[EXOFFI FREELANCE] THE PERFECT WIFE ( Chapter 21)

THE PERFECT WIFE

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol (EXO), Eun ji (A-PINK), Sehun (EXO), Bam Bam, (GOT 7) Junior (GOT 7)

Additioanal Cast : Yeri (RED VELVET), Joy (RED VELVET), Min ho (SHINEE), Krystal (FX)

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan saat pembuatan ff ini.

SUMMARY :

Kim Eun Ji adalah gadis berusia 22 tahun yang menghabiskan waktunya untuk selalu bekerja dan belajar. Namun ia tak menyangka akan menjadi seorang  ibu bagi empat pria.

Chapter 21th

“Itulah mengapa aku tidak pernah mempercayai Chanyeol hyung lagi” ucap Bam bam

“Aku sangat terkejut mendengar ceritamu lagi, aku benar – benar tidak menyangka bahwa Chanyeo oppa tega melakukan hal itu” balas Eun ji

“Sudahlah nonna, kita tidak perlu membahas masa lalu lagi. Kami sudah melupakan hal itu” ujar Sehun

“Tapi kalian tidak boleh bersikap seperti ini, Chanyeol oppa memang sudah melakukan hal yang buruk. Tapi seharusnya kalian mendukung dia, bukannya malah tidak mempercayai dia lagi” ucap Eun ji. “Chanyeol oppa sudah bekerja keras mengurus kalian, tapi kalian malah tidak menghargai dia. Kalian seharusnya senang, karena kalian berasal dari keluarga kaya. Sedangka aku tidak, sejak kecil aku miskin dan tidak punya orang tua. Bertahun – tahun aku tinggal di Panti Asuhan, dan hingga akhirnya saat aku SMA, aku tinggal bersama dengan ahjumma ku”.

“Tapi karena Chanyeo hyung, kami sekarang menjadi anak yatim piatu” balas Bam bam

“Aku juga anak yatim piatu, entah dimana orang tuaku. Tapi aku tetap menyayangi keluargaku. Karena hanya mereka harta yang aku punya didunia ini” sahut Eun ji

“Kau benar noona, seharusnya kami mendukung Chanyeol hyung. Baiklah aku berjanji mulai saat ini aku akan menjadi namdongsaeng yang baik untuk hyung ku” ucap Bam bam

“Nah, itu barus adik iparku” balas Eun ji sambil mengusap kepala ketiga adik iparnya. Namun disisi lain Eun ji tidak menyadari bahwa Chanyeol memperhatikannya dari balkon. Rupanya pria itu mendengar semua yang mereka bicarakan. Dan entah kenapa, Chanyeol merasa bahwa ia telah salah menilai istrinya. Kini ia tau, bahwa Eun ji adalah gadis sekaligus istri yang baik untuknya. Dan Chanyeol akan berusaha mencoba semuanya dari awal lagi.

            Karena sudah larut malam Eun ji menyuruh ketiga adik iparnya untuk segera tidur. Lalu pergilah ketiga pra itu menuju kamar mereka masing – masing. Setelah ketiga pria itu pergi, Eun ji bergegas beranjak menuju Apartemen adiknya. Ia memilih untuk menginap di Apartemen dibandingkan tidur dikamar suaminya, Tapi Eun ji akan kembali ke Rumah suaminya saat pagi hari nanti.

_

            Eun ji perlahan membuka pintu kamar suaminya, saat pintu itu sudah terbuka, ia berjalan masuk kedalam kamar tersebut. Beruntung pagi itu Chanyeol belum terbangun, sehingga pria itu tidak akan mencurigai Eun ji. Namun kali ini keberuntungan tidak seratus persen memihak kepada gadis itu. Saat Eun ji ingin pergi kekamar mandi tiba – tiba Chanyeol memanggil namanya.

“Eun ji –ah” ucap Chanyeol sambil bangun dari tempat tidurnya

Seketika Eun ji langsung menghentikan langkahnya

“Kau dari mana saja ? dan kenapa kau tidak ada dirumah ?” tanya Chanyeol

“Aku tadi malam mengina dirumah temanku, memangnya tidak boleh” jawab Eun ji yang langsung berbalik kearah suaminya.

“Kau seharusnya izin padaku. Tapi kenapa kau menginap di Rumah temanmu ?”

“Aku tidak ingin tidur di kamar ini, itu sebabnya aku menginap di Rumah temanku. Apakah tindakan ku ini membuatmu kesal ?”. Ketika mendengar perkataan istrinya, Chanyeol merasa kesal. Namun pria itu tidak bisa menunjukan kemarahannya karena hal itu bisa menimbulkan pertengkaran diantara mereka.

“Baiklah aku bisa mengerti, kau pasti tidak suka tidur dikamar ini karena tidak ada penghangat ruangan kan disini. Okay, hari ini aku akan memesan penghangat ruangan untukmu, jadi aku berharap kau bisa nyaman tidur dikamar ini”. Seketika Eun ji bingung mandengar ucapan suaminya.

“Pria ini masih waras atau tidak” guman Eun ji dengan volume suara kecil

“Tentu aku masih waras. Sudahlah kau sekarang bersiap – siap untuk pergi Kampus, nanti aku akan mengantarmu. Pagi ini kau ada kelas kan ?”

“Dari mana kau tahu kalau pagi ini aku ada kelas ?”. Tiba – tiba Chanyeol berjalan mendekat kearah istrinya. Dan saat tepat berada dihadapan Eun ji, pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Eun ji.

“Karena aku tahu segalanya tentang dirimu, jadi kau jangan pernah menyebunyikan sesuatu dariku. Kau mangerti nyonya Park”

“Nde, baiklah aku ingin mandi dulu”. Eun ji segera pergi menuju kamar mandi.

          Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya Eun ji keluar dari kamar mandi. Namun ia masih memakai pakaian yang ia kenakan tadi. Rupanya Eun ji ingin mengambil pakaiannya didalam lemari. Karena ia lupa merapihkan lemari pakaiannya, Eun ji jadi sulit mancari baju yang ingin ia kenakan. Apalagi saat itu Chanyeol sedang duduk ditempat tidur sambil menatap kearah Eun ji.

“Aduhh .. dimana baju putihku ?” ucap Eun ji sambil memeriksa sertiap baju diadalam lemari pakaiannya.

Namun tiba – tiba saja Chanyeol mengatakan hal yang membuat Eun ji terkejut

“Pakaianmu sudah aku siapkan dari tadi. Ini” ujar Chanyeol sambil memberikan sepasang pakaian kepada istrinya. Saat itu Eun ji benar – benar terkejut, ia juga bingung harus berkata apa kepada  suaminya.

“Kau yang menyiapkan bajuku. Tapi kenapa ?” tanya Eun ji yang terlihat gugup

“Karena aku ingin menjadi suami yang baik untukmu, aku ingin mengurus dan menjaga mu” jawab Chanyeol sambil tersenyum

“Tapi aku tidak suka dengan semua ini, jadi kau jangan pernah menyiapkan baju yang akan aku pakai. Kau tidak perlu mengurus atau menjagaku, karena aku bisa mengurus dan menjaga diriku sendiri”. Eun ji segera mengambil pakaiannya dan langsung pergi ke kamar mandi.

          Setelah Eun ji selesai bersiap – siap, gadis itu segera keluar dari kamarnya dan langsung pergi menuju ruang makan. Disana Chanyeol dan adik – adiknya sudah menunggu Eun ji. Dan ketika gadis itu datang, semua orang menatap kearahnya.

“Kenapa kau lama sekali, aku sudah sangat lapar” protes Bam bam

“Kalau kalian lapar kenapa enggak makan duluan aja” serang Eun ji balik

“Itu karena kami menunggu noona” balas Junior

“Untuk apa kalian menungguku, aku tidak perlu ditunggu” ucap Eun ji dengan jutek.

“Sudahlah kalian jangan bertengkar, lagipula kami hanya ingin noona bisa sarapan bersama kami” ujar Sehun

“Iya maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk bersikap jutek kepada kalian. Aku hanya terbawa emosi saja, karena tadi pagi seseorang membuatku kesal” Eun ji berkata sambil melirik kearah suaminya.

“Memangnya siapa yang membuatmu kesal ?” tanya Junior

“Aku yang membuat noona kalian kesal” sahut Chanyeol sambil menatap Eun ji

“Apakah kalian tadi pagi bertengkar ?” tanya Junior kembali

“Tidak, sebenarnya Eun ji –ah hanya salah paham denganku. Aku hanya ingin menjadi suami yang baik untuknya, tapi dia malah berfikir yang buruk terhadapku” jawab Chanyeol.

“Noona, kau bilang pada kami untuk menghormati dan menghargai Chanyeol hyung. Tapi kau sendiri tidak menghargai niat baiknya” ucap Junior

“Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya tidak suka saja” balas Eun ji

“Jadi kau tidak suka jika Chanyeol hyung berusaha untuk menjadi suami yang baik untukmu” ujar Bam bam

“Aku bukannya tidak suka. Tapi aku hanya ingin Chanyeol oppa bersikap selayaknya suami biasa saja” balas Eun ji

“Yasudah kalau begitu kau harus menghargai Chanyeol hyung. Ayo noona minta maaf pada Chanyeol hyung” ucap Junior

“Baiklah. Chanyeol oppa aku minta maaf dengan sikapku tadi pagi, aku sebenarnya tidak bermaksud untuk bersikap kasar kepadamu” Eun ji berkata sambil menundukan kepalanya.

“Baiklah aku memaafkanmu, tapi sebagai gantinya aku mempunyai satu keinginan darimu” balas Chanyeol

“Apa itu ?” tanya Eun ji

“Nanti akan aku beritau. Sudahlah sekarang ayo kita sarapan” ucap Chanyeol

             Setelah selesai sarapan Eun ji segera memakai sepatunya dan langsung pergi kuliah. Namun saat ia baru ingin berangkat tiba – tiba Chanyeol menarik tangannya. Rupanya pria itu ingin mengantar Eun ji ke Kampus, tetapi Eun ji menolak. Gadis itu sudah janji akan berangkat bersama Sehun. Namun karena Sehun tidak kunjung datang, terpaksa Eun ji harus berangkat bersama dengan suaminya.

            Di tengah perjalanan Eun ji sama sekali tidak berkutik, ia hanya menatap layar ponselnya. Namun berbeda dengan Chanyeol, pria itu terus saja tersenyum sambil sesekali menoleh kearah istrinya. Karena merasa tidak nyaman dengan sikap Chanyeol, Eun ji langsung menatap sinis kearah suaminya.

“Kau kenapa dari tadi tersenyum terus, memangnya ada yang lucu” protes Eun ji

“Tidk. Aku hanya ingin tersenyum saja” balas Chanyeol

“Aku tidak suka dengan senyumanmu, jadi jangan tersenyum lagi”

“Tapi aku suka tersenyum, karena senyuman membuat hidupku menjadi senang”

“Tapi itu malah membuat hidupku menjadi terganggu. Jadi berhenti tersenyum”. Seketika Chanyeol menghentikan laju mobilnya dan ia langsung menoleh kearah Eun ji.

“Kau tahu hari ini aku bisa tersenyum lega, karena sejak kemarin aku tersenyum dengan terpaksa. Dan kau tahu bagaimana tersiksanya hidupku”

“Aku tidak mengerti yang kau katakana, jadi cepatlah jalan”

“Aku tidak akan jalan sebelum kau memenuhi keinginanku”

“Apa yang kau mau dariku, bukannya aku telah melakukan tindakan yang buruk. Aku pernah menggugurkan kanduganku sendiri, padahal aku tidak pernah melakukan hal itu. Tapi kau tidak mau mendengar penjelasanku, dan kau lebih memilih menghabiskan waktumu bersama wanita lain” Eun ji berkata dengan sangat serius bahkan ia meneteskan air matanya.

“Kau yang tidak mengerti diriku, sejujurnya aku mencoba untuk mempercayaimu. Tapi aku tidak mampu melakukan itu. Dan sekarang aku sadar jika kau tidak pernah melakukan hal itu, aku yakin kau tidak pernah menggugurkan kandunganmu, bukan”

“Iya aku tidak melakukan hal bodoh itu, jadi jangan pernah mengungkit hal itu lagi”

“Kalau begitu kau mau memaafkanku ?”

        Eun ji sejujurnya tidak ingin memiliki hubungan lagi dengan Chanyeol, namun karena pria itu sudah banyak membantunya, Eun ji bersedia memaafkan suaminya. Walaupun Eun ji tahu jika suaminya masih belum mempercayai dirinya.

“Baiklah aku memaafkanmu, tapi mungkin hubungan kita tidak akan seperti dulu. Mungkin aku akan bersikap dingin kepadamu”

“Iya aku bisa mengerti itu. Kalau begitu kabulkan keinginanku”

“Apa ?”

“Stay with me forever, and don’t ever leave me”

“Aku tidak bisa berjanji padamu, tapi aku akan berusaha”

_*_

          Junior terlihat sangat bersemangat sambil mengayuh sepedanya, rupanya pria itu ingin menjeput Yeri di Sekolah. Meskipun Eun ji tidak menyuruhnya, tetap saja Junior dengan senang hati mau menjemput Yeri. Setibanya disana ia melihat Yeti yang tengah berdiri didepan gerbang sekolah sambil memainkan ponsel, lalu segeralah Junior menghampiri gadis belia itu.

“Annyeong Yeri –ah” sapa Junior

“Kau sedang apa disini ? oh .. pasti eonnie yang menyuruhmu untuk menjemputku. Baiklah ayo kita pulang” ucap Yeri yang langsung naik kesepeda

“Tumben sekali kau mau aku jemput, biasanya kau akan menanyakan banyak pertanyaan padaku”

“Karena eonnie sudah menceritakan tentang dirimu padaku, dan aku rasa kita bisa jadi sahabat”

“Benarkah ? itu ide yang bagus. Berawal dari sahabat dan akhirnya menjadi sepasang kekasih, bukankah itu ending yang bagus”

“Kau ini bicara apa ? sudahlah ayo antar aku pulang”

“Baiklah”

         Ditengah perjalanan tiba – tiba Yeri ingin mengemudi sepeda itu, namun Junior tidak mengizinkannya. Tapi Yeri mempunyai banyak cara untuk membujuk Junior. Dan pada akhirnya pria itu pun mengizinkan Yeri mengemudi sepedanya. Kini Yeri lah yang akan membonceng Junior dengan sepeda, namun baru ia mengayuh 1 meter tiba – tiba sepeda yang mereka naiki terjatuh.

Gubrak …

“Aigoo .. sakit kakiku” rintih Yeri

“Sudah aku bilang kau jangan mengemudi sepedaku, tapi kau tidak mau mendengar perkataan ku. Sekarang lihat kita jatuh dari sepeda” balas Junior

“Maaf aku tidak mendengarkanmu”

“Iya aku maafkan. Lalu apa ada yang luka ?”

“Lututku sakit”. Junior langsung mengambil sapu tangannya dan langsung mengikatkannya ke lutut Yeri.

“Ayo kita ke Rumah Sakit”

“Tidak usah, kita ke Apartemenku saja. Disana ada kota obat, kok”

         Lalu segeralah Junior mengantar Yeri menuju Apartemen. Setibanya disana Junior langsung mengobati luka Yeri, walaupun gadis itu terus saja merengek kesakitan saat diobati. Setelah selesai mengobati luka Yeri, Junior langsung membuatkan gadis itu semangkuk bubur. Selagi Junir sibuk memasak di dapur, tiba – tiba saja ponsel pria itu berdering. Lalu Yeri segera mengambil ponsel itu, tidak disangka itu ada panggilan dari Sehun. Seketika Yeri merasa sangat senang, dan ia mempunyai sebuah rencana.

           Tidak lama kemudian Junior datang sambil membawa semangkuk bubur ditangannya. Saat itulah Yeri terus saja tersenyum kepada pria itu.

“Kau kenapa senyum – senyum terus ?” tanya Junior sambil meniup – niup bubur yang ada ditangannya.

“Tidak. Aku hanya sedang senang saja” jawab Yeri

“Yaudah, ini buburnya. Makanlah” Junior langsung memberikan bubur itu kepada Yeri.

“Gomawo”

“Iya”

Setelah selesai makan Yeri langsung mengajukan pertanyaan kepada Junior

“Apakah kau mengenal Park Sehun ?”

“Iya, dia adalah hyungku. Memangnya kenapa ?”

“Dia adalah hyungmu. Kau serius, kan ?”

“Iya, kalau kau tidak percaya aku punya nomornya sekaligus aku punya fotonya”

“Kalau begitu kau bisa membantuku”

“Bantu apa ?”

“Sejak aku peratama kali bertemu dengan Sehun oppa, aku sudah jatuh hati padanya. Apakah kau bisa menjodohkan aku dengannya ?”. Ketika mendengar ucapan Yeri, Junior terlihat terkejut. Dan ia juga merasa patah hati.

“Jadi kau menyukai hyung ku ?”

“Iya, aku sangat menyukai Sehun oppa”

“Aku tidak bisa membantumu, karena aku tau ada seorang pria yang menyukaimu”

“Siapa pria yang menyukaiku ?”

“Kau tidak perlu tau, pokoknya aku tidak bisa membantumu”. Junior langsung pergi meninggalkan Yeri. Namun tiba – tiba Yeri menangis sebelun Junior membuka pintu Apartemen itu.

“Junior oppa, hiks .. aku mohon bantulah aku. Hiks .. aku sangat menyukian hyung mu, jadi bantulah aku” ucap Yeri sambil menangis. Seketika Junior langsung menoleh kearah Yeri.

“Baiklah aku akan membantumu, tapi aku tidak bisa bantu banyak. Kalau nanti terjadi sesuatu aku tidak mau bertanggung jawab” balas Junior

“Iya, aku yang akan bertanggung jawab”

        Akhirnya Junior bersedia membantu Yeri. Pria itu memberikan nomor telfon Sehun kepada Yeri. Meskipun ia sebenarnya patah hati, tetapi Junior melakukannya semata – mata demi kebahagiaan Yeri.

_*_

          Saat makan malam Eun ji terlihat sedih, bahkan ia hanya menatap makanannya saja. Melihat hal aneh terjadi pada noonanya, Bam bam segera menanyakan keadaan gadis itu.

“Noona, kau baik – baik saja ?” tanya Bam bam

“Nde” jawab Eun ji singkat

“Kalau begitu makan makananmu, jangan hanya menatapnya saja” ucap Sehun

“Aku tidak nafsu makan” balas Eun ji

“Kenapa kau tidak nafsu makan ?” tanya Junior

“Kalian tau tidak, minggu depan aku akan mengahadapi UTS” jawab Eun ji dengan wajah sedihnya

“Lalu ?” balas Bam bam

“Kalian tidak terkejut mendengarnya ?” tanya Eun ji

“Tentu saja tidak noona, lagipula UTS itu memang selalu ada disetiap semester. Jadi buat apa kami harus terkejut” jawab Sehun

“Aku sering absen, jadi aku takut aku tidak bisa dapat nilai yang sempurna semester ini” balas Eun ji

“Kalau begitu kau belajar saja dengan temanmu yang pintar” sahut Junior

“Aku tidak mau. Tapi Sehun –ah pasti bisa membantuku. Kau kan pintar, kau juga berasal dari falkutas kedokteran. Aku yakin kau bisa membantuku” ucap Eun ji sambil tersenyum kepada Sehun

“Kau akan membayarku dengan apa jika aku membantumu ?” tanya Sehun

“Apa saja yang kau inginkan, aku berjanji akan mengabulkan satu permintaanmu” jawan Eun ji

“Baiklah aku setuju” balas Sehun

            Tidak lama kemudia Chanyeol datang, pria itu langsung memeluk Eun ji yang tengah makan.

“Oppa lepaskan, aku kan sedang makan” ucap Eun ji

“Aku sangat merindukanmu” balas Chanyeol sambil memeluk Eun ji

“Iya, tapi aku sedang makan. Dan kau juga memelukku dihadapan ketiga adikmu. Apakah kau tidak malu ?” balas Eun ji

“Untuk apa aku malu, lagipula kita adalah sepasang suami istri. Jadi mereka harus terbiasa dengan hal ini” ujar Chanyeol

“Iya  baiklah, tapi sekarang lepaskan aku”. Chanyeol langsung melepaskan pelukannya kepada Eun ji. Lalu ia segera duduk dikursinya.

           Melihat sikap hyungnya, ketiga pria itu hanya tersenyum. Namun tiba – tiba Bam bam membahas tentang UTS yang akan dihadapi Eun ji minggu depan.

“Noona, bagaimana kalau kau belajar dengan Chanyeol oppa. Kebetulan Chanyeol oppa jurusannya sama denganmu. Mungkin saja dia bisa membantumu” ucap Bam bam

“Bantu apa ?” tanya Chanyeol

“Noona akan menghadapi UTS minggu depan. Tapi dia bingung harus belajar dengan siapa, apalagi noona sering absen” jawab Bam bam

“Aku bisa membantumu belajar Eun ji –ah” ucap Chanyeol sambil menatap kearah Eun ji.

“Tapi aku sudah minta Sehun untuk mengajariku” balas Eun ji

“Noona, lebih baik kau belajar dengan Chanyeol oppa saja. Kau kan hanya punya waktu empat hari untuk belajar” ujar Bam bam

“Tapi aku ingin Sehun –ah yang menjariku” sahut Eun ji

“Yaudah begini aja. Hari ini Sehun oppa yang akan mengajarimu, tapi besok Chanyeol oppa. Dan begitu seterusnya, bagaimana kau mau tidak ?” ucap Bam bam

“Aku setuju dengan ide Bam bam” ujar Junior

“Baiklah aku setuju” balas Eun ji

          Setelah selesai makan Sehun dan Eun ji segera belajar. Pria itu mengajarkan noonanya dengan sangat detail, sehingga mudah dipahami dengan Eun ji. Selama kedua orang itu belajar ruang tengah, Chanyeol terus saja menatap kearah mereka dari atas tangga untuk mengawasi istrinya. Sebenarnya pria itu tidak ingin jika Eun ji harus belajar dengan Sehun, namun ia tidak bisa berbuat apa – apa selain menunggu gilirannya untuk mengajar.

        Mereka belajar hingga larut malam, bahkan Eun ji terus saja menguap. Karena tidak sanggup menahan rasa kantukya, gadis itu langsung tertidur.

“Noona, coba kau kerjakan ..” ucap Sehun sambil menoleh kearah Eun ji. “Rupanya kau sudah tidur, baiklah mungkin belajarnya sampai disini saja”.

         Sehun terus saja menatap Eun ji yang tengah tertidur pulas, tidak tahu apa yang terjadi dengannya. Tapi Sehun benar – benar tidak bisa mengalihkan pandangannya terhadap Eun ji.

“Coba saja jika kau bukanlah istri dari hyungku, aku pasti akan senang sekali. Aku menyukaimu, sungguh sangat menyukaimu Eun ji –ah” guman Sehun.

_

        Dipagi harinya Eun ji langsung bersiap – sipa untuk berangkat kuliah, beruntung hari ini hanya ada kelas pagi. Jadi Eun ji bisa pulang cepat dari Kampus. Lalu segeralah gadis itu pergi, namun saat ia baru ingin membuka pintu rumah. Tiba – tiba Chanyeol menghampirinya.

“Eun ji –ah tunggu !” ucap Chanyeol sambil berjalan mendekat kearah Eun ji

“Ada apa ?” tanya Eun ji

“Ayo, aku akan mengantarmu ke Kampus” jawab Chanyeol

“Tidak usah, aku akan berangkat dengan Sehun –ah”

“Sudahlah, biar aku saja yang mengantarmu. Ayo”. Chanyeol langsung menarik tangan istrinya.

          Sesampainya di Kampus Eun ji segera keluar dari mobil. Namun sebelum ia masuk kekelas, Chanyeol memberika sekotak makanan untuk Eun ji.

“Ini, aku buatkan kau sarapan. Tadi kau tidak ikut sarapan, kan” ucap Chanyeol sambil memberikan kotak makan itu kepada Eun ji.

“Tidak perlu aku bisa membeli makanan di kantin saja” balas Eun ji

“Aku sudah susap payah membuatnya, aku bangun pagi – pagi hanya untuk membuatkanmu bekal”

“Baiklah, aku terima. Gomawo”. Eun ji segera mengambil bekal itu dan langsung pergi menuju kelasnya.

        Chanyeol merasa senang saat Eun ji mau menerima bekal darinya. Sebenarnya pria itu tau jika Eun ji sudah tidak ingin bersamanya, namun Chanyeol akan berusaha untuk membuat Eun ji kembali kepadanya.

_

        Dimalam harinya Eun ji terlihat sibuk merapihkan buku – bukunya, dan tidak lama kemudian Chanyeol datang. Malam ini adalah giliran Chanyeol untuk mengajar, pria itu sangat  bersemangat. Bahkan ia rela mencari buku – bukunya di gudang sejak sore tadi. Chanyeol sengaja memilih belajar didalam kamar, karena akan lebih nyaman.

         Namun berbeda dengan Eun ji, gadis itu merasa gugup saat Chanyeol tengah mengajarinya, tidak tahu kenapa jantungnya tidak henti – hentinya berdetak kencang. Padahal Eun ji berusaha untuk tidak menatap pria itu. Namun pandangannya terus mengarah kepada suaminya.

“Aku ini sebenarnya kenapa, sih ?” guman Eun ji

“Kau baik – baik saja ?” tanya Chanyeol

“Nde, aku baik – baik saja” jawab Eun ji

“Baguslah”

           Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya Eun ji selesai belajar. Gadis itu segera merapihkan buku  – bukunya, dan bergegas tidur. Namun saat Eun ji tengah tidur, Chanyeol tiba – tiba memeluk gadis itu. Disaat itu juga Eun ji langsung terbangun, dan seluruh tubuhnya menjadi gemetar. Perlahan gadis itu mengangkat tangan suaminya, namun pria itu malah memeluk erat tubuh Eun ji.

            Sudah beberapa kali Eun ji mencoba untuk mengangkat tangan suaminya, namun ia tetap gagal melakukannya. Dan hingga akhirnya ia pun berhasil terlepas dari pelukan Chanyeol. Eun ji langsung bangun dari tempat tidur, tapi tiba – tiba Chanyeol menarik tangannya.

“Kau mau kemana ?” tanya Chanyeol. Eun ji langsung menoleh kearah pria itu.

“Aku mau ke toilet” jawab Eun ji

“Lalu kenapa kau dari berusaha melepaskan pelukanku ?”

“Aku tidak berusaha melepaskan pelukanmu. Aku hanya merasa tidak nyaman saja”

“Benarkah ?”. Chanyeol tiba – tiba menarik tangan Eun ji, hingga gadis itu terjatuh tepat diatas tubuh Chanyeol.

         Eun ji tidak berani membuka matanya, karena ia tau jika dirinya sedang berada dalam jebakan yang berbahaya. Namun berbeda dengan Chanyeol. Pria itu terus saja tersenyum sambil menatap wajah istrinya.

“Bukalah matamu” ucap Chanyeol

         Perlahan gadis itu membuka matanya, dan ketika matanya terbuka. Eun ji merasa sangat gugup, karena wajanya sangat dekat dengan wajah suaminya.

“Oppa, aku ingin tidur” ujar Eun ji

“Yaudah, tidur aja” balas Chanyeol

“Tapi aku mau tidur dikasur”

“Tidurlah dipelukanku, denga begitu mimpimu akan indah”

“Aku benar – benar sangat bingung sekarang. Jadi lepaskan aku, dan biarkan aku tidur dikasur”

“Aniyo”. Tiba – tiba Chanyeol mendekatkan wajahnya lebih dekat dengan wajah Eun ji. Dan tidak disangka pria itu langsung mencium bibir istrinya, namun sebelum hal itu terjadi Eun ji segera menundukkan kepalanya, sehingga Chanyeol tidak bisa mencium gadis itu. Tapi Chanyeol hanya tersenyum ketika istrinya menundukkan kepala.

“Kau tidak perlu menundukkan kepalamu” ucap Chanyeol

“Aku kira kau ingin mencium keningku” balas Eun ji sambil menegakkan kepalanya

“Tidak, aku tidak ingin mencium keningmu”

“Baguslah. Dan sekarang dengarkan aku, kau tidak boleh ..” Eun ji berkata sangat panjang, hingga Chanyeol tida bisa mendengar suaranya. Melaikan pria itu terus memperhatikan bibir Eun ji saat bicara. Chanyeol sangat suka dengan bibir istrinya, dan tidak disangka pria itu langsung mencium bibir Eun ji.

Cup ..

       Seketika Eun ji merasa canggung. Ia tidak bisa melakukan apa – apa saat suaminya mencium bibirnya. Tapi Eun ji teringat dengan janjinya, lalu ia segera bangun dari tempat tidur. Chanyeol terlihat bingun saat itu, ia mengira jika dirinya terlalu kasar saat mencium bibir Eun ji.

“Apa aku melukaimu ?” tanya Chanyeol sambil bangun dari tempat tidurnya

“Aniyo, aku hanya merasa canggung saja” balas Eun ji

“Maaf jika aku membuatmu jadi tidak nyaman”

“Tidak kok, aku cuma kebelet buang air kecil”. Eun ji langsung berlari menuju kamar mandi.

“Gadis itu lucu sekali” ujar Chanyeol sambil tersenyum

_

       Dipagi harinya Eun ji terbangun, ia terkejut saat melihat suaminya duduk tepat dihadapannya. Dengan segera gadis itu bangun dari tempat tidur.

“Selamat pagi oppa” ucap Eun ji sambil menundukan kepalanya

“Selamat pagi. Akhirnya kau bangun juga, sudah satu jam aku menunggumu bangun” balas Chanyeol

“Kenapa kau menungguku bangun ?”

“Aku ingin mengajakmu kencan”

“Kencan ?. Kencan apa ?”

“Sudah lama aku tidak mengajakmu kencan, dan hari ini adalah hari yang tepat untuk kita pergi berkencan”

“Tidak bisa, hari ini aku adalah kulia”

“Kau ingin kuliah saat tanggal merah. Kau serius ?”

“Memangnya sekarang tanggal merah ?”

“Iya, sekarang tanggal merah. Jadi kau maukan berkencan denganku ?”

               Gadis itu bingung harus berkata apa, sebenarnya ia ingin menerima ajakan dari suaminya. Namun Eun ji masih sulit untuk bisa dekat lagi dengan Chanyeol.

“Sepertinya aku tidak bisa”

“Kenapa ?. Bukankah kau tidak ada kegiatan apa – apa”

              Sekali lagi Eun ji bingung harus berkata apa, hatinya ingin ia menerima ajakan suaminya. Dan pada saat itu Eun ji mencoba untuk mengikuti kata hatinya.

“Baiklah, aku mau kencan denganmu”. Seketika Chanyeol tersenyum, bahkan pria itu langsung memeluk istrinya.

“Terima kasih karena kau sudah mau menerima ajakan ku”. Eun ji hanya tersenyum kecil, entah kenapa ia merasa sangat nyaman saat Chanyeol memeluknya. Setelah itu Eun ji dan Chanyeol segera bersiap – siap untuk pergi kencan.

               Setengah jam berlalu, akhirnya Eun ji dan Chanyeol segera pergi menuju suatu tempat. Ditengah perjalanan Chanyeol tidak sengaja mengerem secara mendadak hingga menyebabkan kepala Eun ji terbentur kaca mobil.

“Aigoo .. sakitnya kepalaku” rintih Eun ji

“Kau tidak apa – apa kan ?” tanya Chanyeol

“Kenapa kau tiba – tiba ngerem mendadak ?”

“Aku tidak sengaja”

“Lihat nih, keningku jadi sakit”

“Maafkan aku, aku benar – benar menyesal”

“Sekarang aku mau tanya padamu, kita mau pergi kemana ?”

“Aku ingin mengajakmu ke pulau Nami”

“Kau serius, untuk apa kita kesana ?”

“Aku ingin menghabiskan waktuku hari ini bersamamu”

                Mendengar ucapan suaminya, Eun ji menjadi bingung. Ia berniat untuk menjauh dari Chanyeol, namun pria itu malah ingin mendekat kembali pada Eun ji.

Bersambung …

“Guys, sebelumnya maaf nih kalau minggu lalu aku gk update. Soalnya lagi ada urusan keluarga, jadi gk sempet ngetik. Ohh iya, jangan lupa baca chap selanjutnya yahh :v. Dan juga aku mau ngasih tau kalian sesuatu kalau The Perfect Wife bentar lagi bakalan tamat. Jadi jangan ketinggalan buat baca chap selanjutnya yahh.

Gomawo Chingu ☺”

Iklan

5 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] THE PERFECT WIFE ( Chapter 21)

  1. Thor please jngan bkin eunji ninggalin ceye oppa, gk rela akoh.
    .
    .
    .
    Pokoknya keep write buat authornya, jngan ngebut ne, and hwaiting~

  2. Author nulisnya jgn ngebut. Ada beberapa part yg aku gk ngefill. Hehe.. Maaf yah..
    Tp klo boleh saran (lagi)
    Tambahin narasinya dg perasaan pemain, tingkah/gerakan/posisinya. Yah agak di detile in dikit lah..
    Sebenernya maksudnya mau memberi kejutan tp gk pas gitu. Apa krn kecepeten , atau Ya kurg dibuat gimana yah.. Tp terserah author mau gimana juga sih. Hehe..

    Aku dukung kok. Next yah ^.^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s