SADISTIC NIGHT -CH.3 : Destiny P.1- by AYUSHAFIRAA

PicsArt_06-30-08.49.41

`SADISTIC NIGHT`

A fanfiction by AYUSHAFIRAA |

Starring Baekhyun, Kim Yoojung as Kim Yoora, Chanyeol, Sehun, Suho | Supported by D.O, Tao, Xiumin, Kai, Chen, Lay, Lee Pace |

AU, Drama, Fantasy, Romance, Violence |

PG-17/M | Chaptered |

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri yang terinspirasi dari Diabolik Lovers dan berbagai film serta anime yang bergenre fantasy. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan dramatis cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

*Already published since 2015, here.

AYUSHAFIRAA©2015. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

Prev. Night : WAY? P.1 | WAY? P.2 | MS P. 1 | MS P.2

| BAB I ▶ CH. 3 : Destiny P.1 |

Appa, kenapa kau mengirimku ke tempat seperti ini? Tolong aku…. aku ingin pulang….

.

Part 1

.

“Apa kau sudah merasa baikan?” tanya Lay. Lelaki itu baru saja memasuki kamar Yoora dengan membawa secangkir teh hangat di tangannya.

“Aku sudah merasa lebih baik, hanya saja, ketakutan itu masih menghantuiku, Oppa.” Jawab Yoora.

Gadis itu berusaha menyandarkan tubuhnya pada tumpukan bantal sebelum akhirnya mendapat bantuan dari lelaki berlesung pipi itu yang terlebih dulu sudah menaruh cangkir tehnya di atas laci di pinggir kasur Yoora.

“Aku mengerti, tidak usah dipikirkan lagi. Chanyeol mungkin akan segera meminta maaf padamu nanti.”

“Eh? Sejak kapan kau mulai memanggil kami ‘Oppa’?” tanya Lay yang baru tersadar akan panggilan Yoora padanya.

Gadis itu tersenyum, “Semalam, Kai Oppa dan Sehun Oppa yang menyuruhku.”

“Ah, baguslah. Lagipula kami memang sudah sepantasnya mendengar panggilan itu darimu.”

“Sekarang, buatlah dirimu senyaman mungkin berada di keluarga ini. Teruslah berusaha untuk memahami keluarga kami, apalagi sekarang kau sudah tahu kalau kami bukan manusia. Jangan merasa lelah untuk menghadapi sikap kami yang mungkin akan berubah sewaktu-waktu. Kau harus bisa bertahan, oke?

Yoora mengangguk mengerti, membuat lelaki itu semakin terlihat manis dengan menunjukkan lesung pipinya.

Lay membantu Yoora meminum teh hangat yang tadi dibawanya. Pria itu sungguh menunjukkan sikap yang hangat, Yoora sampai merasa kalau dirinya benar-benar seperti sedang bersama dengan kakak laki-lakinya.

“Yoora…” Suho berdiri tepat di ambang pintu kamar gadis itu.

“Ada apa, Oppa?

“Kau tidak lupa akan kesalahanmu, bukan?”

Gadis itu mengerutkan keningnya. Kesalahan? Kesalahan apa?

“Memangnya aku melakukan apa?”

Anak kedua keluarga Lee itu menatap Yoora tajam, lalu berjalan menghampiri gadis itu dan menyentil dahinya keras-keras sampai menimbulkan bunyi seperti tulang yang retak.

“Ah! Sakit, Oppa! Bagaimana bisa sentilanmu terasa sesakit ini?!”

Hyung! Dia baru saja merasa baikan, jangan membuatnya sakit lagi!” protes Lay.

“Aiii, benar-benar! Apa manusia seringkali melupakan kesalahannya sendiri?! Aku menyentilmu dengan keras agar kau bisa ingat.” Suho memandang Yoora dengan tatapan kesal yang dibuat-buatnya.

“Karena kau menyentilku aku jadi tidak bisa berpikir sama sekali!” wajah Yoora kini terlihat mengkhawatirkan, ia terus mengusap-usap bekas sentilan Suho di dahinya yang menyisakan tanda merah.

“Lay-ah, antar dia ke dapur.” Titah Suho.

“Untuk apa?”

“Yak! Tidak bisakah kau langsung mengantarnya saja?!” Suho sepertinya mulai darah tinggi.

“Oke, oke! Aku akan mengantarnya!”

Lay menarik kasar lengan Yoora sampai-sampai gadis itu terpaksa bangkit dari posisinya semula. Yoora menghembuskan nafasnya berat, sepertinya ia memang harus berusaha memahami perubahan sikap yang seolah selalu ‘tiba-tiba’ dari ke-10 lelaki anggota keluarga Lee itu.

Lay membawa Yoora keluar dari kamarnya, menuruni begitu banyak anak tangga dan berakhir di sebuah ruangan besar di belakang rumah mereka, tak jauh dari ruang makan, ya, ruangan dapur.

“Xiumin Oppa?” panggil Yoora sedikit menebak-nebak saat melihat seorang lelaki yang berdiri membelakangi mereka, sibuk memotong sesuatu. Apa lelaki itu sedang memasak makan siang?

Lay melepaskan tangan Yoora dari genggamannya, lensa matanya yang berwarna hijau terang itu terlihat semakin bercahaya.

“Oppa, kau kenapa?” tanya gadis itu setelah melihat keanehan di diri Lay.

Lelaki yang tadi membelakangi mereka akhirnya membalikkan tubuhnya, memperlihatkan dirinya yang sedang asik menjilati darah di bagian kaki bangkai ayam yang dipegangnya. Lelaki itu ternyata memang benar Xiumin. Xiumin menggunakan taringnya untuk merobek bagian perut bangkai ayam tersebut, sementara itu matanya yang berwarna biru kehijauan tak kalah terangnya dengan mata Lay yang saat ini bergerak menghampirinya dan mengambil beberapa potongan dari bangkai yang sama.

Mual, Yoora benar-benar mual. Yoora tak bisa menahan dirinya untuk tidak muntah saat melihat hal itu terjadi di depan kedua matanya. Xiumin dan Lay, meminum darah dari bangkai hewan?

Xiumin memandangnya sinis, lalu melempar bagian kaki bangkai yang tadi dipegangnya tepat masuk ke dalam tempat sampah. Mulutnya yang terlihat belepotan dengan darah saat itu tak ia bersihkan, sengaja.

“Apa kau sedang mencoba membuat kami tersinggung?” tanyanya. Lelaki itu kemudian berjalan mendekati Yoora yang masih terlihat begitu mual. Gadis itu terpojokkan ke dinding.

“Maafkan aku, Oppa.” Mata gadis itu berair, mungkin efek dari mualnya.

Xiumin terus mendekatkan wajahnya ke wajah Yoora, yang secara tak langsung memaksa gadis itu untuk melihat sisa-sisa darah di sekitar mulutnya.

“Hentikan, Oppa! Itu sangat menjijikan!”

PLAK!

Tangan Xiumin berhasil menampar keras pipi Yoora. Dalam sekali tamparan, dapat terlihat jelas lukisan tangan Xiumin di pipi gadis itu. Merah, benar-benar merah.

“Coba katakan itu sekali lagi?”

“Itu… menjijikan, Oppa.” ucap Yoora dengan bibir gemetar, rasa sakit di pipinya membuatnya tak mampu untuk menahan airmata. Ucapannya itu justru malah semakin membuat amarah Xiumin meledak-ledak, tak hanya Xiumin, Lay pun merasa terhina mendengar ucapannya.

BRUK!

Tangan kekar Xiumin mendorong kasar tubuh Yoora hingga terjatuh, hingga gadis itu merintih kesakitan dibuatnya.

“Sebelumnya, tidak pernah ada yang berani menghina vampir kelas A seperti kami.” Lay menuangkan darah hewan yang tadi ke dalam sebuah gelas besar, ia terlihat sangat haus akan darah itu. Hal itu dapat ditebak hanya dengan melihat ekspresi wajahnya dan lidahnya yang terus menjilat-jilati taringnya sendiri.

“Kau, kaulah yang pertama yang berani menghina kami. Kau sangat berani menghina minuman utama kami.” Xiumin mencengkeram dagu Yoora, taring tajam miliknya dapat terlihat jelas saat ia berbicara.

“Dengar, minuman utama kami sama sekali tidak menjijikan, Yoora. Kau mau mencobanya?” lelaki yang sudah selesai menuangkan darah hewan ke gelasnya itu lalu berjalan mendekati Yoora dan Xiumin. Rasa haus mereka memang sudah tak tertahankan, tapi pikiran mereka seketika terhubung untuk bermain-main sebentar dengan gadis itu.

“Tidak, Oppa! Aku tidak mau!” tolak Yoora. Ia tidak bisa apa-apa lagi sekarang, Xiumin menjenggut rambutnya kasar, memaksa kepalanya untuk menengadah ke atas dan tetap mencengkeram dagunya.

Lay setengah berdiri, bertumpu pada lutut kakinya, lalu mengedipkan mata kirinya sebagai kode pada kakak tertuanya itu. Xiumin menyeringai, mengerti.

“Kalau kau tidak mau, maka biarkanlah kami menunjukkan padamu bagaimana cara menikmatinya. Ini akan sangat mengasyikan, dan membuatnya terasa lebih nikmat lagi.” bisik Xiumin.

Oppa, apa yang akan kalian lakukan?!” mata Yoora terbelalak setelah melihat Lay mengangkat gelas berisi darah itu di atas tubuhnya. Perlahan tapi pasti, lelaki itu menumpahkan cairan kental berwarna merah pekat itu ke tubuh Yoora yang berada di bawahnya, tak hanya tubuh Yoora, wajah Yoora pun ikut terkena cipratan cairan merah tersebut.

Gadis itu menatap nanar tubuhnya yang kini sudah bermandikan cairan merah berbau anyir tersebut, selain menangis, ia tak bisa membuka mulutnya lagi. Bibirnya terlalu kelu, hanya untuk memohon belas kasihan dari kedua lelaki itu pun tak bisa, apalagi untuk berteriak meminta tolong pada yang lainnya.

Appa, kenapa kau mengirimku ke tempat seperti ini? Tolong aku…. aku ingin pulang….

Xiumin dan Lay mulai menggila, rasa haus mereka tak lagi bisa ditahan. Mereka menjilati darah yang membasahi baju dan rok pendek yang dipakai Yoora dengan penuh nafsu, memberikan sensasi yang menggelikan sekaligus menyakitkan bagi gadis itu mengingat lidah mereka yang tak kalah tajam dari taring yang mereka miliki.

Setetes demi setetes airmata Yoora jatuh dari pelupuk matanya, berhasil lolos tanpa tertahan sedikitpun. Meskipun kedua lelaki itu tak menancapkan taringnya seperti yang dilakukan Baekhyun padanya dini hari tadi, dengan menjilati tubuhnya seperti ini, ia merasa seperti dirinya benar-benar menjadi gadis rendahan sekarang. Sakit, hatinya lagi-lagi terluka oleh para lelaki yang ada di keluarga ini.

PRANG!

Kedua lelaki itu seketika menghentikan aktifitas yang sedang mereka lakukan. Rasa takut Yoora pun menghilang entah ke mana saat dirinya mendapati Baekhyun sedang berdiri di ambang pintu dapur itu sambil menyunggingkan senyum, ya, walaupun senyuman itu terlihat sedikit dipaksakan.

“Maaf, Hyung. Aku tak sengaja menjatuhkan gelasnya.” Ucap Baekhyun dengan ekspresi wajah tak berdosa.

“Cih, mengganggu suasana saja.”

Xiumin dan Lay yang merasa sudah tak nafsu lagi untuk menjilati darah di tubuh Yoora itu pun pergi setelah membersihkan mulut mereka, meninggalkan Yoora yang masih terlentang di lantai dan menitikkan airmata.

Baekhyun meraih tubuh Yoora, membantu gadis itu untuk bangkit dari posisinya. Kedua matanya memandangi tubuh kotor gadis itu tanpa merasa jijik. Tangan Baekhyun perlahan mengusap wajah Yoora, lembut. Wajahnya yang terkena cipratan darah, pipinya yang memperlihatkan bekas tampar tangan yang menyakitkan, serta dagu yang terlihat membiru bekas cengkeraman tangan yang begitu kuat, Yoora pasti sangat menderita.

“Kau harus segera membersihkan dirimu, setidaknya agar dirimu bisa merasa nyaman jika dipandang oleh saudara-saudaraku.”

Lelaki itu membalikkan tubuhnya, hendak berlalu meninggalkan gadis yang saat ini masih terus menatapnya dengan mata berair.

“Jangan menangis. Jangan pernah berpikir untuk pergi, karena aku tidak akan pernah membiarkanmu melakukannya lagi.”

♥♥♥

♫ … Binnaneun geotdeureun manha
Geu ane jinjjareul bwabwa
Call me baby, Call me baby
Call me baby, Call me baby
(You know my name girl)
Neol hyanghae keojyeogan maeuma
Neo malgon geu muneul dada
(You know I’m here girl)
Call me baby, Call me baby
Call me baby, Call me baby
Myeot beonirado Call me girl … ♫

Lagu ke-10 lelaki itu diputar sebagai backsound saat mereka melakukan pemotretan di sebuah studio foto untuk majalah ternama di Korea. Mereka melakukannya dengan sangat profesional. Bau-bau monster penghisap darah tak tercium dari mereka, saat ini mereka hanya terlihat sebagai mega bintang pada umumnya.

Yoora duduk di sebuah kursi sambil mengamati jalannya pemotretan yang ke-10 member EXO itu lakukan. Setelah beristirahat di rumah selama 3 hari dan tak mau diganggu oleh siapapun, akhirnya gadis itu bisa kembali membiasakan diri dengan seluruh anggota keluarga Lee. Dengan memandang mereka di saat seperti ini, rasanya sangat berbeda. Chen tak lagi terlihat memegang boneka bebek ungu kesayangannya, Chanyeol juga tak lagi mengalungkan headphone di lehernya, dan Dio, terlihat tersenyum manis tak seperti biasanya.

Sementara itu, Baekhyun terlihat serius selama sesi pemotretannya berlangsung. Keseriusannya itu membuat hasil fotonya terlihat lebih bagus dari yang lain, menciptakan imej ‘pria dingin’ di antara member lainnya. Foto-foto Baekhyun saat itu memperlihatkan dirinya yang tak menatap ke arah kamera, beberapa pose yang sebenarnya memang sudah sering digunakan oleh artis-artis lain. Tapi yang ini berbeda, Baekhyun tidak benar-benar menggunakan pose itu. Dirinya sedang memandang gadis yang menduduki kursi di sudut ruangan. Ya, Yoora.

Apa yang kau lihat? Kenapa kedua matamu yang indah itu tak henti-hentinya melihat ke arah Dio dan tak melihat ke arahku?, gundah Baekhyun dalam hatinya saat mendapati pandangan Yoora hanya tertuju pada Dio untuk beberapa lama.

“Ya! Kerja Bagus, Baekhyun-ssi! Bagianmu sudah cukup sampai di sini, foto-foto yang luar biasa!” puji sang juru potret.

“Terimakasih. Anda juga sudah bekerja keras.” Balas Baekhyun dengan senyuman khas di bibirnya.

Lelaki itu membungkukkan badan sebagai wujud terimakasihnya dan menebar senyum pada semua kru yang sudah bekerja seharian dan membantunya itu. Namun, saat ia kembali memandang ke sudut ruangan, gadis itu sudah tak lagi duduk sendirian.

“Chanyeol…” senyuman Baekhyun memudar, Chanyeol lah yang kini duduk menemani Yoora.

“Maafkan aku, Yoora. Aku sudah keterlaluan padamu.” Ucap Chanyeol dengan raut wajah menyesal. Kata-kata itu terdengar sangat tulus dari dalam hatinya, Yoora yakin itu.

“Apa kau mau memaafkanku?”

Yoora menatap mata Chanyeol dalam-dalam. Lelaki pertama yang ia temui di rumah keluarga Lee itu, Lelaki tampan berkulit pucat dan dingin yang memakai headphone saat tertidur, berlensa mata merah seperti darah, lelaki yang bersikap kasar namun sedetik kemudian bisa menjadi lelaki yang sangat lembut dan menggemaskan, lelaki yang jika marah dapat menghancurkan segalanya, dan juga, lelaki yang pernah benar-benar menyiksanya sampai rasanya ia akan mati saat itu juga, ya, itulah Chanyeol.

Bisakah aku memaafkan lelaki ini?, batin Yoora kebingungan, tapi ia sangat yakin, Chanyeol benar-benar tulus.

“Kenapa rasanya begitu sulit bagi manusia untuk memberikan maaf kepada orang yang pernah melakukan kesalahan pada mereka? Mereka ingin dimaafkan, tapi mereka sendiri tidak mau memaafkan orang lain. Bukankah itu benar-benar tidak adil?” Chanyeol menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi, ia sedikit putus asa, mungkin gadis itu memang tidak mau memaafkannya.

“Aku memaafkanmu.”

“SUNGGUH?!” lelaki itu tampak senang saat mendengar Yoora memaafkannya.

“Hanya saja,” Yoora menggantungkan kata-katanya. Ia menunduk.

“Aku takut, takut kau akan kembali menjadi jahat dan menakutkan.”

“HA!” teriak anak ke-8 keluarga Lee itu di depan Yoora dan Chanyeol yang berhasil membuat keduanya terkejut bukan main. Anak nakal yang sudah bukan anak kecil lagi itu hanya tertawa melihat reaksi Yoora dan kakaknya yang sangat mengocok perut.

“Yak! Apa yang kau lakukan?!” tanya Chanyeol dengan volume suaranya yang keras. Dengan mendengarnya saja, semua bisa menebak kalau Chanyeol pasti sudah dibuat kesal oleh sang adik.

“Kalian berdua kelihatannya terlalu serius, jadi aku datang untuk mencairkan suasana. Haha.”

“Apa yang sedang kalian lakukan?” lanjut Tao memasang wajah penasaran sambil mengunyah permen karet.

“Tidak ada.” Jawab dua orang yang sedaritadi duduk bersebelahan itu bersamaan. Hal itu membuat mereka saling bertatap aneh satu sama lain.

“Aiii, lucunya. Kalian terlihat cocok sekali.”

“Cih, apanya yang cocok?” cibir Baekhyun serasa dalam hati tapi tanpa ia sadari terucap juga di bibirnya. Perhatian Tao, Yoora, dan Chanyeol otomatis tertuju pada Baekhyun, mereka menatap lelaki itu dengan tatapan bingung, namun sedetik kemudian Tao tertawa geli.

“Apa maksudmu, Hyung? Apa kau keberatan dengan kata-kataku?”

“Kenapa? Memangnya aku bicara apa? Aku tidak bicara apapun.” Ucap lelaki itu yang masih belum sadar akan cibirannya yang tak sengaja terucap itu.

“Haha, sudahlah.”

“Apa yang sedang kalian bicarakan? Sepertinya seru sekali.” Tanya Xiumin yang menghampiri mereka, disusul sang leader dibelakangnya, Suho.

“Tidak ada.” Jawab ke-4 orang ―Chanyeol, Yoora, Baekhyun, dan Tao― itu dengan kompak. Mereka berempat akhirnya tertawa menyadari hal itu.

“Hm, kalau memang tidak ada yang kalian bicarakan, bagaimana kalau kita membicarakan sesuatu hal seperti…. Jalan-jalan? Belanja? Sesuatu hal seperti itu.” Ucap Suho sambil mencoba menyembunyikan senyumnya.

“Ah, Hyung! Apa kau akan mengajak kami untuk melakukan semua itu? Jalan-jalan? Belanja? Makan? Huwaaaaa~ Ayo kita pergi, Hyung! Ayo!” Tao menarik-narik tangan Suho, manja.

Hyung, apa benar begitu? Kita akan belanja?!” tanya Chanyeol antusias.

“Ayo kita makan! perutku sudah memanggil~” ucap Baekhyun sambil mengusap-usap perutnya.

Pembicaraan mereka terus berlanjut. Sehun, Kai, Lay, Dio, dan Chen datang bersamaan dan langsung ikut larut dalam pembicaraan seru yang lainnya. Yoora tersenyum menyadari sikap ke-10 lelaki bersaudara itu yang lain dari biasanya. Mereka terlihat begitu akrab, tidak seperti yang Yoora kira kalau mereka adalah saudara yang tidak akrab satu sama lain. Mereka semua terlihat bahagia.

“Yoora, kau ikut juga kan?” tanya Lay, ke-9 saudaranya yang lain ikut menatap gadis itu.

“Ye? Uhm…” gadis itu terlihat berpikir, apa tidak apa-apa kalau ia ikut masuk dalam ‘waktu bahagia’ ke-10 lelaki itu?

Chanyeol merangkul Yoora dan tersenyum. Senyumannya itu mampu membuat Yoora kehilangan akal untuk beberapa saat sebelum akhirnya tersadarkan oleh siulan dari Chen yang bermaksud menggoda mereka berdua.

“Apa salahnya untuk ikut? Kau juga tidak akan mau kan kalau kami tinggalkan sendirian di rumah?”

“Ah, iya. Suho Hyung! Yoora tidak punya dress lagi untuk dipakai saat makan malam bersama kita, selain itu pakaian yang memenuhi lemarinya juga sudah pasti tidak akan kau sukai jika kau melihatnya, Hyung.” Ucap Sehun blak-blakan tanpa memikirkan apapun.

“Benarkah begitu, Yoora? kalau memang benar seperti itu, masing-masing dari kami harus membelikan beberapa pakaian yang pantas untukmu.”

Yoora terdiam dalam senyuman kakunya. Dalam hatinya, ia bertanya-tanya. Apa pakaian yang dipakainya pun harus selalu menuruti selera Suho? Apa yang akan terjadi kalau dirinya memakai pakaian yang tidak disukai Suho? Apa Suho akan menghukumnya? Entahlah. Ia tidak akan pernah mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu, karena pertanyaan-pertanyaan itu tidak berani untuk ia ungkapkan.

Hyung~~~ kapan kita akan berangkat?” tanya Baekhyun tak sabaran.

Suho tertawa, “Ayo kita pergi sekarang!~

♥♥♥

Ke-10 lelaki anggota keluarga Lee beserta seorang gadis yang baru masuk ke keluarga mereka itu pun mulai berpencar menjelajahi setiap toko yang ada setibanya mereka di suatu pusat perbelanjaan ternama di Korea Selatan. Mereka semua terlihat sibuk memilih barang-barang yang menarik perhatian mereka. Tak lupa, masing-masing dari ke-10 lelaki itu pun harus ikut membelikan beberapa pakaian untuk Yoora, gadis yang kini sedang bersama mereka, sesuai perintah Suho sebelumnya.

Hyung, bukankah ini terlihat bagus untuk Yoora?” tanya Tao pada Lay yang berada di sampingnya, ia menunjukkan sebuah dress selutut berwarna krem polos yang dilengkapi ikat pinggang.

“Pilih saja sesuai keinginanmu. Jika kau suka, tinggal kau beli.” Jawab Lay yang sama sekali tidak melihat ke arah dress yang dipegang Tao. Anak ketiga keluarga Lee ini sibuk dengan dirinya sendiri, ia kebingungan memilih dress mana yang cocok dipakai oleh gadis seperti Yoora.

“Yak, Hyung! Aku kan tidak membeli dress ini untukku sendiri. Ini untuk Yoora! Bagaimana aku bisa tahu kalau gadis itu akan menyukai pilihanku?!”

“Kau pikir aku tahu? Aku juga tidak tahu, Tao-ya.

“Baiklah! Baiklah!” ucap Tao lalu memanyunkan bibirnya.

….

Hyung, apa topi ini cocok untukku?” tanya Chanyeol pada Suho sambil memandang pantulan dirinya di cermin panjang yang tersedia di sebuah toko pakaian dan aksesoris.

Suho tidak menjawab. Lelaki itu terlihat sedang bercanda tawa bersama Baekhyun saat memilih-milih kacamata dengan berbagai macam bentuk yang sangat unik.

Hyung?

Chanyeol menundukkan kepalanya, sedikit cemburu dengan kedekatan Suho dan Baekhyun. Dirinya merasa seperti tidak lagi dipedulikan oleh kakaknya yang satu itu. Ia melepas topi yang tadi dicobanya dan keluar dari toko itu sendirian.

Dengan perasaan yang masih bergelut, lelaki itu berjalan sendirian mencari saudaranya yang lain. Setelah beberapa lama berjalan sendirian, akhirnya langkah kaki panjangnya membawa lelaki itu masuk ke salah satu toko pakaian dan aksesoris lainnya yang ada di pusat perbelanjaan tersebut. Ia tersenyum, perasaannya sedikit membaik setelah melihat Yoora dan Sehun sedang asik belanja di toko yang sama.

Hyung, kau di sini juga?” tanya Sehun yang menyadari kehadiran Chanyeol. Sapaan Sehun pada Chanyeol itu juga membuat Yoora membalikkan tubuhnya dan tersenyum pada lelaki yang baru saja datang itu.

“Kau di sini bersama Yoora?”

“Iya.” Jawab Sehun sedikit canggung.

“Hanya berdua?”

“A-ah…”

“Ah, kami tadi bersama Chen Oppa. Tapi akhirnya, dia memilih untuk pergi ke toko boneka dan meninggalkan kami berdua di sini.” Jelas Yoora yang juga terlihat canggung.

Kecanggungan itu berhasil ditangkap oleh Chanyeol. Sesaat sebelum Sehun menyadari kehadirannya, ia tidak melihat ada kecanggungan sedikitpun antara Yoora dan Sehun. Mereka terlihat tertawa bersama seperti tak ada jarak di antara mereka. Tapi kenapa suasana di antara mereka mendadak terasa berbeda?

“Apa kalian tidak keberatan kalau aku di sini bersama kalian?” tanya Chanyeol akhirnya.

“Kenapa bertanya seperti itu, Hyung? Tentu saja kami tidak keberatan.” Sehun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil tertawa garing.

“Ah, Hyung. Apa kau sudah membelikan dress untuk Yoora?”

“Masih belum. Aku sibuk memilih untuk diriku sendiri.” Jawab Chanyeol.

Sehun menahan tawanya,

“Maksudmu, kau sibuk memilih dress untuk dirimu sendiri, Hyung?

“Aiii, kau ini benar-benar! Tidak mungkin aku seperti itu.”

Sedikit candaan Sehun itu akhirnya bisa merubah suasana yang tadinya canggung menjadi santai. Yoora tersenyum sambil bersyukur dalam hatinya, kalau bukan Sehun, pasti dirinya sudah mati kutu dan salah tingkah menghadapi Chanyeol.

“Bagaimana, Hyung? Dress-dress ini sangat cocok untuk Yoora bukan?”

Sehun memperlihatkan beberapa dress yang sudah ia pilih untuk Yoora pada Chanyeol, beberapa dress itu terlihat memiliki motif yang sama, yaitu motif bunga-bunga dengan warna berbeda.

“Apa kau juga berpikir begitu, Oppa? Sehun Oppa tetap bersikeras akan membelikan dress ini untukku dengan alasan dress ini pasti akan disukai oleh Suho Oppa, padahal aku sama sekali tidak menyukainya. Itu bukan gayaku.” Celoteh Yoora sambil memanyunkan bibirnya.

Oppa? Panggilan itu terdengar sangat aneh di telinga Chanyeol. Walaupun ia sudah banyak mendengar panggilan itu dari beberapa penggemar dan beberapa wanita yang dekat dengannya, tapi mendengar panggilan itu langsung dari mulut gadis di hadapannya entah kenapa terasa begitu lucu baginya.

“Yak, kau! Aku yang paling mengetahui selera Suho Hyung! Suho Hyung pasti akan menyukainya jika kau mau memakainya! Suho Hyung hanya menyukai gadis yang feminim, kau tahu!”

Chanyeol meninggalkan dua orang yang sedang berdebat ringan itu untuk mencari dress yang cocok untuk Yoora. Sebuah dress selutut berwarna putih dengan bordiran dan ornamen-ornamen cantik berwarna hitam yang menghiasi dress itu pun menarik perhatian Chanyeol. Pertama kali melihatnya, ia langsung membayangkan betapa cantiknya Yoora jika memakai dress itu dan menemani dirinya setiap kali ia bermain piano.

unnamed (23)

Ah! Pikiran apa itu!, celetuknya dalam hati.

Aku hanya perlu membelikan setidaknya sebuah dress untuk Yoora, itu saja. Kenapa pikiranku jadi ke mana-mana?

Chanyeol memanggil seorang gadis yang bekerja di toko itu untuk membungkuskan dress yang akan ia beli ke dalam sebuah kotak dan tas plastik. Chanyeol membeli dress itu menggunakan uangnya sendiri, sama sekali tidak terpikirkan olehnya untuk membeli dress itu di bawah black card atas nama kakaknya, Suho, seperti yang biasa ia lakukan sebelum-sebelumnya.

Selesai melakukan pembayaran dengan kartu kredit miliknya, ia terus tersenyum geli, jika orang-orang tidak tahu kalau ia adalah member EXO, mungkin ia akan disangka gila karena senyuman-senyuman gelinya itu.

Ia memberhentikan langkahnya, pemandangan di depannyalah yang memaksanya untuk tidak bergerak lebih dekat lagi. Ia meremas tas plastik berisi kotak dress yang baru saja dibelinya, sungguh suatu pemandangan yang sangat menyakitkan untuk ia lihat saat ini.

Di depan kedua mata Chanyeol yang membulat, Sehun tampak mencium bibir gadis yang sejak tadi bersamanya. Ya, Yoora.

wp-1500109685048.png

58 tanggapan untuk “SADISTIC NIGHT -CH.3 : Destiny P.1- by AYUSHAFIRAA”

  1. Sikap nya bener bener bisa gonta ganti secepet itu yak. Dan yoora sabar banget sih, knppp!?!? Hebatt.
    Kak aku mau lanjut baca sampe selesai nanti untuk minta pw nya jangan lama ya jawabnya hehehehhe😘

  2. adegan umin.lay nyeremin thor ;’v kebawa mimpi nih ntar malem xD sehun gitu amat yak, maen nyosor cyiinn~ seru thor ah crtanya..penasaran daku ><

    1. Buset wkwk kalo bisa jangan sampe kebawa mimpi yaaa bahaya wkwkwkw 😂😂😂 nah kalo bagian sehun boleh dah tuh dibawa mimpi XD /plak😂🔪/ maaf baru sempet bales komentarnya ㅠㅠ

    1. Maksudnya Suho mah biar Yoora bisa bantu2 gitu di dapur, dia kan ngelakuin kesalahan jadi dihukum XD eh taunya di dapur malah bertemu Xiumin :’) Kan umin sama lay vampir kelas A, dan gak suka dihinahina :””‘”

  3. Sumpah lay sama xiumin serem banget tuh. Tapi kenapa jadi begini yah ceritanyaaaa wkwkwk yoora diperebutkan wkwkwk apalagi kaget banget pas di terakhir yoora dicium sama sehun wkwkwk penasaran parah sama lanjutannyaa

    1. Maklum vampir kelas A gak suka dihina-hina :’) Iya memang begini ceritanya wkwk maapin kalo gak sesuai ekspektasi xD Heeum karena yg mereka temuin sehari2 cuma Yoora di rumah itu jadinya timbullah benihbenih cinta /plak😂🔪/ wkwk Sehun mah gitu da suka main nyosor2 aja 😂😂😂✌

  4. Agak jijik sih pas bagian xiumin 😣😣😣padahal dia bias akuh yang paling ak cintain#apasih??
    Yoora, kalau kamu gak kuat tinggal sama mereka
    Ak siap gantiin kamu kok#eehh😂😂😂

    1. Jijik ya? Sama aku juga jijik pas nulisnya wakakak maapin 😂 oh jadi bias kamu xiumin, waduh parahparah suka sama mr. Xiumin yg udah jadi vampir kelas A wkwk 😱🔪 buahahah yakin siap nih? 😂 siap disiksa juga kayak Yoora? 😂

  5. Hi hello, well aku pendatang baru nih hahaha first ff yg aku baca disini , sadistic night, pas banget lagi nyari ff ttg fantasy vampire, and i think this is the best ff ’bout vampire that i’ve ever red before+exo ot10 :’)
    goodluck buat author nya, semangat terus buat up ff demi reader disini yah hahaha
    *btw bagian yoora+exo belanja, jadi inget exo showtime part ceye ultah deh :’) ,just my opinion hahaha
    fighting !!!

    1. Hello Hi^^ Welcome to our beloved EXOFFI hehe 😍 Alhamdulillah kalo ff ini bikin kamu tertarik untuk baca^^ Yup, kebetulan sekali aku juga suka untuk publish ff fantasy berbau vampir gitchu hehe, thankseuuu kalo kamu berpikir seperti itu tentang ff ini alhamdulillah wkwk 😂
      Makasih, iyasiip unchhh pasti semangat update kok kalo emang banyak yg minat untuk baca + meninggalkan jejak hehe 😍😍
      Yup betul sekali, aku emang terinspirasi dari exo showtime juga wkwk cuma beda suasana aja :v
      Makasihh yaaa unch unch 😍😍😘

  6. Apalagi ini yatuhaaaan???? Kenapa jadi yoora enak banget Udah di cium baekhyun, sekarang di cium sama sehun !! Oh my goddd… aku juga mau 😅
    Kayanya satu persatu mulai suka sama yoora deh atau begimana nih ya?? Bingung juga sih sama percintaannya

    1. Apa lagi cobaaa 😆 sabar sabar ini ujian 😂 Jadi Yoora enak? Hmmm kayaknya harus dipikir2 lagi deh, gak seenak itu kok 😂 Bibir Yoora bekas cogan semua :v Buahaha makanya daftar jadi cast sadistic night wkwk sapa tau dijatahin satu cogan /plak😂
      Enaknya begimana ya? 😆 bingung? Hmmm ini belum apa2, ke depannya insyaallah lebih ngebingungin lagi mueheheh :3

  7. Ini apppssssaaaahhhh lagii????😂
    Sehun kiss sma yoora?? Kmren baek udh leher, sehun bibir, chanyeol apaan??😂😂

    Sumpahhh ini epep bkin hatiku selalu potekk disetiap endingnyaaa😭😭 tbc rada2 tak pass gityuhh😂😂, kenapa ens pas kiss cobakk?? Kenapahh?? /PLAKK/

    Btw ini kisah cintanya rumit amet yah, btw jdi yoora enakk juga /PLAK/ 😂😂

    Semangattttt yahhh :*

    1. Apsah coba apsah 😂😂😂 Yoora mah gitchu, menang banyak /plak😂/ Baek dapet leher, Sehun dapet bibir, Chanyeol dapet apa yaaa unchhh 😆

      Ada bunyi kretek-kretek gitu ya tiap end? 😂 kan biar pada makin penasyaran 😆😆 Kenapa end pas kiss? Biar Sehun sama Yoora ciumannya lama sampe seminggu dan Chanyeol sakit hatinya juga seminggu /plak😂🔫💣

      Huwah ini sih belum ada apa-apanya, orang masih chapter 3 😂 kesanakesananya insyaallah lebih rumit lagi /plak😂/ enggak kok, jadi Yoora gak seenak itchu :’)

      Makasih yaaahhh unchh unch😚😍

    1. Bingung kenapa 😔 maapin ya si ayu mah emang paling suka bikin bingung orang da /plak😂
      Yaampun 😰 nggak gitu kok, Yoora mah baik baik aja cuma vampir-vampir itunya aja yg suka nyosor2 ke dia duluan wkwkwk 😂

  8. Andwe…… sehun ahh,, yaa! Neo!!😡😡😩 Syudah lah rani,,apalah aku yg bagaikan kremesan renginang😢😢😦😂🔪

    Sumpah kak, kenapa tbc dulu sih😭😭,, eh, tapi gapapa deng, jadi bagian kissing nya kepotong😂 eh tapi ntar malah penasaran,, waa😭😭

    Yg sabar ya ceye,, gue juga poteq kok baca sehun-yoora😢 tapi kutil dugong kek gue bisa apa☺☺😢 sebenernya gue sedih ga pas partnya sehun-yoora aja sih,, yoora-all member malah😂 kalo bisa gue berharap kak ayu mengangkat ku ke ep ep ini😂 *berat lu diangkat angkat😂* jadi PHO pun aku siap kak, yg penting ada part gue sm all member😂😂🔪

    Liat aja dah sehun,, pulang pulang lu gue kacangin😡 liat aja pembalasan baek😋😏😏

    Cimol kuhh😚 kamu senyum juga akhirnya waa❤❤❤ O iya kak, cimol itu kyungsoo kak😂😂 maklum lah kak,, kan istri sama suami harus ada panggilan sayang😂😂 *dibakar

    Fighting kak ayuuu😚😚❤❤❤❤❤❤❤

    1. Buahahaha xD Sehun main nyosor2 anak orang aja ya 😂 dat kremesan renginang plz 😂😂😂😂😂🔫💣

      Tbc dulu ya biar bagian kissingnya gak jelas /plak😂/ etapikan Sehun-Yoora jadinya ciuman selama seminggu 😂🔫

      Ceye aja yg ganteng poteq xD yaampun ya allah astagfirullah, kutil dugong itu macem apa coba 😂😂 keknya semua adegan Yoora ft. EXO sungguh menyakitkan hati wkwkwk 😆 yaudah buruan daftar gih jadi cast epep ini biar bisa diangkat(?) /plak/ sapa tau dapet gigitan manja dari vampir ganteng cyatcyattcyattt 😂😂😂 PHO ya allah 😂 jangan gitchu, nanti banyak hatersnya lho /bodoamatyuygpentingsamamembexo😂

      Liat aja hun, nanti dilemparin sejuta kacang 😂

      Oh oh gitchu, oh jadi cimol itu si dio xD tak kirain Chanyeol, ada C sama Ol Ol nya gitukan /plak😂/ Senyumnya juga depan kamera doang si kyungchu mah 😆 heleh-heleh, ternyata diamdiam kyungchu udah punya istri toh 😂🔫💣

      Makasih sayangkohhh unch unch unch 😚😚😚😍😍😍

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s