[EXOFFI FREELANCE] Blood Hope (Chapter 2)

Blood  Hope

By jaejae

Cast: Oh Sehun, OC, Huang Zitao, Byun Baekhyun, Do Kyungsoo

drama, school-life, hurt, angst || chapter || G

‘Cinta ini adalah nama lain untuk sang iblis

Jangan menggenggam tangannya…’

-H.Hesse-

“I am own the story. All right deserved – Jaejae©2017”

PREVIOUS CHAPTER >> 1

Chapter 2

-I’m not sense-

“Ini tempatku.” Ucap murid itu.

“Oh Sehun?!” gumam Ahra.

——————————————————–>>>

Murid itu Oh Sehun. murid yang terlambat tadi pagi dan teman sekelasnya. Ahra terkejut karena bertemu sekali lagi dengan pria ini. yang mana ia berhadapan dan sangat dekat dengan Sehun. pria itu berbicara padanya dengan nada ketus dan tidak memperlihatkan raut wajah ramah. Hingga ia bertanya-tanya, apakah semua murid disini berbicara ketus? Atau hanya pada dirinya saja?

Terpaksa Ahra pindah kursi, menempati kursi belakang dan sejajar dengan kursi sehun. walau jarak mereka 2 kursi, Ahra masih merasakan gugup.

Setelah itu, Ahra menunduk dan hanya diam. Hingga seseorang menghampiri kursinya. “Kau sudah diperingatkan.” Ucap murid perempuan itu.

Banyak murid yang Ahra tidak kenal. Tak apa, ini hari pertamanya. Mungkin hari kedua atau ketiga, ia akan mendapat seorang teman.

Murid perempuan itu, masih memperhatikan Ahra dari atas kebawah. Kemudian Ahra mendongak menatap murid perempuan itu dengan bingung.

“Sekali lagi, sebenarnya aku tidak mau membicarakan ini. tapi sepertinya kau harus diberitahu-…”

Ahra menyerngit. Ia sebenarnya tidak begitu memahami ucapan murid itu karena bicaranya yang cukup cepat dan nyaring. Ahra hendak membuka suara,

“Tentang Sehun.” sergah murid perempuan itu lebih dulu.

Tubuhnya seakan ikut bereaksi, tercengang dan membingungkan. Suaranya tertahan. Kemudian ia mengerti maksud pembicaraan murid dihadapannya ini. tapi tentang Sehun?

Murid perempuan itu menghela nafas dan berjalan menjauhi kursinya. Tentang Sehun? memangnya ada apa? dari gaya bicara murid tadi, memang ketus. Ahra mengerti. Ia diam-diam melirik Sehun, pria itu sedang duduk dengan memainkan tab-nya.

“Jadi, dia mengikuti kelas piano?” gumam Ahra pelan.

Skip→

Hari kedua Ahra bersekolah. Masih seperti biasa, kemarin. Sampai menuju kelas usai, ia belum mendapat teman satupun. Ia tidak mengerti. Di Chicago, ia mudah mendapat teman dari pada boneka dimesin boneka.

Sekarang hampir pukul 4 lebih 50 menit. 10 menit lagi, kelas usai. Ahra merogoh sakunya, meraih ponselnya. Ia mengirim pesan singkat kepada ayahnya, meminta beliau untuk menjemputnya disekolah. Ahra belum hafal benar jalan menuju apartementnya.

Ahra tersenyum, bel pulang berbunyi. Segera ia mengemasi buku-bukunya dan pulang. Digerbang, ia belum melihat mobil ayahnya. Ahra terpaksa menunggu dihalte sekolah. Para murid sudah meninggalkan area sekolah; ada yang memakai sepeda motor, sepeda dan menaiki bus.

Tidak mungkin Ahra menaiki bus, ia bisa tersesat dijalan.

Masih diarea sekolah, Ahra melihat seorang murid laki-laki yang manis, tatapan yang polos dan kemungkinan murid itu ramah. Ahra tersenyum tipis. Dan murid laki-laki itu berdiri disampingnya. bersama dengan murid lain yang menunggu bus.

“Hai…” sapa Ahra. Ia berharap, murid laki-laki ini mau menjadi temannya.

Murid itu menoleh, “Kau bicara padaku?” Ahra mengangguk.

Murid laki-laki itu mengangguk dan membalas sapaannya. “Hai.”

“kau menunggu bus?” tanya Ahra ramah.

“Benar. Kau?”

“Tidak. aku menunggu ayahku. Dia belum datang,”

“Oh-“ gumam murid itu.

Ahra tersenyum lurus. “Siapa namamu?”

“Namaku?” murid itu menatap Ahra bingung. Kemudian Ahra mengangguk pelan.

“Namaku Kyungsoo.”

“Namaku Ahra. Aku murid baru.”

“Ah~ pantas saja aku tidak pernah melihatmu. Kau sangat terlihat mencolok dari yang lain.” Ucap Kyungsoo.

“Bagaimana bisa?” Ahra mengamati penampilannya. Memastikan jika tak ada yang salah. Seragamnya serupa dengan murid lainnya, seragamnya masih wangi dan rapih. Apa yang salah dengan itu?

“Kau tidak tahu, ya?” Ahra menggeleng. Ia menatap Kyungsoo.

Kyungsoo maju mendekati Ahra. Menunjukkan hal perbedaan pada murid perempuan ini. Ahra tidak mengerti. Ia diam saja sambil menunggu Kyungsoo.

“Iris matamu.” Ucap lembut Kyungsoo. “Apa?”

“Kau punya iris mata yang terang dan tajam.” Entah itu pujian atau tidak dari Kyungsoo, Ahra tersenyum manis. baru kali ini, ia mendapat teman bicara yang tidak ketus padanya, disekolah ini. tunggu- apakah mereka sudah berteman?

“euhmmm… Kyungsoo?!” ujar Ahra.

“Apa?”

“Apakah kita bisa berteman?” ucap Ahra pelan-pelan. Ia takut pengucapannya salah karena ia belum fasih mengatakannya. Ahra tentu harus memikirkan setiap kata yang ia ucapkan.

“Tentu saja.” Kyungsoo tersenyum manis padanya. dan Ahra mendapatkan teman baru dihari keduanya. Tidak sia-sia.

Kemudian, Bus terakhir datang. Para murid dihalte segera memasuki bus. Tanpa terkecuali Kyungsoo. Ia menatap heran pada Ahra yang tidak ikut naik bus.

“Ahra?! Kau tidak naik? Ini bus terakhir.” Ujar Kyungsoo sebelum naik.

“Maaf Kyungsoo, tapi aku harus menunggu ayahku.” Ahra menunduk. ia berpikir jika ayahnya akan telat. Ini sudah jam 5 sore lebih 30 menit.

“Aku akan mengantarmu! Cepat naik!” ajak Kyungsoo sambil mengulurkan tangannya pada Ahra.

Ahra ragu-ragu untuk meraih uluran tangan Kyungsoo. Ia sudah bilang pada ayahnya untuk menunggu. “Baiklah…” Ahra ikut naik bus.

Didalam bus yang sesak, Kyungsoo disampingnya. Ahra mengamati pemandangan sore kota Seoul yang agak ramai. Mungkin karena ini jam pulang.

“Jadi, dimana rumahmu?” tanya Kyungsoo pada Ahra.

“Sebenarnya, aku tinggal di apartement.”

“Baiklah, dimana letaknya?” tanya Kyungsoo lagi.

Ahra menunduk. “Aku tidak tahu letaknya.”

Kyungsoo tersedak salivanya. Ia menatap Ahra dengan tatapan bingung. “Kau tinggal diapartement tapi, kau tidak tahu letak apartement-mu sendiri? Astaga…”

Ahra merasa malu. Ia masih menunduk kemudian beralih pada suasana kota Seoul dijendela bus. Ia memperhatikan matahari yang sudah setengah tenggelam. Sangat indah walau tak terlihat jelas.

“Oke, aku tahu… katakan nama apartement-mu!” Ahra mendongak. “hmmm… The Rouna Resident. Kau tahu?” Ahra mendekatkan wajahnya.

“Apa?” Kyungsoo tercekat. Ia tiba-tiba gugup. Mungkin Ahra tahu gelagatnya, tapi Kyungsoo benar-benar gugup bukan tanpa alasan.

“Kau tahu tidak?” ucap ulang Ahra. “Eummm… aku- aku tahu.” lidahnya tiba-tiba terasa kelu. Dilihatnya Ahra yang tersenyum lega.

Sesampainya mereka dilokasi apartement Ahra, Kyungsoo masih merasakan gugup. Tangannya sedikit bergetar. Ahra mulai menyadari sesuatu. Kyungsoo benar-benar mengantarkannya sampai apartementnya.

“Terimakasih Kyungsoo. Maaf merepotkan.” Ucap Ahra sambil tersenyum manis.

“ah~ i-itu tidak apa-apa, tapi…” Kyungsoo tidak meneruskan ucapannya, membuat Ahra menyerngit bingung.

“ada apa Kyungsoo?” Ahra melihat kegugupan teman barunya.

Tanpa Ahra ketahui, Kyungsoo memperhatikan obyek dibelakang Ahra. Ia seketika panic. Untungnya, bus datang. “sampai jumpa lagi Ahra! Aku harus pulang!” ucap Kyungsoo sambil bergegas menaiki bus.

Belum sempat Ahra membalas, bus yang ditumpangi Kyungsoo sudah melaju pergi. Ahra tersenyum. tak apa, ia sudah mendapat teman baru. Do Kyungsoo itu pria yang manis.

Ahra memasuki area apartementnya. Menuju lobi, lift keunitnya. Didalam lift ia berdua dengan seorang laki-laki. Ia mengabaikannya. Ia ingin melirik orang itu. dari pantulan dinding lift, ia memperhatikan orang disebelahnya.

Tiba-tiba, suaranya tercekat. Betapa terkejutnya, ia satu lift dengan pria yang ia kenal.

“Oh Sehun?!”

TBC

note; thanks for read ☺ I hope your give respond by comment :V wanna find me? click  here and here

Iklan