[EXOFFI FREELANCE] Let Me In [Chapter 12]

CYMERA_20170603_145032.jpg

Title | Let Me In  [Sequel Hold Me Tight]

Author | RahayK

Lead Cast |Byun Baekhyun x Baekhyun / Dellion Foster

                        Yoon So hee  x Baek Eun Ha

                         Irene Bae  x   Park Ae Ri

                       Song Yun Hyeong  x  Yun Hyeong

                       Kim Jong In  x   Kai Kim

Support Cast | Kim Dahyun  x   Dahyun

                               Wang Jackson  x  Jackson

Length |Chapter -Sequel

Genre | AU x Dark x Drama x Friendship x Sad x Bromance x Marriage -Life  x Revenge

Disclaimer | Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks! Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

Poster | RahayK Poster

Summary  this  Chapter |

Previous Chapter| First Encounter > Before time tell you to stop > Interview > Stranger(us) > Past pt.1 > Past pt.2 >Her Beloved > Fools love > For Life > All thing is back> Best (bad)gift >> Because Of Cola >> Game is Begin [now]

::: LET ME IN:::

-=12=-

Embun masih tersisa di atas daun yang tumbuh liar di sekitar perbukitan daerah Gangwon, provinsi yang tak jauh letaknya dari Seoul. Angin musim gugur mulai berhembus, hari belum cukup siang dan langit tak cukup cerah untuk peringatan besar hari ini. Mereka melakukan  do’a dengan bersujud memberikan penghormatan dihadapan sebuah gundukkan tanah berbukit dengan sebuah nisan di atasnya –bertuliskan marga Song disana. Hari ini adalah peringatan 3 tahun tiadanya pendiri Song Corp., beberapa pribadi diantara dari orang-orang ini masih ada yang menyimpan duka, ada yang mulai merelakan karena waktu sudah berlalu begitu panjang, dan ada juga yang masih menyimpan perasaan buruk akibat perbuatannya sendiri dan –orang itu adalah –

Park  Ae  Ri.

Wanita itu berubah menjadi monster sejak dirinya keluar dari lubang hitam yang penuh hiruk –pikuk bernama kemiskinan.Ia seakan terlahir kembali dengan menggenggam tangan iblis dalam jemarinya, manusia itu berubah menjadi wanita yang mengerikan dan penuh kutukan.

Tangannya meletakkan bunga edelweis di depan nisan milik tuan Song –ayah mertuanya. Dirinya membathin penuh kebencian ketika ia mengusap batu nisan sang ayah mertua, namun bibirnya terus menarik sebuah senyum penuh getir yang membuat orang awam berpikir bahwa ia begitu menyanyangi mendiang mertuanya tersebut. Ah!  Tak lupa juga matanya berkabut –berkaca –kaca sambil berbisik pada sang suami yang berada di sisinya.

“Aku merindukan beliau, Yunhyeong –ssi..”

Mendengar  ucapan sang istri yang terisak, ia segera memeluknya erat dan membawanya menjauh dari sana. Jieun yang melihat peristiwa –menjijikan –menurutnya hanya tersenyum mencebik sambil menggeleng  tak percaya. Yah, -tak percaya lantaran  Aeri adalah mahluk paling mengerikan dan menjijikan yang pernah ia kenal. Jika kalian bertanya mengapa,Aeri –wanita itu lebih mengerikan dari iblis.Wanita itu juga yang membuat –ayahnya, tuan Song –mati secara tidak langsung.

‘Aeri –wanita iblis itu –membunuh ayahku.’

Jieun hanya membathin dalam hati –ia tak dapat mengatakan itu pada Myungsoo –sang suami ataupun adiknya sendiri. Karena ia takut –takut jika rahasia besarnya akan terungkap. Karena, sialnya –rahasia besar itu –Aeri mengetahuinya.

Myungsoo meremas bahu Jieun –tak kentara, meski begitu suaminya tahu Jieun pasti sedang memikirkan sesuatu. “Kau tak apa? –belajarlah untuk merelakan abeonim, Jieun –ah..”  Jieun tersenyum getir menyambut perkataan Myungsoo, dan akhirnya mengangguk pelan. “Baiklah –aku akan mencobanya.”

::: LET ME IN:::

Aeri  melihat Yunhyeong yang sedang berbicara dengan Jieun dan Myungsoo dari pantulan spion mobil, wanita itu sudah duduk di passenger –seat  diam-diam sudut bibirnya tertarik ke atas –namun air mukanya segera berubah berbalik ketika Yunhyeong berjalan ke arah mobil dan membuka pintu kemudi lalu segera memasang seat-belt seraya menyalakan mesin mobil. “Mereka tidak kembali bersama kita ke Seoul?”

Oh, noona katanya mau menginap di villa ayah saja.Mungkin –ia teringat ayah jika di rumah.Mereka akan kembali besok –sekretaris Jung akan membawa mobil ke sini nanti siang.”terang sang suami yang hanya disambut anggukkan formalitas oleh Aeri.

“Pemikiran yang bagus –aku dan Yunheo juga perlu waktu berkualitas di rumah.”timpal  Aeri sambil melihat ke arah luar tak menerawang. “Jangan seperti itu. Apa sampai sekarang kau dan noonaku belum saling memahami?” Aeri memutar matanya lalu menghembuskan nafasnya penuh frustasi, ia menatap Yunhyeong.

“Memahami? Hyungsu –nim tak pernah mencoba untuk membuat Yunheo ataupun aku untuk nyaman berada di rumah. Apa aku salah bicara?huh?”seru Aeri dengan nada kesal. Sudah cukup berat ia melalui hari di rumah besar itu penuh kebencian –tak bisakah sehari saja ia menikmati kesendirian tanpa ada yang membencinya di rumah besar keluarga Song?  “Setidaknya aku mencoba untuk mengerti dirimu dan noona –ku, Aeri –ah.”

“Itu yang kau sebut mengerti. Tapi –menurutku bukan.’

“Apa maksudmu?”

“Apa kau tahu, bagaimana rasanya –‘ Aeri terdiam dengan menatap Yunhyeong penuh kemarahan, setelahnya ia melengos dan menyandarkan tubuhnya lalu menutup matanya. ‘-lupakan saja. Aku tidak ingin hari ini gagal menyambut klien dengan baik–hanya karena semuanya memburuk. Menyetir saja dengan aman  -aku ingin istirahat sejenak, Yunhyeong –ssi.”lanjut Aeri dan setelah itu situasi menjadi sunyi dan canggung –karena tak ada satupun dari mereka yang berbicara hingga mereka tiba di Seoul.

::: LET ME IN:::

Lelaki  berlesung pipi itu segera menyisir rambutnya serapih mungkin dengan gel rambut agar surai hitam –coklatnya itu lebih tertata, setelah itu ia segera mengenakan jas yang sudah di sediakan dari kotak yang tadi malam diantar oleh seorang atasan. Namun, untuk Kim Jong In –kata ‘atasan’ atau ‘bos’ tidak ada dalam kamus kehidupan Kim Jong In. Prinsipnya adalah hanya dia seorang yang dapat memerintah sekalipun ia berkerja dengan seseorang.Kim Jong In adalah –tipikal ambisius,perfeksionis yang tak neko-neko sedikitpun. Sekalipun seorang yang menurutnya congkak seperti Byun Baekhyun sudah berhasil menjebloskan dirinya ke penjara –Jong In tak pernah jera –tak ada kata menyerah terkecuali nanti dia mati. Soal mati –hanya Tuhan saja bukan yang tahu? Omong –omong sepertinya orang yang harus ia ucapkan terima kasih adalah Byun Baekhyun juga. Mengapa?

ah, apa aku harus berterimakasih pada si keparat Byun Baekhyun itu?” Jong In berbicara pada pantulan dirinya di cermin. Tangannya meraih arloji bermerek yang sudah cukup ketinggalan zaman dan memasangnya di tangan kirinya. “..benar –berkat dia –aku bisa kembali ke Korea –setelah mendekam di penjara.”gumamnya lalu tertawa meringis seorang diri. Ia melihat lagi pantulan dirinya dikaca sekali lagi, setelah merasa yakin dengan penampilan terbaiknya ia segera keluar dari sana dan menuju tempat yang akan merekrut seorang mantan narapidana seperti dirinya –langsung menjadi seorang ‘atasan’ dengan jabatan yang dapat diraih oleh orang yang sudah mengabdi begitu lama di sebuah perusahaan. Tidak adil? Oh, ayolah –ini namanya nasib dan keberuntungan dalam hidup. Jong In berpendapat demikian –atau lebih tepatnya itulah prinsip hidup Kim Jong In –selalu benar dan tak pernah salah.

::: LET ME IN:::

Eunha tersentak kaget begitu matanya terbuka lebar-lebar, setelah beberapa menit lalu dengan –tidak –elitnya tertidur di Meja kerja miliknya beralaskan koran hari ini yang ia ambil saat membeli kimbap instan yang berbentuk segitiga di toko kelontong di jalan menuju perjalanan kantor pagi ini. Dua orang mendecak meledek dan memandang Eunha –seakan dirinya adalah patung penuh nilai seni tinggi –padahal keadaan penampilannya sekarang sudah abstrak –atau memang selalu abstrak. Untung saja –dua rekannya ini bukan orang yang suka bersuara keras –untuk membuka aib orang lain. Jika bicara soal aib, Eunha bisa jadi cukup populer dengan berbagai konflik yang sudah mengelilinginya sejak masuk di D Magazine. Mulai dari isu –atasan yang menyukainya, -direktur Park yang meloloskan dirinya saat hampir tak lolos dalam perekrutan karyawan baru, dan yang paling baru –orang sudah berpikiran negatif –tentang dirinya yang dijemput oleh seorang ahjussi –kiranya Eunha adalah selingkuhan si ahjussi –gila sekali kedengarannya? Memang begitu jika kita berkerja di industri  ini.

Mereka tak tahu saja fakta sebenarnya, bukan begitu –Eunha?

Kembali  ketopik  awal, kini masih dengan tidak elitnya Eunha menguap lebar dan mengusap sudut bibirnya –menghilangkan jejak –jejak ngilernya yang hanya ditatap sambil bergidik oleh Wonwoo yang berada di balik meja kerjanya Yuri dan Yuri hanya memandang Eunha pasrah –seperti –aku –tak –ingin –komentar!.

“Kau mabuk membawa masalah ya..,ckck.”sindir Wonwoo bermuka masam. Eunha hanya mengernyit tak merasa bersalah. “Memangnya kau yang membawa pulang Eunha, Wonwoo –ssi?”

“Pantas dalam ingatanku –ahjussi menepati janjinya.”ujar Eunha masih tampak berpikir. Wonwoo hanya memutar matanya malas. “Tidak –aku tidak mengantarnya. Tapi –hyung menelponku dan bertanya apa rumahmu masih sama. Lalu aku jawab ‘iya’ ketika aku ingin bertanya –‘apa kau sudah pernah ke rumah Eunha’ ia tak menjawabnya. Apa lelaki itu pernah ke rumahmu?”

“Mungkin tidak –atau mungkin dia pernah melihatku. Cham!Wonwoo sunbae kesini untuk urusan direktur Park ‘kan?”

Yuri yang tadinya malas ikut berkomentar, akhirnya ikut bergabung. “Soal apa?Direktur Park menyuruh kalian meliput apa?”tanya Yuri dengan mata mengerling.Membuat Wonwoo bergidik dan menggeser kursinya menjadi ke samping Eunha. “Rahasia kami, Yuri sunbae.-‘ jawab Eunha dengan nada menggoda, gadis itu cukup sensitif akan segala sesuatu membuat Eunha senang sekali jika Yuri sedang bisa dijahili. Wonwoo hanya menyengir kecil mendengar jawaban Eunha. “Ya~apa kalian sejahat itu padaku?”

“-benar, kita jahat. Kajja, sunbae!..”lanjut Eunha dan mengajak Wonwoo untuk berbincang di luar ruang kerjanya, karena ini menyangkut –kelangsungan –hidupnya dan juga Wonwoo mungkin.

::: LET ME IN:::

“Jadi, kau sudah menemukan titik terang soal Dellion Foster?”tanya Wonwoo terang-terangan, membuat Eunha hanya memutar matanya malas, mengapa ia harus se –tim dengan Wonwoo sih. Lelaki dengan mata segaris itu terlalu ceroboh untuk membincangkan sebuah ‘misi rahasia’ di cafe perusahaan. “Apa menurutmu –suaramu tak terlalu keras untuk perbincangan yang sifatnya rahasia?”tanya Eunha dengan nada menekan, melihat reaksi Eunha yang menurut Wonwoo seperti –kelewat –batas membuat rekan beda divisinya itu hanya menyengir kecil dan menundukkan kepalanya seolah meminta maaf.  “Mian~”.

Eunha menyedot cappucino –nya dan menyerahkan ponselnya pada Wonwoo. “Apa menurutmu, sunbae –mungkin tidak, jika hanya kita berdua yang diberikan misi oleh direktur Park?”

Bukannya menjawab, Wonwoo malah melihat ke sekelilingnya, menyapu pandangnya di sekitaran cafe, ia kemudian menyesap espresso dari cangkirnya sedikit lalu menjawab. “Amadoo..waeyeo?”jawab Wonwoo tak yakin membuat Eunha hampir saja melayangkan tangannya menoyor kepala lelaki itu,jika saja ia tak melihat rekan sedivisinya Wonwoo sedang memerhatikan mereka dari meja seberang mereka. ‘aigoo!’ bisik Eunha pelan, ia mencoba untuk bersabar pada rekan se –timnya ini.
“Aku menemukan alamat tentang Gohaeng Industry.” Eunha memperbesar gambar pada ponselnya. Wonwoo memicingkan matanya memandang Eunha penuh selidik. “oh, Baek Eunha~ kau punya informan ya?” Eunha hanya mendecak sebal mendengar ucapan Wonwoo, tidak bisa ya kritis sedikit? –pikir Eunha. “Pokoknya kau pilih –mau melanjutkan misi ini atau tidak?”

“Tentu saja.”

“Kalau begitu –silahkan ambil kunci mobilmu –kita pergi dengan pertunjuk pertama.”

::: LET ME IN:::

    Kai  tersenyum miring –menyeringai begitu ia tiba di pelataran luar bangunan –gedung pencakar langit  itu. Kakinya segera melangkah dengan yakin, langkahnya menuntun menuju lobby yang membuatnya langsung menjadi pusat perhatian orang-orang yang berlalu –lalang dan menaruh perhatian mereka pada seorang Kai.

Beberapa orang memandang dengan jenis tatapan bertanya –karena –wajah –nya sangat asing di perusahaan Song Corp. sementara dari kaum hawa tentu saja melihat pemandangan seorang karisma seperti Kai merupakan angin segar yang menyegarkan mata dan pikiran yang dibuat meleleh hanya dengan menyaksikan bagaimana manisnya senyum lelaki itu dengan lesung pipi yang tercetak sempurna. Ditengah-tengah asiknya memberikan pesona terbatasnya itu –Kai ditarik seseorang yang membuatnya teringat tujuannya diundang ke sini. “Anda Tuan Kim Jong In?”tanya seorang dengan setelan hitam –sepertinya adalah security di Song Corp., Kai dengan tenang mengangguk. “Nde, waeyeo?” Kai mengangkat sebelah alisnya.

“Mari ikut saya.”

*

*

*

Orang-orang –bahkan seluruh karyawan Song Corp. membungkukkan badan mereka sebagai tanda hormat begitu pemilik Song Corp dan pemegang saham terbesar telah datang. Aeri mengulas senyum –begitu ia berada di sini –ia paham betul cara kerja dunianya –ya dunia yang ia tinggali. Dunia dengan penuh kemewahan dan orang atas semua didalamnya –bukan dunia kelam penuh hiruk –pikuk penderitaan yang ia rasa saat lima tahun lalu. Dan dunia yang ia tempati penuh dengan kepalsuan dan topeng. Ia berjalan di sisi Yunhyeong dengan penuh keyakinan –hingga mereka melangkah masuk ke dalam elevator dan pintu tertutup wanita itu segera melepas genggaman tangan suaminya dan hanya memandang lurus ke depan. Wanita itu masih marah pada sang suami atas kejadian tadi pagi.

“Tuan Kim sudah menunggu di ruang rapat anda, presdir.”ujar Sekretaris Kim memberi tahu Yunhyeong setelah mendapat kabar dari security yang mengantar Tuan Kim melalui telpon. Aeri sempat terdiam begitu mendengar marga ‘Kim’ dari klien yang akan berkerja sama dengan  Song Farmasi. “Baiklah, kita langsung menemuinya saja.”ujar Yunhyeong seraya tersenyum pada sekretarisnya lalu ke Aeri –namun Aeri terlalu sibuk berkutat dengan pikirannya sendiri –setelah tak sengaja mendengar orang bawahannya berbicara

‘Aku dengar –Tuan Kim adalah pria yang menakjubkan. Dia berkerja di Jerman dan baru kembali ke sini setelah 8 tahun.’

‘Omo!Mengapa dia harus repot-repot kembali ke Korea –padahal di sana pasti dia sudah berjaya.’

‘Banyak isu jelek juga –tentang Tuan Kim.Kabarnya –ia masih ada kaitannya dengan insiden kebakaran perusahaan terbesar farmasi di Korea.’

‘Oh!itu –insiden itu aku  tahu,apa nama perusahaannya ya?’

‘Entah –sudah ah –kita terlalu berisik. Ada samoonim.’

Ting !

Elevator kembali terbuka di lantai 16.Sekretaris Kim keluar lebih dulu untuk memimpin jalan diikuti Yunhyeong dan  Aeri. Aeri tak terlalu sadar jika langkahnya sudah tiba di ujung koridor atau tepat di depannya ada pintu cokelat yang terbuka sedikit. “Aeri –ah, untuk saat ini –anggap bahwa kita baik-baik saja, setelah kau kembali ke rumah, kau bisa marah padaku.”

“Aku tahu, Song..”

Pikiran Aeri sebagian melayang  kepersolan lainnya, membuat kepalanya berdenyut detik demi detik, namun ia tetap menuruti perkataan Yunhyeong dan segera masuk ke dalam ruangan.

Jiwon mengetuk pintu dimana yang Aeri lihat dengan matanya ada seorang lelaki duduk membelakanginya, sosoknya tak terlihat jelas karena tirai yang menutupi sebagian jendela ruang rapat.

Samoonim? –anda tidak masuk untuk menemui klien?”tanya Jiwon menyarankan Aeri agar mengikuti penandatanganan kontrak. “ah,ne. Aku akan masuk sekarang,tolong panggilkan Yerin untukku.”

Jiwon segera berlalu dan menghilang di balik pintu coklat dimana Aeri masuk tadi, dengan langkahnya yang gontai  Aeri  masuk  ke ruang rapat dimana sudah ada Yunhyeong dan lelaki itu duduk.

“Perkenalkan, dia istri saya –pemegang  saham terbesar Song Corp.”  Yunhyeong bangkit dari tempatnya duduk seraya memperkenalkan sang istri. Lelaki itu menoleh dan melihat kearah Aeri dan tersenyum menang –ia menyeringai begitu Aeri bertemu tatap dengannya.

Deg!

Kedua bola mata Aeri membulat sempurna –ia melotot sejadi-jadinya. Takdir Tuhan macam apa ini? Mengapa, bajingan ini berada di hadapannya sekarang? Apa yang ia lakukan? Nafasnya tercekat untuk persekian detik, rasa takut dan khawatir mulai menjalar –menggerogoti  Aeri  dengan  cepat bahkan efek paling besarnya adalah badannya yang gemetar begitu hebat. Aeri bereaksi demikian karena takut –takut jika Kim Jongin –lelaki yang berdiri dihadapannya menghancurkan hidupnya untuk  yang kedua kalinya. Masa lalunya terkuak –dan diketahui orang-orang Song Corp., terutama suaminya –ia sama sekali tak ingin kembali ke belakang. Cukup ia dibicarakan oleh semua orang dibelakang tentang fakta –nya sebagai istri yang selingkuh, wanita matre, dan wanita murahan.

“Senang bertemu denganmu, nyonya –sebuah kehormatan untukku bertemu dengan  wanita cantik –istri dari pemilik Song Corp., mohon bantuan dan kerjasamanya –nyonya Song.” Kai mengulurkan tangan kanannya –menginterupsi  wanita itu agar menyambutnya dengan segera –jika tidak ingin semuanya terbongkar. Aeri  menyesuaikan  situasi  dengan  cepat, ia menarik sudut bibirnya dan menyambut jabat tangan Kai dengan ramah. “Terimakasih atas segala pujianmu –untukku, tapi –alangkah baiknya kau bisa membuktikan pada kami bagaimana kinerjamu ke depan untuk  Song  Corp. –Kim Jong In –ssi.”

‘apa kau takut kontrak  senilai  100 miliar won –mu ini hilang? –jangan bercanda nona, ini bukan waktunya untuk kau dan aku bercanda –seperti masa lalu..’

Kai  membisikkan  hal itu tepat ketika ia mendekat ke telinga Aeri –memasangkan sebuah kalung –cinderamata miliknya  saat  ia  pulang  dari   Jerman. Membuat Aeri hanya tersenyum sakartis dan menjawab. ‘memang –ada bajingan –brengsek selain dirimu yang memungkinkan melakukan apa saja –hanya agar orang yang disukainya tidak hidup bahagia?hng-’

*

*

*

Jabat tangan itu sebagai cikal bakal kerja sama antara pria –ahli peneliti obat dan pemilik  cabang  farmasi perusahaan Song Corporation. Diantara suka cita yang terjadi, ada segenggam ketakutan yang dirasakan oleh Aeri hingga membuat bibirnya tersungging penuh senyum palsu saja rasanya sangat sulit. Mata itu masih memandangnya dari balik tubuh Yunhyeong yang menutupi dirinya, ketika Aeri bertemu tatap padanya, lelaki  itu mengedipkan sebelah matanya –menggoda.

“Ini akan menjadi  berita terbaik yang ada dalam tajuk utama koran kami, Tuan Song.”

“Media online itu yang terbaik sekarang ini –kija –nim, memang kau hidup tahun berapa masih membaca koran.”

aah,ye algeseubnida! –bisa aku mengambil foto anda berdua sambil memegang kontraknya dan berjabat tangan?

“Tentu saja.”

“Penutupan yang terpenting, kija-nim.”lontar Kai dengan senyum remeh. Yunhyeong hanya tertawa maklum seraya menatap Aeri yang juga menatapnya, ia menghampiri istrinya dan memegang tangannya erat seakan mengisyaratkan bahwa semuanya akan memulih dan membaik dengan kehadiran Kai di perusahaan mereka.

***

Baekhyun segera menandatangani berkas yang di serahkan oleh Jaebum yang telah datang beberapa menit lalu. Ditengah keseriusannya berkutat dengan dokumen-dokumen persetujuan konsentrasinya dipecah oleh Jaebum yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangannya, ia melangkah dengan tergesa bahkan ia sama sekali tak menjelaskan dengan sebuah tutur kalimat yang baik dan hanya menyerahkan tablet miliknya kepada Baekhyun. Sebuah artikel terpampang pada layar datar berukuran kurang lebih 15 inch itu. Mata segarisnya memicing dengan sorot tak percaya, –oh, ayolah, jika ini nyata hidupnya yang setenang telaga menjadi sekacau laut lepas –penuh gelombang atau mungkin ombak  dahsyat. Dan, itu cukup membuat Baekhyun terpekik memapar tawa untuk sekian detik lalu memainkan pena -nya sambil men –scroll artikel online yang baru saja dirilis beberapa menit lalu.

“Apa –dia adalah orang yang anda cari, Sajang –nim?” pertanyaan Jaebum hanya disambut anggukkan  pelan dengan senyum penuh arti. “Benar. Bagaimana dengan surel yang aku minta untuk Song Corp.?” Baekhyun bereaksi kelewat tenang –tak seperti dugaan Jaebum, sebelumnya atasannya ini  terlihat murka sekali begitu tahu bahwa lelaki bernama Kim Kai itu bebas dari penjara sebelum masa kurungannya berakhir, lalu sekarang? Dia hanya membenarkan bahwa lelaki ini adalah orang yang ia cari? –wah, misterius bukan main, pikir  Jaebum  tenggelam bersama argumennya.

“Sudah aku berikan jawaban seperti yang anda minta –namun, belum ada respon lanjutan dari mereka. –apa  anda ingin membatalkannya?”

Baekhyun memundurkan kursi yang ia duduki, memutarnya seolah –ia sedang bermain  lalu kemudian berhenti dan bangkit dari sana, mendekat ke Jaebum yang sedang berdiri di dekat sofa tamu di ruangannya. “Mereka  akan  kaget melihat balasan surel dari –orang  yang  dasarnya  mereka butuhkan. Mari, tunggu  sedikit lebih  lama, Jaebum –ah –permainan ini akan semakin menarik.” Pekik Baekhyun lalu tertawa, ini  bahkan  belum  dimulai  dan  sudah  semenarik  ini? Baekhyun hanya berdo’a –semoga  kenyataan  gila  ini  berpihak  padanya  -untuk kali ini. Ah, Baekhyun sungguh  tak  sabar  menunggu  hari  itu datang –hari  dimana  Aeri di kelilingi  oleh orang-orang dari masa lalunya, dimana wanita itu seakan tercekik tanpa ia harus mengotori  tangannya –jika dilain hari Baekhyun selalu berkata bahwa ia tak pernah berniat  untuk  membalas  dendam  pada  Aeri, kali  ini  ia  bertekad  bahwa  sebuah  pembuktian  harus  diberi  sedikit bumbu -agar permainan semakin menarik.

‘Mari  kita  lihat, Park  Aeri –hari  seperti  apa  yang  tak  kau lupakan  seumur hidupmu?Aku tak pernah keluar  dari  hidupmu, sayang. Aku hanya istirahat untuk sebentar.’

Baekhyun  mengambil  sebuah pisau kecil dari nakas tak jauh dari tempatnya berdiri, dengan cepat ia melemparkannya kearah sebuah foto yang sengaja dipaku pada tembok ruang kerjanya –foto  pernikahan Park Aeri dan pisau itu tepat –terkena pada sasarannya, tepat –menusuk  dan bertengger di kepala  Aeri, melihat lemparannya terkena tepat sasaran, sebuah senyum tersungging dari lelaki itu, senyum dengan penuh kelicikan dan kemirisan –karena jauh di dalam sana hatinya terbunuh oleh sepi, meski  ramai  orang  yang  ada di sekitarnya.

::: LET ME IN:::

“Ada keperluan apa –kalian haksaeng-deul ?”

Wonwoo dan Eunha sama-sama melempar pandang begitu seorang warga –yang tampaknya penduduk asli daerah itu, bertanya apa yang mereka lakukan di depan bangunan tak terpakai sisa-sisa kebakaran 13 tahun lalu perusahaan farmasi dan penelitian obat Gohaeng Industry Chemical.

“Kami –rep’ –“aww!” pekik Wonwoo kesakitan, karena Eunha menginjak kakinya tiba-tiba. Eunha tak mengerti dengan rekan –sunbae yang satu ini, dia tak pernah mengerti situasi atau berpura-pura polos didepan Eunha. Masa iya, untuk misi rahasia ia harus membeberkannya ke seluruh orang, lagipula –rasanya akan mencurigakan jika mengusut kasus 13 tahun lalu –yang ada semua orang gempar nanti.

“Kami sedang melakukan studi kasus untuk tugas kuliah kami, ahjussi. Soal kebakaran Gohaeng industri. Apa, ahjussi tahu sesuatu?Kami –harus melakukan beberapa hal dengan memotret ke dalam bangunan.”terang  Eunha meyakinkan si ahjussi yang tampaknya masih belum percaya dengan pengakuan mereka. Wonwoo hanya membuka mulutnya bertanya ‘apa’ tanpa mengeluarkan suara.

“Kalian tidak bisa masuk –bangunan sudah terlalu rapuh. Omong-omong,mengapa harus bangunan ini?mengapa harus Gohaeng? –sebenarnya kalian berdua ini dari mana?”

ahjussi, studi  kasus ini  sangat penting ini kami –kami adalah mahasiswa ilmu komunikasi  dengan konsentrasi  kriminalisasi –jebal’

Wonwoo segera melanjutkan Kami  mahasiswa  ilmu komunikasi  yang menangani kriminalitas dan kasus-kasus yang ada di sekitar warga, ahjussi.”

Wonwoo segera merapatkan bibirnya setelah selesai bicara. Dia memang tak pandai berbohong seperti  Eunha. Ia kemudian membungkukkan badannya dan berbicara pelan. ‘Memang, ada jurusan itu?’

‘Mana aku tahu,anggap  saja ada.’bisik  Eunha pelan. “Baiklah,aku akan mengizinkan kalian masuk ke dalam selama 20 menit. Tapi , dengan satu syarat –‘

Eunha mengernyit, lagi-lagi mereka hanya saling lempar pandang. “Syarat?”

::: LET ME IN:::

Forward: dellionfoster_12

Dear,
Song Yunhyeong, President of Song Corporation


I am very honored to have been invited to attend the Song Company’s birthday party, for which I am writing this reply to confirm my presence and you can discuss the cooperation in pharmacy later. I apologize for waiting for an answer from me. Hopefully our cooperation can be realized in the future.

We will send inject funds in stock for Song Corp. Provided that you will not deny our cooperation whatever the situation.

    Surel yang baru saja dibacakan oleh Jiwon –sekretarisnya membuat Yunhyeong mengaga tak percaya. Kedengarannya gila memang –siapa yang mau memberi suntikkan dana dalam bentuk saham?

“Surel ini, dikirim dari email pribadi milik tuan Foster, sajang-nim.”

“Biarkan ini menjadi kejutan untuk perusahaan dan juga Aeri –tolong rahasiakan untuk 3 minggu ke depan –sampai hari H.”

ye, algeseubnida, sajang-nim.”

Bersambung .  .  .

A.N

Hai guys balik lagi dengan ff yang Alhamdulillah authornya masih mau lanjutin wkwkwkwk.. sebenernya sih lagi males apdate ini, soalnya juga sy blm menyelesaikan ch 14 wkwkwk dan kayaknya bakal jadi ff stripping berhubung rencana penulis mau menyelesaikan EHC nya Sehun dulu hahaha. Jadi, kalo nanti seandainya smpe ch 13 sy apdate abis itu sy gak ngirim lagi sbg freelancer sy harap kalian gak marah ya. Tp bakal diusahakan buat ngelanjut ch 15 dst. Wkwkwk

Pokoknya sy gak bosen bilang ke kalian buat ninggalin jejak jejak abis baca yak karena sy butuh apresiasi apakah ff abal ini perlu dilanjutkan atau udah berhenti aja wkwkwk.

Sy yakin di LMI akan lebih banyak orang menyebalkan di sini terutama Kai dan tentu aja Aeri. Oh ya, makasih juga buat mbak Irene yang buat sy bs nulis HOLD ME TIGHT bahkan sampe sequel.

Oh ya, biar jelas rasanya sy perlu kasih tau visualisasi secara lengkap selain pemain utama diatas ya gaes^^

  • Jaebum aka Sekretaris Baekhyun visualnya GOT7 JB
  • Wonwoo aka rekan kerja Eunha visualnya Seventeen Wonwoo
  • Yuri aka rekan Kerja Eunha visualnya SNSD Yuri
  • Jisoo aka roommate kos Eunha visualnya Blackpink Jisoo
  • Sowon aka roommate kos Eunha visualnya Gfriend Sowon
  • Jiwon aka sekretaris Yunhyeong visualnya Ikon bobby
  • Yerin aka sekretaris Aeri visualnya GFriend Yerin
  • Jieun aka kaka Yunhyeong visualnya Secret Jieun
  • Myungsoo aka suami Jieun visualnya Infinite L
  • Seojun aka Direktur D magazine visualnya Park Seojun (tau pemain fight my way kan? Iya itu dia cowoknya yang ganteng)
  • Yunheo untuk Yunheo menyusul atau kalian bs imagine kan sendiri ya

28 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Let Me In [Chapter 12]”

  1. Gak nyangka Ae Ri jadi benar benar sejahat itu,baekhyun juga jadi serem banget pas nglempar pisau btw agak dukung sih ama rencananya baekhyun itu..next.

  2. Waaaa gakk sabar menunggu pertemuan mereka ke kedepannyaaa , ttrus mungkin mereka akan mendaptkan fotonbaekhyun yang oernah bekerja di sana aduh aduhh makin penasaran semangat ya di tunggu!!

  3. Wooooooooowww makin seru aja ini FF walopun berasa nunggu drakor yg on going astaga ><

    Kak, mau dikit ngasih kritik nih. Kalo menurutku terlalu banyak penggunaan tanda baca penghubung (-) yang aku rasa sih tanpa tanda itu cukup hehe. Itu aja kak. Semangat selesaikan ff ini, semoga cepetan update 😂

    1. hehehe kritik kamu kece seriusan.. iya sih cuman yah aku bermaksud untuk nada penekan aja sih gak bermaksud apa-apa.. tapi kedepannya bakal berusaha lebih baik lagi.. and, then makasih udah komen yakk ~
      duhduh kamu yg baca berasa nunggu drakor, apalagi sy auhtornya sy berasa baper setiap kali nulis ini sy gila sendiri #abaikan

  4. Aaaaaa,,, aku udah gak sabar nunggu hari H,, gimna ya teaksi aeri, klau dia udah tau klau delion foster otu ternyata mantan suaminya yg di sia2kan😂😂😂

    Ray, lanjuttttt😊😊

    1. ketika hari H sya lagi berpikir keras biar diksinya keren hahaha jadi silahkan tunggu aja.. karena setelah hari h bakal banyak hal seru lain yg patut ditunggu heheh makasih

  5. Iiihh baek kamu jadi nyeremin -___- tapi plis jadian sama eunha aja 😍😍😍😍😍 dan semoga keberuntungan memang berpihak padamu 😆😆😆😆😆😆🙏🙏🙏🙏 ditunggu chapter berikutnya kaaa 💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍

    1. kn aku udh bilang di sequel bakal berubah semua karakternya hehehehe
      duhh.. kamu hrs nunggu sminggu lagi deh buat chapter berikutnya.. wkwkwk
      btw.. thx udh bc yaaa wira

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s