[EXOFFI FREELANCE] DREAM (Extra Part)

DREAM - EXTRA PART.jpg

DREAM  –  Extra Part

[ WILDEST DREAMS ]

Author: Azalea
Cast : Bae Suzy (Miss A), Byun Baekhyun (EXO), Kim Sejeong (IOI), Kim Myungsoo (Infinite)
Genre : Romance, Sadness.
Rating : PG-17
Length : Chapter
Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Kalian juga bisa baca ff ku ini di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita DREAM. Jangan plagiat, ataupun me re-upload ff ini tanpa sepengetahuanku.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita Sebelumnya : CHAPTER 1 ( DREAM )  ->  CHAPTER 2 (REAL?)  ->  CHAPTER 3 (DEJA VOO)  ->  CHAPTER 4 (FATE) -> CHAPTER 5 (설레 [ SEOLLEDA – BERDEBAR ])  – > CHAPTER 6 (LOCKVOGEL – PEMIKAT) -> CHAPTER 7 (SWEET MORNING) -> CHAPTER 8 (VERWIRRT) -> CHAPTER 9 (LÜGE – KEBOHONGAN) -> CHAPTER 10 (INSTINKT – INSTING) -> CHAPTER 11 (DINNER) -> CHAPTER 12 (BAEKHYUN STORY)  -> CHAPTER 13 (JEJU DO – JEJU ISLAND) -> CHAPTER 14 (GEHEIMNIS – RAHASIA) -> CHAPTER 15 (SUNRISE) -> CHAPTER 16 (BEAUTIFUL LIAR) -> CHAPTER 17 (JEALOUS) -> CHAPTER 18 (KIM YERI) -> CHAPTER 19 (JOURNEY) -> CHAPTER 20 (MISSING YOU) -> CHAPTER 21 (SECOND WOMAN) -> CHAPTER 22 (WEDDING DAY) -> CHAPTER 23 (KIM SEJEONG) -> CHAPTER 24 (HURT) -> CHAPTER 25 (ENGAGEMENT) -> CHAPTER 26 (CONFESSION) -> CHAPTER 27 (SECOND MARRIAGE) -> CHAPTER 28 (IF YOU LOVE ME) – > CHAPTER 29 ([IT’S NOT] FINE) -> EPILOGUE (S[H]E IS DREAMING)

Say you’ll see me again even if it’s just in your wildest dreams

Taylor Swift

Hal pertama yang Baekhyun lihat saat membuka matanya adalah betapa putihnya langit-langit ruangan yang ia tempati dan betapa silaunya cahaya lampu yang langsung tertangkap indra penglihatannya. Baekhyun kembali memejamkan mata karena merasa masih belum siap dengan keadaan sekitarnya. Perlahan tapi pasti, Baekhyun pun kembali membuka mata. Cahaya yang masuk tidak sesilau saat pertama kali ia membuka mata.

Selama beberapa saat Baekhyun memandang kosong ke arah langit-langit kamar. Mengumpulkan kembali kepingan ingatan sebelum ia tidak sadarkan diri. Tapi semakin lama Baekhyun mencoba untuk mengingatnya, denyut di kepalanya juga semakin bertambah sakit. Erangan sakit keluar dari mulutnya, lalu terdengarlah suara seseorang yang tak asing memanggil nama Baekhyun.

Oppa….”

Suara khawatirnya membuat Baekhyun kembali membuka mata. Mata indah yang selalu memancarkan keceriaan itu sekarang meredup seperti kehilangan cahayanya. Sorot matanya penuh dengan kekhawatiran yang bercampur dengan rasa lega.

Oppa…”

Panggilnya lagi sambil mengelus pipi Baekhyun. Tidak ingin membuatnya lebih khawatir, Baekhyun pun tersenyum lemah ke arahnya. Wanita itu pun membalas senyuman Baekhyun dengan  senyuman lebarnya hingga mata indahnya melengkung sempurna. Setitik air mata jatuh dari matanya kala mata itu terpejam karena tersenyum. Baekhyun tahu itu bukanlah air mata kesedihan, melainkan sebuah air mata bahagianya.

“Aku akan memanggil dokter sebentar,” ucapnya lagi. Kemudian ia beranjak dari sisi bangkar rumah sakit Baekhyun dengan sedikit kesusahan. Kening Baekhyun sedikit mengernyit melihat bentuk badannya yang sudah berubah banyak, karena terakhir kali Baekhyun bertemu dengannya, masih belum ada perubahan yang berarti pada tubuhnya, tapi sekarang, semuanya telah berbeda.

Berapa lama aku tertidur selama ini? Tanya Baekhyun pada dirinya sendiri di dalam hatinya.

Belum sempat berpikir lebih jauh lagi, beberapa orang berpakaian putih-putih masuk ke dalam kamar inap Baekhyun. Mereka memeriksa semua tanda-tanda vital Baekhyun, lalu berbicara entah apa dengan wanita itu hingga membuatnya menangis terharu. Itulah hal terakhir yang Baekhyun tangkap sebelum kesadarannya kembali hilang.

“Istirahatlah,” ucap wanita itu begitu lembut sambil membelai kepala Baekhyun sesaat sebelum kesadarannya hilang. Tidak lupa sebuah kecupan singkat juga bisa kurasakan di pelipis Baekhyun. Ia merasa terlalu lelah bahkan untuk membuka kembali mata hingga membiarkan saja kegelapan menyelimutinya.

Rasa haus yang begitu mencekik berhasil membangunkan Baekhyun dari alam mimpi. Baekhyun menggerakkan kepalanya untuk menoleh ke samping. Dapat dilihat wanita itu tengah tertidur pulas di atas ranjang yang diperuntukkan untuk keluarga pasien. Wajah lelahnya begitu kentara. Tubuhnya lebih kurus daripada wanita lainnya yang sedang sedang hamil besar. Mungkin itu semua karena terlalu banyak beban yang harus ditanggungnya selama ini. Perasaan bersalah pun langsung melingkupi hati Baekhyun.

Tidak ingin membangunkannya, Baekhyun pun kembali mengalihkan tatapannya. Ia lebih memilih memandang langit-langit kamar daripada memandang wajah wanita yang samar-samar diingatnya yang terlihat begitu menderita karenanya. Baekhyun menelan ludahnya pelan-pelan untuk membasahi tenggorokannya yang terasa sangat kering. Memikirkan kembali kejadian apa saja yang telah terjadi sebelum ia tidak sadarkan diri.

Kilasan kejadian mengerikan yang telah membuat Baekhyun tidur entah berapa lama itu pun terlintas di benaknya. Semuanya begitu cepat. Hal terakhir yang diingat adalah saat Baekhyun tengah berhenti di sebuah perempatan jalan karena lampu merah. Saat sedang menunggu lampu hijau, tiba-tiba dari arah depan melaju sebuah truk besar yang menerobos lampu merah. Baekhyun hanya bisa terpaku saat melihat truk tersebut menyeruduk mobil yang melintas di depannya begitu saja. Baekhyun kira semuanya sudah berakhir, namun perhitungangnya salah. Belum sempat Baekhyun menghindar, truk tersebut sudah ada di depannya. Menghantam kuat bagian depan mobilnya lalu naik ke bagian kap mobil. Setelah itu semuanya gelap.

Tunggu dulu, bukankah aku kecelakaan saat akan menolong Suzy?

Seperti disiram air dingin, sebuah pemahaman begitu menohok hati Baekhyun. Entah kejadian mana yang harus ia percayai. Keduanya terasa nyata.

Apakah sekarang aku tengah berada di alam mimpi? Tapi aku merasa ini adalah dunia nyata. Jika memang ini adalah dunia nyata, kenapa semua kejadian itu terasa nyata bukan hanya sekedar bunga tidur semata? Bagaimana bisa itu hanya sebuah mimpi tapi aku merasa itu sangat nyata? Bagaimana bisa hal itu terjadi? Apa Tuhan sedang mempermainkanku?

Uhh… denyutan itu kembali terasa kala Baekhyun berusaha mengingat dan memikirkannya lebih jauh lagi. Karena tidak tahan, Baekhyun pun memilih untuk melupakannya sejenak. Bukan hanya kepalanya yang sakit, tapi hatinya juga sakit jika semua itu benar-benar hanya mimpi. Semua kejadian manis itu menjadi tidak ada harganya sama sekali jika dihadapkan dengan kenyataan yang Baekhyun dapat saat ini.

Sekarang Baekhyun ingat siapa wanita berada satu ruangan dengannya saat ini, dan hubungan apa yang terjalin di antara keduanya. Namanya adalah Kim Sejeong. Wanita yang Baekhyun nikahi dua tahun lalu, dan Baekhyun tinggalkan saat ia hamil muda karena kecelakaan itu. Perasaan bersalah kembali membelenggu Baekhyun saat mengingat semuanya. Terlalu rumit untuk dipahami karena Baekhyun merasa tidak bisa membedakan mana yang nyata mana yang maya. Baekhyun pun memilih memandang kosong ke arah langit-langit hingga rasa kantuk pun kembali dirasakannya.

Sapuan lembut terasa di tangan Baekhyun. Perlahan ia membuka matanya. Pemandangan di sampingnya membuat Baekhyun menyunggingkan sebuah senyum lemah ke arah Sejeong. Bagaimana tidak, Sejeong dengan telatennya tengah membersihkan telapak tangan Baekhyun dengan menggunakan handuk yang sudah di basahi air hangat sebelumnya.

“Kau sudah bangun?”

Baekhyun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Sejeong kembali tersenyum dengan sangat manisnya. Menyembunyikan wajah lelahnya.

“Dokter masih belum mengizinkanmu untuk minum atau makan apapun sebelum kau kentut, oppa,” ucapnya menjelaskan keadaan Baekhyun saat ini. Baekhyun hanya kembali mengangguk sebagai jawabannya.

“B-be-ra-pa u-sia-nya?” tanya Baekhyun susah payah menahan betapa perih tenggorokannya saat ini.

“Depalan bulan,” jawab Sejeong lagi sambil mengelus perutnya. Senyuman bahagia tidak pernah hilang dari bibirnya. “Perjuanganku selama lima bulan ini tidak sia-sia. Bayi yang ada di dalam perutku ini menguatkanku saat menjagamu selama ini.”

Baekhyun dibuat terdiam. Ia sungguh tidak mampu menjawab perkataan Sejeong. Sebuah senyuman lemah dan ucapan terima kasih mungkin tidak bisa membalas semua pengorbanannya, tapi Baekhyun  tahu ia akan sangat bahagia dengan perlakuan sederhana itu.

“T-te-ri-ma ka-sih.”

Baekhyun menggenggam tangannya, dan Sejeong kembali terisak di tengah senyumannya. Melihat Sejeong seperti ini, membuat rasa bersalah itu semakin membesar di hati Baekhyun. Ia tidak bisa menyakiti Sejeong lebih dalam lagi dengan mengatakan jika hatinya sudah berpaling pada orang lain yang Baekhyun sendiri tahu yakin keberadaannya nyata atau maya di dunia ini. Satu hal yang bisa Baekhyun lakukan saat ini hanyalah memperlakukannya sebaik mungkin untuk membalas kebaikannya sampai Baekhyun memahami situasi yang rumit ini.

Seminggu berlalu. Kesehatan Baekhyu pulih dengan sangat cepat untuk ukuran orang yang baru saja terbangun dari komanya. Dan selama seminggu ini Baekhyun hidup seperti orang bingung karena masih belum bisa membedakan mana kejadian-kejadian yang nyata dan mana kejadian yang hanya ilusi semata.

Namun satu hal yang tidak bisa Baekhyun elak sama sekali. Hati dan pikirannya masih tertuju pada wanita yang bernama Suzy. Wanita yang dengan mudahnya membalikan hati Baekhyun hanya untuk terus mengarah padanya. Tapi sekali lagi, Baekhyun tidak bisa egois. Meninggalkan Sejeong dan anaknya demi seseorang yang tidak jelas keberadaannya merupakan tindakan pecundang. Dan Baekhyun masih waras untuk tidak menambah daftar nama orang-orang pecundang dengan namanya.

Saat ini Baekhyun tengah duduk di atas kursi rodanya di taman belakang rumah sakit. Dokter sudah mengizinkannya untuk menghirup udara bebas langsung walaupun belum mengizinkannya untuk pulang karena masih ada beberapa rangkaian terapi yang harus Baekhyun lakukan. Sejeong sedang pergi membeli air putih ke kantin meninggalkan Baekhyun sendirian termenung menatap air danau buatan dengan leluasa.

Di sini tidak hanya ada Baekhyun, banyak pasien-pasien lainnya yang juga tengah menikmati udara sore hari di tempat ini. Akan tetapi Baekhyun merasakan kekosongan di jiwanya. Serasa ada yang kurang tapi Baekhyun tidak tahu letak kekurangan itu ada di mana. Tidak lama kemudian Sejeong datang dengan dua botol air mineral di tangannya. Ia mendorong kursi roda Baekhyun ke arah bangku taman yang kosong. Ia duduk di kursi tersebut dan langsung menenggak air yang baru dibelinya. Baekhyun terkekeh ringan melihat betapa kehausannya ia.

Sejeong menceritakan beberapa cerita lucu saat Baekhyun tengah koma. Ini adalah kali pertama bagi Baekhyun dapat tertawa lepas setelah bangun dari komanya. Di tengah Sejeong bercerita, Baekhyun merasakan ada seseorang yang tengah memperhatikannya. Tanpa sepengetahuan Sejeong, Baekhyun mengalihkan tatapannya. Butuh waktu beberapa detik hingga Baekhyun bisa kembali pada kesadarannya.

Menatap wajahnya secara langsung di dunia nyata membuat kilasan-kilasan kejadian di antara keduanya yang terjadi di alam mimpi kembali berputar seperti adegan di film-film. Baekhyun masih bisa merasakan betapa manisnya bibir ranum itu ketika ia kecup. Tidak hanya sampai disitu. Sentuhan-sentuhan jemari Suzy di tubuhnya masih terbayang jelas diingatannya. Bahkan suara desahan dan lenguhan Suzy pun seakan-akan terus menghantuinya. Semuanya terlalu indah untuk dilupakan tapi terlalu sakit untuk diingat.

Entah kenapa hati Baekhyun merasa begitu bahagia dan sakit disaat yang bersamaan. Bahagia karena dia nyata, tapi juga sedih karena ada orang lain yang sedang menatapnya penuh cinta. Terlalu sakit untuk terus melihatnya, Baekhyun pun kembali mengalihkan tatapannya pada Sejeong yang masih asyik berceloteh. Ia tidak tahu jika Baekhyun sudah tidak tertawa bersamanya lagi.

Saat Sejeong menyadari Baekhyun hanya diam saja, Baekhyun pun kembali tersenyum ke arahnya. Serapat mungkin menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya. Diam-diam Baekhyun kembali mengalihkan tatapannya pada wanita yang telah mencuri hatinya itu. Dan pandangan mata keduanya bertemu. Selama beberapa saat hanya saling mengunci pandangan. Memupus perasaan rindu yang entah kapan hadir di hati keduanya. Dan memupuk perasaan cinta yang seharusnya tidak ada.

Seakan sadar apa yang telah dilakukan adalah salah, Baekhyun dan Suzy pun memutuskan tautan matanya. Beralih untuk menatap orang yang ada di samping masing-masing. Memikirkan kembali apa yang sudah dan akan terjadi ke depannya. Semuanya terlalu terlambat untuk kembali bersama. Bagaimana pun juga baik Baekhyun maupun Suzy sudah memiliki seseorang di kehidupan nyata. Mungkin memang inilah jalan yang tepat yang harus keduanya jalani saat ini. Walaupun sesak, Baekhyun dan Suzy akan mencoba mengubur perasaan cinta itu dengan memahami takdir yang telah tertulis di atas sana.

Begitu keputusan sudah diambil, Baekhyun pun menggenggam tangan Sejeong, membuat ia berhenti berbicara dan menatap Baekhyun dengan tatapan bingungnya. Baekhyun pun tersenyum lemah ke arahnya menutupi rasa sesak di hatinya.

“Ada apa?” tanya Sejeong penuh rasa khawatir, walau sedikit tapi Sejeong dapat melihat sebuah luka di mata Baekhyun.

“Maafkan aku.”

Baekhyun bisa melihat Sejeong bertambah bingung saat menatapnya.

“Untuk?”

“Semuanya.”

“Aku tidak merasa oppa pernah melakukan kesalahan padaku.”

Baekhyun kembali tersenyum mendengar jawaban Sejeong yang kelewat jujur.

“Entah kenapa aku hanya ingin meminta maaf padamu.”

Sejeong pun tersenyum manis ke arah Baekhyun. Sebelah tangannya yang tidak Baekhyun genggam, mengelus pipi Baekhyun lembut. “Aku tidak mengerti kenapa kau tiba-tiba meminta maaf padaku, oppa. Tapi asal oppa tahu, tanpa oppa mengucapkannya pun, aku sudah memaafkanmu.”

Baekhyun mengeratkan genggaman tangannya pada Sejeong. Berusaha mencari kekuatan akan keputusan yang telah diambilnya. Semoga ini akan menjadi yang terbaik untuk orang semua. “Aku lelah,” ucap Baekhyun tidak sepenuhnya bohong. Hati, jiwa, dan fisiknya sungguh lelah saat ini. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Sejeong pun mendorong kursi roda Baekhyun meninggalkan taman. Jalan yang ia lewati, ternyata melewati tempat di mana Suzy tengah duduk dengan seorang pria yang tidak dikenal Baekhyun.

Pandangan mata keduanya kembali bertemu. Baekhyun bisa melihat kesedihan di mata indah itu, tapi ia tidak bisa berbuat apapun untuk menghilangkannya. Keadaan mereka terlalu rumit untuk dijabarkan. Jika saja, Baekhyun tidak akan segera menjadi seorang ayah, atau jika saja ia belum menikah, maka dengan senang hati, Baekhyun akan menghapus segala kesedihan itu walaupun ada pria lain di samping Suzy. Ia tidak akan peduli. Tapi semuanya hanya angan semata. Pada kenyataannya Baekhyun tidak berbuat apapun. Terlalu banyak kata jika saja di antara mereka berdua.

Seolah tidak saling mengenal, Baekhyun melewati Suzy begitu saja. Perasaan sesak karena tidak bisa memilikinya masih terasa tapi Baekhyun mencoba untuk menerimanya dengan lapang dada. Tuhan mungkin memang tidak mentakdirkan dirinya untuk bersama dengan Suzy. Entah di dunia mimpi, maupun di dunia nyata, tetap tidak bisa menjadi satu.

Walaupun takdir tidak mempersatukan kita, jauh di dasar hatiku, kau telah menjadi bagian dari diriku. Bagian dari mimpi terliarku yang takkan pernah bisa aku genggam. Tapi hatiku telah menggenggam dirimu. Selamanya.

~ Byun Baekhyun ~

Notes :

Janjiku untuk adanya Baekhyun side akhirnya rampung juga. Aku sempet kehabisan ide, dan pada akhirnya sedikit terlupakan karena terlalu fokus sama cerita yang lain. Aku minta maaf kalo kalian kurang puas dengan part ini, karena saat aku nulisnya juga terasa ada yang kurang. Awalnya aku mau coba pakai orang pertama, tapi pas nulis aku agak kesusahan. Terlalu sering pake orang ketiga jadi pas nulis orang pertama aku agak kaku. Pada akhirnya aku ganti juga ke orang ketiga.

Semoga kalian suka. Untuk My Lady ataupun cerita yang lain, aku ngga bisa janji dalam waktu dekat. Aku mau coba fokus dulu ke kehidupan nyataku.

Sampai jumpa dicerita lainnya.

Regards, Azalea

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] DREAM (Extra Part)”

  1. Dear Sistaa,,teganya kau membolak balikan hatiku kaya tempe yang lagi digoreng :((
    tapi terima kasih sudah mengijinkan otak dan hati berimajinasi lewat dream..:)
    *maaf kalo alay 😀

  2. Author hahahha aku baca lagi lho dream dari awal sampe akhir pas libur ne. Eh sumpah aku lalu liat drama suzy baru judul while you were slepping sumpah kereeennnn bgttt. Kayak hampir sama gitu ceritanya.. yah meskipun cowok nya gak byun baekhyun..tp aku rasa ceritanya mirip2 lah sama ff ni soalnya pas aku liat thiler nya suzy ketemu cowoknya pertama kali lewat mimpi juga. Hahahaha ini keren bgt. Rasa ngebayangin author lagi go internasional. Doa aku sukses selalu buat author dilancarkan idenya tambah buat ff yang makin keren. Pokoknya makasih ya thor udh buat ff dream ne 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s