[EXOFFI FREELANCE] KOKOBOP (Chorus)

kokobop Chorus copy.jpg

K O K O B O P (Chorus)

Author: El Byun

Chaptered

Rate: PG-17

Genre:

Alternate Universe, Work Life, Action

Cast:

Kim Junmyeon | Kim Jongin | Kim Jongdae | Do Kyungsoo | Park Chanyeol | Oh Sehun | Kim Minseok | Byun Baekhyun

Lee Hanbi (OC)

Summary:

Ketika tarian musim panas mengajakmu untuk memiliki seorang pasangan. Kemudian seseorang yang tidak kau ketahui melemparmu ke dalam kencan buta dengan 8 pria beda profesi.

Desclimer:

This story is my real imagination from ‘Kokobop’ song. Don’t be plagiarsm, please! Be a good readers!

Previous list: Cast + Introduction | Intro | Verse

~~~

[CHORUS]

~~~

Sebuah ruang kerja dengan dekorasi mewah bernuansa metal dilengkapi dengan potongan kaca-kaca yang tersusun acak di sepanjang dinding menambah kesan elegan ruangan itu.

Meja besar yang terbuat dari batu mineral asli berwarna hijau tua dengan aksen seperti karang yang ditemukan di pegunungan Ethiopia membuat siapapun yang duduk di belakangnya terlihat gagah dilihat dari sudut manapun.

Namun betapa mewahnya ruangan serta meja kokoh yang melengkapinya tidak membuat sang pemilik nyaman. Pasalnya di setiap sudut ruangan selalu dipenuhi kertas kerja, buku-buku, dan map-map penting yang membuat siapa saja merasakan pening dikepalanya.

Sebut saja Kim Junmyeon. Ia adalah Presdir, pewaris perusahaan terkaya dan ternama se-antero Korea Selatan. Pria berahang tegas ini selalu sibuk dengan pekerjaannya. Lihat saja meja batu mineralnya yang indah harus dikotori dengan ratusan kertas sampah yang setiap hari berdatangan. Entah kekuatan super apa yang ia miliki, ia bisa tahan dengan pekerjaan berat seperti itu.

PRANG!!!!

Tiba-tiba ia tercekat, entah angin dari mana sesuatu telah menghantam kaca anti peluru jendelanya hingga pecah perkeping-keping. Professional sekali orang ini, batinnya. Ia tidak merasakan takut sekalipun. Jika orang itupun penjahat, ia akan memberikan apa yang ia mau. Terkecuali jiwanya.

Angin yang berhasil menembus dinding ruang kerjanya menerbangkan kertas-kertas pekerjaannya seharian ini.

Ia berdiri, berjalan mendekati lubang kaca itu. Mengamatinya lekat-lekat dan memandang betapa indahnya pemandangan kota Seoul malam hari dari atas sini. Menghilangkan penatnya sejenak dan melupakan pekerjaan memusingkan yang menyita banyak waktunya.

Angin malam menyapu seluruh wajah dan lehernya. Ia tersadar, musim panas telah datang beberapa minggu yang lalu dan ia baru menyadarinya. Mengingat jadwal kencan-kencannya lagi dan membayangkan betapa munafiknya wajah-wajah polos mereka yang buta akan materi. Namun mereka semua nyatanya adalah ular yang ingin bersenang-senang dengan hartanya.

Ia menarik tubuhnya menjauh dan tiba-tiba sesuatu menghalangi ujung sepatunya. Bentuknya seperti kaleng namun bukan kaleng biasa. Ia tahu itu bukan sebuah bom karena disana tertulis namanya dengan jelas ‘Kim Junmyeon’.

~~~

Suara desahan keras memburu masih menggaung di setiap sudut ruangan. Beberapa barbel memang masih berserakan di lantai walaupun waktu sudah menunjukkan mereka harus tutup. Sang pemilik tak pernah absen untuk mengecek semua kondisi ruang latihan VVIP-nya. Lantai bawah sengaja untuk ruang latihan pemula.

Kini ia berada di lantai 2 mengemasi barbel khusus miliknya sendiri ke dalam tas. Namun sesuatu tampak berbeda dari salah satu barbelnya yang terangkat ringan ditangannya. Ia mengamati dan membolak-balikkan benda itu seksama tak ada yang aneh. Tapi ia melihat ada garis diujung wadah pemberat menampakkan garis dan ia mulai curiga. Mungkin jika ia memutarnya seperti membuka toples akan…

Dan sebuah amplop hitam tertinggal di dalamnya bertuliskan tinta putih mengeja namanya-

Kim Jong In.

~~~

Pagi hari menjadi awal ia beraktivitas bagi seorang pembela keadilan sepeti Kim Jongdae. Saat ia bangun dan kembali tidur ia hanya berkutat pada kertas bukti-bukti dan laporan kasus-kasus dari klien-nya. Ia bahkan hampir tidur hanya 2 jam setiap harinya. Buktinya dengan hasil kerja kerasnya sebagai pengacara ia dapat memiliki sebuah mansion mewah dan sebuah Maserati GranCabiro yang persis dimiliki oleh Cristiano Ronaldo.

Pagi ini jam 10, ia harus menghadiri pra peradilan kasus penyelewengan dana oleh menteri perpajakkan. Ia memang seringkali mendapatkan pekerjaan dari petinggi negara. Namanya terkenal di dalam kawasan para pejabat negara karena keberhasilannya menangani kasus dan sering kali lolos. Untuk itu ia memang memasang tarif tinggi untuk setiap proses peradilan.

Setelah ia selesai mandi Jongdae selalu mengecek kembali berkas-berkas yang akan menjadi bahan pertarungan di meja hijau. Ia orang yang teliti. Saking telitinya ia tidak menyadari sesuatu terselip diantara tumpukkan map-map tebal miliknya.

Di meja peradilan ketika ia akan membacakan rincian bukti yang bawa tenggorokkannya terasa bisu. Pasalnya ia tidak sadar telah mengambil amplop yang salah yang bertuliskan nama dirinya sendiri. Kim Jongdae.

~~~

Bunyi gemericik air keran pencucian dan suara desusan uap minyak bercampur air tidak sekalipun mengganggu pekerjaan pria pemilik restoran China ini. Ia tengah sibuk menghias pasta bertabur irisan daging bebek peking diatasnya. Ia telah menyelesaikan resep baru yang memadu padankan masakan Eropa dengan China sebagai menu utamanya minggu ini.

Chef Do, begitu para karyawan memanggilnya. Ia begitu terkenal dengan kejeniusannya membuat resep baru yang tidak semua Chef tahu. Seperti penemuannya hari ini. Tampaknya semua orang harus memujanya.

Kini ia akan membuat piring kedua dengan menambahkan irisan daging bebek paking khas dengan bumbu rahasianya. Bebek peking memang selalu utuh ketika dimasak. Ia memotong bagian dada dari bebek utuh itu bahkan hampir menyerempet tulang-tulangnya. Potongannya selalu bagus dan rapi, namun sesuatu mengganjal pisaunya hingga ia sendiri harus kepayahan. Ia menghentikan aktivitas memotongnya dan menilik apakah bebeknya memiliki bagian yang cacat.

Akhirnya ia memutuskan untuk membelah dada bagian tengah tulang bebek itu. Dan bagaimana mungkin sebuah bungkusan aluminium foil bisa berada di dalam sana sedangkan bebeknya masih utuh. Ia merasa aneh sekarang. Dengan berhati-hati menggunakan garpu dan pisaunya ia memindahkan bungkusan itu dan membukanya sedikit demi sedikit.

Sedikit jijik ia menarik sebuah amplop yang muncul saat ia membuka pembungkusnya. Karena merasa tidak berbahaya ia membuka dengan cekatan isi amplop tersebut dan tiba-tiba membelalakan matanya melihat namanya jelas tertulis dalam lembaran itu. Do Kyungsoo.

~~~

Pria jangkung berambut poddle berwarna ungu kini telah menyiapkan intrumennya. Kurang dari 1 jam para pengunjung akan berdatangan. Ia selalu teliti dalam setiap penampilan. Ia juga dijuluki ‘music box’ karena ia selalu memakai earphone dimanapun dan kapanpun ia berada. Dunianya seakan hanyalah musik, bukan untuk hal lain.

Cylone Club, itu nama tempat ia bekerja. Club itu mulai buka sore hari sekitar pukul 5 dan pria itu hanya bekerja sampai jam 11 malam 3 jam sebelum club itu tutup. Begitu isi kontrak kerjanya. Karena di siang harinya ia harus mengatur waktu untuk berkencan dengan para kekasihnya. Luar biasa sekali, ia bahkan tidak pernah ketahuan untuk menyelingkuhi mereka.

Musik menghentak lambat menandakan pesta segera dimulai. Semua orang memuji kepiawaiannya mengaransemen musik. Membuat musik lebih nyaman didengar daripada memekakkan telinga dari awal hingga akhir. Temponya beralih cepat ketika tamu sudah memenuhi lantai dansa dan memintanya untuk memainkan senjata andalannya. Teriakkan heboh pedansa yang memenuhi ruangan itu mengiringi bagian intro musik berjenis EDM miliknya. Namun ketika memasuki bagian interlude tiba-tiba sebuah lampu di belakang panggung pecah hingga membuat pengunjung berhamburan menghindar. Pria di belakang instrumennya menatap heran lampu yang berada tepat di belakangnya. Seseorang mungkin bisa terluka. Ia mematikan alatnya dan beranjak menyusuri pecahan lampu. Karena pencahayaan yang minim ia butuh waktu lama untuk menyadari keberadaan sebuah kaleng berada 2 langkah dari lampu. Namun seorang teknisi yang kebetulan baru saja datang justru mengetahuinya dan menunjukkannya pada pria itu. Mereka saling beradu pandang. Teknisi itu menyorotkan lampu senternya mengidentifikasi benda aneh itu dan menemukan nama Park Chanyeol di dalamnya.

~~~

Panggung megah yang terpasang rapi di dalam aula konser Tokyo Doom yang terkenal di negara Jepang ini ternyata sudah dipenuhi oleh pada penggemar yang berduyung-duyung ingin menyaksikan Grup Idol ‘The War’ setelah sekian lama vakum dari dunia hiburan. Mereka terdiri dari 8 personel yang digawangi oleh sang leader si mesin pemecah panggung. Siapa yang tidak kenal dengan leader yang satu ini. Selain tinggi, tampan, dan berkulit putih ia juga seorang dancer pro yang banyak digilai oleh wanita. Kepiawaiannya dalam menari membuat siapa kaki siapa saja lemas dan para wanita akan berteriak histeris.

Ketika konser tengah berlangsung dan sang leader sedang melakukkan single dance di tengah lagu tiba-tiba sebuah benda melayang di atas panggung. Kejadian itu membuat siapapun yang melihatnya berteriak ketakutan. Namun untung saja tidak ada korban yang terkena lemparan tersebut. Ini bukan pertama kalinya mereka mendapat perlakuan tidak wajar para penggemar fanatik. Namun melihat benda yang dilemparkan begitu asing maka para kru memutuskan untuk menghentikan konser. Berbeda jika sebelumnya mereka hanya ditimpuk sebuah sampah atau botol-botol plastik. Bahannya seperti kaleng namun dalam bentuk yang berbeda seperti kapsul. Petugas pengamanan mengira itu adalah sebuah bom hingga seluruh penonton diharapkan mengosongkan ruangan konser. Hanya petugas keamanan dan yang lainnya bersembunyi di balik panggung dengan perasaan was-was.

Kejanggalan terjadi ketika petugas keamanan tidak menerima sinyal bom dari alat pendeteksi bahan peledak yang ia bawa. Kemudian dengan berhati-hati mereka mengambil benda itu dan mencoba menemukan celah untuk membukanya. Setelah berhasil dibuka mereka menemukan sebuah amplop besar berwarna hitam yang bertuliskan sang penerima. Leader’s The War, Oh Sehun.

~~~

Hening dan menegangkan. Begitulah kondisi ruang perkuliahan yang dipimpin oleh dosen killer pada umumnya. Terlebih jika mereka mendapatkan kuis secara mendadak. Para mahasiswa hanya mengeluh dalam hati. Salah tingkah sedikit saja nama mereka akan dicoret.

Dosen fakultas Ilmu Komunikasi ini begitu terkenal di dalam lingkup Universitas Taeseok. Walaupun ia hanya berkutat pada satu fakultas namun kecerdasan serta julukkan killernya terngiang di telinga siapa saja. Termasuk sang rektor sendiri. Namun pria 32 tahun yang seharusnya sudah cukup usia untuk menikah itu sama sekali tidak mengenal apa itu cinta. Sifat kaku dan arogansinya begitu membumbung tinggi.

Jam ditangannya telah menunjukkan waktu habis untuk mengerjakan soal kuis. Hanya dengan berdiri menghadap pintu keluar dan menunjukkan jam tangannya saja para mahasiswanya langsung kelabakan. Mereka begitu hafal dengan gerak-gerik sang dosen. Tak banyak bicara, namun bergerak sedikit saja mengartikan begitu banyak kalimat. Mereka berbondong-bondong mengumpulkan lembar kerja.

Dalam bilik kerjanya sang dosen mengoreksi hasil kerja mahasiswanya dalam kuis dadakan yang soalnya ia buat kurang dari 5 menit itu. Coretan tinta merah begitu mendominasi sebagian besar lembar kerja mereka. Bibirnya mengkerut kaku merasa bosan. Kecerdasannya begitu tinggi, kenapa mahasiswanya begitu bodoh? Pikirnya.

Namun ketika ia akan mencoret lembar terakhir tangannya berhenti. Ini bukanlah sebuah lembar kerja yang sama yang dikerjakan mahasiswanya. Tangannya membolak-balik kertas berbentuk amplop berwarna coklat susu itu. Karena penasaran ia membukanya, menarik sebuah kertas lain yang terselip di dalamnya dan membaca namanya sendiri heran. Kim Minseok.

~~~

Cerry cafe yang terletak di persimpangan jalan Hanjoo kota Seoul itu selalu ramai dikunjungi para pelanggan muda. Mereka sudah mengenalnya sebagai cafe media sosial. Selain berdekorasi unik berwarna-warni yang cocok bagi mereka yang ingin menjadi selebgram dadakan namun juga bisa menjadi selebgram sebenarnya hanya dengan mengencani seorang yang duduk manis di belakang piano di atas panggung kecil yang ada di pojok cafe mereka.

Seorang yang sangat terkenal dengan karya-karya ajaibnya dalam bersyair dan menyenandungkan sebuah lagu. Subscriber youtube yang mencapai 5 juta dan lebih dari 10 juta followers dalam instagramnya ini telah merasakan naik surutnya menjadi seorang yang viral. Kini ia hanyalah seorang menghibur cafe dalam jadwal off air-nya.

Ia baru saja sampai di cafe itu dan menyiapkan segala perlengkapan panggungnya. Ia paling mengerti bagaimana menyetel piano klasik Yamaha keluaran tahun 2005 ini menjadi khas miliknya sendiri. Ini adalah piano kesayangannya dalam kurun waktu 5 tahun yang selama 3 bulan ini dipajang dalam cafe yang juga miliknya pribadi. Sengaja ia mendirikannya karena sedang krisis ekonomi. Akhir-akhir ini pamornya sudah mulai menurun.

Seperti biasa ia akan membersihkan tuts bagian dalam pianonya dari debu-debu. Ia baru saja membuka namun sesuatu yang baru saja dilihatnya membuatnya harus melepasnya lagi hingga berbunyi BUG keras memekakkan telinga. Penyesalan melanda hatinya. Kenapa ia tadi begitu kasar? sesalnya. Lalu ia kembali membuka namun secara perlahan-lahan. Ia sudah melihatnya sebelumnya jadi seharusnya ia tidak kaget lagi. ia menarik penyangganya agar penutupnya tidak terjatuh. Menelisik kembali temuannya beberapa detik yang lalu. Aneh, bagaimana seseorang bisa memasukkan sebuah benda asing diam-diam sementara pianonya sendiri selalu tak jauh dari pengawasannya?

Ia mengambil benda bulat mirip telur itu hati-hati. benda itu tidak mirip telur hanya saja terbuat dari bahan metal yang tahan gores. Ia memutar kedua ujungnya seperti akan membuka sebuah jajanan anak-anak yang didalamnya terdapat mainan yang mengejutkan bagi siapapun yang membelinya. Hanya sebuah kertas dilipat rapi yang terdapat di dalamnya. Ia pikir itu adalah peta harta karun, namun begitu ia membuka lipatan ia membelalakkan matanya yang sipit dan bibirnya bahkan menganga hingga gigit jari. Ia tidak menyangka seorang pengemar membuatkan telur yang berisi namanya sendiri dalam pianonya.

Aigoo.. Byun Baekhyun??

[Chorus-END]

Author’s note:

Di part ke-2 kebawah jujur author gak mood. Ini mana tenggorokkan sakit lagi.. *curhat. Tapi untuk kalian yang masih setia menunggu aku paksa in buat nulis. Mian kalo tulisannya terlalu berbelit-belit dan mungkin membuat Anda bosan.

Sekali lagi tolong hargai karya author yang sampai capek lembur ini ya, huhu (*mewek). Jadi, yang merasa membaca saja mohon tinggalkan jejak sebagai bentuk dukungan Anda dimanapun kalian tinggalkan. Like boleh, komen sangat direkomendasikan. Sekian.

#Khusus Baekhyun oppa, emang sengaja aku bikin agak kocak. Wahaha…

N/b: Post berikutnya kita mulai cerita inti yah..! Kyaa…

5 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] KOKOBOP (Chorus)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s