[EXOFFI FREELANCE] Die Geheime Tür (Chapter 11)

Tittle : Die geheime Tür

Author : devrizt

Length : Chaptered

Genre : Romance, Comedy, Campus Life, Friendship, Night life

Rating : PG-17

Cast :  Jonathan Virgio S (OSH) (main cast)

    Additional Cast

Guntur Putra Mandala (KAI)

Keynal Mahesa (PCY)

Antares Praditya (BBH)

Alandio Fazzikri Mulhaq (DO)

Akan ada pemeran wanita pastinya yang nantinya akan muncul seiring berjalannya cerita~

Summary : Aku tidak pernah memikirkan jika aku mulai membuka pintu itu akan ada ledakan dahsyat yang terjadi di kehidupan ku.

Disclaimer : Cerita ini merupakan murni hasil pemikiran dari author mulai dari yang bener sampai yang agak rusak sedikit(?) tapi masih batas wajar, jika ada kesamaan tokoh atapun latar, itu semua terjadi atas ketidak sengajaan.

    Warning : author hanya manusia biasa yang kadang salah so, im so sorry if theres (many) typos.

    See more chapter or story at https://www.wattpad.com/user/devrizt

A/N   :  Untuk yang punya wp dan berminat melihat lihat silahkan check watpadnya ya hehe thankyou soo much ~~

Sebelas – A Bittersweet Reunion

Tiga hari sebelum keberangkatan

KPS (5)

Antares Praditya : Agan agan ku

Antares Praditya : Inget nggak besok hari apa

Keynal Mahesa : Hari apa dah

Alandio Mulhaq : Sampe nggak penting lo gue kick

Antares Praditya : Lo kenapa sih galak banget? Gimana Rasya mau notice

Alandio Mulhaq : ……

G.P. Mandala : Sabar yo semua ada hikmahnya

G.P. Mandala : Yang doyannya sama laki emang nggak tau rasanya

Keynal Mahesa : HAHAHA MAMPUS LO KANCUT SETAN @Antares Praditya

G.P. Mandala : Mahonya sama lo gobloy wkwkwk

G.P. Mandala : Oh iya lo masih mengejar cinta di negri sebrang

Keynal Mahesa : Bangsat lo. Kemarin lo di gotong siape tuyul pancoran kalo bukan gue ama Jo.

Alandio Mulhaq : Ini grup makin unfaedah kayaknya ya

Nathan Virgio : Anjrit. Rame

Keynal Mahesa : Ada yang lagi kasmaran lupa sama grup kan hmm

Antares Praditya : Hmm gue mencium ada bau-bau sesuatu nih

Nathan Virgio : Mulut lo deket sama hidung sih

G.P. Mandala : Lo cepirit ya crut

Alandio Mulhaq : Besok ada apa anjrit bukan havefun day kita kan

Nathan Virgio : Hanna ultah bukan si?

Keynal Mahesa :Tumben lo inget! Jangan-jangan nih wah

Antares Praditya : Nih si anjing-anjing ini ya mulutnya minta di cabein

Antares Praditya : Gue mau surprisein sama Key. Pada ikut nggak?

Nathan Virgio : Gue ikut

Alandio Mulhaq : InsyaAllah kalo gue nggak rapat ya

G.P. Mandala : Gue liat sikon

Antares Praditya : Ta,bawa adek lo hehe. Key ajak ciway. Besok jam 1 yak. Okey. Gaterima tidak

oOo

Awalnya Nathan sempat ragu. Memang aneh. Tapi tidak terlalu aneh juga sebenarnya. Nathan adalah salah satu sahabat Hanna dan Kirana adalah salah satu sahabat Hanna juga saat ini. Lagi pula mereka akan mengajak teman-teman perempuan mereka juga kan? Pasalahnya kalau Nathan mengajak Kirana.

Nathan membuka aplikasi Linenya dan mengetikkan nama Kirana pada search dan mengetikam pesan Line pada Kirana.

Nathan Virgio : Kianaa

Belum ada balasan lagi. Sejak kapan Nathan memutuskan untuk memanggil Kirana,Kiana? Nama masa kecil Kirana. Lima belas menit telah berlalu, ponsel Nathan pun bergetar menamdakan pesan masuk,

Keynal Mahesa invited you to Surprise Kunti

Rasyani Adelia : Mau jam berapa besok?

Elzira Arundati : Jangan pagi guys gue gabisa

Antares Praditya : Ta, katanya jangan pagi tuh

Nathan Virgio : Rame bray

Antares Praditya : Iya sayang nanti aku jemput – Uta

G.P. Mandala : Res, ntar malem ke rumah gue dong 🙂 mau main 🙂

Nathan Virgio : Babay Ares 🙂

Alandio Mulhaq : Babay Ares 🙂 (2)

Antares Praditya : Kalo gua nggak dateng, sampein ke Ami gue bilang maafin Ares selalu bandel sama Ami, maafin Ares suka kabur sama Papa ke Villa diem-diem

Keynal Mahesa invited Hanna Maritza to the group

G.P. Mandala removed Hanna Maritza from group

G.P. Mandala : Key bego dah. Otak lo cuma setengah sendok nyam-nyam apa

Antares Praditya : Seperempat keknya dah

Nathan Virgio : Besok gue bawa temen gue juga yaa

Nathan menutup chatroom itu dan kembali ke chat Kirana. Masih belum ada balasan akhirnya Nathan mengetikkan pesan lain kedalam chat Kirana,

Nathan Virgio : Besok Hanna ulang tahun mau di surprisein. Gue jemput ya siang

Kirana Cathaleeya : Okeey

Kirana Cathaleeya : Maaf ya abis nemenin bunda tadi

Nathan Virgio : See ya tomorrow then, Ana

oOo

Kejutan ulang tahun Hanna tidak terlalu heboh, mereka hanya menyiapkan kue di Kantek lalu menelepon Hanna dan ketika dia datang mereka berteriak. Tidak bisa dikatakan gagal juga tidak bisa dikatakan berhasil. Memang begitu adanya kerjaan anak-anak berotak setengah sendok teh yang sudah penyok diujungnya jadi semakin berkurang takarannya.

Nathan mengenalkan Kirana pada teman-teman dekatnya. Sebenarnya itu tujuan lain Nathan mengajak Kirana. Dia ingin meperkenalkan Kirana pada sahabat-sahabatnya. Seperti biasa, laki-laki torpedo liar semacam Keynal dan Ares mama tahan melihat perempuan yang cantik, Dio tidak terlalu tertarik selama ada Rasya disana, Uta sedang tidak mood. Kirana terlihat senang dan nyaman, Nathan melihat dari jauh dan terukir sebuah senyuman halus di wajahnya.

” Ada yang lagi jatuh cinta tapi nggak bilang bro.”  Uta menyenggol Nathan.

“Pala lo jatuh cinta. Apaan dah”

“Liat nanti sampe dapet kabar gue nazar nggak mimik-mimik sama hunting di dance floor.” Keynal menukas.

“Eh iya. Jo, lo udah ketemu Kinan?” Ares merubah topik pembicaraan karena baru memgingat.

“Kinan balik? Kapan? Kok dia nggak bilang?” Nathan terheran

“Tanya aja Hanna. Kemarin dia yang ketemu.”

Nathan menghampiri perkumpulan Hanna yang duduk memisah dan menarik Hanna ketempat lain.

“Na, Kinan di Jakarta? Lo kok nggak bilang ke gue?”

“Kenapa dia nggak bilang ke lo? Tanya sendiri aja.” Hanna menjawab ketus dan berbalik badan lalu berhenti karena di hadang oleh Nathan.

“Lo kenapa sih, Na?”

” Gue pernah bilang kan gue nggak suka Kinan? Inget lo bawa Kirana, Jo” Hanna hampir meninggalkan Nathan lalu berhenti lagi “Oh iya. Gue tadinya nggak mau ngasih tau lo. Tapi ngeliat lo kaya gini, lo mending temuin dia di ganci sekarang. Lo akan tau dia ada dimana tanpa gue kasih tau persisnya.” Hanna meninggalkan Nathan dengan wajah kesal.

Nathan mengerutkan dahinya sebentar dan berpikir. Dia membawa Kirana dan Kirana tidak mengetahui apa-apa soal Kinan. Tidak mungkin dia menceritakan Kinan. Mereka tidak berstatus dan menurut Nathan tidak ada yang spesial mereka hanya teman dekat lalu untuk apa menceritakannya. Nathan menyusul di belakang Hanna ketempat Hanna dan teman-temannya berkumpul.

” Ana, lo nanti bisa balik sama Hanna nggak? Gue ada urusan mendadak gue nggak bisa nganterin lo kayaknya.” Nathan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Yaudah nggak apa-apa gue nanti sama mereka aja.” Kirana tersenyum lembut mengizinkan. Hanna dari sisi lain mendelik tajam melihat Nathan.

“Sorry banget ya Ana. Gue balik ya thank you.” Nathan mengenakan jaketnya dan meninggalkan mereka. Berat sebenarnya Nathan meninggalkan Kirana. Apalagi dengan senyuman tulusnya itu, Nathan seperti tersayat tipis namun perih. Dia merasa bersalah namun bagian dirinya yang lain mengatakan dia harus menemui Kinan.

oOo

Nathan berjalan cepat di dalam Mall dan mengitari mencari Kinan di setiap toko yang dia lewati. Dia tau dimana Kinan ada dimana,tapi saat dia melewati tempat itu Kinan tidak ada. Makanya dia sekarang mengitari hampir satu lantai mencari Kinan. Banyak ornag yang melihat ke arah Nathan karena dia seperti pemain sinetron yang sedang kebingungan mencari pasangan wanitanya di film-film romansa tanah air masa kini.

Melihat Nathan yang selintas seperti bule berketurunan asia itu semua ornag juga akan mengalihkan pandangan ke Nathan. Disatu sisi lain ada seorang wanita di dalam konter Guess sedang dilayani. Banyak yang melihat ke arah perempuan itu. Hanya orang zaman batu yang tidak mengenal dia, dan anak yang baru lahir tentu saja.

Sesosok perempuan yang tingginya semampai berkulit putih susu dan matanya yang agak sedikit besar dengan rambut yang dikuncir kuda namun tetap anggun. Perempuan yang dirindukan Nathan.

Nathan yang melihat sosok perempuan yang dikenalnya sangat baik sejak bertahun-tahun lamanya membuat naluri dalam tubuhnya yang mengarahkan Nathan ke tempat perempuan itu berada.

Nathan berjalan dengan pelan, tatapannya kosong, mengarah pada satu titik. Tidak menyangka namun benar adanya kalau perempuan itu ada disini. Sesampainya Nathan di belakang tubuh perempuan itu, dia menarik kunciran itu membuat helai demi helai rambutnya terjuntai lemas begitu saja dan perempuan itu berbalik.

Perempuan itu kaget dan membalikkan tubuhnya. Sepersekian detik kemudian, seluruh pengunjung konter Guess terpana dengan hal itu ada juga yang melihat heran namun ada juga yang berbinar-binar melihat secara jelas. Perempuan cantik itu berada di pelukan laki-laki tampan itu. Nathan memeluk Kinan dan dia berbisik sangat pelan, “I’m happy to see you again, Kinan. My baby.”

oOo

#TBC#

A/N

HAHAHAHA maaf ya jahat 😦 hujat aja gapapa kok. Fail nggak sih? Ini mendadak bgt karna lagi diluar kota dan ini ngetik aja pake hp dan pasti akan banyak typo dan gajelas dan berantakan mungkin. Nextnya gue gajanji apa yg mau di up doakan aja bisa up salah satu tapi 2 chap atau dua duanya tp 1 chap.

Thanks bgt yg udah baca,feedback diterima dalam bentuk apapun. Dan mohon maaf sebesar besarnya. Maaf juga banyak bacot hehe.

Seeya next chapter~~

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Die Geheime Tür (Chapter 11)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s