[EXOFFI 5th Birthday] HIDDEN MOON story by IRISH

—  HIDDEN MOON —

Starring by:

Ahra x Suho — Reen x Xiumin — Chellynne x Jongin — Yara x Chanyeol

— Crime x Dark x Psychology x Suspense — PG-17 (suitable for 15+ readers) — Ficlet Mix —

“I never belonged anywhere until I met you.” — Ann Aguirre, Enclave

Disclaimer:

Storyline and art created by IRISH. OC(s) included on these stories belongs to: AYUSHAFIRAA; anneandreas; Gxchoxpie, shaekiran. Do not copy paste my story without my permission, if you do then you comitted a crime. This story dedicated for EXO Fanfiction Indonesia’s 5th Anniversary.

[warning: poster yang lembut tidak berarti isi ceritanya penuh kelembutan]

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

[1] Ahra x Suho [1]

“Cinta itu munafik, Ahra. Cinta tidak pernah berpihak. Malah, dia lebih suka menertawai orang-orang yang jatuh padanya. Kamu tidak tahu?”

Harusnya Ahra tahu, kalau Suho adalah keindahan yang berbahaya. Ibarat rembulan, Suho itu bulan yang enggan menampakkan sosoknya, jadi malam pun akan berubah kelam dan mengerikan. Tetapi ketika rembulan ada, kita justru tidak pernah memuji keindahannya.

Begitu juga teori Ahra tentang Suho sekarang. Dia begitu indah, tapi Ahra tidak pernah ingat untuk memuji pria itu. Sehingga saat keindahan dalam diri Suho tidak lagi ada, yang Ahra temukan hanya sebongkah identitas mengerikan.

Tidak, dulu Ahra tidak tahu itu. Dan dia sungguh tidak tahu kalau pria—yang tiga bulan lalu ditemuinya tengah berurusan dengan polisi karena secara tidak sengaja Ahra menuduhnya sebagai seorang mesum yang berusaha meraba tubuh Ahra di tengah sesaknya kereta bawah tanah—bernama Suho itu memang nyatanya seorang kriminal.

Kalau saja Ahra tahu lebih awal, dia pasti tidak akan membiarkan dirinya jatuh pada pesona innocent yang pria itu suguhkan. Belum lagi, jantung Ahra juga tidak pernah mau diajak bekerja sama. Tiap kali ada Suho, tiap kali itu juga jantung Ahra akan berdegup dengan begitu kencangnya sampai Ahra pikir dia mungkin bisa serangan jantung karenanya.

“Aku tidak tahu, Suho. Dan mana aku tahu kalau kamu ternyata seorang penjahat.” Ahra berkata dengan pasrah.

Tidak, tolong jangan bayangkan Ahra sedang terikat dengan tali tambang di kursi kayu dan lantas Suho akan berbuat macam-macam terhadapnya. Ahra tidak diikat, kok, Suho masih punya nurani. Dia tidak mau menggores tubuh Ahra sebab baginya tubuh indah Ahra adalah mahakarya.

“Bukannya aku sudah jadi penjahat yang mencuri hatimu?” tanya Suho membuat Ahra ingin sekali menghantam kepala pria itu dengan high heels yang sekarang dikenakannya. Tapi tentu Ahra tidak berani bertindak, sebab kedua tangan Suho sekarang sedang sibuk bermain dengan pisau.

Eits, pisau itu bukannya akan digunakan untuk membunuh Ahra. Sekali lagi, tubuh Ahra adalah pahatan sempurna di mata seorang Suho.

“Iya, aku memang jatuh cinta padamu. Tapi ternyata kamu hanya memperalatku, menjadikanku mangsamu, dasar pedofil!” Ahra menghujat dengan kasar, meski sebenarnya kalau dihitung-hitung jarak usia Ahra dengan Suho juga tidak begitu jauh.

Hanya sepuluh tahun, tapi well, Ahra tidak mau kalah berdebat dengan pria itu tentu saja.

“Kamu tahu, semua orang menganggapku tidak pantas untuk ada di tengah-tengah mereka, sampai aku bertemu denganmu, Ahra. Kamu wanita pertama yang memerlakukanku dengan sangat baik. Dan aku suka itu.

“Maksudku, aku menyukai tindakanmu padaku. Dan aku juga cinta padamu, tapi bukan cinta yang kumaksudkan bahwa kita akan ke jenjang pernikahan. Aku hanya cinta pada keindahan yang ada pada pribadimu saja.”

Cih, sekarang Ahra rasanya ingin berdecih muak. Dia sudah terlampau sering mendengar kata-kata semacam ini lolos dari bibir Suho. Dan Ahra sudah bosan, tidak, lebih tepatnya saat ini dia sudah tahu benar kalau kata-kata itu adalah kebohongan.

“Kalau kamu memang cinta padaku, atau apapun yang ada padaku, mengapa tidak lekas saja kita akhiri kebodohan ini? Aku juga sudah lelah kamu bohongi. Pada akhirnya, aku juga jadi korbanmu, ‘kan?”

Suho, tersenyum kecil sebelum dia kemudian mengangguk.

“Iya, benar Ahra. Kamu akan jadi koleksi ke-tujuh belas milikku. Lihat semua patung lilin cantik yang berpose cantik di dalam kamarku? Mereka semua adalah wanita yang aku cintai. Dan kamu akan jadi salah satu dari mereka juga. Jadi, kamu mau tertidur dengan tenang sekarang, atau aku harus membuatmu tertidur?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

[2] Reen x Xiumin [2]

“Sebaiknya dibunuh atau tidak, ya?”

“Bunuh saja, buat apa dibiarkan hidup?”

Minseok tersenyum simpul saat mendengar sahutan dari wanita yang ada di hadapannya. Baru saja, dia berusaha mengintimidasi si wanita, tapi rupanya wanita itu terlampau kuat untuk bisa Minseok buat meringkuk ketakutan.

Bahkan saat Minseok sudah memberikan ancaman kematian, dia masih tidak gentar.

“Aku tidak pernah berniat membunuh, sih. Tapi kalau kamu memaksa, ya sudah aku tidak bisa menolak.” Minseok lagi-lagi berkata, yang malah membuat si wanita terkekeh pelan.

Aduh, kamu terlalu bertele-tele, Minseok. Bukannya tujuanmu memang mau membunuhku, ya? Karena kamu kutinggal menikah, begitu? Wah, aku sungguh kasihan padamu. Apa kamu sebegitu tidak lakunya di kalangan wanita?”

Hampir saja Minseok kalap saat mendengar kalimat wanita tersebut, kalau saja dia tidak ingat kalau wanita itu adalah wanita yang sudah dicintainya selama hampir sepuluh tahun. Tapi sayang oh sayang, cinta Minseok bertepuk sebelah tangan.

Karena perempuan itu tidak pernah mencintai Minseok. Lagipula, dulu Minseok sama sekali tidak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan pria yang sekarang berstatus sebagai suami si wanita.

“Reen, kamu dulu tidak pernah bisa bicara sarkatis seperti ini. Kamu sudah banyak berubah, ya…” Minseok mengenang, terakhir kali dia bicara dengan si wanita—Reen namanya—adalah satu hari sebelum pernikahan wanita itu.

Tapi dulu Minseok ingat benar kalau Reen adalah pribadi baik yang selalu bertutur lembut. Mengapa sekarang Reen seolah jadi orang asing bagi Minseok?

“Dengar ya, Minseok. Aku ini sudah jadi seorang ibu beranak dua. Sudah enam tahun berlalu sejak kita terakhir kali bertemu. Dan kamu pasti tidak paham bagaimana beratnya bebanku sebagai seorang ibu dan wanita karier.

“Sekarang, kamu dengan membabi-buta datang ke rumahku, menyekap suamiku dan membuat kedua anakku tertidur dengan obat tidur. Lalu kamu ikat aku seperti ini, berusaha menakutiku dengan kata-kata kasar.

“Kamu pikir kita sedang syuting drama? Kita sudah bukan remaja lagi, Minseok. Coba kamu pikir, mau jadi apa kehidupanmu kalau aku dan keluargaku mati? Apa kamu bisa bahagia? Tidak ‘kan?”

Alih-alih merasa takut karena keadaan yang Minseok berusaha ciptakan, Reen justru mengubah suasananya menjadi sebuah arena omelan. Bukannya berniat untuk melucu, tapi sebenarnya Reen sudah terlampau ketakutan.

Bagaimana tidak, suaminya sekarang disekap di kamar mandi, bisa Reen pastikan suaminya akan menggigil kedinginan, dan hipotermia. Kemudian, anak sulungnya yang berusia empat tahun terlelap karena obat tidur. Bagaimana kalau anak sulungnya itu overdosis obat tidur?

Belum lagi si bungsu yang masih berusia sepuluh bulan sekarang terlelap di kamar, Reen hanya bisa berharap Minseok tidak memberi si bungsu obat tidur juga. Reen ingat apa kata dokter, si bungsu punya alergi terhadap obat-obat tertentu. Bisa repot kalau sampai alergi si bungsu kambuh, ‘kan?

“Reen, kamu tidak sadar situasi, ya? Aku ini bisa membunuhmu dalam sekejap mata. Kamu tidak tahu?” kata Minseok membuat Reen menghembuskan nafas panjang.

“Aku tahu, dulu kamu juga pernah membunuh teman sekelas kita yang berusaha untuk jadi pacarku. Mana mungkin aku lupa itu. Dan aku juga ingat kamu memukuli setiap murid yang berusaha membullyku.

“Kamu itu seorang penyelamat buatku, Minseok. Kamu membuat aku yang bukan siapa-siapa ini jadi merasa kalau diriku berharga juga dan berhak untuk hidup bahagia. Tapi soal hati mana bisa aku mengerti?

“Aku tidak pernah sedikit pun menyimpan rasa buatmu, Minseok. Bagaimana kalau kita sudahi saja drama ini? Aku mengantuk, Minseok, dan aku tahu kamu juga begitu. Lebih baik kita bicara secara baik-baik sambil menikmati secangkir cokelat hangat.”

Minseok sungguh tidak mengerti, sejak kapan Reen berubah jadi seperti ini? Wanita itu agaknya sudah membuang batas rasional yang ada dalam dirinya sehingga dia bisa bersikap setenang ini di hadapan Minseok yang sudah seharian mengasah pisau dapur untuk digunakannya menghabisi Reen dan keluarganya.

Ya, memang Minseok tidak mengerti wanita, rupanya. Mungkin itu juga yang jadi alasan Reen tidak pernah bisa menaruh hati pada pria itu, karena dia tidak bisa mengerti wanita. Pria itu bahkan tidak sadar kalau sekarang Reen sedang gemetar ketakutan karena ancamannya.

Setidaknya, Reen pandai bersembunyi. Dia sembunyikan ketakutan itu di balik balutan keberanian layaknya rembulan yang bersembunyi di balik gelapnya awan. Tindakan itu pula yang membuat Minseok lagi-lagi jadi orang yang paling tidak mengerti.

“Aku mencintaimu, Reen. Bahkan setelah kamu punya dua anak, aku masih mencintaimu.” ucap Minseok putus asa. Diletakkannya pisau dapur—yang sejak tadi jadi ancamannya bagi nyawa Reen—di atas meja, sebelum dia dengan frustasi menenggelamkan wajahnya di antara kedua telapak tangan.

“Aku tahu, Minseok. Kamu juga tahu aku tidak mencintaiku. Bagaimana kalau kamu lepaskan aku sekarang? Aku bisa membantumu untuk mencari wanita yang pantas untuk kau cintai dan dia juga mencintaimu, kok. Sungguh.

“Kamu tidak tahu ‘kan? Aku ini berbakat menjodohkan orang lain. Ada sekitar tiga atau empat temanku yang menikah dengan orang yang kukenalkan pada mereka. Meskipun kamu punya sikap seperti ini, pasti ada yang bisa mencintaimu, Minseok.

“Ya… meskipun nanti dia ternyata juga sama saja sepertimu, sih. Sama-sama pembunuh juga. Kebetulan aku punya kenalan yang cukup profesional di bidang bunuh-membunuh. Kamu mau aku kenalkan?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

[3] Chellynne x Jongin [3]

“Aku bukannya ingin menyakitimu. Aku berselingkuh hanya untuk coba-coba saja.”

Chellynne sekarang mendengus malas. Berselingkuh untuk coba-coba, kata Jongin. Kenapa tidak sekalian ke motel saja untuk mencoba-coba hal lainnya?

“Terus apa bedanya denganku yang mencoba-coba main ke club malam?” tanya Chellynne dengan nada menantang.

Well, memang tubuh mungil Chellynne jelas tidak ada tandingannya dengan Jongin. Apalagi kalau pria itu sudah bermain tangan. Eits, bukan memukul Chellynne, tentu saja. Tapi memeluk gadis itu sampai Chellynne tidak bisa bernafas dengan baik.

Jongin memang punya hobi memeluk gadis mungil yang sudah jadi miliknya selama dua tahun itu.

“Kalau yang itu berbeda, sayang. Terlalu sering ke club malam bisa membuatmu jadi terbiasa datang ke tempat-tempat sejenis itu. Aku ‘kan tidak mau kamu terkontaminasi hal-hal buruk yang ada di sini.

“Bagaimana kalau mereka kemudian mengenalkanmu pada pria-pria hidung belang? Lalu kamu diajak untuk melakukan hal yang macam-macam?” dengan diplomatis Jongin menasehati gadisnya.

Tapi kenapa di telinga Chellynne sekarang Jongin justru terdengar tidak tahu diri?

Hey, berkaca coba, Kim Jongin. Bukannya kamu sedang bicara tentang dirimu sendiri?” ujar Chellynne kesal.

“Apa maksudmu?” tanya Jongin tidak terima.

“Pria hidung belang yang suka mencoba-coba hal macam-macam dengan wanita yang ditemuinya di club malam. Itu kamu ‘kan?” kata Chellynne dengan penuh percaya diri.

Mendengar perkataan menohok dari sang kekasih, Jongin justru hanya pamer cengiran. Sudah jelas dia tahu kalau dia tidak akan bisa menang kalau berdebat dengan Chellynne. Gadis mungil ini terlampau kuat untuk bisa Jongin kalahkan.

“Tapi tetap saja… aku tidak suka kalau kamu datang ke club malam.” lagi-lagi Jongin mengawali perdebatan.

“Kenapa? Kamu takut ketahuan saat sedang berselingkuh?” tanya Chellynne menyelidik.

“Kalau yang itu aku tidak takut, sih. Toh kamu sudah tahu kalau aku hanya coba-coba saja. Cintaku tetap buatmu seorang, Chellynne sayang. Tapi ya itu tadi, aku tidak mau kalau kamu terlibat masalah kalau sampai ketahuan.” Jongin menuturkan.

Chellynne kemudian menghela nafas panjang. Sudah menyerah dia rupanya terhadap perdebatan yang Jongin tengah coba menangkan. Lagipula, Chellynne sudah pasti menang apapun yang terjadi, mana mungkin Jongin bisa mengalahkannya?

“Ya sudahlah, terserah kamu saja. Asal jangan kamu rusak kepercayaanku. Kamu tahu ‘kan bagaimana aku kalau sudah marah?” Chellynne memperingati Jongin dengan cukup kalem, memang sih, Chellynne terkenal sebagai wanita yang tidak suka bermain kasar, baik dalam bentuk ucapan maupun sikap.

“Tenang saja, kamu bisa percaya padaku, sayang. Omong-omong kamu mau kemana?” tanya Jongin kemudian, sekon berikutnya dia sadar kalau Chellynne agaknya berdandan terlalu rapi untuk sekedar beralasan mau berbelanja ke mall.

“Oh, aku mau cari sasaran baru, tentu saja. Club malam kita sepertinya mulai kekurangan gadis-gadis cantik, sayang.”

Ah, ingatkan Jongin sekali lagi kalau Chellynne adalah seorang mucikari yang menjalankan bisnis prostitusi di club malam ini.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

[4] Yara x Chanyeol [4]

Kalau sepasang kekasih sama-sama suka kekerasan, bagaimana jadinya ketika mereka bertengkar?

Nah, pertanyaan itu juga yang sejak awal Yara pikirkan ketika dia menerima Chanyeol sebagai kekasihnya. Maklum, Chanyeol itu seorang lolicon, sementara Yara sendiri mengakui bahwa dirinya adalah seorang masokis.

Ya, sebenarnya dulu Yara normal-normal saja sih. Sampai kemudian Chanyeol mulai menggila dengan hasratnya pada gadis-gadis yang masih belia. Karena terjebak dalam pertunangan dengan Yara, akhirnya Yara lah yang menjadi korban kemarahan pria itu.

Cinta itu buta, konsep Yara. Sehingga menerima perlakuan Chanyeol pun dia senang-senang saja. Meski sebenarnya Chanyeol tak pernah berbuat ‘kasar’ pada Yara secara seksual, sebab Chanyeol merasa enggan untuk menyentuh tubuh tunangannya itu.

Dilema, memang. Tapi mau bagaimana lagi, hubungan yang sudah berusaha keduanya pertahankan selama empat tahun itu akhirnya meretak juga.

“Tidak usah pura-pura munafik, aku tahu kok kamu lebih suka memandangi celana dalam anak-anak sekolah dasar yang sedang pelajaran olahraga di lapangan daripada melihatku menjemur celana dalam.” Yara sekarang bicara dengan muntab.

Sungguh dia tidak habis pikir, apa sih salahnya menjemur pakaian dalam? Toh, Yara bukannya mencuri celana dalam tetangganya. Tapi Chanyeol sepertinya begitu kesal pada tindakan Yara itu.

“Tapi celana dalam itu bermotif sailor moon!”

Demi Tuhan, ingin rasanya Yara menyumpal mulut Chanyeol dengan celana dalam, kalau saja Yara tidak pikir hal itu menjijikkan.

Hey, celana dalamnya kan aku yang jemur, bukan kamu! Kenapa jadi kamu yang marah-marah?” Yara berkata dengan marah, sengaja dia naik ke atas meja, karena tahu kalau Chanyeol akan marah besar kalau mendengar Yara membantah.

Yah, Yara sendiri hitung-hitung melindungi diri, sih. Sebab tingginya dengan Chanyeol terpaut begitu jauh. Jadi dengan naik ke meja, Yara setidaknya bisa mengimbangi tinggi Chanyeol.

“Kamu sudah berani membantahku, ya?” Chanyeol mulai berang juga.

“Masa bodoh! Kamu yang terlalu kekanak-kanakkan, mana ada di dunia ini orang yang ribut-ribut tidak jelas hanya karena celana dalam!” lagi-lagi Yara berteriak, sungguh, kalau saja dia tahu Chanyeol akan jadi semarah ini, mungkin dia sudah berpikiran untuk membeli jemuran sendiri saja di dalam kamar.

Aduh, coba pakai logikamu. Selain sailor moon, celana dalam itu juga ada yang bermotif hello kitty. Menggelikan, tahu! Kamu pikir aku tidak tahu hobimu itu apa, hah?” Chanyeol sekarang berkacak pinggang, dia sudah memasang ekspresi tidak santai, karena bantahan dari Yara sejak tadi sudah berhasil menaikkan darahnya sedikit demi sedikit.

“Hobi apa!?” Yara sengaja meninggikan suaranya, terang sekali dia sekarang menantang Chanyeol.

Pria itu sendiri tampaknya berusaha untuk bersabar. Dia tidak mau emosinya meledak hanya karena perkara celana dalam, tapi tindakan Yara sekarang begitu kekanak-kanakkan dan tidak punya malu.

Lagipula, tolong, celana dalam itu dijemur Yara di balkon lantai dua rumah Chanyeol, dan pastinya tetangga depan juga sebelah rumah bisa melihatnya. ‘Kan memalukan!

“Pakai logikamu, Yara. Menurutmu apa yang akan orang-orang pikirkan kalau mereka melihat jemuran itu di rumahku?” Chanyeol akhirnya memelankan suaranya.

Tiba-tiba saja Chanyeol ingat kalau sekarang adalah akhir bulan, dan pasti Yara sedang dalam masa-masa ‘itu’ dimana dia berubah jadi dua kali lebih berang daripada biasanya.

Percuma saja meladeni perdebatan yang berusaha Yara ciptakan, ujung-ujungnya Chanyeol pasti akan main tangan dan Yara akan bersorak kegirangan. Dan untuk saat ini, Chanyeol rasanya tidak ingin melihat Yara tertawa kegirangan begitu.

“Yara, sayang, kamu tahu kamu itu segalanya buatku. Meskipun aku begitu suka melihat anak-anak kecil yang bersekolah di ujung perumahan ini, sih. Tapi tanpamu aku itu bukan siapa-siapa, karenamu aku jadi menemukan jati diriku yang sebenarnya.

“Kalau saja aku tidak mengenalmu, aku mungkin tidak akan tahu aku ini orang seperti apa. Tapi kali ini, saja, kamu seharusnya mengendalikan kecemburuanmu padaku. Kamu tahu ‘kan? Orang-orang akan mencurigaiku kalau mereka melihat celana-celana dalam itu kamu jemur di sana?”

Dengan lembut Chanyeol bertutur, berharap wanitanya bisa memahami apa yang sekarang sedang berusaha dia utarakan dengan perlahan.

“Memangnya kenapa? Toh, celana dalam ini bukan punyamu.” Yara menyahut ringan, tahu bahwa dia sudah memenangkan perdebatan, Yara akhirnya bergerak turun dari meja, langkahnya lantas dia bawa ke balkon, diperhatikannya jajaran celana dalam yang sekarang ditunggunya kering itu.

“Iya, memang itu bukan celana dalamku. Tapi semua celana dalam yang kamu jemur sekarang itu kamu dapatkan dari membunuh anak-anak sekolah yang sering kuperhatikan dan kuajak ke rumah ini ‘kan?” Chanyeol akhirnya berkata.

Tentu dia tahu bagaimana ‘gila’-nya Yara kalau sudah cemburu. Sengaja rupanya Yara membunuh semua anak sekolah dasar yang dianggapnya bisa memuaskan kegilaan lolicon yang Chanyeol derita, kemudian celana dalam anak-anak itu dicurinya untuk dicuci dan dijemur di rumah Chanyeol juga.

“Ya biarkan saja, yang membunuh mereka juga aku, bukan kamu. Kalau kamu mau berhenti melihatku bertindak begini, ya kamu juga harus berhenti memperhatikan anak-anak sekolah itu.”

Ya, mau bagaimana lagi. Kegilaan keduanya juga sudah saling melengkapi, sebenarnya. Dan bukannya cinta itu saling melengkapi, ya?

FIN

IRISH’s Fingernotes:

YA LORD, DEAR AYU, DEAR KAK ANNE, DEAR GECE, DAN DEAR EKI, MIANEK SARANGEK, AKU PINJEM OC KALIAN UNTUK DIJADIKAN SESUATU YANG AMAT SANGAT TERAMAT NISTA SEPERTI INI.

Ini enggak tau sumpah ide gila darimana, tau-tau aja begitu ngetik jadinya begini. Enggak ada yang normal satu pun… dan ini kayaknya sampe punyanya yang lain-lain nanti juga enggak bakal ada yang normal T.T

TAPI INI YANG TINGKAT KETIDAK NORMALANNYA UDAH 200%

Tolong maafkan daku, karena ini ngetiknya bukan maunya otak tapi maunya jari, aku sendiri enggak menyangka kalo bakal buat cerita begini… sebenernya cerita-cerita pait-asem begini bukan style akuh… semacam mau dibuat rated tapi enggak rated, dibuat thriller tapi kok motifnya komedi, enggak jelas gitu T.T

Apalagi MAS CAHYO kujadiin mas-mas penggila Loli, WKWKWKWKWK. Astofir udah ah, nanti aku diciduk, padahal aku enggak demen beginian, cuma demen temanya aja, BUAHAHAHA, abis Loli-loli ini ffable sekali ~

EH TAPI REEN-UMIN ORA NORMAL JUGA.

AHRA APALAGI.

APALAGI CHELLYNNE.

TAPI YARA PALING ABNORMAL…. CHANYEOL-NYA MAKSUD AKU YANG ENGGAK NORMAL :’>

YALORD MEREKA SEMUA JADI ENGGAK NORMAL KALO AKU YANG BUAT FF-NYA. BUAHAHAHAHAHA. AKU BAHAGIA.

BTW GENGS, DIRIKU BANGGA LAGI DONG UDAH DAPET LISENSI BUAT BIKIN YANG 21 PLUS PLUS /KEMUDIAN DISAMBIT/ ICIKIWIR :”>

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

15 tanggapan untuk “[EXOFFI 5th Birthday] HIDDEN MOON story by IRISH”

  1. aku bahagia karena yg gak normal gacuma reen umin buahahahhahaha /plak

    ini tapi aku malah ngerasanya cewe cewenya yg pada psikopat gimana gitu, sengklek semua buahahhahahah..

    dan trimakasih untuk reen yang tibatiba uda beranak 2 buahahahhahahaha

    aku reblog yaaa

  2. Ak terkecoh semua ama ceritanya sumpah. Di awal udah suudzon yg gak2 dan dan ternyata etdaaah. . . Terangkanlah. . .
    Ya rab ini si authornya kok makin gesrek buat cerita. Pake lawak segala di tengah tengah genre pyschonyaaaa kan ngakak jadinya. . . Kebayang muka gua yang lagi serius baca jadinya ambigu pas ada lucunya
    Risshh coba deh sekali kali konsul ke RSJ wkwkwk kali aja dpt makin banyak ilham buat cerita lainnya/sungkem/

    1. XD buakakakakakakakkaa aku lagi memadukan thriller-comedy gitu di tengah-tengah cerita aku, dan alhamdulillah berhasil diekseskusi juga ini genre astral XD ey, jangan gitu, nanti kalo udah hang, baru aku dibawa ke RSJ XD

  3. KAK IRISH BAGIAN AHRA ITU YA GAK ADA KOMEDINYA TAPI ENTAH KENAPA AKUNYA NGAKAK ALIG ALIG 😂😂😂 OTAK AKU UDAH SEMPET MAU GESER PAS SUHO BILANG KE AHRA ADA CINTA2NYA TAPI KOK YA TIDAK BERAKHIR BAHAGIA ASTOGEH ㅠㅠ SI SUHO MENGEKSPRESIKAN CINTANYA KOK YA DENGAN SANGAT SAIKO(?), PEDOFIL 😂😂😂 PAS TERAKHIR TERAKHIR AKU JADI INGIN NYANYI ‘MANEKING INYONGCOROM HANABUTO YOLKAJIDA OSEKAJI HAHAHAH :V’

    BTW MAKASIH KAKIRISH SUDAH MENYELIPKAN AHRA BERSAMA SUHO DISANAHHH~ SUKAKSUKAKKK😍😍😍 APALAGI PAS BAGIAN “MERABA2 DI KERETA” PLUS “TUBUH INDAH” /PLAK😂 /KEMUDIANTIGULING

    SARANGEK KAKIRISH😍😘 MAAPIN BARU BACA + KEPSLOKNYA NYALA 😂😂

    1. KAYAKNYA KAMU BUTUH AKUA AYU, SUHO AHRA UDAH KUBUAT SESAIKO ITU DAN KAMU NGAKAK? APA KAMU BUTUH KONSELING? AKU SIAP KOK NAWARIN SUHO BUAT JADI KONSELOR KAMU YU… XD dan yes, sama-sama ~ aku juga pinjem OC nya dengan cara ilegal XD enggak bilang gitu ke dirimu pas mau pinjem XD

    2. IYA KAK AKU LAGI RADA SENGKLEK KAYAKNYA PAS BACA WKWK😂😂 SUHONYA YG BAIKBAIK APA YG SAIKO NIH KAK? KALO YG SAIKO MENDING AKU SAMA BAEKHYUN AJA DEH /kemudiandilindas /plak😂/ gapapa kali kak xD kalo gak bilang kan jadi lebih surprise /cyatcyat😂

  4. ANJIR KAK ANJIRR

    /BERANJIR-ANJIR/

    SIYAL INI RATED ADA KOMEDINYA ADA THRILLERNYA. MENGUMPAT AING KAK MENGUMPAT
    INI SI AHRA SUHO AKU KIRA TUH YA GIMANA YA. AMBIGU DENGAN PLOT TWIST KUKIRA SI AHRA JADI DENDENGKOT SUHO JUGA IKUT-IKUTAN NGEBUNUH, EH MALAHAN MAU DIBUNUH DENGAN DIJADIIN PATUNG. KOK GAK LARI? CINTA EMANG BUTA YHAA.

    LALU REEN-UMIN. HAHAHAH KEKNYA BUKAN ANE AJA YG BUAT UMIN DITINGGAL NIKAH SAMA REEN. ANJIR JUGA INI ANE NGEKEK PAS SI REEN BILANG SI UMIN GAK LAKU ANJIRR NGAKAK BANGET SUMPAH. DAN SAIKONYA UMIN AKAN CINTANYA PADA REEN ITU OBSESI BANGET SIYALLL. DAN PALING KAMPRET PAS REEN NGOMONG ; Kebetulan aku punya kenalan yang cukup profesional di bidang bunuh-membunuh. Kamu mau aku kenalkan? <– NJAY INI MERINDING SIYAL, MANA CERITANYA SI UMIN GAK PEKAAN EH BTW BTW REEN BOLJUG DEH KUJUGA COMBLANGIN YHA SAMA COGAN YANG MIRIP SEOJOON GITU /KAYANG/

    LALU ANE BACA YANG CHELLYNNEE SAMA KAI ANJIR. TADINYA MAU BLG BETAPA BUZUKNYA SI KAI YANG POSESIF TAPI MAIN BELAKANG JUGA. MOMOK SELINGKUH TAPI MAIN-MAIN. HELLO, TADI MAU MENGUMPAT KE DIA. SI CHELL MAU MAIN KE CLUB GAK BOLEH, TAPI DIA KEK GITU. ANJIRR TP SEKALI LAGI KAWAN, PLOT TWIST PLOT TWIST DISAAT SI CHELL TERNYATA PEMILIK CLUB MALAM ANJIR. ANJIRR MANA MAU NYARI MANGSA BUAT DIJADIIN KUPU-KUPU MALAM -___- ANJAY LAH ANE MENGUMPAT BANGET

    TAU GAK. YARA-CEYE INI YG PALING LAWAK KATA ANE. MASA RIBUT GARA-GARA KUTANG KAN NGAKAK. MANA MOTIF SAILOR MOON, HELLO KITTY, DIBEBERIN SEGALA. MANA SI CEYE LOLI GITU, YAWLAAAAAAAA. SIEUN EUYYY MAENANNYA ANAK ESDE EUYYY.

    "Aduh, coba pakai logikamu. Selain sailor moon, celana dalam itu juga ada yang bermotif hello kitty. Menggelikan, tahu! Kamu pikir aku tidak tahu hobimu itu apa, hah?”  <— BAGIAN INI ANE KIRA SI YARA ITU SUKA MALING KUTANG KAN KAMVRET YAH -___-
    nyatanya…

    NJER PLOT TWIST LAGI UDAH DIDUGA SIH TAPI ANJAY AJA. SI YARA JUGA …. INI SIYAL SI CEYE-YARA DUET PASANGAN ABNORMAL BANGET. GAK SANGGUP BERKATA ANE
    UDAH AH KEPSNYA, NYAMPAHNYA, ANE PAMIT DULU. YG ADA HYERLUNYA OTW BACA WKWKWKWKW.

    (( edun si elsa komennya ))
    /ngacir sambil bawa kutang batman/

    1. BUAKAKAKAKKAKAKAKAKAKAKAKAKKA TOLONG ELS, AKU LAGI BEREKSPERIMEN SAMA THRILLER-COMEDY, DAN ALHAMDULILLAH YA BERHASIL DI EKSEKUSI JUGA GENRE THRILLER-COMEDY INI, NANTI KAPAN2 AKU BUAT HYER-LU THRILLER-COMEDY JUGA MAU GAA?
      BAGIAN KANE EMANG CUCOKNYA DIBUAT “DEAR MANTAN MAAFKAN AKU YANG DULU” SOALNYA INGET KAN ABANG UMIN SEKARANG UDAH JADI SEBENING LAYAR LAPTOP BARU YANG HD ITUH, WKWKWKWKW, TERUS CERITANYA REENNYA BERUSAHA BIKIN UMIN MOVE ON DENGAN CARA NGENALIN KE TEMENNYA XD WKWKWKWKWKWK
      BAGIAN CHELLYN KAI INI BAGIAN TWIST KETIGA XD XD XD YANG NYATANYA LEBIH BUZU Q ADEK ANGKATNYA BYUN BAEKHYUN KETIMBANG SI KAI XD WKWKWKWKWKWKW BAHAGIANYA AKU ELS, BAHAGIA…
      BAGIAN YARA-CEYE AKU MASIH BERUSAHA MEMAHAMI… DIMANA KOMEDINYA… PADAHAL ITU THRILLER ELS! THRILLER ITU…

    2. ALLHAMDULILAH KAK, INI DAPET BANGET SAMPE BERKAMVRET RIA
      BOLEH BANGET KAK RISH SI HYERLU DIBUAT KOMEDI-THRILLER. KAN SI HYERIM TUKANG NGEBUNUH, TAR LUHAN NYEMPIL BAGAI UPIL SEBAGAI BAHAN GARING-GARINGAN WAKAKAKAKKA XD XD XD

      IYA HANJIR YAAA, SEMACEM PENDESKRIPSIAN HABIS PUTUS, MANTAN MAKIN KINCLONG ITU BERLAKU BUAT SI REEN BAHAHAHAHAHHAHAHAHAH. ENGGAK ADA HABIS-HABISNYA INI REEN NYIKSA UMIN BUAT NINGGALIN NIKAH XD

      IYA THRILLER, IYA THRILLERRRR TAPI PLSSS ANE SALFOK SAMA PERDEBATAN KUTANG SAILORMOON, HELLO KITTY BAHKAN SEMPET NGIRA KALO SI YARA INI MALING KUTANG -___- KAMVRET

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s