Job’s Goal : Finding Love [Special Arin’s Wedding] -anneandreas

- JGFL COVER (3)

JOB’S GOAL : FINDING LOVE

-SPECIAL ARIN’s WEDDING-

a side story fiction with Romance feel and PG17 Rating Special for Birthday Girl, my dopleganger.

Staring by:

EXO Kim Jongdae – OC Do Ahrin

.

Poster @ IRISH
I own the plot
all cast except OC belong to their real life

.

©anneandreas2k17

Sekali lagi Jongdae menatap Arin yang kini duduk di sampingnya di kursi belakang mobil. Meskipun telah menghabiskan banyak waktu bersama gadis itu, entah mengapa Jongdae merasa gadis di sampingnya ini selalu tampak manis dan menarik. Terlebih hari ini, gaun putih yang memperlihatkan indah bahu gadisnya itu semakin membuat Jongdae merasa berdebar, bahkan lebih berdebar dibanding ketika ia akan menyatakan cintanya pada Arin dulu.

Saranghae..” ucap Jongdae sambil mengecup punggung tangan Arin.

Arin mengerjap kaget namun langsung tersenyum, “Nado saranghae..” jawabnya.

Please, aku tahu kalian berdua hari ini menikah tapi bisakah kalian jangan terlalu romantis di depan saudara kembar pengantin perempuan yang masih single ini?” ucap Reen dari kursi samping kemudi, membuat Arin, Jongdae serta supir mobil pengantin itu tertawa.

Oh my God, aku lupa ada yang belum punya pacar di sini. Kupikir kami hanya berdua. Maaf.” Arin menjawab sambil tetap tertawa.

-JOB’SGOAL:FINDINGLOVE-

Waktu berlalu dan di sinilah Arin sekarang, berdiri menggandeng sang ayah di gedung bagian belakang. Melihat ibunya serta ibu Jongdae berjalan beriringan lalu menyalakan lilin yang menandakan acara pemberkatan mereka telah di mulai. Kemudian di susul dengan Jongdae dengan setelan jas putihnya yang nampak gagah itu berjalan dengan mantap menuju ke depan altar.

Dan kini gilirannya, ketika semua mata menatapnya, ia mulai melangkah perlahan beriringan dengan sang ayah, menatap altar dan calon suami yang akan menyambut tangannya di depan sana.

“Jagalah putriku dan bahagialah bersamanya selamanya.” pesan Tuan Do ketika menyerahkan tangan Arin kepada Jongdae.

Jongdae mengangguk mantap sembari menyambut tangan Arin.

Upacara pernikahan berjalan lancar, hingga akhirnya waktu untuk kedua mempelai menghampiri orang tua dan meminta restu mereka pun tiba. Walaupun tumbuh sebagai gadis yang ceria, tetap saja ada saat-saat dimana Arin merasa hatinya sangat sensitif. Seperti hari ini misalnya, ketika ia bergandengan tangan dengan calon suaminya untuk meminta restu dari kedua orang tua mereka di depan semua tamu undangan.

Mereka berdiri di depan kedua orang tua Jongdae. Bahkan sebagai seorang laki-laki dewasa, Arin masih mendengar getar dalam suara Jongdae ketika laki-laki itu mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tuanya atas kasih sayang yang diberikan kepadanya selama ini.

Setelah membungkuk pada kedua orang tua Jongdae, kini mereka berdua berjalan dan berdiri di depan kedua orang tua Arin. Tiba-tiba Arin merasa seperti kisah seumur hidupnya dipertontonkan kembali tepat di depan matanya. Ia merasa dadanya sesak dan matanya mulai terasa panas.

Appa dan Eomma, terima kasih telah membesarkan Arin dengan baik hingga Arin bisa berdiri di sini saat ini. Maafkan Arin yang belum mampu membahagiakan kalian. Terima kasih telah membiarkan Arin memilih laki-laki yang Arin cintai. Doakan rumah tangga Arin.”

Setitik air mata akhirnya jatuh dari pelupuk matanya ketika kalimatnya selesai dan air mata itu berubah jadi isakan ketika Tuan Do maju dan memeluknya hangat. “Jangan menangis, appa ikut bahagia.” ucap Tuan Do.

Tidak hanya Arin dan kedua orang tuanya, bahkan Reen dan Kyungsoo yang duduk di belakang orang tua mereka pun ikut mengeluarkan air mata haru. Bagaimanapun juga, hari ini adalah hari ketika salah satu anggota keluarga mereka tidak menjadi milik mereka sepenuhnya lagi, Arin akan menjadi milik Jongdae.

.

.

.

Jongdae menggenggam jemari Arin erat ketika istrinya itu melepas pelukan ayah dan ibunya kemudian membimbing Arin kembali ke depan altar untuk mengucap janji nikah mereka. Jongdae menatap Arin dalam-dalam membiarkan seluruh cinta yang ada dalam dirinya menguar bersamaan dengan janji nikah yang ia ucapkan.

“Saya Kim Jong Dae, menerima engkau Do Ah Rin dan akan setia di sisimu sejak saat ini sampai maut memisahkan kita.”

“Saya Do Ah Rin, menerima engkau Kim Jong Dae dan akan setia di sisimu sejak saat ini sampai maut memisahkan kita.”

Iringan tepuk tangan dari para tamu yang datang memenuhi gedung, tepuk tangan itu tambah meriah ketika Jongdae mendekat dan mengecup lembut bibir Arin yang kini sudah sah menjadi istrinya.

-JOB’SGOAL:FINDINGLOVE-

Waktu berlalu dan petang mulai datang, Arin yang berada di ruang tunggu gedung resepsi pun semakin berdebar. Terlebih ketika akhirnya MC dari depan panggung akhirnya memulai acara, dengan suara cerianya mempersilahkan kedua orang tua Jongdae untuk berjalan di karpet merah menuju panggung, dilanjutkan dengan kedua orang tua Arin yang berjalan di belakangnya, hingga akhirnya Reen dan Sehun yang pada hari ini menjadi best man dan braidmaid.

Ketika semua orang itu telah duduk di tempatnya masing-masing, kini tinggallah Arin yang berdiri sendiri di pintu ruang resepsi, ia harus tersenyum meskipun hatinya berdebar sangat kencang karena semua mata tertuju kepadanya. Dan saat alunan musik kesukaannya diputar, ia mulai meniti langkah menuju wedding gate.

Ooh everytime I see you..

Geudae nuneul bol ttaemyeon jakku gaseumi tto seolleyeowa..

Nae unmyeongijyo sesang kkeutirado jikyeojugo sippeun dan han saram..

Matanya mulai bertemu dengan mata Jongdae yang berjalan dari sisi lain. Langkah keduanya ringan namun pasti, hingga ketika mereka berdua bertemu di wedding gate dan sekali lagi Jongdae memeluk pinggang Arin dan mengecupnya tepat di bibir dan confetti bertebaran di sekitar mereka.

-JOB’SGOAL:FINDINGLOVE-

“Aku sudah mulai lelah, high heels ini menyakitkan.” bisik Arin ketika akhirnya mereka sempat duduk setelah bersalaman dengan banyak tamu yang datang.

Jongdae tersenyum dan memeluk pinggang Arin lembut, “Sebentar lagi selesai kok. Ternyata ramai juga yang datang.”

“Iya, aku senang banyak yang datang.” jawab Arin.

Tepat saat itu MC memberikan kode kepadanya untuk berdiri sebab ada tamu lagi yang hendak naik ke panggung memberi ucapan selamat, dan ketika Arin menoleh ia sempat mengerjap sedikit sebab yang sudah berdiri di depannya ada Baekhyun yang tersenyum dengan hangat.

“Selamat, kudoakan kau bahagia.” katanya sambil mengulurkan tangan.

Arin tersenyum lantas menyambut uluran tangan Baekhyun, “Terima kasih. Kudoakan kau juga bahagia.”

“Jaga dia baik-baik dan jangan sampai ia menangis.” ucapnya sambil mengulurkan tangannya di hadapan Jongdae, membuat laki-laki itu sempat kaget sebentar namun kemudian menyambut uluran tangan Baekhyun sambil menjawab, “Aku akan menjaminnya.”

“Wow, dia datang?” tanya Jongdae pada Arin setelah Baekhyun turun dari panggung.

“Dia ‘kan anaknya sahabat appa.” jawab Arin sambil mengangguk.

Karena tidak ada jawaban dari pihak Jongdae, Arin menoleh lantas menyenggol lengan suaminya itu, “Kau tidak cemburu lagi ‘kan? Aku sempat takut kau akan meninjunya lagi tadi.” katanya sambil tertawa.

“Aku tidak mungkin merusak hari indahku sendiri.” balasnya sambil ikut tertawa.

-JOB’SGOAL:FINDINGLOVE-

Acara sudah berakhir dan setelah acara berpelukan yang cukup panjang dengan Reen yang besok akan langsung pergi ke Beijing, akhirnya mereka berdua kembali ke hotel.

Sesaat setelah Arin masuk ke dalam kamar hotel mereka, ia melemparkan high heels yang mulai menyakiti kakinya itu sambil duduk di ujung ranjang, sementara Jongdae bersandar melepas lelah sebentar sambil memutar acara TV.

“Aku mandi dulu.” ucap Jongdae akhirnya lalu masuk ke dalam kamar mandi hotel.

Arin mengangguk namun seiring waktu jantungnya berdetak semakin kencang. ia memang tidak memikirkannya seharian ini namun akhirnya malam hari tiba juga. Dan kini mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri bahkan sudah berada di dalam kamar hotel.

Berusaha menyingkirkan suara detak jantungnya, Arin melepaskan satu persatu jepit rambut hitam yang mempercantik penampilannya hari ini dan membersihkan make up lumayan tebal yang ia yakin besok akan meninggalkan jerawat di wajahnya. Ketika ia sedang sibuk mengusap wajahnya dengan kapas berisi toner pembersih wajah, Jongdae keluar dari kamar mandi dengan hanya terbalut jubah mandi milik hotel, membuat jantung Arin semakin berdetak tak karuan.

“Aku juga mandi dulu.” kata Arin akhirnya kemudian mencoba masuk ke dalam kamar mandi beserta gaun pengantin berekor panjang itu.

Dan inilah pertama kalinya Arin mengutuki gaunnya itu, ketika ia sendiri akhirnya kesusahan untuk membuka tali yang mengeratkan seluruh punggungnya. Ia memutar tubuhnya ke kiri dan ke kanan, mencoba meraih ujung tali pengikat yang entah diselipkan dimana oleh tim perias dari bridal.

“Boleh aku minta tolong?” ucap Arin malu-malu dari dalam kamar mandi.

Jongdae mengetuk sebentar pintu kamar mandi sebelum masuk dan akhirnya ia tertawa melihat wajah putus asa Arin yang mencoba membuka gaun pengantinnya sendiri.

“Mengapa kau malu-malu begitu, kita ‘kan sudah suami istri.” goda Jongdae, membuat pipi Arin semakin memerah.

Lantas Jongdae mulai membuka tali pengikat yang diselipkan di antara temali yang mengerat punggung Arin dan merenggangkan ikatan gaunnya. Ketika ia sudah yakin bahwa gaun itu akan segera jatuh jika saja Arin tak memegangi bagian depannya, Jongdae keluar dari sana.

Sekeluarnya Jongdae, jantung Arin bukannya makin tenang justru semakin berdebar. Ia mandi perlahan-lahan, bukan karena ia merasa sangat kotor atau bagaimana. Tapi ia tidak tahu apa yang harus atau akan dilakukannya sekeluarnya ia dari kamar mandi.

Hingga sekitar tiga puluh menit lebih Arin berada di dalam kamar mandi, ia bahkan sudah mengenakan jubah mandi dan selesai mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Dan ia sudah tidak punya alasan lagi untuk berlama-lama di kamar mandi, akhirnya Arin memberanikan dirinya untuk membuka pintu kamar mandi.

Ia melangkah mendekat ke arah ranjang ukuran king size di tengah kamar hotel itu, melihat betapa santainya Jongdae bersantai di sana membuat jantungnya justru semakin berdebar saja.

“Ayo bersandar di sini.” ucap Jongdae ringan sambil menepuk tempat di sampingnya.

Arin pun kemudian naik ke tempat tidur dan duduk di samping Jongdae, ia berusaha sekuat mungkin agar tak terlihat tegang.  Kemudian Jongdae merangkulkan tangannya di sekeliling bahu Arin dan mengecup pipi Arin lembut, “Aku mencintaimu.” bisiknya.

Arin bukannya jarang mendengar kalimat seperti itu, tapi entah mengapa ia bingung menjawab kalimat seperti itu malam ini, jadi ia hanya bisa mengangguk. Kemudian Jongdae mengarahkan tangannya yang satu lagi menuju ke dagu Arin dan mengecup bibir istrinya itu lembut.

Jantung Arin semakin berdetak cepat ketika kecupan lembut dari suaminya itu perlahan berubah menjadi ciuman intens yang entah mengapa rasanya memabukkan. Tidak berhenti di sana kemudian Jongdae mulai mengecup dagu dan leher Arin sementara tangannya menarik Arin masuk dalam pelukan.

Arin membalas pelukan Jongdae dan membiarkan laki-laki itu mengecup leher dan mulai turun ke pundaknya. Ketika mereka berdua mulai merasa semakin memanas, Jongdae menghentikan sebentar aktivitasnya kemudian menghampiri lampu meja di bufet samping ranjang.

“Aku akan matikan lampu sebab Author bilang ia tidak sanggup lagi untuk melanjutkan adegan ini, lagi pula nanti cerita ini harus dipassword jika kontennya terlalu dewasa. Padahal cerita hari ini adalah kisah di hari spesial seseorang.” ucap Jongdae.

“Ah, ya benar aku hampir lupa. Selamat ulang tahun Irish-nim. Terima kasih juga sudah menciptakanku.” ucap Arin sambil tersenyum.

“Dan sekarang waktunya hanya milik kita berdua.”

Jongdae mematikan lampu meja di bufet kemudian naik kembali ke atas ranjang, menarik ikatan jubah mandi milik Arin hingga terbuka seluruhnya dan melakukan hal yang biarlah hanya mereka bedua yang tahu.

.

.

.

fin. 

HAHAHAHAHAHAHAHAHA

ini plot twist yang menyebalkan sekali

HAHAHAHAHAHAHAHAHA

Biarku perkenalkan, Do Ah Rin memang sesungguhnya bukan OC ciptaanku tapi OC ciptaan saudara kembar virtualku  yang hari ini sedang sangat berbahagia karena mendapatkan lisensi untuk membuat FanFiction NC-21.

~SELAMAT ULANG TAHUN IRISH~

-Semoga tetap menjadi Bidan yang menjadi berkat di tempat kerja
-Semoga tetap menjadi Author yang punya imajinasi tak tertebak oleh manusia biasa
-Semoga tidak tetap menjadi gebetan, dipacarin gitu maksudnya /plak
-Semoga kita tetap jadi kembarjenjer dan nanti bisa meet up! harush! wajibh!

P.s:
Omong-omong ini acara weddingnya sebagian besar based on my true wedding story ditambah referensi dari Variety Show Infinity Challenge episode Wedding Singer.

Tapi tidak termasuk di bagian mantan yang salaman, karena mantan saya tidak datang padahal sudah diundang /plak. Juga tidak termasuk di bagian hotel setelah resepsi. BUAHAHAHAHHA.

Termasuk lagu yang dipakai Arin untuk mengiring menuju panggung itu juga lagu yang kupakai waktu jalan ke wedding gate. Yup betol. Lagunya Chen ft Punch judulnya “Everytime”.
//Kok Chen nyanyi buat nikahannya sendiri sih //Itukan yang nyanyi Chen, inikan yang nikah Jongdae //Oh ya, okelah terserah //Bhay.

Nb:
Beginilah jika jadi seorang author pemalas. Bikin FanFic side story sekalian kado ulang tahun misalnya /plak. Terus malas ganti poster padahal MainCast Side Story ininya gak ada di poster misalnya /plak lagi.

Lalu, maafkan Admin bagian FanFic Freelance yang tidak sopan ini. Sesungguhnya ini masih hari Freelance tapi saya sudah ngepost FanFic pribadi, tapi semua FanFic yang ada di daftar Update Minggu ini sudah selesai dipost kok. Jadi maapkanlah aku ya~

Dan dengan rilisnya Side Story ke-2 ini berarti Job’s Goal : Finding Love sudah benar-benar berakhir, kkeut!! *menangis bahagia akhirnya kamu tamat juga FFku.
Sekali lagi terima kasih kepada semua pembaca, seperti biasa satu komentar dari kalian selalu berharga untukku.

See you in my next project dan once again Happy Birthday Irish!!
*bow*

Iklan

11 respons untuk ‘Job’s Goal : Finding Love [Special Arin’s Wedding] -anneandreas

  1. KANE YALORD… KUSEPOT KANE… INI BELUM TENGAH MALEM DAN KUOTAKU SEKARAT…

    YA LORD IYA BANGET GITU KANE NGUCAPINNYA PAS AKU LAHIR :”> PAS MAU MAGRIB AAAWWWW KANE MASIH INGEETTTT

    MAKASIH KANE KEMBAR JENJERKU CINTAKU BELAHAN JIWAKU KAKAK IMUTKU CALON IBU DARI PONAKAN PONAKANKUUUUU ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

  2. Whoa.. 😄 msh ada bonus! 촣아~ wlw 세훈 akuh ga kbagian 1 line pun, @ least dy msh nongol 😁 oh, ini scene 백 salaman ke kdua mempelai yg ku tny2in dr kmrn akhr’ny release jua. Aku salut kamu tegar 백, udah disini ditinggal nkh arin 😢 di ff 2nd grade’ny nida kamu jg broken-hearted krn gebetan spt’ny lbh milih sang rival cinta 😞 tp di ff2 irish kamu populer, pa lg yg lawas2 kini mule di update lg ma irish 😀 /미안 mrembet ky taneman rambat 😋 bkn pmalas mlh mnrt ku timing’ny pas bs bwt ff bns 1xan bwt bday gift 👍 1x dayung 2-3 pulau terlampaui! 생일 축하해 iriseu 😙 moga sehat2 bs capai smua target yg sdh di bwt, bs meet up brng para author & OC jg bias2 😍 anne mksh bwt ff job’s goal ini ☺ jg ff2 yg sblm2ny & yg akan dtg.
    Ps: td br ngeh liat mv kokobop di net tv (breakout) kai naek ☁ kinton’ny 😂 jd inget ff cloud9, trnyt di ff dy ga pk2 ☁ nya bwt di pk di mv toh, ㅋㅋㅋㅋㅋ

    1. Hooh namanya doang kemention sicadel wkwkwk..
      Iyaaah salamannya berbaubau tegang gitu ya 😂
      Buahahhaha bekyun kadian dimanamana yaa, hooh di one&only keknya bekyun bahagia gak sih ya wkwkwk..
      Iyaah taun lalu juga side storynya JGFL buat ulang taun iriseu juga.. Artinya aku ngerjain JGFL setahun BUAHAHAHAHA..
      Aku aminin juga doa doanyaa..
      Iya kak, makanya awan kintonnya kai masih bagus gitu kan ya masih kinclong soalnya gaperna dipake wkwkwkw

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s