SADISTIC NIGHT -CH. 2 : Mr. Sadistic P.2- by AYUSHAFIRAA

wp-1500112366063.png

`SADISTIC NIGHT`

A fanfiction by AYUSHAFIRAA |

Starring Baekhyun, Kim Yoojung as Kim Yoora, Chanyeol, Sehun, Suho | Supported by D.O, Tao, Xiumin, Kai, Chen, Lay, Lee Pace |

AU, Drama, Fantasy, Romance, Violence |

PG-17/M | Chaptered |

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri yang terinspirasi dari Diabolik Lovers dan berbagai film serta anime yang bergenre fantasy. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan dramatis cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

*Already published since 2015, here.

AYUSHAFIRAA©2015. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

Prev. Night : WAY? P.1 | WAY? P.2 | MS P. 1

| BAB I ▶ CH. 2 : Mr. Sadistic P.2 |

“DIA BUKAN MILIKMU, DAN TIDAK AKAN PERNAH MENJADI MILIKMU!”

.

Part 2

.

Gadis itu menidurkan kepalanya di mejanya dan memandang lelaki yang ada di sebelah kirinya seraya tersenyum. Chanyeol yang tertidur dengan memakai headphone itu sama sekali tak terlihat menakutkan, wajah tampannya terlihat sangat damai. Yoora merubah posisi kepalanya menghadap ke sebelah kanan dan memandangi setiap inchi wajah Baekhyun. Sama seperti Chanyeol, lelaki itu tak lagi terlihat seperti monster berdarah dingin yang ia lihat siang kemarin. Saat sedang asik memandangi wajah tampan Baekhyun, ia seketika teringat sesuatu, wajahnya yang putih saat itu juga langsung memerah.

“Anggap saja ini, sebagai tawaran kencan.”

….

“Bagaimana?”

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!! Ingin rasanya ia berteriak saat itu juga. Kenapa ia bisa begitu bodoh dengan tidak menjawab ajakan Baekhyun saat lelaki itu mengajaknya untuk berkencan?! Aaaaaaaaa, gadis ini pasti akan menjadi gila karenanya.

“Bodoh! Bodoh! Dasar Kim Yoora bodoh!” gadis itu kini menepuk-nepuk kepalanya sendiri.

“Ada apa, Yoora-ssi?” tanya guru itu yang menghentikan penjelasannya, otomatis semua mata menatap ke arah gadis itu, tak terkecuali mata dingin Dio.

“Huh? Tidak ada apa-apa, Seonsaengnim! Maaf, hehe.”

“Cih, dasar pembuat masalah!” Cibir Dio pada Yoora yang seketika membuat pandangan gadis itu tertuju padanya.

“Maaf, Dio-ssi.

Akhirnya terdengar bunyi nyaring lonceng sebanyak 3 kali, menandakan berakhirnya pelajaran pertama dan tanda dimulainya jam istirahat.

“Kelas dicukupkan sampai di sini.”

“Terimakasih, Saem!” ucap seluruh siswa-siswi yang ada di kelas itu secara serempak pada guru mereka sebelum akhirnya bubar keluar kelas, meninggalkan anggota keluarga Lee yang tidak selevel dengan mereka.

Bunyi lonceng itu membangunkan Baekhyun dari tidurnya, namun tidak dengan Chanyeol. Lelaki itu masih tetap terlelap dalam tidurnya, entah sangat lelah atau bagaimana, mengingat dirinya sudah menghadapi banyak masalah sejak awal Yoora datang ke keluarganya.

“Apa kau sudah memanggil Sehun, Kai, dan Tao dengan panggilan ‘Oppa’?” tanya Baekhyun yang gagal menyembunyikan kecemburuannya.

Gadis itu tersenyum geli,

“Kenapa? Apa kau juga ingin kupanggil ‘Oppa’ eoh? Baekhyun-ssi?”

“Tidak juga!” Lelaki itu langsung menyembunyikan wajahnya, menghadap ke arah lain. Tingkahnya sungguh membuat Yoora gemas dan tak bisa berhenti tertawa.

“Ah,” Yoora memegangi perutnya yang terasa perih, mungkin karena semalam ia memilih untuk tidak ikut makan malam dan malah ikut pergi bersama Baekhyun.

“Baekhyun-ssi…

“Kenapa?” Lelaki yang dipanggil namanya itu menyahut, namun tidak memalingkan wajahnya ke arah gadis yang memanggilnya.

“Bisakah kau mengantarku ke kantin yang ada di sini? Cacing yang ada di perutku sepertinya mulai mengamuk karena tidak kuberi makan sampai saat ini.” ucap Yoora sembari menggigiti bibirnya, menahan perih perutnya.

“Tidak mau!” tolak Baekhyun cepat, sepertinya ia tidak terlalu serius menanggapi permintaan Yoora.

“Aiii, Kenapa?! Aku seperti ini juga tidak lain karena dirimu!”

“Tidak ada yang seperti itu! Itu salahmu sendiri kenapa malah menolak untuk makan malam bersama yang lainnya.”

“Huh? Kau benar-benar!”

Baekhyun memasukkan kepalanya ke dalam tas tanpa melirik ke arah Yoora sedikitpun dan malah cengengesan di dalam sana.

“Pergilah bersama Dio dan mintalah dia untuk memasakkan sesuatu untukmu di sana, masakannya lebih enak daripada masakan koki di kantin sekolah ini.”

Dio yang merasa namanya disebut-sebut itu pun menoleh ke arah dua orang itu dengan tatapan aneh,

“Kenapa harus aku?”

“Bukankah sudah seharusnya sebagai seorang adik yang baik kau menuruti perintah kakakmu? Kau juga tidak mau kan kalau selamanya aku memandangmu sebelah mata?”

Dio terlihat menundukkan kepalanya sesaat, matanya berubah sendu. Sedetik kemudian, ia bangkit dari duduknya dan menarik Yoora keluar kelas menuju pantry kecil yang sepi tanpa seorangpun di sana.

“Kenapa kita tidak ke kantin saja?” tanya Yoora.

“Terlalu banyak orang di sana, aku juga tidak akan bisa memasak apapun untukmu jika di dapur kantin.”

Yoora mengangguk mengerti. Jauh di dalam lubuk hatinya, ia sangat senang bisa sedekat ini dengan Dio. Walaupun masih belum sepenuhnya dekat. Rasanya seperti mustahil saja kalau ia bisa dekat dengan lelaki dingin yang satu ini.

“Duduklah, jika kau terus berdiri seperti itu, itu hanya akan membuatku risih!” titah Dio.

Gadis itu menurut, ia duduk di meja makan kecil yang ada di pantry itu sambil terus memperhatikan Dio yang mulai serius memasakkan sesuatu untuknya. 1 menit, 2 menit, 3 menit, hingga 10 menit pun berlalu. Akhirnya masakan Dio pun selesai dibuat, lelaki itu lalu memberikannya pada Yoora.

“Cepatlah makan! Selagi kau makan, aku akan membereskan dapur yang berantakan ini.”

“Kau tidak akan ikut makan bersamaku?” tanya Yoora dengan nada menawarkan. Senyumnya mengembang.

“Jangan bodoh, aku membuatnya untukmu.”

Lelaki itu membiarkan Yoora menyantap makanannya sendirian sementara ia sibuk membersihkan kembali dapur yang sudah ia pakai untuk memasak. Aneh, Dio merasakan keanehan di dalam dirinya saat melihat senyum gadis itu. Ada apa? Apa yang terjadi?

“Yoora.” panggil Dio.

“Ya?” gadis itu menyahut, namun masih tetap menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.

“Apa aku juga salah di matamu?”

“Hm?”

Hening sejenak, untuk sementara hanya terdengar suara air dari keran yang terbuka.

“Tidak, lupakan saja.”

“Apa kau sudah selesai?” tanya Dio mengalihkan pembicaraan. Lelaki itu masih tetap pada posisinya, membelakangi Yoora.

“Tunggu sebentar!” 1 suap, 2 suap, 3 suap. Yoora akhirnya dapat menghabiskan sisa makannya dalam 3 suap ukuran besar, meskipun harus sedikit memaksakan mulutnya yang kecil.

“Tidak apa-apa, Dio-ssi. Biar aku saja yang mencucinya.” Ucap Yoora dengan mulut yang masih dipenuhi makanan saat Dio hendak mengambil piring bekas makannya.

“Terimakasih sudah memasakkan sesuatu untukku. Mungkin jika dirimu tak ada, aku akan mati kelaparan di kelas.” Yoora tersenyum polos sambil membawa piring kotor itu ke tempat cucian piring.

Sambil bersenandung tak jelas, Yoora mencuci piring dan alat-alat masak lain yang tadi digunakan Dio. Jemari lentiknya ia biarkan terkena air sabun yang sebenarnya mampu merusak kulit halusnya. Gadis itu seketika terkejut saat menyadari ada beberapa tetes darah di tempat Dio memasak tadi yang berujung di tempat lelaki itu berdiri saat ini.

“Dio-ssi…

Lelaki itu menoleh,

“Ada apa?”,

“Jangan bilang kau mengkhawatirkan ini.” ia menunjukkan jari telunjuknya yang berdarah, sementara itu darahnya terlihat terus menetes tanpa henti.

“Kemarilah!” Yoora menarik tangan Dio, raut wajahnya menunjukkan bahwa dirinya benar-benar mengkhawatirkan lelaki itu.

“Ah yang benar saja! Tak ku sangka ternyata seorang vampir juga bisa terluka seperti ini.”

Yoora membantu Dio membersihkan lukanya dengan air keran, luka di telunjuk Dio itu seperti luka tersayat pisau. Lelaki ini pasti tidak hati-hati saat memotong bahan makanan tadi.

“Apa mungkin seorang vampir bisa kekurangan vitamin K?”

Saat gadis itu tak henti-hentinya mengoceh sambil membersihkan luka Dio, sang empunya jari malah terlihat memandangi wajah gadis itu lagi-lagi dengan tatapan sendu.

Apa perasaan seperti ini yang dirasakan Chanyeol dan Baekhyun saat sedang bersama Yoora? Perasaan aneh yang rasanya tak mampu jika hanya dijelaskan dengan kata-kata. Rasanya seperti, kau ingin memiliki barang edisi terbatas yang ada di toko namun tak punya cukup uang untuk benar-benar memilikinya. Ya, kira-kira seperti itu.

“Aku baik-baik saja.

“Ssstt… Tunggu sebentar.” Gadis itu melepaskan ikatan dasi kupu-kupunya dan membiarkan kerah seragamnya terbuka sedikit lebih longgar. Ia kemudian menggunakan dasinya itu untuk mengikat jari Dio yang terluka agar pendarahannya berhenti.

“Kau siswi baru di sekolah ini, tapi sudah melanggar peraturan karena tidak disiplin dalam berseragam. Sebaiknya kau pakai lagi dasimu ini.”

“Tidak perlu! Tidak apa-apa! Sungguh.” Ucap Yoora berusaha meyakinkan Dio.

Dio membalikkan tubuhnya membelakangi gadis itu,

“Cepatlah bersihkan semuanya. Pelajaran terakhir sebentar lagi akan dimulai.” Ujar Dio dengan nada bersahabat, tidak dengan nada pencari gara-gara lagi.

Gadis itu tersenyum senang, lalu tanpa menjawab, ia kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Ya, tentu saja mencuci piring, apa lagi?

Tubuh dua orang itu kini terlihat saling membelakangi meski sesekali mencoba untuk saling melirik satu sama lain. Di tengah suasana seperti itu, seorang lelaki bertubuh tinggi dengan lensa mata merah menyala berjalan masuk ke ruangan itu tanpa menimbulkan suara. Dengan tatapannya yang tajam, lelaki itu menyuruh Dio untuk keluar dari ruangan pantry, meninggalkannya berdua saja dengan gadis itu. Dio pun terpaksa menurut, dengan berat hati, ia meninggalkan Yoora untuk lelaki itu.

“Dio-ssi, bisakah kau membantuku mengeringkan piring-piring ini?” tanya Yoora pada Dio. Tak menyadari kalau lelaki yang dimaksudnya itu sudah tak lagi bersamanya.

“Haruskah aku yang membantumu?”

Gadis itu membulatkan matanya, menyadari kalau suara itu bukanlah suara Dio. Suara itu terdengar seperti suara…..

“Chanyeol-ssi, apa yang akan kau lakukan?!” tanya gadis itu ketakutan setelah mendapati lelaki yang sedang berdiri di belakangnya adalah Chanyeol, bukan Dio.

Chanyeol yang saat ini sedang berdiri di hadapannya itu adalah Chanyeol yang menatapnya dengan tatapan yang sama seperti saat pertama kali mereka bertemu, bukan Chanyeol yang bersikap baik padanya beberapa jam kemudian setelah itu.

Yoora terus mencoba untuk menghindar dari lelaki yang sedang haus darah itu, ia mengambil langkah mundur namun Chanyeol terus memojokkannya. Lelaki itu akhirnya menghimpit tubuhnya ke dinding, mengunci tubuh kecilnya, dan menyeringai memperlihatkan taring tajam khas seorang vampir.

“Jangan lakukan itu padaku, Chanyeol-ssi! Kumohon!” Yoora menangis saat itu juga. Demi apapun, ia benar-benar sangat ketakutan. Bola mata Chanyeol yang terlihat merah seperti darah itu semakin membuat bulu kuduknya berdiri.

“Kumohon!” Setetes airmata Yoora jatuh mengenai punggung tangan Chanyeol. Lelaki itu menjilatnya dengan penuh gairah.

“Diamlah! aku tidak akan bersikap kasar. Kau hanya perlu menyimpan teriakanmu yang mengganggu itu.”

Lelaki itu membuka kancing seragam Yoora satu persatu, mencoba memperlihatkan daerah leher dan pundak Yoora yang putih dan seksi, membuat nafsu di dalam dirinya semakin bergejolak. Ia menyingkapkan helaian rambut Yoora yang menghalangi pemandangan indah itu dengan tangan dinginnya.

“Jangan! Jangan! Chanyeol-ssi!

PLAK! Tangan dingin Chanyeol berhasil mendarat dengan keras di pipi putih mulus Yoora, membuat sang empunya terlihat meringis kesakitan.

“Bukankah sudah kubilang untuk menyimpan teriakanmu?! Itu sangat menggangguku!” bentaknya.

Mata yang sudah basah sempurna itu menatap mata Chanyeol meski Chanyeol tak membalas tatapannya dan terus melanjutkan aksinya. Kenapa lelaki itu bisa berubah jadi sekejam ini? Ke mana hilangnya lelaki yang pertama kali mengajaknya ke taman belakang rumahnya? Lelaki yang menatap matanya dalam-dalam dan hampir menjadi first kiss-nya itu, ke mana dia sekarang?

“YAK! CHANYEOL LEE!” Lelaki yang tubuhnya sedikit lebih kecil daripada Chanyeol itu berhasil menarik bagian belakang seragam Chanyeol dengan kasar, mencegah Chanyeol menancapkan taringnya di leher Yoora. Lensa kuning terangnya menyala menandingi terangnya lensa merah milik Chanyeol.

“B-b-baekhyun-ssi.” panggil Yoora dengan bibir gemetar.

“Pergilah!”

“Kalau kau melangkahkan kakimu selangkah saja, itu berarti kau tidak patuh padaku!” ucap Chanyeol dengan nada mengancam.

“Diam kau!” bentak Baekhyun pada Chanyeol, lelaki itu masih menarik kerah adiknya kuat-kuat.

“APA YANG KAU TUNGGU?! CEPAT KELUAR!” teriak Baekhyun saat melihat Yoora masih berdiri dengan tubuh gemetar ketakutan. Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, gadis itu berlari keluar menjauh dari mereka.

“KAU BENAR-BENAR MEMALUKAN!”

PLAK! PLAK!

Baekhyun menampar pipi Chanyeol sekeras-kerasnya, mencoba membalas sakit yang Yoora rasakan saat Chanyeol menamparnya tadi.

“APA URUSANMU, HYUNG?! DIA MILIKKU! AKU BERHAK MELAKUKAN APAPUN ATAS DIRINYA!” balas Chanyeol dengan suara yang tak kalah kerasnya. Urat-urat di leher mereka sepertinya mulai menegang.

“DIA BUKAN MILIKMU, DAN TIDAK AKAN PERNAH MENJADI MILIKMU!”

Chanyeol tertawa kecil, meremehkan.

“Lalu dia milik siapa? Milikmu? Kau berharap dia menjadi milikmu? Hah! Yang benar saja!”

Tangan Baekhyun meremas kuat kerah Chanyeol, lalu melepaskannya beberapa detik kemudian.

“Jangan lakukan hal seperti ini lagi. Jangan buat dia jauh semakin jauh lagi.”

Hyung…” panggilan Chanyeol itu membuat langkah Baekhyun yang hendak keluar dari pantry terhenti sesaat. Lelaki itu hanya bisa menatap punggung kakaknya.

“Bukankah pada akhirnya kau akan menjadi gila sepertiku juga saat bersamanya?”

“…..”

“Jangan mencoba melindunginya sejak awal kalau pada akhirnya kau pun akan melakukan hal yang sama, menyakitinya, dengan lebih sakit lagi.” ucap Chanyeol yang seketika membuat Baekhyun membisu.

 

♥♥♥

 

“Jangan mencoba melindunginya sejak awal kalau pada akhirnya kau pun akan melakukan hal yang sama, menyakitinya, dengan lebih sakit lagi.”

Baekhyun berjalan di koridor sekolahnya, hendak kembali ke kelas setelah menghabiskan tenaga menghadapi Chanyeol yang haus akan darah Yoora. Siswa-siswi lain terus memandangnya tanpa berkata apapun, baik di mulut maupun di dalam hati mereka. Tak lain karena mereka sudah tahu akan kekuatan spesial yang dimiliki anak ke-4 keluarga Lee itu yang bisa mendengar kata hati dan pikiran orang di sekitarnya.

“Tidak apa-apa. Chanyeol hanya hilang kendali untuk sesaat, kupikir dia tidak bermaksud menyakitimu. Semuanya akan baik-baik saja.” ucap Suho menenangkan Yoora.

Saat ini, sepasang mata Baekhyun dapat melihat jelas pemandangan menyakitkan apa yang ada di hadapannya. Suho sedang berusaha menenangkan Yoora yang masih terlihat ketakutan dalam sebuah pelukan hangat. Gadis itu terlihat menangis di dada Suho dengan tangan gemetar yang memegangi ujung baju seragam lelaki itu.

Hyung, apa kau baik-baik saja?” 

Tao menyadarkan Baekhyun dari kesakitan itu.

“Ye? Ah, iya.

“Yoora, Kau tidak apa-apa?” tanya Baekhyun, pertanyaan itu sepertinya berasal dari dalam lubuk hatinya.

Gadis itu terlihat semakin menenggelamkan wajahnya di dada Suho, tak menjawab pertanyaan lelaki yang menolongnya, Baekhyun.

“Dia sepertinya masih merasa ketakutan, Baekhyun-ah. Pahamilah.” Ucap anak kedua keluarga Lee itu yang masih terlihat memeluk Yoora.

Hyung… Apa kau benar-benar baik-baik saja? Apa tidak apa-apa bagimu melihat gadis yang kau cintai menangis, berusaha menenangkan dirinya di pelukan lelaki lain? Maaf, Hyung. Seharusnya aku tidak meninggalkannya saat Chanyeol Hyung menyuruhku meninggalkannya. Tidak, seharusnya bukan aku yang menemaninya ke tempat itu. Jika bukan aku, mungkin hal ini tidak akan terjadi. Maaf, sungguh maafkan aku, Hyung.

Suara batin Dio terdengar oleh telinga Baekhyun, lelaki itu lalu mendapati mata dingin adiknya yang menatapnya dengan begitu sendu. Dio, seperti benar-benar menyesal atas kejadian ini.

“Sehun-ah, bisakah kau mengantar Yoora pulang ke rumah? Dia sepertinya tidak akan bisa mengikuti pelajaran terakhir dengan baik dalam keadaan seperti ini.”

“Aku? Kenapa harus aku? Kau mau membiarkan adikmu yang tampan ini ketinggalan pelajaran, Hyung?” ucap Sehun berbasa-basi yang secara tidak langsung ingin menolak perintah yang Suho berikan padanya.

“Sehun-ah, aku tahu. Kau tidak pernah benar-benar serius belajar bukan? Haruskah aku mengadukan hal itu pada ayah?” Suho mengancam adik bungsunya itu dengan nada lembut dan dengan senyuman yang sedikit dipaksakan.

“Tunggu! Tunggu, Hyung! Siapa yang mengatakan hal itu padamu?”

Kai tersenyum, menahan tawanya,

“Maafkan aku, Sehun-ah.

“Ah, Hyung! Aku tidak mau berkompromi lagi denganmu!” Sehun mengerucutkan bibirnya, menunjukkan kekesalannya pada Kai dengan sedikit aegyo.

“Sehun Lee, jadi kau mau mengantarnya pulang ke rumah atau membiarkan aku mengantarmu kepada ayah?”

“Yaaaaa, kenapa kau melakukan ini padaku, Hyung?!

“Sekali lagi kau berbasa-basi, aku akan benar-benar mengadukan hal itu pada ayah.” Ancam Suho masih dengan penuh kesabaran.

Hyung.” panggil Baekhyun yang menyela jawaban Sehun.

“Ada apa, Baekhyun-ah?

“Bisakah aku saja yang mengantarnya pulang?” tanya lelaki yang masih berdiri, menahan kesakitannya itu.

“Tidak bisa, kau masih harus banyak belajar untuk masuk kelas A. Kau tidak mau kan Chen naik tingkat lebih dulu daripada dirimu? Dia sudah ada di B Class – 1, selangkah lagi untuk menjadikan dirinya vampir kelas A.” Ujar Suho yang menolak permintaan Baekhyun dengan cepat, membuat adik ke-2 nya itu menundukkan kepalanya, kecewa.

“Bagaimana, Sehun Lee?

Sehun mendengus kesal, namun tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menerima perintah kakak yang paling dihormatinya itu.

♥♥♥

“Jangan lakukan itu padaku, Chanyeol-ssi! Kumohon!”

“Kumohon!”

“Diamlah! aku tidak akan bersikap kasar. Kau hanya perlu menyimpan teriakanmu yang mengganggu itu.”

…..

“Jangan! Jangan! Chanyeol-ssi!”

PLAK!

“Bukankah sudah kubilang untuk menyimpan teriakanmu?! Itu sangat menggangguku!”

Yoora mendekap erat tubuh Sehun yang berada di sampingnya, bayang-bayang kejadian di pantry tadi seperti benar-benar menghantuinya. Sehun yang awalnya merasa sedikit risih harus melayani gadis manusia itu, perlahan-lahan mulai merasa iba saat kedua matanya melihat tangan gadis itu yang bergemetar hebat saat memegangi seragam yang ia kenakan.

Saat ini, Sehun sedang menemani Yoora di dalam mobil limousine yang akan mengantarkan mereka pulang ke rumah. Kejadian di pantry tadi membuat kakak-kakaknya sibuk mengkhawatirkan gadis itu. Kini, ia pun merasakan kekhawatiran yang sama, ya, ia mengkhawatirkan gadis yang hingga detik ini masih memeluknya erat dari samping, Kim Yoora.

“Melihatmu tak berdaya seperti ini agak sedikit membuatku kecewa. Entah kenapa.” Sehun mulai mengoceh sendiri.

“Mungkin karena aku tidak bisa menggodamu lagi jika keadaanmu se-mengkhawatirkan ini.”

Sehun mendengus,

“Huh… padahal, menggoda gadis sepertimu itu sangat mengasyikan untukku. Semacam hiburan utama, atau apalah itu.”

“Yoora-ya… kau tenang saja, ‘Oppa’ akan menggodamu lagi jika kau sudah baikan. Hahaha.” Ucap Sehun merasa geli dengan apa yang ia katakan sendiri.

Setelah sampai di rumah, Sehun dengan sabar menuntun Yoora ke kamarnya yang ada di lantai 3. Baru kali ini Sehun bisa sangat perhatian pada orang lain selain kakak-kakaknya. Gadis itu, adalah yang pertama yang mampu memusatkan seluruh perhatiannya.

“Istirahatlah.” Ucap Sehun pada Yoora sesaat setelah dirinya menyelimuti tubuh kecil gadis itu.

OUKKH!

Tenggorokan lelaki itu tiba-tiba tercekat, rasanya seperti sesuatu yang kuat mencekik lehermu. Lensa matanya yang berwarna biru gelap itu seketika terlihat seperti lampu yang dimatikan lalu beberapa detik kemudian dinyalakan kembali. Terang-gelap, terang-gelap, mati-nyala, mati-nyala, seperti itu.

Sehun menyentuh lehernya sendiri, haus, tenggorokannya terasa sangat kering. Dengan sekuat tenaga, ia menjauhkan dirinya dari Yoora yang terlelap. Langkah kakinya yang terkadang terlihat oleng itu membawanya ke sebuah ruangan yang biasa digunakan keluarganya sebagai dapur mereka.

Lelaki itu mengambil toples dari freezer lemari pendingin yang ada di ruangan itu, membukanya dan mengambil sebutir pil berwarna merah seperti darah. Ia lalu menuangkan air ke dalam gelasnya dan memasukkan pil merah tersebut hingga larut, merubah warna air yang semula terlihat bening menjadi merah gelap, persis seperti darah asli.

wp-1501397374375.jpg

OUKKH! OUKKH!

Rasa haus itu semakin mencekiknya. Sebelum matanya berubah menjadi terang sempurna, ia harus menghilangkan dahaga yang menyiksanya. Tanpa ba-bi-bu lagi, ia meneguk larutan berwarna merah tersebut sampai tak tersisa setetespun.

Pil merah itu dibuat oleh Xiumin dari hasil eksperimennya seperempat abad yang lalu. Larutan yang dihasilkannya memang terlihat seperti darah, namun rasanya tentu sangatlah berbeda. Larutan itu bisa menghilangkan rasa haus, namun tidak pernah bisa benar-benar menghilangkannya. Mungkin hanya bisa semacam menunda rasa haus itu sedikit lebih lama.

PERGI! MENJAUHLAH DARIKU!

LEPASKAN! LEPASKAN AKU!

APA YANG AKAN KAU LAKUKAN?!

Teriakan seorang gadis dari jauh itu terdengar sampai ke setiap sudut ruangan.

Teriakan seorang gadis?

Tidak salah lagi! Itu adalah teriakan gadis yang Sehun tinggalkan sendirian di kamarnya, Yoora. Sehun yang sedikit terlambat menyadari hal itu kemudian berlari secepat mungkin menuju kamar Yoora di lantai 3, namun saat kakinya memasuki kamar gadis itu, gadis itu tak lagi ada di kamarnya.

“Oh, astaga! Ke mana dia?!”

♥♥♥

Di tempat lain, Chanyeol terlihat mengangkat tubuh Yoora yang terus berontak dan membawanya ke tepi sebuah kolam renang besar yang ada di samping kanan rumah mereka.

“Chanyeol-ssi… kenapa kau melakukan ini padaku?” tanya Yoora yang berlinang airmata.

“Apa lagi? sebagai gadis milikku, kau sama sekali tidak patuh padaku!”,

“Dan ini adalah hukuman yang pantas bagi gadis yang tidak patuh.” Ucap Chanyeol sebelum akhirnya melempar tubuh gadis ‘miliknya’ itu ke kolam renang yang penuh berisi air.

Dingin. Rasanya seperti air es sedang menusuk pori-pori kulitmu.

“Chanyeol-ssi!

BLURP!

“Tolong ak-”

BLURP!

“Aku tidak bisa-”

BLURP!

“-berenang.”

Gadis itu merasakan seluruh tubuhnya membeku seketika saat tubuh kecilnya tenggelam di air yang sangat dingin itu. Ia tak bisa lagi merasakan detak jantungnya ataupun gerakan kaki dan tangannya tatkala ia tenggelam semakin dalam. Ia mulai, mati rasa.

Sepasang tangan lembut nan dingin berhasil meraihnya, merangkulnya ke dalam pelukan yang menenangkan menuju kematian. Seberkas cahaya terang akhirnya membuatnya memejamkan mata dalam ketidaksadaran.

“Kenapa kau tiba-tiba menjadi seperti ini?”

“Chanyeol-ssi!”

“Yoora! bisa kau dengar aku? Jawab aku!”

“Katakan sesuatu agar diriku bisa sedikit tenang!” lelaki yang menyelamatkan Yoora dari kematian itu terus berusaha untuk membuatnya sadar. Lelaki itu sudah mengerahkan usahanya untuk membantu jantung gadis itu agar kembali berdetak dan kembali memompa darah ke seluruh tubuhnya.

“B-Baek-hyun-ssi.

Lelaki yang merasa namanya disebut itu memperlihatkan senyuman bahagianya setelah benar-benar merasa hampir mati karena mengkhawatirkan gadis yang ada dalam lingkaran tangannya itu. Ya, Baekhyun lah yang menyelamatkan dan memberikan Yoora kehangatan dari dinginnya air kolam renang mereka.

“Maaf… Maafkan aku… Sungguh maafkan aku, Yoora. Aku seharusnya bisa lebih menjagamu. Maafkan aku.” Lelaki itu menitikkan airmatanya, membasahi pipi Yoora yang berada dibawahnya.

“Maaf untuk meninggalkanmu sendirian, untuk tidak pernah mengkhawatirkanmu, untuk membawamu ke dalam kesulitan seperti ini. Aku benar-benar minta maaf.

Baekhyun menggenggam tangan gadis itu dan mengecupnya beberapa kali dengan airmata yang tak henti-hentinya keluar dari pelupuk mata.

“Kenapa kau selalu menyelamatkanku?” tanya Yoora yang baru benar-benar sadar dengan suara serak dan lirih. Matanya yang terlihat begitu lelah mencoba menatap mata Baekhyun.

Lelaki yang ditatapnya itu tak menjawab. Dalam kebisuan, lelaki itu mengangkat tubuh lemah Yoora, membawanya ke kamar untuk membiarkannya beristirahat, tanpa mengatakan apapun. Ia membaringkan tubuh Yoora di atas kasur dan menyelimutinya.

BRUK!

“Baekhyun-ssi! Kau baik-baik saja?!

Baekhyun terduduk lemas di pinggir kasur gadis itu. Tangannya yang gemetar terlihat meremas selimut yang menutupi tubuh Yoora kuat-kuat. Tubuh Yoora terasa terlalu lemah untuk membantu Baekhyun bangkit hingga dirinya hanya bisa memandang lelaki itu khawatir.

“Hhh….hhh… Baekhyun-ssi…. apa yang akan kau lakukan?” mata Yoora membesar seketika saat menyadari Baekhyun mulai menaiki kasurnya dengan tubuh gemetar dan menindih tubuhnya. Terang, lensa mata lelaki itu terlihat begitu terang. Bibirnya gemetar memperlihatkan gigi taringnya yang sangat tajam, siap menembus pembuluh darah di leher gadis yang saat ini tengah berbaring di bawahnya.

Lelaki itu mengunci tubuh Yoora dengan kedua tangannya. Perlahan tapi pasti, kepala lelaki itu bergerak mendekati wajah dan sedetik kemudian beralih ke leher putih gadis itu.

“Maafkan aku, Yoora. Aku sudah tak tahan lagi…”

Mata Yoora membulat sempurna tatkala taring tajam milik Baekhyun berhasil menusuk kulit lehernya dan merobek pembuluh darahnya. Tangannya yang gemetar mencoba melampiaskan rasa sakit yang luar bisa itu dengan meremas kuat seragam Baekhyun yang basah karena menolongnya tadi. Tapi itu saja tidak cukup untuk mengalihkan rasa sakitnya.

“Sakit… sakit sekali, Baekhyun-ssi…” rintih gadis itu pelan. Airmatanya diam-diam lolos dari sudut matanya.

Lelaki itu terus meneguk darah Yoora seperti lelaki yang ketagihan meneguk red wine, tak ada yang bisa menandingi kenikmatan darah gadis itu. Di akhir tegukannya, Baekhyun memberikan kecupan ringan di bekas gigitannya dan memberikan ciuman lembut di bibir yang berhasil menenangkan gadis itu.

“Maafkan aku, Yoora. Lain kali kau bisa menggigit bahuku jika rasanya begitu menyiksamu.”

“Baiklah.

Sehun menyandarkan tubuhnya di balik dinding kamar Yoora.

Kenapa begitu sakit rasanya?

wp-1500109685048.png

♥♥♥

[Preview Chapter berikutnya]

“Sehun-ah, kau tidak lupa akan kekuatanku, kan?” tanya Baekhyun yang membuat Sehun seketika memberhentikan langkahnya.

Sesampainya di kamar, Yoora membantu Suho untuk berbaring di ranjangnya dan menyelimutinya.

“Oppa, kenapa tidak ada angka 2 dan 3 di jam dindingmu?”

Kecanggungan itu berhasil ditangkap oleh Chanyeol. Sesaat sebelum Sehun menyadari kehadirannya, ia tidak melihat ada kecanggungan sedikitpun antara Yoora dan Sehun.

“Chanyeol Oppa, apa perasaan ini berkata benar?”

Sehun berpaling.

Gadis itu menatap nanar tubuhnya yang kini sudah bermandikan cairan merah berbau anyir tersebut, selain menangis, ia tak bisa membuka mulutnya lagi.

Appa, kenapa kau mengirimku ke tempat seperti ini? Tolong aku…. aku ingin pulang….

Iklan

55 pemikiran pada “SADISTIC NIGHT -CH. 2 : Mr. Sadistic P.2- by AYUSHAFIRAA

  1. Ping balik: SADISTIC NIGHT -CH. 9 : It’s You P.1- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: SADISTIC NIGHT -CH. 8 : The Reason P.2- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: SADISTIC NIGHT -CH. 8 : The Reason P.1- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: SADISTIC NIGHT -CH. 7 : You Have To Go P.2- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

    • Dia mah emang gitu, berubah-ubah sifatnya teh gak ngerti lagi aku juga hmz :’) w to the o to the w wow XD ternyata Suho gitu yaa selama ini diam2 main dibelakang nyari emas buat cewek lain okay cukup tau! /plisyuplis😂🔪

  5. Ping balik: SADISTIC NIGHT -CH. 6 : The End of My Story P.2- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  6. Wuaahhhh sumpah dio baik banget mau masakin, trus gilaaa chanyeol ganas banget iihhhh sampe nyeburin yoora ke kolam. Wait baekhyun gelooo dia yg pertama nyosor ke yoora sumpah kalo aku di posisi dia bisa mati jantungan wkwkwk
    Iihhh kasian si sehun wkwkwk cuma ngeliatin ajaaa

    Sumpeh ini bikin penasaran banget sama ceritanyaaaaa makin komplekssss

    • Dio dingin dingin juga baik, lah chanyeol udah bikin baper malah jaad :’v heeum dia yg pertama gigit juga dia yg pertama ngambil first kissnya yoora 😂😂😂 wakakakak malah matinya bukan karena digigit yaa tapi karena jantungan XD
      Sehun diam diam sakit hati itu teh :’)

  7. Ping balik: SADISTIC NIGHT -CH. 6 : The End of My Story P.1- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

    • Gak mati dong 😂👍 kan beda beda cara gigitnya, ada yg ngehisap darah sampe abis terus mati, ada yg ngehisapnya dikit(walaupun tetep banyak)/plak/ tetep dihidupin, ada juga yg ngehisap darah buat dijadiin sesama vampir /ceilahyukayakygbeneraja😂🔪

  8. Ping balik: SADISTIC NIGHT -CH. 5 : That Someone P.2- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  9. Ping balik: SADISTIC NIGHT -CH. 5 : That Someone P.1- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  10. Aiih hahaha kenapa gw ngakak pas yoora bilang “apa mungkin seorang vampire bisa kekurangan vitamin K?” Lucu gitu, polos lugu gimanaaaa 😁
    weheee what happened with chanyoriii ,jadi ganaaaas 😨
    Bentar deh, gw yg baper daah baekyun ngisep leher yoora 😶
    wuhuu when your imagination flying so highhhhh 🙈

    • Iyakan gak nyangka gitu yaa disini mah vampir aja bisa kekurangan vitamin wkwk😂😂😂
      Lagi kerasukan, maklumin /plak😂
      Gakpapa kok baper, asal jangan laper soalnya aku gak punya makanan /plak😂😂

  11. Ah wae.. chanyeol jahat… baek juga ujung2nya ikutan.. tapi sweet banget.. pkoknya harus baek yg pertama.. tapi kiss nya chanyeol.. eum..
    si anak ayam suka mulai suka? wawawah

  12. Ping balik: SADISTIC NIGHT -CH. 4 : What Is Love? P.1- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  13. Ping balik: SADISTIC NIGHT -CH. 3 : Destiny P.2- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  14. Ping balik: SADISTIC NIGHT -CH.3 : Destiny P.1- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  15. Omg baekhyunnnnnn
    Kau telah berkhianat dari kuhhh/plak/
    “Maaf yoora ssi …ak sudah tidak tahan lagi..”
    Rada ambigu yah kata” nya
    Agak gak adil nih
    Masa chanyeol gak bisa sedangkan baekhyun bisa
    Terus sehun pengen coba juga lagi tuh
    Kuh rela digigit sama vampir tamvannnn

    • Omg omg omg baekhyun 😱 jadi kamu punya simpanan selain yoora /plak😂
      Buahahaha xD ambigu xD emang rada rada menjurus sih bagi yg otaknya belum disapu macem dirikoh 😂
      Hihihi iya juga ya, baekhyun egois larang2 chanyeol sedangkan dia sendiri malah gigit yoora 😤😤😤
      Sehun pengen coba 😂 mungkin dia pun tergoda 😆
      Ah tidak ah iya gigit aja ah tidak /plak/apasihyuapa😂

  16. Yawlahhhhhh iniii apsaaahhhh?????😲😲😲
    Kenapa itu baekhyun liarr bangettt😂
    Btw gak papa di hisap itu darahnya yoora? Apa stok darahnya masih banyak? /ngomong ape sih lu/

    Jadi nnt ini Baekhyun sma yoora apa chanyeol? Terus dio suka jga sma yoora ? Sehun jga suka? 😂 mereka suka2aan gityuh😂 /ini ngomong ngelantur lagi/

    Btw suka bangeyt scene suho meluk yoora😍 to tweet eapps…

    Oke suka banget sma chapter ini, bikin hatiku deg deg an euuyy😂😗

    Semangat ☺

    • Apsah 😂😂😂 Apa coba apa hayoooo tebaksss😆😆😆
      Kenapa ya, aduh, cabe mode plus dingin modenya lagi off kali makanya jadi liar 😂
      Gapapa kok gapapa, Yoora mah setrong :’) untuk vampir setampan Baekhyun apa sih yg nggak wkwkwk 😂

      Hayooo hayoooo siah xD sama siapa coba? 😂 Baekhyun? Chanyeol? Dio? Apa Sehun nih? 😂😂 mungkin Yoora akan memilih poliandri /plak😂

      Iya sih so sweet, tapi yg disinihhh sakit hati 😭 /plak/apayuapa😂

      Makasih udah sukaaa hehe, mudah2an chapter chapter selanjutnya bisa bikin kamu degdegan juga yaaa 😘

      Makasih semangatnya unchhh😍

    • Hooh si chanyeol mah kitu /plak😂/ emang vampir vampir keluarga lee mah sifatnya aneh2 da maklumin aja 😂 Heeum, baekhyunnya udah kehausan pen minum cucu /eh/ darah 😂 Ikutin aja terus ceritanya yaa biar gak penasaran hihihihi 👻👻👻

  17. Wah wah wah apa ini!!!! Kenapa hati gue jadi dugun dugun pas baca scene nya baek gigit lehernya yoora terus kecup mesra bibirnya unncchhh 😄😄..
    Chanyeol oppa kenapa gak gigit leher aku aja aku ikhlas ko lahir batin tanpa dipaksa 😅😆

    • Wah wah wah apa cobaaaa 😆 dagdigdug hatikuuu~~ dagdigdug hatikuuuu~~~🎤😆🎵 dagdigdug serrrr gitchu yaa, serasa diri sendiri yg digigit manja plus dikecup basyahhh /plak😂
      Untukmu apa sih yg nggak xD aku ikhlas bang, gapapa gigit aja xD gigit aku puhlish /plak😂

  18. Yaampun yaampun yaampun….. baekhyun gilaaaa,, ya Allah cabe gue bisa sangar juga yethh, main nyosor anak org ya lu.. inget bini bang wkwkwk😚😚😚❤ yoora-ah… gimana perasaan lu digigit vampir tamvan nan sekseh seperti baek? Kkkk… waaa jinjja, michigetda… frustasi sendiri gue bacanya kak😭, ada ngilu, sedih, geli, dagdigdug, ambigu(?) Kkkk,, prihatin saya sama sehun😭😚😚😚 udahlah sehun nya buat aku aja kak kk✌✌
    dio yaaa, kenapa kamu membuat hatiku pedih seperti ini *tjiaahh kkk. Ceye juga nih,,, emang lu udah ijin ke emak bapaknya yoora sampe sampe bilang yoora milik elu? Cih… mending sama gue bang,, Insha’allah mama papa bakal ngerestuin lahir batin bang😚😚😚😂❤❤❤❤❤ Fighting kaaa❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

    • Omaygat omaygat omaygat 😱
      Buakakakk si Baekhyun dibilang gila xD gila karena darah Yoora okesip😂👍 cyat xD bini Baekhyun di manamana, dasar lelaki tak bertanggung jawab /plak😂
      Perasaan yoora digigit? Wkwkwk kayaknya gak ngaruh deh mau vampir tampannya seganteng Baekhyun rasanya mah tetep sakit 😂😂😂 Hah? Jangan frustasi gitchuuu dongggseu 😂 nano nano, ramai rasanya 😆 Sehun udah ada tanda tanda memprihatinkan juga? 😂 boleh boleh, ambil aja sono beli 1 dapet 3 /plak😂
      Cyat cyat cyatttt 😂 Sembarangan aja yaa si chanyeol mah, emang yoora barang apa 😂
      Insyaallah restuin banget ya, ikhlas pisan 😍
      Makasih shayyyy😍😍😍😘😘😘

  19. Baekhyun kah yg pertama gigit yoora? Hohoho entah kenapa aku ngerasa lama kelamaan sehun d.o dan lainnya juga bakal jatuh cinta ke yoora 😀

    • Iyaaa hehe aku kambekkk^^ akhirnya yaaa, setelah didinginin(?) dari awal ketemu wkwk 😂 iya tuh gak tau si baekhyun-.- dipikir gak sakit apa digigit pake taring 😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s