Silhouettes [Part 2 END]

PicsArt_07-08-02.30.46

 

Silhouettes

By : Alkena0112 │Silhouettes │Oh Sehun │Kim Hyena │ Two Shot│AU, Mystery │PG-15

Summary

“Siluet Hitam Menerrorku sepanjang waktu, setiap harinya dan mengikuti kemanapun aku pergi. Aku bagaikan mempunyai 2 bayangan. Siapakah dia?.” –Oh Sehun

This story is mine, please don’t be plagiator

 preview part : part 1

wp pribadi : alkena0112

oOo

Angin berhembus sangat kencang dan jendela rumahnya terbuka, semua kertas-kertas berterbangan dan ia melihat siluet hitam melaju cepat ke arahnya, detik itu pula listrik pun padam.

“Aaaaaaaaaaa.”

 

Part 2

 

“Jangan berteriak begitu tenang saja.” Ujar suara itu, lebih tepat ke arah bisikan yang membuat Hyena merinding.

Hyena bergidik ngeri. “Ka-katakan si-siapa namamu?.”

“Hahaha namaku?.” Ia tergelak sebelum melanjutkan kalimatnya lagi. “Menurutmu apa aku punya nama?.”

Hyena mengendikkan bahu. “su-sudahlah ja-jangan permainkan aku. Katakan saja.” Hyena semakin gugup berbicara terlalu lama dengan hantu itu, bahkan ia tidak tahu pasti itu adalah hantu atau manusia.

“Aku adalah Grim Reaper hahaha.” Setelah ia mengucapkan hal itu, listrik pun menyala.

Kaki Hyena lemas tidak sanggup ia gunakan untuk berdiri, ia terduduk di lantai. “A-apa?.” Hyena melihat bayangan hitam tersebut mendekatinya, tampaknya ia tengah berdiri di hadapan Hyena.

“Lucu sekali, kau sangat naif ya langsung saja mempercayaiku kekeke.” Ia terkekeh. “Tidak tidak, aku hanya bercanda. Namaku adalah Williams, aku mati beberapa bulan yang lalu. Aku tidak ingat dengan pasti, hanya itu saja. Yang pasti aku diberikan kesempatan untuk hidup kembali.” Bayangan yang mengaku bernama Williams itu pun menjelaskan jati dirinya.

Hyena mengerutkan dahi. Jadi apa sekarang ia di buntuti oleh hantu?

“Lalu kenapa kau berada di sini? Bukankah seperti nama mu sepertinya kau bukan orang korea apa kau warga negara asing yang tinggal di Korea?.”

“Tidak. Aku adalah orang kanada yang tidak menetap disini,  hanya saja kau tahu tentang setiap manusia itu diciptakan 7 kembar yang tinggal dibeberapa daerah atau bahkan negara?.”

Hyena mengendikkan bahu, ia juga tidak yakin dengan pasti akan hal itu. “Entahlah.”

“Baiklah, akan ku ceritakan. Kelima kembaranku sudah meninggal namun tersisa satu yang hidup. Ia tinggal dikorea, ia baru saja pindah di dekat rumah mu beberapa hari yang lalu.” Ujar bayangan itu lagi.

“Pantas saja, kau berada disini. Lalu?.” Hyena bertanya lagi.

“Oh, tampaknya kau mulai tertarik.”

Hyena hendak pergi, jika ia bisa melihat bayangan itu mungkin sekarang ekspresinya tengah tersenyum mengejek. Namun bayangan itu segera menginterupsi dengan mengatakan. “Aku bisa mendapatkan tubuhnya setelah aku bisa masuk ke tubuh itu, namun jika si pemilik tubuh telah meninggal. Tapi aku juga tidak mungkin medoakannya celaka. Hanya saja ku fikir mungkin ia akan mengalami sesuatu hal yang buruk. Aku akan menunggu sampai takdir itu tiba, tapi jika sesuatu itu terjadi padanya dan ia selamat maka aku akan kehilangan kesempatan itu.”

Hyena menghembuskan napas berat, haruskah ia percaya pada perkataan hantu?

“Aku tidak ingin mempercayainya.” Hyena berlalu pergi.

Hyena melangkah mendekati rumah minimalis samping rumahnya. Ia juga tidak tahu kenapa ia berada disini, hanya saja ia ingin tahu kebenaran yang terjadi. Hyena mengetuk pintu rumah tersebut. Tak berselang lama, terdengar sura knop pintu yang terbuka. Tidak butuh waktu lama untuk melihat sang pemilik rumah. Seorang pria bertubuh tinggi, kurus dan tampan.

Hyena menggeleng, ia menyadarkan diri dari rasa kekagumannya.

“Siapa kau?.” Kata pria itu.

Hyena mengulurkan tangannya. “Namaku Kim Hyena, kau?.” Terdengar helaan napas berat. “Apa tujuanmu?.”

Hyena melihat kebawah dimana bayang pria itu ada dua. Gadis itu terkesiap, ternyata williams selalu mengikuti pria ini kemanapun. “aku adalah tetanggamu, jadi aku hanya─”

“Kalau ingin berkenalan besok saja.” Ucap Pria itu. Ia menutup pintunya dengan kasar yang menimbulkan suara bedebum cukup keras. Tak berapa lama, ia membuka pintu lagi. “Dan ingat waktu jika berkunjung nona.” Ia menutup pintu lagi.

Setelah kejadian tadi malam, Hyena anggap semua itu hanyalah mimpi. Hyena bersiap untuk bekerja, ia berpapasan dengan tetangga barunya dan berniat untuk menyapanya.

“Namaku Oh Sehun.”

Hyena mengerutkan dahi, kenapa pria itu memberitahu namanya padahal ia tidak bertanya.

“Kau menanyakan nama ku semalam.” Ujar Sehun seakan tahu pikiran gadis itu.

“Oh ya Sehun.”

“Aku tidak mau berbicara dengan mu.”

Hyena menghela napas, ia melihat bayangan Sehun masih ada dua. Yang artinya siluet Williams selalu mengikuti Sehun. “Sehun sangat dingin berbanding terbalik dengan Williams. Ia sangat menyenangkan, ku harap Williams saja yang menggantikan Sehun itu.”

“Benarkah?.” Suara bisikan halus ditelinga Hyena. Gadis itu menunduk dan melihat siluet Williams yang berdampingan dengan siluet dirinya. “Kau? Kenapa tidak mengikuti Sehun?.”

“Karena sangat membosankan, hidupnya sangat datar dan ya dia adalah pria yang dingin.” Ujar Williams. “Bolehkah aku mengikutimu?.”

Hyena mengangguk dan berujar lagi. “Apa Sehun tidak menyadari soal bayangannya sendiri yang ada dua?.”

“Pria yang acuh tak acuh dengan sekitar peduli apa tentang hal kecil soal bayangan?.”

“Hyena!!.” Teriak seorang gadis di ujung sana.

Hyena menoleh dan melambaikan tangannya pada Min Gi, ia tersenyum sumringah melihat sahabatnya. “Min Gi, kau disini?.” Hyena melirik siluet Williams, takut-takut Min Gi menyadarinya.

Min Gi mengangguk dan melihat sekeliling, tampak menyadari sesuatu. Hyena memainkan jemarinya panik jika Min Gi tahu akan siluet Williams. “Hyena.”

“A-ada apa Min Gi?.”

“Aku tahu siapa yang mengikutimu selama ini.” Min Gi mengangguk yakin.

Hyena menelan salivanya gugup. “Si-siapa?.”

Min Gi memicingkan matanya. “Pasti tetangga baru mu.” Min Gi maju beberapa langkah untuk mendekati rumah minimalis Sehun. “Sepertinya sejak saat tetanggamu belum kemari, tidak ada yang mengikutimu tapi sejak ia pindah kau merasa diikuti ‘kan?.”

Hyena menghela napas lega, ternyata Min Gi masih tidak menyadari akan siluet Williams. Hyena tertawa kikuk. “Hampir tepat.” Ujarnya sangat pelan. Hyena mendekati Min Gi dan menepuk bahu gadis itu. “Ah, Min Gi-a jangan berprasangka buruk begitu, tidak mungkin itu Sehun.”

Min Gi menoleh pada Hyena. “Sehun? Jadi namanya Sehun? Kau sudah bertemu dengannya?.” Hanya dijawab dengan anggukan oleh Hyena.

“Baiklah Hyena, aku akan membantumu mencari si penguntit itu. Kalau ku temukan akan ku patahkan lehernya. Aku hanya ingin mengatakan itu, aku terburu-buru jadi aku pergi dulu ya. Hati-hati dan jaga dirimu Hyena.” Ujar Min Gi dan pergi meninggalkan Hyena.

“Hey!! Aku tidak punya leher!!.” Williams berteriak, namun lebih terdengar suara bisikan yang seakan tercekik.

“Hentikan itu Williams, kau terdengar menakutkan dan kata-katamu benar-benar mengklarifikasi kau adalah hantu.” Hyena melihat siluet Williams. “tapi disini kau tampak seperti manusia biasa, sepertinya tubuhmu cukup tinggi. Apa wajahmu mirip seperti Sehun?.”

Hyena melihat gerakan anggukan kepala dari siluet Williams. “Hanya saja aku sedikit lebih tampan.”

Silhouettes

 

Hari sudah  larut, Hyena berjalan pulang ke rumahnya. Terdengar suara amunisi di sebrang sana, ia melihat 5 orang laki-laki dan 1 orang perempuan berlari. Hyena ragu untuk ikut berlari atau tidak dan Williams menyuruhnya untuk berlari saja. Hyena mengikuti ucapan Williams dan hendak berlari, namun sebuah peluru mengenai kakinya. Beberapa polisi datang dan langsung menyergap Hyena. Angin berhembus cukup kencang dan membuat polisi tersebut terhempas. Hyena yakin itu ulah Williams, ia pun menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri. Namun terdengar suara amunisi yang ditembakkan ke udara. “Berhenti atau kau akan ku tembak nona lee Hana.”

Hyena berdiri kaku, ia berbalik dan polisi pun memborgol tangan gadis itu. “Nama ku Kim Hyena pak. Bukan Lee Hana.”

“Aku tidak percaya, kau termasuk komplotan pengedar barang terlarang ‘kan?.” Ujar polisi itu.

Hyena menggeleng cepat, tentu saja ia menyangkal ia bahkan menyentuhnya pun tidak. “Bukan aku pak.”

“Sudah, jelaskan saja dikantor polisi.” Polisi tersebut hendak memasukkan Hyena ke dalam mobil. Namun seuah mobil mewah berhenti di depan mobil polisi.

“Selamat malam pak.”

“Selamat malam Inspektur.” Ujar polisi tersebut. “Saya sudah menangkap salah satu komplotan pengedar barang terlarang inspektur.”

Pria itu mengamati wajah Hyena. “Kau yakin dia orangnya?.” Ujarnya lagi.

“Yakin Inspektur Oh.”

Sehun menggeleng. “Lepaskan dia, bukan dia pelakunya.”

Polisi tersebut tampak ragu. “Kau mengenalnya Sehun?.” Ia mulai berbicara biasa layaknya dengan teman. “Kau yakin bukan karena kau iri bukan kau yang menangkapnya?.”

“Berhentilah berpikiran sempit Kai, aku tidak peduli kau ataupun aku yang menangkapnya bahkan kau bisa ambil lencana polisiku atau bahkan posisi ku. Lepaskan dia, lihat kakinya terluka karena kebodohanmu.” Sehun menarik tangan Hyena, namun Kai menahannya.

Kai menatap tajam Sehun. “Kau menyepelekanku?.”

Sehun menghela napas dan menarik tangan Hyena dengan keras dan membuat Hyena meringis kesakitan. “Aku mengenalnya, namanya adalah Kim Hyena. Rumahnya berada tepat disamping rumahku.”

“Kau menyimpan seorang penjahat rupanya.” Ujar Kai lagi, ia tersenyum mengejek. “Ayo ku bawa kalian pada Jenderal agar kau dikeluarkan dari kepolisian dan kau penjahat mendapat hukuman.”

“Lakukan saja semaumu, tapi aku akan pergi.”

Sehun memapah Hyena masuk ke mobil dan membawanya ke rumah Sehun. Ia membawa Hyena masuk kedalam rumahnya dan mulai mengobati luka gadis itu.

“Terimakasih Sehun.” Hyena membuka pembicaraan.

“Tidak perlu, kau memang tidak bersalah.” Ujar Sehun.

“Tadi kau bilang kau mengenalku? Ku pikir setelah kau mengatakan tidak ingin berbicara denganku, kau tidak mau mengenalku.” Kata Hyena.

Sehun mendengus dengan membersihkan luka Hyena. “faktanya aku memang mengenalmu, aku adalah polisi yang artinya aku harus berada dipihak yang benar, melindungi orang yang lemah dan memang bukan kau tersangknya. Fakta paling menyebalkan adalah kau harus berada disana dan menjadi korban kesalahan penangkapan sehingga aku harus menolongmu.”

Hyena terkikik. “Wow Sehun, ini pertama kalinya aku mendengarmu berbicara panjang sekali.” Gadis itu bertepuk tangan seolah baru saja mendapatkan penghargaan.

Sehun mendecih, ia membalut luka Hyena dengan wajah memberengut. Sampai ia mendegar ringisan dari Hyena. “Maafkan Kai, dia salah tangkap dan kau jadi begini.”

Hyena memandang Sehun. “Ya, sedikit mengesalkan tapi sudah tak apa.” Sehun menatap Hyena sebentar lalu membalut luka Hyena lagi. Gadis itu terpesona akan setiap gerakan Sehun.

“Sudah selesai, aku akan antar kau pulang.” Sehun memapah Hyena. Ketika mereka membuka pintu beberapa polisi dan jenderal polisi berdiri di depan gerbang rumah Sehun. Hyena menggengam erat baju Sehun. “Se-Sehun, bagaimana?.”

“Tenanglah, aku disini.” Ujar Sehun, Hyena menatap Sehun tak berkedip. Mungkinkah ia mulai jatuh cinta pada pria itu?.

“Selamat malam Jenderal.” Ujar Sehun.

Jenderal Park menatap Sehun dan beralih menatap Hyena bergantian. “Siapa gadis itu?.”

Sehun tersenyum miring dan membawa Hyena ke hadapan Jenderal Park. “Dia adalah Kim Hyena yang disangka buronan, kau tidak mengenalnya? Benarkah dia memang tersangka? Apakah menurutmu aku menyembunyikan penjahat dirumahku?.”

Jenderal Park tersenyum. “Aku percaya padamu Sehun.” Ia pun berlalu pergi.

Silhouettes

 

Setelah hari itu Sehun dan Hyena semakin dekat, gadis itu merubah pikiran tentang Sehun. Pria itu adalah pria yang baik walaupun terkadang sifatnya dingin. Beberapa hari ini pun Hyena tidak mendengar bisikan Williams, siluet Williams sekarang selalu menempel pada Sehun. Ia jadi mengkhawatirkan sesuatu. Mungkinkah sesuatu akan terjadi pada Sehun?

Hyena bimbang, ia kalut.

Memilih antara Williams dan Sehun. Williams baik dan hangat. Namun Sehun dingin tetapi terkadang ia peduli bahkan sangat bertanggung jawab.

Hari ini hari libur, Hyena berniat pergi ke rumah Min Gi untuk menceritakan soal Williams dan Sehun. Ia melihat Sehun berdiri menunggu lampu merah untuk menyebrang, ia mengenakan seragam polisinya.

“Sehun.” Hyena berjalan mendekati Sehun.

“ Ada apa? Kau butuh sesuatu?.” Ujar Sehun.

“Kau tidak membawa mobil?.”

Sehun menggeleng. “mobilku perlu diperbaiki. Kenapa kau memanggilku?.”

Hyena menggeleng, ia melihat siluet Williams berdampingan dengan siluet Sehun. “Kau tidak menyadari sesuatu?.”

“Apa?.” Tanya Sehun.

“Tidak, berhati-hatilah Sehun.” Ujar Hyena dengan tulus.

Sehun mengacak rambut Hyena. “Tidak perlu khawatir, aku bisa jaga diri Hyena. Hubungi aku jika kau butuh sesuatu.” Sehun berlalu setelah lampu lalu lintas berganti warna menjadi merah.

“Kau peduli padaku?.”

Sehun menghentikan langkahnya, tanpa menoleh ia berujar. “Hanya basa basi.” Ia pun melanjutkan langkahnya.

Hyena menghela napas kesal, terbesit dibenaknya untuk Williams yang menggantikan tubuh Sehun.

Sehun terhempas ke tengah jalan setelah ia sudah berada di trotoar. Sehun merasa ada angin yang berhembus sangat kencang hingga membawa tubuhnya terhempas. Ia hendak berdiri dengan cepat ketika melihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi ke arahnya, di duga rem blong. Ketika ia sudah berjalan menjauh dari mobil tersebut, tubuhnya terhempas lagi hingga mebuat dirinya tertabrak mobil tersebut.

Hyena berteriak sekencangnya, ia yakin itu ulah Williams. Ia melihat siluet Williams berdiri disamping Sehun. Ia berharap Sehun dapat selamat, ia sangat menyesal dengan pikirannya sebelumnya.

Silhouettes

 

Setelah ia sampai di rumah sakit, ia mendapat penjelasan dari dokter bahwa keadaan Sehun kritis. Ia tidak yakin apakah Sehun dapat diselamatkan atau tidak. Tetapi dokter akan berusaha menyelamatkan nyawa Sehun.

Hyena melihat siluet Williams berdiri di depan pintu ruangan rawat Sehun. ia berjalan mendekat. “Kau bilang, kau akan menunggu. Kau tidak akan mencelakainya, tapi kenapa kau lakukan ini? Kau melampaui takdir Williams.”

“Kau mencintainya?.” Tanya Williams. Hyena hanya terdiam dengan pertanyaan Williams. Ia melanjutkan kata-katanya. “Kau tidak menjawab artinya ya. Dan aku tidak mengharapkan kau mencintai Sehun. aku yang mencintaimu, kau yang bertemu dengan ku lebih dulu dibanding Sehun. kau juga mengharapkan aku yang menggantikan tubuh Sehun ‘kan?.”

Hyena tidak mengerti dengan arah pikiran Williams. “Willy, aku mengerti kau memang diberikan kesempatan kedua untuk hidup. Namun ku rasa dengan cara yang benar, ini tidak benar Willy. Sama saja kau merebut sesuatu yang bukan milikmu, kau jahat Willy. Aku benci padamu, aku tidak menyangka hanya karena kau mencintaiku bisa merubah sifat baikmu menjadi jahat.”

“Aku tidak peduli Hyena, ku yakin sekarang ia tidak akan selamat. Ia berada di ambang kematian.”

Hyena menghela napas pasrah, ia masih berharap Sehun bisa di selamatkan. “Aku yakin sesuatu yang sudah menjadi takdir kita tidak akan menjadi hak orang lain.”

Seorang dokter keluar dari ruang rawat Sehun. ia mengatakan bahwa Sehun berhasil melalui masa krtitisnya. Hyena sangat senang mendengar hal itu.

“Tidak, aku kehilangan kesempatanku. Aku harus melakukan sesuatu pada Sehun.” ujar Williams.

“Tidak Willy.”

Sebuah suara menyuruh Williams untuk berhenti. Entah suara itu berasal darimana, Hyena juga tidak tahu asalnya.

“Kau harus kembali ke tempatmu seharusnya berada Williams. Kesempatanmu sudah hilang. Kau juga akan dihukum karena telah berusaha melangkahi takdir seseorang.” Ujar suara itu, tak berselang lama Williams menghilang bersamaan dengan suara asing tadi.

Setelah 3 bulan berlalu, Sehun dan Hyena menjalin hubungan bahkan mereka juga berencana untuk menikah. Angin berhembus lembut menyentuh kulit mereka. Hyena jadi teringat tentang Williams. “Aku takut sekali saat itu, ku pikir aku akan kehilanganmu.”

Sehun menghentikan langkahnya dan menghadap ke arah Hyena. “Mana mungkin Aku akan melindungimu jadi tidak mungkin aku akan meninggalkan gadis lemah seperti mu sendiri.”

Hyena memukul pelan lengan Sehun. “Aku teringat dengan Williams.”

Sehun cemberut. “Kau masih memikirkannya? Jangan-jangan kau masih mengharapkan dia kembali dan merebut tubuhku ya?.”

Hyena mencubit perut Sehun. “Bagaimana mungkin kau berpikiran begitu? Aku hanya teringat memori itu karena benar-benar membekas, saat itu adalah saat yang mengerikan.”

Sehun membawa Hyena kedalam dekapannnya. “Tenanglah, aku sekarang disini dan kita akan menikah.”

“Lalu kapan kau akan melamarku?.”

“Sekarang.”

“Apa?.”

“Will you marry me?.”

“Yang benar saja dengan cara seperti ini? Tidak romantis sekali Sehun.” Hyena menghentakkan kaki.

“Yang penting ungkapannya benar. Sekarang jawab saja.” Sehun sedikit memaksa.

Hyena menghela napas. “Lalu mana cincinnya?.”

Sehun meraih tangan Hyena, gadis itu tersenyum karena Sehun akan menyematkan cincin di jemarinya. Sehun tersenyum sangat manis. “Aku sudah membelikanmu cincin ini, lihat kita pakai cincin couple.”

Wajah Hyena bermuram durja, ia menghempaskan tangan Sehun. “Itu cincin palsu Sehun bukan cincin sungguhan.”

“Jadi kau mau menikah denganku karena kau mencintaiku atau karena akan memberimu cincin?.” Sehun bersedekap.

“Aku mencintaimu, hah baiklah aku tidak bisa berdebat denganmu. Aku mau menikah denganmu.”

Sehun terkekeh dan meraih tangan Hyena. Ia menyematkan cincin yang sesungguhnya pada jari Hyena. Gadis itu terkesiap, tidak menduga dengan sikap Sehun. “Sehun.”

“Kita akan menikah.” Sehun berteriak dengan merangkul gadisnya.

Dan kisah mereka berakhir dengan kata bahagia.

END

a.n : Akhirnya selesai dengan akhir yang aneh hahaha. Tetapi aku berterima kasih pada readers yang sudah mau membaca dan memberikan feedback ^^

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s