[EXOFFI FREELANCE] Stay With Me (Chapter 11)

STAY WITH ME

Author :

Angeline

Main Cast :

Oh Sehun (EXO)

x

Bae Joo Hyun a.k.a Irene (RV)

Additional Cast :

EXO Members |Kim Ji Yeon (LOVELYZ)|Kim Seolhyun (AOA)|Im Jung Hoo  (B.I.G)| Lee Hyo Eun (STELLAR) |Krystal Jung (FX) | Jung Taek Woon a.k.a Leo (VIXX) |etc~

Rating PG-17 |Length Series Fic

Genre : romance | Angst | AU |slice of life | Drama |etc~

Disclaimer :

Ff ini murni dari pemikiran author sendiri , ceritanya tiba-tiba muncul dalam otak author #ea ,dan dari pada lupa langsung dituangkan dalam bentuk FF seperti ini. Bila ada kesamaan tokoh maupun jalan cerita didalam ff ini , itu bukan merupakan bentuk plagiat #noplagiat! melainkan unsur ketidaksengajaan. Don’t judge, don’t copas.  Terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk membacanya  (nunduk)

Summary :

Bagaimana jika seorang Oh sehun yang berwatak dingin dan tidak pernah peduli pada orang lain terjebak bersama seorang gadis amnesia bernama Irene?. Melalui sebuah pertemuan tidak terduga hingga masalah-masalah yang datang saat keduanya tengah menjalin sebuah hubungan.

-Chapter 11-

Pria bernama Leo itu nampak sibuk sambil menatap layar ipadnya, ia saat ini berada di ruang tengah dari rumah istananya. Ya, pria yang suka melakukan kejahatan dengan membeli banyak wanita atau gadis, kemudian  menjualnya lagi atau bahkan ia jadikan wanita penghiburnya selama berbulan-bulan. Itulah kehidupan seorang Leo selama bertahun-tahun. Polisi? Mungkin ia sering mendapat laporan jika banyak polisi yang sedang menjadikannya buronan selama 5 tahun ini, namun sampai sekarang ia masih baik-baik saja, dan masih bisa melakukan kejahatannya dengan bebas tanpa rasa takut. Seorang Leo akan sangat susah ditangkap.

Tangannya terkepal menahan kekesalan saat orang yang ia hubungi belum juga mengangkat panggilannya. Seperti menghindari Leo, dan itu sangat menyebalkan hatinya.

“Apa tidak ada tanda-tanda dari keberadaan gadis itu?” Seru Leo pada salah satu anak buahnya.

Ne tuan. Kami sudah mencoba melacak keberadaan gadis itu, namun kami belum bisa menemukan di mana keberadaannya saat ini. Maafkan kami.”

BRAK

Leo membanting Ipadnya ke lantai, dan sempurnalah ipad itu hancur tidak beraturan karena begitu kerasa Leo membantingnya.

Shit! Ini hampir satu bulan, dan gadis keparat itu belum menghubungiku. Apa ia memang sedang menguji kesabaranku huh?” Bentak Leo frustasi, kemudian berdiri sambil merogoh ponselnya dari dalam saku celananya. Benar saja, pesannya yang sudah ia kirim sebanyak 25 kali itu, tidak ada satu pun yang terbalaskan. Bahkan 15 panggilannya tidak ada yang diangkat oleh gadis bernama Lee Hyo Eun itu.

“Hah, dia memang sedang mencari masalah denganku. Tunggu saja Hyo Eun, tunggu sampai aku membongkar semua rencana busukmu. Gadis jalang sialan!” Umpat Leo dengan mengepalkan tangannya geram.

“Tuan!” Seorang anak buah Leo berlari memasuki ruang tengah dengan tergesa-gesa, sambil membawa benda persegi empat –Ipad– itu di dalam genggamannya. Leo menatap anak buahnya itu dengan tatapan bertanya, namun mengisyaratkan jika saat ini pria tinggi itu tidak dalam suasana hati yang baik.

“Ada apa?” Ujar Leo datar disertai wajah tegasnya.

“Kami menemukan gadis itu tuan.” Jelas anak buah Leo tersebut sambil menyerahkan ipad yang berada di tangannya. Leo yang terkejut mendengar paparan anak buahnya itu, langsung merebut ipad tersebut dengan kasar sambil matanya menilik dengan serius isi dari ipad tersebut.

Seketika mata Leo melebar sempurna dikala menemukan sebuah foto gadis yang sudah ia cari selama 1 bulan ini, namun belum mendapat titik cerah. Tapi dengan foto gadis ini yang baru saja di berikan oleh anak buahnya, Leo bernafas lega dan sedikit bersyukur, mungkin? Di foto itu, nampak wajah cantik seseorang yang sedang memegang barang belanjaan, khas seseorang yang baru pulang dari minimarket, dan gadis itu bersama seorang wanita paruh baya yang Leo tidak kenali. Apa mungkin ia sudah kembali bersama keluarganya? Leo sempat berpikir sejenak mengenai pemikirannya ini. Namun Leo segera menyingkirkan pemikiran itu, karena Leo yakin gadis itu belum menemukan jati dirinya, mengingat Hyo Eun belum mengirimkan informasi apa pun.

Dan lagi pula, menurut informasi yang Leo dapat, gadis itu tidak memilik ibu semenjak umur 5 tahun, karena ibunya meninggal akibat kecelakaan, jadi dengan siapa ia tinggal sekarang? Leo belum tahu hal itu, namun sekarang Leo akan mudah untuk mencari keberadaan gadis tersebut kan?

“Kalian menemukan tempat tinggalnya?” Ujar Leo masih menatap foto tersebut dengan teliti

“Belum tuan, namun kami berjanji akan mencari informasi lebih lanjut mengenai hal ini.” Kata bawahannya itu menundukkan kepalanya pada Leo. Dan pria jangkung itu hanya mnegangguk sambil memberikan ipad itu kembali pada anak buahnya lagi.

“Ah, satu lagi! Kali ini, jangan sampai ketahuan oleh siapa pun jika kita sedang mengincarnya. Karena saat ini, tidak hanya aku yang menginginkan gadis itu.”

Algeseumnida.”

Sehun menggunakan setelan tuxedo hitam gelap, membuatnya terlihat tampan dan semakin gagah saja. Malam ini adalah malam yang special untuk Sehun, karena malam ini adalah acara makan malam bersama keluarganya. Acara makan mala mini sudah menjadi tradisi di keluarga Sehun, setidaknya sejak ia kecil. Ya, setiap sebulan sekali Sehun akan makan malam bersama mereka, dan mau tidak mau Sehun harus ikut, meski sejujurnya ia malas untuk makan malam di rumah ayahnya.

Namun pria itu merasa bahagia, karena malam ini Irene akan menjadi pasangannya untuk menghadiri makan malam keluarga ini, dan tentu saja Sehun sangat siap untuk memperkenalkan Irene sebagai kekasihnya, mengingat hampir satu minggu mereka berhubungan dan orang tua Sehun belum mengetahuinya, juga Seolhyun tunangannya belum tahu mengenai hubungan keduanya. Sehun juga tidak berniat memberi tahu Seolhyun tentang ini. Meski di hati kecil Sehun, terbesit perasaan takut saat ini, namun ia berjanji pada Irene jika semuanya akan baik-baik saja.

Sehun menunggu Irene yang sedang dirias oleh seseorang di dalam kamarnya, tidak tanggung-tanggung Sehun membelikan gadis itu gaun hanya untuk sekali pakai malam ini, bayangkan saja saat Irene dibuat terkejut dengan 5 gaun mahal yang Sehun berikan padanya, meski nanti hanya satu saja yang Irene pakai, namun Sehun tidak peduli. Toh, ia membelikannya untuk Irene juga kan?

Sehun berjalan mondar mandir di depan kamar Irene, hingga langkahnya terhenti saat pintu itu terbuka dan menampilkan Irene yang keluar dari kamar tersebut, dan gadis itu terlihat begitu anggun luar biasa, membuat Sehun sampai tidak mengenali wajah Irene lagi. Satu kata mungkin? Irene terlihat ‘anggun’ dengan long dress panjangnya berwarna hitam tanpa lengan, membuat bahu putih mulus Irene terekspos dengan bebas, dan hal itu membuat Sehun  harus meneguk salivanya, sungguh gadisnya sangat seksi dan anggun malam ini. Dan kedua hal itu berpadu dengan kecantikan luar biasa Irene, sungguh perpaduan yang sempurna untuk Sehun nikmati.

Irene tersenyum membuat hati pria itu menghangat kesekian kalinya. Sehun mengulurkan tangannya dan Irene menyambut dengan senang hati uluran tangan itu. Keduanya menuruni anak tangga bak sepasang raja dan ratu dihari pernikahannya. Sehun pun mengambil sebuah kotak perhiasan dari saku jasnya. kemudian membukanya di depan irene. Gadis itu tertegun melihat kalung berlian yang sangat indah. Sehun kemudian melepaskan kalung bertuliskan Irene itu dan menggantinya dengan kalung berlian tersebut.

“Kau sangat cantik.” kata Sehun memuji, membuat sapuan merah itu menjalar di pipi Irene. Dan Sehun tidak kuasa menahan keinginannya untuk mengecup pipi itu. Namun ia merasa jika riasan di wajah Irene lebih penting dari pada keinginannya saat ini.

Detik selanjutnya keduanya sudah berada di dalam mobil audi hitam Sehun, dengan Hyun joo yang menyupiri mobil itu, Irene tersenyum melihat keindahan kota Seoul dengan lampu-lampu jalan yang menghiasi kegelapan malam itu. Sehun menggenggam tangan kecil gadisnya dan sesekali menciumnya dengan mesra. Rasa bahagia yang tidak tertahan di hatinya, ingin segera memperkenalkan gadis ini pada keluarganya, meski ia cukup tahu reaksi apa yang ayahnya akan berikan nanti.

Tidak menunggu lama, 30 menit kemudian mobil itu sampai di sebuah rumah yang bisa disebut sebagai istana, Irene menatap tingginya bangunan rumah itu. Mereka berjalan beriringan dengan Sehun di sampingnya, dengan tangan Irene yang merengkuh lengan Sehun. Di depan pintu ada 2 penjaga yang langsung membuka pintu berwarna putih itu, untuk Sehun setelah menundukkan kepala mereka pada tuan muda rumah itu. Setelah melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah besar itu, Irene kembali dibuat tercengang dengan 20 pelayan yang berada di kiri dan kananannya yang langsung menunduk hormat pada Sehun dan Irene. Sehun melepaskan blazer Irene dan memberikannya pada salah seorang pelayan. Hingga kini bahu mulus Irene dapat dilihat dengan bebas, dan sungguh Sehun akan memukul siapa pun pelayan lelaki yang menatap kekasihnya dengan tatapan memuja.

Irene tersenyum saat mendapati saudara tiri Sehun –Krystal– tengah berjalan cepat ke arahnya, dan jangan lupakan Kai yang mengekor kekasihnya itu sembari tersenyum enteng pada Sehun. Tentu saja Kai akan ikut dalam makan malam keluarga Oh, semenjak ia berpacaran dengan Krystal setahun yang lalu, Kai resmi menjadi bagian anggota keluarga Oh. Untuk Sehun, seharusnya pria itu membawa Seolhyun sejak ia resmi bertunangan dengan gadis itu, namun keras kepala seorang Oh Sehun akan melebihi apa pun, jika ada yang berani menganjurkannya membawa Seolhyun dalam acara makan malam keluarganya seperti saat ini. Karena sampai kapan pun, Sehun tidak akan pernah menganggap gadis itu sebagai tunangannya, meski memang, terkadang ayahnya selalu memarahinya karena memperlakukan Seolhyun dengan buruk, namun bagi Sehun hal itu tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan.

“Jadi ini yang akan menjadi iparku hm?” Kata krystal tersenyum, dan membuat Irene beserta Sehun tertawa kecil.

Irene kini menatap seorang lelaki paruh bayah yang sudah menggunakan tongkatnya untuk berjalan. Bukan karena sudah sangat tua, namun ayah Sehun sempat mengalami patah tulang pada kaki kirinya yang membuatnya sulit berjalan dengan baik. Irene mengetahui hal itu dari Sehun.

Tn. Oh mendekati Sehun dan Irene, kemudian menatap penampilan Irene dari atas hingga ujung kakinya, seperti menyelidiki sesuatu dari Irene, dan bohong jika Irene merasa santai-santai saja saat ini. Ayolah, bahkan kakinya sudah gemetaran dari tadi menatap wajah dingin tn. Oh yang melebihi Sehun saat pertama kali bertemu pria itu. Sekarang Irene menyadari, dari mana sifat dingin Sehun, tentu saja dari ayahnya sendiri.

Like father like son.

Sehun menghela nafasnya saat menyadari tangannya sedang mendapat remasan penuh kegugupan dari gadisnya saat ini. Oh, jangan bilang Sehun juga terlihat tenang, meski pria Oh itu memang sedang menunjukkan tampangnya yang mengisyaratkan semua akan baik-baik saja. Namun tidak! Dalam hati seorang Sehun terbesit kecemasan dengan apa yang akan ayahnya lakukan saat ini. Ia cukup tahu dengan sifat ayahnya melebih siapa pun, karena mereka sama.

“Selamat malam abeoji.” Salam Sehun sambil tersenyum tipis pada ayahnya itu.

“Selamat malam tuan Oh.” Sapa Irene sambil menunduk 90 derajat pada Tn. Oh, namun pria tua itu hanya kembali menatap Irene dengan tampang yang sulit dijelaskan. Tolong setidaknya jelaskan pada Irene arti tatapan ayah Sehun padanya. Demi Tuhan, Irene merasa sangat takut sekarang. Apa setelah ini ia akan ditampar?

Tanpa membalas salam Irene, tuan Oh langsung pergi menuju meja makan lebih dulu. Irene menghembuskan nafasnya dengan kasar, sungguh ia sulit mengerti seorang tuan Oh. Apakah pria itu sedang menguji nyalinya saat ini? Karena jika benar, tuan Oh benar-benar berhasil membuat Irene sangat takut sekarang, apa Sehun juga ikut merasakan apa yang Irene rasakan?

Irene menatap Sehun yang hanya bisa menunjukkan senyum tulusnya untuk gadis di sampingnya itu.

“Semua akan baik-baik saja.” Ucap Sehun dengan ragu sejujurnya. Ia bahkan tidak tahu, apa kalimat yang ia lontarkan barusan benar-benar akan terjadi? Apa semuanya akan baik-baik saja? Sehun tidak tahu pasti. Lantas, Sehun mencium singkat bibir Irene membuat gadis itu terkejut, lalu memukul lengan Sehun.

“Kau kira kita hanya berdua di sini?” Geram Irene membuat Sehun hanya tersenyum tipis sambil megidikkan bahunya acuh.

Acara makan malam pun dimulai, keheningan mulai tercipta, dan hanya terdengar suara gesekan pisau di piring masing-masing, karena orang-orang berpendidikan itu sedang memotong steak yang sudah tersedia dipiring masing-masing.  Jujur, ini bukan suasana makan malam yang Irene sukai atau pun bisa ia nikmati. Terasa sangat formal untuk ukuran keluarga, bukankah harusnya mereka menanyakan kabar masing-masing? Ataukah memang selalu seperti ini setiap mereka berkumpul untuk makan malam? Bahkan Kai juga seperti pria tanpa expresi, wajahnya tegang saat makan dan tidak terlihat santai. Apa yang mereka takutkan? Apa mungkin itu tuan Son?

Irene tanpa menunggu lebih lama, langsung mengikuti kegiatan mereka untuk merasakan nikmatnya hidangan berkelas itu. Dengan perlahan, Irene mulai memotong daging steak itu dengan potongan kecil dan langsung memasukkannya ke dalam mulutnya.

“Steak ini enak appa.” Anak gadis itu tertawa lepas.

Irene mengepalkan tangannya saat merasa kepalanya mulai pusing ketika sebuah suara di dalam kepalanya terdengar menyakitkan, dan terus terdengar memenuhi kepalanya. Meski tidak sepusing saat ingatan pertamanya muncul, namun sakit ini cukup membuatnya sedikit menderita, Irene pun hanya meremas kuat dress yang ia gunakan untuk menyalurkan rasa sakit kepalanya, ia benar-benar tidak tahan akan sakit ini, rasanya seperti menjalar di seluruh syarafnya. Sehun yang sudah menyadari jika gadisnya sedang tidak baik-baik saja, langsung menggenggam jemari Irene dengan mengusapnya lembut, wajah pria itu memancarkan perhatian besar dan juga kekhawatiran. Ia tidak ingin Irene merasakan kesakitannya sendiri, setidaknya Sehun ingin Irene berbagi dengannya.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Sehun dengan suara penuh kekhawatiran. Irene hanya tersenyum menahan sakit di kepalanya.

“Mm, jangan khawatir.” Kata Irene menenangkan Sehun. Namun Sehun bisa melihat wajah pucat gadis itu dari balik senyuman tipisnya. Terlihat jika gadisnya sedang tidak baik-baik saja saat ini, apa yang terjadi pada Irene?

“Jadi apa pekerjaanmu nona?” Suara tuan Oh yang terasa tiba-tiba, namun mampu membuat Irene terdiam, seakan pertanyaan itu bisa membuat waktunya berhenti. Bahkan bibirnya saat ini kelu, dan tidak mampu berucap untuk menjawan pertanyaan frontal ayah Sehun itu. Demi Tuhan, Irene tidak tahu jawaban apa yang harus ia sampaikan untuk tuan Oh. Bisakah seseorang menolong Irene untuk menjelaskan siapa sebenarnya dirinya?

“Aku…” Oh bumi, tolong telan Irene sekarang. Demi apa pun juga, Irene benar-benar tidak bisa berpikir sepenggal kalimat pendek saja. Terasa begitu memusingkan kepalanya.

“Dia gadis yang aku tolong di jalan saat sedang diganggu oleh beberapa orang. Saat ini ia kehilangan ingatannya.” Jelas Sehun singkat dengan sikap santainya, seakan penjelasannya barusan bukanlah hal besar dan tidak penting sama sekali.

Tn. Dan ny. Oh, juga Krystal dan Kai nampak terdiam dengan penjelasan Sehun barusan. Jadi gadis ini hanyalah orang asing yang kebetulan Sehun tolong? Dan lagi, gadis ini tidak mengingat masa lalunya sendiri? Bagaimana keluarganya atau kehidupannya sebelum ia bertemu Sehun?

Tn. Oh melepas garpu dan pisau makannya, dan langsung naik darah dengan menatap tajam pada keduanya –Sehun dan Irene–. Krystal yang melihat itu juga langsung menghela nafasnya pelan, seperti mengetahui apa yang akan terjadi sebentar lagi. Apalagi jika bukan Perdebatan mulut antara ayah dan puteranya? Ya, mereka selalu seperti ini saat makan malam, apa pun itu masalahnya, pasti keduanya akan menyelipkan adu mulut panjang lebar, yang akhirnya membuat Sehun harus melangkahkan kakinya untuk pergi dari rumah dengan marah. Hal ini pun seperti tradisi ayah dan anak, berdebat dan selalu berdebat tanpa bosan

Irene hanya menundukkan kepalanya, karena ia begitu takut dengan kemarahan tuan Son yang sedikit lagi ingin meledak rasanya. Lihatlah tatapan tajamnya, dan aura dinginya yang begitu menakutkan. Irene saja tidak mampu untuk mengangkat wajahnya lagi.

Kenapa lagi Sehun menjelaskannya seperti itu?

Tapi memang benar kan?

Sehun hanya mencoba untuk jujur dengan keadaaan Irene.

BRAK

“OH SEHUN!” Bentak tn. Oh sambil menggebrak tangannya di atas meja, sontak hal itu membuat semua terkejut, terlebih Irene. Bagaimana tidak? ini pertama kalinya ia menatap tuan Oh yang begitu mengerikan jika di bilang.

Gadis itu meremas dressnya kuat, menandakan ketakutannya yang sudah memenuhi pikirannya. Sungguh ia sangat takut menatap wajah ayah maupun puteranya, jika wajah tuan Son menunujukkan kemarahannya, Sehun menunjukkan wajah dinginnya yang terlihat masa bodoh dengan hal yang membuat ayahnya marah besar seperti ini.

Wae?” Suara Sehun masih pelan dan belum menunjukkan keingannya untuk membalas bentakan sang ayah, meski beberapa orang di sana yakin, bahwa Sehun sedikit lagi akan terpancin untuk membentak balik ayahnya.

“KAU SUDAH TIDAK WARAS HUH?!” Bentak tn. Oh sekali lagi dengan keras, membuat Sehun tertawa masam dan meletakkan pisau dan garpunya di atas meja, kemudian mengelap mulutnya dengan serbet yang sudah tersedia. Sehun menatap Irene sejenak dan tersenyum hangat, mengisyaratkan bahwa semua akan baik-baik saja. Lagi-lagi senyuman hangatnya membuat Irene ingin menangis. Tidak bisakah Sehun jujur pada Irene, dan berkata bahwa saat ini bukan saatnya ia tenang, ayahnya sedang marah besar, dan Sehun dengan santainya hanya menunujukkan sebuah senyuman? Oh jangan kira Irene bisa tenang saat ini, bahkan rasanya ia tidak bisa bernafas lagi.

“Anggap saja begitu.” Jawab Sehun menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi dan menatap ayahnya dengan wajah datarnya. Ucapan Sehun lantas mendapatkan sebuah cibiran pelan dari ayahnya, pasalnya tuan Oh sedang merendahkan selera anaknya sendiri terhadap seorang wanita.

“Apa yang sudah kau lakukan pada anakku? Apa kau mencuci otaknya huh?!” Bentak tn. Oh pada Irene membuat Irene semakin menunduk dan menangis, Sehun menghela nafasnya dan menggenggam tangan Irene dengan erat. Ia ingin Irene membagikan ketakutannya pada pria itu.Iia tidak mau Irene menanggung semuanya sendiri

“Jangan sekali-kali mengatakan hal buruk tentangnya! Dia kekasihku!” Bentak Sehun juga, membuat irene semakin merasa buruk di depan ayah Sehun. Rasanya melihat Sehun membelanya seperti ini, membuat pikiran irene semakin runyam dan tidak bisa berfikir jernih lagi sepertinya.

“Bagaimana mungkin kau memiliki kekasih, seorang yang tidak jelas seperti gadis ini?! Kau mau mempermalukanku di depan semua rekan bisnisku huh?! Jika kau mau mencari kekasih, setidaknya ia harus melebihi Seolhyun! Abeoji ingin kau mendapatkan masa depan yang cerah Sehun-ah.” Tegas tn. Oh menatap tajam puteranya yang kini hanya tersenyum masam mendengar ucapan penuh arti dari ayahnya barusan.

“Seolhyun, Seolhyun dan Seolhyun! Apa kelebihan dari gadis yang bisanya menghamburkan uang itu?! Dan apa kelebihan gadis yang selalu bersikap kasar itu? Mengapa abeoji begitu menyukai gadis itu huh? Apa abeoji benar-benar memikirkan masa depanku? Ataukah abeoji hanya memikirkan bisnis sialan bersama tn. Kim?!” Ucap Sehun sambil menatap tajam ayahnya juga, saat ini mereka tengah berperang dingin rasanya.

“Dasar anak kurang ajar! Berani sekali kau mengatakan itu pada ayahmu!” Teriak tn. Oh dengan keras membuat Sehun mencibir sang ayah.

“Oh, apa abeoji sadar jika abeoji adalah sosok ayah untukku? Atau, apa abeoji tahu yang selalu kuinginkan selama ini? Apa abeoji pernah bertanya setidaknya satu kali saja, apa yang benar-benar aku inginkan?! TIDAK! Yang abeoji pikirkan hanyalah perusahaan, uang, dan mengatur hidup anakmu! Apa abeoji pernah bertanya apakah aku membutuhkan perhatianmu atau tidak?! Apa pernah? JAWAB AKU!” Teriak Sehun sambil berdiri karena kesabarannya sudah menembus batasnya, bahkan pelupuk matanya membendung segumpal air mata yang sudah sukses keluar dari sudut matanya. Sungguh, ini adalah pertengkaran terhebat yang pernah mereka saksikan, dan Irene merasa dirinyalah penyebab mereka bertengkar.

Tn. Oh memalingkan wajahnya dari Sehun, egonya cukup tinggi untuk mengakui itu semua benar adanya. Ia masih merasa sangat marah dengan Sehun, terlebih pada gadis yang Sehun bawa ke rumah saat ini, seorang gadis yang menurutnya memicu pertengkarannya dengan Sehun, sang putra.

“Jauhi puteraku!” Ucap tn. Oh pada Irene membuat Sehun tertawa masam, kemudian pria itu mengambil gelas berisi air putih yang terletak di atas meja dan membantingnya ke lantai dengan sangat keras, membuat mereka semua terkejut dengan apa yang Sehun lakukan, demi apa pun juga, ini adalah pertengkaran ayah dan anak yang sangat luar biasa. Kai yang dari tadi diam mendengar bentakan balas bentakan yang di teriakan dari kedua pria bermarga sama itu, langsung berdiri saat menatap sahabatnya yang sudah tidak terkendali rasanya, pria Kim itu mencoba menenangkan Sehun, namun Sehun malah melepaskan tangan Kai yang berusaha menahannya.

Irene yang tidak ingin melihat kekasihnya itu bersikap kurang ajar pada ayahnya sendiri, memilih menggenggam tangan Sehun dengan perasaan gemetar, membuat Sehun bisa merasakan keringat dingin yang sudah membasahi tangan Irene, dan juga tangan gadis itu yang gemetar saat ini. Sehun juga bisa melihat wajah menderita Irene yang membuat hatinya menjerit sakit. Irene menggeleng pelan pada Sehun, memohon agar pria itu menghentikan amarahnya saat ini, karena sudah cukup sehun membentak ayahnya seperti itu. Meskipun terdengar jika ayah Sehun adalah orang yang kejam, namun tuan Oh tetap ayah Sehun, dan Sehun harus menghormati ayahnya bagaimana pun keadaannya.

“Bisakah, anda mem –berikan kami kesem –patan?” Lirih Irene terbata sambil menunduk dengan suara yang sangat serak akibat tangisannya yang sudah memecah, entah sejak kapan. Tn. Oh tertawa sinis sebagai responnya, kemudian tangannya terulur meraih gelas berisi air di atas meja,

BYUR

Dengan gerak cepat, pria tua itu langsung menyiram Irene dengan air tersebut. Semua mata terkejut melihatnya, terutama Sehun yang sudah tidak bisa lagi bersabar menghadapi ayahnya yang sangat keterlaluan saat ini. Tangan pria itu mengepal, dan rahangnya mengeras. Oh, sudah cukup kekasihnya dihina seperti ini, bahkan dipermalukan. Sehun bahkan tidak peduli dengan sosok ayahnya saat ini. Ya, Sehun sudah tidak peduli pada semua itu.

“Sayang, aku mohon tenanglah, kau sudah berlebihan!” Seru ny. Oh menahan lengan suaminya itu, berusaha untuk menenangkan suaminya yang sudah kelewatan kali ini. Apa ia pikir Sehun akan mendengarkan ucapan tn. Oh jika pria itu memperlakukan Irene seburuk ini?

Kai dan Krystal membungkam mulutnya dalam keterkejutan mereka, mengapa tn. Oh begitu kejam pada Irene yang tidak tahu apa-apa? Mengapa tn. Oh tidak bisa memberikan sebuah kesempatan untuk Irene dan Sehun? Apa mungkin, di mata tn. Oh hanya ada kekuasaan dan harta?

Abeoji tahu? Aku menyesal terlahir sebagai puteramu, sangat menyesal.” Ucap Sehun dengan gampangnya, seperti tidak menyadari jika perkataannya barusan menyinggung hati dari ayahnya tersebut, namun Sehun sudah tidak peduli dengan perasaan siapa pun, kecuali gadisnya.

Sehun pun menarik tangan Irene untuk pergi dari tempat mengerikan ini, menurutnya. Sungguh, mengajak Irene makan malam bersama keluarganya, membuat Sehun hanya berakhir naik darah seperti ini.

“YAK! JIKA KAU PERGI AKU AKAN MEWARISKAN SEMUA HARTA INI PADA KRYSTAL!” Teriak tn. Oh membuat Krystal menatap ayah tirinya itu dengan sorot pandang kekecewaan, lagi-lagi hanya harta dan harta yang menjadi inti dari semua perlakuan kasar tn. Oh.

“AKU TIDAK PEDULI! BAHKAN JIKA ABEOJI TIDAK MENGANGGAPKU SEBAGAI ANAKMU LAGI, AKU TIDAK PEDULI!” Teriak Oh Sehun tanpa membalikkan tubuhnya dan terus berjalan membawa Irene untuk kembali ke mobilnya dan segera pulang.

Krystal menatap punggung Sehun yang menjauh, ada sebuah rasa iba di dalam hati kecilnya. Ya, mungkin Krystal beruntung karena ia mendapat kekasih yang bisa dibilang seorang chabeol hingga membuatnya tidak merasakan bagaimana suluitnya memperjuangkan cinta yang dilarang oleh ayahnya itu. Tapi bukankah ayahnya sudah keterlauan barusan? Bagaimana bisa ia bersikap kasar dengan menyiram Irene dengan air? Meski Krystal tidak sedarah dengan Sehun, namun ia sayang pada Sehun dan ia akan sedih jika ayahnya selalu bersikap keras pada Sehun.

Kai yang menyadari jika kekasihnya itu sedang sedih dan kecewa, lantas menggenggam tangan Krystal dan tersenyum, hanya itu yang bisa ia lakukan untuk menenangkan kekasihnya itu.

“Dia gila! Bisa-bisanya ia memiliki pikiran mencintai gadis yang tidak jelas asal usulnya!” Kata tn. Oh dengan amarah yang masih meluap-luap, terasa belum puas untuk di lampiaskan. Ia benar-benar ingin memukul puteranya mungkin? Anak kurang ajar itu sudah berani membentaknya.

“Kau terlalu keras padanya, dan sifatmu sangat keterlaluan malam ini! Bagaimana mungkin kau menyiram seorang gadis dengan air? Apa kau sudah tidak waras? Jika kau mau Sehun menghormatimu sebagai ayahnya, benahi dulu sifat keras kepalamu!” Ucap ny. Oh  sedikit keras, lalu berdiri memasuki kamarnya. Sungguh, ny. Oh juga ikut kecewa pada suaminya yang sangat keras pada Sehun. Padahal Sehun hanya ingin memiliki kehidupan bersama gadis yang ia pilih sendiri, gadis yang ia cintai, apa itu sangat salah di mata ayahnya? Apa selamanya ia harus terus berada dalam peraturan ayahnya saja? Tn. Oh seakan tidak peduli jika sekarang semua pandangan menatap kecewa padanya, atau mungki tn. Oh tidak sadar jika saat ini, semua orang tengah menganggap dirinya orang yang sangat kejam untuk putranyan sendiri.

“Apa kau juga berfikir jika abeoji sangat kejam?” Tanya tn. Oh pada putri tirinya yang masih setia duduk bersama Kai dalam diam. Lantas, Krystal yang mendengar pertanyaan ayahnya itu tersenyum masam lalu menyuapkan daging ke dalam mulutnya, dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa barusan.

“Apa abeoji tahu tanggal ulang tahun Sehun?” Tanya Krystal, sontak membuat tn. Oh terdiam karena sulit menjawab pertanyaan sederhana, yang harusnya setiap orang tua bisa menjawabnya. Namun nyatanya, tn. Oh termasuk kategori orang tua yang buruk sepertinya, karena tanggal ulang tahun puteranya saja ia tidak mengingatnya.

Tn. Oh bahkan tidak ingat kapan terakhir kalinya ia mengucapkan selamat ulang tahun untuk Sehun. Krystal yang yakin jika pertanyaan gampang ini tidak bisa dijawab oleh ayahnya itu, kemudianl berdiri dibarengi oleh Kai. Gadis cantik itu menatap ayahnya dengan lembut sambil mengusap sudut bibirnya dengan serbet.

“Tidak usah berusaha mengingatnya abeoji, karena Sehun sudah membenci ulang tahunnya sejak 7 tahun lalu.” Ucap Krystal sarkas sambil tersenyum, kemudian menarik tangan Kai untuk pergi dari sana. Jangan tanya Krystal tahu dari mana Sehun membenci ulang tahunnya dari mana? Tentu saja dari sahabat-sahabatnya, terutama Kai yang sudah mengenal Sehun sejak mereka duduk di bangku SMP.

Next Chapter

“Aku mencintaimu Irene, aku mohon bersabarlah, dan tetaplah berada di sisiku sampai kapan pun.”

~

“Jadi namanya Irene?”

~

“Apa sekarang hal itu penting untuk diperbincangkan? Aku tidak mempermasalahkan jika abeoji tidak menyetujui hubunganku, bahkan aku juga tidak meminta persetujuanmu tuan Oh.”

“Anak kurang ajar! Bahkan sekarang kau berani berbicara seperti itu padaku, ini semua akibat gadis rendahan sepertinya!”

~

“Apa ada tanda-tanda Joo hyun ditemukan?”

“Apa yang harus kita lakukan abeonim? Pernikahan kami hanya tersisa 1 bulan lagi, dan Joo hyun belum ditemukan juga. Aku benar-benar takut sekarang.”

“Kita pasti menemukannya, sabarlah Jung hoo-ah. Kau pasti akan menemukan calon istrimu kembali.”

~

“Menikahlah denganku sayang.”   

-To Be Continued-

Yook, langsung dikomentari epepnya :’) ada yang penasaran siapa Irene sebenarnya? Wkwk, sabar yah gaes, aku emang sengaja gak mau ungkapin cepet-cepet, agar membuat kalian semakin penasaran hehe. Tapi jangan khawatir, karena chapter-chapter selanjutnya bakalan keungkap satu persatu kok.

Oh ya, untuk yang ingin tahu akun wattpadku /ngarep banget ada yang nannya/ @vangepark. hihi, aku emang jarang banget buka wattpad, entahlah kenapa seperti itu? ini aja baru aku buka lagi, setelah kemarin ada yang tanya, wkwkwk. Tapi sekarang aku udah memulai hubungan kami dari awal lagi kok teman-teman :’) /abaikan tolong/, dan aku udah post cerita-ceritaku di exoffi di wattpad juga, dan mungkin aku juga akan post cerita-cerita yang lain di sana XD

Ya sudah readers tersayang, semoga kalian selalu menantikan epep abal-abal ini eaps, jangan lupa ninggalin jejak di kolom komentar, jangan di kertas, soalnya aku gak bisa baca nanti :”) /PLAK/

Bye bye semuahhh (Kecup dulu, muach)

Iklan

30 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Stay With Me (Chapter 11)

    • Hahaha tahu tuh tn. Oh, ntar kekurangan air baru rasa kan /Plak/ 😂😂😂
      Penasaran sma masa lalu irene,? Dinantikan sja yeahh😆

      Mksih sudh komntar😏🖒

  1. Yaampuuuun si irene calon istri orang ternyatah pemirsah…sabar ya hun semua masalah pasti ada jalan keluarnya… mungkin jalan keluarnya nikah sama aku hun #eaa #ngarepmodeon

  2. Hqy aku pendatang baru?😂😂😂(abaikan)
    Bikin emosi tuh ayah nya sehun😠😂
    Kira kira irene calon istrinya siapa ya?
    Aku maunya sehunirene😂 *maksa*😂
    Ok lah aku tunggu chapter berikutnya , fighting

  3. Tiba” berharap irene aslinya orang kaya, tapi diliat dri next chap kayaknya iya deh hehe
    Jgn sampe irene diculik lagi 😦
    Semoga irene sehun bersatu 🙂
    Ditunggu next chapnya ya kak

  4. Gedeg gw ama Tn. Oh! Duh tuh si Irene calon istrinya siapa cobak? Aah frustasi gw 😀 pliss sweet moment lagi dungs? 😀
    Fighting author-nim (y)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s