[FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 12 — IRISH’s Tale

|   Depression (눈물병)   |

|   based on CLC`s Song Title   |

— Depression`s Prompt Ficlet Fiction(s) —

|   Tao   x  Xuan Yi   |

|   Melodrama x Life x Surrealism   |   Ficlet   |  Teenagers   |

2017 © Little Tale Created by IRISH

‘I need to forget you’

Related to: 15 | 610 | 11

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Kalau Xuan Yi boleh memilih, dia mungkin ingin terlahir kembali. Tidak sebagai seorang Xuan Yi, gadis manis berambut sebatas bahu yang dicintai semua orang karena kelakar baiknya, tapi dia ingin terlahir sebagai Xuan Yi yang bisa membuat Huang Zi Tao jatuh cinta padanya.

Sebab, bagi Xuan Yi percuma semua rasa cinta yang dia terima dari orang-orang yang mengaguminya maupun menyukainya karena dia baik hati, percuma saja, Tao tidak mencintainya.

Keduanya saling mengenal satu setengah tahun lalu, saat Tao secara tidak sengaja telah berhasil membuat Xuan Yi terbangun dari hidup yang dipikirnya sudah hancur dan tidak berguna. Tao juga yang telah mengubah kehidupan Xuan Yi hingga jadi sesempurna saat ini.

Siapa yang tidak kenal pada Xuan Yi, si cantik serba sempurna yang dicintai semua orang itu? Tapi sayang, Xuan Yi malah tidak bisa mencintai orang yang ingin dia cintai.

“Cinta itu tidak perlu memiliki, cukup melihat kebahagiaan orang yang kita cintai saja sudah bisa jadi kebahagiaan untuk kita juga,” pernah Tao memberitahu Xuan Yi begitu, dan Xuan Yi juga mengatakan hal serupa pada teman-temannya yang membutuhkan nasehat perihal cinta.

Tapi sebenarnya Xuan Yi sendiri tidak ingin menerima kalimat itu. Bagi Xuan Yi, untuk apa mencintai kalau tidak bisa memiliki? Hanya mencipta sakit hati saja. Sayang, Xuan Yi tidak punya kesempatan untuk mengajukan protes itu pada Tao.

Pemuda yang telah membuat Xuan Yi tergila-gila itu terlalu sibuk dengan kehidupannya, dia sibuk membenahi kehidupan yang beberapa tahun lalu sudah hancur karena kedua orang tuanya. Dan bisa Xuan Yi katakan dengan bangga, kalau dia juga telah membantu Tao bangun dari keterpurukan mengerikan yang setahun lalu menelan Tao.

Keduanya adalah orang-orang yang putus asa, keduanya adalah orang-orang yang menginginkan cinta, tapi malah tak bisa mencinta. Tidak, kalau bagi Xuan Yi kesempatan lah yang jadi masalah. Maka bagi Tao hatinya lah masalah itu.

Sejak kehancuran menginjak kehidupannya satu setengah tahun yang lalu, hatinya sudah menghapus kata cinta, sudah melupakan rasa mencinta, sudah menolak rasa ingin mencinta itu sendiri.

Tao telah menutup dirinya rapat-rapat dari cinta, padahal dia sebenarnya menerima banyak cinta dari orang-orang di sekitarnya. Memilih untuk bersembunyi daripada menerima cinta itu, Tao akhirnya menemukan dirinya telah sendirian, lagi.

Oh, ada Xuan Yi tentu saja, yang selalu mengawasi dan menemaninya dalam diam.

Tapi bukan berarti mereka bisa bersama.

“Ah, tidak terasa aku sudah hidup bersamamu selama hampir dua tahun lamanya, Xuan Yi.” Tao menggumam, ia kemudian meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku sebab terlalu lama menekuni pekerjaannya.

Xuan Yi sendiri memilih bungkam, sedikit pun tak merasa nyaman kalau harus membahas perkara waktu bersama dengan Tao. Dia tahu waktunya tidak banyak, Xuan Yi tahu benar itu. Tapi bukan berarti Tao lantas bisa seenaknya bicara tentang waktu bersama gadis itu, bukan?

Apa Tao tidak punya hati? Ah, benar. Dia memang tidak punya hati. Hatinya sudah membeku, tersimpan di balik egonya untuk bertahan hidup.

“Sepertinya aku sudah tidak bisa lagi memberikanmu kehidupan yang indah, Xuan Yi. Ada baiknya semua ini kita akhiri secepatnya.” lagi-lagi vokal Tao terdengar, mengingat dia bicara tanpa menerima balasan dari Xuan Yi, bisalah sekarang Tao dikategorikan sebagai seorang yang kurang waras.

Lagipula, Xuan Yi juga tak mau menyahuti ucapan Tao. Dia tahu benar apa yang kemudian akan Tao bicarakan kalau sampai dia berani menyahut. Meskipun Xuan Yi tidak menyahut, Tao toh kembali buka mulut.

“Haruskah aku mengakhirinya di dwilogi saja? Atau haruskah aku kembali membuat cerita tentangmu dan kehidupanmu dalam sebuah trilogi? Bagaimana menurutmu, Xuan Yi?”

“Menurutku trilogi akan lebih baik, karena itu artinya aku bisa melihatmu lagi.”

Ah, bicara soal sahutan Xuan Yi pada Tao, pemuda itu tak akan bisa mendengarnya omong-omong. Sebab, Xuan Yi hanya seorang karakter utama wanita yang diciptakannya di dalam novel yang telah berhasil melambungkan nama Tao sebagai penulis pendatang baru paling berbakat tahun ini.

Bisa dibilang juga, cinta Xuan Yi sebenarnya tidak bertepuk sebelah tangan. Sebab, Tao menciptakannya sebagai imajinasi dari sosok yang ingin Tao cintai, bukan?

FIN

IRISH’s Fingernotes:

Akhirnya series ini bisa berakhir ya Lord. Untuk pertama kalinya aku sempilin genre lain di dalamnya karena agak-agak gundah gulana juga pas mau bikin cerita ini. Huhu. Mungkin ada yang belum tau soal proses aku ngebuat Depression ini, tapi sebenernya cerita ini—ah, udah biar nanti aja dibahas di afterword, HARHARHAR.

Jadi, sini kucium kalian semua yang baca series ini dari awal sampe akhir []

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

Iklan

3 pemikiran pada “[FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 12 — IRISH’s Tale

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s