[EXOFFI FREELANCE] STAY WITH ME (Chapter 10)

img1497657152363

STAY WITH ME

Author :

Angeline

Main Cast :

Oh Sehun (EXO)

x

Bae Joo Hyun a.k.a Irene (RV)

Additional Cast :

 EXO Members |Kim Ji Yeon (LOVELYZ)|Kim Seolhyun (AOA)|Im Jung Hoo  (B.I.G)| Lee Hyo Eun (STELLAR) |Krystal Jung (FX) |etc~

 Rating PG-17 |Length Series Fic

Genre : romance | Angst | AU |slice of life | Drama |etc~

Disclaimer :

Ff ini murni dari pemikiran author sendiri , ceritanya tiba-tiba muncul dalam otak author #ea ,dan dari pada lupa langsung dituangkan dalam bentuk FF seperti ini. Bila ada kesamaan tokoh maupun jalan cerita didalam ff ini , itu bukan merupakan bentuk plagiat #noplagiat! melainkan unsur ketidaksengajaan. Don’t judge, don’t copas.  Terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk membacanya  (nunduk)

Summary :

Bagaimana jika seorang Oh sehun yang berwatak dingin dan tidak pernah peduli pada orang lain terjebak bersama seorang gadis amnesia bernama Irene?. Melalui sebuah pertemuan tidak terduga hingga masalah-masalah yang datang saat keduanya tengah menjalin sebuah hubungan.

-Chapter 10-

Sehun dan Irene memasuki rumah dengan baju basah, dan wajah menggigil yang tercetak di wajah mereka sejak pulang dari bermain hujan itu. Mereka tidak berbicara satu sama lain ibarat patung di dalam sebuah mobil sejak tadi. Diam dengan pikiran masing-masing, dan enggan berucap sebuah kata. Sehun bahkan berusaha untuk tidak menatap wajah Irene, seakan ia tidak berani hanya untuk meliriknya saja. Hati keduanya juga masih saling berdegub kencang, bahkan Sehun benar-benar tidak menemukan kesadarannya lagi.  Mengapa tadi ia melakukan hal itu? Sungguh, memang Sehun sangat tertarik pada ulasan senyum Irene yang menawan, di mana senyuman itu tercetak di bibir plumnya. Sehun ingin merasakan mencium bibir gadis itu. ‘Tunggu! Apa? Ingin merasakan katamu? Kau sudah tidak waras Oh Sehun?’ Ucap Sehun dalam hati.

Namun Sehun dan Irene segera menatap sedikit bingung, seseorang yang sedang duduk di ruang tamu dengan membaca sebuah majalah dan mengangkat kakinya di atas meja, bak seorang raja di rumah Sehun. Tentu, sang pemilik rumah tidak senang akan hal itu. Segera saja Sehun berjalan sedikit cepat, dan menatap siapa pria yang sudah berada di rumahnya dan berlaku kurang ajar seperti ini.

Hyung?” Seru Sehun menaikkan alisnya, saat mendapati sahabanya bernama Baekhyun itu yang berada di rumahnya. Ada apa? Dan tumben sekali pria ini seorang diri. Biasanya Baekhyun akan bersama Chanyeol atau pun Kai. Namun, kali ini pria Byun itu hanya seorang diri.

“Ah, kau sudah pulang? Aku menunggumu sekitar 1 jam yang lalu. Tapi tidak apa.” Baekhyun tersenyum, lalu menaruh majalah itu di atas meja. Kemudian Baekhyun berdiri, dan memasukkan tangannya ke dalam saku celananya. Pria Byun itu sedikit menilik Sehun dan Irene yang ternyata sedang basah kuyup.

“Kau bermain hujan? Tumben sekali.” Ucap Baekhyun mendekati Sehun dan memegang kemeja pria itu dengan tangan kirinya.

“Sedang apa hyung di sini? Di mana Chanyeol hyung dan Kai?” Tanya Sehun mengalihkan pembicaraan, karena sejujurnya jika mereka terus melanjutkan pembicaraan mengenai hujan, maka yang teringat adalah memori tentang, ‘hampir mencium Irene’.

“Aku? Ah, aku ke sini bukan untuk menemuimu.” Baekhyun tersenyum penuh arti, kemudian melayangkan pandangannya pada Irene yang masih berdiri di tempatnya memeperhatikan Sehun dan Baekhyun dengan keadaan menggigil. Lantas, pria Byun itu menyunggingkan senyumannya pada Irene, “Aku ingin bertemu dengan Irene.” Lanjut Baekhyun dengan senyuman indahnya. Bahkan siapa saja yang melihat senyuman khas seorang cassanova itu, akan langsung jatuh hati.

Mata Sehun membulat sempurna mendengar itu, benarkah ini? Tapi kenapa? Mengapa Baekhyun ingin bertemu dengan Irene? Bahkan mereka tidak dekat, dan tidak pernah mengobrol kecuali di club malam itu. Jadi untuk apa Baekhyun bertemu dengan Irene? Perasaan Sehun sedikit tidak enak memikirkan hal ini.

“Aku ingin mengajaknya berkencan.”

“APA?!” Sehun mencelos mendengarnya. Kemudian menatap Irene yang ikut terkejut mendengar ucapan Baekhyun, perihal mengajaknya ‘berkencan’. Oh, benarkah? Apa Baekhyun akan menjadikan Irene dalam list wanita kencannya sekarang? Tidak! Sehun cukup tahu bagaiaman seorang Baekhyun. Pria itu tidak begitu menyukai wanita yang polos seperti Irene.

“Kenapa kau terkejut? Apa aku salah bicara?” Baekhyun berjalan mengambil handuk yang berada di lemari Sehun, kemudian menuju tempat Irene berdiri, lalu mulai mengusap wajah Irene dengan lembut. Bahkan, Irene merasa jantungnya tidak normal berdekatan dengan Baekhyun seperti ini.

Setelah wajah Irene, Baekhyun kembali mengusap dengan lembut rambut Irene dengan handuk itu. Sehun yang melihat hal tersebut sedikit, tidak! tapi sangat dibuat cemburu oleh Baekhyun. Pasalnya, Sehun begitu tidak suka seseorang mendekati Irene, dan melakukan hal manis seperti itu padanya. ‘Tapi, bukankah kau tidak menyukainya? Mengapa kau harus cemburu dengan hal seperti ini?’ Ujar Sehun dalam hati.

“Bagaimana Irene? Kau mau berkencan denganku?”

“Kenapa harus dia? Kau punya banyak teman kencan, mengapa harus Irene?” Suara Sehun membuat hati Irene menghangat. Kata-kata Sehun seperti, pria itu enggan melepas Irene untuk pria lain.

“Entahlah, aku ingin mencoba berkencan dengan gadis polos sepertinya.” Ucap Baekhyun kemudian menarik dagu Irene mendekat padanya. Bahkan terlihat sangat dekat, seperti saat Sehun hendak mencium Irene tadi.

Sungguh, kemarahan Sehun seperti meluap-luap di dalam kepalanya melihat adegan Baekhyun menarik dagu Irene. Ah, sangat menyebalkan hatinya.

Irene yang mendapat perlakuan itu, langsung menarik wajahnya menjauh dari Baekhyun, membuat pria Byun itu tersenyum penuh arti, dan membuat Irene bingung dengan senyuman pria yang menyimpan sejuta pesona itu.

“Sudah kuduga, ia akan sangat sulit. Sungguh menarik.” Kata Baekhyun sambil menatap Sehun, yang hanya memendam amarahnya dalam hati. Sungguh, ia cemburu dengan sikap Baekhyun pada Irene. Apa harus Baekyun mengencani Irene juga?

“Aku tidak mengijinkannya!” Ucap Sehun sedikit keras.

Lantas, Baekhyun menoleh menatap Sehun dengan mengerutkan keningnya. Baekhyun terkekeh pelan, kemudian memutar tubuhnya menghadap Sehun. Sifat santai Baekhyun membuat Sehun lebih kesal lagi pada sahabatnya yang satu ini. Tidakkah cukup mengencani banyak wanita? Mengapa harus Irene juga sekarang? Irene miliknya.

“Kau menyukainya?” Tanya Baekhyun frontal, membuat Irene menatap Sehun dengan tatapan sedikit berharap, pria itu akan mengatakan ‘ya’.

Sehun menghela nafasnya, pertanyaa Baekhyun terdengar begitu membunuhnya. Ia bingung saat ini, apa ia menyukai Irene? atau ini hanya perasaan simpati belaka pada gadis amnesia itu? Oh ayolah, adakah sifat simpati yang menunjukkan jika kau selalu suka tersenyum jika melihatnya tersenyum? Ataukah, itu hal yang wajar saat kau memikirkannya hampir setiap hari? Atau, apakah hal wajar jika kau tadi hendak menciumnya? ‘Berhenti berbohong dengan perasaanmu Oh Sehun!’ Suara hati Sehun memprotes.

“Ti-dak!” Elak Sehun, membuat Baekhyun mencibir kecil.

“Lalu, apa alasanmu tidak mengijinkannya?”

“Irene juga tidak ingin berkencan denganmu!” Jawab Sehun dengan kasar dan cepat. Baekhyun menoleh pada Irene, yang terlihat gundah dengan hatinya. Hatinya, sedikit tersayat mendengar Sehun mengatakan jika ia tidak menyukai Irene. Ya, setidaknya Irene sudah tahu jawaban Sehun mengenai perasaannya. Lalu, mengapa saat di taman, Sehun tidak ingin melupakan ucapa Irene? Pria itu membuat Irene bingung saat ini.

“Kau tidak mau berkencan denganku?” Tanya Baekhyun pada Irene, dan gadis itu hanya menatap Sehun dengan tatapan kecewanya. Dan Sehun seperti tahu, jika Irene kini kecewa padanya. Namun meski begitu, bisakah Irene mengatakan jika ia menolak ajakan Baekhyun? Sehun benar-benar tidak ingin, gadis itu pergi dengan pria lain, meski itu sahabatnya sendiri.

“Aku rasa, itu bukan hal yang buruk. Bisa tunggu sebentar? Aku ingin bersiap-siap.” Ucap Irene tersenyum pada Baekhyun, dan Baekhyun hanya mengangguk kecil sebagai jawabannya.

Irene segera masuk ke kamarnya, tanpa menatap Sehun lagi. Dan pria itu hanya diam dengan sebuah perasaan menyesal di hatinya. Berkali-kali, Sehun terus mengumpat kesialan dalam pikirannya, mengapa ia begitu bodoh?

Sedikit menunggu lama, kini Baekhyun dan Sehun yang sudah berganti baju menatap sosok gadis cantik yang baru saja turun dari lantai atas. Mereka sedikit melongo menatap Irene yang terlihat sangat cantik dengan dress mini berwarna ungu yang terlihat sangat pas di badannya. Polesan make up sederhana di wajah cantiknya membuat Irene benar-benar mempesona luar biasa.

Baekhyun tersenyum, kemudian berdiri dan menghampiri Irene. Pria Byun itu menggenggam jemari Irene dan menciumnya singkat. Dan sekali lagi, hati Sehun panas karena hal itu.

“Aku meminjamnya sebentar.” Ujar Baekhyun tanpa menatap wajah Sehun, karena seluruh atensinya berada pada Irene.

Sehun terlihat gelisah menunggu Irene di ruang tamu. Ini sudah pukul setengah sepuluh, dan gadis itu belum sampai di rumah. Mengapa mereka lama sekali? Sebenarnya, apa saja yang mereka lakukan hingga selama ini? Sungguh, Sehun benar-benar tidak tahan menunggu gadis itu. Hatinya juga, sedari tadi tidak tenang karena gadis itu belum terlihat.

BRUM

Sehun segera melirik ke jendela saat mendengar suara mobil di halaman rumahnya. Kini Sehun bisa bernafas lega, karena melihat mobil Baekhyun sudah berada di halaman rumahnya. Terlihat Baekhyun turun dari mobilnya, dan membukakan pintu untuk Irene. Nampak senyum kebahagiaan di wajah Irene, mendapat perlakuan super manis dari Baekhyun. Oh, cukup membuat hati Sehun memanas dengan kemesraan kalian!

BIP

Irene membuka pintu rumah Sehun, dan langsung terkejut saat mendapati Sehun berada di depannya, dengan wajah seramnya yang menatap Irene. Gadis itu hanya mengelus dadanya, serasa akan mendapat serangan jantung, jika Sehun terus mengejutkannya seperti ini.

“Bisakah kau tidak mengejutkanku seperti ini? Aku masih ingi hidup Sehun.” Kata Irene lembut, kemudian menutup pintu rumah.

Kini Irene berjalan di depan Sehun, dan pria itu hanya mengekor di belakang Irene. Gadis itu hanya membiarkan kegiatan Sehun, dan tidak berniat menggubrisnya.

“Apa saja yang kalian lakukan? Dan kemana saja kau pergi bersama Baekhyun hyung?” Ujar Sehun panjang lebar, membuat Irene menghentikan langkahnya menaiki tangga, dan memutar tubuhnya menatap Sehun, yang kini berada di depannya, namun pria itu berada di bawah anak tangga di mana Irene berdiri.

“Kami hanya makan malam, itu saja.” Kata Irene menjelaskan dengan jujur.

“Makan malam hingga larut malam? Kau sadar, kau sudah pergi selama 3 jam.”

“Aku tidak bohong, kau bisa bertanya pada Baekhyun jika perlu.” Kata Irene memutar malas bola matanya, dan melanjutkan langkahnya untuk menuju kamarnya.

“Irene…” Seru Sehun, membuat Irene kembali memutar tubuhnya menatap Sehun, yang kini diam di tempatnya sambil sedikit melamun.

“Kau mau masuk?” Tanya Irene membuat Sehun mendongak menatap gadis yang menaikkan sebelah alisnya, sambil menatap Sehun dengan tersenyum.

“Apa boleh?” Tanya Sehun membuat Irene tertawa kecil.

“Sehun, ini rumahmu. Dan tidak ada satu pun ruangan di rumah ini, yang tidak boleh kau masuki.” Jelas Irene, dan Sehun hanya menggosok tengkuknya yang tidak gatal sebenarnya.

Sehun kini duduk di sebuah sofa single berwarna ungu, dan Irene duduk di sofa samping Sehun. Gadis itu menunggu dengan sabar, apa yang ingin Sehun ungkapkan.

“Irene– tentang hal tadi, saat kita berada di taman–“

“Lupakan Sehun, anggap itu juga tidak pernah terjadi, seperti ucapanku mengenai perasaanku padamu. Lupakan saja semuanya.” Ucap Irene tersenyum, namun tidak dengan Sehun. Pria itu menggeram tertahan, ia merasa kesal dengan ucapan Irene barusan, tapi apa memang Irene salah mengatakan hal itu? Bukankah Sehun sudah mengatakan di depan Irene, jika ia tidak menyukai Irene? Lalu pantaskah Sehun marah pada gadis itu?

“MENGAPA KAU SELALU MENYURUHKU UNTUK MELUPAKANNYA HUH?!” Bentak Sehun membuat Irene tersentak, dan menatap Sehun dengan wajah terkejutnya. Apa salahnya ia berbicara begitu?

Sehun berdiri dan hendak pergi, namun Irene segera menahan tangan pria itu, seperti memohon untuk tetap tinggal di sana, lalu menjelaskan mengapa pria itu marah-marah seperti ini.

“Kenapa kau marah-marah? Apa salahku?” Tanya Irene menatap Sehun dengan mengisyaratkan kebingungan di wajahnya, ia tidak mengerti Sehun. Sangat tidak mengerti.

“KESALAHANMU ADALAH MEMBUATKU BINGUNG DENGAN PERASAANKU!” Teriak Sehun pada gadis itu, membuat Irene terdiam untuk berfikir. Apa yang sudah ia lakukan memangnya? Apa ia bersalah mengungkapkan perasaannya pada Sehun? Apa ia salah juga, sekarang menyuruh Sehun melupakan ucapannya? Bisakah Sehun jelaskan lebih detail letak kesalahannya di mana? Mengapa terkesan Irene selalu salah di mata Sehun?

“Apa yang sudah kulakukan Hun? Katakan!” Ucap Irene menatap wajah Sehun, dengan wajah cantiknya membuat sehun menghela nafasnya sebentar.

“Kau bilang jika kau menyukaiku, namun sekarang kau menyuruhku untuk melupakannya! Lalu kau menerima tawaran kencan dengan Baekhyun. Apa kau senang bermain-main dengan perasaan seseorang?!” Tegas Sehun dengan suara yang penuh penekanan. Irene lantas menggeleng cepat membantah tuduhan Sehun.

“Aku tidak bermaksud seperti itu, astaga apa yang kau pikirkan Sehun? Aku tidak mungkin mempermainkan perasaanmu. Bukankah kau sendiri yang bilang, jika kau tidak menyukaiku? Kau tidak ingat, saat Baekhyun bertanya? Kau bilang ‘tidak’. Jadi apa salahku? Apa salah, jika aku menyuruhmu melupakannya sekarang? Apa menurutmu, perasaanku berarti jika kau tidak menyukaiku?” Kini pandangan Irene meredup, dan pelupuk matanya memupuk cairan krystal yang siap terjatuh membasahi pipi Irene.

Sehun tertegun sesaat, apa ia sudah keterlaluan membentak Irene? Ya, Sehun ingat saat ia mengatakan jika ia tidak menyukai Irene. Atau mungkin, ia belum mau mengakuinya karena gengsinya yang begitu tinggi, katakanlah. Kemudian tanpa berpikir panjang, Sehun langsung memeluk Irene dengan erat.

Irene terkejut, namun tidak berniat menolak pelukan hangat itu, bahkan Irene menumpahkan perasaannya pada tetesan air mata, yang membasahi kaos hitam Sehun. Pria itu semakin mengeratkan pelukannya pada Irene, saat dirasa Irene semakin menangis.

“Maafkan aku.” Lirih Irene membuat Sehun menggeleng cepat, dan melepaskan pelukannya pada Irene. Kemudian keduanya saling bertatapan lembut menyalurkan perasaan masing-masing yang sudah tidak bisa tertupi oleh ego mereka. Kini Sehun sudah mengakui jika memang, ia mencintai gadis di depannya ini. Sehun mencintai Irene, dan itu adalah faktanya saat ini, ia benci melihat Irene menangis karena perbuatannya, ia tidak suka saat Irene berdekatan dengan pria lain, dan ia suka saat kepalanya dipenuhi oleh bayang-bayang Irene.

Sehun menghapus air mata yang mengalir di pipi Irene dengan lembut.

“Bisakah kau mempertimbangkan, untuk memberikan pria pengecut di depanmu ini sebuah kesempatan untuk mencintaimu?” Seru Sehun membuat Irene menundukkan kepalanya dan menggeleng kecil. Sontak membuat Sehun tertegun dengan jawaban Irene. Apakah tidak ada kesempatan bagi Sehun untuk memulai dari awal? Apa Irene sudah menutup hatinya untuk Sehun?

“Aku tidak pantas untukmu Hun, kau tidak mengenalku. Dan aku sendiri tidak tahu bagaimana masa laluku, bisa saja dulu aku seorang perempuan– mmh.” Dengan terkejut, Irene merasa bibirnya tersentuh oleh bibir Sehun. Perlahan Sehun mulai melumatnya dengan lembut, dan Irene langsung terbuai. Hal inilah yang harusnya terjadi ketika mereka sedang bermain dengan hujan, namun siapa sangka jika ciuman pertama mereka akan seperti ini? Dipenuhi tangisan. Sehun melepaskan tautan bibirnya dan menatap Irene yang masih tertunduk dengan tangisannya.

“Bukankah aku bilang jika perempuan itu bukan dirimu? Kau mau aku mengulanginya berapa kali?”

Greb

Sehun tersentak saat tangan Irene berhasil memeluk tubuhnya dengan erat, Sehun tersenyum kemudian membalas pelukan yang menghangatkan keduanya itu. Tidak perlu sebuah susu cokelat panas, karena pelukan ini sudah membuat hangat suhu tubuh keduanya. Sehun kembali melepaskan pelukannya, dan menatap wajah merona Irene yang membuatnya gemas. Mereka menyatukan dahi mereka, dan merasakan hembusan nafas masing-masing yang terdengar terengah, Sehun mengecup hidung mungil Irene sambil menutup matanya. ‘Sihir apa yang sudah kau gunakan padaku Irene? Mengapa kau membuatku gila berada di dekatmu?’

Kemudian tangan namja itu mulai meraih tengkuk Irene lagi, untuk mendekat. Irene mulai menutup matanya, hingga kini ia merasakan bibir Sehun tengah mencium lembut bibirnya. Sehun mulai melumat pelan bibir Irene lagi, dan gadis itu ikut membalas ciuman Sehun yang terasa manis menggeletik perutnya. Tangan Irene kini terangkat, lalu melingkar sempurna di leher Sehun, membuat sehun juga melingkarkan tangannya pada pinggang kecil Irene. Masih tidak berniat menghentikan ciuman ini, bahkan kepala keduanya sedari tadi berputar ke kiri dan ke kanan, hanya untuk mencakup oksigen yang terasa berkurang.

Irene melepaskan tautan bibir mereka membuat Sehun kecewa, namun Irene yang sadar dengan raut wajah kecewa Sehun, langsung membenamkan kepalanya pada dada bidang Sehun. Sehun juga memeluk tubuh Irene dan membenamkan sebuah kecupan manis di puncak kepalanya.

“Terimakasih.” Bisik Sehun tersenyum.

~

Sehun menatap damai wajah seseorang yang sedang tidur di sisinya, berada disatu ranjang dengan gadis itu, dan di bawah selimut yang sama, juga dengan Sehun yang memeluk gadis itu dengan erat. Bukankah ini yang disebut orang kebahagiaan? Sehun tersenyum hangat melihat wajah Irene yang sangat cantik dipagi hari. Sungguh, jika ia tahu rasanya menatap wajah indah Irene setiap pagi akan sebahagia ini, ia akan melakukan itu dari dulu, ‘Dan sekarang kau bahagia Sehun?’ jawabnnya ‘iya’, tidak ada yang lebih membahagiakan selain hal ini.

Kini tidak ada keraguan lagi karena Sehun benar-benar yakin dengan hatinya yang sudah berlabu pada gadis itu. Tidak ada rasa penyesalan di hatinya, setelah semalam mereka sedikit berdebat dan akhirnya mengungkapkan perasaan masing-masing.

Sehun menatap Irene yang melenguh ditidur nyenyaknya, membuat Sehun semakin mengeratkan pelukan itu. Dan kini tangan pria itu menyusuri setiap inci wajah Irene, dari kening, mata, hidung, pipi, dan bibir pink yang semalam ia cium dengan lembut. Bahkan rasanya masih terasa hingga pagi ini, rasa manis mungkin? ‘Ah kau benar-benar sudah gila Sehun’. Ya, Sehun sudah gila sepertinya.

Kini gadis berkulit putih itu mulai membuka matanya, dan mata sayunya itu langsung beradu kontak dengan Sehun yang sudah lebih dahulu bangun, dan mulai memandangi wajah gadis itu saat tidur sedari tadi. Irene tersenyum ringan namun mampu membuat hati Sehun merasa senang bukan main. Lihat? Bahkan senyumnya saja membuat hati Sehun tidak terkontrol meski ini masih sangat pagi.

Irene menatap Sehun dengan mata sayunya, namun tidak menutupi jika gadis itu masih sangat cantik luar biasa. Sejujurnya, Irene masih sedikit mengantuk. Namun, ia merasa jika Sehun memandanginya seperti ini, dan akhirnya membuat Irene tidak bisa kembali tidur dengan nyaman seperti tadi.

“Berhenti menatapku.” Kata Irene lembut, membuat Sehun mengecup kening gadis itu dengan lembut. Sontak, hal itu membuat Irene merona, dan jantungnya berdebar lebih cepat dipagi ini.

“Aku berpikir, jika aku sedang bermimpi memeluk seorang malaikat. Namun nyatanya, aku memang sedang memeluknya saat ini.” Suara berat Sehun, membuat hati Irene benar-benar mau lepas. Ia sangat bahagia mendengarnya, dan lebih ia merasa dicintai oleh Sehun.

“Benarkah? Kau yakin, tidak akan menyesal? Mungkin saja–“

“Ah, apa aku harus membungkammu dengan cara semalam?” Ujar Sehun memotong ucapan Irene, sambil menatap wajah Irene dengan serius. Dan gadis itu hanya menggeleng kecil.

Irene kemudian menegakkan tubuhnya dan mengucek pelan matanya. Ia sadar jika ia tidak berada di kamarnya, namun di kamar Sehun. Bahkan ia lupa, sejak kapan ia sudah berada di kamar ini, dan tidur di samping Sehun? Tanpa mau memikirkan lebih panjang lagi, Irene berdiri dari ranjang king zise itu. Dan entah kenapa, matanya langsung tertarik pada sebuah surat bersampul pink di atas meja Sehun. Ia ingin membukanya, inilah yang Irene ketahui tentang sifatnya meski gadis itu lupa ingatan. Ia seorang yang sangat penasaran, akan segala hal.

Irene mendekati meja itu dan hendak mengambil surat kecil tersebut, namun Sehun dengan cepat menahan tangan Irene hingga membuat rencananya gagal. Irene sedikit terkejut Sehun melarangnya untuk mengambil surat, yang ia yakini adalah pemberian Ji yeon waktu itu. Dan ia benci mengakui jika ia cemburu, dan sedikit kesal. Namun ia mencoba menenangkan perasaannya dan berfikiran positif. Sehun benar mencintainya kan?

“Aku akan menyiapkan sarapan untukmu.” Kata Irene tersenyum tipis, kemudian keluar dari kamar Sehun.

Sehun menutup matanya, dan memukul meja dengan sedikit keras. Ia merasa bodoh, Irene pasti berfikir jika Sehun masih menyimpan rasa suka untuk Ji yeon. Ya, meski Ji yeon memang sementara, ia coba lupakan. Namun demi Tuhan, Sehun tidak menjadikan Irene sebagai pelampiasan atau hal buruk lainnya. Pria itu benar-benar mencintai Irene. Gadis itu harus sadar jika Sehun sekarang miliknya, dan bukan Ji yeon. Hati Sehun sudah terpikat padanya.

Alasan jika Sehun tidak ingin irene melihat surat ini adalah, ia merasa tidak ingin memiliki sebuah hubungan dengan masih melihat masa lalu setiap pasangannya, seperti halnya sehun tidak mau melihat apa pun masa lalu irene mau seburuk apa pun masa lalunya. Baginya surat yang hendak ia buang itu adalah masa lalu yang harus ia musnahkan. Mungkinkah irene salah paham dengan tindakan sehun barusan?

~

Sehun turun dari anak tangga, dan melihat Irene sibuk membantu ajhuma menyiapkan makanan di atas meja. Sehun tersenyum hangat, kemudian mendekati Irene. Sehun menarik lengan gadis itu, membuat Irene terkejut dan langsung terjatuh dipelukan Sehun. Dan detik selanjutnya, Sehun langsung mencium Irene tiba-tiba. Ajhuma yang melihat itu, langsung salah tingkah dan bingung harus melakukan apa? Ia tentu terkejut dengan Sehun yang tiba-tiba mencium Irene pagi ini.

Irene membulatkan matanya, mencoba melepaskan dekapan Sehun. Namun Sehun semakin erat mendekap tubuh kecilnya, hingga membuat Irene pasrah dan berhenti meronta. Irene menutup matanya, dan membalas ciuman yang awalnya sedikit tergesa gesa itu, dan kini melembut secara perlahan. Irene mengepalkan tangannya yang terjepit di sela tubuhnya, dan tubuh Sehun. Rasanya ia sangat malu berciuman di depan ajhuma Han. Apa Sehun benar-benar gila menciumnya seperti ini di depan ajhuma Han? Tapi bukankah kau juga ikut menikmati ciuman dari priamu ini Irene?

Sehun melepaskan tautan bibir itu, dan mengusap bibir bawah Irene yang memerah dengan jempolnya. Sehun tersenyum, namun Irene malah menatap kesal, dengan memicingkan matanya pada pria bermarga Oh itu. Tapi bagi Sehun, amarah Irene malah membuat gadisnya semakin menggemaskan dan cantik.

“Aku berangkat.” Kata Sehun berbisik di telinga Irene, kemudian memutar badannya dan hendak pergi.

“Bisakah kau duduk dan sarapan?” Kata Irene memohon membuat sang pria tersenyum, kemudian memutar haluannya kembali ke arah meja makan. Namun sebelum duduk, Sehun menyempatkan memberi kecupan kilat di pelipis gadis itu.

“Kau masih kesal?” Tanya Sehun sambil meneguk jusnya itu, dan menatap Irene yang menyiapkan piring berisi makanan untuk Sehun.

“Aku tidak kesal.” Kata Irene cepat, kemudian menaruh semangkuk nasi di depan namja itu.

“Wajahmu berkata lain.” Sela Sehun mencibir. Irene tidak menggubris hal itu, dan hanya sibuk dengan kegiatannya.

“Aku tidak kesal, sungguh.” Kata Irene, kemudian ikut duduk di depan Sehun. Lalu, gadis itu mengambilkan beberapa potong lauk untuk kekasihnya, dan menaruhnya di piring Sehun.

“Tidak bisa dipercaya.” Kata Sehun sekali lagi, dengan kekehannya membuat Irene memutar bola matanya malas. Ia tidak ingin berdebat dengan Sehun, karena itu tidak pernah menguntungkan. ‘ya lebih baik kau mengalah irene’ Irene berucap dalam hati.

“Terserah padamu.” Pangkas Irene berhenti mengelak.

“Aku tidak ingin kau melihat surat Ji yeon, karena aku tidak mau kita berhubungan dengan dibayangi oleh masa lalu. Seperti halnya aku tidak ingin membayangkan seperti apa masa lalumu. Begitu juga denganmu, aku ingin kau tidak melihat masa laluku. Biarkan kita memulainya seperti ini.” Ucap Sehun sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Irene termangu mendengarnya, apa sekarang ia bertindak kekanakan karena cemburu pada sesautu yang sama sekali belum ia dengarkan penjelasannya dari Sehun? Bahkan setelah mendengar penjelasan Sehun, Irene merasa sangat bersyukur memiliki Sehun yang berpemikiran dewasa.

“Maaf, dan terimakasih.” Ucap Irene sambil menggenggam jemari pria itu, dan Sehun hanya tersenyum tipis sebagai tanda jawabannya.

“Kau mau ikut ke kantorku hari ini?” Ucap Sehun kembali fokus pada objek makanan di atas mejanya.

“Kau yakin baik-baik saja jika aku ikut? Apa kau tidak malu jika pegawaimu melihatku?” Sontak Sehun mengangkat wajahnya menatap Irene, seperti kesal dengan ucapan gadis itu barusan. Untuk apa ia malu? Bahkan ia yakin pegawai laki-lakinya akan menatap Irene dengan tatapan memuja. Oh, jangan ingatkan Sehun jika nanti ada pegawainya yang menatap Irene seperti itu. Sungguh, Sehun tidak menyukainya. Bahkan mungkin ia akan langsung memecatnya jika sampai mereka berani menatap gadisnya seperti itu.

“Tidak sayang, percayalah padaku. Kalau pun ada yang mengganggumu, maka hari itu juga adalah hari terakhir mereka menginjakkan kaki mereka di kantorku.” Jawab enteng Sehun, namun mampu membuat Irene tersenyum bahagia mendengarnya. Ya, semoga saja Sehun memang mencintainya seperti ia mencintai Sehun.

Sehun menggandeng Irene memasuki kantornya, Irene hanya menunduk melihat beberapa pasang mata yang menatap keduanya berjalan dengan bergandengan tangan seperti ini. Ayolah, Irene manusia yang juga bisa berburuk sangka kan? Sedari tadi banyak karyawan Sehun, khususnya gadis yang berbisik-bisik saat melihat Irene. Namun pegawai pria menatapnya dengan tatapan sedikit aneh, seperti tatapan memuja akannya. Sungguh, ia tidak nyaman dengan situasi di mana ia menjadi sebuah objek menarik, yang mencuri banyak perhatian di kantor Sehun. Namun Sehun sangat santai, dan berjalan tanpa beban di hatinya.

Jongdae yang tengah menunggu Sehun di loby, langsung memecah tawanya saat melihat pasangan kekasih itu memasuki kantor. Pria bermarga Kim itu langsung merogoh kantong celananya, dan menekan tombol kamera. Dan detik selanjutnya, ia memotret kedua orang yang tengah bertautan tangan itu, lalu gambarnya ia kirim pada group para chaebol,

From Jongdae: “kalian kalah cepat haha!”  Ya, begitulah isi pesan konyol dari Jongdae

Jongdae pun berlari menuju lift yang dimasuki Sehun dan Irene, sebelum lift itu tertutup kembali. Jongdae tersenyum menggoda pada Sehun, saat melihat pria itu sedang merengkuh pinggang Irene posesif, menandakan sebuah kepimilikan di sana. Jongdae tersenyum pada Irene, dan dibalas senyuman kikuk dari gadis itu. Sedari tadi Irene hanya meremas kuat lengan Sehun, karena ia tidak nyaman berada di kantor.

Irene merasa ia ditolak di sini, ataukah dia yang terlalu sensitif? Yang jelas, ia tidak nyaman melihat pandangan pegawai Sehun. Ya, mungkin pegawainya sudah tahu pertunangan Sehun dengan Seolhyun, namun kini Sehun malah menggandeng tangan gadis lain, bukankah ia terlihat seperti wanita selingkuhan Sehun? Demi apa pun juga, ia merasa sakit memikirkan kata itu. Membuat hatinya menjerit, dan berharap pikiran itu terhempas jauh dari pegawai-pegawai Sehun. Ia bukan gadis seperti itu.

“Sehun aku mau pulang.” Kata Irene pelan, membuat pria itu menatap Irene.

“Kenapa, apa kau sakit?” Tanya Sehun sambil mengusap rambut kekasihnya itu dengan sayang.

“Aku tidak nyaman karena pegawaimu sepertinya memperhatikanku sedari tadi.” Kata Irene berbisik, berharap Sehun mengerti dengan apa yang sedang Irene pikirkan saat ini. Dan tentu Sehun paham apa yang gadisnya itu cemaskan.

“Itu hanya perasaanmu Irene. Dengar, jika aku mendengar hal buruk tentangmu dari mulut mereka, kupastikan mereka akan menyesal sudah bekerja di kantorku.” Kata Sehun menenangkan gadis itu, dan mengecup kening Irene sedikit lama.

Seketika Jongdae tertawa lepas, saat mendengar ucapan Sehun. Dan itu membuat Irene dan Sehun menoleh ke arah Jongdae bersamaan. Sehun hanya memutar bola matanya, malas meladeni Jongdae yang sedang mengejeknya. Mungkin dipikiran pria itu, Sehun sangat berlebihan dengan kata-katanya. Memangnya Sehun peduli dengan pemikiran orang lain? Tentu saja tidak! Berbeda dengan Sehun yang menatap malas pada Jongdae, Irene hanya mampu menatap sambil berfikir, siapa pria itu? Apa salah satu karyawan Sehun? Mengapa rasanya pria ini sangat bersikap santai di depan Sehun? Ataukah ia sahabat Sehun yang lain? Karena sesungguhnya, Irene hanya mengenal, Baekhyun, Chanyeol , Krystal dan Kai sejak malam itu di club.

“Ini Kim Jongdae sekretarisku.” Jelas Sehun membuat Irene menoleh pada Sehun, dan langsung menganggukkan kepalanya paham. Lalu menundukkan kepalanya pada Jongdae, dan Jongdae ikut menundukkan kepalanya pada Irene sebagai bentuk salam mereka.

“Ia yang membeli pakaianmu malam itu.” Tambah Sehun, membuat Irene melebarkan matanya dan langsung menatap Jongdae

“Ah benarkah? Terimakasih banyak jongdae-ssi.” Kata Irene menunduk pada Jongdae

“Sama-sama. Boleh aku meminta sesuatu?” Tanya Jongdae pada Irene, dan gadis itu hanya mengangguk.

“Katakan pada Sehun, untuk tidak memberikanku pekerjaan yang menumpuk.” Kata Jongdae tersenyum dan Irene hanya menatap Sehun bingung.

“Jangan dengarkan dia sayang.” Kata Sehun tersenyum sambil mengusap pipi Irene. Entahlah, bagi Jongdae, perasaan Sehun pada Irene sangat besar. Dan ia takut, sesuatu akan terjadi pada hubungan keduanya, dan membuat luka pada diri mereka. Mugnkinka hanya perasaan seorang Jongdae saja?

Jongdae kini sibuk memandangi wajah cantik Irene. Benar kata Baekhyun, jika gadis ini benar-benar luar biasa cantik. Seperti sebuah berlian yang bersinar indah. Jongdae juga tidak bisa berbohong sebagai pria, jika Irene merupakan seorang malaikat. Ayolah , Sehun juga sangat beruntung mendapatkan gadis itu kan? Gadis ini seperti dewi yang hanya ada satu di dunia, dan dewi itu ditujukan hanya untuk Sehun. Jika saja, ia tidak ingat persahabatannya dengan Sehun, mungkin Jongdae bisa jatuh cinta pada Irene.

“Berhenti memandangi kekasihku, jika kau masih mau bekerja di perusahaan ini Kim Jongdae!” Kata Sehun, membuat Jongdae mencibir pelan, dan mengalihkan pandangannya.

Arraseo Oh depyeonim!” Ujar Jongdae dengan ejekannya.

Irene menatap kagum interior ruangan Sehun ini, sangat luas dan mewah dengan cat berwarna krem dan cokelat yang dipadu menjadi satu. Benar-benar bergaya classic namun berkelas.

Sehun duduk di kursi kerjanya, dan langsung menatap berkas-berkas kantornya yang sudah tertumpuk rapih di sana menyambutnya. Namun Irene segera mengerutkan keningnya, jadi untuk apa ia ke sini jika hanya melototi Sehun bekerja? Itu akan lebih membosankan kan?

Irene mendengus kesal dan duduk disebuah sofa panjang dengan memangku kakinya. Sehun hanya tersenyum, melihat Irene yang mengerucutkan bibirnya bak anak kecil.

Ya, ia tahu Irene akan kesal pada Sehun. Karena sejujurnya, niat awal Sehun ingin mengajak Irene, adalah untuk menemaninya sepajang hari di kantor.

Sehun langsung menandatangani secara kilat dokumen-dokumen kantor itu, dan terkadang matanya melihat labtob yang berada di atas mejanya. Wajahnya sangat serius saat ini. Berbeda dengan Irene, gadis itu sangat bosan. Namun ia juga tidak mungkin mengganggu Sehun yang sedang fokus bekerja. Sehun pasti memiliki banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.

Sehun menatap Irene, yang hanya memainkan ponselnya dengan menekuk wajahnya. Lantas, Sehun berdiri dan menyandarkan tubuhnya pada meja kerjanya.

“Irene?” Panggil Sehun, membuat sang pemilik nama mengedarkan pandangannya pada Sehun.

“Hm?”

“Kemari sebentar.” Kata Sehun, dan Irene langsung menurut. Gadis itu melangkah mendekati Sehun, hingga sampai di depan pria itu.

“Lebih dekat sayang.” Papar Sehun tersenyum, sambil membuka kedua lengannya. Seperti memberi kode pada Irene, untuk masuk ke dalam dekapan pria itu.

“Hun, ini di kantormu. Kau sadar itu?”

“Astaga, kau terlalu banyak bicara.” Kata Sehun, kemudian menarik tangan Irene mendekat padanya.

BUGH

Irene terjatuh di dekapan hangat Sehun, hingga detik selanjutnya keduanya saling menatap satu sama lain. Irene malu dan jantungnya benar-benar tidak normal rasanya. Apalagi, saat merasa deru nafas Sehun yang terasa di permukaan kulitnya. Irene hanya menaruh tangannya di dada Sehun, kemudian menundukkan kepalanya. Irene mengalihkan perhatiannya, pada dasi Sehun. memainkan jemari lentiknya pada dasi berwarna hitam Sehun, membuat sang pemilik dasi gemas pada gadis itu

“Apa dasiku lebih menarik?” Sontak Irene mendongak, dan mengangguk mantap dengan cepat. Sehun tertawa, kemudian menyisipkan helaian rambut Irene. Lalu berakhir mengecup singkat kedua mata Irene. Dan gadis itu hanya mengerjap-ngerjapkan matanya.

“Boleh aku mencium bibir ini?” Sehun menyentuh bibir bawah Irene dengan jempolnya. Dan sontak, Irene melebarkan matanya, membuat Sehun tersenyum geli.

“Di –sini? Tapi ini, di kan –tormu, bagaimana jika–“

“Ah, apa aku harus membungkammu terus menerus?” Tanya Sehun sedikit kesal dengan ocehan Irene.

“Em, itu– ya, kurasa. Maksudku–“

Irene terkejut, saat tangan Sehun mulai menarik tengkuknya mendekat pada wajah pria itu.

“Apa aku harus terus melakukan hal ini, untuk mendapatkan sebuah ciuman darimu?” Bisik Sehun tepat di depan bibir Irene, membuat gadis itu hanya mampu menahan deru nafasnya. Sungguh, Sehun membuatnya sulit bernafas.

“Irene?”

“Y –ya?”

“Ijinkan aku menciummu, sebuah ciuman yang sesungguhnya.”

Irene menatap mata Sehun yang begitu dalam menariknya masuk, dan dengan gugup, gadis itu menganggukkan kepalanya. Sehun tersenyum penuh arti…

-To Be Continued-

Yo, gimana momentnya? Sweet kah? Atau memuakkan? haha. Berharap sih readers tetep suka yah, meski mungkin banyak kekurangan atau typo yag berteberan seperti hantu. Dan berharap juga, readers tersayang tetap meninggalkan jejak kaki /PLAK/

Sejujurnya FF ini bakalan jadi puanjang banget, karena emang ff ini sudah aku pikirkan dari tahun lalu. Wkwk, jadi tetap nantikan dengan suabar yah gaes!

Okay, sekian note dari angeline, sampai bertemu di chapter selanjutnya -,-

Bye bye

 

Iklan

54 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] STAY WITH ME (Chapter 10)

  1. Chapter ini wowww banget kakak 😚😚😚 nempel beneran woiii nempel beneran 😂😂 maigat gue kok seneng amat yakk 😂
    Sehun kalau lagi jatuh cinta serem amat 😂 “irene miliknya..” uhhh sweet banget si hun..

    Ditunggu chapter selanjutnya kak .. lanjutkan moment manis hunrene 😂
    Semangat ☺

    Btw boleh minta nama sosmed kakak?

  2. Ah busyet dah sehun maruk bgt yak perasaan udh berapa kali dia nyium irene dan itu dalam jangka waktu belum 1 x 24 jam (lapor polisi kali ah) mereka jadian tapi kalo gw jadi irene sih yaa alhamdulilah bgt sih nyampe jontor bibir jg ayok haha. Tapi ko sehun jg kelihatan alay yah udh manggil sayang sayangan bukanya dia berjabatan cowok dingin bla bla bla dan ahh love is amazing 😍 😍 pkoknya hari ini topiknya sehun yg ini sehun yg itu gpp deh maklum lg kena syndrome fall in love. Nexttttttt cant wait

    • Sih sehun aslinya emang alayyy /Plak/😂😂
      Bhakss 😂 sih sehun emang maruk jdi cogan😂..
      Yawlahhh, aku jga alhamdulilah di cium sehun /GOROK/

      Ehehe trimkasi sudh komentr yah😗

  3. Sweet kyk brownis coklat yg kemaren aku makan. Wkwk.. *kok ngmongin mkanan?
    Iya sih typo bertebaran tp itu yg pas tulisan “labtob” aja yg bikin aku salfok plus ngakak sendiri. Hahaha..
    Baekhyuuunnn.. Aa mbeb akuh genit bgd. Plis deh jgn bikin aku cemburu! ^.^

    Fighting..

    • Bhaksss bagi kaks brownisnya😂
      Hehe maapkeun yah kak uyk typonya..
      Soalnya kalau aku nulis itu malam2 dan trkadang suka ngantuk😂

      Oke kak mksih sudh komen😊

    • Bhakssss😂 hati2 diabetes yah😂
      Asekkk sehun dikatain bf goals😂..
      Ini berkat author kan🔫 /maksa banget/😂😂🔥

      tentuuuu saja😗
      Terimaksih😊

  4. sumpah ya thor,ini sweet banget.rasanya aku berasa melayang-layang ke langit ketujuh bacanya *wkwkAlayBanget.berasa ada beribu² kupu juga diperutku (haha ngalay lagi,maafkan daku thor

  5. Huaa thor, ini sweet banget sumpah :* ku jdi pengen kek Irene yg sangat sangat dicintai Sehun ❤ tpi kok perasaanku gk enak thor? Jangan bilang ntar chapter" slanjutnya bakal bikin nangis ;( jangan yaa thor, sweet moment gini aja terus 😀 lanjut terus author-nim, fighting!

    • Sweet banget eaaaa😍, hahaha aku jga mau dong jdi mbak irene kalau gitu😗 /plak/

      Aduh author gak mau mnjanjikan hal yg belum psti jga😂..
      Dinantikan aja yah chingu😗

  6. Akhirnyaa. Legaaa…
    Mereka sweet banget sumpah, jadi pengen mrk jadian di real *eh.
    “Ciuman sesungguhnya” terus yang pas malem ciuman apa huuunn?, senyum” sendiri baca bagian itu hahaha
    Ditunggu moment sweetnya lagi kak

  7. Ahh…. Makin sweet hubungan mereka ,lanjut thor pengen tau masa lalu irene dan reaksi seolhyun terhadap hubungan mereka. Cepet yah thor updatenya hehehe 😅

  8. Wah.. Perhatian sehun makin sweet ke irene di tunggu next chapternya jangan lama lama yah Thor. Penasaran banget sama masa lalu irene dan pengen tau reaksi seolhyun terhadap hubungan mereka 😆

    • Hehehehe iya makin sweet, soalnya mrk udh jadian😂
      Utk updatenya, dinantikan dgn sabar sja yah😗

      Penasaran kah sama masa lalu irene? Hehe tetap nntikan dgn sbar yah😊

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s