Job’s Goal : Finding Love [Chapter 12END] -anneandreas

kak-anne-job-goals-by-irish

JOB’S GOAL : FINDING LOVE

.

a chaptered fiction with Romance feel in Family and Works life rated by T

staring by

EXO’s Byun Baekhyun, Kim Minseok, Kim Jongdae and Do Kyungsoo
INFINITE’s Lee Howon and Nam Woohyun
OC’s Do Kyungrin and Do Ahrin

.

Poster @ IRISH
I own the plot
all cast except OC belong to their real life

.

⇓⇓ PREVIOUS CHAPTER ⇓⇓

Teaser – Chapter 1 [Kembali]  – Chapter 2 [Perkenalan] – Chapter 3 [Laporan Keuangan] – Chapter 4 [Pabrik Kebarakan (1)] – Chapter 5 [Pabrik Kebakaran (2)] – Chapter 6 [Audit Internal] – Chapter 7 [Undangan Sosialisasi (1)] – Chapter 8 [Undangan Sosialisasi (2)]  Chapter 9 [Long Weekend] Chapter 10 [Pengambilan Keputusan] Chapter 11 [Tutup Buku (1)]

-12 END-

TUTUP BUKU (2)

©anneandreas2k17

 

Minggu pagi yang tenang di apartemen Do, Kyungsoo yang sudah selesai memanggang sandwich untuk kedua kakak kembarnya kini sedang duduk tanpa alas di ruang tengah, sibuk berkutat di depan laptopnya lengkap dengan beberapa lembar kertas berisi powerpoint yang telah diprint.

“Ini hari Minggu, tumben kau belajar?” sapa Arin yang baru keluar dari kamarnya.

“Sedang melihat ulang powerpointku, besok aku sidang komprehensif.” sahut Kyungsoo tanpa mengalihkan wajah dari laptopnya.

“Wow! Akhirnya adikku akan jadi sarjana! Kupikir kau akan jadi mahasiswa abadi.” ledek Arin lalu mendudukkan dirinya sembarang di samping Kyungsoo.

“Jangan berlebihan. Aku baru memasuki semester 9 dan besok akan kompre. Aku belum pantas untuk disebut fosil universitas kok.” Kyungsoo merajuk, membuat Arin tertawa.

Araso.. Araso.. Kau masih lama tidak? Aku sudah janji dengan pelayan bridal untuk datang jam sebelas nanti. Kita harus fitting gaun braidmaid untuk Reen dan jas untukmu.” kata Arin lagi.

“Sebentar lagi selesai. Noona makan sandwich dulu sana.” Kyungsoo mengangguk.

“Nanti saja. Omong-omong apakah sejak resign itu dia memang jadi seperti itu?” Arin bertanya.

“Siapa?”

“Itu, kakak perempuanmu yang satu lagi.”

“Oh, kembaranmu itu? Ya, begitulah. Ia bangun tidur ketika matahari sudah ada di puncak kepala, lalu tanpa mandi atau gosok gigi ia langsung duduk di sofa dan menonton TV sambil makan chiki sampai matahari terbenam, lalu ia mandi dan makan malam lalu tidur lagi.” jelas Kyungsoo.

Heol. Lalu para laki-laki yang mengelilinginya itu? Siapalah itu si Minseok, Howon sunbae? Woohyun oppa memangnya tidak sering datang ke sini? Aku banyak jadwal dinas malam jadi rasanya sangat jarang melihatnya belakangan ini.” tanya Arin lagi.

Kyungsoo mengangkat bahu, “Entahlah kemana perginya dua laki-laki itu. Aku juga jarang sekali melihat Reen noona memainkan handphonenya apalagi menerima telepon. Woohyun hyung suka mampir ke sini malam hari, membelikan makanan untuk kami. Tapi ya kau tahu sendiri, Reen noona tidak peduli penampilannya di depan Woohyun hyung. Kadang saat Woohyun hyung datang dia malah sedang tertidur di sofa.”

“Wow, begini ternyata rasanya bangun tidur dan langsung mendengar dua orang sedang menggosipkan diriku.” Reen bersuara setelah keluar dari kamarnya, dengan kaus kebesaran dan rambut yang acak-acakan.

“Begitulah penampilannya setiap hari.” Kyungsoo menunjuk ke arah Reen.

Heol. Aku tahu kau sekarang pengangguran, tapi kau bisa jadi babi jika setiap hari seperti ini.” komentar Arin.

Heol, aku tidak peduli. Kau sedang apa, Kyung? Pencitraan sekali belajar di hari Minggu.” Reen tidak peduli.

“Dia besok mau kompre tahu. Akhirnya adik kesayangan kita menyelesaikan skripsinya.” sahut Arin.

Jinjja? Daebbak uri Kyungsoo!” Reen memeluk Kyungsoo, membuat si adik tampak sesak bernapas, “Kau belum gosok gigi, jorok!”

“Kau setidaknya memang harus tahu tata krama saat memeluk seseorang, minimal kau harus gosok gigi jika masih malas mandi. Ayo sudah, sebentar lagi Jongdae akan menjemput kita. Nanti temani aku beli mingle untuk resepsi juga ya!” Arin bangkit lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya lagi.

.

.

.

Tidak lama kemudian tiga saudara itu beserta Jongdae telah berada di dalam bridal. Arin sedang sibuk membetulkan posisi gaun Reen agar tampak pas di tubuhnya. Nyatanya memang gaun tanpa lengan dengan warna dominan corn yellow dengan aksen potongan brukat warna turqoise di beberapa sisi yang bagian punggung gaunnya terbuka nyaris sampai ke pinggang itu melekat cantik di tubuh Reen.

“Bagus. Kau akan jadi braidmaid yang cantik.” komentar Arin puas.

“Kau harus hati-hati, mungkin saja nanti braidmaid akan lebih cantik daripada pengantinnya.” ledek Reen sambil tertawa.

“Kurasa itu tidak mungkin.” balas Arin.

Noona, coba lihat. Jasnya tidak kekecilan ‘kan?”

Kyungsoo yang baru keluar dari ruang ganti menggunakan jas hitam yang membalut kemeja warna senada dengan gaun Reen dan dasi kupu-kupu warna turqoise menghampiri mereka. “Punya Reen noona jadinya bagus.” komentarnya.

“Itu karena tubuhku memang bagus menggunakan apapun.” jawab Reen asal.

“Jas milik Kyungsoo juga pas dengan ukuran tubuhnya.” komentar Jongdae sambil berjalan mendekati mereka.

“Penjahit di bridal ini memang yang terbaik. Ayo ganti baju lagi, kurasa sudah tidak ada yang perlu diperbaiki. Baju kalian bisa dibawa pulang.” sahut Arin sambil mengangguk-anggukkan kepalanya lantas menghampiri pelayan bridal yang sudah mengenalnya, berbicara sebentar dengan pelayan itu lalu kembali menghampiri Jongdae, “Kita bisa fitting terakhir kapan? Minggu depan? Dua minggu lagi sudah hari-H.”

“Hari Minggu mungkin kita akan sibuk seharian membagikan undangan, bagaimana kalau Senin atau Selasa? Saat kau dinas malam, siangnya kita bisa pergi ke sini. Aku bisa izin sebentar.” sahut Jongdae lembut.

Araso.” jawab Arin riang lantas kembali menghampiri pelayan bridal.

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

Mereka berempat kembali ke apartemen ketika malam sudah tiba. Setelah berbincang sebentar dengan Jongdae di ruang tengah sampai laki-laki itu pamit pulang, mereka bertiga juga langsung tertidur karena kelelahan. Tidak seperti biasanya, keesokan paginya kedua gadis itu sudah bangun pagi-pagi dan membuatkan sarapan untuk Kyungsoo, hingga adik laki-lakinya itu kaget saat keluar dari kamar melihat kedua kakaknya tengah membuat sandwich isi bacon khusus untuknya.

“Kalian mimpi apa?” tanya Kyungsoo.

“Kau mau kompre hari ini, jadi tidak boleh lelah. Ini makan sandwich baconmu dan babat komprenya sampai tuntas! Pulang jadi sarjana lalu nanti malam kita minum soju. Kita bisa undang Jongdae dan Woohyun oppa juga.” Reen semangat menjelaskan, membuat diam-diam hati Kyungsoo berdesir senang.

Araso. Doakan supaya lancar semuanya hari ini.” Kyungsoo menjawab lalu melahap sandwich buatan kedua kakak kembarnya itu.

.

.

.

Setelah Kyungsoo pergi ke kampusnya dan Reen kembali melanjutkan tidurnya, Arin terlihat sedikit sibuk. Ia membalik-balik tumpukan undangan yang akan dibagikan minggu depan lantas menarik salah satu di antaranya. Setelah sempat ragu, akhirnya ia memutuskan untuk melakukan panggilan telepon melalui handphonenya, berbincang sesaat dengan orang di seberang sambungan lalu masuk ke kamar mandi.

Setengah jam kemudian Arin keluar dari kamar mandi dan berpakaian kasual namun cukup rapih, melihat sebentar Reen yang tampaknya masih terlelap lantas keluar dari apartemen lalu memanggil taxi terdekat.

Arin sampai di depan kafe yang ia janjikan dengan orang yang tadi berbincang di dalam telepon dengannya, ia masuk dan mengambil tempat yang tenang di samping jendela. Tidak lama berselang pintu kafe itu terbuka lagi dan seorang laki-laki menghampirinya lalu duduk di depannya.

“Sudah lama menunggu?” sapa Baekhyun.

Arin menggeleng, “Belum. Apakah aku mengganggu jam kerjamu? Apa kau sedang sibuk?”

“Tidak sibuk. Audit internal kebetulan selesai tepat setelah Kyungrin resign jadi sekarang agak lengang. Lagipula kafe ini persis ada di samping kantor jadi tak masalah pergi ke sini sebentar. Apa kabarnya Kyungrin?” sahut Baekhyun ramah.

“Dia jadi babi sekarang.” Arin menjawab sambil tertawa yang seperti biasa tawanya menular pada Baekhyun.

“Pasti kerjanya hanya tidur-tiduran sepanjang hari.” sahut Baekhyun dijawab anggukan oleh Arin.

Setelah obrolan basa-basi itu berakhir, keheningan mulai menyelimuti mereka hingga akhirnya Arin mengambil sesuatu dari dalam tasnya lantas menyodorkannya ke hadapan Baekhyun.

“Dua minggu lagi aku menikah. Kuharap kau datang.” kata Arin pelan.

Baekhyun tampak menghela napas sambil menatap amplop turqoise yang cantik itu, namun ia meraihnya juga. “Aku sudah sempat dengar dari Kyungrin. Ia kelepasan bicara waktu itu.”

Arin mengangguk, “Kau akan datang ‘kan?”

“Aku pasti datang. Lagipula jika aku berniat tak datang, ayahku pasti akan menyeretku untuk menemaninya. Ini kan pernikahan anak sahabatnya.” Baekhyun berusaha bercanda.

“Benar juga.” Arin tertawa.

“Omong-omong maafkan aku.” Baekhyun mengucap lagi.

“Kenapa?” tanya Arin.

“Maafkan aku karena sempat mengganggu hubunganmu dengan laki-laki itu. Aku akhirnya menyadari pada malam itu kalau kau benar-benar mencintainya, Jongdae maksudku. Jadi kupikir, ya aku harus merelakanmu. Tapi jangan sampai aku mendengar kalau ia menyakitimu. Aku mau kau tetap bahagia, selamanya bahagia.” tutur Baekhyun sambil menatap mata Arin dalam-dalam, Arin tersenyum. Ia bangga laki-laki yang pernah ada di dalam hatinya itu kini sudah tumbuh menjadi laki-laki yang berpikiran dewasa.

“Sebagian itupun salahku. Tidak sepenuhnya kesalahanmu. Kuharap kau juga bahagia.” jawab Arin.

Mereka masih melanjutkan beberapa obrolan ringan sebelum akhirnya Arin pamit untuk pulang karena ia harus bersiap pergi ke rumah sakit tempatnya bekerja. Setelah saling melempar lambaian tangan perpisahan, Arin pulang.

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

Tidak terasa waktu berjalan cukup cepat. Sore itu Kyungsoo pulang dengan ceria sambil membawa kertas nilai ujian komprehensifnya. Mereka menepati janjinya untuk berkumpul merayakan kelulusan Kyungsoo, namun tidak dengan minum soju hanya makan malam bersama sebab Arin harus segera pergi bekerja ke rumah sakit setelahnya.

Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa. Kyungsoo yang baru lulus lebih sering di apartemen. Ia memilih banyak-banyak menghabiskan waktu di rumah sambil membantu Reen membuat mingle untuk acara pernikahan Arin. Diam-diam sebenarnya ia juga ingin lebih banyak menghabiskan waktu dengan Reen sebab kakak perempuannya itu akan kembali ke Beijing tepat sehari setelah Arin menikah.

Dengan tekun ia membantu Reen memasukkan bungkusan marsmallow-marsmallow kecil ke dalam toples plastik yang imut semetara Reen memokuskan perhatiannya dengan memasang pita-pita pada tutup toples.

Apartemen Do akhirnya kembali ramai pada H-2 pernikahan, ayah dan ibu mereka kembali dari Beijing dan mereka melakukan pesta gadis untuk Arin yang sebentar lagi akan melepas masa lajangnya. Dan malam sibuk memuncak di H-1. Arin bersiap pergi ke hotel sementara keluarga yang lain bersiap di apartemen.

Ketika hari H akhirnya tiba, Reen ikut merasa berdebar seolah dirinyalah yang akan menikah hari ini. Sejak matahari belum terbit mereka sekeluarga sudah berangkat ke bridal untuk make up. Reen tampak cantik dengan gaun yang mereka ambil dari bridal dua minggu lalu sementara ibunya memakai hanbok dengan warna senada dengan gaun yang Reen pakai. Sedangkan kedua laki-laki tampan dari keluarga Do tampak gagah dalam balutan jas hitam masing-masing.

Selang beberapa jam kemudian prosesi pernikahan pun berjalan. Reen dan Kyungsoo duduk di kursi belakang kedua orang tuanya, namun pandangan semua orang terfokus pada bagian belakang gedung. Nyonya Do dan ibu Jongdae yang tampak anggun dengan hanbok yang tampak indah itu berjalan menyusuri karpet merah lalu menyalakan lilin dan kembali duduk di kursi mereka, menandakan prosesi pernikahan dimulai. Disusul Jongdae yang tampak gagah dengan jas putihnya berjalan hingga ke depan altar. Kemudian Arin dengan slayer yang menutupi kepalanya berjalan menyusuri karpet sambil menggandeng lengan Tuan Do.

Reen tampak berusaha menahan air matanya ketika melihat ayahnya menyerahkan tangan Arin yang ada di dalam gandengannya kepada Jongdae yang menyambutnya dengan senyum. Saudara kembarnya kini bukan hanya milik keluarga mereka lagi. Ia akan menghabiskan waktunya seumur hidup dengan laki-laki pilihannya.

Prosesi terus berjalan dengan lancar, termasuk bagian ucapan terima kasih kepada kedua orang tua yang membuat gedung pernikahan itu dipenuhi dengan air mata haru sekaligus bahagia. Acara di sana ditutup dengan sesi foto bersama tamu-tamu yang datang, lantas mereka berpindah gedung menuju gedung resepsi.

Tidak jauh berbeda dengan di gedung sebelumnya, Arin masuk ke dalam ruangan di samping pintu depan gedung, sementara Jongdae bersembunyi dalam ruangan di samping panggung. Reen dan Kyungsoo menyempatkan diri untuk melihat-lihat dekorasi gedung yang didominasi warna putih dan corn yellow yang tampak apik. Kue pengantin lima tingkat yang ada di depan panggung serta susunan gelas sampanye pun tampak begitu cocok dan menyatu dengan ruangan. Setelah puas berkeliling dan mengagumi dekorasi gedung yang apik itu, Reen masuk ke dalam ruangan tempat Arin berada sebab tamu-tamu pun sudah mulai berdatangan.

Tidak lama Reen ada di dalam sana, pintu ruangan itu terbuka dan seorang laki-laki masuk ke dalam sana. Reen lantas berdiri untuk memberi salam namun ia tak bisa menyembunyikan kekagetannya ketika melihat laki-laki itu.

“Oh Sehun-ssi?” tanya Reen.

“Oh? Reen-ssi?” Sehun pun ikut kaget.

Kini ganti Arin yang melempar pandang pada mereka berdua, karena keduanya tidak juga melanjutkan percakapan akhirnya Arin melakukannya, “Reen, kau kenal dengan sepupu Jongdae?”

“Siapa? Oh Sehun-ssi ini adalah sepupu Jongdae?”

Arin mengangguk, “Eoh. Tadi ia tidak bisa datang karena masih ada urusan yang tidak bisa ditinggal. Namun ia akan menjadi bestman di acara resepsi ini, jadi nanti kau akan masuk ke dalam ruang resepsi dengannya.”

Reen mengangguk-angguk, “Tak kusangka, dunia memang benar-benar sempit.” jawabnya diikuti Sehun yang mengangguk setuju.

“Memang kalian kenal dimana?” tanya Arin lagi.

“Tidak sengaja bertemu sewaktu aku pergi sosialisasi ke Busan. Dia sahabatnya Minseok oppa sewaktu kuliah.” jelas Reen, Arin mengangguk.

Obrolan mereka berhenti ketika MC dan kedua orang tua dari mempelai juga masuk ke ruangan itu, setelah melakukan pembahasan singkat tentang susunan acara, MC keluar dari sana lantas segera memulai acara. Acara tidak berjalan lama, MC membacakan singkat tentang pertemuan antara Arin dan Jongdae dengan cara yang manis namun tidak berlebihan, kemudian MC memanggil sepasang demi sepasang orang-orang yang tadi ada di dalam ruangan. Dimulai dengan kedua orang tua Jongdae, kemudian kedua orang tua Arin, segera Reen yang diharuskan menggandeng lengan Sehun menyusul berjalan di belakangnya.

Kemudian MC berhenti untuk lantas melanjutkan cerita singkatnya tentang Arin yang kini sudah berdiri di ujung karpet merah dan Jongdae sudah berdiri di samping panggung, ketika alunan lembut musik kesukaan Arin diputar, mereka berdua sama-sama meniti langkah menuju wedding gate yang letaknya persis di tengah, melakukan wedding kiss lalu berjalan menunju panggung masih dengan alunan musik lembut yang menyenangkan itu.

Setelah semua prosesi berjalan, MC mempersilahkan tamu untuk dapat menyantap hidangan yang telah disediakan. Suasana di gedung itu sangat ramai namun hangat. Reen mengambil semangkuk kecil puding lantas menyendokkan ke dalam mulutnya.

“Kudengar kau dan Minseok tidak pernah bertemu lagi setelah kau resign.”

Reen sempat terkejut sesaat mendengar suara yang tidak terlalu dikenalnya itu, namun dengan cepat ia mengendalikan dirinya dan menatap Sehun yang sudah berdiri di sampingnya.

“Kau mengagetkan saja. Iya, tidak pernah bertemu lagi.” jawabnya.

“Padahal ia laki-laki yang baik. Laki-laki yang kurasa rela memberikan segalanya demi cinta.” sahut Sehun.

“Dia yang bilang dia akan menungguku.” sahut Reen.

“Lantas kau jadi diam saja karena ditunggu. Araso.” Sehun menyahut lagi.

“Kau kadang-kadang menyebalkan ya.” Reen menimpali lalu tertawa, Sehun ikut tertawa.

Obrolan mereka terhenti ketika Sehun dipanggil oleh saudara-saudaranya yang lain, lantas ia menghampiri Woohyun yang hari itu juga berbalut jas dan tampak sangat tampan.

“Laki-laki baru?” tanya Woohyun terang-terangan.

“Siapa?”

“Itu bestman yang tadi.” sahutnya asal.

“Sehun? Oh, aku sudah mengenalnya. Kami pernah bertemu sewaktu aku pergi sosialisasi ke Busan, jadi kami berbincang sebentar. Oppa, kau cemburu ya?” ledek Reen.

“Hak apa aku untuk cemburu pada direktur Do Company Beijing?” Woohyun berpura memasang wajah memelas, membuat Reen semakin tertawa.

“Kyungrin!”

Reen segera menoleh mendengar namanya dipanggil, pun begitu juga Woohyun.

“Dia datang? Setelah ditonjok Jongdae waktu itu?” bisik Woohyun.

“Tentu saja, dia anaknya Byun ahjussi.” balas Reen sambil berbisik juga.

“Pestanya ramai, kupikir aku tidak akan melihatmu. Ah annyeonghaseiyo.” sapanya pada Reen dan Woohyun.

Woohyun balas menunduk singkat lalu pamit pada Reen untuk menghampiri ayahnya sementara Reen mengucap, “Memangnya mau apa kau melihatku? Rindu ya tidak ada yang kau ajak bertengkar setiap hari? Sudah percuma, besok sore aku akan berangkat ke Beijing.”

Baekhyun tertawa, “Iya betul. Aku rindu karena kehilangan rekan bertengkarku. Di sana tidak ada yang berani melawanku selain kau, suasananya jadi tidak seru lagi.”

“Omong-omong kau tidak akan menangis tersedu ketika bersalaman dengan Arin nanti ‘kan?” ledek Reen.

“Meski hatiku tidak rela tapi aku tulus mendoakan kebahagiaannya kok. Kau masih tetap menyebalkan ya.” jawabnya santai membuat Reen tertawa.

“Kurasa sekarang kita sudah berteman baik, mungkin nanti jika aku berlibur ke Korea aku akan mengajakmu jalan-jalan. Traktir aku ya Manager Byun Electrics!” sahut Reen kemudian.

“Bagaimana bisa seorang direktur minta ditraktir oleh manager!” Baekhyun segera menimpali sambil tertawa.

Obrolan mereka juga akhirnya terhenti ketika Reen dipanggil oleh MC untuk ke panggung dan menemani Arin yang akan membagikan mingle untuk tamu-tamu single yang datang.

Setelah pembagian mingle, Reen menghampiri Kyungsoo dan duduk di kursi untuk keluarga, ia beristirahat sebentar sebab terlalu lelah berkeliling dan menjawab pertanyaan “Kau kapan menyusul Arin?” dari orang-orang yang mengenalnya.

Acara masih berlanjut hingga malam tiba dan tamu-tamu sudah mulai sepi. Ketika akhirnya semua tamu sudah pulang dan acara sudah selesai, Reen menghampiri Arin lantas memeluk kembarannya itu erat.

“Besok ketika aku pergi, kau mungkin tidak akan ada di apartemen, jadi aku mau memelukmu dulu.” ucap Reen.

“Lagipula kenapa kau harus pergi besok. Kan kita jadi tidak bisa bertemu lagi.” Arin balas memeluk erat saudara kembarnya itu.

“Jongdae, kau harus menjaga saudara kembarku ini baik-baik. Meskipun kini kau suaminya tapi aku tetap berhak menamparmu dengan gagang sapu jika kau membuatnya sedih, mengerti!” ucap Arin sambil tetap memeluk Arin, namun matanya menatap Jongdae yang segera mengacungkan ibu jarinya ke arah Reen sambil tertawa.

“Sudah, ayo kita makan. Aku sudah lapar.” sahut Arin kemudian lantas melepaskan pelukan mereka.

Malam masih berlanjut dengan makan malam dua keluarga besar di gedung resepsi. Malam itu baru benar-benar berakhir ketika Jongdae dan Arin berangkat ke hotel dengan mobil pengantin dan kedua keluarga besar saling mengucap salam berpisah di depan gedung resepsi.

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

Pagi datang dan Reen yang matanya masih setengah terpejam berguling-guling di atas ranjangnya yang kini ia tempati sendiri, belum-belum ia sudah merasa rindu setengah mati pada saudara kembarnya itu. Setelah ia merasa segar, ia segera keluar kamar. Kali ini sarapannya bukan sandwich yang biasa dibuat Kyungsoo, tapi masakan sederhana buatan ibunya.

“Kyungsoo mana?” tanya Reen pada ibunya yang ada di dapur apartemen.

“Kyungsoo ke kampusnya tadi. Mengurus berkas wisuda katanya.”

Reen mengangguk.

“Kau sudah menyiapkan semuanya? Sudah siap berangkat? Kenapa harus berangkat hari ini? Toh eomma dan appa saja masih di sini sampai lusa.” sahut Nyonya Do.

“Tak apa. Aku ingin beradabtasi kembali dengan Beijing. Lagipula ada Woohyun oppa yang menemani, ya meskipun ia besok juga langsung pulang sih. Tapi aku suka kok jalan-jalan sendirian.”

Araso. Tak apa. Jika terasa berat, bicara pada appa. Jangan tahan bebanmu sendirian. Ayo makan.” ucap Nyonya Do bijaksana.

.

.

.

Pagi itu berlanjut menjadi siang menuju sore, Kyungsoo sudah pulang dan ia membantu Reen melihat kembali barang bawaannya. Setelah Woohyun datang, tidak lama kemudian mereka semua berangkat ke bandara. Mereka semua sempat berhenti sebentar di depan lift lantai 14, sementara menunggu pintu lift terbuka Reen diam-diam menatap ke arah apartemen Minseok, namun terang saja laki-laki itu tidak akan membuka pintu, ia mungkin sedang berada di kantor sekarang, tidak tahu bahwa hari ini Reen akan pergi ke Beijing.

Perjalanan ke bandara dipenuhi dengan candaan ringan, pun sesampainya di sana Reen memeluk Kyungsoo yang kali ini justru memeluknya lebih erat ketimbang dirinya sendiri.

“Kalau rindu padaku sehabis wisuda kau bisa ke Beijing juga, Kyung.” kata Reen.

“Pasti. Aku ke sana sehabis wisuda.” jawab Kyungsoo semangat.

“Aku juga akan kembali ke Korea saat kau wisuda nanti.” sahut Reen.

“Tentu! Kita ‘kan harus foto keluarga.”

“Hati-hati di jalan, Woohyun tolong jaga Reen.” ucap Tuan Do, dijawab anggukan dari Woohyun.

“Terimakasih ya, sudah menemani Reen ke Beijing.” ucap Nyonya Do sambil menepuk-nepuk bahu Woohyun.

Setelahnya Reen memeluk kedua orang tuanya kemudian berjalan menuju stand check in untuk mendapatkan boarding pass. Diam-diam Reen melihat ke belakang berkali-kali, meski kekanakan namun ia mengakui berharap hidupnya seperti drama, dimana ia akan melihat Minseok menyusulnya ke bandara lalu memeluk dirinya dan berkata ia tidak bisa hidup tanpa Reen disisinya. Namun Reen hanya tersenyum getir, rasanya itu terlalu indah untuk menjadi kenyataan.

Setelah boarding pass diserahkan oleh petugas, ia berjalan mantap bersama Woohyun tanpa menoleh ke belakang lagi. Ia harus menatap hidupnya ke depan, dan memutuskan untuk tetap bahagia apapun yang akan terjadi di depan nanti.

.

.

.

fin.

 

AnNotes:

Ohmaigat! Ini tamat! Dan tamatnya gaje sekali!
Bhay!
Lempari saja saya dengan cinta! /eh

Ngegantung banget ya?
IYA! YES! GEURAE!

Tenang saja, besok masih ada –Epilog– dan beberapa hari ke depan akan ada –Side Story Arin Wedding– sebab kalo dijelasin di chapter ini nanti panjang beud jadinya. Di Epilog nanti aku tambahin After Word sejenis Q&A yang mungkin selama ini mengganjal perasaan readers dan perasaanku /eak. Jadi Epilognya wajib dibaca ya!
*naritortor

Dan betewe jeongmal mianhe karena chapter ini gak dipost Sabtu lalu, padahal aku janjinya begitu /tampar saja saya/ karena ya karena biasalah, jangan dibahas terus pemeriksaan yang tidak pernah berakhir ini dan malah semakin sering menguras air mata untuk hal siasia. Mendingan nangisin cowo timbang nangisin kerjaan /plak.

Dan terimakasih untuk semua pembaca yang masih setia baca sampe sekarang! Terimakasih untuk semua yang like dan komen. Ucapan lengkap nanti ada di After Wordnya Epilog yaa!
See u in my next project!
*bow*

Iklan

11 respons untuk ‘Job’s Goal : Finding Love [Chapter 12END] -anneandreas

    1. Iyahsih lebih dikit romancenya lebih ke family :3
      Im so soorrryy, soalnya dari awal emang plotnya udah jadi tiap chapternya sampe tamaat.. Kalo dirombak nanti pusing akunyaa..
      Makasih sudah komen yaaa.. >.<

  1. Iya sih ngegantung 😅 ga ada scene sm umin. Trnyt 세훈 spupu’ny 첸첸 toh, owala.. Cameo request-an akuh 😘 jd bestman!
    Iya dr sabtu kmrn nggu2 update’an anne tp raono, luckily ada update’an irish & nida jd ga sepi hdp ku 😙
    aih, 백 kesian 😞 ditinggal arin nkh sm 첸. Ku tunggu epilog & afterword’ny 😀 ada scene 백 salaman ke spasang newly wed tu kan? 백 pk acara sumbang suara bwt sang mantan ga? /jd inget slh 1 ff kocak’ny len yg 백 diundang 태연 ke nkhn’ny trus tmn2ny pd ksh srn kocak2 ke dy 😂
    Mingle itu apa ya? 축하해 d.o dah lu2s sidang 🎉 ku tunggu karya2 br anne jg update’an yg lawas–>LDA

    1. Iyah kaak cameo cameo peranny apenting loh si cadel itu /plak wkwkwkwk..
      Nanti ada scene itu di side story kawinannya arin kaaak wkwkwk..
      Mingle itu kaya souvenir juga kak, cuma kan kalo souvenir untuk semua tamu..
      Nah mingle ini terbatas paling cuma 20 biji..
      nanti di tengah pesta pengantin ini turun dari panggung gitu bawa keranjang isi mingle terus keliling2 nyamperin tamu yg masih single kak, ngasih mingle. kesannya kaya doa supaya cepet nyusul gitu deeeh wkwkwkwk..
      mingle ini lagi ngetren di barat keknya, temen2ku pake jadi aku ikutan kemarin tuh. kebetulan mingle ku sama kaya yg kutulis di sini, aku hias toples plus masukin marsmallownya sendiri looohhh /malah pamer.
      sayangnya gak dipotoin sama aku sebelom dipotoin jadi ga ada kenang2annya :”)))

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s