SADISTIC NIGHT -CH. 2 : Mr. Sadistic P.1- by AYUSHAFIRAA

wp-1500112366063.png

`SADISTIC NIGHT`

A fanfiction by AYUSHAFIRAA |

Starring Baekhyun, Kim Yoojung as Kim Yoora, Chanyeol, Sehun, Suho | Supported by D.O, Tao, Xiumin, Kai, Chen, Lay, Lee Pace |

AU, Drama, Fantasy, Romance, Violence |

PG-17/M | Chaptered |

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri yang terinspirasi dari Diabolik Lovers dan berbagai film serta anime yang bergenre fantasy. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan dramatis cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

*Already published since 2015, here.

AYUSHAFIRAA©2015. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

Prev. Night : WAY? P.1 | WAY? P.2

| BAB I ▶ CH. 2 : Mr. Sadistic P.1 |

“DIA BUKAN MILIKMU, DAN TIDAK AKAN PERNAH MENJADI MILIKMU!”

.

Part 1

.

Keheningan menyelimuti rumah mewah keluarga Lee ketika hari mulai menjelang sore, sebagian besar di antara penghuni rumah tersebut biasanya menggunakan saat-saat seperti ini untuk sekedar merebahkan diri mereka di atas kasur super empuk dengan ditemani lilin-lilin aromaterapi yang bisa menenangkan pikiran mereka setelah seharian disuguhi berbagai macam jadwal pekerjaan yang padat dan melelahkan.

Tapi hari ini, hal itu tidak berlaku di kamar Dio. Kamar yang ukurannya sama luasnya dengan kamar-kamar lain di rumah itu terlihat diisi oleh dua orang lelaki, satu di antaranya adalah Dio sendiri. Lelaki dingin yang siang tadi terlibat adu mulut dengan Chanyeol itu kini terlihat menundukkan kepalanya. Bukan menyadari kesalahannya, melainkan merasa tak rela dan tak terima atas perlakuan lelaki yang saat ini berdiri di hadapannya yang ia rasa membela Chanyeol dan terus menyalahkannya.

Lelaki itu melangkah ke arah jendela, seberkas cahaya dari jendela itu akhirnya menyinari wajahnya yang putih. Suho. Dia terus memandang keluar jendela, entah apa yang dilihatnya, ia hanya merasa….. bersalah.

“Pergilah ke kelas etika.” Ucap Suho.

Dio menatap ke arah lelaki itu dengan tatapan tak percaya.

“Kenapa aku harus?”

“Kau masih belum menyadari?”

“Menyadari apa? Bahwa aku salah? Bahwa Chanyeol lah yang benar? Aku memang selalu salah di matamu, Hyung!” suara Dio meninggi.

Suho memandang ke arah Dio, namun adiknya itu berpaling, tak mau melihat wajah kakaknya lagi.

“Apa sekarang kau berpikir aku tidak adil? Aku sudah mengatakan apa yang seharusnya ku katakan. Kau memang harus pergi ke kelas etika, sebagai vampir kelas B kelakuanmu sudah keterlaluan. Bukankah ayah pernah berkata….”

“Berkata apa?!” lelaki itu memotong kata-kata kakaknya. Matanya terlihat berair.

“Ayah, ayah, ayah, selalu saja perkataan ayah yang kau dengarkan! Kau tidak pernah mendengarkan kata-kataku. Aku melakukan itu bukan tanpa alasan, aku melakukan itu agar aku bisa mencegah pertengkaran di dalam keluarga kita tapi si anak sialan itu malah memancing amarahku!”

“Anak sialan?” Suho menahan kekesalannya. Tangannya hampir saja mendarat di pipi putih mulus Dio.

“Dio-ya, Chanyeol masih kakakmu juga.” Lanjut lelaki itu menatap mata Dio yang mulai basah.

“Dengarkan aku dulu!” pinta Dio yang sudah tak sanggup menahan airmatanya.

“Kalau saja Chanyeol Hyung tidak memancing amarahku dengan omong kosongnya itu, mungkin keluarga kita akan baik-baik saja sekarang. Kau harusnya berterimakasih padaku. Kalau saat itu aku tidak mengusir gadis itu, mungkin saja Baekhyun Hyung dan Chanyeol Hyung akan terlibat pertengkaran hebat karena memperebutkannya! Aku tidak mau hal itu terjadi hanya karena seorang gadis manusia yang baru mereka temui!”

“Aku sangat menyayangi mereka. Aku… sangat menyayangi keluarga ini.” jelas Dio akhirnya.

Suho menarik tubuh Dio ke dalam pelukannya, ia memeluk adiknya itu begitu erat. Ia merasa sangat bersalah telah memandang masalah itu dari sudut pandang yang berbeda dengan Dio. Seandainya saja adiknya itu memberitahu alasannya sejak awal, mungkin hal ini tidak akan terjadi.

Sayangnya, Dio memang seperti itu. Ia lebih suka memendam semuanya sendirian. Maka tak jarang kesalahpahaman seperti ini terjadi, kebanyakan dari kakak-kakaknya tak mengetahui apa maksud dan tujuan sebenarnya dari setiap sikap dan perilaku yang Dio lakukan. Memang benar apa yang Suho katakan tentang adiknya yang satu ini, adiknya yang satu ini sebenarnya anak yang baik, hanya saja kebaikannya selalu salah dimengerti oleh anggota keluarga yang lainnya.

Hyung… jangan berbuat seperti itu lagi padaku.” Ucap Dio terisak.

Suho mengelus punggung adiknya itu lembut,

“Maafkan aku, Dio-ya. Aku seharusnya bisa lebih memahamimu lagi.”

♥♥♥

“Apa katamu? Kau tidak akan menyuruhnya ke kelas etika?!” Chanyeol berdiri dari tempat duduknya dengan emosi yang tak tertahankan.

Saat ini Yoora dan ke-10 lelaki yang ada di rumah itu sedang bersiap untuk menikmati makan malam mereka seperti biasa, namun saat Suho mengawali pembicaraan dengan mengatakan bahwa masalah antara Chanyeol dan Dio telah terselesaikan, emosi anak ke-6 keluarga Lee itu mulai menyesakkan dadanya sendiri.

“Duduklah, Chanyeol-ah.” Ucap Suho yang berusaha menghadapi Chanyeol dengan kepala dingin.

“Tunggu sebentar!” lelaki yang masih berdiri itu terlihat menepuk-nepuk dadanya.

“Jangan buat aku semakin salah paham akan dirimu, Hyung. Bukankah setiap aku melakukan kesalahan, sekecil apapun itu, kau akan tetap bersikeras menyuruhku pergi ke kelas etika?”,

“Lalu kenapa sekarang? Ketika dia melakukan sesuatu yang seharusnya tak dia lakukan pada tamu kita, bukankah seharusnya kau juga menyuruhnya untuk pergi ke kelas etika? Kenapa aku harus, sedangkan dia tidak?! Apa yang membuatnya begitu berbeda di matamu, Hyung?!” Chanyeol meninggikan volume suaranya. Dari tatapannya saja, Yoora dan ke-8 saudaranya yang lain dapat melihat kalau Chanyeol benar-benar merasa kecewa.

“Chanyeol-ah, dengarkan aku dulu. Aku belum menjelaskan semuanya padamu, kan?”

“Persetan dengan penjelasanmu, Hyung!” Lelaki itu membanting kursi yang semula ia duduki dan berlalu pergi dari ruang makan.

“Chanyeol-ah!” panggil Xiumin.

“Biarkan saja dia. Semuanya akan percuma bila dia sedang dalam suasana hati yang buruk.” Ucap Suho.

Ke-9 bersaudara itu akhirnya hanya saling diam. Sehun dan Kai tidak berani membuka mulutnya, Chen gemetar memeluk bonekanya, sementara yang lainnya hanya terlihat menundukkan kepalanya kecuali Suho dan Xiumin.

“Tapi, Suho-ya. Aku yakin semua yang ada di sini juga penasaran sama sepertiku, kenapa kau tidak menyuruh Dio pergi ke kelas etika? Itu terdengar seperti, bukan kau yang biasanya.”

Suho memandangi Dio yang masih menundukkan kepalanya, lalu sedetik kemudian beralih memandang Yoora yang menatapnya juga.

“Itu hanya akan menjadi tidak adil bagi Dio, Hyung.

“Apanya yang tidak adil?” ketus Baekhyun.

“Maafkan aku, Hyung. Malam ini aku tidak lapar.” Lanjut lelaki berlensa kuning terang itu meninggalkan tempat duduknya dan menarik lengan Yoora. Sementara itu, Yoora yang tidak tahu maksud Baekhyun hanya menahan tubuhnya untuk tidak beranjak.

“Aiii, ada apa denganmu?! Ayo pergi!”

Lelaki itu lagi-lagi menarik lengan Yoora, tapi kali ini, Yoora terpaksa beranjak dan meminta maaf kepada ke-8 lelaki yang masih duduk di kursi mereka masing-masing.

“Kau tidak lapar, lalu bagaimana dengan Yoora? Kenapa harus mengajaknya bersamamu?”

Baekhyun menatap Lay, malas menghadapi pertanyaan-pertanyaan itu.

Gadis itu memegang bagian belakang jas yang dikenakan Baekhyun,

“Maaf, aku rasa aku tidak lapar. Jadi bolehkah aku ikut dengan Baekhyun saja?”

“Sungguh? Tapi bukankah kau belum makan apa-apa sejak sore tadi?”

“Aku sudah makan buah-buahan, itu saja sudah cukup.” Jelas Yoora.

Baekhyun menyunggingkan senyumnya, “Bagaimana, Hyung?”

“Kalau begitu kami berdua permisi. Selamat menikmati makan malam kalian.” Lelaki itu akhirnya bisa pergi meninggalkan ruang makan bersama Yoora yang berjalan di belakangnya.

Walaupun dua insan ini tidak berjalan berdampingan, namun senyuman dari bibir mereka tidak dapat mereka sembunyikan. Entah kenapa, gadis itu merasa sangat nyaman berada di dekat Baekhyun. Ia bisa melupakan fakta bahwa lelaki itu adalah salah satu monster penghisap darah di keluarga Lee yang mungkin sudah membunuh banyak orang. Yoora sangat menyukai waktunya bersama Baekhyun walau hanya dengan berjalan di belakang tubuh lelaki itu seperti sekarang ini.

“Kau mau jalan-jalan keluar?”

“Ya?” gadis itu terperangah.

Lelaki itu tersenyum, senyuman yang berbeda, dan terasa aneh bagi Yoora.

“Kau tetap sama.”

“Maksudmu?” tanya Yoora tak mengerti.

“Tidak.” Baekhyun menggeleng. “Aku bertanya, apa kau mau jalan-jalan keluar?”

Gadis itu melihat arlojinya sekilas,

“Sudah lebih dari jam 8 malam, apa tidak apa-apa kalau kita pergi keluar? bukankah sebaiknya kita di rumah saja?” tanya gadis itu selanjutnya.

“Jangan bertanya padaku, aku tidak suka itu.”,

“Lagipula, aku yang lebih dulu bertanya padamu. Kau cukup menjawabnya saja, Yoora.”

“Ah? Baiklah, maafkan aku.”

Keadaan seketika menjadi terasa canggung. Baik Yoora maupun Baekhyun, keduanya malah membuat suasana yang semula memang hening menjadi semakin hening.

“Kau tidak akan menjawabnya?”

“Hm?”

“Pertanyaanku yang tadi…” Baekhyun menggesek-gesekan ujung sepatu yang dipakainya ke lantai sambil menunggu jawaban gadis di hadapannya.

Baru saja bibir gadis itu akan terbuka untuk menjawab pertanyaan Baekhyun, tapi ternyata lelaki itu sedetik lebih cepat untuk menyela jawaban Yoora.

“Anggap saja ini, sebagai tawaran kencan.”

Kencan? Siapa? Baekhyun? Dengan Yoora? Mereka? Kencan?

Yoora terus mencerna kata-kata yang baru saja dikatakan lelaki yang saat ini menatap kedua matanya itu. Gadis itu senang, ia merasa senang, tapi entah kenapa ia tak bisa tersenyum sama sekali. Bibirnya kelu, tak sanggup berkata-kata lagi.

“Bagaimana?

Gadis yang ditatap Baekhyun itu sekarang malah membalikkan tubuhnya, membelakangi lelaki itu, ya, lelaki yang baru saja mengajaknya berkencan, Baekhyun Lee.

“Aaah… kalian seperti pasangan yang ada di drama-drama saja, membuatku gemas.” Gumam anak tertua keluarga Lee yang sedang asik mengintip Baekhyun dan Yoora yang sedang berada di lorong itu dari balik gorden berwarna krem.

“Apa yang sedang kau lihat, Hyung?” tanya kedua adiknya yang juga ikut-ikutan bersembunyi di balik gorden dan bertumpu pada punggungnya, Tao dan Sehun.

“Wah! Bukankah itu Baekhyun Hyung? Dengan Yoora?” tanya Sehun antusias.

“Apa yang mereka lakukan?! Mungkinkah, mereka sedang berkencan, Hyung?” tanya Tao yang juga tak kalah antusias dan sangat penasaran.

“Aku tidak yakin. Tapi dari lensa pengamatanku, aku pikir Baekhyun benar-benar menyukai gadis itu.” Jelas Xiumin sedikit memelankan suaranya.

“Ahhhh, yang benar saja! Apa yang harus kulakukan sekarang? Haruskah ada perang saudara antara aku dan Baekhyun Hyung?

Xiumin dan Tao sontak menatap ke arah Sehun,

“Memangnya kenapa? Kau tertarik untuk memainkannya juga? Bukankah mainanmu sudah banyak eoh?”

“Aiii, pertanyaan yang bagus sekali! Terdengar seperti aku benar-benar seorang playboy.” Sehun memanyunkan bibirnya.

Kedua kakaknya itu memandangnya aneh,

“Kau memang begitu.”

♥♥♥

Tok… tok… tok.

Tok… tok… tok.

Tok… tok… tok.

Suara ketukan pintu yang tak santai itu berhasil menyadarkan lamunan gadis yang sampai saat ini belum mengistirahatkan matanya. Jarum jam di kamarnya ternyata sudah menunjukkan pukul 2.05 dini hari. Tak terasa, selama 4 jam terakhir, ia belum tidur sama sekali.

“Yak! apa kau masih tidur di dalam sana?! Cepat buka pintunya!” seru suara di balik pintu sana.

“Ada apa, Sehun-ssi?” tanya gadis itu setelah membukakan pintu kamarnya dan melihat Sehun sedang berdiri memegang seragam sekolah perempuan berwarna abu-abu, hampir serupa dengan seragam yang dikenakan Sehun saat ini, hanya berbeda celana dan roknya saja.

“Cepat mandi dan pakailah ini!” anak bungsu keluarga Lee itu lagi-lagi memberinya pakaian dengan cara melempar tepat ke wajahnya, dan sepertinya ia akan semakin terbiasa dengan hal itu.

“Kau punya waktu 26 menit dari sekarang untuk bersiap-siap. Selama itu, kami akan menunggumu di bawah.”

“Tunggu dulu, Sehun-ssi!” Yoora menahan lengan Sehun yang hendak berlalu.

“Kenapa?

“Dini hari seperti ini kita mau ke mana?”

Sehun memutar bola matanya dan mendengus, sementara jari tangannya ia gunakan untuk menyentil dahi gadis di hadapannya yang saat ini terlihat sangat bodoh menurutnya.

“Kau sudah memegang seragamnya bukan? Kita akan sekolah malam! Mulai malam ini kau akan bersekolah di sekolah malam keluarga kami. Jadi, jika kau tidak mau mendapat hukuman dari Suho Hyung, kau harus menemui kami di bawah tepat waktu! Mengerti?

Sekolah malam? Sekolah seperti apa itu?

“Yak! Jangan bilang kau menatapku seperti itu karena kau ingin aku yang memandikanmu?!”

“Huh?! Tidak mungkin!”

♥♥♥

“Apa saja yang kau lakukan di dalam sana?” tanya Suho yang melipat tangannya di dada dan menyandarkan tubuhnya di badan mobil limousine yang akan mengantarkan mereka ke sekolah. Matanya menatap Yoora tajam.

Suho tidak suka dengan orang yang tidak patuh akan perintahnya, karena semua perintah yang Suho berikan pastilah sesuai dengan aturan yang ayah mereka buat yang tentunya harus dituruti oleh anggota keluarga Lee, termasuk Yoora.

“Maaf, Suho-ssi. Aku tahu aku terlambat, tapi tadi aku sudah bersiap-siap secepat yang ku bisa.” Jelas Yoora.

“Kau terlambat 9 menit dari waktu yang telah kami berikan, Yoora.” ucap Xiumin yang tak pernah bosan melihat ke arah sebuah arloji, entah itu jam dinding, ataupun jam tangan yang ia pakai di pergelangan tangan kirinya.

Sehun menutup mulutnya menahan tawa sebelum akhirnya berkata,

“Seharusnya tadi aku benar-benar membantumu mandi. Kau pasti tidak akan terlambat jika aku yang membantumu.”

“Yak! Kalau kau yang memandikannya, bisa-bisa dia terlambat satu setengah jam! Kau kan tidak pernah bisa bermain dengan cepat, Sehun-ah.

Ucapan Kai itu langsung mendapat respon dari ke-8 saudaranya yang lain yang tertawa terbahak-bahak. Sementara itu, wajah Yoora memerah karena menahan malu.

“Apa yang kalian bicarakan?”

“Gadis yang polos.” Tao menggelengkan kepalanya, salut.

“Entah polos, atau memang pura-pura polos. Tidak ada perbedaan yang spesifik mengenai hal itu. Keduanya akan terlihat sama saja.” Ucap Dio menanggapi perkataan Tao.

“Kali ini aku setuju denganmu, Hyung!

Sehun berjalan menghampiri Yoora dan merangkulnya.

“Yak, kau pasti pernah ‘melakukannya’ bukan? Tidak mungkin kau tidak pernah ‘melakukannya’. Setidaknya kau pernah merasakannya sekali selama hidupmu ini, benarkan?!” lelaki itu mencolek-colek dagu Yoora.

“Apa maksudmu, Sehun-ssi?

“Gadis 17 tahun di jaman sekarang rata-rata memang pernah melakukan hal itu, bukan begitu, Chloe? Aku sangat sering mendengarnya, di mana-mana.” ucap Chen yang seolah-olah sedang berbicara dengan boneka bebeknya saja.

“Ah,” Yoora baru mengerti.

“Ternyata ‘itu’ yang kalian bicarakan sedari tadi. Kalau begitu kalian salah mengira. Aku tidak pernah melakukan sesuatu yang seperti itu. Aku tidak termasuk gadis yang dibicarakan Chen-ssi, aku hanya gadis biasa yang tidak pernah memikirkan tentang hal itu. Aku masih terlalu muda, masih banyak urusan yang lebih penting yang harus ku urus daripada harus mengurusi hal seperti itu.”

“Ooow….” ke-10 lelaki itu terkejut mendengar kata-kata Yoora, tak percaya gadis itu akan berkata bijak.

“Dari mana kau mendapatkan kata-kata itu?” tanya Lay.

“Kai sepertinya merasa tersindir dengan ucapanmu, Yoora.” Xiumin tidak berhenti tertawa setiap kali memandang wajah Kai yang auranya mulai terlihat berbeda setelah mendengar kata-kata Yoora tadi.

“Aiii, Memangnya aku kenapa, Hyung?! Lagipula aku tidak peduli dengan apa yang dia katakan.” Ucap Kai membalas perkataan Xiumin tidak terima, karena menurutnya, ia tidak merasa tersindir sama sekali.

“Kalau kau memang belum pernah melakukannya, pasti kau maukan melakukan yang pertama bersamaku?” goda Sehun. Wajah Yoora semakin memerah.

“Yaha! Lihatlah! Wajahnya benar-benar seperti kepiting rebus sekarang!”

“Cukup, Sehun-ah.

Anak nakal itu langsung diam ketika Suho menyuruhnya diam.

“Sekarang kita berangkat, pelajaran akan dimulai sebentar lagi. Jika kita semua terlambat, ayah akan marah dan kita pasti berakhir di kelas etika.”

“Oh ya, Yoora.”

“Ya, Suho-ssi?

“Untuk hari ini dan seterusnya, kau akan semobil dengan Chanyeol, Dio, Tao, Kai, dan Sehun. Baik-baiklah dengan mereka.” Ucap Suho yang langsung disambut sorak seru Kai dan Sehun.

“Ah? Baiklah.

“Heee, ada apa dengan ekspresi wajahmu?!”

“Kau tidak senang bisa semobil dengan lelaki setampan kami eoh?” Tanya Kai dan Sehun berturut-turut.

Yoora memandang malas kedua saudara yang selalu terlihat kompak dalam mengganggunya itu, ia menghela nafasnya dan mendengus.

“Entahlah.”

“Yak, Suho-ya!” Xiumin mengingatkan Suho akan waktu yang mereka punya.

“Sudah, sudah! Cepat masuk ke mobil!”

Yoora dan ke-9 lelaki itu menurut, satu persatu dari mereka mulai masuk ke 2 mobil limousine yang sudah terparkir di halaman samping rumah mereka sedaritadi. Xiumin, Suho, Lay, Baekhyun, dan Chen masuk ke mobil limousine yang pertama. Sedangkan sisanya, Chanyeol, Dio, Tao, Kai, Sehun, dan Yoora masuk ke mobil limousine yang kedua.

Sepanjang perjalanan menuju ke sekolah malam mereka itu, suasana di mobil pertama tampak hening, tak ada yang berbicara sama sekali. Xiumin dan Suho terlihat rajin membaca buku-buku yang mereka bawa dari rumah mereka, Lay terlihat sangat menikmati lagu yang ia putar di mp3-nya, sedangkan Chen, seperti biasa, asik bermain dengan Chloe tanpa membuat keributan.

Berbeda dari saudaranya yang lain, Baekhyun tampak melamun. Pandangannya lurus dan kosong. Jika Baekhyun sudah seperti itu, kakak-kakaknya termasuk adiknya, Chen, sudah sangat paham, Baekhyun pasti sedang menggunakan kekuatannya.

Hei, Yoora! bukankah kau seharusnya memanggil kami ‘Oppa’ eoh?

Aku setuju, Hyung! Mulai sekarang kau harus memanggil kami ‘Oppa’, mengerti?

Wah, pasti sangat menyenangkan bagimu! Kau tidak perlu lagi sungkan ataupun malu-malu dan sejenisnya pada kami, kau kan sudah menjadi bagian dari keluarga kami, hehe.

Sehun Oppa, Oppa, Sehun Oppa, Sehun Oppa… hahah! Aku jadi geli sendiri.

Suara ketiga adiknya, Kai, Tao, dan Sehun terdengar begitu jelas di telinga Baekhyun, kecuali suara Chanyeol dan Dio yang sepertinya tidak membuka mulut mereka sama sekali saat ini. Yoora sudah jelas, ia tidak bisa mendengarnya. Kekuatan spesialnya itu tidak mampu menembus gadis itu. Membuatnya terkadang begitu frustasi.

Cih, ada apa dengan mereka? Apa mereka belum mengerti juga? Dia milikku!

Suara hati Chanyeol tiba-tiba terdengar oleh Baekhyun, membuat lensa kuning lelaki itu tiba-tiba menyala karenanya.

Hyung, saat ini kau pasti sedang berusaha mendengar suara kami, bukan? Kau juga pasti sudah mendengar suara Sehun dan Kai yang terus menggoda gadis yang kau sukai itu. Huh, Chanyeol sepertinya mulai merasa terganggu juga. Apa kau mendengar kata hatinya saat ini, Hyung? Ku harap kau tidak akan terluka bila mendengarnya.

Ucapan Dio yang memanas-manasi Baekhyun dalam hatinya itu sudah pasti terdengar jelas oleh lelaki yang dimaksudnya. Walaupun adiknya yang satu itu tidak mempunyai kekuatan yang sama untuk mendengar tanggapannya, ia yakin adiknya itu sudah mendapatkan jawabannya sendiri.

Hyung, apa yang kau sukai dari gadis manusia seperti Yoora? aku tidak habis pikir kau bisa jatuh cinta dengan gadis itu dengan mudahnya. Ayolah, Hyung! Dia hanya gadis biasa. Kau bisa mendapat seratus gadis yang lebih baik daripada gadis itu.

“Kau tidak berhak mengatur hidupku!”

“Tenangkan dirimu, Baekhyun-ah…” Lay menepuk-nepuk pundak Baekhyun.

“Siapapun yang sedang kau coba dengar itu tidak akan bisa mendengarmu kembali.”

Suho menyimpan buku yang tadi ia baca, lalu menatap Baekhyun yang terlihat mengepalkan tangannya.

“Jangan terlalu sering menggunakan kekuatanmu untuk hal yang tidak penting.”

“Suho benar, Baekhyun-ah.”,

“Dengan mengetahui isi hati dan pikiran seseorang, itu hanya akan membuatmu semakin lelah. Karena terkadang, apa yang mereka katakan tidak sesuai dengan apa yang ada di hati mereka. Itu sesuatu yang rumit, bukan?” ucap Xiumin yang masih membaca bukunya.

“Kau seharusnya mengirim anak itu ke kelas etika, Hyung! Dia benar-benar sudah kurang ajar padaku!” Baekhyun membalas tatapan Suho, lensa matanya lagi-lagi terlihat bercahaya.

“Siapa? Dio?”

Lelaki yang sudah berusaha mengontrol emosinya itu tertawa paksa mendapati kakaknya yang seolah tak tahu siapa yang dimaksudnya itu.

“Siapa lagi kalau bukan dia, Hyung?! Apakah kau mau menunggu sampai aku yang menghajar wajahnya lebih dulu, huh?!”

“Memangnya apa yang dia katakan?” Suho menegakkan posisi duduknya, tangannya mengisyaratkan Chen untuk mengambil sebotol red wine beserta cangkir kecilnya yang sudah tersedia di mobil limousine ini. Chen yang paham dengan isyarat kakaknya itu pun mau tidak mau menurutinya.

“Tidak bisakah kau langsung saja menyuruhnya mengikuti kelas etika?!”

“Tidak bisa.”

Anak kedua keluarga Lee itu pun menuangkan red wine pemberian Chen ke dalam cangkirnya dan meneguknya dalam satu teguk.

“Dengar, Baekhyun-ah. Meskipun aku tidak tahu apa yang dikatakan Dio padamu, yang pasti itu semua tidak lebih karena dia menyayangimu, bukan bermaksud kurang ajar atau semacamnya.”

“Tapi-”

“Dia menyayangi keluarga ini. Tapi terkadang keluarga ini lebih sering salah paham akan dirinya hanya karena dia memiliki sikap yang seperti itu. Dia hanya tak bisa mengungkapkan segalanya pada kita seperti orang lain, dia memiliki caranya sendiri yang seringkali tak bisa dipahami dengan baik oleh kita, Baekhyun-ah. Dia menyayangi kita.” Jelas Suho yang membuat Baekhyun terdiam seribu bahasa.

“Yup! Kita sudah sampai!” Xiumin memasukkan buku yang sudah ia baca setengahnya itu ke dalam tas sesaat setelah mobil yang mereka tumpangi berhenti di halaman depan sekolah mereka.

“Bersikap baiklah padanya, Baekhyun-ah.” Ucap Suho mengingatkan.

Ke-5 lelaki di dalam mobil limousine pertama pun keluar bersamaan dengan keluarnya seorang gadis dan ke-5 lelaki lainnya yang keluar dari mobil limousine kedua. Lensa kuning Baekhyun yang menyala bertemu dengan mata dingin milik Dio, adiknya itu tersenyum, tapi ia tak membalasnya selain dengan tatapan tajam yang menusuk.

Aku memang selalu salah di mata mereka….

Gadis itu memandang takjub bangunan besar di depan matanya. Sebuah bangunan besar yang menjulang tinggi bernuansakan eropa tersebut seperti berhasil menghipnotisnya.

“Selamat datang di sekolah malam milik keluarga kami!” ucap Lay yang langsung merangkul Yoora.

“Hei, Hyung! Apa kau memiliki kekuatan yang sama seperti Baekhyun Hyung eoh?! Seharusnya aku yang mengatakan itu padanya!” Sehun tidak terima kata-kata yang sudah dipersiapkannya itu lebih dulu diucapkan kakaknya.

“Ei, ei, ei, Sehun-ah! Itu salahmu sendiri karena tidak langsung mengatakan itu padanya!”

“Hebat!” ucap Yoora yang masih terkagum-kagum dengan bangunan yang mulai saat ini akan menjadi tempatnya untuk belajar ―meskipun tidak tahu belajar apa―, sekolah malam.

“Kau menyukainya?” tanya Xiumin sambil menyunggingkan senyum.

Yoora menatapnya dan mengangguk.

Teng… teng… teng… lonceng yang berbunyi seperti di film Cinderella itu menandakan jam pelajaran sekolah akan dimulai. Mereka semua pun bergegas masuk ke dalam bangunan sekolah mereka untuk mengikuti pelajaran sebelum terlambat.

Sekolah malam itu adalah milik Pace Lee, vampire western yang tak lain adalah ayah dari ke-10 lelaki itu, yang telah hidup selama beberapa abad dan suka berkelana keliling dunia termasuk wilayah Asia.

Sekolah malam itu memiliki 3 lantai dengan 1 ruang bawah tanah, memiliki 24 ruangan kelas yang masing-masingnya memiliki ukuran sangat luas dengan langit-langit yang sangat tinggi. 24 ruangan kelas itu terdiri dari 3 ruangan untuk vampir kelas A yang letaknya di lantai paling atas, 7 ruangan untuk vampir kelas B yang 4 ruangannya terletak di lantai 2 dan 3 ruangan lainnya di lantai 1―bisa disebut juga lantai dasar―, 5 ruangan untuk kelas etika di lantai 1, dan sisanya untuk vampir kelas C yang terletak di ruang bawah tanah.

Selain ruang kelas, sekolah malam itu juga mempunyai banyak fasilitas yang lebih dari sekolah-sekolah pada umumnya. Sekolah malam itu menyediakan fasilitas ruang makan ekstra luas yang tingkat kenyamanannya melebihi hotel bintang lima dengan berbagai macam menu spesial, para vampir yang bersekolah di sana tidak perlu membayar apa-apa lagi karena semuanya sudah termasuk biaya yang mereka keluarkan saat pertama masuk ke sekolah itu. Memiliki ruangan olahraga dan ruangan gym yang bersebelahan, memiliki ruangan musik yang lengkap dengan peralatannya, memiliki ruang seni yang bersebelahan dengan ruang latihan kegiatan ekstrakurikuler, memiliki ruangan pub dan karaoke yang biasa dijadikan tempat hiburan para vampir sebelum dan sesudah jam pelajaran. Tak lupa, sekolah itu juga memiliki 4 kolam renang indoor dan 6 kolam renang outdoor yang luasnya tak diragukan lagi.

Yoora terpaku untuk beberapa saat, melihat ke-10 lelaki itu berlarian ke kelas mereka masing-masing. Sementara dirinya? Ke kelas mana dia harus berlari? Dia sama sekali tidak tahu.

BREG!

Seseorang menarik lengannya hingga dirinya masuk ke dalam sebuah ruangan kelas dengan papan nama bertuliskan B Class – 2. Baekhyun, lelaki itulah yang menariknya masuk ke ruang kelas itu.

Lagi-lagi ia terpaku saat semua orang termasuk guru yang ada di ruang kelas itu seketika berdiri membungkuk memberi hormat pada mereka sesaat setelah mereka berdua memasuki ruangan itu. Tidak, bukan pada mereka, pada Baekhyun saja lebih tepatnya.

“Apa yang membuat Anda dan Saudara Anda yang lainnya terlambat, Baekhyun-ssi?” tanya guru itu.

‘Saudara anda yang lainnya’?

Yoora mengedarkan pandangannya dan mendapati Chanyeol dan Dio yang duduk di barisan bagian belakang. Ah, ternyata mereka yang dimaksud guru itu.

“Kau tidak akan mendapatkan jawaban yang kau inginkan dari saudara kami yang itu, Seonsaengnim.” Ujar Chanyeol dengan mata yang terus memandang ke arah Baekhyun dan Yoora.

Benar juga, pikir Yoora. Lelaki yang saat ini berdiri di sampingnya itu paling tidak suka berumit-rumit menjawab pertanyaan dari orang lain.

“Kalau begitu saya mohon maaf. Anda boleh duduk, Baekhyun-ssi.” Ucap guru itu dengan sangat sopan, padahal usia guru itu sudah jelas jauh di atas Baekhyun.

Yoora tak beranjak dari tempatnya berdiri saat mendengar guru itu hanya mempersilakan Baekhyun untuk duduk, tapi lagi-lagi lelaki itu menarik lengannya secara paksa.

“Apa yang kau tunggu?!”

“Maaf!”

♥♥♥

Tak ada yang berbeda saat pelajaran berlangsung, suasananya terasa sama saja seperti di sekolah-sekolah biasa. Siswa-siswi terlihat begitu serius mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung, tak terkecuali ke-10 lelaki dari keluarga Lee. Meskipun terkadang beberapa dari mereka bersikap seenaknya saja dan malas-malasan saat belajar. Seperti kedua lelaki yang duduk di sebelah kanan kiri Yoora saat ini, ya, Baekhyun dan Chanyeol. Kedua lelaki itu terlihat menidurkan kepala mereka di atas meja dan terlelap.

Yoora mengamati lekuk wajah kedua lelaki yang sedang tertidur dengan lelapnya itu, meskipun dalam keadaan tertidur seperti ini, keduanya tetap memperlihatkan aura ketampanan mereka masing-masing.

Gadis itu menidurkan kepalanya di mejanya dan memandang lelaki yang ada di sebelah kirinya seraya tersenyum. Chanyeol yang tertidur dengan memakai headphone itu sama sekali tak terlihat menakutkan, wajah tampannya terlihat sangat damai. Yoora merubah posisi kepalanya menghadap ke sebelah kanan dan memandangi setiap inchi wajah Baekhyun. Sama seperti Chanyeol, lelaki itu tak lagi terlihat seperti monster berdarah dingin yang ia lihat siang kemarin. Saat sedang asik memandangi wajah tampan Baekhyun, ia seketika teringat sesuatu, wajahnya yang putih saat itu juga langsung memerah.

“Anggap saja ini, sebagai tawaran kencan.”

….

“Bagaimana?”

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!

wp-1500109685048.png

Iklan

14 pemikiran pada “SADISTIC NIGHT -CH. 2 : Mr. Sadistic P.1- by AYUSHAFIRAA

  1. Ping balik: SADISTIC NIGHT -CH.3 : Destiny P.1- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: SADISTIC NIGHT -CH. 2 : Mr. Sadistic P.2- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

    • Buahahah kenapa gak bisa? Bayangin aja kamu jadi rebutan mereka gimana tuh rasanya /plak😂/ oh jadi gituuuu ohhh jadi beneran ngerelain baekhyun demi dapetin chanyeol? Cukup taulah 😂😂😂

  3. Ga bisa napas gue pas bagian “anggap saja ini tawaran kencan” aaaaaaaaaaaa mati mati matiiii gue😭 ya Allah ya Allah, Astaghfirullah…. baek yaampun… kemana pergi nya image cabe mu nak😂😂😚😚😚😚❤makin cinta sumpah sm cabe❤❤❤❤
    Sabar ya cimol kuhh,😚😚 aku slalu ada buat qmoeh koo😂😂🔪
    Se-kai laknat sumpah mereka😂😂😂 jahat beut sm yoora 😚😚😚
    Fighting kaka❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

    • Oksigen mana oksigen? Buakakkak😂 rada GR gitchu yaa jadi salting terus panas dingin /plak/ padahal yg ditawarin kencan si yoora buakakkakak xD sabar sabar, teruslah beristigfar ngadepin baekhyun disinehhh xD ke mana~ ke mana~ ke mana~ 😆🎤🎵 /plak/ tapi dia di sini insyaallah gak nyabe kok 😂
      Cimol siape sih kupenasaran xD
      Emberrr, sekai duo mesum tak tertahankan 😂😂
      Makasih fightingnya shayyy unchhhh😍😍😍😍😘😘😘😘

  4. Aduh, aku penasaran siapa sebenarnya yoora? Terus ini yg memperebutkan mereka chanyeol, baekhyun dan sehun kah? Ahh molla..
    Aku berharap bakalan semakin seru ff ini.. pastinya
    Ini keren banget.

    Btw itu sekolah apa istana😂.. gue pngen juga sekolah disitu😂.

    Semangat

    • Siapa coba hayooo? 😆 ikutin aja terus kisahnya yaa biar tahu jawabannya apa ehehe 😂 Chanyeol Baekhyun Sehun? Masa sih mereka bakal berebut? Kita liat aja nanti yaa /plak😂
      Amiin, mudah2an nanti memuaskan kamu yaa 😘
      Alhamdulillah kalo dibilang keren 😂

      Buahahahhaha sekolah apa istana ya xD sekolah malam mereka mah beda beda tipis sama istana keknya 😂 buruan gih daftar jadi murid baru, tapi mahal, banyak vampirnya lagi /plak😂

      Makasih semangatnya shayyy unchhh😍😘

    • Penasaran banget ya kayaknya wkwkwk xD dia bukan manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah namun dihatiku hanya satu cinta untukmu luar biasa 😆🎤🎵/plak😂/ kenapa coba hayooo? Kan ganteng2 tuh vampir siapa tau aja mau dijodohin /plak😂(2)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s