[EXOFFI FREELANCE] Forgive Me, Babe (End)

Forgive me, babe (End)

Author : Niuniu as Rey

Length : Twoshot

Genre : Romance, Sad(gagal)

Rated : Teen+

Cast : Byun Baekhyun, Park Jihyun

Additional cast : Kim Taeyeon, Oh Sehun, Xi Luhan, Park Chanyeol, D.O Kyungsoo, Kim Jongin

Disclaimer : FF ini asli karya saya. Asli dari ide saya sendiri.

Btw, ff ini sudah pernah saya publish difacebook, kalo mau link-nya liat aja dibawah.

Jika anda masih punya hati dan perasaan, tolong! Hargai fanfiction ini. Terimakasih.

Author’s note : Annyeong, Gomawo karena mau menerima dan membaca ff ini. Gomawo buat supportnya. Gomawo gomawo gomawo :v

Link Facebook :

Cha 1 : https://www.facebook.com/groups/EXO.FF.INA/permalink/525870604282613/?comment_id=527535624116111&ref=notif&notif_t=group_comment&notif_id=1473595213426075

Cha 2 : https://www.facebook.com/groups/EXO.FF.INA/528159844053689/?notif_t=like&notif_id=1473729362250658

Typo(s) everywhere!

Author POV :

Jihyun langsung berbelok saat matanya melihat Taeyeon diseberang jalan. Berlari menuju samping cafe dan menyenderkan tubuhnya ditembok bangunan favoritnya itu. Diraihnya ponselnya dan langsung ditelponnya Taeyeon.

“Halo?”

“Nuna .. kau sayang denganku, bukan?”

“Tentu saja .. kau dimana sekarang?”

“Aku boleh minta satu permohonan?”

“Apa itu?”

“Jagakan seseorang untukku. Seseorang yang sangat berharga yang pernah kumiliki. Dan nuna, bisakah nuna memberikan ponsel nuna sebentar ke Baekhyun?”

Detik berikutnya, terdengar suara Baekhyun ditelinga Jihyun.

“Halo?”

“Baekhyun-ah ..”

“Jihyun- kau dimana?”

“Kau ingin jawabanku, bukan? Lihatlah didepanmu. Itulah jawabanku. Aku tahu kau masih sangat mencintainya. Jagalah dia untukku, karena dia adalah orang yang sangat kusayangi. Jadi, aku ingin kita ..” Jihyun terdiam sejenak. Menarik napas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.

“Aku ingin .. kita putus.”

“Ji-Jihyun ..” Nafas Baekhyun tercekat diujung sana. Jihyun menahan isakan yang ingin keluar dari mulutnya dengan sekuat tenaga.

“Berikan. Ponselnya. Ke. Taeyeon. Nuna.” Ucap Jihyun penuh penekanan. Tak dapat melawan, Baekhyun menurut begitu saja. Taeyeon langsung meraih ponselnya dan mendekatkannya ketelinganya setelah melihat perubahan diwajah Baekhyun.

“Jihyun, apa yang terjadi? Kenapa Baekhyun-“

“Jagalah dia untukku nuna. Aku tahu kau masih sangat sangat sangat mencintainya. Meski dia adalah orang yang sangat kusayangi, tapi aku sudah tidak bisa membuat dia bahagia lagi. Dia sudah tidak nyaman denganku, karena dia jauh lebih nyaman denganmu. Jagalah dia nuna, aku mempercayaimu karena aku tahu nuna tidak akan menyakitinya. Annyeong nuna-“

“Jihyun-“

‘tut .. tut’

“Jihyun-ah! Jihyun-ah!!!!” teriak Taeyeon. Taeyeon mencoba menghubungi Jihyun, tapi yang terdengar hanya suara operator.

Taeyeon menatap Baekhyun yang sudah seperti orang tak bernyawa didepannya.

“Baekhyun-ah ..” Panggil Taeyeon lembut.

“Ne, nuna ..”

“Cepat kejar dia .. kalian masih saling menyayangi, bukan? Dan hari ini, adalah hari anniversary kalian, bukan?”

“Tidak perlu, nuna .. dia tidak menyayangiku lagi. Dia .. dia menyukai orang lain.”

“Kau bicara apa? Dia masih menyayangimu, Baekhyun .. jangan bertindak bodoh!”

“Tidak nuna .. dia-“

“Dia menyuruhku untuk menjagamu, menjaga orang yang paling berharga dihidupnya. Orang yang sangat disayanginya, tapi aku bisa mendengar nada bicaranya dia tidak sanggup melepaskanmu.”

“Jika dia tidak sanggup melepaskanku dia tidak mungkin menyuruhmu untuk-“

“Itu karena dia ingin kau bahagia bersamaku, Baekhyun. Dia tahu kita masih saling menyukai. Maka dari itu dia berkata seperti itu. Cepat kejar dia Baekhyun!”

“Tidak perlu, aku sudah-“

“Haruskah aku memukulmu Baekhyun?” detik berikutnya, Baekhyun menyambar ponselnya dan langsung berlari keluar cafe.

‘Jihyun-ah .. mianhae, aku membuatmu sakit. mianhae, Jihyun-ah .. aku memang nuna yang jahat. Aku tetap dengan pendirianku. Membiarkan diriku menguasaiku saat itu. Membiarkan hatiku tetap menyukai Baekhyun. Maafkan aku, Jihyun .. maafkan aku membalas perlakuannya siang itu.’

Ya. Taeyeon sebenarnya melihat Jihyun dibalik kaca hari itu, tapi entah kenapa keegoisan itu datang dan jadilah kejadiannya seperti hari itu.

‘Kau memang pantas menjadi milik Baekhyun. Pantas saja semua orang menyukaimu, termasuk aku. Kau menggemaskan dan juga terlalu peduli dengan perasaan orang lain. Meski kau keras kepala tapi, Kalian pantas bersama. Baekhyun-ah, dengan ini aku akan mengakhiri perasaanku terhadapmu. Menganggapmu sebagai juniorku tidak lebih, dan jagakan Jihyun untukku. Aku .. menyayangi kalian.’

Jihyun menangis sejadinya didalam pelukan Chanyeol. Kyungsoo, Luhan, Sehun dan Jongin, melihat pemandangan yang ada didepan mereka sedih. Seakan ikut merasakan betapa sakitnya hati Jihyun saat ini.

Chanyeol mengelus punggung Jihyun dengan penuh kasih sayang.

“Op-pa, hiks .. Bagai-mana, Aaaa-hiks, Aaaa, Oppa-hiks ..”

“Tak apa, tak apa. Ini bukan salahmu, chagia .. ini bukan salahmu.” Ucap Chanyeol.

Diluar apartement Kyungsoo, Baekhyun seperti orang gila mengetuk pintu dan meneriaki nama Kyungsoo. Dia sangat tahu. Pasti semua orang berada diapartement Kyungsoo. Karena disitulah tempat kumpul mereka.

Chanyeol menatap Kyungsoo, dan memerintahkan namja belo itu dengan dagunya untuk membukakan pintu apartementnya. Kyungsoo menghela napasnya. Dia pun bangkit dan beranjak membuka pintu.

Setelah pintu terbuka, Baekhyun langsung berlari masuk dan keadaan memilukan langsung terpampang dengan jelas dihadapannya. Jihyun menangis didalam pelukan Chanyeol, kakak kandung Jihyun. Baekhyun, dengan langkah pelan menghampiri Jihyun. Chanyeol menatap Baekhyun dan tersenyum. Chanyeol mencoba melepaskan pelukannya tapi Jihyun menahannya. Chanyeol mendekatkan bibirnya ketelinga Jihyun.

“Bicaralah dengannya. Putuskan dengan baik-baik. kau tidak ingin Oppa membunuhnya, bukan?” Chanyeol pun melepaskan pelukannya tanpa ditahan Jihyun lagi. Chanyeol meraih pundak Baekhyun dan menepuknya pelan.

“Diamkan dia, jika kau masih ingin bersamanya. Sebelum aku membawanya pulang ke Jepang.” Setelah berucap seperti itu, Chanyeol, Luhan, Sehun, Jongin dan Kyungsoo langsung keluar meninggalkan Baekhyun dan Jihyun berdua.

Baekhyun menghela napasnya dan memegang kedua tangan Jihyun. Jihyun masih menangis. Dapat Baekhyun lihat mata Jihyun memerah. Baekhyun mendekatkan wajahnya dengan wajah Jihyun. Mengeluskan pipinya diwajah Jihyun. Membiarkan pipinya basah karena airmata mantan kekasih eh- kekasihnya.

Lama mereka terdiam. Jihyun masih enggan menatap Baekhyun meski mereka berhadapan, dan Baekhyun masih enggan berhenti mengeluskan pipinya kepipi Jihyun.

“Aku sudah berhenti menangis, berhentilah melakukannya.” Ucap Jihyun dengan suara parau.

“Tidak, aku harus menghapus airmatamu. Aku tidak bisa melihatmu menangis seperti ini.”

“Tapi, kau sudah membuatku menangis, Baekhyun.”

“Akhirnya, kau berkata jujur ..”

“Lebih aku berkata jujur, bukan?”

“Hm, karena itu lebih baik daripada kau mendiamkanku.” Ucap Baekhyun. Jihyun menarik nafasnya dan menatap Baekhyun.

“Aku .. melihatmu berciuman dengan Taeyeon nuna sebulan lalu, makanya saat itu aku marah denganmu. Dan beberapa minggu lalu, aku juga melihatnya. Maka dari itu, aku-“

“Jangan dilanjutkan. Aku sudah tahu semuanya. Dan, kenapa aku tidak berniat menegurmu karena beberapa minggu lalu, aku juga melihatmu berciuman dengan Luhan.” Jihyun langsung menyipitkan matanya.

“Aku tidak pernah melakukan itu dengan siapapun, kecuali denganmu, Chanyeol, eomma dan appa.”

“Aku melihatnya, Jihyun. Diruang basket.”

Flashback :

Jihyun dengan lesu duduk dibangku penonton ruang basket. Berharap bisa bertemu Chanyeol atau siapa saja, kecuali Baekhyun. Luhan tiba-tiba saja datang dan duduk disamping Jihyun. Jihyun menoleh, menatap Luhan.

“Kau kenapa? bertengkar dengan Baekhyun lagi?” Tanya Luhan, seperti sudah kewajibannya bertanya seperti itu.

“Oh, hyung.”

“Masalah apa?”

“Dia .. berciuman-“

“Sst, diam. Baekhyun sedang ada dipintu.” Ucap Luhan. Jihyun ingin berbalik tapi, Luhan menahannya.

“Ya! Kenapa kau tidak memanggilku Oppa, huh? Kenapa hanya Chanyeol?” Luhan mengedipkan matanya ke Jihyun, berharap Jihyun paham dengan maksudnya.

“Kenapa tiba-tiba hyung menanyakan itu?”

“Aku hanya cemburu dengan Chanyeol.”

“Aigoo .. baiklah, aku akan mengatakan alasannya. Orang yang mau kupanggil Oppa, hanya kakakku dan orang yang kusayangi. Karena menurutku itu adalah panggilan spesial-ku untuk mereka.”

“Lalu, kau tidak menyayangiku?”

“Siapa bilang? Tentu saja aku menyayangi-“ Jihyun berhenti bicara saat Luhan mendekatkan wajahnya kewajah Jihyun dan tersenyum.

“Maafkan aku, Jihyun-ah.”

‘tuk’

‘BRAK’

Pintu ruang basket tertutup dengan kasar dan itu adalah perbuatan Baekhyun. Jihyun tersentak tapi tidak dengan Luhan, karena Luhan tahu Baekhyun akan marah.

“Aku aktor yang hebat, bukan?” Ucap Luhan sambil menunjukkan winknya.

Flashback Off.

“Dia tidak melakukan itu kepadaku! Dia hanya menyentuhkan hidungnya kehidungku untuk membuatmu cemburu dan membuatmu mengira kami berciuman.”

“Mwo?”

“Karena dia tahu kau ada dipintu masuk saat itu.” Baekhyun menghela napas dan mengepalkan tangannya, marah.

“Kami aktris dan aktor yang hebat, bukan?” Lanjut Jihyun.

“Sangat hebat! Hebat membuatku cemburu!” Kesal Baekhyun dan mendapat tawa Jihyun. Tapi, tawa itu tak berlangsung lama. Wajah Jihyun langsung berubah serius.

“Kenapa waktu diruang club menyanyi kau mencium Taeyeon nuna, Oh?”

“Karena aku melihatmu dan saat itu tiba-tiba saja aku mengingat kejadian diruang basket, karena marah aku jadi ingin membuatmu cemburu juga, aku ingin kau merasakan apa yang kurasakan.”

“Kenapa kau sejahat itu, baek?”

“Kau duluan yang melakukannya, Jihyun-ah.”

“Kau yang duluan, baek .. dan ingat! Aku dan Luhan hyung hanya menyentuhkan hidung kami dan tidak berci-”

“Ah, baiklah! Aku menyerah. Tapi, kita masih’kan?” Jihyun langsung bangkit dan menatap Baekhyun.

“Masih dengkulmu!” Setelah itu, Jihyun pergi meninggalkan Baekhyun yang terus berseru memanggilnya.

“Masih berlaku, kan?” Ucap Jihyun sambil  menatap Baekhyun. Baekhyun mengangkat tangannya dan menatap jam yang melingkar ditangannya. Saat ini mereka berada dicafe favorit Baekhyun dan Jihyun. Sebuah kue tart dengan hiasan lilin berbentuk nomor 2 terletak didepan Baekhyun dan Jihyun.

“Masih berlaku-“

“Ya! Kalian berdua! Cepat tiup lilinnya. 5 menit lagi, waktunya akan berak-“

‘Wuss’

Baekhyun dan Jihyun langsung meniup lilin yang ada diatas kue tart yang mereka beli ditoko kue. Membuat Chanyeol menghembuskan napas, kesal. Jihyun langsung menggenggam kedua tangannya dan menutup kedua matanya begitupun juga dengan Baekhyun.

‘Kuharap, kami selalu bersama.’ –Byun Baekhyun.

‘Kuharap, kami selalu bersama.’ –Park Jihyun.

Setelahnya, tawa terdengar dari mulut Baekhyun dan Jihyun. Chanyeol, Kyungsoo, Luhan, Sehun dan Jongin, hanya dapat bergeleng pelan dan ikut tertawa.

“Kami harap, semoga besok kalian PUTUS!” Ucap Chanyeol, Kyungsoo, Luhan, Sehun dan Jongin bersamaan dan langsung tertawa.

“YA! Harapan macam apa itu?” Ucap Jihyun.

“Ah, kalian benar-benar.” Ucap Baekhyun. Sekon kemudian, Baekhyun dan Jihyun saling pandang kemudian tawa keluar dari mulut mereka. Jihyun menyenderkan tubuhnya ke Baekhyun dan langsung dipeluk Baekhyun. Jihyun menengadahkan kepalanya dan menatap Baekhyun.

‘Chu~’

Baekhyun langsung saja mendaratkan sebuah ciuman dikening Jihyun. Jihyun langsung bangkit dan menatap Baekhyun tajam sambil menutupi keningnya.

“Oh? Siapa yang membolehkanmu menciumku disitu?” Ucap Jihyun marah.

“Apa aku harus minta ijin terlebih dahulu?”

“Bukankah sudah kubilang jangan menciumku disitu?”

“Kenapa aku tidak boleh sedangkan Chanyeol boleh, huh?”

“Chanyeol itu kakak-ku dan kau .. kau hanya-“

“Apa? Aku apa?” Potong Baekhyun cepat. Chanyeol, Luhan, Kyungsoo, Jongin dan Sehun, saling pandang. Detik kemudian mereka menatap Baekhyun dan Jihyun dan langsung tertawa.

“Harapan kami terkabul, yeah!” Seru mereka berlima membuat Baekhyun dan Jihyun menatap mereka.

“Apa maksud kalian? Kami saja tidak putus.” Seru Jihyun.

“Bukankah tadi kalian bertengkar?” Ucap Jongin.

“Benar, bukankah pertengkaran awal dari putusnya sebuah hubungan?” Ucap Sehun.

“Ya! Kenapa aku punya teman seperti kalian?” Kesal Jihyun.

“Oppa, coba lihat mereka!” Suruh Jihyun sambil menunjuk teman-teman Chanyeol. Chanyeol menatap teman-temannya. Dan kembali menatap Jihyun.

“Wae? Mereka baik-baik saja.”

“Ah, oppa!!” Seru Jihyun kesal. Jihyun menatap Baekhyun dan memukulnya.

‘bugh’

“Ah, appo! Kenapa kau memukulku?!?” Seru Baekhyun.

“Kenapa kau hanya diam? Kau setuju mereka mengatai kita pu-“ Baekhyun langsung mendaratkan bibirnya dibibir Jihyun, membungkamnya membuat yeoja Park itu langsung terdiam. Chanyeol dan yang lainnya langsung saja tertawa. Baekhyun melepaskan ciumannya dan mendekatkan bibirnya ketelinga Jihyun.

“Saranghae, Park Jihyun .. jangan dengarkan orang lain, cukup dengarkan aku. Arraseo?”

“Aish! Kau ini ..”

“Kau tidak membalas perasaan-“

“Saranghae, Byun Baekhyun .. “ potong Jihyun cepat dan langsung memeluk Baekhyun. Baekhyun tersenyum dan membalas pelukan Jihyun.

‘Terimakasih sudah mempertahanku .. –Park Jihyun’

‘Terimakasih sudah menyadarkanku .. –Byun Baekhyun’

-FIN-

Epilog.

“Because I know I can treat you better .. than he can-“

“Ya! Bisakah kau tidak menyanyikan lagu orang ‘itu’?” Seru Baekhyun. Jihyun langsung saja menatap Baekhyun dan memukulnya dengan perasaan teramat kesal. Membuat Baekhyun meringis.

“Kau sering menyanyikan lagu snsd lalu kenapa aku tidak boleh menyanyikan lagu shawn mendes, huh?”

“Ya! Ya! Kalian ini .. berhentilah bertengkar.” Ucap Taeyeon mencoba menengahi.

“Dia duluan, nuna ..” Seru Jihyun.

“Nuna? Ya! Park Jihyun, bisakah kau memanggilnya Unnie? Kalau kita memanggilnya bersama-sama, bisa-bisa kita dikira gay.” Ucap Baekhyun.

“Ya! Kau ..” Ucap Jihyun tajam.

“Ya! Berhentilah ..” Ucap Kyungsoo.

“Kenapa kalian seperti anak kecil, huh? Kajja, Jihyun. Kita latihan, hiraukan saja si bacon itu.” Ucap Luhan sambil menarik lengan Jihyun dan langsung mendapat pukulan dari Baekhyun. Baekhyun menarik Jihyun kepelukannya membuat pegangan Luhan terlepas.

“Lepaskan tanganmu. Jangan pernah kau menyentuh milikku!” Ucap Baekhyun tajam.

“Aigoo .. Byun baek! Kalau dia milikmu kenapa kau terus bertengkar dengannya?”

“Karena itulah kami .. pelangi tidak akan tercipta kalau tidak ada hujan.”

“Terserah kau sajalah ..” Ucap Luhan menyerah dan berlalu pergi, latihan bersama Kyungsoo dan Taeyeon.

Jihyun melingkarkan tangannya dipinggang Baekhyun dan menatap Baekhyun dengan mengembungkan pipinya. Baekhyun berhenti menatap Luhan dan beralih menatap Jihyun.

“Darimana kau belajar kata-kata itu, baek?”

“Dari matamu ..” wajah Jihyun tiba-tiba saja memerah. Lagi-lagi, Baekhyun kembali membuatnya malu.

“Eii, geumanhae ..” Ucap Jihyun sambil menutupi wajahnya didada bidang Baekhyun dan memeluk namja Byun itu, erat. Baekhyun tertawa kecil. Dirundukkannya wajahnya.

“Saranghae, Park Jihyun ..” Bisik Baekhyun tepat ditelinga kanan Jihyun.

“Eii, geumanhae .. kau membuatku malu ..” Sekon berikutnya, Baekhyun langsung tertawa. Dipeluknya, kekasihnya erat. Seakan-akan jika dia melepaskan pelukan itu, kekasihnya bisa saja langsung menghilang.

“Ya, ige jinjjaro ..” Bisik Baekhyun lagi.

“Eii, arraseo. Nado saranghae-yo .. Byun Baekhyun ..” Ucap Jihyun meski teredam oleh tubuh Baekhyun. Mereka saling mengeratkan pelukan itu tanpa mau melepaskan dan memikirkan hal lainnya.

-FIN-

Kebahagiaan itu ada dimana saja, tapi terkadang cara kita mendapatkannya tidak selalu mudah. Maka dari itu, janganlah menyerah dengan semua masalah yang kau dapatkan. Hadapi dan lawanlah masalah itu, karena tak selamanya kebahagiaan itu tak berpihak kepada kita. Karena setelah hujan, pasti akan ada pelangi. –Niuniu as Rey

Hoho .. Bagaimana ff nya? Ah, aku harap kalian menyukainya. Untuk para cast, jangan membenci mereka ya. Terutama yang dapet peran antagonis. Mereka sebenarnya baik kok, tapi terkadang keadaan yang memaksa mereka berperan antagonis.

Niuniu as Rey disini, Salam XOXO dan sampai jumpa.

Khamsahamnida

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s