[EXOFFI FREELANCE] Stay With Me (Chapter 12)

STAY WITH ME

Author :

Angeline

Main Cast :

Oh Sehun (EXO)

x

Bae Joo Hyun a.k.a Irene (RV)

Additional Cast :

EXO Members |Kim Ji Yeon (LOVELYZ)|Kim Seolhyun (AOA)| Im Jung Hoo  (B.I.G)| Lee Hyo Eun (STELLAR) |Krystal Jung (FX) |etc~

Rating PG-17|Length Series Fic

Genre : romance | Angst | AU |slice of life | Drama |etc~

Disclaimer :

Ff ini murni dari pemikiran author sendiri , ceritanya tiba-tiba muncul dalam otak author #ea ,dan dari pada lupa langsung dituangkan dalam bentuk FF seperti ini. Bila ada kesamaan tokoh maupun jalan cerita didalam ff ini , itu bukan merupakan bentuk plagiat #noplagiat! melainkan unsur ketidaksengajaan. Don’t judge, don’t copas.  Terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk membacanya  (nunduk)

Summary :

Bagaimana jika seorang Oh sehun yang berwatak dingin dan tidak pernah peduli pada orang lain terjebak bersama seorang gadis amnesia bernama Irene?. Melalui sebuah pertemuan tidak terduga hingga masalah-masalah yang datang saat keduanya tengah menjalin sebuah hubungan.

-Chapter 12-

Sehun memeluk tubuh Irene di dalam mobil, karena tahu gadisnya pasti tengah kedinginan akibat siraman dari ayahnya itu, meski ia sudah memakaikan blazer dan dilapisi jas hitamnya, gadis itu masih tetap kedinganan, itu semua membuat Sehun semakin merasa bersalah membawa Irene ke acara makan malam sialan bersama keluarganya.

Setelah 25 menit menyupiri mobil itu, kin Hyun joo memarkirkan mobilnya di halaman penthouse Sehun. Pria Oh itu kemudian membawa Irene masuk ke dalam kamar, lalu melepaskan blazer dan jas yang ia gunakan untuk Irene, dan menaruhnya di atas meja. Sehun menatap dalam diam gadis yang tengah terisak membelakanginya, sambil membuka kalung dan anting yang merekat pada telinga dan lehernya. Sungguh, Sehun hanya bisa menghela nafas menyesal melihat gadisnya menangis seperti ini, ia sangat sakit melihat air mata yang terus Irene curahkan tanpa henti sejak di mobil tadi.

Tidak ingin berhenti, membuat Sehun merasa dirinya adalah penyebab gadis itu tersakiti.

Sehun kemudian mendekati Irene dan langsung memeluk tubuh mungil itu dari belakang, Sehun membenamkan dagunya pada pundak Irene dan menutup matanya untuk menormalkan deru nafas serta emosinya pada ayahnya saat ini.

Kenapa Sehun bisa memiliki ayah yang benar-benar keterlaulan? Apa ia tidak memiliki sedikit saja perasaaan sebagai seorang ayah kepada anaknya? Ah tidak, apa mungkin setidaknya bisakah ayahnya menghargai seorang gadis? Dia memiliki seorang anak perempuan juga kan? Meski pun Krystal bukan darah dagingnya. Oh tunggu dulu, mungkin Sehun lupa jika ia tidak merasakan sosok ayahnya sejak 7 tahun lalu. Ya, sejak ucapan terakhir selamat ulang tahun dari ayahnya, Sehun menganggap sosok ayahnya redup dan tidak pernah sama seperti dulu. Bahkan mungkin ayahnya tidak tahu tentang ulang tahunnya sendiri.

“Aku mencintaimu Irene, aku mohon bersabarlah, dan tetaplah berada di sisiku sampai kapan pun.” Bisik Sehun kemudian membalikkan tubuh Irene menghadapnya dan memeluk tubuh mungil yang masih memakai dress basahnya itu dengan erat. Perlakuan kasar tn. Oh membuatnya benar-benar merasa hina dan tidak pantas untuk bersanding dengan Sehun, hal itu begitu memilukan hatinya saat ini.

“Jangan mendengarkan ucapan ayahku, kau tahu aku akan selalu berada di sisimu, dan aku akan menjadikanmu satu-satunya wanitaku. Kau harus percaya Irene, aku benar-benar mencintaimu.” Lirih Sehun sembari mengecup ringan puncak Irene dengan sayang, beberapa kali.

“Apa aku tidak pantas untukmu?” Lirih Irene dengan tatapan sendunya.

“Kau bicara apa huh? Dengar, siapa pun meski itu ayahku sendiri, tidak akan mampu membuat kita berpisah. Dan kau adalah gadis yang benar-benar pantas untukku, bahkan mungkin akulah pria yang tak pantas untukmu.” Kata Sehun tersenyum kemudian mencium kening Irene sedikit lama.

~~~

Setelah cukup merasa lelah pada pikiran dan tubuhnya malam ini, kini Sehun tengah menatap wajah damai Irene yang tidur dalam dekapannya. Wajah itu sangat teduh dan lembut hingga bisa menutupi setiap kesakitannya, menutupi segala hal yang membuat hati gadis itu terluka. Senyuman yang menandakan jika ia baik-baik saja, meski Sehun tahu, jika itu sangat berbanding terbalik dengan hati kecilnya.

Sehun tersenyum saat irene menggeliat pelan karena tangan besar Sehun yang membelai lembut pipinya. Kini Irene bergerak membelakangi tubuh Sehun membuat Sehun bisa memeluk tubuh kecil Irene dan membawanya semakin erat dalam dekapannya. Saat ini, Sehun hanya takut akan satu hal, yaitu bagaimana jika Irene sudah memiliki seseorang sebelum bertemu dengannya? Bagaimana jika Irene nantinya harus kembali pada pemilik aslinya? Oh, jangan ingatkan Sehun tentang itu.

Irene adalah segala-galanya untuk Sehun saat ini. Sehun ingin menjaga Irene dengan sepenuh hatinya. Membuat gadis itu sebisa mungkin terus berada dalam pandangannya. Ia tidak mau memikirkan jika Irene suatu saat bisa berada di pelukan orang lain dan Sehun hanya bisa melihat itu dari kejuahan dalam kesedihannya.

Sehun pun mendekap Irene semakin erat seperti mengisyaratkan ketakutan yang belum bisa dibenarkan itu. Namun rasa khawatir itu  seperti menjalar di tubuhnya membuat kepalanya berdenyut nyeri, memikirkan semua hal itu. Irene miliknya, ia tidak mau membiarkan siapa pun memilikinya, anggaplah ia egois, namun meski begitu bisakah hal egois  itu dianggap sebagai bentuk terimakasih karena Sehun menolong Irene?

Entah sejak kapan ia begitu lemah dalam masalah percintaan seperti ini, bahkan saat melepaskan Ji yeon terasa begitu mudahnya dan tidak terlalu membuatnya terpuruk. Namun Irene sangatlah berbeda, gadis yang sudah mencuri perhatiannya hanya dalam beberapa minggu itu membuat sehun sangat posesif padanya. Bahkan ia takut kehilangan Irene meski hal itu belum terjadi, namun itulah cinta yang ia rasakan untuk Irene. Sebuah cinta yang sangat besar hingga membuatnya sampai takut dengan cinta yang ia rasakan ini.

“Tidurlah Hun.” Ucap Irene pelan membuat Sehun tertegun pelan, ‘gadis ini belum tidur?’ Pikirnya.

“Aku mengganggumu?” Tanya Sehun lembut.

“Kau tidak bisa tidur?” Irene kemudian membalikkan badannya menatap Sehun. Hingga keduanya bisa saling berpandangan saat ini. Irene tersenyum membuat hati sehun terasa tenang, setidaknya Irene sekarang baik-baik saja meski mata sembabnya masih tercetak dengan jelas di sana.

Irene kini menyelusuri wajah Sehun dengan telunjuknya dan Sehun hanya diam merasakan sentuhan tangan Irene yang lembut di permukaan kulitnya, hingga saat tangan Irene tiba pada lekukan bibir Sehun. Pria itu membuka matanya dan menatap wajah Irene yang merona, Sehun sungguh gemas dengan kekasihnya saat ini.

“Bibir ini…” Gumam Irene terhenti membuat sehun mengerutkan keningnya,“Bibir yang selalu menciumku tanpa ijin.” Tutur Irene tersenyum manis dikala mataya beradu pandang dengan Sehun, membuat sang pria ikut tersenyum penuh arti.

“Dan bibir ini juga yang selalu menikmati setiap ciumanku, benarkan?” Ucap Sehun lalu mengusap bibir plum Irene dengan jempolnya.

“Apa kau tahu jika kau sangat seksi?” Tanya Sehun membuat Irene langsung menatap Sehun dengan tertegun.

“Hm, tidak. Apa memang aku seksi?” Tanya Irene dengan polosnya dan memainkan jemarinya lagi pada wajah Sehun

“Bahkan aku masih membayangkan bahu mulusmu tadi.” Ucap Sehun tersenyum dan Irene langsung membulatkan matanya, apa pria ini selalu mengumbar kata-kata sevulgar itu? Oh ayolah, membicarakan bahu Irene sungguh berhasil membuat hati Irene terasa panas.

“Jika saja aku ingin menuruti keinganan seorang pria, saat ini kau tidak akan selamat.” Ucap Sehun tersenyum penuh arti pada Irene, namun Irene hanya menatap wajah Sehun dengan polosnya seakan ia tidak mengerti maksud Sehun.

“Maksudmu?” Tanya Irene membuat Sehun melongo. Sungguhkah Irene tidak mengerti maksud ucapannya? Mengenai ‘tidak akan selamat itu?’

“Apa kau sangat polos? Atau kau ingin menggodaku?” Tanya Sehun menatap tajam Irene.

“Aku mengantuk.” Ucap Irene tiba-tiba lalu menutup matanya membuat sehun hanya kesal karena Irene tidak menjawab pertanyaannya. Ataukah Irene berusaha tidak membahasnya karena Irene tahu apa yang Sehun maksudkan? Oh, jadi dia pura-pura polos di depan Sehun begitu? Lihat saja jika Sehun berhasil mengerjainya nanti.

Sehun yang ingin menutup matanya kini kembali menatap bingung saat Irene membuka matanya lagi, “Ada apa lagi hm?” Tanya Sehun dengan suara beratnya.

“Hun, aku –lapar.” Ucap Irene dengan polos membuat Sehun tertawa geli mendengar ucapan gadis itu. Ya, tentu saja Irene lapar, ia bahkan hanya menyentuh daging steak sangat sedikit saat makan malam tadi.

~~~

Pagi ini Sehun tengah bersiap menuju ke kantor, dan dilihatnya gadis yang masih setia tidur di ranjang itu sangat lelap sehingga membuatnya tidak tega membangunkannya, mungkin Irene sangat lelah. Sehun pun kembali memasukkan beberapa dokumen dalam map berwarna biru, kemudian berjalan ke arah ranjang dan mengecup kening Irene sedikit lama membuat sebuah lenguhan pada tubuh gadis itu.

Tidak puas hanya mencium keningnya Sehun mengecup, mata, hidung dan terkahir bibir kecil berwarna pink itu berkali-kali. Dan kini aksinya itu mendapat  sebuah respon dari gadisnya, Sehun merasa jika tangan Irene kini memeluk pinggangnya. Lantas Sehun melepaskan tautan bibir itu dan menatap wajah gadis itu.

“Aku harus berangkat bekerja.” Bisik Sehun hendak berdiri namun Irene menghalanginya dengan memeluk pinggang sehun semakin erat, dan Sehun mengalah untuk duduk lebih lama di sana dengan Irene yang masih memeluknya, Sehun mengusap surai Irene sambil tersenyum manis. Ini benar-benar hal yang membuatnya bahagia, berada disamping Irene.

Setelah merasa puas, Sehun pun melirik arloji di tangan kirinya dan menunjukkan pukul delapan, Sehun pun dengan perlahan melepaskan pelukan Irene, dan sekali lagi mencium puncak kepalanya dengan sayang dan langsung keluar dari kamar.

Sehun turun dari kamar atas dan tertegun pada detik selanjutnya saat menatap sosok pria yang semalam habis beradu mulut hebat dengannya. Ya, ayah Sehun tengah berada di penthousenya tanpa memberi kabar terlebih dahulu dan kini duduk memangku kaki diruang tamu dengan wajah angkuhnya.

Sehun segera menghampiri ayahnya itu dengan wajah enggan sejujurnya. Sehun benar-benar tidak ingin bertemu ayahnya dan berakhir harus beradu mulut dengan ayahnya itu.

“Ada apa lagi? Jika abeoji mau berdebat denganku. Aku mohon jangan pernah melibatkan Irene.” Ucap Sehun sedikit dengan nada malas, karena sesungguhnya ia memang lelah berdebatan terus dengan ayahnya. Apa mungkin ayahnya juga tidak lelah berdebat tadi malam?

“Jadi namanya Irene?” Tanya tn. Oh dan menatap Sehun yang mengangguk ringan sebagai balasan pertanyaan ayahnya barusan.

“Apa yang kau lihat darinya?” Tanya tn. Oh lagi dan menyeruput teh panas di atas meja yang dihidangkan oleh ajhuma Han.

“Apa sekarang hal itu penting untuk diperbincangkan? Aku tidak mempermasalahkan jika abeoji tidak menyetujui hubunganku, bahkan aku juga tidak meminta persetujuanmu.” Ucap Sehun kemudian memakai jas merah marunnya.

“Jawab saja ucapanku, apa yang kau lihat dari gadis asing itu?” Tanya tn. Oh sekali lagi. Sehun mendesah berat, apa yang sebenarnya ayahnya rencanakan lagi? Apa tidak puas semalam ia memperlakukan Irene dengan buruk?

“Apa mencintai seseorang membutuhkan sebuah alasan?” Tanya Sehun menaikkan alisnya, membuat sang ayah mencibir ucapan puteranya itu, “Apa jawabanku memusakan anda tuan Oh yang terhormat?”

“Bocah kurang ajar! Bahkan sekarang kau berani berbicara seperti itu padaku? Itu akibat gadis rendahan sepertinya.” Bentak tuan Oh dengan keras membuat Sehun balik mencibir ucapan ayahnya barusan.

“Bukankah tn. Oh yang kukenal memang sangat menyukai kehormatan? Dan kutekankan sekali lagi! Jangan pernah menghinanya gadis rendahan, apalagi di depanku, Irene kekasihku!” Ucap Sehun tajam.

“Sebenarnya, apa yang abeoji lakukan di rumahku huh?” Kini Sehun mengubah topic pembahasan mereka, sebelum mereka akan semakin terlibat adu mulut panjang.

“Aku ingin makan malam berdua dengan gadis pujaanmu itu, malam ini jam 7 di restaurant biasa. Dan dia harus datang sendiri!” Ucap tn. Oh membuat Sehun mendengar ucapan ayahnya itu dengan tatapan sulit di artikan.

“Apa lagi sekarang? Apa ini hanya akal-akalan abeoji untuk menyuruhnya pergi atau mungkin hendak menyiramnya dengan air lagi?” Sehun menatap tajam ayahnya.

“Lakukan saja ucapanku!” Ujar tn. Oh lalu pergi dari sana bersama supir yang sedari tadi menunggu di mobil. Sehun menghela nafasnya, jadi apa yang harus ia jelaskan nanti pada Irene? Akankah ia mau pergi makan malam dengan ayahnya? Tentu saja gadis itu pasti masih trauma dengan hal yang dilakukan ayahnya kemarin malam.

Namun entah kenapa, Sehun merasa ayahnya kali ini memintanya dengan maksud lain yang menunjukkan sisi positif. Ia berharap juga perasaannya benar, apalagi nanti Irene hanya akan berdua dengan ayahnya tanpa Sehun dampingi. Entahlah, Sehun bingung dengan semua ini.

~~~

Seorang pria paruh baya dengan kursi roda, sedang berada di kamar seorang gadis, sambil memandang sebuah bingkai kecil di tangannya. Sebuah foto di mana nampak seorang gadis cantik sedang tersenyum hangat di dalam foto itu. Demi Tuhan, hal itu membuat pria yang hampir menginjak kepala lima itu, terduduk lesu dan menatap sedih foto gadis itu.

Sudah berminggu-minggu gadis itu menghilang, dan sampai sekarang ia belum menemukannya. Sungguh, pria itu merindukan puterinya, di mana gadis kecilnya? Apa ia baik-baik saja? Apa ia terluka? Apa ia sudah makan? Apa ia berada di tempat yang aman? Atau yang lebih buruknya apa gadisnya masih hidup? Pria itu mengkhawatirkan banyak hal. Hatinya semakin sakit, mengingat senyuman gadis itu yang masih ia lihat sebulan yang lalu, rasanya ia masih merasakan dekapan hangat puterinya dalam pelukannya.

Ia masih mendengar tawa gadis itu yang memecah keheningan di rumah bak istana mereka. Semua itu masih membekas sempurna di kepalanya. Rasanya sulit mempercayai gadis itu kini hilang entah di mana. Ia merindukan setengah mati puteri kecilnya yang selalu ia pangku sejak kecil dan membawanya ke taman bermain. Ia merindukan semua itu, namun pupuslah harapan itu karena kini sang pemeran utama tidak bersamanya lagi.

Sebenarnya di mana dia? Di mana gadisnya berada? Demi Tuhan, ia rela bertukar tempat hanya untuk mengembalikan gadis itu. Tidak ada yang lebih membahagiakannya selain melihat puterinya kembali ke rumah.

Bae Seung Yoon nama pria itu, kegiatan rutin yang selalu ia lakukan setiap hari dan setiap malam hanya seperti ini, duduk di kamar anak perempuannya dan merenungkan setiap hal indah untuk membuatnya lebih tenang. Namun semua sia-sia, yang ada ia semakin meratapi gadis itu, terkadang ia jarang makan karena berpikir di luar sana, mungkin puterinya belum makan, atau bahkan ia tidak tidur karena takut mungkin saja puterinya tidak tidur di ranjang yang empuk.

“Joo hyun-ah, apa yang sudah appa lakukan padamu sehingga kau menghukum appa seberat ini?” Kata pria itu menangis sambil memeluk foto itu dengan erat, rasanya sungguh menyakitkan hingga ingin mati rasanya.

Tap tap

Seorang pria dengan jas lengkap nampak memasuki rumah gedongan itu, beberapa pelayan nampak menunduk padanya saat pria tampan itu melewati mereka. Memang tidak diragukan lagi ketika pria itu pulang ke rumah, karena suasana yang pria tampan itu dapatkan akan selalu sama, keheningan dan sunyi. Ia pun tahu, kenapa keadaan rumahnya tidak lagi seperti dulu saat seseorang masih berada di pandangan mereka, namun ia lebih tidak menyukai jika semua orang seperti menganggap adiknya itu sudah meninggal.

“Di mana appa?” Suaranya tegas saat bertanya pada salah satu pelayan.

“Tuan berada di kamar nona Joo Hyun.” Serunya menunduk hormat pada tuan mudanya itu.

“Apa appa sudah makan?”

“Belum tuan muda, tuan tidak menyentuh makanannya sejak pagi tadi, bahkan tuan melarang kami memasuki kamar nona dan menguncinya dari dalam.”

“Sampai kapan ia mau seperti ini?!” Bentak pria itu dengan mengepalkan tangannya dengan erat. Sungguh, pria itu menyesal karena rumah mereka memiliki sebuah lift kecil, dan memudahkan ayahnya untuk ke kamar adiknya sesuka hati. Bukan tidak boleh, hanya saja ayahnya akan sulit dikontrol jika sudah masuk ke dalam kamar adiknya itu.

“Ambil kunci cadangan, sekarang!”

Ye.” Seru pelayan itu, dan langsung berlari mengambil kunci cadangan seperti yang tuan mudanya itu perintahkan.

Tidak menunggu lama, pelayan itu kembali dan segera menyerahkan kunci cadangan pada tuan mudanya. Dan dengan gerak cepat, pria itu menerimanya tanpa basa basi, dan segera naik ke kamar atas diikuti oleh 7 pelayan yang mengekor di belakangnya.

Cekrek

Pria itu menghela nafas saat mendapat sang ayah tengah tertidur dengan isakannya yang tersisa, selalu sama seperti ini semenjak sebulan yang lalu, adiknya hilang entah ke mana, dan bohong jika pemuda itu tidak ikut menderita kehilangan gadis itu.

Pria itu pun mendekati sang ayah yang berada di atas ranjang sambil memeluk foto adik perempuannya itu, lantas ia menyunggingkan senyuman pahit dan melepaskan bingkai foto itu, kemudian balik menatap sedih foto tersebut. Pria itu mengusap wajah sang adik yang nampak tersenyum bahagia di dalam foto tersebut. Demi Tuhan, ia merindukan adiknya, mengapa Tuhan memberikan cobaan yang begitu berat untuk keluarga mereka?

“Kau senang membuat kami menderita? Ah, apa kau bahagia melihat appa menangisimu seperti ini? Pulanglah Joo Hyun, oppa mohon padamu, sudah cukup kau bersembunyi seperti ini.” Lirih pria itu sambil menangis.

“Kunci kamar Joo Hyun, dan singkirkan semua kunci cadangan yang ada. Jangan sampai appa memegang barang satu kunci saja, jika tidak, kalian semua akan kupecat, paham?” Suara dingin pria itu membuat pelayan menunduk takut.

Ye tuan.” Ucap mereka semua.

Kini pria itu membopong tubuh ayahnya, dan segera turun untuk membawa pria itu ke dalam kamarnya, masih dengan para pelayan yang mengintil di belakang dengan membawa kursi roda, nampan berisi makanan-makanan sehat, obat, dan juga handuk basah untuk mengusap kulit tubuh, tuan besar mereka itu.

Sukses sudah pria itu menaruh ayahnya pada ranjang king size itu, dan ayahnya masih tertidur pulas efek kelelahan menangisi adiknya. Pria itu kemudian duduk di tepian ranjang sambil mengambil handuk yang di sediakan pelayan, lalu mengusap jemari ayahnya dengan lembut, membuat sebuah pergerakkan kecil pada tubuh yang tidak lagi muda itu.

Appa.” Panggilnya dengan senyuman saat ayahnya mulai membuka matanya dengan perlahan.

“Kris? Kau sudah pulang dari kantor?”

“Mm, aku ingin melihat keadaan appa.” Ucap pria bernama Kris itu.

Appa baik-baik saja–“

“Tidak, appa berbohong padaku. Appa berjanji tidak akan menangisi Joo Hyun lagi, namun nyatanya appa masih menangisinya.” Ucap Kris masih mengusap lembut jemari ayahnya dengan sabar.

“Maafkan appa Kris, appa begitu merindukannya.” Kris menaruh handuk itu dan tersenyum pada ayahnya dengan sayang.

“Aku berjanji akan segera menemukan Joo Hyun. Aku akan membuat Irene kecil kita kembali pulang appa, jangan khawatir. Tapi kumohon, jangan pernah melewatkan makananmu, aku tidak ingin appa jatuh sakit.” Ucap Kris penuh keyakinan, membuat tuan Bae tersenyum pada puteranya itu.

Tok Tok

“Ini aku tuan, sekertaris Seo.” Seru seseorang dari luar pintu.

“Masuk.” Suruh Kris.

Cekrek

Seorang pria berperawakan lebih tua 7 tahun dengan Kris itu membungkukkan badannya terlebih dahulu setelah berhasil masuk ke dalam kamar tuan besarnya itu.

“Ada apa Sekretaris Seo?” Tanya Kris menaikkan alisnya.

“Tuan Jung Hoo berada di ruang tengah.” Ucap sekretaris Kris itu.

“Baiklah, kami akan segera turun.”

~~~

“Jung Hoo?” Kris tersenyum sembari memeluk pria bermarga Im tersebut.

“Apa kabar hyung? Ah, apa kabar abeonim?” Tanya Jung Hoo tersenyum pada tuan Bae, dan tuan Bae ikut membalas senyuman itu.

“Bagaimana dengan perusahaanmu? Berjalan dengan baik?”

“Ya, seperti yang hyung lihat.” Kata Jung Hoo membalas ucapan Kris dengan antusias.

“Joo Hyun pasti senang mendengarnya.” Ucap tuan Bae tiba-tiba, membuat suasana menjadi tenang, karena pikiran mereka melayang entah ke mana.

Appa–“

Abeonim benar, dia pasti sangat senang. Aku benar-benar merindukan gadisku, sangat merindukannya.” Ucap Jung Hoo lirih sambil menunduk, “Apa ada tanda-tanda Joo hyun ditemukan?” Tanya Jung Hoo pada Kris, namun pria itu menggeleng lesu dengan helaian nafas panjang.

“Apa yang harus kita lakukan abeonim? Pernikahan kita hanya tersisa 1 bulan lagi, dan Joo hyun belum ditemukan juga, aku benar-benar takut sekarang.” Ucap Jung Hoo dengan mengepalkan tanganya.

“Tenanglah, aku juga akan memberitahu media tentang hal ini minggu depan.”

“Kita pasti menemukannya, sabarlah Jung hoo-ah. Kau pasti akan menemukan calon istrimu kembali.” Kata Kris tersenyum

~~~

At Restaurant 19.00

Aston Martin putih milik Sehun memasuki kawasan sebuah restaurant mewah, yang terletak di daerah Cheongdam-dong, Gangnam itu. Sehun tersenyum kemudian menatap wajah gadis yang sedari gugup hingga mengepalkan tangannya sampai berkeringat. Lantas, Sehun mengenggam tangan gadis itu untuk menenangkannya. Jika ia bisa, ia akan dengan senang hati menemani Irene ke dalam restaurant itu, namun ayahnya menyuruh Irene untuk datang seorang diri.

Dan menurut Sehun ini sesuatu yang akan berakhir dengan berita baik, entah apa perasaannya benar atau salah, yang jelas ia berharap gadis itu akan baik-baik saja di dalam sana tanpa dirinya. Irene menatap Sehun dengan wajah gugupnya dan Sehun memberikan sebuah ciuman di bibir gadis itu, agar gadis itu tak perlu khawatir, karena Sehun akan selalu berada di sini menemaninya, meski dari kejauhan.

“Masuklah, jika kau takut, ingat bahwa aku berada di dekatmu.” Kata Sehun dan Irene mengangguk mengerti, hingga selanjutnya gadis itu sudah turun dari mobil dan melenggang masuk menuju restaurant mewah itu.

Pegawai restaurant membuka pintu untuk Irene, sejenak Irene menatap bingung isi restaurant yang terlihat sepi dan lebih tepatnya memang restaurant ini kosong. Apa tn. Oh ingin mempermainkan dirinya?

“Nona Irene?” Seru seorang pelayan membuat Irene tersentak kaget, lalu menoleh pada arah suara yang memanggilnya.

Ne?”

“Oh Sajangnim sudah menunggu anda, mari ikut saya.” Ucap pelayan itu sembari berjalan di depan Irene dan gadis itu mengikut. Kemana sebenarnya pelayan ini membawanya?

Hingga ia sampai di sebuah ruangan VIP yang ada di restaurant itu, dan segera pelayan itu membuka pintu ruangan tersebut dan langsung menunjukkan sosok tn. Oh yang sudah menunggu dirinya di dalam ruangan, dengan menikmati hidangan berupa mewah di depannya. Irene segera melanngkah untuk duduk di depan ayah Sehun itu.

“Apa Sehun ada di sini?” Tanya tn. Oh membuat Irene menggigit bibir bawahnya, apa tn. Oh selalu tahu apa yang anaknya itu lakukan?

Ne tuan.” Ucap Irene menunduk, dan langsung terdengar suara cibiran dari bibir tn. Oh.

Acara makan malam itu berlangsung tanpa ada perbincangan penting kecuali tn. Oh yang menyuruhnya untuk ikut makan bersamanya, Irene hanya mengikuti perintah tn. Oh dan tidak berniat bertanya sepenggal kalimat. Sebenarnya apa yang tn. Oh rencanakan padanya? Mengapa perasaannya semakin tidak enak saja, bahkan hampir 1 jam mereka tidak membuka percakapan dan hanya menikmati hidangan yang terus di sajikan.

“Apa kau tahu tanggal ulang tahun Sehun?” Tanya tn. Oh membuat Irene mendongak menatap lelaki itu. Irene sedikit mengerjap-ngerjapkan matanya, apa ini merupakan pertanyaan jebakan atau apa?

“12 april. Ulang tahun Sehun.” Ucap Irene cepat. Sontak tuan Oh tersenyum masam.

“Bahkan kau yang baru mengenalnya dengan cepat menghafal ulang tahunnya, namun aku yang sudah puluhan tahun bersamanya bahkan tidak ingat kapan terakhir kali aku mengucapkan kalimat sederhana itu untuknya.” Ucap tn. Oh tersenyum masam dan meneguk minuman berkadar alcohol di depannya sampai habis. Lantas tangan Irene terulur dan mengisi kembali gelas kecil itu dengan minuman kembali.

“Kau juga berfikir jika aku adalah ayah yang jahat untuknya.” ucap tn. Oh membuat Irene sedikit merasa bersalah, karena memang sejujurnya watak ayah dan anak itu tidak jauh berbeda. Mengingat dulu Sehun begitu kejam dan dingin padanya.

“Maaf tuan.” Ucap Irene menunduk.

“Aku hanya ingin Sehun menemukan seseorang yang pantas untuk ia dapatkan.” Ucap tn. Oh dan lagi-lagi Irene merasa kecewa dengan ucapan itu, apa itu artinya tn. Oh tetap tidak merestui keduanya?

“Tapi aku ingin dia bahagia untuk menebus kesalahanku 7 tahun ini.” Ucap tn. Oh kemudian menatap Irene yang ikut menatap tn. Oh seperti tidak percaya. Apa ini sesuatu yang baik? Oh, ia bahkan sudah sangat senang mendengar ucapan tn. Oh barusan.

“Maaf memperlakukanmu dengan kasar kemarin. Aku banyak sadar saat merenungkan segala ucapan Sehun kemarin, dan lagi saat Krystal bilang jika Sehun sudah membenci ulang tahunnya selama 7 tahun ini, aku merasa gagal menjadi ayah yang baik untuknya. Mungkin eommanya akan menertawakanku jika melihat aku gagal mengurus Sehun semenjak kami berpisah.” Oh, apakah kini tn. Oh sedang mencurahkan isi hatinya pada Irene? Namun mengapa Irene senang saat tn. Oh perlahan berbicara dengan lembut padanya? ‘Tentu saja kau senang Irene, tn. Oh sedang memberikan kesempatan pada kalian berdua’ Batin Irene.

“Sehun sangat menyayangi anda, aku pernah sekali mendengarnya menginggau memanggil ‘Abeoji’ dalam tidurnya.” Ucap Irene tersenyum dan membuat tn. Oh sedikit bahagia mendengarnya, puteranya masih begitu menyayanginya namun ia memperlakukannya dengan keras dan melarang banyak hal yang ia sukai.

“Kau tahu Irene? Aku rasa, aku mengerti mengapa Sehun menyukaimu.” Seru tuan Oh tersenyum lembut, “kau mampu mengubah cara pandang seseorang dan berpikir jika semua orang berhak mendapat kesempatan.” Ujar tn. Oh kemudian berdiri dari tempat duduknya disertai tongkat yang sudah menjadi pendampingnya selama ini. Irene juga ikut berdiri dan menunduk, bukan karena sedih, namun ia menyembunyikan rona bahagia di pipinya, nyatanya segala kekhawatiran yang ia takutkan tidak terjadi.

“Aku senang sehun memilikmu. Mulai sekarang panggil aku abeonim.” Serunya kemudian berjalan keluar dari ruangan VIP itu masih dengan wajah datarnya, dan Irene mengikutinya dari belakang.

Mereka pun keluar dari restaurant,  Sehun yang menatap itu dari kejauhan langsung turun dari mobilnya menghampiri mereka, segera ia menggenggam tangan Irene membuat gadis itu terkejut. Ya, Sehun hanya khawatir pada kekasihnya.

Kini pandangan Sehun menatap ayahnya dengan teliti, perlakuan apa yang habis ayah lakukan pada Irene tadi?

“Aku pulang.” Ucap tn. Oh

“Hati-hati tuan.” Ucap Irene menundukkan kepalanya, sontak tn. Oh berbalik dan menatap Irene dengan tajam, Irene yang tersadar langsung kembali menundukkan kepalanya, “Maksudku abeonim. Hati-hati di jalan, selamat malam.” Ralat Irene dan tn. Oh mengangguk kecil lalu menatap Sehun yang sedikit melongo mendengar Irene memanggil ‘abeonim’ pada ayahnya itu.

Abeonim? Apa aku tidak salah dengar kau memanggilnya apa barusan?

~~~

Sehun’s penthouse

Sehun terkadang menguap, menandakan ia lelah menatap layar laptopnya. Ya, ini adalah resiko memiliki perusahaan besar dan menjadi seorang petinggi di sana. Meski terbilang baru mengelola perusahaan Willis Group namun berkat kepintaran Sehun, perusahaan itu sangat berkembang dengan pesat. Terbukti saat ini banyak kolega dari asia yang ingin bekerja sama dengan Sehun.

Sehun menutup matanya dan melepaskan kaca mata harry potternya lalu mendesah berat, pria itu menutup matanya ingin mengistirahatkan matanya sebentar. Namu tanpa ia sadari, seorang gadis tengah diam-diam memasuki ruang kerja Sehun sambil tersenyum nakal hendak mengerjai kekasihnya itu. Ya, siapa suruh sudah pukul 1 malam Sehun masih sibuk bekerja di ruang kerjanya?

Irene mendekat perlahan, tangannya sudah bergerak terangkat untuk mencubit Sehun…

Greb

Irene tersentak saat Sehun membuka matanya dan langsung merengkuh tubuh Irene hingga gadis itu terjatuh di pangkuannya. Irene mendengus kesal karena ia gagal mengerjai Sehun lagi, mengapa pria itu selalu tahu Irene berada di dekatnya?

Kini Sehun tengah memangku Irene dan menyandarkan kepalanya pada punggung gadis tiu, membuat Irene hanya diam dan memperhatikan beberapa dokumen kantor sehun yang ikut memusingkan kepalanya.

Sehun lelah dan butuh sandaran seperti ini, Irene datang sebagai dewi penolongnya menghilangkan sejenak stress akibat pekerjaan kantornya. Keduanya semakin mantap berhubungan semenjak ayah sehun merestui hubungan keduanya dan membatalkan pertunangan Sehun dan Seolhyun begitu saja. Meski kemudian ayah Seolhyun sangat marah, karena menganggap tuan Oh mempermainkan puterinya, tn. Oh tidak peduli akan hal itu. Baginya kini, kebahagiaan puteranya yang terpenting.

Tak pelak, banyak desakan dari berbagai pihak untuk menyuruh Sehun dan Irene segera menikah, tidak peduli jika nanti tidak ada wali untuk Irene, toh Hyun Joo dan ajhuma Han bisa menjadi walinya untuk melangsungkan pernikahan, karena selama ini Irene menganggap ajhuma Han sebagai ibunya sendiri.

“Menikahlah denganku.” Kata Sehun tiba-tiba, membuat Irene menoleh pada Sehun dengan sedikit terkejut dengan ucapan pria itu.

“Apa katamu?” Kata Irene berusaha meyakinkan pendengarannya.

“Menikahlah denganku sayang.” Bisik Sehun kemudian mengecup bibir Irene pelan.

“Kau serius?” Tanya irene sekali lagi untuk meyakinkan. Hatinya sedang berbunga bunga sejujurnya mendengar ucapan Sehun tentang pernikahan, dan sehun mengangguk santai. Lantas, Irene menautkan tangannya pada pipi Sehun dan menatap wajah namja itu dengan intens. Irene mencubit pelan pipi Sehun membuat pria itu meringis.

“Ah wae?” Tanya Sehun malas pada Irene sambil mengelus pipinya bekas cubitan Irene.

“Menikah itu sesuatu yang penting Hun!” Kata Irene menjelaskan.

“Aku tahu, kau kira aku main-main? Apa wajahku terlihat seperti itu nona?” Tegas Sehun membuat Irene menggeleng pelan secepat mungkin.

“Kau yakin ingin menikah denganku? Hun, pikirkan baik–“

Chup

“Aku benar-benar bosan saat kau selalu meragukan keputusanku sayang.” Ucap Sehun memutar jengah matanya

“Bukan begitu, tapi–“

“Dinner dengaku besok, dan pastikan kau berdandan dengan sangat cantik.” Bisik Sehun membuat hati Irene berdebar cepat.

~~~

Irene menunggu Sehun menjemputnya. Ya, seperti yang sudah Sehun janjikan kemarin, mereka akan dinner romantis, dan Irene tidak tahu kemana Sehun akan membawanya ke restaurant mana, yang jelas Sehun menyuruhnya berdandan, hanya itu.

Hingga akhirnya, Irene memilih sebuah dress hitam sepaha yang juga ikut memperlihatkan bahu mulusnya, dengan polesan make up natural yang membuat Irene bagaikan dewi saja. Bahkan ajhuma Han sangat memuji kecantikan luar biasa seorang Irene.

Tidak menunggu lama suara mesin mobil terdengar dari luar penthouse Sehun, Irene yang meyakini jika itu Sehun, segera berlari kecil membuka pintu dengan antusias. Namun matanya meredup dikala melihat gadis yang baru saja keluar dari mobil itu, Seolhyun.

Apa yang gadis itu lakukan di sini? Dan mau apa dia? Kapan ia kembali dari Australi? Banyak pertanyaan yang melintas di pikiran Irene saat ini. Seolhyun berjalan mendekat, membuat Irene hanya memasang wajah lembutnya.

“Di mana Sehun?” Tanya Seolhyun to the point.

“Aku tidak tahu.” Kata Irene pelan dengan tampang seriusnya. Ya, Irene tidak tahu di mana Sehun saat ini. Karena pasti pria itu tidak ada di kantornya mengingat ia memiliki janji makan malam dengan Irene hari ini.

“Tsk! Jangan berusaha menyembunyikan pria itu.” Kata Seolhyun dengan tegas.

“Menyembunyikan? Kau kira dia barang? Aku berkata jujur, aku tidak tahu di mana Sehun nona Kim.” Kata Irene menegaskan sekali lagi ucapannya pada Seolhyun.

“Minggir, aku mau memeriksanya sendiri.” Kata Seolhyun lalu mendorong sedikit keras tubuh Irene di depannya hingga irene terhempas ke samping . Irene meringis pelan karena punggungnya terbentur dengan pintu.

Gadis itu sampai kapan pun akan selalu menyebalkan, rasanya ingin Irene jambak rambut gelombangnya itu sebagai pembalasan dendamnya dulu. Meski bukan lagi berstatus tunangan Sehun, Seolhyun akan selalu menghantui Sehun, membuat Irene gemas melihatnya.

Seolhyun menaiki tangga dan langsung masuk ke kamar Sehun tanap meminta ijin, Seolhyun segera mendengus kesal karena seperti kata Irene, Sehun tidak ada.

Irene yang sedang melihat aktifitas gadis itu, lantas terkejut saat tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang. Menyadari aroma parfum yang orang itu kenakan, Irene langsung tahu jika Sehun sedang memeluknya kini.

“Kau selalu mengejutkanku, kau menyebalkan sekali.” Irene mengelus dadanya membuat Sehun tertawa dan berakhir mencium pelipis gadisnya dengan sayang.

“Mobil siapa itu?” Tanya Sehun pelan pada Irene.

“Seo–”

“Sehun-ah!” Teriak seseorang dengan girang diikuti langkah kecilnya yang berlari menuju Sehun. Mata pria itu langsung memutar malas melihat gadis yang tidak ingin dilihatnya itu, kini berdiri sempurna di depannya,  bahkan masuk di rumahnya tanpa seijin darinya.

“Sedang apa di sini?” Tanya Sehun kemudian melepaskan pelukannya dari tangan Irene.

“Menemuimu tentu saja, kau tidak rindu padaku?” Kata Seolhyun girang sambil berusaha mendekat namun Sehun mengangkat tangannya menyuruhnya berhenti mendekat dan tetap berada di tempat gadis itu berdiri.

“Ingatlah pertunangan kita sudah batal, Seolhyun-ah.” Tegas Sehun membuat seolhyun terkekeh pelan.

“Aku tahu! Meski begitu tidak ada alasan aku tidak boleh mendekatimu kan?” Ujar seolhyun tersenyum.

“Jangan bercanda!” kata sehun tertawa meremehkan.

“Aku merindukanmu” lirih seolhyun. Dan entah kenap ucapan gadis itu membuat hati Irene sedih, tidak ada yang salah dari mencintai seseorang. Namun kita tidak bisa memaksakan sesuatu kan?

“Pergilah seolhyun, lupakan aku! kau gadis yang cantik luar biasa, banyak pria di luar sana yang lebih baik dari padaku, dan bisa memperlakukanmu dengan baik. Jangan mengharapkan apa-apa dariku, karena sampai kapan pun kau tidak bisa memilikinya, maaf.” Kata Sehun pelan membuat Seolhyun menggigit bibir bawahnya. Tangannya mengepal menahan tangisan yang merangkak keluar dari sarangnya.

Sehun yang detik selanjutnya sudah menarik Irene pergi dari sana dan masuk ke dalam mobil tanpa memperdulikan Seolhyun lagi, membuat Irene sedikit tidak enak pada gadis itu. Ia kasihan pada Seolhyun dan cara Sehun memperlakukannya, sedikit membuat Irene kesal. Tidak seharusnya ia berkata kasar seperti itu di depan wanita yang mencintainya.

Sehun membuang nafasnya sehabis mengalami perdebatan sekali lagi dengan gadis Kim itu.

“Kau tidak boleh berbicara seperti itu padanya.” Kata Irene membuat Sehun menoleh menatap gadis yang sedang duduk di sampingnya itu.

“Oh ayolah sayang, jangan membahas tentang Seolhyun lagi, aku tidak ingin beragumen denganmu, karena aku pasti kalah.” Potong Sehun membuat Irene tertawa kecil, kemudian menyandarkan kepalanya pada lengan Sehun, sambil merengkuh lengan pria itu dengan posesif.

~~~

Mobil sedan milik Sehun yang disupiri oleh Hyun joo itu, terparkir tidak jauh dari sebuah restaurant Italy yang terlihat benar-benar mewah dari luar. Hyun Joo membukakan pintu mobil untuk pasangan itu, dan Sehun segera menggandeng Irene dengan mesranya.

Namun begitu aneh saat Irene memandang secara teliti bangunan megah nan elit itu, sebuah perasaan lain yang ia rasakan. Teras dekat dan hangat. Irene pernah, tidak, tapi sangat sering mengunjungi restaurant ini. Mengapa perasaannya menjadi berdebar-debar melihat bangunan kokoh itu.

“Hei, kau baik-baik saja?” Tanya Sehun dan Irene mengangguk kecil.

“Ini restaurant Italy terbaik di Seoul, kau pasti sangat suka dengan tempatnya. Aku dan teman-temanku sangat suka makan di tempat ini.” Jawab Sehun dengan jujur dan Irene hanya mengangguk paham.

Sehun menarik gadis itu untuk berjalan memasuki restaurant tersebut. Dan benar saja, semakin memasuki ruangan itu, kepala Irene terasa berdenyut nyeri, bahkan di kepalanya terdengar suara cekikan anak kecil yang sangat familiar untuknya. Irene sungguh benci di saat seperti ini, karena ini menyakitkan untuknya.

“Selamat malam Oh Depyeonim.” Seru seorang pelayan menghampiri Sehun dan Irene.

“Ah–“ Rintih Irene memegangi kepalanya, dan segera Sehun menatap kekasihnya itu dengan khawatir.

“Kau baik-baik saja? Kau merasa pusing? Mau pulang saja?” Pertanyaan bertubi-tubi yang dijajarkan Sehun membuat Irene tersenyum ringan. Dan mengelus punggung tangan sehun yang nerangkulnya.

“Tidak, hanya sedikit pusing. Aku baik-baik saja.” Jelasnya singkat, meski begitu Sehun tetap merasa tidak nyaman dan mengkhawatirkan gadis itu.

“Meja anda sudah siap depyeonim.”

“Terimakasih,” Sehun tersenyum, “Ayo Irene.” Ucap Sehun hangat.

-To be Continued-

Jangan lupa komentar yah readers, saranghae -,-

28 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Stay With Me (Chapter 12)”

  1. Akhirnya ayahnya sehun ngerestuin..
    Kan muka kek irene gamungkin orang yg biasa biasa aja wkwkwkwkk
    Masih penasaran sama rencana licik dari si anggita stellar itu yg udh ngejual irene
    Semoga hubungan mereka berakhir baik baik dan malah bahagia

  2. Ciee udah direstuin… si sehun dikit2 cipok mulu yaaa, awas bengkak tuh bibir irene HHH. Btw tadi mantan nongol dikit yaaah.. sumpah aku ga baper kok:)

  3. Irene trnyata udah mau nikah sma org laen sebelumnya ? Trus gmna sma sehun ? Smoga mreka udah nikah lbih dlu baru irene ktemu sma keluarganya. Tn.oh akhirnya sadar juga,

  4. Ternyata bener irene holkay juga
    Udh dapet restu dari ayah sehun tapi bakal ada masalah lagi nih kayaknya
    Btw knp irene bisa kabur dri keluarganya padahal ayah sama kakaknya kayaknya sayang banget deh 😦
    Irene bakal inget lagi kah masa lalunya sebentar lagi??

  5. Mantan nyempil (read Kris) :v
    Udah mau nikah ternyata si Irene 😱
    Nah, kan lanjutnya gimana tuh, kl dia inget dia mau nikah??

    Udah direstuin pula sama Tn. Oh… Ku makin penasaran, ditunggu lanjutnya kak.. Fighting 😄

    1. Asekkk mantann😂😂😂..
      Gimana yahh kalau ingett?
      Hahaha rahasiaa negara spertinya…

      Akan ketahuan di chapt selanjutnya mngkin..

      Sipp dehh, mksih yah sudh mmbaca dan brkomntar😚

  6. Wah wah.. tBC nya keterlaluan. Gk pas gitu rasanya. Lg deg2an pula. Hihi..

    Btw author angeline org jawa kah? Keselip tuh “mengintil” /maaf2 agak nyengir2 aja pas itu.. Di kbbi ada kah? Wkwk…

    Penasaran bgd pokoknya.. Lanjut2! Eh itu tunangannya irene yg asli siapa lupa deh.. Di selipin foto.nya boleh tuh..
    Saran aja sih.. Biar greget..

    1. Yess kak aku org jawa..
      Hehe jujur emang aku gak berpatokan sama kbbi semua, jadi emang aku selipin bahasa yang gak baku, maaf kalau kurang srek bacanya atau mngkin gak nyaman yah..🙂

      Akan aku perbaiki 😉
      Terimakasih buat koreksinya..

      Buat tunangan, akan aku usahakan yah..

      Terimaksih sekali lagi /nunduk 90 derajat/ 😊🙇

  7. LOVE YOU TUAN OH. MASYA ALLAH, KU SAYANG KAU TUAN OH 😀
    Pokoknya da best chapter ini :* YEAY KAWIN KAWIN KAWIN 😀
    Duh msih penasaran sama masa lalu irene. Ciee kris jdi kknya Irene (y) Lanjut trus thor, ku slalu mendukungmu!

    1. Bhakkksss tuan OH baekk yekan??😂 iyalah, kemarin author ancam soalnya /PLAKK/

      Kawin??😂 belum atuhhhh :v
      Maasaa lalunya Irene sedikit lagi akan terungkap kok chingu😁 tenang aja yah..

      Trimaksih sdh komntar :*

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s