[EXOFFI FREELANCE] Die geheime Tür (Chapter 9)

Tittle : Die geheime Tür

Author : devrizt

Length : Chaptered

Genre : Romance, Comedy, Campus Life, Friendship, Night life

Rating : PG-17

Cast :  Jonathan Virgio S (OSH) (main cast)

    Additional Cast

  • Guntur Putra Mandala (KAI)
  • Keynal Mahesa (PCY)
  • Antares Praditya (BBH)
  • Alandio Fazzikri Mulhaq (DO)

Akan ada pemeran wanita pastinya yang nantinya akan muncul seiring berjalannya cerita~

Summary : Aku tidak pernah memikirkan jika aku mulai membuka pintu itu akan ada ledakan dahsyat yang terjadi di kehidupan ku.

Disclaimer : Cerita ini merupakan murni hasil pemikiran dari author mulai dari yang bener sampai yang agak rusak sedikit(?) tapi masih batas wajar, jika ada kesamaan tokoh atapun latar, itu semua terjadi atas ketidak sengajaan.

    Warning : author hanya manusia biasa yang kadang salah so, im so sorry if theres (many) typos.

    See more chapter or story at https://www.wattpad.com/user/devrizt

A/N   :  Untuk yang punya wp dan berminat melihat lihat silahkan check watpadnya ya hehe thankyou soo much ~~

Sembilan – The Blue of Uta

    Pada waktu yang wajar untuk para clubber berkeliaran, sampailah mereka ditempat yang kira-kira ada Uta. Sebenarnya ada banyak tempat yang memungkinkan untuk mencari Uta, tapi tempat ini yang paling cocok untuk Uta.

    Tempat menghilangkan penat yang tanpa harus mengeluarkan uang sebanyak kekayaan raja Arab yang sanggup membiayai tujuh turunan dan tujuh turunan setelahnya. Uta di akhir bulan sangat berbeda dengan Uta di awal bulan. Entah kenapa anehnya baju yang dipakai Uta terkadang menggambarkan kondisi keuangannya juga.

    Tempat yang sangat tidak cocok untuk orang yang kalau di awal bulan sangat terlihat classy. Sebuah tempat karaoke gelap dipinggir jalan yang biasanya di datangi abang- abang entah abang apapun itu yang menyediakan minuman sejenis anker beer.

    Sesaat setelah mereka turun dari mobil, dua laki-laki yang sedang duduk diluar pintu memperhatikan mereka berdua dengan tatapan mengintimidasi.

“Key, lo yakin dia disini? Gue aja ngeri.” Nathan berbisik ke Keynal yang terus berjalan didepannya.

“Yakin gue. Tanggal berapa coba? Yakali dia main ke tempat biasa, lo galiat apa seminggu lalu waktu kita ketemu lusuhnya kaya mang Ujang yang biasa ngambilin botol didepan kantek?”

“Kalo sampe kita berakhir kaga selamet, gue yasinin lo nyet.” Nathan menggerutu dibelakang Keynal.

Keynal berhenti dan menghadap ke Nathan berkata pelan “Monyet kaga bisa nge yasin, Jo.” Keynal kembali ke posisi awal dan lanjut berjalan.

Dugaan Keynal ternyata benar, tidak jauh dari meja pelayan ada laki-laki terkapar –sebenarnya belum terkapar, seperti duduk tapi tidak sadar entah tidur atau memang pingsan—tak berdaya dengan dua kaleng. Iya hanya dua.

    Uta memang bukan heavy drinker jadi hanya dengan dua kaleng minuman seperti itu udah bisa membuat Uta hilang kesadaran. Diantara mereka ber lima, sebelum Dio memutuskan untuk tobat, Uta memang yang paling payah, malah kadang dia memilih hanya meminum coca cola. Jadi wajar saja dia seperti itu sekarang.

oOo

    Waktu sudah cukup larut. Bahkan bukan larut lagi, ini lebih cocok disebut dini hari. Tidak mungkin Nathan membawa dua laki-laki serampangan ini kerumahnya dalam keadaan seperti ini. Nathan juga tidak membawa card apartemennya, salah satu tempat yang menjadi pilihan hanya tinggal apartemen milik Keynal.

    Dengan susah payah keynal menempelkan kartu dan menekan password sambil membopong badan Uta yang berat itu. Kalau kata Ares, “Uta berat gara-gara kebanyakan dosa, untung ganteng walaupun jamet.” Amat sangat tidak ada hubungannya memang, tapi ya begitulah Ares. Kalau dia  waras, mungkin dia lagi galau.

    Persahabatan laki-laki itu tidak seindah dan semanis persahabatan perempuan memang, yang mengurusi sahabatnya yang tertidur atau apapun. Setelah mereka masuk kedalam apartemen Keynal, tidak perduli keadaan Uta, mereka langsung melemparkan tubuh Uta di sofa, perduli setan dengan kepala Uta yang hampir terbentur. Keynal malah lebih memperhatikan sofanya yang nyaris kotor terkena sepatu Uta.

    Mereka pun langsung mengistirahatkan tubuh mereka di bagian sofa yang masih kosong dan Nathan duduk di karpet dan bersender pada sofa. Tatapan mereka tertuju pada Uta, mereka bingung bagaimana Uta bisa tetap bertahan pada posisi yang sama setelah dibanting seperti itu.

oOo

    Nathan membuka aplikasi Line nya, lalu membuka pesan teratas. Pesan itu dari Kirana. Percakapan yang tidak banyak memang, seperti percakapan basa-basi tapi yasudahlah. Nathan membuka profile picture milik Kirana di akun Linenya, lalu langsung menutupnya.

    Kali ini dia beralih pada akun Instagram miliknya. Dia tekan lambang search dan mengetikkan username Line milik Kirana. Tanpa sadar beberapa menit selanjutnya Nathan men-stalk akun Instagram milik Kirana. Foto terbarunya adalah foto Kirana dan Hanna yang dia lihat saat di mobil waktu itu.

    Tidak ada perubahan ekspresi diwajah Nathan saat melihat foto Kirana malah terkesan mengerikan seperti penjahat yang sedang melihat target selanjutnya. Lalu Nathan terhenti pada salah satu foto Kirana bersama temannya entah mungkin itu temannya atau saudaranya. Yang jelas, dia laki-laki.

    Nathan masih menatap foto itu, di lihat dari fotonya sepertinya itu foto lama yang sudah di cetak lalu difoto kembali. Terlihat sebuah tag tahun 2012 sudah lumayan lama. Nathan melanjutkan melihat foto lainnya dan terhenti kembali di foto Kirana yang tersenyum dengan lepasnya.

“Itu cantik tuh yang itu, next dong.” Keynal berbisik persis dibelakang telinga Nathan.

“Yee biji kudanil! Lo ngintip ya anjrit!” Nathan menoleh dan langsung memukul Keynal dengan sandal dalam ruangan yang dia pakai.

“Aakh. Gue nggak ngintip nying. Lo yang mengizinkan gue buat liat.” Keynal meringgis mengelus kepalanya.

“Siapa yang ngizinin?”

“Ya lo ngapain ngebuka didepan gue? Masa gue nggak boleh liat, apalagi cantik gitu. Hehe. Kenalin dong Jo.Siapa? @rancathz? ” Keynal memainkan alisnya naik turun.

“Iya gue kenalin nanti.” Nathan menjawab santai.

“Serius? Tumben bener lo mau.”

“Iya gue kenalin, sama topeng monyet belakang masjid.” Nathan membalas kesal.

“Ya lo kira gue monyet?”

“Emang.”

“Tai.” Keynal membalas cepat

“Lo dong.”

“Kalo lo bukan temen gue udah gue potong burung lo pakai pisau daging.” Keynal memutarkan bola matanya.

“Nih.” Nathan berdiri seolah ingin melepas ikat pinggangnya.

“Anjing lo. Hahaha” Keynal menendang pelan Nathan yang dibalas dengan gelak tawa Nathan. “Lo naksir dia kan, Jo?”

Nathan berhenti tertawa. “Enggak, dia teman gue satu tim buat lomba.”

“Hala nggak usah bohong Jo, kalo lo nggak suka berarti lo beneran gay.

“Iya kan sama lo.” Nathan tersenyum menggoda ala om-om usil kepada Keynal.

“Najis.” Keynal melempar sandal lain yang dia temukan. “ Sampe lo beneran suka sama dia, lo bayarin cicilan headphone gue. Tiga bulan lagi lunas tuh.”

“Sampe gue tiba-tiba nelpon lo, gue bilang kaya gitu, beneran gue bayarin headphone lo.”

“Deal!” Keynal berteriak semangat dan langsung menadahkan tangannya berdoa. “Ya Allah semoga teman tampan hamba yang bernama Jonathan Virgio ini beneran suka sama cewe ber username rancathz ya Allah. Aamiin.”

“Allah juga males ngabulin doa lo Key, mending lo doain gue menang aja 3 minggu lagi gue berangkat nih.”

“Kata lo Allah males ngabulin doa gue? Yaudah gausah minta gue.”

“Oh iya bener juga. Udah lah.” Nathan beranjak berdiri dan menelepon seseorang.

“Nelpon siapa lo?”

“Dio. Mau minta doa, sama lo kan susah.” Nathan terdiam menunggu jawaban sampai terputus. “Nggak diangkat Key.”

“Lo ganteng-ganteng dongo ya. Jam berapa ini tulul, Dio mah jam segini tidur, atau tahajud, lah lo malah nongkrong astaghfirullah.” Keynal menggelengkan kepalanya sok prihatin. “Eh, lo lomba di Malang kan? Tiati, luar kota biasanya membawa cinta, bakalan jadi deh nih headphone lunas.” Keynal terkikik.

“Anjing lo Key. Hahaha.” Nathan membalasnya dengan tawa.

oOo

    Ponsel Nathan bergetar menandakan pesan masuk. Tidak lama, bergetar lagi dan terus bergetar. Ah telepon rupanya. Masih terlalu pagi untuk seseorang menelepon ke ponselnya. Beruntung hari ini Nathan tidur di karpet sehingga getarannya bisa di rasakan.

    Baru sekitar dua jam Nathan tidur setelah berjam-jam bermain game dengan Keynal dan berakhir tertidur mengenaskan dan kondisi TV tetap menyala. Nathan mengambil handpohne-nya yang tergeletak di sebelahnya melihat jam sebentar. Setengah 5 dan nomer asing meneleponnya. Nathan mengusap layarnya dan mengangkatnya. Terdengar suara dari seberang telepon membuat Nathan yang setengah sadar terbangun sepenuhnya.

Halo?”

Nathan memastikan sekali lagi bahwa dia tidak mengenal nomor itu sebelum akhirnya menjawab “Halo?”

“Sori banget gue nelepon jam segini, nggak wajar banget sih, ganggu nggak?”

Oh, gue hafal suara ini. Suara yang belakangan ini terdengar di mobil gue. Nathan membatin “Nggak kok, nggak apa-apa. Kenapa?”

“Gue tadi udah nge chat Line lo, tapi di read doang sama lo, karena gue keburu panik gue nanya nomer lo terus nelepon lo. Maafin gue ya.” Terdengar suara yang menyesal. Tapi lucu, mendegar suara paniknya itu. “Gue tadi baca, halamannya ada yang nggak ada, gue panik gue takut gue yang ngilangin, gue harus telepon ke bapaknya nggak ya?”

“Gue aja yang tanya deh nanti, apa lo mau ke sana aja? Nanti sore? Gue mau asistensi sih hari ini, tapi nggak apa-apa kalau emang lo mau kesana ya gue temenin. Gue kan kenal.”

“Beneran nggak apa-apa? Gue panik gue bingung mau tanya ke siapa lagi abisnya.”

“Hahaha, yaudah nggak usah nangis, suara lo kaya mau nangis gitu sih.” Nathan tertawa

“ Ya lo pikir nggak panik apa orang minjem novel terus halamannya nggak ada? Apalagi novel susah dicari kaya gini.”

“Ya udah nanti sore abis gue asistensi, gue ke rumah lo, abis itu kita kesana. Oke?”

“Nggak usah deh, gue ke kampus aja. Gue nunggu di kampus aja, nggak enak gue ngerepotin lo. Makasih banyak ya Nat.”

“Ngerepotin sih sebenarnya. Hahaha. Gue bercanda kok. Oh iya, lo baca sampe jam segini? Lo sehat nggak sih?”

“Gue penasaran abisnya. Ya udah deh, makasih ya Nat, see you then.”

See you, mending lo tidur sana, udah pagi. Bye” Nathan menutup teleponnya dan merebahkan tubuhnya.

oOo

    Matahari terik dari arah jendela menembus masuk ke ruangan tengah apartemen membuat pangeran tidur bernama Uta terbangun dari tidurnya yang cukup panjang. Uta mengerjapkan matanya, pusing. Bukan karena mabuk. Karena kebanyakan tidur, minuman yang dia minum tidak terlalu menyebabkan hangover yang cukup parah. Hanya kering di tenggorokannya saja.

    Uta berjalan menuju jendela dan membuka gordyn yang menutupi ruangan itu, membiarkan hangatnya matahari masuk kedalam ruangan itu. Lalu dia kembali berjalan ke dua orang laki-laki yang tertidur, menendang kakinya untuk membangunkan.

“BANGUN NJING!”

    Nathan tentu saja mendengar. Dia bukan kerbau seperti Uta yang perlu digelindingkan baru akan bangun. Dia hanya malas untuk bangun pagi, Keynal hanya bergumam di bawah kesadarannya.

“Kebo lo semua.”

Nathan langsung terduduk dan memberikan serangan pukulan bantal sofa di kepala Uta. “Biar otak lo bener kalo ngomong dipikir.” Nathan menatap sebal. “Lo ngapain sih? Nyusahin orang?”

    Pandangan Uta berubah. Uta menatap meja dihadapannya dengan tatapan kosong, air mukanya pun meredup.

I’ve confessed to her.”

Keynal yang tadinya masih tidur, tiba-tiba terduduk kaget. “Zee? Elzeera? Elzeera Arundati?!”

Uta menarik napas panjang dan menghembuskannya. “Iya. Zi siapa lagi menurut lo hah?”

“Zee zee Shahab.” Keynal menjawab asal

“Terus dia jawab apa?” Nathan menanyakan.

Uta tidak menjawab. Hanya tersenyum. “ Entah gue yang terlalu gampang nyerah, atau gue yang terlalu yakin dengan hal lain yang gue nggak tau benar atau enggak.” Dia menatap lurus ke Nathan.

Nathan sangat mengerti arti pandangan itu. Nathan memilih diam dan tidak menanyakan lagi. Dia tau persis arah pembicaraan mereka jika Nathan melanjutkannya.

“Dia nggak bilang apa-apa?” Tanya keynal.

“Bilang.” Uta berhenti sejenak. “ Gue tau, lo tau perasaan gue sejelas gue tau perasaan gue sendiri, Ta. Dia bilang gitu.”

Keynal menatap Uta, lalu menatap Nathan. Nathan hanya diam. Keynal pun mengerti.

You have to keep moving bro, pait nih gue ngomongnya, tapi lo ganteng kok. Gantengan gue sih, ya lo bisa pokoknya, lo mending lulus dulu dah. Tahun depan setengah tahun lo cumlaude kan. Hahaha.” Keynal mengalihkan pembicaraan.

“Hahaha. Kata cowo yang torpedonya liar.” Uta tertawa.

“Bacot lo kutil gorilla. Hahaha.” Keynal membalas. Nathan ikut tertawa. Suasanya kembali agak membaik sampai akhirnya Nathan memutuskan untuk pergi duluan karna dia punya janji lainnya. Bertemu dosennya, atau sebenarnya pergi menemani Kirana.

oOo

#TBC#

A/N:

Sesuai janji, dgt 2 chapter ya java in love mungkin next week. Ah iya, so zee itu sebenernya awalnya banget visualisasinya krys >.< tapi sesuatu terjadi, so terserah kalian mau memvisualisasikan zee itu siapa. Zee zee shahab juga boleh hehe. Tapi aku terlalu menyayangkan kaistal lol. But story have to keep goin right? 😉

Feedback aku terima dalam bentuk apapun dan terima kasih sudah membaca u.u

See you on chapter 10~

Iklan

Satu pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Die geheime Tür (Chapter 9)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s