuka kenop pintu dan segera masuk kemudian menduduki kursi didepan meja Kim Daepyeonim.

“Taeyeon-ssi, aku ada kabar baik untukmu,”dengan senyuman malaikat yang memabukkan, ia pimpinan SNUH— Kim Suho, menatap Psikiater cantik didepannya.

“Apakah itu Daepyeonim?” tanya Taeyeon.

“Bulan depan kau boleh membuka klinik sendiri karena kau sudah cukup bagus 6 bulan ini, jadi aku memberikanmu izin jika ingin bekerja di dua tempat sekaligus.”

Jinjjayo(Benarkah) Daepyeonim?” mata yang biasa menyipit itu seketika membola, ia menatap atasannya tersebut dengan perasaan tak menentu.

Beruntunglah kau Taeyeon, karena jarang sekali seorang fresh graduate sepertimu langsung mendapatkan izin ini. Aku melakukan ini karena banyak pasienmu yang menginginkanmu membuka praktek dirumah. Mereka merasa nyaman denganmu.”

“Terima kasih banyak Daepyeonim atas kesempatannya,” dengan membungkuk dan senyuman yang terpatri diwajahnya, Taeyeon pun meninggalkan ruangan atasannya tersebut dan segera menuju ruang prakteknya kegirangan.

Segera dirogohnya ponsel berwarna soft pink miliknya dari kantong blazer putih yang sedang ia pakai saat ini, dan men-dial no.panggilan cepat 1.

Halo? Ada apa nak?

“Eomma, mulai bulan depan aku mulai membuka praktek di dekat apartemenku! Bukankah ini hebat? Aku bisa membiayai kuliah Doong-ie selama beberapa tahun kedepan.”

Ah, jinjjayo? Baguslah nak, Eomma dan Appa mendukung niat baikmu. Sebaiknya kau segera beritahu Doyoung , ia pasti sangat senang.

Ne Eomma, arraseo. Jagalah diri kalian baik-baik dirumah, aku menyayangi kalian!”

Piip.

Sambungan pun dimatikan, dan Taeyeon menekan no.panggilan cepat 3 dengan tergesa-gesa. Ia sudah tidak sabar lagi memberitahu adik kesayangannya itu tentang hal ini.

Halo Noona, ada apa menelponku? Tumben sekali.”

Aku punya kabar baik untukmu Doong-ie.”

Apa itu Noona?”

“Aku baru saja diizinkan untuk membuka praktek dirumah, dengan begitu Noona bisa membantu meringankan beban orangtua kita untuk biaya kuliahmu.”

Benarkah Noona? Wah daebak! Jangan lupa untuk mentraktirku di cafe ketika kau sudah tidak terlalu sibuk, oke?

Aish, kau ini hanya traktir saja yang ada di otakmu, sudah sana urusi kuliahmu agar cepat lulus dan menyusul Noona. Kumatikan nde?kkeut.”

Piip.

Sambungan dari smartphone tersebut pun berakhir untuk kedua kalinya. Taeyeon begitu bersemangat atas apa yang terjadi hari ini, dalam diam ia terus bersyukur atas apa yang telah ia dapatkan hari ini. Karena jadwal prakteknya telah habis, ia bisa segera pulang setelah ini. Taeyeon bersiap-siap merapihkan ruangan prakteknya dan mengambil tas mungilnya berjalan keluar dari ruangan tersebut, menuju ke luar rumah sakit dan ke tempat ia memakirkan mobilnya.

Author POV end

.

.

.

Baekhyun POV

Disisi lain kota Seoul

4.00 PM KST

Udara sore ini cukup mendukung suasana hangat yang menyebar disekitarku. Dengan Hoverboard kesayanganku, hampir seperempat daerah Sungai Han ku telusuri. Tunggu, apa kalian tidak tahu siapa aku? Kalian tak mengenalku? Bisa-bisanya kalian tak mengenal seorang Byun Baekhyun yang selalu tampan dan keren setiap saat.

Ah apakah itu si CEO muda yang tampan itu? Dilihat dari dekat memang tampan kyaaa!”

“Eh, tapi bukankah dia Biseks?”

“Iya, tampaknya kau benar. Beritanya sudah tersebar di publik. Cih , ganteng-ganteng Gay.”

Sialan, gosip murahan itu lagi kudengar. Siapa bilang aku Gay hah? Aku masih normal! Aku masih menyukai wanita berdada besar dan bertubuh S-line. Lihat saja nanti, akan kutuntut kalian semua.

Daripada aku marah-marah, lebih baik aku memperkenalkan diri. Aku adalah anak sulung dari keluarga Byun yang saat ini menjadi CEO di NCSoft. Perusahaan game terbesar no.1 di Korea itu adalah milikku. Ingat! Milikku. Benar-benar hasil kerja kerasku, karena aku lebih senang menikmati hasil jerih payahku sendiri daripada menerima hasil dari yang Appa miliki.

Aku memang lahir di Korea, namun masa kuliahku dihabiskan di Belanda. Tempat orangtuaku dan Sehun tinggal. Ya, aku cukup jenius karena setelah 3 tahun kelulusanku dari salah satu universitas di Belanda, aku dapat membangun perusahaan game yang sekarang ini telah sukses besar. Walau aku terlihat santai, aku juga masih bertanggung jawab memimpin perusahaanku.

Namun beberapa hari ini pikiranku diusik dengan hal-hal yang sangat amat menggangguku. Aku merasa ada yang ingin merebut NCSoft dariku, dengan ancaman ‘NCSoft akan hancur kalau kau tidak menyerah’ yang selalu dilakukan si pelaku. Ia selalu mengganggu tidurku, sehingga aku jarang tidur nyenyak akhir-akhir ini. Aku harus mencari cara lain agar diriku tidak stress karena hal ini.

.

.

.

Yeoboseyo Daepyeonim? Kenapa menghubungi saya? Apa ada masalah?”

Hanya ingin memberitahu bahwa aku akan mampir ke cafe favoritku untuk beristirahat sebentar.”

Ah arraseo, akan saya hapus jadwal-jadwal yang—”

Tidak perlu, aku akan datang jika ada jadwal mendadak. Aku hanya sekedar mampir sebentar. Sudah itu saja, Kututup Jongin,” ku masukkan kembali ponsel silver-ku kedalam kantong celana yang kukenakan.

Kakiku melangkah menuju cafe bernuansa klasik namun terdapat juga sisi modernnya. Kulihat sekitar dan hanya terdapat beberapa tempat kosong, karena memang cafe ini cukup ramai dan disukai banyak kalangan. Aku memilih tempat duduk yang dekat dengan jendela.

“Pelayan!” teriakku pelan. Perlahan seorang pelayan wanita mendekat kearahku.

“Ada yang bisa dibantu Tuan? Anda ingin memesan apa?”

” Satu Strawberry Ice Cream dan Jjangmyeon.”

“Baiklah, pesanan Anda akan datang dalam 10 menit.”

“Terimakasih cantik,” smirk terpatri di wajahku dan kulihat pelayan tersebut tersenyum malu-malu. Siapa yang bisa menolak pesona seorang Byun Baekhyun? No one.

Dan aku baru menyadari ada seseorang yang sedang tampil di depan dengan memainkan gitar, ketika aku merasa petikan gitar memasuki indra pendengaranku.

Uimi eopsneun nongdam, jugobatneun daehwa (Lelucon, obrolan ringan)” Aku menoleh kearah sumber suara tersebut, kulihat seorang yeoja berambut coklat keemasan sedang memainkan gitar akustik di panggung cafe tersebut.

Saramdeul teume nan~ amureohji anha boyeo (Aku terlihat baik-baik saja di hadapan orang-orang)

Semua orang memberikan perhatian penuh menunggu kelanjutan permainan jari-jari cantik wanita tersebut. Aku hanya terdiam menatap yeoja tersebut. Yeoja itu… tampak familiar.

Mudin cheok useumeul jieo boimyeo (Aku berpura-pura baik-baik saja dengan senyuman di wajahku)

Neoran geuneureul aesseo oemyeonhaebojiman (Aku mencoba untuk tak memikirkan bayangan yang aku sebut “kamu”)

DEG

Aku merasa tersindir entah kenapa, sebenarnya apa yang terjadi padaku? Tumben sekali aku memperhatikan orang-orang disekitarku, memang kuakui kalau aku penikmat musik, bakat menyanyi dari Eommaku menurun padaku. Jadi aku suka mendengar penampilan di cafe yang aku singgahi.

Uri majimak geu sungani jakku tteoolla (Aku tak bisa memikirkan saat-saat terakhir kita)

Sarat tatapan yeoja itu menggambarkan seolah-olah ia merasa sangat tersakiti. Aku merasa terbawa suasana dan terus memperhatikan ekspresi penghayatan yang yeoja itu tunjukkan.

“Jal jinaeran mari jeonbuyeossdeon damdamhan ibyeol (Perpisahan yang hanya sekedar ucapan selamat tinggal)”

Sebuah perpisahan yang tidak diinginkan, itukah pesan sebenarnya dari lagu yang yeoja itu nyanyikan? Aku tak sabar, bagaimana akhir lagu ini.

Ajigeun aniya, Babocheoreom doenoeneun geu mal (Tidak, belum. Aku terus mengulangi seperti orang bodoh)”

Ipgae maemdoneun mareul samkil su eopseo, It’s not fine (Aku tak bisa berlama-lama menahan kata-kata di bibirku. Ini tak baik-baik saja)

Suara tepuk tangan memenuhi cafe dan wanita tersebut bangkit dan membungkukan badannya tanda ia mengakhiri penampilannya. Wanita tersebut turun dari panggung dan langsung disambut oleh seorang wanita lainnya.

“Wah, Permainan gitar dan suaramu selalu bagus dan menarik perhatian para pelanggan Taeng.”

“Ah, tidak juga Tiff, aku hanya menyumbangkan lagu untuk menghibur pelanggan-pelangganmu saja. Kebetulan arah pulang ke apartemenku lewat daerah sini, aku menyempatkan diri untuk mampir dan sekedar bermain sebentar.”

“Datanglah lagi ketika kau tidak sibuk hmm? Terimakasih banyak untuk hari ini, hati-hati dijalan Taeng!”

Sedari tadi aku memperhatikan percakapan kedua wanita tersebut, namun fokusku hanya tertuju pada yeoja yang dipanggil Taeng itu.

“Tuan, pesanan anda sudah datang, apa ada lagi yang anda inginkan?” perhatianku teralihkan kepada pelayan yang sedang menata pesananku di meja.

“A-ah iya, terimakasih kau boleh kembali,” setelah pelayan tersebut kembali, aku hanya menatap kosong Ice cream dan Jjangmyeon didepanku.

Aku bahkan tidak menyadari pelayan tadi telah membawa pesananku, netraku segera mencari wanita tadi. Ternyata ia sudah memasuki mobilnya dan pergi. Ini aneh, kenapa aku mencarinya? Dan…. Taeng? Aku seperti pernah mendengar namanya. Lebih baik aku segera menghabiskan pesananku dan kembali ke kantor.

Baekhyun POV end

Taeyeon POV

Mobilku melaju cukup cepat karena aku ingin segera menuju apartemen kesayanganku, aku cukup lelah. Lagipula aku juga harus menyiapkan makan malam untukku dan Doong-ie. Tiba-tiba ponselku berdering, aku menggunakan handfree untuk berkomunikasi sambil mengemudi tentu saja. Kulirik ponselku dan menampilkan nomor tak dikenal.

“Halo? Nuguseyo? (Siapa ini?)”

“Ini aku, IU”

DEG

Jantungku berpacu cepat mendengar nama itu, sudah sejak lama aku tak mendengar kabar tentang Jieun Eonnie. Aku cukup merindukan dia— ah maksudku Jieun Eonnie.

Ada apa Eon? Ini sudah 5 tahun lamanya sejak Eonnie menghubungiku.”

Eonnie hanya ingin memberitahumu sesuatu hal yang mungkin cukup penting, dan aku juga merindukanmu. Sudah lama kita tidak saling menghubungi,” kedua alisku bertautan, aku dibuat penasaran dengan kata-katanya.

Dengan menahan ekspresi dan suaraku aku bertanya, “Apa itu eonnie?

Kau masih ingat dengan Baekkie?

Tentu saja aku ingat, nama itu yang sampai sekarang masih sering mampir dipikiranku, “Tentu saja aku masih mengingatnya Eon, ada apa dengan Baekkie Oppa?

Dia… aku melihatnya keluar dari Kokobop Cafe, sekitar beberapa menit yang lalu. Dan aku mendapatkan nomormu dari akun SNS milikmu. Jadi aku merasa informasi ini cukup penting untukmu.”

Eonnie tidak perlu repot-repot melakukannya, aku sedang berusaha untuk move on—”

Kau tak perlu membohongiku Tae, aku tau bagaimana keras kepalanya dirimu untuk mencari tahu tentang Baekkie dulu, aku masih mengingatnya dengan baik. Kau tak perlu khawatir, aku akan mencoba untuk mempertemukan kalian berdua. Kututup ya Tae.”

N-nde? Ah Eonnie chakkamman!— “

Akhirnya hanya suara nada telepon yang telah putus yang kudengar, tidak. Aku tidak ingin berhubungan dengan dia lagi. Aku cukup lelah menunggu dia selama 7 tahun belakangan ini, aku akan mencoba untuk benar-benar move on darinya. Lagipula apa motif Jieun Eonnie sebenarnya mempertemukan kami? Ini mencurigakan, pasti ada sesuatu di balik semua ini.

Tak terasa mobilku telah berada didepan apartemenku, segera kuparkirkan mobilnya dan keluar. Hari sudah semakin malam, matahari mulai menyapa sang bulan. Aku segera mempercepat jalanku menuju kamar apartemenku.

  1. Nomor apartemen tempat tinggalku dan Doyoung, segera kutekan kodenya agar aku dapat masuk dan beristirahat. Kulihat suasana apartemen ini sepi. Namun dapat kulihat sepasang sepatu tertata rapi dalam rak. Ah mungkin Doyoung sedang berada di kamarnya, lebih baik aku kekamarku dan segera membersihkan tubuhku yang terasa lengket ini.

Cklek.

Kubuka pintu kamarku dan tanpa kusadari, tas yang sedari tadi kubawa telah terjatuh dengan beberapa barang berserakan. Suasana kamarku cukup berantakan. Aku cukup kaget melihatnya, seingatku tadi pagi sudah kurapihkan. Aku pun menelusuri kamarku dan menemukan seseorang sedang membaca buku, hey! siapa dia berani-beraninya memasuki kamarku?. Tunggu… buku itu, aku seperti mengenalnya. I-itu Buku Diary-ku. Sekiya itu menoleh dan kaget melihatku, mataku membola melihat siapa orang tersebut.

“K-KIM DOYOUNG? APA YANG KAU LAKUKAN DIKAMARKU HUH? KENAPA KAU MENYENTUH BARANG-BARANGKU?”

Doyoung yang kutatap sedari tadi hanya melemparkan tatapan polosnya, seperti tak merasa melakukan kesalahan apapun. Hal itu membuat emosiku membuncah, aku tak menyangka. Kenapa adikku begini? Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa hari ini begitu… amat sangat melelahkan? Kepalaku terasa pusing, dan aku tak dapat menopang beban tubuhku lagi, dan yang kulihat terakhir kali semuanya menjadi gelap.

TBC

Author’s Note :

So~ Hello guys! para readers setiaku, dan para Siders juga. Terima kasih udah membaca karya aku yang satu ini. Maafkanlah jika banyak tata bahasa dan typo bertebaran.

Aku bener-bener mengharapkan respon dari kalian, bukan karena maruk comment dan like tapi aku juga butuh feedback untuk karya yang aku buat. Walau gak sebagus author yang berpengalaman, tapi waktu dan pikiranku tersita loh untuk FF ini. 

So, Tunjukkan respon kalian padaku, dan dukung aku agar lebih semangat. Aku akan berusaha untuk update ASAP.

Wait for me okay?~ Byebye !

 

4 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Open Sky (Chapter 1)”

  1. Hai dee, sorry baru mampir ^^
    Suka banget sama ceritanya, rapi kok penulisannya, bikin reader ngerti mana bagian flashback atau bagian pov nya 😉
    Jangan bilang Baekhyun halusinasi punya “kepribadian” lain hahaha
    Doyoung juga punya “kelainan” kayanya hehehe secara Taeyeon kan psikiater tuh 😅
    bakal seru nih , penasaran dee 😉
    Fighting 💪💪💪

  2. Sebenernya aku tertarik karena castnya couple yang aku suka, bahkan aku lupa aku lagi baca ff tapi gak tahu judulnya hehe maklum namanya juga baru chapter 1, o ya aku penasaran sama cerita masa lalu mereka, kok si baek gak inget sama taeng jelas jelas si taeng kan mantan si baek-eh bener gak sih? Apa masih jadi kekasih tanpa kepastian? Ceilah 😀 baper terus aja baper wkwkwk. Aku suka deh ceritanya, jarang aku baca ff yang cast nya mereka berdua, soalmya aku nge shipper mereka baekyeon :-* keep writting ne! 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s