SADISTIC NIGHT -CH. 3 : Destiny P.2- by AYUSHAFIRAA

PicsArt_06-30-08.49.41

`SADISTIC NIGHT`

A fanfiction by AYUSHAFIRAA |

Starring Baekhyun, Kim Yoojung as Kim Yoora, Chanyeol, Sehun, Suho | Supported by D.O, Tao, Xiumin, Kai, Chen, Lay, Lee Pace |

AU, Drama, Fantasy, Romance, Violence |

PG-17/M | Chaptered |

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri yang terinspirasi dari Diabolik Lovers dan berbagai film serta anime yang bergenre fantasy. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan dramatis cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

*Already published since 2015, here.

AYUSHAFIRAA©2015. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

Prev. Night : WAY? P.1 | WAY? P.2 | MS P. 1 | MS P.2 | D P.1

| BAB I ▶ CH. 3 : Destiny P.2 |

Appa, kenapa kau mengirimku ke tempat seperti ini? Tolong aku…. aku ingin pulang….

.

Part 2

.

Chanyeol memanggil seorang gadis yang bekerja di toko itu untuk membungkuskan dress yang akan ia beli ke dalam sebuah kotak dan tas plastik. Chanyeol membeli dress itu menggunakan uangnya sendiri, sama sekali tidak terpikirkan olehnya untuk membeli dress itu di bawah black card atas nama kakaknya, Suho, seperti yang biasa ia lakukan sebelum-sebelumnya.

Selesai melakukan pembayaran dengan kartu kredit miliknya, ia terus tersenyum geli, jika orang-orang tidak tahu kalau ia adalah member EXO, mungkin ia akan disangka gila karena senyuman-senyuman gelinya itu.

Ia memberhentikan langkahnya, pemandangan di depannyalah yang memaksanya untuk tidak bergerak lebih dekat lagi. Ia meremas tas plastik berisi kotak dress yang baru saja dibelinya, sungguh suatu pemandangan yang sangat menyakitkan untuk ia lihat saat ini.

Di depan kedua mata Chanyeol yang membulat, Sehun tampak mencium bibir gadis yang sejak tadi bersamanya. Ya, Yoora. Yoora pun tak kalah terkejut, karena lelaki itu hanya menciumnya secara tiba-tiba, tanpa aba-aba apapun yang memungkinkan dirinya untuk menghindar. Ya, ia tidak bisa menghindar sekarang. Bibir lembut lelaki itu sudah terlanjur menepi di bibirnya.

“Maaf.” ucap Sehun sesaat setelah ia melepaskan ciumannya di bibir Yoora. Sehun benar-benar terlihat kikuk karena ulahnya sendiri.

“Kenapa Oppa tiba-tiba-”

“Chanyeol Hyung…

Yoora mengarahkan pandangannya ke arah yang sama dengan Sehun, dan ia hanya mendapati punggung yang berlalu pergi keluar dari toko.

Yoora menunduk, kembali bertanya-tanya dalam hatinya. Apa maksud dari semua ini? apa perasaannya berkata benar? Apa pikirannya tentang Chanyeol benar? Apa seperti ini rasanya jika takut melihat orang yang kita cintai kecewa?

“Chanyeol Oppa… Apa perasaan ini berkata benar?”

Sehun berpaling.

♥♥♥

“Apa saja yang sudah kalian beli hari ini?” tanya Suho seraya merebahkan tubuhnya di atas sofa dan membiarkan barang belanjaannya tersimpan sembarang di lantai.

Hari ini merupakan hari yang menyenangkan sekaligus melelahkan bagi mereka semua. Setelah berlelah-lelah dengan pekerjaan mereka, mereka pun bersenang-senang dengan pergi berkeliling pusat perbelanjaan untuk berbelanja.

Namun Yoora dan ke-9 lelaki itu beruntung, karena semua barang belanjaan mereka itu tak melelahkan dompet mereka juga. Karena semua barang belanjaan mereka itu mereka beli di bawah black card atas nama Suho, leader sekaligus kakak bagi ke-8 lelaki itu dan adik bagi Xiumin.

Black card sendiri tak lain adalah sebuah kartu yang hanya dimiliki oleh orang-orang kelas atas. Suho memiliki kartu itu karena Suho adalah anak kepercayaan sang ayah, anak yang paling patuh pada ayahnya, sehingga ayahnya percaya kalau Suho bisa mengatur semuanya dengan baik, dan Suho sangat bangga akan kepercayaan yang telah diberikan ayahnya itu.

“Ah, banyak sekali yang ku beli, Hyung! Sampai-sampai, aku saja malas untuk menghitungnya. Haha.” Ucap Tao yang terlihat mengelap keringatnya dengan tisu.

“Sepertinya, jika aku yang diberi black card itu oleh ayah, aku akan selalu membeli barang-barang sebanyak ini setiap harinya, sendirian! HAHA.” Kai meng-caps lock tawanya, sepertinya ia puas sekali setelah berbelanja hingga barang belanjaannya itu memakan tempat setengah dari ruang bagasi mobil mereka.

“Aiii, bagaimana bisa belanjaanmu lebih banyak dariku, Kai-ya?!  Tidak bisa! Ini tidak bisa terjadi!” protes Tao.

“Ini sudah terjadi.” Balas Kai dengan nada meledek. Ia juga menjulurkan lidahnya untuk membuat Tao semakin kesal.

“Kau benar-benar!”

“Aiii, sudah-sudah! Hentikan!” lerai Suho.

“Sekarang aku ingin tahu, seperti apa dress yang sudah kalian beli untuk Yoora. kalian tidak lupa membelinya, kan?” lanjut Suho, ia bangkit dari posisinya semula dan duduk dengan nyaman di sofa tersebut.

“Siapa saja yang mau lebih dulu, jangan menyuruhku untuk menjadi yang pertama lagi hanya karena aku yang tertua di sini.” Ucap Xiumin sambil melihat ke arah adik-adiknya satu persatu.

“Kalau begitu aku saja yang duluan! Hehe.”

Sehun berdiri dari duduknya, menenteng 4 buah kantong belanjaan dari 9 kantong yang ia miliki. Dengan raut wajah yang sok-sokan, ia dengan bangga mengeluarkan satu persatu dress yang ia beli untuk Yoora. 4 buah dress bermotif bunga-bunga yang hanya berbeda dari segi warnanya saja, yaitu merah muda-ungu, hijau-biru, merah-oranye, dan kuning-hitam.

“Lucu bukan? Sudah pasti dress ini cocok sekali untuk Yoora. Aku membelinya karena aku tahu, Suho Hyung pasti setuju dengan pilihanku! Benar ‘kan Hyung?” Sehun mengedip-ngedipkan matanya genit pada Suho. Sementara yang diberi kedipan genit itu hanya bisa menahan tawanya.

“Ya, ya. Cepat berikan saja dress itu pada Yoora dan pastikan dia memakainya nanti.” Ucapan Suho itu otomatis membuat Sehun jingkrak-jingkrak bahagia dan menjulurkan lidahnya pada Yoora yang sedaritadi memandangnya ilfeel karena sebelumnya lelaki itu sempat bertaruh dengan Yoora kalau Suho akan menyukai pilihannya, entah apa yang mereka berdua pertaruhkan. Baiklah, Yoora yang kalah dalam pertaruhan itu.

Chen memperlihatkan dress yang dibelinya itu tanpa bangkit dari duduknya. Sebuah dress berwarna ungu yang di bagian lehernya dipenuhi oleh manik-manik berwarna sama yang membuat dress itu semakin terlihat berkilauan.

Melihat Chen yang tidak bangkit dari posisinya saat menunjukkan dress yang ia beli, saudara-saudaranya yang lain pun menjadi ikut-ikutan seperti itu. Xiumin, Lay, dan Dio tanpa janjian terlebih dahulu ternyata membeli dress hitam yang benar-benar serupa.

“Hahah, bagaimana bisa kalian memberikan 3 dress yang sama seperti itu pada Yoora? sepertinya kalian benar-benar berjodoh satu sama lain.” Ucap Suho memberi sedikit candaan, namun sayangnya candaan itu hanya ditanggapi oleh sebagian adiknya, tidak dengan Xiumin, Baekhyun, Chanyeol, dan Dio.

Hyung, kapan kau akan memperlihatkan dress yang kau beli untuk Yoora eoh?” tanya Sehun seperti tak sabar.

“Aku yang terakhir saja, kalian duluan.” Jawab Suho yang membuat Sehun mengerenyitkan mata dan mengembangkempiskan hidungnya.

Tao dan Kai terlihat mengambil kantong belanjaan mereka bersamaan, mereka saling bertatap, sama-sama ingin menjadi yang lebih dulu.

“Yak! Apa-apaan! Aku yang lahir lebih dulu jadi jangan mendahuluiku!” ucap Tao seperti anak kecil. Tak mau mengalah pada adiknya sendiri.

“Ayo kita bermain gunting batu kertas! Yang menang berarti menjadi yang lebih dulu. Bagaimana?” tawar Kai menantang.

“Cih, dasar bocah.” Cibir Chanyeol. Sementara yang terkena cibiran itu tak bereaksi apa-apa, mereka tetap melanjutkan ‘pertarungan’ mereka dengan gunting batu kertas.

“Gunting, Batu, Kertas!” keduanya sama-sama memilih batu.

“Gunting, Batu, Kertas!” keduanya sama-sama memilih kertas.

“Gunting, Batu, Kertas!”

“Aku yang menang, weeeek!” Kai memelet-meletkan lidahnya, terlihat begitu senang karena berhasil mengalahkan Tao. Sedangkan Tao hanya bisa memandang Kai dengan wajah yang terlihat pasrah.

Kai berusaha keras menahan tawanya sebelum akhirnya menunjukkan dress yang sudah ia beli untuk gadis yang saat ini terlihat duduk di antara Baekhyun dan Dio di sofa. Sebuah mini dress ketat dengan warna kulit yang ia pastikan akan membuat Yoora terlihat sangat seksi jika memakainya. Yoora menyembunyikan wajahnya di balik punggung Dio, menyembunyikan wajahnya yang saat ini mungkin sudah memerah seperti kepiting rebus.

Yehet! Aku tak sabar melihat Yoora memakai mini dress pemberian Kai. Haha.” Ucap Sehun yang mengundang gelak tawa dari kakak-kakaknya.

“Yak, Sehun Oppa! Hentikan!”

“Cium aku dulu seperti saat di toko tadi, baru aku akan berhenti.” Balas Sehun dengan nada menggoda, memperbalikkan fakta. Ucapan Sehun itu berhasil membuat kakak-kakaknya bertanya-tanya tak percaya. Terlebih lagi reaksi Baekhyun, lelaki itu tampak memalingkan wajahnya ke arah lain. Ia sedang berusaha menahan emosinya, hal itu dapat dilihat dari lensa kuningnya yang terang-redup terang-redup di balik lensa kontak berwarna hitamnya.

“Apa?! Kalian sudah berciuman eoh?” tanya Xiumin tak menyangka.

“Tidak kok!” Yoora menggeleng cepat, ia tak habis pikir kenapa Sehun harus mengungkit-ungkit tentang hal itu. Bukan berdasarkan fakta pula.

“Yak, Sehun-ah! Apa dia yang menggodamu lebih dulu? bagaimana rasa bibirnya? Ceritakan-ceritakan!” Kai terlihat sangat bersemangat.

“Sehun-ah, dia yang menciummu atau kau yang menyosor duluan?” tanya Chen tanpa melihat ke arah Sehun, ia hanya terlihat asik menekan-nekan bagian dada Chloe.

“Sebenarnya…”

“Cukup!” ucapan Suho itu langsung membuat semuanya terdiam. Yang terdengar hanyalah hembusan nafas Baekhyun yang kasar. Diam-diam ternyata Suho memperhatikan Baekhyun sedaritadi. Tubuh adiknya itu berkeringat hebat, lensa matanya terus berubah-ubah, dan tampak begitu tak tenang. Mungkinkah karena Yoora dan Sehun?

“Jangan membuang-buang waktu, kita harus istirahat secepatnya. Lanjutkan, Tao.”

“Baik, Hyung.” Tao mengeluarkan dress selutut berwarna krem polos yang sejak di toko tadi sangat ia bingungkan. Akhir dari kebingungan itu adalah ini, ia tidak mau kebingungan lebih lama lagi hanya karena memilih sebuah dress untuk gadis yang bukan kekasihnya itu.

“Baekhyun-ah, giliranmu.”

Baekhyun masih tetap pada posisinya, tak mengubah arah pandangannya atau apapun. Ia hanya memberikan kantong belanjaannya langsung pada gadis yang sejak tadi duduk di sebelahnya tanpa memandang gadis itu sedikitpun.

Yoora menerima kantong tersebut, namun merasa aneh dengan sikap Baekhyun padanya.

“Wah! Hanbok!” seru Xiumin, Lay, dan Chen.

“Indah sekali!” puji Tao, Kai, dan Sehun yang terhipnotis akan keindahan baju tradisional perempuan korea berwarna kuning pucat yang dipadukan dengan warna merah muda menyala sebagai dominannya.

Yoora seperti kehabisan kata-kata. Pakaian yang dipegangnya saat ini memang bukanlah dress cantik yang ada dalam bayangannya, tapi sungguh, pemberian dari Baekhyun inilah yang paling membuatnya merasa begitu bahagia, entah kenapa.

“Akan ku anggap itu sebagai dress.” Ucap Suho.

Chanyeol terus memandang ke arah Yoora, menangkap ekspresi kebahagiaan di wajah gadis itu saat menerima pemberian dari Baekhyun. Saat melihatnya seperti itu, Chanyeol justru merasa sakit. Apa mungkin Yoora akan sebahagia itu jika menerima pemberian dari dirinya? Apa mata Yoora yang bening itu akan terlihat berbinar jika melihat dress yang ia berikan dengan setulus hati itu?

“Chanyeol…”

“Aku tidak membeli apapun untuk gadis itu. Aku berbelanja sebanyak ini hanya untuk diriku sendiri.”

“Cih,” Xiumin memalingkan wajahnya, merasa muak setelah mendengar kata-kata Chanyeol. Adik ke-5 nya itu sudah semakin berani untuk melawan perintah Suho sekarang.

“Rupanya kau ingin memberontak. Kenapa? Kau tak suka Suho terus memerintah dirimu untuk melakukan ini dan ini?” lanjut Xiumin bertanya tanpa memandang wajah Chanyeol.

“Bukan begitu, Hyung. Aku hanya tidak suka kalau Suho Hyung memberi perhatian yang berlebihan pada gadis manusia itu. Jangan membuat dirinya seakan benar-benar spesial dalam keluarga kita, Hyung. Dia harus tahu diri, kalau dia hanya gadis manusia yang lemah.” Jelas Chanyeol.

Yoora menunduk, hatinya benar-benar sakit. Kenapa Chanyeol suka sekali mempermainkan perasaannya? Mengobrak-abrik seluruh isi hatinya dengan cara seperti itu?

Chanyeol Oppa, jangan terus mencoba untuk menghancurkan perasaanku yang sudah retak ini. Kalau kau memang membenciku, jangan mencoba untuk menyatukan kembali perasaanku yang sudah menjadi serpihan ini. Karena tetap saja, semua itu akan meninggalkan bekas yang menyakitkan.

Moodku sedang tidak bagus, kalian boleh pergi ke kamar kalian. Beristirahatlah yang banyak, karena jadwal kita kedepannya sangatlah padat.” Ucap Suho sembari terlihat memegangi kepalanya. Ia benar-benar terlihat seperti orang yang kelelahan.

“Baik, Hyung. Terimakasih untuk hari ini.”

Ke-9 lelaki itu pun bubar, pergi menuju kamar mereka masing-masing untuk beristirahat sesuai perintah Suho. Terkecuali Yoora yang hanya berdiam diri di tempatnya dan memandangi Suho yang sedang duduk berseberangan di depannya. Lelaki itu masih saja tak beranjak, padahal ia juga harus beristirahat. Yoora memandang Suho kasihan, menjadi seorang leader yang baik pasti sangatlah sulit.

Sehun berjalan menuju kamarnya yang terletak di paling ujung di lantai 4, bersebelahan dengan kamar kakak ke-4 nya, Baekhyun.

“Sehun-ah, kau tidak lupa akan kekuatanku kan?” tanya Baekhyun yang membuat Sehun seketika memberhentikan langkahnya. Bayangan kejadian pagi buta tadi yang menyesakkan dada itu sekilas melintas kembali di pikirannya.

“Maafkan aku, Yoora. Aku sudah tak tahan lagi…”

“Sakit… sakit sekali, Baekhyun-ssi…”

“Maafkan aku, Yoora. Lain kali kau bisa menggigit bahuku jika rasanya begitu menyiksamu.”

“Baiklah…”

“A-apa maksudmu, Hyung? Tentu saja, aku tidak mungkin lupa.” Jawab Sehun, berkeringat dingin. Baekhyun pasti sudah tahu kalau Sehun mengintip apa yang terjadi antara dirinya dengan Yoora dan merasa sakit setelah melihat hal itu.

“Kuharap kata-katamu memang benar adanya, sehingga kau tidak sembarangan berkata apapun di dalam hatimu. Karena aku pasti bisa mendengarnya, dengan sangat jelas.”

♥♥♥

Oppa, apa kau baik-baik saja?” Tanya Yoora pada Suho. Gadis itu benar-benar merasa khawatir akan lelaki yang kini berada di sampingnya itu, karena untuk berjalan ke kamarnya saja gadis itu harus menuntunnya seperti sekarang ini.

“Aku tidak apa-apa. Terimakasih, Yoora-ya.

Yoora terus menuntun Suho dengan hati-hati, karena lelaki itu bisa saja terjatuh jika ia tiba-tiba melepaskan tubuh lelaki itu dari pegangan tangannya. Untung saja, kamar Suho berada tak jauh dari ruang tamu, sehingga lelaki itu tak perlu berlelah-lelah menaiki banyaknya anak tangga seperti Yoora dan adik-adiknya. Sesampainya di kamar, Yoora membantu Suho untuk berbaring di ranjangnya dan menyelimutinya.

“Mau ku bawakan sesuatu? Seperti teh hangat? Atau semacamnya?” tawar gadis itu dengan senyuman yang manis. Tapi Suho menggelengkan kepalanya, tentu dengan sisa tenaga yang ia punya.

Yoora tertawa kecil,

“Ternyata vampir sekalipun bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi orang sakit. Aku baru tahu itu.”

“Tentu saja. Kami adalah vampir, kami tidak hidup, tidak juga mati. Kami bisa merasakan semua yang biasa dirasakan oleh manusia, tapi kami tidak mempunyai denyut nadi seperti halnya manusia yang sudah mati.” Balas Suho. Lelaki itu terlihat begitu lemah, bahkan untuk menatap langit-langit kamarnya saja sepertinya ia tidak bisa.

Gadis itu tersenyum, Suho benar-benar lelaki yang baik. Suho selalu menghargai dirinya. Seperti sekarang, lelaki itu mau bercerita sedikit tentang kehidupannya menjadi seorang vampir keturunan keluarga Lee.

“Biarkan aku mengompresmu. Walaupun tubuhmu dingin, tapi aku yakin, suhu tubuhmu yang sekarang ini adalah suhu tubuh yang terhangat bagi seorang vampir. Aku tidak bisa melihatmu sakit seperti ini, Oppa.

“Aku tidak sakit, Yoora-ya.

“Baiklah, baiklah. Oppa tidak sakit, dan biarkan aku mengompresmu yang sedang tidak sakit ini.”

Yoora mengambil air dan handuk kecil dari kamar mandi yang ada di kamar Suho. Gadis itu memakai wadah yang ada untuk menampung airnya agar tidak perlu meninggalkan Suho sendirian dengan mengambil wadah di dapur.

Dengan telaten, Yoora merawat Suho yang ‘tidak sakit’ itu. Yoora sudah seperti ibu-ibu yang sabar merawat anaknya yang sedang sakit.

“Oppa, kau kan ‘tidak sakit’, maukah kau menceritakan lagi padaku bagaimana rasanya hidup sebagai seorang vampir?”

“Bodoh.” Suho berusaha tertawa, Yoora terkadang memang terlihat bodoh.

“Aiii, Oppa tertawa? Baguslah. Jika memang dengan memanggilku ‘bodoh’ bisa membuat Oppa senang, aku tidak apa-apa. Hehe.” Ucap Yoora yang sangat senang melihat tawa Suho di tengah kesakitannya itu.

“Dulu aku juga seorang manusia, sama seperti dirimu. Aku hidup bahagia bersama ayahku, tapi suatu ketika, kematian berhasil merenggut kebahagiaan itu.”

“Ayahku meninggal, dan aku hidup seorang diri. Aku benar-benar putus asa tanpa ayah di sisiku. Hingga di suatu malam yang dingin, seorang vampir berwajah asing menawarkan pertolongan padaku… dan dia adalah ayahku yang sekarang. Pace Lee.”

―Kilas balik, Sudut pandang Suho―

“Hei, anak muda. Aku tahu akan kemalangan yang sedang menimpamu hingga kau menderita seperti ini. Tapi aku tidak suka, melihat orang yang mudah putus asa begitu saja.”

Lelaki itu muncul tiba-tiba seperti angin, entah dari mana datangnya. Mataku yang sembab karena telah berhari-hari menangisi kepergian ayahku itu masih bisa melihat jelas wajahnya yang seperti orang barat dengan kulit yang putih pucat, matanya yang berwarna coklat juga terkadang terlihat menyala-nyala.

“Maaf, anda siapa?” tanyaku.

Apa lelaki ini adalah malaikat pencabut nyawa yang berniat mencabut nyawaku? Ataukah dia adalah dewa kematian yang selama ini orang-orang bicarakan? Apapun itu, aku ingin dia membunuhku, agar aku bisa merasakan kematian yang dengan tega-teganya merebut ayah dari sisiku.

“Aku Pace, Pace Lee. Aku tahu, kau ingin aku untuk membawamu ke kematian. Aku bersedia untuk itu, aku akan membawamu ke kematian yang sama sekali tak menyakitkan dan juga memberimu kehidupan yang abadi setelah kematian itu.” Ucap lelaki berjenggot rapi yang mengaku bernama Pace Lee itu.

“Aku tidak ingin hidup, dengan kau membunuhku saja, itu sudah cukup.”

Angin malam itu berhembus kencang menusuk kulitku, tanpa rasa takut sedikitpun aku mendekatinya, menyerahkan diriku pada dewa kematianku. Lelaki itu mencengkeram bahuku kuat-kuat, dan langsung menancapkan taringnya ke pembuluh darah yang ada di leherku. Walaupun lelaki itu sempat berkata kalau ia akan membawaku ke kematian yang tak menyakitkan, tetap saja rasanya benar-benar sakit. Ku tahan, terus ku tahan rasa sakitnya, namun semakin lama kesakitan itu semakin menyiksaku. Darah yang ia hisap dari leherku menetes setetes demi setetes, mewarnai pakaian yang ku kenakan saat itu.

“Aaaakhhh!!” aku berteriak saat tubuhku merasakan panas yang luar biasa, seluruh organ dalam tubuhku terasa terbakar oleh api yang membara, ternyata lelaki itu sudah menyebarkan cairan yang akan membuatku sama seperti dirinya ke dalam aliran darahku.

Inikah kematian yang dirasakan oleh ayahku?

Apa seperti ini rasanya sakit menghadapi kematian?

Mataku terpejam. Dapat ku rasakan rasa panas yang membakar itu perlahan menghilang dan tergantikan oleh rasa dingin yang mematikan yang terasa seperti ribuan benda tajam menusuk-nusuk tubuhmu. Jantungku berhenti berdetak, telingaku tak bisa lagi menangkap suara-suara yang ada, aku benar-benar merasakan kedinginan dan sulit untuk bernafas. Bayang-bayang masa laluku dengan kedua orang tuaku, bayangan masa laluku dengan adik kecilku, semuanya tiba-tiba saja melintas di pikiranku.

“Mulai sekarang, kau adalah anakku. Keturunanku. Kau harus patuh padaku sama seperti saat kau patuh pada ayahmu yang dulu. Aku tidak akan memaksamu untuk melupakan masa lalumu. Dengan kekuatan yang ku berikan, kau akan bisa mengatur pikiran dan ingatan manusia, seperti menghapusnya ataupun mengembalikan ingatannya, itu juga berlaku untuk dirimu sendiri tapi tidak berlaku untuk sesamamu. Kau ingat itu.”

Haus, tenggorokanku terasa sangat kering, sesuatu yang kuat itu berhasil mencekik tenggorokanku.

―Kilas balik selesai―

“Lalu setelah itu?” tanya Yoora yang sepertinya sangat penasaran dengan kelanjutan kisah hidup Suho.

“Aku bukan lagi diriku yang dulu, aku merasa seperti ada sosok lain di dalam diriku setelah aku bangun dari kematian yang sangat menyakitkan itu. Aku bukan lagi seorang manusia, aku adalah seorang vampir keturunan Pace, dan mulai tinggal di beberapa rumah mewah yang ia miliki bersama… seorang… lelaki muda lain yang juga sudah menjadi keturunan Pace lebih dulu daripada aku.”

“Xiumin Oppa?” tebak gadis itu.

“Ya, Xiumin Hyung. Dulu aku sangatlah pendiam, tapi Xiumin Hyung tak pernah lelah untuk mengajakku mengobrol, mengajakku bermain, hingga mengajakku mencari mangsa untuk menghilangkan rasa hausku yang begitu menyiksa.”

“Dia benar-benar kakak yang baik untukku, sampai-sampai aku pernah merasa sangat bersalah padanya ketika Ayah lebih mempercayakan anggota keluarga baru kami kepadaku, bukan kepada dirinya yang jelas-jelas lebih dewasa daripada aku. Tapi, mereka… tidak, tapi dia tidak pernah membenciku sedikitpun bahkan sampai saat ini.” jelas Suho panjang lebar. Gadis itu lagi-lagi menyunggingkan senyum, sepertinya Suho benar, dirinya sama sekali tidak sakit.

Sekarang ia setidaknya sedikit mengetahui fakta bahwa ke-10 lelaki yang ada di keluarga ini tidak benar-benar berasal dari satu keluarga, mereka semua hanyalah ke-10 mangsa Pace Lee yang Pace Lee jadikan keturunannya. Mungkin, semacam penerus.

Oppa, kenapa tidak ada angka 2 dan 3 di jam dindingmu?” tanya Yoora saat menyadari tidak adanya angka 2 dan 3 di jam dinding yang tertempel di kamar Suho.

Jam dinding itu memiliki angka-angka yang timbul yang sepertinya mudah untuk dilepas-pasang, dan saat ini, angka yang ada hanyalah angka 1, 4 dan 5 sampai 12. Dan hal itu cukup untuk membuat Yoora merasa bingung.

“Ah, itu.” Mimik wajah Suho seketika berubah, rasanya berat sekali baginya untuk menjelaskan tentang hal ini pada Yoora.

“Angka 2 dan 3 yang tidak ada itu, hanya mewakili mereka yang telah pergi meninggalkanku, meninggalkan keluarga ini. Aku tidak benar-benar menjadi anak kedua di keluarga ini, dan Sehun pun, dia tidak benar-benar menjadi anak ke-10 di keluarga ini.” jelas Suho dengan suara yang terdengar berat, tatapannya tak secerah yang sebelumnya, sekarang ia kembali terlihat seperti orang yang sedang sakit.

“Apa maksudmu, Oppa? Maksudmu ada anggota lain lagi yang…” gadis itu menggantungkan perkataannya.

“Mungkinkah, yang kau maksud itu… Luhan dan Kris?”

Suho terlihat memaksakan senyumnya, senyumannya terasa begitu hambar.

“Benar juga, kau sudah tahu itu. Tidak mungkin kau tidak tahu jika kau saja mengenali kami sebagai member EXO sejak awal menginjakkan kakimu di tempat ini.”

“Maaf, Oppa. Aku sama sekali tidak bermaksud membuatmu kembali mengingat mereka.” Ucap Yoora terlihat sangat menyesali kebodohannya. Seandainya saja ia bisa berpikir sendiri tanpa bertanya terlebih dahulu, mungkin luka Suho tidak akan kembali menganga dan terasa sangat perih.

“Kau tenang saja, ayah sudah memberiku kekuatan yang luar biasa. Jika aku ingin melupakan mereka, aku hanya tinggal menghapus mereka dari pikiranku. Jika aku ingin mengingat masa-masa indahku bersama mereka, aku hanya tinggal mengembalikan ingatanku tentang masa-masa indah bersama mereka tanpa mengingat kesakitan itu. Aku bisa mengatasi kesakitanku tanpa bisa mengatasi kesakitan Xiumin Hyung, Lay, Baekhyun, Chen, Chanyeol, Dio, Tao, Kai, ataupun Sehun. Kekuatanku tidak berpengaruh sama sekali pada mereka.” Sebulir cairan bening berhasil lolos dari sudut mata Suho.

Dasar Yoora bodoh! Lihatlah, karenamu, senyuman Suho kini berganti menjadi airmata!

“Maafkan aku, aku sungguh minta maaf, Oppa.

PicsArt_07-07-11.41.30

♥♥♥

[Preview Chapter berikutnya]

“Kenapa, hanya aku yang tidak bisa mencintaimu?”

Gadis itu menatap lelaki yang berdiri di hadapannya, mata lelaki itu terlihat begitu sendu.

Kai mendorong Yoora hingga gadis itu jatuh terlentang di atas ranjangnya,

“Jangan salahkan aku, kau yang lebih dulu menggodaku!”

Baekhyun Oppa, tolong aku! siapapun tolong aku!

Yoora tak berani melangkah terlalu dekat, tapi ia juga tak bisa membiarkan lelaki itu bertindak bodoh.

“Selamat tinggal, Yoora…”

74 tanggapan untuk “SADISTIC NIGHT -CH. 3 : Destiny P.2- by AYUSHAFIRAA”

  1. Sebenernya seneng ya liat yoora disukain banyak orang tapi kadang sedih jg ngeliat yoora yg kek sendirian gt walaupun baekhyun dan anggota yg lainnya kadang nolongin dia, tapi mereka terlalu dingin. Kak perbanyak lagi ya momment yoora-baeknya wkwkak, gemas. Dan suka ngeliat karakter yoora yg fleksibel gini

  2. walah. sehun nyosor wae kek bebebk gemes. bntr baru inget kan si baekhyun awal ga bisa denger yoora terus pas part kmren kok baekhyun bisa tau kalo yoora pen pergi aja pas xiumin ama lay jailin dia:3

    1. Alhamdulillah akhirnya ada yg nanya juga /emangnanyayu?/plak😂🔪/ jadi baekhyun emang gak bisa denger kata hati/pikiran Yoora tapi dia denger kata hati/pikiran vampir lain yg berusaha jahatin Yoora jadinya dia bisa tahu deh kalo Yoora butuh pertolongan unchh :’)❤💋

    2. Oh iya penjelasan aku belum selesai malah ke send /plak😂💣/ pas Yoora pen pergi Baekhyun gak denger kok, cuma nebak aja soalnya Yoora kan udah tahu vampir keluarga Lee bakal berubah-ubah sikapnya jadi takutnya Yoora bakal milih pergi ninggalin dia lagi dan baek gak mau hal itu terjadi eak :’)

  3. Sehun kuhhh
    Anak ayam kuhhh
    Maknae eksoh tercintahhh
    Apa yang kamu lakukan pada yoora???
    Ak disini nungguin kamu di rumah sepanjang hari ternyataa……
    (Bias ak siapa sih thor???)

  4. Hollaaaaaaa kakakkkkuhhh,, wkwkw mian banget yash kak aku lupa komen di chapter ini huhuhu😭😭 oke deh aku mau langsung aja ke inti permasalahannya ,/duh duh bahasamu nak/ abisnya aku sebel banget coba kak,, aku udh nulis panjang lebar tapi ga ke kirim, apa coba maunya haa!!! Awas aja pokoknya kalo sampe kali ini ga kekirim lagi,, hmmm…. abis,,wkwk

    Euhm sebagai rasa bersalah ani karena telat komen,, kali ini aku bakal komen panjaaaaaaaaaaang buangett, eh tapi enakan panjang apa pendek yaah?? Yang panjang aja kali yash kak, kan lebih ena ( ͡° ͜ʖ ͡°) wkwk/emot laknat

    Oke deh kak kita mulai ,, ACTION!!

    Sumpah kak,,, lukaku kembali membekas kak gara gara si sinyal yang ga tau malu ituuh😭😭 untuk ke 5 kali nya aku baca si cadel cium ciuman sm yoora😭😭SIAPAPUN HENTIKAN KESAKITAN INIIII /alay lu kucai

    Yang sabar ya yeol… kepret aja tuh si cadel biar ga main nyosor. Aku tau kok yeol yg kamu rasain,, karena aku juga ngerasain yang sama sama kamu,,, apa ini yang dinamakan joooooooooooness /ala ala sinetron😂😂
    E tapi kasian jadinya si buncit kesayangan guee,, jadi di salahin nyai kan tuh,, padahal mah dianya udh nyere hate duluan ngeliat tuh dua pasangan mesum /duarr 😂😂

    Emang derita nyai besar kali ya karena selalu dinistain membernya😂😂 sabar bang,, aku aja sabar kok menghadapi ke tidak pekaanmu /kode aja terus sampe tu otak

    Sumpah ini aku pengen jadi anak angkat om pace lee😂😂 gigit aku sekarang om gigitt /sensorr 😂😂

    Kak,, kak ayu ga bakal nge out in tao juga kan dari lee family?? Jangan-jangan dengan di notice nya duo mantan, ada sinyal sinyal jjirit jjirit jjirit nya tao leave juga nih huaaaaa😭😭😭 andwe kak andwe,, jangan, jangan ambil tao kuhh /digoreng pake minyak plastik/

    Gimana kak,, udah panjang belom, apa mau aku panjangin lagi,, jika mau , silahkan telpon ke nomor di bawah ini /apsah cobaagaring, tau ga, kaya kuaci gope an serauk😊
    Yaudah kali ya kak, aku bingung juga mau komen apa lagi😂😂 maapkeun dedeq karena selalu nyampah di komenan kak ayu😂😂😂 jangan kangen ya kak, aku tau kok kak ayu tuh diam diam suka mikirin dedeq ya kan,, berharap aku sm si cabe cepetan kawin wkwk /siapapun tolong sadarkan saya😂😂

    Okelah kak abaykan celotehan unfaedah ini, dada , sampai jumpa di episode selanjutnya😂😂 😘😘😘😘😘❤❤❤❤❤❤❤😚

    1. Hallo adikkuh(?) 😂 gapapa gapapa, santai aja sama aku mah 😆👍 inti permasalahan apa coba waksss xD apanya yang mau diabisin? Signal? Atau aset saham pemilik gugel? /plak😂

      Yg panjang aja, enakan yg panjang soalnya unchhh /plak😂

      Action action, dipikir syuting kali 😂😂😂💣💣💣💣

      WAKAKKAKAKAKAK /TAWAJAHAT/ CIUMCIUMANNYA JADI KEULANGULANG YA MACEM KASET RUSAK DI SAAT YG GAK TEPAT /PLAK😂

      kepret xD biar tau rasa azab dari sosor menyosor bibir anak orang /plak😂 sugan teh jodoh xD malahkan jones 😂💣🔪
      Astagfirullah pasangan mesum cenah xD berasa sehunyoora itu pasangan yg ditemukan bercumbu disemaksemak tau gak😂💣💣💣

      Nyai besar iku sopo?(?)’-‘/soksokanjawaluyu😂

      Ciyatciyattt yg pengen digigit sama om om sampe segitunya 😂🔪

      Hmmm outin jangan nih yaa :v aku kan nulis ini dari 2015 jadi yaa udah ada jalannya :v jadi liat aja nanti gimanagimananya wkwk😂

      Udah cukup udah wkwk aku takut gak bisa bales sepanjang kamu 😂💣 gak punya pulsa buat nelpon plz wkwk😂
      Gapapa dedeq nyampah aja terus yaa 😘😍 suka kepedean gitu deh jadi pengen ngejitak :3 /plak😂

      Dadah babay unchhhh😘😍😍😍😍

    2. Astogeh kak,, “pasangan mesum yang ditemukan di semak semak” sumpah ku ngakak jumpalitan sampe korea kak😂😂/alaylu/

      O iya ya akuh lupa kak ayu bikin ni epep taun 2015😂😂😂 masa masa tao kuhh masih di eksohh😭😭😭,,,

      Pulsa nya abis gara gara nelponin suami di koriyah ya kak😂😂 aku nitip salam atuh kak wkwkwk😚😘😘😘

    3. Ngakak jumpalitan tuh yg kayak apa sih masyaallah😂💣💣

      Iya, tahun 2015, masa masa tao masih di ekso eh terus… Gak ikutan comeback love me right 😭🔪

      Oh tentu tyduck, suho yg nelponin aku, aku mah gak pernah diisiin pulsa takut selingkuh katanya /plak😂💣

  5. Hollaaaaaaa kakakkkkuhhh😚😚😚😚😚😚

    Maapkeun pisan ini mah kemaren teh gabisa komen huhuhuhu😭😭 sebagai ganti nya sekarang akuh mau komen yang panjaaaaaaaaaaang buangett,, eh enaknya panjang apa pendek yaah?? Panjang aja kali yah bias gurih wkwkwk /plak

    Duhduh duh duh nyeri hate aing liat sehun sm yoora,, aaaaaa lukaku kembali membekas kak gara gara kak ayu nyuruh akuh komen dan tak sengaja mata ini melihat scene ituhh waaaa /lebay lu /hehehw

    Udah ceye sam gue aja yahh, nanti tante kasih permen lolipop lohh /dibakar/berasa tante pedo gue kak wkwk

    Mampus lu cadel ke tauan sama si cabe,wkwk sabar baek nanti cantik eh.. ganteng nya ilang loh wkwk,, eh btw aku sedih kak😭😭😭 baek di mv power mati coba 😭😭 Ya Allah baek dosa apa kamu nakk,, ga di mv, drama, mati mulu akhirnya,, 😭😭

    Bener bener pengen diangkat jadi anak pace lee wkwk,, gigit aku om /laknat kau nak wkwkw/
    Gewees ya bang holkay,, kalo kamuu sakit, yang tiap hari nyawerin gue dollar siapa bang,,, ntar pemasukan ku berkurang gimana, MAU TANGGUNG JAWAB?? HAH!!! /Suho: yaelah rakjel aja belagu lu,, ntar gue tambahin 500 cuih/

    Nih yoora keknya mulut nya perlu di kasih saringan biar ngomong nya ga nyeplas nyeplos,, jangan kan lu bang,gue aja kit ati liat yoora bajas bahas mantan 😭😭,,, kriseu juga udh cuek sama ani😢jangan bilang nnti tao juga out di sini kak 😭😭tao yaa,,,, trus nnti tao di hasut duo mantan fan out juga di ff ini😭😭, ntar bebeb ga tau malu gue ilang huaaaa, kutak bisa~~ jauh~~jauh, dariimuu ~~ ouwooohhhh

    Ini udah panjang belom kak, apa kependekan?perlu ani tambahin lagi?? Wkwkwk /minggat lu minggat/ okehh kak kepanjangan ya kayanya kak,,, hehehe maaf kan daku yang selalu nyampah di sini wkwk Fighting kak😚😚😚❤❤❤❤❤❤❤

    1. iya juga ya.. dicerita apa aja bisa jadi.. wkwkwk..
      yang jahat masih ragu.. chan atau kkamjong. au ah aku bingung

    2. Ya begitulah, yg gak mungkin pun bisa jadi mungkin kalo di cerita mah wkwkwk😂 Chan atau kkamjong? Hmmm kita lihat saja nanti yaaa😍 jangan bingung2, cukup alur epep ini aja yg membingungkan 😂

  6. Wah wah wahhh udah lama gak buka ini eh tiba tiba udah update aja yuhuuu langsung cuss baca 😊
    Wkwkk baekhyun ngasih hanbok sama yoora mau ngajak nikah? Wkwk 😆 aku juga mau dong di kasih hanbok 😄 eh, tapi chanyeol beneran suka ya sama yoora? Terus yoora suka nya samaa siapa sih? Duhhh gimana ya, tapi aku mau nya yoora sama baekhyun aja hihiii 😆
    Pas preview kok kai nafsu banget sih duhhh 😩

    1. Iyaa hihi kan updatenya 6 hari sekali *insyaallah itu juga :v
      Tau tuh si baek, udah ngebet pen kawin kayaknya /plak😂/ beli sendiri aja weh kamu mah ah 😂😂😂 hmmm sepertinya begichuuu :3 entahlah, kalo jadi Yoora pun pasti galau banget, gak bisa milih samasama gansss /itumaheluyu😂/ ciyeee witwiw ah, baekyoo shipper detected 😍 Kai mah emang begichuu wkwkwk 😆

  7. Wuhuuu can’t wait for ch.4 ^^
    Yaaak baper kan kriseu sama luhan disinggung :’D
    actually suka banget sama perannya baekhyun ^^ kebayang manly nya gimana tuh si baek dingin kaya dio *dio mah kan udah ga aneh yah calm2 gimanaa gitu ❄
    fighting thor ^^

    1. Yayayaaa sabar yaa coming soon hehe^^
      Hooh hehe meskipun vampir aku tetep ngangkat kehidupan mereka sebagai member exo dan tragedi2(?) Lain yg menimpa mereka cuma dibedain dikit 😂😂
      Iyaih, aku juga suka bikin karakter Baekhyun jadi dingin2 gitchu entahlah menurutku dia cocok kalo jadi manly seksi2 menggoda iman gitchu /plak😂
      Iyaaa makasih yaa😘

  8. perasaan yoora buat chanyeol atau baekhyun sebenarnya? sehun baek tadi mau kirain mau ngobrol panjang, next chapt kai mau ngapain???? 😦

    1. Yoora juga masih diliputi kebimbangan sepertinya :’v Muehehe kan disini ceritanya Baekhyun itu hampir sama dinginnya kayak Dio jadi gak banyak bicara gitchu, berlawanan sama Sehun yg pecicilan 😂😂😂 Mau apa coba si Kai? Hayooo tebak sendiri yaaa😆

    1. Kamu bingung? Nah sama, Yoora juga bingung banget tuh keliatannya 😂 gimana bisa milih orang vampirnya ganteng2 semua /plak/itumaheluyu😂
      Kai? Mau apa yaaa? Mau apa hayooo?😆

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s