[EXOFFI FREELANCE] SHADOW (Prologue)

|  SHADOW  |

| Oh Sehun & Hwang Mora |

| Bae Irene, Son Seungwan, mentioned Kim Namjoon |

| Angst x Drama |

| PG-17 | Chaptered |

2017 – Storyline by JUJU’s

Seperti bayangan, kita selalu bersama.

Tetapi tidak dapat bersatu.

◦ ◘ ♯ ♯ ♯ ◘ ◦

Tidak seperti kebanyakan orang.

Cinta untukku adalah hal yang rumit dan kompleks.

Seperti angin yang datang secara tiba-tiba, ia datang tanpa pemberitahuan.

Saat di musim dingin, ia membuatku beku seakan aliran darahku berhenti.

Saat di musim panas, ia memberiku kesejukkan yang dibutuhkan tubuhku.

Sayangnya, ada satu perbedaan antara angin dan cinta.

Aku hanya perlu menutup pintu rumah, jika tidak ingin diterpa angin.

Tapi cinta, tidak bisa kuhindari atau kuusir semauku.

—×◦ shadow ◦×—

“Hwang Mora! Kau naik dua peringkat,”

    Aku mengikuti jari telunjuk Seungwan yang mengarah pada kertas di papan pengumuman. Hwang Mora. Tercetak dengan jelas, tiga peringkat dari atas daftar nama yang ada. Mataku kembali melihat daftar nama yang berada di atasku, 2. Kim Namjoon, 1.Son Seungwan.
“Kau memang jenius, Seungwan.  Setidaknya, kali ini aku harus bertahan masuk tiga besar satu sekolah.”

“Kenapa sepertinya kau tidak senang? Sudahlah, lebih baik kita menyusul yang lain pergi ke kantin.”

    Aku menolak dengan halus, memberi alasan jika ada buku ensiklopedia yang kucari. Tenang saja, aku bukanlah seorang kutu buku yang tidak dapat bergaul. Tetapi, aku juga bukanlah seorang yang ramah menyapa siapa saja orang yang kukenal. Aku tidak akan berpikir dua kali, untuk mendekati orang yang memiliki prinsip hidup dan dunia yang sama denganku. Sama sepertiku, mereka tahu garis batasan dan tidak mencoba untuk ikut campur kehidupan privasiku.

    Kakiku melangkah memasuki perpustakaan, menyusuri rak buku yang terletak di sudut ruangan. Mengamati satu persatu judul yang tertera di sana.

Ah dapat . . .

Kuraih buku yang terletak di baris ketiga dari rak bagian atas, tebalnya sekitar tiga sentimeter. Sambil membawa buku, aku melangkah ke meja baca terdekat. Samar-samar aku melihat seseorang sedang duduk memandang keluar jendela, seiring langkah kakiku mendekati meja sosok itu semakin jelas.

Sehun. Namanya Oh Sehun.

    Aku tidak mengenalnya secara langsung, hanya mendengar rumor tentangnya dari mulut ke mulut. Ia mempunyai tubuh yang tinggi dan punggung yang lebar. Warna kulitnya seputih susu, aku bahkan mengira Sehun salah satu tokoh utama dalam serial Twilight. Jika vampir itu ada, ia adalah bagian dari mereka. Ia tampan, sebuah kebohongan besar jika aku mengatakan bahwa Sehun tidak tampan atau ia terlihat biasa saja.

    Itu wajar, jika banyak gadis yang mengejar dan tergila-gila padanya. Para gadis mengatakan, Sehun mempunyai tatapan mata yang tajam dan terlihat nakal. Belum lagi, senyum tipis yang jarang ia tunjukkan. Mereka bilang itu adalah point utama dari Oh Sehun. Tapi tidak bagiku, dibanding sebuah tatapan yang nakal. Bukankah, tatapannya lebih terlihat bahwa ia risih dan tidak suka karena banyak gadis yang mengerumuninya. Apalagi senyumannya, itu lebih terlihat seperti sebuah dengusan.

Ada banyak daftar list untukku agar tidak berurusan dengannya. Salah satu point utamanya, prinsip yang ia pegang dan kehidupannya berbeda jauh denganku. Aku tidak ada waktu terlibat dengan segala kegiatan di luar jam pelajaran sekolah, sedangkan Sehun merupakan kapten tim basket. Tidak hanya itu, ia juga adalah seorang dancer yang hebat. Kami benar-benar berbeda, karena itu tidak ada kepentinganku yang bersangkutan dengannya.

‘Sreett . . .’

    Aku menempati meja yang berseberangan dengan Sehun, ia sama sekali tidak terganggu mendengar deritan kursi yang kutarik. Secara acak kubuka halaman buku, atensiku kembali pada Sehun. Ini pertama kalinya, aku melihat tatapan memuja dari seorang Oh Sehun. Ia terlihat manis di mataku, siapa gadis beruntung yang mendapatkan tatapan itu? Ah, itu bukan urusanku. Kenapa pula aku menjadi penasaran?

Oh tidak!

Ia menoleh, pandangan kami bertemu. Pandangannya lurus menatap mataku langsung, aku tidak mengerti maksud dari tatapannya. Kemudian, Sehun tersenyum padaku. Bukan senyum yang terlihat seperti dengusan, tapi senyum tipis yang tulus.

‘Sreett . . .’

    Ia beranjak dari kursi dan melangkah pergi melewatiku, mataku terus mengikutinya hingga ia menghilang di ujung pintu perpustakaan.

“Haah. . .”

    Aku tercekat. Baru kusadari, sejak tadi aku menahan nafas. Ada apa ini? Aku menyentuh kedua pipiku yang memanas. Kenapa suhu menjadi lebih panas? Oh tidak! Jangan ini! Aku benar-benar tidak mengharapkan hal ini.

×◦◦×

    Seperti hari-hari dan bulan-bulan sebelumnya, aku kembali mengikutinya. Berjalan santai di halaman sekolah menuju pintu gerbang, langkah kaki yang sudah terbiasa menjaga jarak dengan Sehun yang berjalan di depan sana. Ia sedang berbincang, terkadang ia tertawa hingga kedua matanya membentuk bulan sabit.

Irene. Nama gadis itu, Bae Irene.

    Gadis beruntung yang sedang berbincang dengannya dan mendapatkan tatapan memuja dari seorang Oh Sehun. Siapapun yang menaruh perhatian lebih pada Sehun pasti tahu, ia menyukai gadis bermarga Bae itu. Sejujurnya, aku tidak terlalu peduli pada siapa Sehun memberikan hatinya. Hanya saja, kenapa harus Irene? Bae Irene, aku tidak bisa dan tidak akan berurusan dengan gadis itu.

Yah, mungkin ini hanya bentuk pemberontakkan kecil dalam masa pubertasku. Perasaanku akan berlalu dan terkubur.

    Irene dan Sehun sudah berpisah dan masuk ke dalam mobil yang menjemput mereka. Begitu juga denganku, pintu mobil yang berada di depanku sudah terbuka lebar. Aku duduk dan menutup pintu. Aku tidak menyadarinya, sejak tadi ada seseorang yang duduk di sampingku. Mantan Ny. Hwan, dia adalah ibuku.

“Hari ini ada pertemuan, ibu sudah meminta izin dari tempat lesmu.”

“Pertemuan apa?”

    Terlihat dengan jelas, raut cemas dari ibuku. Beliau menghela nafas dan kembali menatapku, tatapan yang meminta suatu pengertian.

“Ibu akan menikah dan kuharap kau mengerti akan keputusan ibu,”

    Aku terdiam. Kemudian, aku mengangguk mewakili persetujuanku atas keputusannya. Sejujurnya, aku sudah tahu itu. Suatu saat, ibu akan menikah lagi. Yah, sama seperti ayah yang sudah menikah satu tahun yang lalu.

“Kapan? Dan siapa?”

“Dua bulan lagi. Presdir Oh. . . ibu akan menikah dengan Tuan Oh,”

    Ini gila! Situasi macam apa ini?

“Ini pernikahan antara kekuasaan dan harta, bukan? Bagaimana mungkin ibu menikah dengan seseorang yang lebih cocok kupanggil kakek daripada ayah? Ibu tidak mungkin menikahi ayah Sehun, karena kedua orang tuanya sudah meninggal. Menikahi seorang kakek tua renta, apa ibu sudah gila!”

“HWANG MORA! Bicaramu sudah keterlaluan, keputusanku sudah bulat. Setuju atau tidak, ibu tetap akan melanjutkan pernikahan.”

    Aku tercekat. Tidak bisa membantah dan mengatakan apapun.

    Sejak awal, aku tidak boleh mengharapkan apapun. Bukan Tuhan yang tidak adil, tapi keberadaanku lah yang menjadi permasalahannya. Dunia tidak menginginkanku, tak seharusnya aku berada di sini.

—×◦ to be continued ◦×—

Kupikir, hal itu hanya bagian dari masa pubertasku.

Faktanya, semua hanya hipotesa belaka yang mencoba menyeruak keluar.

Bagiku, cinta sulit didefinisikan dan merupakan hal yang rumit.

◦ ◘ ♯ ♯ ♯ ◘ ◦

JUJU’s Note:

Text box by F(X) Pink Tape – Art Film

Finally, aku merilis prologue ini. Jadi terharu, deh. Baca juga ff-ku yang lain |HURT AS: 1| 2|

Terima kasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak, karena itu sangat berarti buat ane ^^

22 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] SHADOW (Prologue)”

  1. haloo…boleh lanjut baca enggaaa yaa?? boleh yaaa, jujur baru nemu ff inii, awal tertarik gegara cast’ny sehun trs nyoba baca ehhhh..kok menarik yaaa, pengen baca kelanjutanny.. boleh yaaaaaa..

    1. nggak kok, kn disebutin klw kedua orang tua Sehun udah meninggal. Jadi, si Sehun itu tinggal sama kakeknya. Terima kasih udah mau baca ama comment ^^ diriku seneng banget ada yang mau baca ff ini, bentar lagi chapter 1-nya update. Jangan lupa dibaca juga y

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s