[EXOFFI 5th Birthday] DARK FANTASY story by IRISH

—  DARK FANTASY —

Starring by:

Runa x Sehun — Ellie x Baekhyun — Hyerim x Luhan

— Dark x Historical x Horror x Mystery — PG-17 (suitable for 15+ readers) — Vignette Mix —

“You can’t find someone who doesn’t want to be found.” — Isabel Allende

Disclaimer:

Storyline and art created by IRISH. OC(s) included on these stories belongs to: l18hee; IRISH, HyeKim. Do not copy paste my story without my permission, if you do then you comitted a crime. This story dedicated for EXO Fanfiction Indonesia’s 5th Anniversary.

[warning: poster yang lembut tidak berarti isi ceritanya penuh kelembutan]

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

[1] Runa x Sehun [1]

Marijuana adalah salah satu perairan paling mengerikan di samudera. Dan Sehun, adalah salah satu Kapten pemberani dari Asia yang telah nekad membawa kapal mewahnya, Daylight Ghost, beserta delapan puluh awak kapal, berlayar mengarungi perairan Marijuana demi menemukan satu peti emas yang kabarnya telah terjatuh di perairan tersebut.

Sayang oh sayang, ada kisah mengerikan yang juga turut dibawa Sehun berlayar bersama Daylight Ghost. Konon katanya, perairan Marijuana jadi mematikan bukan hanya karena palung mengerikan yang bisa menelan kapal apapun saat badai datang, melainkan kisah tentang siren yang juga katanya ada di perairan Marijuana.

Tentu, Sehun percaya itu. Sebagai seorang pria yang telah menghabiskan lebih dari tiga perempat usianya di perairan, dia percaya benar kalau makhluk-makhluk itu memang ada. Hanya saja, Sehun merasa bahwa makhluk yang kini dihadapinya jauh lebih berbahaya.

“Apa bedanya mermaid dengan siren, Paman?” Runa, si bungsu putri kesayangan nahkoda Daylight Ghost bertanya. Memang, Sehun sudah mengenal dekat gadis kecil berusia delapan tahun itu.

Hanya saja Sehun masih merasa tidak percaya, mengapa seorang ayah tega membawa anaknya dalam perjalanan berbahaya seperti sekarang?

Mermaid itu tidak mematikan, Runa. Sedangkan Siren adalah makhluk yang mematikan. Mermaid… hanya akan menunjukkan wujudnya di tengah lautan, mereka menjaga lautan dan semua kekayaan yang ada di dalamnya.

“Sedangkan Siren adalah kelompok pembunuh. Mereka punya wujud yang sangat rupawan, dan seringkali membuat para pelaut terpesona, sampai akhirnya mereka tidak sadar kalau Siren sudah membawa mereka ke ambang kematian.”

Sehun menjelaskan perlahan-lahan, seolah tiap kata yang diutarakannya sekarang adalah sebuah dongeng pengantar tidur bagi si kecil Runa. Padahal, gadis kecil itu hampir tidak memahami sama sekali semua penjelasan Sehun.

“Jadi, mermaid dan siren itu sama-sama cantik, sepertiku?” kata Runa menarik satu kesimpulan.

Tentu saja mendengar celoteh menggemaskan si gadis kecil, Sehun tak ayal tergelak juga. Memang, si bungsu dari empat bersaudara itu sangat cantik. Orang-orang di kota asal mereka juga berkata demikian.

Runa memang masih belia, tapi dia sangat cantik, dan baik.

“Iya, mereka semua sangat cantik, sepertimu, Runa.”

“Wah, kalau begitu aku ingin jadi Siren juga.” seru Runa kemudian membuat Sehun menatap tidak mengerti.

“Mengapa Runa ingin jadi seperti itu?” tanyanya.

“Karena mereka semua cantik, dan hidup bebas di lautan.” jawab Runa mantap.

“Tapi… kenapa Runa ingin jadi Siren? Mengapa tidak jadi Mermaid saja? Mermaid juga cantik,” ucap Sehun, diam-diam mempertanyakan apakah gadis kecil yang sekarang sedang diajaknya berbicara bisa mengerti perbedaan kedua makhluk itu?

“Tidak mau. Mermaid itu terlalu baik, dan mereka juga membosankan. Buat apa repot-repot menjaga lautan? Runa ingin jadi Siren saja.”

“Kenapa?” lagi-lagi Sehun mengutarakan tanya yang sama.

“Karena kalau aku jadi Siren, aku bisa membawa orang-orang yang tampan seperti Paman Sehun.” jawab Runa sambil tersenyum girang.

Ya, mau bagaimana lagi, Sehun memang terkenal sebagai seorang kapten kapal yang sempurna. Punya tubuh bagus, kepribadian baik, kekayaan berlimpah, dan wajah yang tampan. Apa lagi kurangnya seorang Sehun?

Wajar saja kalau bahkan seorang anak kecil seperti Runa bisa membedakan mana pria yang layak dan tidak layak buatnya, bukan?

“Ah, begitu ya… baiklah, baiklah, Runa boleh saja menjadi Siren.” kata Sehun akhirnya.

“Benarkah?” tanya Runa kegirangan.

“Iya, boleh saja. Asalkan Paman Sehun jadi satu-satunya pria tampan yang Runa tangkap, ya.” kata Sehun, dengan gemas diacaknya surai cokelat Runa, membuat si gadis merengut kesal sebentar sebelum dia akhirnya terkekeh geli.

Okay, aku pastikan aku hanya akan membawa Paman Sehun saja.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Sehun, apa kau lihat Runa?”

Sehun mendongak, menatap ke arah nahkoda kapalnya yang sekarang tampak kelimpungan.

“Tidak, tadi terakhir kali dia bicara denganku di dek kapal. Kemudian dia katakan kalau dia hendak tidur siang di ruanganmu.” kata Sehun menuturkan.

“Dia tidak ada dimanapun. Aku sudah mencarinya dan kru yang lain juga sudah membantuku. Sebentar lagi kita akan memasuki perairan gelap Marijuana, kau lihat sendiri di depan sana awan hitam sudah menantang.

“Bisa berbahaya kalau Runa masih berkeliaran saat badai datang. Dia bisa saja berada dalam bahaya.”

Memahami kepanikan yang dirasakan seorang ayah empat anak yang sekarang bicara dengannya, Sehun segera melepaskan peta yang ada di tangannya.

“Aku akan membantumu mencari Runa. Kau fokuslah dulu untuk membawa Daylight Ghost berlayar tanpa masalah, mengerti?” Sehun akhirnya memberi perintah.

Karena sudah sering menghabiskan waktu dengan Runa, tentu Sehun hafal apa saja yang jadi hobi gadis kecil itu. Termasuk bermain petak umpet. Bisa saja gadis itu tadinya mengajak salah satu kru kapal untuk bermain dengannya, bukan?

“Baiklah, tolong temukan Runa, ya.”

“Tentu saja.”

Sehun kemudian melangkah keluar dari ruangan tempat dia sejak tadi menghabiskan waktu dengan menghafalkan jalur keluar dari perairan gelap Marijuana. Dia kemudian mulai menyusuri buritan kapal, sembari menatap ke kanan-kiri dan bahkan diperiksanya tiap celah sempit yang ada.

Pst, pst, Paman, aku di sini!” Sehun sontak mengalihkan pandangannya saat dia dengar sebuah suara memanggil.

Jelas dia ingat, seperti itulah cara Runa memanggilnya kalau gadis itu tengah bersembunyi.

“Mencari siapa, Paman?” atensi Sehun sekarang bersarang pada ujung buritan kapalnya. Terlihat, tubuh seorang gadis menyembul di sana, dengan paras rupawan dan kulit mengkilap basah karena air laut. Surai berwarna gelap si gadis juga terlihat basah.

“Sialan, betapa tidak beruntungnya Daylight Ghost hari ini.” gerutu Sehun, menyadari bahwa makhluk yang baru saja bicara padanya adalah salah satu siren yang seharusnya dia hindari.

Sehun sendiri juga dilanda panik, sebab dia tidak sedang membawa senjata. Mana dia tahu kalau dia akan bertemu dengan Siren dalam situasi seperti ini?

“Paman, apa paman mencariku?” Sehun baru saja akan berbalik pergi saat lagi-lagi dia dengar suara serupa dengan Runa, memanggil.

“Kau sedang menirukan suara orang yang kucari-cari, rupanya. Usaha yang bagus, nona cantik. Tapi aku tidak akan jatuh dalam tipu muslihatmu.” kata Sehun menegaskan.

Si gadis berparas sempurna itu hanya mengulum senyum.

“Bukankah aku sudah katakan pada Paman Sehun kalau aku ingin jadi seorang Siren?” kata si gadis, kalimatnya kemudian berhasil membuat Sehun mematung.

“Apa kau bilang?” tanya Sehun tidak percaya.

“Aku sudah bilang, aku ingin jadi Siren. Daripada menjadi Mermaid yang hanya menjaga lautan dan membosankan, aku ingin jadi Siren. Apa paman lupa kalau aku sudah berjanji, Paman Sehun akan jadi satu-satunya pria tampan yang kubawa pergi?” gadis itu berkata, pelan-pelan dia bergeser, mendekati Sehun yang sekarang berdiri dengan ekspresi terkejut bukan kepalang.

Tipu apa lagi yang tengah Siren ini ciptakan dalam benak Sehun? Pria itu tidak habis pikir. Bagaimana bisa seorang Siren menirukan Runa dengan begitu sempurnanya?

“Aku tidak akan percaya omong kosongmu, nona. Tunggu sampai aku menemukan Runa, kau akan tahu kalau kau itu tidak lebih dari penipu ulung berwajah cantik.” kata Sehun, dia kemudian berbalik, meninggalkan Siren itu sendirian di sana dengan sebuah senyum misterius yang tercetak jelas di wajahnya.

Sudah hampir setengah jam Sehun berkeliling, namun hasilnya nihil. Daylight Ghost sendiri sudah berhasil bergeser tiga puluh derajat, menghindari jalur mematikan yang beberapa menit lagi mungkin bisa menelannya.

Tapi Runa belum juga ditemukan, dan Sehun, justru kembali mendapati paras sempurna itu menyandarkan diri di buritan kapal.

“Apa sudah lelah, Paman?” tanya Siren tersebut.

“Belum.” Sehun menyahut ketus.

“Kenapa paman tidak percaya ucapanku? Aku ini Runa, paman.” kali ini Sehun hanya memejamkan matanya, percuma juga dia berlama-lama bicara dengan Siren. Konon katanya, semakin lama waktu yang dihabiskan seseorang untuk bicara dengan Siren, akan semakin terpesona lah dia pada kesempurnaan Siren tersebut.

Lagi-lagi, Sehun memilih untuk pergi. Tapi rupanya Siren itu juga tidak menyerah. Melihat sikap Sehun yang sekarang tidak percaya padanya, Siren itu tertawa pelan.

“Paman, jangan berusaha mencari seseorang yang tidak ingin ditemukan. Aku sudah menunggu paman sejak tadi di sini. Ingin memberitahu paman kalau kapal ini akan segera karam karena badai.

“Mengapa paman tidak datang padaku saja?”

Nah, itu dia kalimat mematikan yang selalu diucapkan Siren manapun.

“Lebih baik aku mati bersama kapalku daripada harus mendengarkan ucapanmu.” kata Sehun, menolak dengan tegas.

“Paman, jangan membuatku marah.” nada dingin itu sekarang menyambut rungu Sehun, membuat pria itu melempar pandang ke arah makhluk rupawan yang sekarang memasang ekspresi geram.

“Silahkan saja marah kalau kau memang ingin, Runa tiruan.” sahut Sehun tidak kalah dingin.

Baru saja Sehun menyelesaikan kalimatnya, sebuah benturan keras terjadi di kapal megahnya. Hal yang kemudian membuat Sehun sontak berusaha mencari pegangan namun hasilnya nihil.

Dia justru terpeleset dan akhirnya terjatuh, terseret-seret di lantai dengan menyedihkan.

BYUR!!

“Sudah aku bilang, jangan membuatku marah. Apa paman lupa kalau Runa bisa jadi menyeramkan saat marah?” tanya itu menyapa rungu Sehun begitu dia sadari dirinya telah terjatuh ke tangan yang salah.

Sekarang, sepasang lengan telah merengkuh tubuhnya, dinginnya air yang seharusnya menyapa Sehun begitu dia terjatuh, justru berganti dengan dinginnya permukaan kulit si gadis berparas sempurna yang membelenggu.

“Paman Sehun begitu tampan, mengapa tidak ikut saja dengan Runa? Kita bisa tinggal bersama di bawah air, dan kita biarkan kapal serakah ini tenggelam. Atau… paman ingin membawa Daylight Ghost bersama kita juga?”

Belum sempat Sehun memberikan perlawanan, dia sudah tertarik secara paksa ke dalam air, membuat Sehun kemudian meronta dengan menyedihkan, berusaha melepaskan diri dari cekalan makhluk mematikan yang sekarang membawa tubuhnya ke dalam gelapnya teluk Marijuana.

Samar, Sehun bisa melihat sosok gadis kecil berdiri di ujung buritan, menatap ke arah tempat Sehun tadi menghilang dengan lambaian tangan seolah mengucap selamat tinggal. Sekon itu juga, Sehun tersadar.

Bahwa Runa tidak pernah ada.

Nahkodanya adalah seorang pria muda yang ditemuinya di Azore, belum punya anak dan bahkan belum menikah. Sejak awal, Siren itu rupanya telah memesona Sehun dalam sosok gadis kecil bernama Runa.

“Paman Sehun, Runa sekarang bisa berhenti memanggilmu dengan sebutan ‘paman’ bukan?”

Kalimat itu jadi kalimat terakhir yang Sehun dengar sebelum dia kehilangan kesadarannya. Siapa yang tahu, kalau Daylight Ghost kemudian menjadi sebuah kapal terkutuk yang berlayar tanpa adanya seorang Kapten?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

 [2] Ellie x Baekhyun [2]

1871. Usia seorang Ellie di tahun itu adalah dua puluh satu. Dan untuk pertama kalinya dalam dua puluh satu tahun kehidupannya, Ellie menyesali keputusan yang dia ambil.

Terlahir dari keluarga nelayan yang berkecukupan dengan memiliki tiga saudara lebih tua membuat Ellie nyatanya tumbuh menjadi seorang gadis belia dengan karakteristik yang jauh dari kata feminim.

Dua saudara laki-lakinya yang belum menikah, punya kesukaan yang sama dengan mendiang ayahnya, kecintaan pada laut. Sayang, keduanya tidak memilih untuk jadi seorang nelayan, melainkan memilih untuk mengabdi pada Kapten Eustace yang mengepalai sebuah kapal bajak laut bernama Shangri-La.

Ibu mereka sakit keras selama dua bulan terakhir, dan Ellie tahu benar kemana kedua kakaknya akan pergi. Mereka akan mengarungi lautan untuk menjarah kapal barang milik Inggris, untuk hasilnya kemudian dijual kepada penduduk yang tinggal di pulau Azore, tempat asal mereka.

Dan Ellie tentu tidak bisa tinggal diam.

Di sinilah Ellie sekarang berada, terkunci di dalam jeruji besi sebab dia ketahuan menyelundup ke dalam Shangri-La tiga puluh menit yang lalu. Beruntung, sang Kapten mengenal baik Entonio dan Eleah, kakak Ellie, sehingga gadis itu tidak harus diperlakukan dengan mengerikan sebelum dimasukkan ke dalam jeruji besi.

“Kau kedinginan?” Ellie mendongak saat didengarnya sebuah suara menyapa, dilihatnya sekarang bagaimana seorang pria juga duduk meringkuk di jeruji yang ada di sebelahnya, tampak sama menyedihkannya dengan keadaan Ellie sekarang, tapi setidaknya Ellie bisa lihat bagaimana pria itu memakai pakaian yang lebih tebal darinya.

“Iya, kedua saudaraku bekerja untuk kapal ini tapi sama sekali tidak mau membantuku. Padahal di rumah, ibu kami sedang kesakitan.” Ellie berkata, sebenarnya dia tidak ingin bersikap terlalu ‘dekat’ dengan pria asing ini. Tapi mau bagaimana lagi, Ellie juga tidak punya teman bicara untuk saat ini.

“Ah… aku pikir kau juga salah satu bajak laut yang ingin menjarah.” kata si pria.

“Tidak, tentu saja tidak. Aku ke sini hanya untuk memberitahu kedua kakakku tentang keadaan ibu. Ayah kami sudah mati enam tahun lalu, kemudian kakak sulungku menghilang dalam badai dengan kapal yang dinaikinya.

“Sejak saat itu juga kedua kakakku yang lain memilih untuk jadi bajak laut. Padahal, keluarga kami—aku dan ibu—diteror oleh penduduk lainnya. Mereka pikir aku dan ibu hidup bersenang-senang dari hasil yang kedua kakakku dapatkan.”

Pria itu mendengarkan cerita Ellie dalam diam, tidak lama kemudian Ellie menatap kembali si pria, merasa bahwa tidak adanya reaksi dari pria itu sebagai suatu pertanda kalau ucapan Ellie sekarang terdengar tidak masuk akal.

“Apa kau tidak percaya pada perkataanku?” tanya Ellie kemudian.

“Tidak, aku percaya. Aku hanya mencoba menerka apa yang akan terjadi pada kedua kakakmu kalau mereka mendapatkan hasil jarahan yang luar biasa besar kali ini.” ucap si pria.

“Apa maksudmu?” tanya Ellie tidak mengerti.

“Kapal ini sedang berlayar untuk menemukan keberadaan Daylight Ghost. Kau tidak tahu?” kata si pria membuat tatapan Ellie membulat terkejut.

“D-Daylight Ghost? Bukannya kapal itu telah hilang selama puluhan tahun?” ucap Ellie, teringat pada cerita yang pernah ayahnya ceritakan pada Ellie sewaktu masih kecil.

Tentang Daylight Ghost, sebuah kapal pembawa barang yang datang dari perairan Hindia dengan membawa pasokan makanan juga emas untuk dibawa ke England. Kapal itu menghilang secara tiba-tiba dan tidak ada satupun krunya yang berhasil ditemukan.

“Kudengar, kapal itu dilihat dari pelabuhan yang ada di Azore. Karena kapal ini tengah berlayar untuk mencarinya, aku yakin cepat atau lambat Daylight Ghost pasti ditemukan.” pria itu berucap, diukirnya sebuah senyum misterius yang lantas membuat Ellie tanpa sadar bergidik ngeri.

Mengapa senyum pria itu terlihat mengerikan?

“Bagaimana kau bisa yakin? Selama ini orang-orang sudah berusaha mencarinya, namun tidak pernah berhasil.” kata Ellie kemudian.

“Karena kau tidak akan bisa menemukan benda yang tak ingin ditemukan. Tapi bagaimana jika benda itu sekarang ingin ditemukan? Dia pasti akan muncul dengan sangat tiba-tiba, bukankah begitu?” ucapan Baekhyun sekarang membuat Ellie berpikir.

Benar juga, logikanya, sesuatu yang bersembunyi itu pasti hanya akan menampakkan diri saat dia ingin. Apa selama ini Daylight Ghost memang sengaja bersembunyi? Kalaupun iya, tujuannya apa? Toh, sudah pasti barang-barang yang ada di dalam kapalnya sudah hancur.

Tapi sampai detik ini, sekoci dari Daylight Ghost pun tidak pernah ditemukan. Artinya, tidak ada seorang pun kru kapal yang berusaha menyelamatkan diri. Dan kapal itu juga tidak menghilang karena badai, atau hal lainnya.

“Itu dia!” sebuah seruan samar menyadarkan Ellie dari lamunan serta pemikirannya mengenai si pria asing yang baru saja ditemuinya.

Lekas, Ellie melongokkan kepala dari jendela berkaca yang ada di dalam jerujinya. Gadis itu mengusap-usap kaca di jendela tersebut dengan tangannya, samar-samar bisa dilihatnya bayangan gelap sebuah kapal yang jauh lebih besar daripada Shangri-La tempat dia sekarang terku—

SRAK!

well, Ellie tidak lagi terkurung.

Baru saja, sebuah suara keras mengejutkan Ellie, membuat si gadis mengalihkan pandangannya dari jendela kapal dan sekarang menatap tak percaya pada pintu jeruji yang entah sejak kapan sudah membuka.

Gembok berantai yang tadi digunakan orang-orang di kapal untuk menguncinya di balik jeruji ini sekarang teronggok bagai sampah di lantai kayu rapuh Shangri-La.

HHey, lihat, tiba-tiba saja jerujiku—” belum tuntas Ellie membahas keterkejutannya, dia sudah dikejutkan lagi dengan menghilangnya si pria yang tadi ada di jeruji sebelahnya. Pintu jeruji besi itu bahkan masih tertutup rapat, tapi si pria tidak ada dimanapun.

“Wah… aku pasti bertemu dengan hantu kapal yang sering ayah ceritakan. Benar, Ellie, tidak perlu takut. Hantu-hantu kapal hanya muncul untuk memberitahu orang-orang tentang legenda di lautan.” berusaha Ellie menghibur diri, pasalnya dia sekarang sudah begitu ketakutan karena suara-suara mengerikan yang tercipta akibat upaya Shangri-La untuk mendekati Daylight Ghost.

Berhati-hati, Ellie keluar dari jerujinya, dipijakkannya kaki dengan berjingkat-jingkat di tiap langkah, berharap langkahnya tidak akan membuat siapapun sadar kalau dia sudah terbebas. Ellie melangkahkan kakinya menaiki tangga kayu yang membawanya ke badan kapal, alangkah terkejutnya Ellie ketika pemandangan yang sekarang menyambutnya adalah buritan kosong tanpa adanya satu awak kapal pun.

“Apa yang terjadi di sini? Kakak! Eleah! Entonio!” Ellie berteriak memanggil nama kedua kakaknya, dengan panik Ellie berlari mengelilingi ruang kosong yang sekarang mengurungnya.

“Selamat datang di kapalku, Ellie.” sontak Ellie berbalik ketika didengarnya sebuah suara menyapa.

“O-Oh, kau!” hampir Ellie memekik, pasalnya si pria berpenampilan lusuh yang tadi ditemuinya di jeruji sekarang sudah berdiri dengan pakaian rapi dan sebuah teropong di tangan.

“Agak kurang sopan karena kita sejak tadi bertukar cerita tanpa saling mengenal. Perkenalkan, namaku Baekhyun, nahkoda di Daylight Ghost.” ucap si pria memperkenalkan diri dengan sopan.

“N-Nahkoda? Daylight Ghost?” Ellie segera menatap sekitarnya, menyadari bahwa dia sekarang berada di buritan kapal yang berbeda. Sebab, di seberang sana dilihatnya puluhan orang bajak laut tengah berusaha untuk mendarat di atas buritan kapal tempat Ellie sekarang berada.

“Bagaimana aku bisa ada di sini?” tanya Ellie kemudian membuat si pria tertawa pelan.

“Mudah saja, aku sedang ditugaskan Kapten-ku untuk menjaga kapal ini, agar bisa berlayar tanpa ada masalah apapun. Tanpa sengaja, aku bertemu denganmu. Karena aku tahu kau bukan salah satu dari mereka yang berusaha untuk menjarah barang bawaan kami, jadi sengaja kubawa kau untuk singgah sebentar di kapal. Lagipula, Kapten sedang tidak ada di tempatnya.”

Masih tidak mengerti pada situasi yang sekarang dihadapinya, Ellie justru makin menatap tidak mengerti.

“Tapi, Daylight Ghost sudah menghilang sejak belasan tahun lalu. Kemudian sekarang… apa maksudnya kau itu adalah seorang hantu? Dan kapal ini adalah kapal hantu?” kata Ellie, demi Tuhan! Gadis itu baru sadar kalau dia tengah terjebak dalam situasi yang terlampau menakutkan.

Baru beberapa menit yang lalu dia duduk kedinginan di balik jeruji, kemudian bertukar satu-dua kalimat dengan pria asing dan tiba-tiba saja dia sudah ada di atas Daylight Ghost yang menghilang.

“Bisakah aku dan kru lainnya disebut sebagai hantu?” tanya Baekhyun menyadarkan Ellie dari lamunannya, begitu dia sadar, sekarang puluhan kru kapal telah berdiri di sekitarnya, sama-sama mengawasi usaha menyedihkan yang bajak laut di seberang sana tengah lakukan.

“Aku ingin tahu, seberapa jauh mereka bisa mendekati kapal ini.” gumam Baekhyun, dengan santai dia kemudian melangkah mendekati Ellie, melepaskan mantel yang dia kenakan dan memasangnya di bahu Ellie.

“Aku tahu kau kedinginan, Ellie. Gunakan saja ini selagi kau menunggu mereka.” ucap Baekhyun membuat Ellie segera menarik dirinya pada logika.

“Apa aku akan menghilang?” tanyanya membuat Baekhyun menatap tidak mengerti.

“Mengapa kau bicara begitu?”

“Tentu saja karena aku ada di sini, dan bukannya di penjara yang ada di Shangri-La. Apa aku tidak akan bisa kembali dan menemui ibu? Tidak, aku tidak mau. Kau sudah tahu kalau ibuku sedang sakit dan—”

“—Aku tahu, Ellie.” Baekhyun memotong ucapan Ellie.

“Apa?” Ellie menatap tidak mengerti.

“Aku tahu kau mengkhawatirkan ibumu. Karena kapal penjarah itu tidak lama lagi akan hancur, aku tidak mungkin membiarkan seseorang kehilangan nyawa karena hal yang tidak menjadi tanggung jawabnya.”

“Lalu apa aku bisa kembali ke rumah?” tanya Ellie memastikan, dibandingkan terjebak dalam kapal hantu, atau jeruji Shangri-La yang dingin dan kotor, Ellie lebih takut pada kemungkinan bahwa dia mungkin tak akan bertemu dengan ibunya lagi.

“Tentu saja. Aku sendiri yang akan memastikan kalau kau akan kembali dengan selamat.” ucapan Baekhyun sekarang justru mencipta pertanyaan besar di dalam benak Ellie.

“Apa mereka semua tidak akan selamat?” tanyanya khawatir, bukan hanya nyawa kedua kakaknya yang dia khawatirkan, tapi juga nyawa orang-orang lain yang mengadu nasib di atas Shangri-La.

“Beberapa dari mereka, mungkin.”

Sejenak Ellie terdiam, mendengar kata beberapa yang lolos dari bibir Baekhyun entah mengapa bisa membuatnya sedikit merasa lega. Tapi masih ada pertanyaan lain yang justru membuatnya lebih bertanya-tanya.

“Kenapa… kapal ini menghilang?” tanya Ellie membuat Baekhyun kini terdiam. Pria itu memilih untuk bungkam, memandangi orang-orang yang sekarang berteriak karena serangan ombak besar yang berusaha membuat Shangri-La karam, sementara di atas Daylight Ghost sendiri Ellie tidak merasakan apapun.

“Baekhyun, apa yang sebenarnya terjadi pada kapal ini?” ulang Ellie.

Baekhyun akhirnya menghela nafas panjang, lantas dia keluarkan sebuah kompas emas dari dalam saku mantel yang dia kenakan. Ditariknya tangan kanan Ellie sebelum dia letakkan kompas itu di atas telapak tangan si gadis.

“Kompas ini adalah benda keberuntunganku. Selama enam belas tahun berlayar, aku sudah membawanya bersamaku. Termasuk selama belasan tahun terakhir, aku juga membawanya. Sekarang aku memberikannya padamu sebagai kenang-kenangan, Ellie.” ucap Baekhyun tidak malah menjawab pertanyaan Ellie.

“Kau tidak menjawab pertanyaanku, Baekhyun.” tutur Ellie.

Sebuah senyum lantas diberikan Baekhyun sebagai jawaban.

“Mengapa tidak kau arungi lautan ini untuk mencari jawabannya? Siapa tahu, suatu hari kita bisa berjumpa lagi, Ellie?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

[3] Hyerim x Luhan [3]

Tahun 1930 agaknya jadi sebuah tahun paling bersejarah dalam kehidupan Hyerim. Pasalnya, diusianya yang menginjak tujuh belas tahun dia bisa dengan bangga menginjakkan kaki di London, untuk bersekolah.

Tentu saja prestasi yang diraihnya ini tidak lepas dari kesuksesan yang dimiliki kedua orang tua Hyerim di tempat asalnya. Dan hari ini adalah hari pertama Hyerim akan benar-benar menginjakkan kaki di London, tentu saja setelah dia turun dari kapal yang membawanya menyebrangi samudera.

“Sudah kubilang, anak muda. Semua misteri yang tercipta di lautan, ceritanya hanya bisa kau dapatkan di lautan juga.” atensi Hyerim beralih ketika didengarnya suara wanita tua berucap.

Didapatinya seorang wanita berusia sekitar tujuh puluh tahun-an duduk di hadapan pria muda—tampak usianya tidak terpaut jauh dari Hyerim—dengan pakaian serba hitam.

“Begitu, ya, Nyonya? Lalu cerita tentang Nyonya sendiri, apakah semua itu benar adanya?” samar-samar Hyerim dengar sahutan si pria.

“Tentu saja. Aku sudah mengarungi lautan selama separuh abad, dan tidak ada perairan di dunia ini yang tidak aku ketahui.” si wanita tua berkata dengan bangga.

Diam-diam Hyerim berpikir, mungkin wanita tua itu dulunya adalah salah satu kru di kapal ini. Hyerim dengar-dengar, kapal yang sekarang dinaikinya ini sudah berusia lebih dari delapan puluh tahun.

Alih-alih menaruh perhatiannya untuk terus menguping pembicaraan dua orang itu, Hyerim akhirnya memilih untuk menatap pemandangan di luar jendela, meski sebenarnya dia mual juga kalau terlampau lama melihat laut biru yang tiada akhir.

Beberapa menit Hyerim habiskan dalam pemikirannya sendiri sambil menyesap secangkir teh hangat yang didapatkannya dari ruang makan yang ada di kabin kapal. Sekon kemudian, Hyerim sadar seseorang telah berdiri di sebelahnya.

Ehem,” dehaman itu menyadarkan Hyerim, rupanya si pria yang tadi bicara dengan wanita tua itu ada di sana.

“Ah, ada apa?” tanya Hyerim tidak mengerti.

“Apa tempat ini kosong?” tanya si pria segera dijawab Hyerim dengan anggukan.

Sempat Hyerim luangkan waktunya untuk melemparkan pandang ke arah tempat duduk wanita tua itu, tapi yang dia temukan hanyalah kursi kosong.

“Namaku Luhan, apa kau juga akan turun di London?” vokal di pria kembali menarik Hyerim ke dalam situasi yang sekarang dihadapinya.

“Ah, iya. Namaku Hyerim.” kata Hyerim, mengulurkan tangan untuk menjabat tangan pria bernama Luhan itu sebelum dia kemudian melanjutkan, “Aku akan bersekolah di London.”

“Wah, hebat sekali. Seorang juru rawat?” tanya Luhan, berusaha menciptakan konversasi santai dengan gadis yang baru dikenalnya itu.

“Ah, bukan, maksudku, belum tahu.” kata Hyerim, dia teringat bahwa dia harus mengambil seleksi-seleksi di bidang tertentu untuk dapat menemukan pendidikan yang cocok untuknya.

“Oh… kupikir juru rawat. Gadis-gadis dari kota besar biasanya datang ke London untuk belajar kesehatan. Mungkin, bagi mereka bekerja di dalam gedung pengobatan itu lebih menyenangkan daripada berpetualang, ya.” tutur Luhan membuat Hyerim menyernyit.

Pupus sudah keinginan Hyerim untuk mencari-cari keberadaan wanita tua tadi, bergantikan dengan rasa penasaran karena ucapan pria di hadapannya.

“Apa maksudmu? Memangnya, kau sendiri datang ke London untuk bersekolah?” tanya Hyerim membuat si pria menggeleng pelan.

“Tidak, aku datang untuk menyelesaikan pekerjaanku. Kau tahu, aku seorang pekerja yang penuh petualangan,” jelas Luhan.

“Memangnya apa pekerjaanmu? Ah, apa seperti yang tadi kau bicarakan dengan wanita tua di sana? Maaf, bukannya bermaksud mencuri-dengar pembicaraan kalian. Hanya saja, pembicaraan kalian terdengar begitu menyenangkan.” ucap Hyerim, diam-diam berusaha memenuhi pertanyaan yang ada dalam benaknya tentang rasa penasaran terhadap konversasi yang sempat didengarnya tadi.

“Ah, kau dengar juga? Wanita itu dulunya bekerja di kapal bajak laut, saat dia masih muda. Kemudian setelah menemukan harta paling berharga yang diburunya sejak awal menjadi bajak laut, dia memutuskan untuk menjadi seorang pemerhati kelautan.”

Hyerim hanya mengangguk-angguk pelan mendengar penuturan Luhan.

“Oh… aku pikir dia seorang yang dulu bekerja di kapal ini.” katanya jujur.

“Oh, jangan bercanda. Kapal ini tidak ada bandingannya dengan kapal yang dulu menjadi tempat wanita itu menghabiskan lebih dari separuh hidupnya.” perkataan Luhan sekarang membuat Hyerim menyernyit bingung.

“Memangnya kau tahu dia menjadi bajak laut di kapal apa?” tanya Hyerim, sedikit janggal juga tema pembicaraan mereka sekarang. Sebab Hyerim sendiri tidak begitu memahami dunia bajak laut yang selama ini hanya jadi dongeng dari ibunya.

Sementara pria yang jadi lawan bicaranya terdengar begitu tahu banyak hal mengenai bahan pembicaraan mereka sekarang.

“Tentu saja. Eden’s Eye adalah nama kapalnya. Kau pernah dengar?” tanya Luhan.

“Eden’s Eye? Ah! Ya, aku pernah mendengarnya, cerita dari ibuku. Bukankah… kapal itu dipimpin oleh dua orang bajak laut wanita? Oh! Tunggu dulu, jangan bilang kalau wanita itu—tidak mungkin…”

Hyerim sekarang menutup mulut tak percaya. Kalau didengarkan dengan hati-hati, sebenarnya Luhan sudah memberi arahan-arahan kecil menuju jawaban yang sekarang ada dalam benak Hyerim.

Wanita tua tadi adalah seorang yang pernah didengarnya sebagai satu dari sekian banyak dongeng pengantar tidur oleh ibunya. Hanya saja, Hyerim tak pernah tahu siapa nama dua wanita kuat yang disebut-sebut sebagai bajak laut wanita terkuat di lautan itu.

Orang-orang hanya menyebutnya sebagai Eden, dan Eye. Karena kedua wanita itu identitasnya tidak pernah diungkapkan dari cerita mulut ke mulut.

“Iya, benar. Dia adalah salah satu dari dua orang wanita terkenal itu. Mengejutkan sekali, bukan? Semua orang berpikir kalau dia dan rekannya itu sudah mati. Padahal… salah satu dari mereka baru saja menolak kematian dengan tegas.”

Hyerim kini menyernyit saat mendengar ucapan Luhan.

“Menolak kematian, apa maksudnya?” tanya Hyerim tidak mengerti.

Luhan tersenyum kecil. “Tadi dia bercerita sendiri padaku, kalau dia masih ingin hidup sampai seribu tahun lagi, untuk bisa berlayar di lautan seperti dulu saat dia melakukannya dengan Eden’s Eye yang megah.”

Hyerim akhirnya hanya mengangguk-angguk kecil. Jujur saja, dia sungguh tidak bisa memahami pembicaraan mengenai ‘laut’ yang sekarang Luhan bangun dengannya. Tapi entah mengapa, dia justru merasa semakin penasaran tentang dua wanita dalam cerita pengantar tidurnya itu.

“Apa dia juga bercerita padamu tentang bagaimana kehidupan bajak laut yang dijalaninya?” tanya Hyerim kemudian.

“Tidak, dia tidak bercerita begitu. Dia bukan bajak laut, kalau kau mau tahu. Sebenarnya, Eden’s Eye adalah kapal pencari. Semua kru yang ada di Eden’s Eye adalah orang-orang yang pernah kehilangan sanak-saudaranya di perairan.

“Itulah mengapa Eden’s Eye berlayar di lautan, untuk menemukan kapal-kapal yang hilang. Dan selama puluhan tahun berlayar, mereka sudah setidaknya menemukan dua puluh atau tiga puluhan kapal yang hilang.”

“Wah… hebat sekali.” ucap Hyerim takjub.

“Sayang, mereka tidak cukup pintar saat itu, sehingga orang-orang yakin, masih ada ratusan kapal di lautan luas sana yang ingin ditemukan, tapi Eden’s Eye belum bisa menemukannya.”

“Mengapa begitu?” tanya Hyerim.

“Sebab kedua kaptennya belum punya peralatan yang layak untuk mereka gunakan mencari kapal-kapal lain di waktu itu. Eden’s Eye sendiri karam di lautan, diterjang sebuah badai di perairan Marijuana. Konon, semua awak kapalnya diselamatkan oleh sekelompok Siren. Karena Eden’s Eye adalah kapal pertama yang berlayar bukan dengan tujuan mencari harta, melainkan mencari orang-orang yang telah menghilang.”

Mendengar penuturan Luhan sekarang, pemikiran Hyerim mulai terbuka. Imajinasinya tentang perjalanan Eden’s Eye pun mulai jelas. Terang dia sekarang mengerti kenapa kapal itu hanya berhasil menemukan setidaknya tiga puluh kapal.

Karena tidak ada teknologi yang bisa membantu mereka.

Andai saja orang-orang cerdas seperti Hyerim sudah ada, pastilah mereka—tidak, tunggu dulu. Apa Hyerim baru saja berpikir untuk menciptakan teknologi yang bisa digunakan para petualang di laut?

“Ada apa, Hyerim? Mengapa ekspresimu terlihat begitu tidak nyaman?” tanya Luhan saat memerhatikan ekspresi Hyerim yang tiba-tiba saja berubah panik.

Baru saja, Hyerim hendak menyahut, perhatian Hyerim sudah teralihkan karena siluet seorang wanita tua yang sekarang tertatih-tatih dengan tongkatnya, melangkah ke arah tempat Hyerim duduk.

“Oh, itu wanita yang tadi bicara denganmu.” kata Hyerim membuat Luhan berbalik.

“Oh, Nyonya Eden. Apa yang membuat Anda kembali?” tanya Luhan dengan ramah.

“Aku ingin bicara dengan nona ini…” jawab si wanita tua, dia kemudian meletakkan tangannya di atas punggung tangan Hyerim.

“Denganku?” ulang Hyerim tidak mengerti.

“Iya, Nona. Ikutlah dengan wanita tua ini sebentar.” kata wanita tua itu, setengahnya berusaha menarik Hyerim untuk meninggalkan Luhan di sana.

“Ah, baiklah. Luhan, sebentar ya.” kata Hyerim hanya dijawab Luhan dengan sebuah anggukan dan senyuman sekilas.

Hyerim kemudian mengikuti langkah tertatih wanita tua itu dalam diam.

“Nenek, ingin bicara apa dengan—”

PRANG!!

Kyaaaaaa!”

“Awas!!!”

“Menjauh dari jendela!!”

Sontak Hyerim berbalik saat didengarnya suara benturan sangat keras di belakangnya. Ketika Hyerim berbalik, di tempat duduknya tadi telah menancap sebuah jangkar besi.

“Luhan! Dia—”

“—Tenang saja, Nona. Pria itu tidak akan ada di sana.” perkataan si wanita tua membuat atensi Hyerim kembali beralih.

“Apa maksudnya?” tanya Hyerim tidak mengerti.

Wanita tua itu menjawab dengan senyuman hangat. “Pria itu, adalah seorang grim reaper. Aku sudah bertemu dengannya setidaknya empat kali, lima dengan tadi. Dan rupanya dia masih berbaik hati memberikanku hidup.

“Tapi untuk setiap kehidupan yang tidak ingin direnggut, harus ada kehidupan lain untuk menggantikannya. Aku dengar bagaimana kau bicara tentang laut, dan aku bisa melihat… kalau kau akan jadi seseorang yang sangat membantu para pengembara samudera di masa yang akan datang.

“Itulah sebabnya, aku bawa kau pergi dari grim reaper itu, Nona. Supaya dia tidak mengambil nyawamu sebagai ganti dari nyawaku.”

Ingin sekali, Hyerim bertanya dengan lebih rinci. Dia sungguh tidak mengerti. Bagaimana bisa dia diajak bicara oleh dua orang asing dan bahkan memercayai perkataan mereka? Beberapa sekon yang lalu nyawa Hyerim mungkin melayang karena jangkar yang sekarang bersarang di badan kapal yang ia naiki.

Lalu, kepanikan di sekitarnya justru membuat Hyerim makin tidak mengerti. Bagaimana bisa dia tetap berdiri dengan tenang sementara semua orang berlarian? Dan bagaimana bisa Hyerim melihat Luhan berdiri tidak jauh darinya, dengan tatapan dan senyuman yang sama tenangnya?

“Apa nenek… benar-benar Nyonya Eden seperti yang pria itu katakan?” tanya Hyerim, maniknya masih tidak beranjak dari Luhan yang masih menatapnya dengan pandangan juga senyuman yang sama.

Dibandingkan teriakan panik yang sekarang mengelilinya, Hyerim justru lebih merasa terteror karena senyum dan pandangan Luhan.

“Oh, iya. Dia benar soal itu.” ucapan si wanita tua kemudian merenggut atensi Hyerim.

“Benarkah?” setidaknya, ada satu dari segelintir ketidak masuk akalan ini yang bisa Hyerim percaya. Ucapan wanita ini, misalnya, kalau saja wanita renta di hadapannya ini masih cukup waras untuk menceritakan sebuah kejujuran pada Hyerim.

“Iya, jangan panggil aku Nyonya Eden seperti cara pria itu memanggilku. Aku lebih suka kalau kau memanggil namaku. Ellie, namaku adalah Ellie, nona.”

Well, setidaknya ada satu kebenaran yang Hyerim tangkap, selain kebenaran tentang nyawanya yang baru saja diselamatkan oleh pemilik nyawa yang tadi hendak digantikan posisinya oleh Hyerim.

Bagaimanapun, karena wanita bernama Ellie ini Hyerim hampir saja mati, bukan?

— FIN —

IRISH’s Fingernotes:

INI APAAAHHH. YA AMPUN, AKU ITU LAGI SERU-SERUNYA DENGERIN MIDNIGHT CIRCUS-NYA SUNNY HILLS KETIKA IDE AMBURADUL INI MUNCUL.

Ini pertama kalinya loh, daku ngebuat cerita berlatar lautan biru :”> anggep aja ngewakilin keinginan Elsa buat nemu ehem-ehem bernuansa laut ehem-ehem dan anggep aja ini ucapan selamat datang buat Elsa yang sebentar lagi mengarungi lautan.

Mana ketiga ceritanya diisi sama tiga OC super abnormal lagi… Runa yang gesrek tiba-tiba aja jadi Siren dengan kalemnya. Ellie yang kayak orang ogeb tiba-tiba aja jadi anak baik-baik. Dan yang enggak nahan ya Hyerim, yang kata pemilik OC-nya punya karakter gesrek, di sini jadi anak-anak imut ala London tahun 1930 gitu, LOLOLOLOLOLOL. Tapi yang paling enggak normal ya Runa, ambigu sih, anak kecil atau udah gede dia itu. MANA DEMEN SAMA OM-OM LAGI, WKWK.

Visualisasi aku tentang semua OC dalam cerita ini sungguh kacau. APALAGI MEMBER EKSOHNYA. WKWK. Kecuali Luhan sih, selain karena dia enggak lagi terdaftar sebagai member EXO, dia juga di sini yang pakaiannya paling normal.

YANG DUA SAMA SEKALI ENGGAK NORMAL, HARHARHAR.

Duh, tapi ada adem-adem gimandos gitu di kokoro ketika ngebayangin Sehun sama Baekhyun pake baju-baju ala tahun 1800-an gitu, mana ada di tengah-tengah kapal ala Pirates of Carribean lagi :”> kan ada ser-ser gitu ya di pembalut /eh.

Ini pokoknya fantasi yang emang gelap, gelap dari segi ide, alur dan inti ceritanya T.T maafin. Maklum, ngetiknya sistem kebut tiga jam, di tengah-tengah ngantuk dan kram di tangan yang semakin hari makin sering kambuh, jadi syedih.

Btw, tiga series di sini kok jadinya lebih panjang daripada empat series yang sebelumnya :”< mianek ~~ bukannya aku pilih kasih, tapi emang Tuhan ngasih idenya beda porsi gitu…

Ya udah deh, masih ada utang dua series lagi T.T

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

10 tanggapan untuk “[EXOFFI 5th Birthday] DARK FANTASY story by IRISH”

  1. Itu posternya bukan menggambarkan kelembutan say. . . Tapi ‘kevangsatan’. . . Palagi mukenye si sehun kek minta di ehemin aja wkwkwkwk
    Btw ini gua nemu OCnya Elsa. Aseeek hyerim di ketemuin lagi ama kakanda wkwkwkwk

  2. Reblogged this on HyeKim Teatro and commented:
    TERIMA KASIH KAK RISH TELAH MENGUPAS PRIBADI LAIN HYERIM. MAKASIH SUDAH MENJADIKAN DIA CEWEK LONDON ANGGUN ANJAY. MAKASIH ATAS FIC DENGAN TEMA YANG ANE SUKA. LAUT DAN TAHUN 1880-AN & 1930-AN KLASIK DI EROPA EYAK. KALI-KALI BUATIN AKU GINI LAGI YAKKK. LAGI, SEMOGA AKU DAPAT MENCAPAI EHEM EHEM BERHUBUNGAN DENGAN LAUT DAN SIAPA TAU KITA JADI IPARAN BENERAN (EYAAK)

  3. anggep aja ngewakilin keinginan Elsa buat nemu ehem-ehem bernuansa laut ehem-ehem 👈 WEH WEH KAK IRISH, IGE MWOYA WKWKWKWKWK. BUKA KARTU AJA IH WKWKWKWK. TAPI DOAIN AJA BERNUANSA LAUT EHEM EHEM INI KECAPAI. KAN SAPA TAU YA KITA BENERAN IPARAN NIH KAK WKWKWK XD /DITAMPAR/

    dan anggep aja ini ucapan selamat
    datang buat Elsa yang sebentar lagi mengarungi lautan. 👈 IYA AKU MENGARUNGI LAUTAN TAPI PAKE PESAWAT KAK RISH BUKAN KAPAL LAYAR HIKS :(((

    EH YA KARENA FIC YG SEBELUMNYA PENUH PLOT TWIST. AKU SIH UDAH YAKIN INI JUGA BANYAK PLOT TWIST. AKU KIRA YA INI RUNA BOCAH UNYU-UNYU PAS DENGAN POLOS EMES BILANG MAU JADI SIREN, DIA BAKAL KUALAT GITU. KUKIRA DIA KENA KUTUKAN JADI SIREN BENERAN ATO SEBENERNYA BAPAKNYA ITU SIREN JUGA SOALNE MASA ANAK KECIL DIBAWA LAYAR, GAK MUNGKIN SEKALI. EH NYATANYA YA NYATANYAA….. RUNA INI EMANG SIREN DARI AWAL, SEHUN TERTIPU DAYA MUSLIHAT. DAN KAPALNYA TERKUTUK, JADI INGET KAPAL TERKUTUK APA SIH NAMANYA KULUPA, AKU SUKA BANGET CERITANYA WKWKWK (( MAKLUM KAK KEKNYA KARENA BERJUANG MENCAPAI EHEM EHEM YANG BERHUBUNGAN SAMA LAUT, AKU SUKA JUGA LEGENDA-LEGENDA LAUT WALAU GAK TAU SEMUANYA WKWKWK )) DAN AKU TUH NGUKUK PAS BACA RUNA 8 TAHUN NJAY WKWKWK.

    DAN LAGI…. ELLIE. INI ANJIR YA. KAN ANE PAS ITU BACA KISAH DIA DI 10 STEPS. INI BERASA ELLIE DIP WKWKWK. BIASANYA GESREK MALAH KALEM BANGET GILAK WKWKWK. SEBENERNYA KUUDAH TAU SI BAEKYUN INI PASTI MAKHLUK ASTRAL. DIA TAU RENCANA SHANGRI-LA KAN MAU NEMUIN DAYLIGHT GHOST, AKU YAKIN DIA HANTU. EH PLOT TWIST PAS SI ELLIE LIAT BURITAN KAPAL TANPA AWAK, KUKIRA SHANGRILA TERKUTUK KAYAK DAYLIGHT GHOST, PLOT TWISTNYA LAGI… TERNYATA ELLIE UDAH PINDAH KE DAYLIHT GHOST WKWKWKWK. KETEMU BEKYUN SANG NAKODA. NJAYYY FIC YG INI PALING MISTERI. PERTANYAAN TTG DAYLIGHT GHOST HILANG DAN KOK BISA MASIH ADA DENGAN AWAK YANG UTUH TERUS SI ELLIE BISA KEMBALI LAGI DENGAN SELAMAT

    FIC KETIGA. PASANGAN ASTRAL HYERLU. KARENA DIKEDUA FIC ATAS SALING BERHUBUNGAN (WELL BAHASANNYA ADA YG DIBAWA) DIRI INI PUN UDAH YAKIN WANITA TUA YANG DIAJAK NGOMONG ITU PASTI ELLIE KARENA BAEKHYUN BILANG ; “Mengapa tidak kau arungi lautan ini untuk mencari jawabannya? Siapa tahu, suatu hari kita bisa berjumpa lagi, Ellie?”
    JADI UDAH TAU ITU ELLIE WKWKWKW. DAN AKU UDAH CURIGA DENGAN DESKRIPSI PAKAIAN LUHAN SERBA HITAM HMMM…. TAPI GAK CURIGA DIA DEDENGKOTNYA LEE DONGWOOK DI GOBLIN NGEKK. TAPI UDAH ADA YANG GANJEL AJA WKWKWKW. PAS TETIBA DENGAN MODUSNYA LUHAN DUDUK DEKET HYERIM, NGOBROL-NGOBROL. AKU GAK PAHAM INI LUHAN MAKHLUK APA, MALAH AKU KIRA DIA SALAH 1 AWAK EDEN’S EYES. TAPI DIPIKIR LAGI, GAK MUNGKIN, DIA NANYA2 KE SI ELLIE KAN TENTANG KAPAL ITU.
    LALU PLOT TWIST PRETTT PAS LUHAN INI GRIM REAPER. SIYALAN, MAKASIH ELLIE, KAU MENYELAMATKAN HIDUPKU /SAPALODAH/DIUSIR LANGSUNG/

    TAPI AKU MAU BANGET TTG EDEN’S EYES DIKUPAS KAK WKWKWK. MEREKA DISELAMETIN PARA SIREN TAPI DIKIRA UDAH MENINGGAL. KAN KEPO ELLIE BERTAHAN HIDUP SEPERTI APA DAN HEBAT BEUT DIA BISA NOLAK GRIM REAPER BAWA DIA MATI. PANTES LUHAN BILANG DIA MENOLAK KEMATIAN WKWKWKWK. DAN NJERR YAA, SI HYERIM KEKNYA GIYOWO GITU DANDANAN INGGRIS WKWKWKW SIYALAN. DIA YANG PALING GAK NORMAL DARI SIKAP ASLINYA DAN INI ANGGUN BANGET. MANA DI FF-FF ENTE PERAN HYERIM BERUBAH MULU DENGAN CANTEKNYA WKWKWK. GAK APA KAK, KUPAS SISI LAIN DARI SI HYERIM LOLOL. DAN INI SEBENERNYA TIGA OC INI (RUN-EL-HYER) PALING ABNORMAL TAPI BERUBAH JADI KALEM SEMOA KAN NGAKAK YA WKWKWKWK.

    BTW KAK RISH. AKU BENERAN SUKA SAMA CERITA INI. AKU SUKA MISTERI2 LAUT WALAU KATAKU, AKU GAK TAU SEMUA TAPI AKU DULU PERNAH BACA BEBERAPA DAN AKU SUKA. EFEK PAPAKU BERHUBUNGAN SAMA LAUT DAN AKU MAU CARI EHEM EHEM BERHUBUNGAN SAMA LAUT WKWKWKWK. JADI KUINGIN BUAT CERITA TTG LAUT. APALAGI TEMANYA TAHUN 1880-AN SAMA 1930-AN. TEMA KLAKSIK YANG SEBENERNYA CANTIK DAN AKU SUKA BANGET. KARENA INGETIN ANE SAMA NOVEL SHERLOCK, LUPIN, DAN AKU YG LATARNYA DI TAHUN SEGINIAN DAN LAGI KANGEN SM SERI ITU YG BELOM PUNYA TERJEMAHAN INDO LAGI 😦 PADAHAL MAU JALAN2 LAGI DI EROPA DI TAHUN KUNO KLASIK

    NAPA INI PANJANG BANGET DAHHHHHHH. TAPI KUSUMPAH PALING SUKA SM INI. BUKAN BIKOS ADA HYERLU TP TEMANYA LAUT SM LATAR TAHUN EROPA KLASIK ALA2 SHERLOCK DI NOVELKU ITU BUAT AKU JATUH CINTA AKKK

    UDAH AH KOMENNYA. NYAMPAHNYA. KEPLSOKNYA. KALI2 PINJEM HYERIM BUAT TEMA LAUT LAGI DI TAHUN SEGINI YA KAK WKWK. LAFYUDEH KAK RISH, AKU SUKA TEMANYA SOALNYA 💕
    /ilang bareng ehem ehem laut/ga

    1. ELS INI BACA KOMENMU AKU SAMPE NDAK BISA BERKATA-KATA, MANA JARI AKU UDAH MULAI KRAM PULA… JADI MUNGKIN BALESANKU NDAK SEPANJANG KOMENTARMU XD XD XD
      XD udahlah, anggep aja sama-sama mengarungi lautan meskipun satunya naik kapal satunya naik pesawat XD kan konsep dan landasan teorinya sama… wkwkwkwkwkwk XD
      Di sini elsa aku yakin udah jaga-jaga, sebab dia abis kena serangan plot twist di yang sebelumnya XD DAN TOLONG, RUNA NUAJIS BANGET GITU YHA KALO DIJADIIN BOCAH UNYU, OCNYA NIDA INI KAN NAJISABLE GITU, MALAH ANE JADIIN MERMET DI SINI, KAN NGEKEK…. EH SIREN DENG, SALAH TEORI. TAPI TETEP AJA NGEKEK BAYANGIN RUNA JADI SIREN XD XD XD
      DAN AKU SENENG LOOH ~ BISA SEHATI SAMA DIRIMU, MENYUKAI BIRUNYA LAUTAN /EAAAAAAA
      ELLIE DIP!!! AKU BUANGGA SEKALI ADA YANG MENYAMAKAN KEGILAAN ELLIE DIP DAN JOHNNY DIP XD MUNGKIN NANTI BISA AKU JADIIN SEKAPAL SAMA JOHNNY, JOHNNY NCT TAPI XD XD
      AH SYUDAHLAH, MEMBAHAS BAGIAN BAEKHYUN-ELLIE NANTI BUAT AKU GEMES LAGI SAMA MEREKA, MENDING KITA FOKUS SAMA HYER-LU AJA XD DIMANA HYERIM DIBUAT JADI CEWEK IMUT LONDON YANG KETEMU GRIM REAPER, DI ATAS KAPAL.
      KURANG LENGKAP APA LAGI ELS!? KURANG LENGKAP APA!? PESEN KATERING AJA ENGGAK BISA SELENGKAP INI LOH, GRETONG PULA /APASIH/
      Kembali ke font normal, ini spoiler aja sih, tahun depan mungkin emang aku eksekusi cerita pendek ini jadi cerita chapter, dan Ellie-Hyerim-Runa memang bakal ada di sana, plus Taemi, karena adek kakak tuh sama Hyerim, tapi masih tahun depan XD aku harus mengarungi lautan dulu biar dapet feel air-air ini, minimal aku kudu kelelep dulu baru bisa dapet inspirasi XD wkwkwkkwkkwk
      Dan aku masih pengen eksekusi editing gambar para OC dibuat versi inggrisnya, kayak Kim bersaudara yang jadi cewek imut london, Runa jadi siren, Ellie jadi Ellie Dip XD semoga aja bisa tereksekusi, amin ~
      Aku sendiri sebenernya enggak begitu ahli soal perlautan ini XD kemarin bikin ff ini modal tanya temen SMA aku yang kerja di perkapalan XD wkwkwkwk mayan lah, sekalian aku kepo gitu soal kerjaan di bagian laut2 ini begimana… dan ternyata otak aku kapasitasnya masih minimum buat menerima informasi yang banyak XD wkwkwkwkwkkwkwkwk
      EH UDAH AH INI KOMEN BALESANKU MULAI MEMBLUDAK, KALO NDAK DISTOP NANTI OVERLOAD…

    2. WAKAKAKAK AKU MEWAJARI KAK. UDAH KEPSLOK, PANJANG, EDAN LAGI ISINYA XD XD GWS KAKAK IPAR UNTUK TANGANNYA XD

      IYA SAMA AJA SIH YA. 1 KAPAL LAUT. 1 KAPAL TERBANG XD XD

      WANJIRRR OC KAK NIDUL KAN NUAJISABLE GITU YA. TETIBA DIJADIIN BOCAH UNYU YANG NYATANYA SIREN. NGUAKAKK XD MAU TAG KAK NIDUL TAPI GAK JADI DAH TAR SPOILER. GAK SYOK SAMA PLOT TWIST KAMVRETNYA XD

      EYAK EYAK EYAKKKKKKKKK KITA SEHATI LAGI EYAKKK. SEJOLI BENERAN KITA XD ATAU MUNGKIN BENERAN JADI IPARAN WAKAKAKAKAK XD INTINYA MAH SEJOLI ASEKKK XD

      YA ABIS KAK. SI ELLIE INI GESREK DAN AGAK OGEB (ATAU EMANG OGEB? /DITAMPAR ELLIE/) DAN TIBA-TIBA DIA DIP DI SINI JADI SOSOK KALEM DAN BAIK-BAIK, YA LORDDDDDD GAK NAHAN ANE HARHARHAR.

      WAKAKAKA IYA DEH YA KURANG LENGKAP APAAN YA SI HYERIM JADI TERKUPAS PRIBADINYA YANG LAIN SAMA ENTE KAK XD KALEM BANGET JADI CEWEK IMUT LONDON DAN GAK SENGAJA KETEMU GRIM REAPER YANG SOK MODUS DUDUK DI DEPANNYA SAMBIL NGAJAK NGOBROL. KALAU PENGEN NGAMBIL NYAWA YA AMBIL AJA, SI LUHAN BANYAK BASA-BASI PANTESAN BASI /EH

      /ubah font jadi normal juga/ masya allah, ane baca balesan ente ini ngekek dari tadi, udah kepslok, kita berdua bales-balesannya edan XD

      ealah, mau dijadiin chapter? XD XD ane harus nahan ngakak berapa chapter buat ngebayangi tiga OC abnormal di sini jadi kalem, imut, siren, DIP cobaaa XD XD ya lord gak nahan. Tapi semoga realisasi wkwkwkw, kapan lagi si Ellie ada di FF chapter dan jadi kalem kan? WAKAKAKAK. Kapan lagi Hyerim-Taemi yang gersek sama swag jadi cewek imut ala London. Plus Runa yang nuajisable /dibejek/ jadi siren dengan kalemnya XD XD tapi masa mesti kelelep, semoga bukan kelelep kak rish tapi kebanjur air dingin aja biar seger otaknya /eh

      dan ngebayangi editan gambar yang ente bilang buat visualisasinya itu sumpah…. ane no komen, kak XD XD ane juga buta sih tentang laut-lautan ini wkwkwkwkwk. Otak juga masih minimum buat memahaminya wakakakak.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s