[EXOFFI FREELANCE] CARNIVORA (Chapter 8)

TITTLE:CARNIVORA –Door of us- EIGHT

AUTHOR:YELLOWPARTNER

LENGTH: Chaptered

GENRE: TRAGEDY, ANGST

RATING: 15 (Sewaktu- waktu bisa berubah)

MAIN CAST: KAI, KRYSTAL

ADDITIONAL CAST: Just find it…

Disclaimer: Ide cerita milik pribadi bukan plagiat, cerita hanya fiksi penggemar dan tidak bermaksud untuk menjelekan pihak yang bersangkutan.

Poster by AL KINDI@EKF

Sebelumnya | Teaser | Prolog | Characters | You knew me | Destiny | As soon as you could | Passion and egoism | Try to Try | The beginning | Carnivora | Door of us

Hal pertama yang dilakukan Jongin saat kembali tinggal di Seoul adalah menghubungi Dr. Seo joohyun. Seorang ahli terapi terbaik di korea selatan. Lalu langkah keduanya adalah menghubungi pengacaranya untuk membuat surat nikah. Sebelum ia sah sebagai wali Soojung, ia belum bisa melakukan apapun pada wanita itu termasuk memberikan pengobatan dan terapi. Secara hukum wali Soojung adalah kakaknya Sooyeon, tapi Jongin belum mau mempertemukan Soojung dengan kakaknya itu. Padahal Sooyeon sudah mencari adiknya dengan kelimpungan di tengah harga saham yang jatuh.

Jongin akan mempertemukan keduanya tapi bukan sekarang, sekarang ia harus mendapat kepercayaan Soojung terlebih dulu.

***

“Kau hanya perlu tanda tangan di sini Soojung-ssi” suara seorang lelaki asing menggelitik pendengaran Soojung. Pengacara Jongin itu memiliki suara lembut dengan aksen yang aneh. Namanya Zhang yixing, orang china yang ramah.

Soojung menggenggam pulpen berusaha untuk menorehkan tanda tangannya, namun keadaan gelap membuat ia kesulitan. Wendy membantu Soojung membubuhkan tanda tangan, ia menggenggam tangan Soojung yang menggenggam pulpen. Tanda tangan itu tidak serapih tanda tangan Soojung yang biasanya tapi cukup rapih untuk dijadikan bukti bahwa pernikahan mereka sah. Tidak akan ada upacara pernikahan karena pernikahan ini hanya bertujuan untuk memudahkan Jongin membantu dan mengurus Soojung, bukan sebuah pernikahan karena gairah cinta yang membara.

Setelah urusan itu selesai Soojung kembali membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Wendy masih setia menungguinya tanpa Soojung minta.

“Kau siap?” tanya Wendy.

“Siapa untuk apa?”

“Pengobatan, terapi”

“Tentu saja aku siap, mana mungkin aku mau menandatangani dokumen itu kalau aku tidak mau menjalani terapi”

“Kau tahu itu mungkin sulit”

“Tentu saja itu sulit, tapi aku harus mencoba”

Wendy mengangguk-anggukan kepalanya seperti burung.

“Aku disini sebagai psikiatermu, kau bisa mengatakan apa saja padaku termasuk rasa frustasimu. Aku bisa menjamin kau akan merasa frustasi saat terapi nanti, jadi kau harus mengatakannya padaku agar aku bisa membantumu” ujarnya Wendy.

Soojung tidak menjawab. Sejujurnya ia memang takut.

Pintu terbuka.

“Hai Sehun” sapa Wendy.

“Hai” balas sehun.

“Hai Soojung, selamat atas pernikahanmu”

Soojung mendengus sebal, Sehun membuatnya lebih waspada dan awas. Dari pengamatannya, Jongin dan Wendy seperti selalu menurut pada Sehun. Oh sehun yang Soojung tahu adalah seorang lelaki tampan, bahakan dulu ia sempat menawarinya untuk menjadi Romeo. Soojung tidak pernah mengira Sehun bisa jadi semenyeramkan ini baginya.

“Kau tidak akanmembalas sapaanku Soojung?” tanya Sehun lagi.

“Oh hai” jawab Soojung malas membuat tawa aneh keluar dari mulut Sehun. Tawa itu seperti tawa anak kecil yang main-main, tawa yang sama yang selalu menjadi ciri khas Oh sehun.

“Kau masih sama seperti dulu, menyeramkan” ujar Sehun yang membuat Soojung mengernyit.

Kau yang menyeramkan Oh sehun!

“Aku mendengar bahwa Jongin memutuskan untuk membawamu ke Seoul, jadi aku datang untuk mampir sebentar”

“Terimakasih karena telah datang Oh sehun” ujar Soojung dengan ketus.

***

Terapi pertama yang dijalankan adalah terapi mental, Soojung menghabiskan waktu tiga jam lebih untuk melakukan konseling dengan Wendy. Sangat sulit untuk membujuk Soojung bicara  bahkan wanita itu hampir mengamuk berkali-kali. Kondisi mentalnya ternyata jauh lebih parah dari apa yang mereka kira. Soojung tidak menangis, Soojung tidak mengamuk bahkan tidak menunjukan kesedihan. Hanya pada awal bangun dari koma saja ia terlihat sedih dan mengamuk.

Terapi mental itu dilakukan satu jam setiap hari hingga kondisi Soojung menjadi lebih baik. Sudah lewat dari dua bulan semenjak terapi dimulai, dan Soojung sudah dinyatakan siap menjalani tahapan terapi fisiknya. Wendy sudah memberikan wejangan pada Soojung agar tetap tenang saat melakukan terapi fisik yang berpotensi membuatnya kehilangan rasa percaya diri dan harapan sembuh.

Belajar berjalan seperti bayi adalah hal yang menyedihkan. Meskipun dokter Seo sangat baik tetap saja Soojung merasa frustasi seperti apa yang dikatakan Wendy. Namun konsisi mentalnya yang jauh lebih baik membuatnya tetap bertahan. Awalnya ia hanya diberi rangsangan berupa sengatan listrik di kakinya, dari tegangan tinggi rendah ke tegangan tinggi hingga kakinya terangsang. Setelah kakinya dianggap mampu menerima rangsangan yang lebih rendah Soojung naik ke tahap selanjutnya yaitu belajar menggerakan kaki.

Semua Soojung lalui dengan penuh tekanan namun juga kesabaran hingga akhirnya ia berhasil berdiri dan mulai belajar berjalan. Belajar berjalan dengan dunia yang gelap sungguh tidak menyenangkan. Berkali-kali Soojung kehilangan keseimbangan hingga hampir saja tubuhnya yang lemah jatuh berdebum mencium lantai. Biasanya sesi terapi hanya dilakukan kurang dari satu jam namun terkadang Soojung mencuri-curi waktu untuk belajar berjalan lagi.

“Ya tuhan kenapa kakiku berat sekali” gerutunya saat berhasil berdiri dan berpegangan pada dinding kamarnya. Soojung menggerakan kakinya ke kanan dan ke kiri seperti berdansa. Mencoba melatih kekuatan kakinya. Namun tiba-tiba lututnya melemas dan Soojung yakin ia bokongnya akan menyentuh lantai jika tidak ada tangan yang menahannya.

“Jangan memaksakan diri”

Suara husky itu berbisik pelan, lembut namun mendebarkan. Dalam gelap yang pekat, mendengar suara husky itu membuat Soojung merinding. Tanpa perlu melihatpun ia tahu bahwa itu adalah Jongin.

“Kenapa kau ada disini?” tanya Soojung langsung.

“Tentu saja menjagamu, aku selalu diam tidak bersuara agar kau tidak terganggu namun hal seperti ini malah terjadi sehingga aku terpaksa keluar dari persembunyianku” jawab Jongin dengan jujur.

“Setiap malam?” tanya Soojung lagi.

“Ya”

Soojung dapat merasakan aroma lelaki itu,  begitu maskulin dan dingin. Jongin membantu Soojung untuk berdiri dengan tegak lagi.

“Masih mau melanjutkan latihanmu?”

Soojung mengangguk.

“Kalau  begitu lanjutkanlah, aku ada di dekatmu jadi jangan takut jatuh”

Karena aku akan menangkapmu bila kau jatuh

***

“Sial! Sial! Sial! Si brengsek itu melakukannya lagi!!” seorang lelaki dengan tubuh mungil dan mata bulat melotot dan memukul meja di depannya. Ia adalah Do kyungsoo, seorang polisi yang tergila-gila untuk menangkap seorang penjagal manusia. Kyungsoo menyebutnya tukang jagal karena pembunuh itu selalu memenggal kepala korbannya dan memisahkan anggota tubuhnya. Juga jari-jari kakinya yang menghilang. Selalu seperti itu sejak 10 tahun yang lalu. Bahkan investigator yang dulu menyelidiki kasus ini menghilang.

“Tenang Kyungsoo!! Kau tahu bahwa ia akan tertawa jika kau sampai terbakar emosi” Jackson menenangkan Kyungsoo yang memang sedang geram. Pasalnya ini adalah kasus ke dua pada tahun yang sama. Pagi tadi mayat CEO dari GH Group ditemukan di loteng gedung GH group. Dan seperti biasa pula kepalanya di temukan di wastafel kamar mandi. Selalu pola yang sama. Pola yang sama seperti pola yang dilakukan si tukang jagal itu ketika membunuh adiknya.

Do kyungsoo adalah kakak dari Do minsoo yang dibunuh dengan kejam. Kasus Do minsoo adalah kasus ke-6 dengan pola yang sama. Tidak ada yang tahujika Kyungsoo adalah kakak Minsoo, karena ia menutupi fakta itu agar bisa menjadi tim penyelidik dan ambil bagian menangkap si tukang jagal. Kyungsoo bersumpah akan membunuh si tukang jagal itu jika ia berhasil menemukannya.

Setelah kematian adiknya, Do kyungsoo terpuruk untuk beberapa bulan. Namun ia langsung bangkit dan mengikuti pelatihan kepolisian. Dengan otaknya yang cemerlang dan sebuah niat balas dendam akhirnya ia berhasil menjadi salah satu penyelidik kasus pembunuhan berantai yang terjadi dari 10 tahun yang lalu itu.

TO BE CONTINUED………..

***

LONG TIME NO SEE

I AM BACK AFTER LONG HIATUS

ADA YANG KANGEN FF INI?

KALAU GITU ENJOY YAAAAAA

JANGAN LUPA KOMENNYA SELALU KUTUNGGU LOOOOOOOO

10 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] CARNIVORA (Chapter 8)”

  1. Walaupun gak sepanjang buasanya tapi senang juga akhirnya ff ini update lagi. Si tukang jagal berarti itu kai kn ?
    Lanjutkan terus thor

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s