[EXOFFI FREELANCE] LOVE YOU MORE (Chapter 2)

[2] LOVE YOU MORE

Love, Friends and Ambition

Tittle        = LOVE YOU MORE (Love, Friends and Ambition)

Author        = Park Shin

Main Cast    = Kim Arin, Byun Baekhyun, Oh Jiho

Cast        = EXO’S members, Yoon Ara, Moon Sojin, Other’s Idol

Genre        = School Life, Friendship, Romance

Length        = Chaptered (16 Eps)

Rating        = General

Disclaimer    = Well, mari kita menjadi pembaca yang baik ^^

[2]

Dinding tipis mencintai dan simpati

PRITTTTT

Kelas 11A tengah berada di lapangan indoor. Disana terlihat beberapa anak laki-laki sedang bergerombol dibawah matras dan sekitar 2 sampai 3 anak berbaris diujung. Ketika peluit dibunyikan, mereka mengambil ancang-ancang dan

“Park Jimin, Kim Seokjin, Suga OUT”

Yeah mereka adalah pemain terakhir yang bisa sampai 2 meter melewati galah yang melintang diatas matras. Dan Yoo Saem memberi mereka nilai A. Ketiganyapun saling high five disambut teman-temannya.

“Heol.. kita juga harus menonton anak perempuan.” Ungkap namja berambut poni penuh didahi

“Kau benar Chen. Hey guys kau tidak akan melewatkan kesempatan ini kan?” Timpal Yixing, murid pindahan dari China 2 bulan yang lalu.

Para namja itu saling menatap dan tersenyum miring setelahnya.

Sekitar 30 menit, para murid perempuan sudah melakukan percobaan lompat tinggi. Dan benar siswa laki-laki terus menggoda mereka bahkan ada yang mengabadikan momen di smartphonenya ketika Kaos Son Naeun tersingkap, Celana Dasom sedikit turun dan belahan dada Bora yang sedikit terlihat.

Terakhir, Yoo Saem membunyikan peluit. Kim Arin dan Irene adalah dua orang perempuan yang berhasil bertahan di galah setinggi 1,5 meter.

“Aku penasaran, bagaimana bisa kau menerima Baekhyun”

Arin yang sedang melakukan sedikit peregangan dipergelangan kakinya akhirnya terhenti.

“Kau menyukai Baekhyun? Sejak kapan?” Tanyanya lagi.

Arin hanya tersenyum.

“Tck. Selamat ya”

Biarpun judes, menyebalkan dan suka menggosip, menurut Arin, Irene adalah gadis cantik. Dia sering menjahili Arin, tapi terkadang dia juga baik dengan Arin. Karena menurut Irene, Arin tidaklah menyenangkan untuk jadi bahan bullyan.

PRITTT

***

“Ini menjengkelkan, kenapa kau memotretku seperti itu? Ini jelek sekali. Tidak bisa kuupload di SNS” Irene bersungut sebal pada Myungsoo. Dia merasa dikecewakan dengan hasil jepretan foto dirinya saat olahraga lompat tinggi.

“Kau cantik disini”

“Lihatlah rambutku sangat berantakan”

Myungsoo akhirnya mengalah dan memilih pergi. Ia tak mau berurusan dengan miss jutek yang selalu meminta hasil fotonya sempurna.

“Myungsoo mungkin dia mau foto yang ini” Sungkyu yang berada disampingnya memberikan ponsel Iphonenya dan menunjukan foto Irene yang sedang berbaring dimatras dan kaosnya tersibak sehingga terlihat warna dalamannya.

“Heol… kau mendapatkan angle yang bagus hahaha”

Arin sudah ganti baju dan menuju ke kelas untuk mengambil air minum. Namun baru belum sepenuhnya masuk kelas, semua anak anak tampak menggodanya.

“Ada yang baru nih?”

“Si gadis bunga terompet”

“Wow itu julukan yang bagus”

“Aku masih tidak percaya”

“Hey Selamat ya Arin”

“Longlast yaah”

“Ajari Baekhyun supaya tidak jadi peringkat ekor lagi”

“Hey biarkan Baekhyun tetap disana, kalau dia tiba-tiba pintar karena berpacaran dengan Arin. Peringkatmu dalam bahaya Sungyeol”

“Kau benar”

“Sekarang Arin milik Baekhyun, kita tidak bisa dekat dengannya sekarang”

“Eoh berapa laki-laki yang patah hati yaa”

“Tck, kalian ini.” Arin mendengus tapi tidak bisa dipungkiri kalau hatinya berbunga-bunga. Dilihatnya lagi bunga teromet yang tengah ia gengam. Ia benar-benar melihatnya seperti barang pecah dan tidak ingin merusaknya sedikitpun.

“Begini ya rasanya.. sangat menyenangkan menjadi milik orang lain..” Batin Arin

“Heiii… apa kau tidak mau merayakannya?” Rap Monster tiba tiba menggandeng tangan Arin.

“Hei RapMon, jangan sentuh dia. Dia milik Baekhyun sekarang… kasian deh” J Hope mengejek RapMon yang hanya dibalas cengiran RapMon sambil melepas gandengannya.

“Pizza? Call” Arin tersenyum lalu mengangguk setelahnya. Baginya uang yang ada di ATM nya bukan masalah jika harus habis toh dia masih punya banyak uang. Berbagi dengan teman-temannya adalah hal yang menyenangkan menurutnya, so dia tidak masalah untuk urusan makan-makan sepertinya.

Menurutnya, ini harus dirayakan. Ya, dirayakan.

***

“Jadi…”

“Iya, surat itu untukmu”

“Dasar bodoh”

“Ya aku memang bodoh”

Terdapat jeda cukup lama. Semilir angin dan suara gesekan kertas yang mengisi kosongnya suasana diantara dua manusia diatas atap sekolah itu. Sambil berdiri menatap lapangan hijau yang membentang didepan, bersandar pada tralis tua yang menjadi batas, mereka berdua mencoba saling menjelaskan.

“Byun Baekhyun, aku hampir saja akan memblacklist dirimu dari hidupku”

Namja itu tersenyum “Kau keterlaluan”

“Kau yang keterlaluan” Gadis itu menyulut lagi, namun melunak ketika Baekhyun menunduk dan terdiam. “Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?”

“Aku tidak tahu.” Ucapnya, ia menutup matanya sambil merasakan angin yang menerbangkan anak rambutnya.

“Kenapa pakai surat sih, kan jadi begini?”

“Kau tidak bilang kalau kalian bertukar loker”

“Kau tidak tanya”

“Aku tidak menduganya”

“Lututku cidera, Baek. Dan Kim Arin menawarkan loker atas”

Baekhyun terdiam. Mendengar nama Arin dia sekarang jadi sangat gelisah.

“Kim Arin. Gadis itu sangat naif dan polos. Aku tidak menyangka dia menyukaimu”

Baekhyun mendesah “Aku juga tidak tahu akan seperti ini. Kalau dia menolaknya, itu akan lebih mudah untukku”

“Kenapa kau menyatakan cinta padanya Baek?”

Baekhyun menaikan alis.

“Saranghaeyo..” Ulang gadis itu. “Ck. Itu mempersulit keadaan”

“Arghh molla…” Baekhyun mengacak-acak rambutnya. Frustasi

“Kau.. apa sudah memikirkan sesuatu?”

Baekhyun menatap gadis dihadapannya, terlihat bahwa dirinya sangat putus asa sekarang.

“Putuskan dia Baek” Baekhyun membulatkan matanya. “Itu lebih baik daripada kau membohonginya.”

Baekhyun berfikir bahwa memang itu jalan yang terbaik, menjelaskannya yang sebenarnya lalu memutuskan hubungan dan yaah sudah. Tapi… kenapa Baekhyun merasa…. berat?

“Oh Jiho..”

Gadis itu menoleh.

“Jika kau diposisi gadis itu, bagaimana perasannya ketika aku mengucapkan yang sebenarnya?”

“Tentu saja aku akan merasa kecewa, tapi itu lebih baik daripada kau membohonginya sampai nanti”

“Yeah.. kurasa aku harus bicara dengannya nanti” Baekhyun menatap Jiho “Mianhae”

“Yeah.. kau memang selalu mengecewakanku. Tapi aku suka”

“Wae?”

“Karena ketika kau mengatakan maaf, entah kenapa aku jadi menyukaimu lebih dari sebelumnya”

“Aish, surat sialan itu. Ide Chanyeol memang gila, kata-kata dari Kai menjijikan, memasukannya kedalam loker adalah ide Kyungsoo dan itu menjadi masalah ketika aku salah menaruhnya dan Sehun, aish anak itu kenapa aku menerima bunga terompet itu. Aish”

“Baek.. aku juga mau bunga terompet itu”

Baekhyun tersenyum “Itu bunga dari sana” Tunjuk Baekhyun kearah pinggir lapangan. “Untukmu, aku akan membelikan bunga mawar, kau suka itu kan?”

Jiho mengangguk. “Hah.. aku merasa seperti sedang selingkuh.”

“Hey.. jangan bahas itu lagi”

“Harusnya kau tahu Baek, kita sudah lama berteman, kau tidak perlu menggunakan surat seperti itu. Cukup katakan padaku dan aku pasti akan menerimanya.”

“Aish.. aku hanya ingin romantis”

“Kau ingin yang romantis?” Jiho menatap Baekhyun dengan tatapan nakal

CUP

“Seperti ini baru romantis” Jiho segera berlari dan kembali ke kelas setelah berhasil mencium pipi Baekhyun.

“Hey..” Entah kenapa Baekhyun merasa senang. “Apa aku bisa minta lagi?”

Dan mereka terlihat seperti di drama-drama sekolah. Saling kejar-kejaran.

***

“Ayo kita ke kedai Solomon?” Ucap Sojin setelah bel pulang berbunyi. Sojin merangkul Arin dan Ara dengan tangannya. Karena tubuh mereka mungil jadi begitu mudah bagi Sojin menyeret mereka.

“Aku punya kupon gratis. Kita akan merayakan hari yang paling indah bagi Arin” Goda Sojin.

“Arraseo, aku akan mentraktir kalian” Arin tersenyum “Kajjaaaa”

Baekhyun sudah pegal menunggu di gerbang. Kelas gadis bermarga Kim itu tak kunjung keluar. Sudah sekitar 30 menit ia menunggu dan yeah Baekhyun bosan.

“Eh ada Baekhyun sunbae….”

Baekhyun sunbae benar-benar lelaki jantan. Dia berani mengungkapkan perasannya dihadapan banyak orang”

“Yeah dia benar-benar tipeku”

“Bermimpilah..”

“Baekhyun si gila bisa jatuh cinta juga”

“Tck, dia menunggu Arin mungkin”

“OMG Baekhyun benar-benar menyukai Arin ya”

“Bahkan dia menunggu di gerbang”

“Astagaaaa aku menyesal pernah mengejek Baekhyun. Dia tidak brengsek. Dia romantis”

“Sudahlah dia milik Arin sekarang, kau harus menjadi seperti Arin kalau mau jadi milik Baekhyun”

Baekhyun memutar bola matanya malas. Kenapa berita ini cepat sekali tersebar.

“Baekhyun-ssi?” Baekhyun mendongak setelah sekian lama menatap sepatunya.

“Ehm.. sepertinya kapan kapan saja kita makan-makannya, Arin kami duluan ya” Moon Sojin dengan sigap menyeret Ara yang menggeliat dibawah ketiaknya.

“Eh..” Panggil Arin kepada dua temannya itu, sejujurnya Arin merasa belum siap bertemu Baekhyun.

Arin berusaha untuk tidak gugup tapi nyatanya dia gugup sekarang. Berhadapan dengan Baekhyun entah mengapa membuat Arin merasakan telinganya menuli, bibirnya bungkam dan matanya terus saja menunduk.

“Kim Arin-ssi. Kita harus bicara.”

Arin langsung mendongak, membuat Baekhyun sedikit tersentak

“Eoh.. tentu saja”

Baekhyun berjalan mendahului Arin. Sepanjang perjalanan juga demikian. Arin diam diam tersenyum dan menutupi rona wajahnya yang semakin memerah. Tanpa Baekhyun sadari, Arin menirukan semua gerakan Baekhyun dari belakang. Langkah lebarnya, gerakan tangan disakunya, siulannya, dan kepalanya yang menengok kesana kemari. Bagi Arin, ini menyenangkan.

***

“Ini pesananmu”

“Eoh, terimakasih Baekhyun-ssi”

Mereka berdua larut dalam keheningan. Tidak ada yang berani membuka suara terlebih dahulu. Terkadang mereka saling bertemu pandang namun kemudian gelagapan mencari arah pandang lain.

“Ehm..”

“Ehm..”

Mereka terkejut karena sama sama diwaktu bersamaan bersuara lalu setelah terdiam selama 3 detik mereka tertawa.

“Astaga ini sangat canggung kan Baekhyun-ssi”

“Hehe, iya”

Setelah hening beberapa saat, Arin memilih untuk mebuka percakapan.

“Surat itu…”

Baekhyun menghentikan minumnya. Entah kenapa dia merasa sangat gelisah sekarang.

“Kau yang membuatnya?”

Baekhyun menghela nafas lega “Kenapa? Sangat aneh kan.”

Arin menggeleng “Tidak. Itu sangat bagus. Aku menyukainya”

Baekhyun menaikan alisnya. Tidak menyangka kata-kata Kai yang menurutnya sangat menjijikan itu bagi si peringkat raja adalah hal sangat bagus. Yeah terlihat sekali bahwa Baekhyun dan Arin tidak sepemikiran.

“Syukurlah kalau kau menyukainya” Baekhyun memejamkan matanya. Dalam hati kenapa dia mengatakan hal tersebut. Itu malah akan membuatnya semakin yakin bahwa surat itu untuknya. Bodoh bodoh. ‘Aku kemari untuk mengakhiri semua ini’ Batin Baekhyun.

“Sebenarnya..” Baekhyun mendongak menatap gadis itu mulai bicara. “Aku sedikit bingung, bagaimana.. kau bisa menyukaiku?”

Jika ini dalam kartun mungkin mata Baekhyun sekarang mencolot keluar. Yeah begitulah perasaan Baekhyun sekarang. Dalam hati ia merutuki bodoh bodoh yang entah sudah berapa kali.

“Ehm.. Arin-ssi, ee.. jadi begini.. sebenarnya…” Baekhyun bungkam. Mereka saling menatap dan hanyut dalam pikiran masing-masing.

“Sebenarnya?” Tanya Arin. Gadis itu bingung kenapa Baekhyun berhenti bicara setelah mereka saling pandang.

“Kalau tidak bisa, tidak apa-apa aku tidak akan memaksamu menjawab” Arin menyedot lagi minumannya. Sebenarnya dia sudah berandai-andai apa yang disukai Baekhyun darinya.

Baekhyun hanya bisa tersenyum kecut karena benar-benar speechless.

“Sebenarnya, aku sangat bahagia mendapat suratmu tadi siang”

Baekhyun mulai menaruh perhatian kembali pada Arin.

“Tadi siang, orang tuaku  sudah resmi bercerai.” Arin tersenyum lalu melanjutkan “Aku sempat ingin berlari, mencari tempat sepi dan menangis sepuasnya. Tapi aku tidak bisa melakukannya.”

Ada sedikit jeda sebentar “Sampai akhirnya aku menemukan suratmu…”

Arin menunduk dan membiarkan air matanya mengalir “Aku sangat bahagia, aku merasa bebanku, kesedihanku hilang begitu saja. Dan bunga itu.. itu pertama kalinya dalam hidupku seseorang memberiku bunga”

Hingga keheningan menyelimuti beberapa saat. “Terima Kasih Byun Baekhyun.”

Mungkin jika Baekhyun mengatakan hal yang sebenarnya saat ini juga, dia pasti akan membuat Arin lebih menyedihkan lagi. Dan Baekhyun mengucapkan terimakasih pada otak super lambat yang ia punya. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi pada gadis dihadapannya jika tahu kebenarannya.

Yang Baekhyun tahu, gadis dihadapannya ini adalah gadis periang seperti yang ia lihat yeah.. sebatas itu. OK, sekarang Baekhyun mempercayai kata kata ibunya, bahwa setiap manusia memiliki kekurangan. Dan Baekhyun rasa ia melihat sisi lain dari Kim Arin. Gadis yang ia bohongi.. yaaa bohongi.

Tapi entah sejak kapan Baekhyun baru menyadari bahwa tangannya terulur untuk menghapus air mata Arin. Lagi lagi ini tidak seperti yang Baekhyun mau.

Kim Arin sedikit tersentak dan ia memilih untuk menghapus air matanya sendiri lalu kembali menjadi Arin yang seperti biasanya.

“Aduh, maafkan aku Baekhyun-ssi, hehe”

Dan Baekhyun dengan berat hati menggagalkan rencana seperti niat awalnya.

***

“Kang Jun Ahjussi”

Merasa dipanggil, ia segera menuju ke Tuannya “Ya, Nona Kim”

“Mulai hari ini dan seterusnya, aku mau naik bus.”

Kang Jun mendelik. “Ye? Tapi tuan Kim bisa marah padaku”

“Katakan padanya aku tidak ingin diantar lagi kesekolah. Aku sudah besar Paman”

“Nona-“

“Aku mohon yaa ya…”

“Baiklah..”

“Yes”

Arin segera melaju kehalte yang sering ia lewati. Untungnya perumahannya dekat dengan halte sehingga ia tidak perlu susah-susah bertanya pada orang.

Pertama kalinya dalam hidup Arin, ia mengendarai bus. Setelah menscan kartu busnya ia duduk di deretan belakang. Setelah terasa nyaman, ia mengeluarkan headsetnya.

Arin PoV

Aku naik bus untuk pertama kalinya.

Wae?

Aku hanya sedang merajuk. Hehe kekanakan bukan?

Aku hanya ingin melampiaskan kekecewaanku kepada orang tuaku. Aku memang berasal dari keluarga kaya dan tumbuh manja karena fasilitas yang sangat memadahi, namun aku tidak memiliki sesuatu dibalik kekayaan itu. Kasih sayang.

Sejak usiaku 6 tahun, Ayah dan Ibuku sudah menampakan ketidakharmonisan. Setiap hari yang ada hanya umpatan dan makian dari keduanya dan akan tenang ketika jam menunjukan pukul 9 malam. Ibu akan pergi entah kemana dan Ayah memilih mendekam di kamar dengan beberapa botol alkohol. Selalu demikian hingga pagi hari datang. Semua akan selalu demikian, hingga sekarang.

Dan aku selalu berharap bahwa ini hanya mimpi. Ketika aku terbangun semua itu hanya ilusi..

Namun ternyata tidak. Itu nyata

Aku tumbuh dengan kondisi seperti itu. Yang kutunjukan di sekolah adalah topeng palsu. Menjadi gadis ceria, gadis tanpa beban dan gadis pintar, itu hanya skenario yang kubuat supaya aku tidak terlihat begitu menyedihkan. Nyatanya aku benar-benar rapuh… sangat RAPUH.

Aku benar-benar ingin kabur dari rumah, pergi jauh dari Seoul dan menjalani kehidupan baru menjadi Kim Arin yang tidak mendengar umpatan dan makian dari Ayah serta tatapan tajam dari Ibu. Yeah aku  ingin itu.

Karena impianku adalah melanjutkan hidupku di luar negeri dengan uangku sendiri. Ini sudah menjadi alasan yang cukup kan mengapa aku mati-matian belajar daripada mengisi masa remajaku untuk bahagia?

Sungguh ini melelahkan.

Aku pernah ingin mengakhiri semua ini. Namun aku menyadari bahwa bunuh diri bukan jawabannya.  Akan sangat banyak kenangan dan kebahagiaan yang tertinggal jika aku lekas-lekas meninggalkan dunia ini. Tidak adil.

Aku adalah gadisi remaja yang ingin bahagia, tapi kenapa rumahku, dimana aku dilahirkan rasanya seperti neraka?

Hingga akhirnya aku memutuskan untuk mencari kebahagiaan itu. Di Sekolah. Sekolah adalah satu-satunya aku bisa hidup menjadi orang lain yang dicintai. Hanya disekolah aku merasakan bagaimana orang-orang menyapaku hangat, merangkul ketika aku tampak sedih dan memuji ketika aku berhasil.

Yeah, karena itu aku sangat mencintai Sekolahku daripada hidupku sendiri.

‘Kenapa aku jadi menangis seperti ini?’

***

BOO!!

“Astaga.. kau ini” Baekhyun menjitak dahi Jiho.

“Sedang apa?”

“Menunggu kapal”

Jiho melirik pada Baekhyun “Tentu saja menunggu bus hehe” Ucap Baekhyun sambil terkekeh

“Tumben, kau tidak diantar Supir Song?”

“Heh, aku sudah besar. Sebentar lagi aku punya SIM dan kau pasti akan terpana mobil apa yang kubawa”

“Ya.. ya.. Tuan Chabeol”

Baekhyun menunduk “Menyebalkan. Aku miskin sekarang. Kau tahu, aku kena hukuman lagi”

Jiho tersenyum “Karena peringkat ekor?”

Baekhyun mengangguk.

“Eh bus nya datang, kajja” Jiho menggandeng Baekhyun masuk kedalam bus. Karena terlihat sesak, mereka berdua memilih berdiri.

Oh Jiho tidak sengaja menoleh kebelakang dan ia melihat..

“Baek… ada Kim Arin.”

Baekhyun yang awalnya menatap jalanan kini langsung menengok cepat kearah yang ditunjuk Jiho.

Kim Arin duduk sendiri di kursi single dikiri bus. Ia mengenakan kedua headsetnya dan menatap jalanan.

Bus berhenti dan beberapa orang turun, membuat sedikit longgar dari sebelumnya karena di halte ketiga tidak ada penumpang.

Oh Jiho dan Baekhyun langsung duduk di dua kursi yang bersebrangan dengan Kim Arin. Gadis itu melihat jalan diluar jendela sehingga tidak menyadari kehadiran Baekhyun dan Jiho.

Baekhyun menerka apa yang dipikirkan Arin. Tapi, Baekhyun memilih bersembunyi bersama Jiho. Sampai ada Ahjussi berperut buncit berdiri diantara mereka berdua. Menutupi pandangan Baekhyun yang tengah memperhatikan Arin.

“Kau mau mendengar musik” Jiho menempelkan sebelah headsetnya ke telinga Baekhyun, membuatnya langsung menoleh ke Jiho lalu tersenyum.

-OST EXO NEXT DOOR-  Beautiful-

Diantara sela-sela perut buncit Ahjussi, ditemani suara merdu dari salah satu vokalis EXO, Baekhyun merasa susasana disekitar bus mendadak menjadi diam. Dunianya terasa hanya terpusat pada Arin yang tidak sedikitpun melihatnya. Ia nampak begitu fokus ke jalan.

Namun ketika ia meluruskan kepalanya, Baekhyun melihat Arin… menangis?

CITT

Semua orang berbondong-bondong keluar. Namun Baekhyun malah terdiam di kursi, membuat Oh Jiho yang ada disebelahnya menyenggol bahunya perlahan.

“Baek. Kita sudah sampai”

“Oh” Baekhyun menilik sekitar dan sudah tidak ada Kim Arin dikursinya. Ia mendadak langsung sigap keluar.

“Kau mencari apa?” Jiho membuyarkan lamunan Baekhyun “Kim Arin?” Tukasnya

Baekhyun mendelik “Eh..” Ia menelan ludahnya sendiri “Bukan kok, ayo ke kelas”

***

Bel istirahat berbunyi. Kim Arin, Yoon Ara dan Moon Sojin memilih untuk mendaratkan dirinya ke kantin. Seperti biasa mereka akan duduk di pojok. Setelah mengambil makanannya mereka duduk dan menceritakan sesuatu. Dengan mendengar cerita Moon Sojin, Arin dan Ara tidak berhenti untuk tertawa.

“Bagaimana bisa kau bermimpi makan daging gajah” Ara menggelengkan kepala “Pantas saja kau semakin gemuk hari ini”

TUK

Sojin memukul kepala Ara dengan sendok sup dan mendapat juluran lidah dari Ara

“Oh ya, bagaimana first date mu kemarin?”

Arin yang tengah menyeruput sup langsung tersenyum.

“Ehm ya begitulah..”

“Pasti kau sangat bahagia ya” Sojin mencolek dagu Arin dan Arin hanya tersenyum.

“Heol… gadis manisku sekarang sudah mengenal cinta..” Sojin merangkul Arin yang tentu saja membuat Arin sesak.

“Sojin-ah.. a..ku..tida..k bi.sa..ber..naph.aas..”

Dan mereka bertiga tertawa.

Di lain tempat, tepatnya di atap sekolah Baekhyun dan Oh Jiho duduk di meja yang sudah usang dan menikmati makan siangnya. Setelah selesai, mereka memilih untuk diam dan menikmati semilir angin. Oh Jiho meletakan kepalanya di bahu Baekhyun.

“Kau sudah mengatakannya pada Arin?”  Tanya Jiho yang membuat Baekhyun membuka mata. Tadi ia sempat akan tidur.

“Ajik..” Singkat jawaban Baekhyun namun membuat Jiho langsung menegakan kepala.

“Wae?” Jiho sedikit menaikan nadanya.

“Hanya saja..” Baekhyun menghentikan ucapannya

“Baek. APA YANG KAU LAKUKAN SEKARANG EOH?” Jiho sudah tidak sabar lagi. “Kau mau tetap melakukan ‘ini’?” Ucap Jiho yang tiba-tiba membuat Baekhyun menatap jengah pada Jiho

“Jiho-ya.. aku punya alasan.”

“Apa? Apa?” Jiho benar-benar marah sekarang “Kau… menyukainya? Ani. Itu tidak mungkin kan?”

“Tidak” Jawab Baekhyun cepat.

“Lalu??”

Baekhyun awalnya ragu untuk menceritakannya pada Jiho, namun dia tidak punya pilihan.

“Kemarin orang tuanya bercerai dan ia terllihat sangat sedih. Tapi begitu mendapat surat dariku dia bilang dia sangat bahagia, dan aku merasa-“

“Kasihan?” Jiho menimpali ucapan Baekhyun

Baekhyun terdiam.

“Dan kau tidak merasa kasihan padaku, Baek?”

“Jiho-ya..”

“Aku tidak menyukai balet Baek, Ibuku memaksaku untuk itu. Dan Ayahku, dia tidak peduli padaku. Kau.. kaulah alasan aku bertahan dari semua ini Baek. Aku selalu memikirkanmu ketika aku di pelatihan. Kau adalah alasan aku sangat bahagia ketika kembali kesini. Aku melakukan itu lebih dari 5 tahun Baek. Kau sudah mengecewakanku dulu apa sekarang kau mau mengecewakanku lagikarena kasihan dengan gadis itu?”

“Jiho-ya.”

“Baek..” Jiho menghela nafasnya selama  “Lusa, aku akan  berangkat ke Jepang untuk kompetisi dan aku akan pergi selama 3 bulan. Aku fikir saat aku kembali kau akan membuatku senang.”

Baekhyun menelan ludahnya dengan sangat berat “Kau.. mau pergi?”

Jiho mengangguk. “Aku sangat kecewa padamu Baek” Jiho beranjak dan akan meninggalkan Baekhyun namun Baekhyun meraih lengan Jiho membuat gadis itu berhenti.

“3 bulan kan?” Tanya Baekhyun dan Jiho memutar kepalanya untuk melihat Baekhyun.

“3 bulan lagi kau akan kembali kan?” Jiho mengangguk

Jiho menatap mata Baekhyun “Wae? Kau mau tetap bersamanya?” Jiho melihat Baekhyun yang hanya terdiam “ Kau hanya kasian dengannya Baek. Kau tidak bersungguh-sungguh untuk.. menyukainya kan?”

“Selama 3 bulan..” Baekhyun menelan bulat-bulat ludahnya yang tercekat “Aku akan tetap begini”

“Apa?” Jiho tidak percaya.

“Setidaknya 3 bulan adalah hal yang wajar untuk berpacaran lalu putus. Aku memutuskan untuk tidak mengatakan yang sebenarnya… aku akan menganggap diriku menyukainya dan aku akan memutuskannya saat kau kembali. Aku mencoba untuk tidak melukaimu dan juga dia”

“Kau gila..” Desis Jiho

Jiho menepis tangan Baekhyun yang menggenggamnya. Jiho melirik pada Baekhyun

“Berjanjilah. Hanya 3 bulan”

Baekhyun tersenyum dan mengangguk mantap

“Baek.. jangan mengecewakan aku lagi”

“Tidak. Aku janji” Baekhyun mendekatkan dirinya pada Jiho lalu merengkuh gadis dihadapannya.

Jiho memukul lengan Baekhyun pelan “Berjanjilah kau hanya kasihan padanya. Dan kau akan kembali padaku. Kumohon”

Dan Baekhyun sembari mengelus rambut coklat Jiho ia pun mengangguk

“Ya. Aku janji”

Jiho mengeratkan pelukannya pada Baekhyun ditemani semilir angin yang menyejukan dinding sesak diantara mereka bedua.

“Jangan pernah mencintainya, Byun Baekhyun. Jebal”

TBC

6 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] LOVE YOU MORE (Chapter 2)”

  1. Hmm kayanya karakter jiho bakal banyak hatersnya nih.. Bagian paling romantic waktu di bis entah kenapa aku bisa menghayatinya dengerin lagu beautiful yg menggambarkan apa yg baekhyun liat waktu itu “Arin” dan aku suka karena bias aku irene kayanya lumayan dapet peranan penting walaupun jd cewek judes haha emg agak cocok sih bayanginnya kaya krystal wktu di the heirs moga aja dia jg bakal dapet pasangan. Btw tapi kayanya bawa gdragon disini kayanya kurang tepat kali ya walaupun msh cocok jd anak sekolahan tp kalo dibarengin sm rookie2 gini jd kurang cocok dan nama rapmonster sm j hope kenapa ga pake nama aslinya aja kan ga cocok jg anak sekolahan punya nama senyentrik gitu. Oke ditunggu chapter selanjutnya

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s