[EXOFFI FREELANCE] Life Story – Part 8 : Choice

Life Story

Part 8 : Choice

Cast :

Do Kyungsoo

Kim Hyera

Jung Seorin

Byun Baekhyun

Author : Sweetsugar

Genre : Marriage life, sad, hurt-comfort, romance

Length : Chapter

Rating : PG-14

Anggap typo sebagai pemanis cerita ^^

-0-

Krieet..

Kyungsoo menutup pintu bercat putih yang membatasi kamarnya dan Hyera dengan ruang santai di lantai dua. Pria itu melirik Hyera dari sudut matanya, setelah insiden ciuman tak terduga itu Hyera tidak lagi mengatakan apa – apa

Gadis itu hanya menatap kedalam matanya seolah mencari jawaban, lalu kemudian melenggang begitu saja meninggalkannya

Dan disinilah mereka sekarang, dikamar tidur dengan latar suasana yang lagi lagi sunyi

Kyungsoo menghela nafas sejenak, jika dipikir – pikir situasi mereka seperti sedang dibalik sekarang. Dulu ialah yang selalu bersikap acuh pada istrinya itu, jangan tanyakan seberapa sering semua terjadi karna seingatnya hampir seluruh kehidupan pernikahan mereka dilalui dengan cara seperti ini –kecuali dalam beberapa moment saat moodnya sedang bagus-

Mata pria itu berubah sayu

Jadi seperti ini rasanya? Apa ini yang dirasakan Kim Hyera setiap kali ia bersikap acuh ?

Pertanyaan itu bersileweran dikepalanya sekarang, dan semakin dipikirkan maka semakin meronta – ronta juga perasaan bersalah itu

Jika ia yang baru diacuhkan sekali saja sudah merasa buruk, lalu bagaimana dengan Hyera yang menerima perlakuan ini selama bertahun – tahun?

Kyungsoo jadi merasa semakin brengsek saja

“Hyera” panggilnya ketika ia lihat si gadis mulai naik ketempat tidur, sepertinya berniat mengistirahatkan dirinya

Ia melangkah kesisi ranjang tepat disamping Hyera yang hendak merebahkan dirinya, kemudian tangannya meraih sesuatu dari atas nakas

Hyera menatap Kyugsoo yang sepertinya sedang mengambil sesuatu, gadis itu sedikit tertegun saat kemudian sebuket mawar merah disodorkan padanya. Sejak kapan bunga itu ada disana? Pikir gadis itu

“Aku membelinya saat pulang kerja tadi, aku tidak begitu tau bunga apa yang kau sukai. Tapi kurasa semua wanita menyukai yang satu ini” ujar Kyungsoo dengan sambil menyodorkan buket mawar merah berukuran sedang yang dibelinya di toko langganannya

Dengan perlahan Hyera meraih buket bunga itu, matanya melirik Kyungsoo sebentar dan ia bisa melihat pancaran rasa bersalah dan penyesalan yang tulus dalam mata Kyungsoo

Tidak tega melihat Kyungsoo, ia kemudian tersenyum lembut “Terima kasih” ucapnya lantas mencium buket bunga pertama yang ia miliki

“Sangat harum, aku suka”

Kyungsoo ikut tersenyum, hatinya tersentuh melihat Hyera yang masih berusaha menghargai pemberiannya meskipun ia tidak sedang dalam suasana hati yang baik

Hening

Mereka kembali diam

“Hyera…” itu Kyungsoo

Ia menatap gadis didepannya ragu – ragu

“…bolehkah aku..memelukmu?” tanyanya

Hyera sempat tertegun sejenak, tapi kemudian senyum lembut terbit di wajahnya yang penuh dengan gurat kelelahan

“Tentu saja”

Dengan perlahan Kyungsoo memeluk tubuh ringkih itu, melingkarkan tangannya disekitar pinggang sang istri. Kim Hyera terasa sangat kurus dalam pelukannya, membuat ia sadar seberapa rapuh gadis itu sebenarnya

“Maafkan aku” ucapnya lirih

“Untuk setiap sikapku selama ini, aku minta maaf” ia semakin erat mendekap Kim Hyera, yang lagi baru ia sadari sangat nyaman untuk dipeluk, Hyera sangat hangat. Seperti ibunya

“Aku masih berharap kau memberikan kesempatan, tolong berikan satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya”

“Aku harap kau tidak memasukkan perkataanku tadi dalam hati, tapi aku serius bahwa aku benci dengan orang yang mengumbar janji Kyungsoo” jelas Hyera lembut

“Aku tau sikap brengsek ku semakin menjadi belakangan ini, tapi aku bersungguh-sungguh Hyera. Kali ini aku akan mencobanya dengan sepenuh hati. Kumohon berikan aku satu kesempatan lagi”

Hyera menghela nafas berat, tangan nya bergerak naik menepuk punggung Kyungsoo seperti seorang ibu menepuk punggung anaknya

“Geure, kita lihat apa yang akan kau lakukan”

“Terima kasih. Aku mencoba yang terbaik, percayalah”

Mereka berdiam dalam posisi itu beberapa saat

Kyungsoo memejamkan matanya, perlahan menumpukan dagunya di bahu Hyera. Bahu Kim Hyera yang sangat nyaman, sudah lama ia tidak merasakan perasaan seperti ini. Sudah lama ia tidak menemukan tempat untuk pulang. Sekarang rasanya ia menemukan tempat itu lagi, bolehkah ia menyebut bahwa rumahnya untuk pulang sekarang adalah Kim Hyera?

“Kau terlalu banyak bicara hari ini Kyungsoo, sekarang istirahatlah”

Tangan Hyera masih menepuk pungungnya, yang kemudian membuatnya merasa mengantuk. Kyungsoo semakin mendekap erat gadis itu, membenamkan kepalanya pada ceruk leher Hyera semakin dalam dan menghirup feromon gadisnya yang semanis caramel

“Kau, sangat…harum” lirihnya sebelum jatuh tertidur

-0-

Matahari sudah muncul, sulur – sulur cahayanya menyusup ke celah – celah gorden. Hendak mangabarkan pada penghuni semesta bahwa sang mentari siap mengawali kegiatan hari ini dengan sinarnya yang lembut

Kyungsoo melirik pada jam digital yang terletak diatas nakas

05.50 AM

Namja itu tersenyum, rasanya ini adalah pagi terindah yang pernah ia miliki sepanjang masa pernikahannya. Ia terbangun sedikit lebih pagi hari ini, terusik dengan cahaya matahari yang mulai menembus gorden tipis di kamar tidur mereka

Berkebalikan dengannya, sepertinya gadis yang kini berbaring disampinnya justru sedikit kesiangan

Memandangi wajah tertidur Hyera, Kyungsoo tersenyum. Well, sepertinya ia tidur nyenyak sekali semalam. Hal yang seingatnya sudah lama tidak ia dapatkan, dan itu berimbas baik pada moodnya yang sangat bagus hari ini

Ia bangkit dari tempat tidur, menatap Kim Hyera sebentar, kemudian tersenyum. Kyungsoo memiringkan kepalanya, semakin mengamati wajah tidur istrinya yang ternyata sangat manis, dan ia tidak bisa menahan dirinya untuk kembali berbaring

Namja itu berbaring menyamping dengan kepala yang bertumpu pada tangan

Kyungsoo POV

Apa boleh aku mengatakan kalau ini adalah pagi terbaik yang pernah kumiliki selama beberapa tahun belakangan ini?

Jika tidak maka biarkan aku mengatakan bahwa Kim Hyera adalah pemandangan paling indah yang bisa kumiliki saat terbangun dari tidur

Ini aneh, sungguh. Tiga setengah tahun belakangan ini kuhabiskan dengan berusaha menjaga jarak dengannya

Tidak ada waktu dalam tiga setengah tahun itu dimana aku berhenti membangun tembok diantara kami. Sudah kukatakan sejak awal aku tidak ingin memberi harapan kosong padanya

Silahkan tertawa atas perkataan bullshit itu, karna nyatanya apa yang kukatakan itu memang hanya omong kosong

Sekarang aku sadar, menjaga perasaannya hanyalah alasan, demi kebaikannya adalah sebuah omong kosong besar. Yang terjadi sebenarnya adalah aku membangun tembok untuk diriku sendiri, untuk kepentinganku sendiri

Aku tidak ingin kenangan tentang Seorin dicuri, aku tidak ingin perasaan untuk wanita itu berubah, yang terjadi adalah aku masih tidak bisa menerima bahwa Jung Seorin sudah menjadi milik orang lain, aku masih mengharapkan wanita itu

Ya, aku mengakuinya

Buktinya sekarang, begitu aku mencoba melepaskan perasaan itu perlahan – lahan, aku mulai bisa menerima Kim Hyera dengan segala pesonanya. Mungkin memang belum sampai tahap cinta, hah munafik sekali aku jika mengatakan sudah mencintainya. Tapi setidaknya aku berusaha menerima kehadirannya

Well, anggap usaha pertamaku waktu itu tergoyahkan karna gadis kecil bernama Nari. Anggap saja brengsek, tapi demi tuhan ini juga tidak mudah bagiku

“Nggh”

Perhatianku teralihkan pada Hyera yang kini menggeliat kecil dalam tidurnya, gadis itu bergerak-gerak kecil kemudian tenang kembali, persis seperti anak kecil

Aku pasti terdengar seperti pria plin – plan, tapi percayalah bahwa pagi ini entah mengapa pesona Kim Hyera seolah – olah terpancar keluar dan menyerbu sekaligus

Lihatlah, aku tidak pernah tau jika ia selucu ini saat sedang tidur

Wajahnya yang damai nampak bersinar dibawah terpaan sinar matahari pagi. Menyentuh pipinya pelan, entah kenapa sudut bibir ini tertarik begitu saja. Pipi istriku sangat lembut, terasa seperti pipi Nari

Aku tidak tau, tapi tanganku bergerak begitu saja menyentuh bulu matanya, aku tidak tau dia punya bulu mata selentik ini. Yang aku hafal dari Hyera hanya matanya, Hyera punya iris hitam sepekat malam yang harus kuakui sudah menjadi faforitku sejak dulu. Terkadang ia terlihat seperti anak anjing saat menatapku polos dengan mata indahnya itu

Entah apa yang sedang kupikirkan saat tanganku tiba – tiba saja menyentuh bibirnya. Hmm… dia punya bibir tipis berwarna pink yang jujur saja kupikir akan terasa nyaman saat dicium

Tunggu, kenapa aku jadi menggerayangi wajahnya begini?

Kyungsoo POV end

Kyungsoo tidak sadar sejak kapan ia tidak lagi memandangi Hyera dari samping. Yang ia tau saat kesadarannya sudah kembali, ia sudah duduk disamping gadis itu dan merendahkan tubuhnya diatas kepala Hyera untuk mengamati wajah gadisnya

Ia mengerjapkan matanya pelan, terkejut juga menyadari bahwa ia sedang meneliti wajah Hyera disetiap inci

Terlebih saat tangan kirinya mengusap bibir bawah gadis itu, Kyungsoo terpaku ditempat. Pria itu tidak bisa mengalihkan pandangannya dari bibir Hyera yang sedikit terbuka

Pikirannya jadi melayang kembali, bukankah semalam ia mencium Hyera?

Ia tidak terlalu ingat bagaimana rasanya karna semalam ia sedang setengah emosi. Pria itu mengerjapkan matanya

Tidak

Tunggu

Kenapa ia harus menggerayangi wajah Hyera begini?

Kyungsoo sudah akan menjauh saat tiba-tiba gadis menggeliat dan mengguman kecil. Hyera membuka matanya perlahan

Hyera membeku, Kyungsoo terdiam

Kemudian..

“Eommaaa!”

Jedukk

“Akkh”

-0-

Pagi yang indah juga dikediaman Byun Baekhyun. Keluarga kecil itu sedang berkumpul dimeja makan setelah menikmati sarapan pagi buatan Seorin

“Cha, ini bekal khusus buatan appa untuk Nari. Makan dan belajar yang benar oke sayang” Baekhyun memasukkan kotak bekal berbentuk pororo itu kedalam tas Nari lantas mengacak rambut putrinya gemas

Gadis kecil itu tersenyum manis sekali “Aku harap appa tidak memasukkan telur mata sapi yang gosong seperti terakhir kali” ucap gadis itu kemudian tersenyum lebar

Seorin tergelak mendengar penuturan innocent putrinya, membuat pria imut yang masih berdiri itu mendelik kesal padanya

“Ya ampun Byun Baekhyun putrimu pintar sekali. Appa, kau tidak seharusnya membuatkan telur gosong untuk bekal anakmu, iyakan Nari sayang” wanita itu kembali tergelak melihat wajah memelas suaminya yang ditunjukan untuk putri mereka

“Yaampun sayang, eommamu jahat sekali kan. Jangan sepertinya ya, appa kan sudah berusaha membuatkan Nari bekal. Ya kebetulan saja waktu itu sedang tidak berhasil”

“Tapi telur gosong buatan appa tidak enak, Nari tidak makan karna rasanya pahit, warnanya juga hitam sekali”

“Hahaha..Byun Baekhyun anakmu” Seorin kembali tergelak, tidak memedulikan lirikan sinis Baekhyun padannya

Pria manis itu mempoutkan bibirnya kesal, hah Byun Baekhyun bahkan tidak jauh berbeda dengan Nari yang berusia empat tahun

“Kalian berdua benar – benar, ya ya ya kalau dibandingkan dengan masakan eommamu appa ini bisa apa”

Dua perempuan itu terkikik geli, tapi sejurus kemudian menghambur memeluk Baekhyun bersamaan

“Appa, jangan merajuk sepert itu, kami kan hanya bercanda. Byun Baekhyun adalah ayah terbaik sepanjang masa, iyakan sayang” ucap Seorin yang memeluk pria itu dari belakang

Baekhyun memutar matanya kesal. Tapi senyum diwajahnya langsung terbit saat putrinya yang super manis itu mengangguk – anggukan kepalanya

Ia lantas menggendong Nari, membiarkan putrinya itu memeluk lehernya dan menciumi pipinya

“Biarpun telur buatan appa gosong, tapi nasi goreng buatan appa enak. Lagipula Nari tetap sayang appa biarpun appa tidak pandai memasak. Kan ada eomma yang bisa memasakkan makanan enak untuk kita”

Baekhyun dan Seorin kompak tersenyum mendengar celotehan putri mereka itu

Seorin segera melepaskan tangannya yang tadi melingkar di perut Baekhuyun, ia mengambil tas sekolah Nari kemudian memakaikannya pada gadis itu

“Geure, nanti eomma akan masak yang enak untuk kalian berdua. Tapi sekarang kalian harus segera berangkat, lihat sudah pukul berapa sekarang”

Baekhyun segera menurunkan anaknya, membiarkan anak itu menegak susunya kemudian segera berlari ke depan untuk memasang sepatu

“Baiklah, kami harus berangkat sekarang sayang” Baekhyun mengambil tas kerjanya kemudian mengecup bibir Seorin singkat

“Hm, hati – hati. Jangan lupa menjemput Nari pulang sekolah nanti, aku tidak bisa menjemputnya hari ini, eomma minta ditemani pergi kerumah sakit. Kupikir kita harus mengunjungi eommamu Baekhyun, beliau sering pergi kerumah sakit akhir – akhir ini”

Baekhyun menganggukan kepalanya, kemudian merangkul bahu istrinya menggiring wanita itu keruang depan dimana putri mereka sudah menunggu

“Aku akan meluangkan waktu nanti. Terimakasih sudah mengkhawatirkan ibuku sayang” ucap pria itu kemudian tersenyum

“Appa palli”

Baekhyun dan Seorin kompak menoleh pada gadis kecil yang sudah menunggu didepan pintu

“Ck, appa kita akan terlambat jika kau terus bermesraan dengan eomma”

Dan mereka kembali terkekeh geli mendengar pernyataan putri kecilnya yang super manis

Seorin menyandarkan kepalanya ke dada Baekhyun kemudian berbisik kecil

“Dia mirip sekali sepertimu”

Pria itu tersenyum hangat kemudian mengecup kepala istrinya “Seperti kita”

“Ck, eomma appa!!”

Mereka terkikik lagi

“Baiklah baiklah, eomma kami berangkat dulu, bye” Baekhyun mengecup bibir istrinya sekali lagi lalu melambaikan tangannya

Nari juga segera mengecup pipi Seorin kemudian ikut melambaikan tangannya “Bye eomma”

“Bye sayang, belajar yang benar oke” wanita itu melambaikan tangannya begitu mobil mulai berjalan

Baru setelah mobil yang ditumpangi anak dan suaminya menghilang dibalik pagar ia menurunkan tangannya. Wanita itu tersenyum, siapa sangka kehidupannya akan menjadi sebahagia ini

“Aku percaya bahwa kau memang malaikan yang diturunkan tuhan untukku Byun Baekhyun”

-0-

“Aw..pelan – pelan Hyera, ini benar – benar sakit asal kau tau saja” Kyungsoo meringis saat Hyera mulai mengompres hidungnya menggunakan es yang gadis itu lapisi dengan kain

Pria itu melirik kesal gadis dihadapannya. Rasanya baru beberapa menit yang lalu ia berpikir jika Hyera bisa terlihat sangat manis saat tertidur, tapi sekarang ia tau bahwa gadis itu juga bisa jadi sangat bar bar di situasi tertentu

Oh yang benar saja, yang ia lakukan hanya mengamati wajah gadis dari dekat saja tapi begitu bangun gadis itu langsung menjedukkan kepalanya ke hidungnya dengan sekuat tenaga

Kyungsoo merasa tulang hidungnya hampir patah saking kuatnya Hyera menjedukkan kepalanya. Tapi anehnya gadis itu malah seperti tidak kesakitan sama sekali

“Kau benar – benar eoh, menjedukkan kepalamu seenaknya saja. Kau benar – benar berniat mematahkan hidungku ya?” sinisnya

Hyera melirik Kyungsoo dari ujung matanya

“Aku kan sudah minta maaf. Lagipula itu juga salahmu, kenapa juga kau mengamati wajahku sedekat itu. Aku kan terkejut, untung saja aku hanya menjedukkan kepalaku bagaimana jika aku menonjok matamu tadi”

Kyungsoo berdecak lagi, sedikit meringis saat Hyera mengompres hidungnya terlalu keras

“Kau menjedukkan kepalamu keras sekali tadi, a..apa kepalamu juga tidak apa – apa” tanyanya dengan sedikit kikuk, Kyungsoo mengalihkan pandangannya ke arah lain. Persis seperti pria yang sedang salah tingkah

“Tidak apa – apa”

Kyungsoo kembali menatap Hyera, gadis itu melakukannya keras sekali tadi, apa benar tidak apa – apa?

“Kau yakin tidak apa – apa? Coba sini aku lihat”

Hyera belum sempat menghindar saat Kyungsoo mendekat dan langsung menyibak poninya. Menampakan keningnyan yang memerah dan dihiasi oleh sebuah benjolan cukup besar

“Eiyy, tidak apa – apa bagaimana, kepalamu benjol begini Hyera” Kyungsoo menyentuh benjolan berwarna merah itu, yang kemudian membuat Hyera meringis

Pria itu berdecak kesal lagi “Apanya yang tidak sakit hah? Kau ini benar – benar, berhenti bersikap sok kuat begitu. Sini berikan es itu padaku”

Kyungsoo mengambil alih es yang tadi digunakan Hyera untuk mengompres hidungnya. Dengan perlahan ia menyentuhkan permukaan benda dingin itu pada kepala Hyera yang membenjol, membuat Hyera sedikit meringis karna rasa perih yang ditimbulkannya

Dengan telaten Kyungsoo mengompres benjolan di kepala Hyera, sesekali ia meniup kening istrinya yang sudah tidak seberapa merah dibanding tadi

“Kau harusnya tidak se-barbar itu” gumam Kyungsoo masih sibuk menekan – nekan benjolan itu

“Rasanya aneh melihatmu yang biasa terlihat anggun tiba – tiba bersikap seperti ini” kekeh Kyungsoo

Ia masih menekan benjolan dikepala istrinya itu dengan hati – hati. Well, benjolan berwarna merah itu lebih membutuhkan perhatian dibanding pemilik tubuhnya saat ini

Baru saat dirasanya cukup Kyungsoo menyudahi kegiatannya, ia melatakkan kompresan itu diatas meja lantas mendesah pelan

Pria itu meletakkan sikunya di meja, bertopag dagu dengan mata yang menatap lurus pada manik Hyera

Gadis itu menatap Kyungsoo dengan tanda tanya, heran karna Kyungsoo tiba – tiba memandangnya sedemikian intens

“Kenapa?” tanyanya

“Jujur saja Hyera, pagi ini saat aku membuka mataku aku sudah memikirkan banyak sekali hal. Dan semakin banyak kupikirkan kurasa memang banyak sekali hal tentangmu yang tidak kutau” ungkapnya jujur

“Setelah kupikir – pikir lagi rasanya aneh sekali kita sudah menikah hampir empat tahun tapi tidak mengetahui satu sama lain dengan baik” sambungnya lagi

Kyungsoo tersenyum, kemudian mengulurkan tangannya hendak menjabat tangan gadis itu

Hyera memandang uluran tangan Kyungsoo yang ditujukan padanya, sekali lagi dengan tatapan heran

“Karna itu ayo kita belajar mengenal satu sama lain dengan baik. Aku tau ini sangat terlambat tapi lebih baik daripada tidak sama sekali kan, lagipula aku sudah berjanji padamu akan berubah. Kuharap kita bisa belajar memahami satu sama lain dan memulai semuanya dari awal”

Hyera tersenyum dengan penuturan pria itu. Dan percayalah bahwa yang Kyungsoo lihat barusan bukanlah senyuman manis seperti biasanya, Hyera tersenyum miring, bahkan dimata Kyungsoo itu nyaris terlihat seperti seringaian

“Aku menghargai niat baikmu itu Kyungsoo, tapi perkataanmu tidak tepat” todongnya dengan kedua mata menyipit

Ia melipat tangannya didada lalu sedikit terkekeh

“Tidak mengetahui satu sama lain dengan baik, ck kau membuatku tersinggung. Kau mungkin tidak menyadarinya tapi kupikir aku mengenalmu dengan cukup baik”

“Kau punya manik berwarna hitam pekat yang hampir serupa dengan milikku, aromamu selalu seperti mint yang sangat maskulin, kau melamun sebentar saat bangun tidur dan air putih adalah hal yang harus kau teguk setelah itu, sepulang kerja kau akan mandi dengan air hangat, bersandar sebentar diranjang kemudian pergi tidur, kau bangun pukul enam di hari kerja dan sedikit lebih siang di hari libur, warna kesukaanmu adalah hitam, makanan kesukaanmu spaghetti, bola matamu selalu bergerak ke kanan saat kau gugup, kau punya kebiasaan menyusun barang – barangmu berdasarkan warna merek atau jenis mereka, dan suaramu akan berubah saat keau bertemu dengan orang baru” Hyera menatap pria itu penuh kemenangan

“Itu sebagian kecil hal yang kutau tentang dirimu. Akuilah bahwa disini yang tidak mengetahui apapun tentangku adalah dirimu, akui juga bahwa kau memang tidak memperhatikanku. Aku bahkan bertaruh kau tidak tau makanan kesukaanku”

Namja itu terdiam, seumur hidupnya baru kali ini ia dibuat tidak bisa berkata – kata karna terlalu malu oleh seorang gadis

Ia juga tidak menyangka bahwa Hyera memerhatikan banyak hal tentang dirinya. Kyungsoo tidak tau jika matanya selalu bergerak kekanan sata gugup. Gadis itu bahkan tau dengan kebiasaan yang ia sendiri tidak menyadarinya. Sedangkan dirinya? Apa yang ia tau tentang Kim Hyera?

Pria itu menghela nafas “Kau membuatku malu sekali Hyera” desisnya

“Rasanya aku tidak punya muka lagi untuk menatapmu, karna kenyataannya semua yang kau katakan itu adalah kebenaran. Maaf menanyakan ini, tapi apa itu artinya…”

Hyera terkekeh melihat wajah memelas Kyungsoo, ia segera menjabat tangan Kyungsoo yang masih terulur untuknya

“Kuharap kau memahami dirimu sendiri dengan baik dahulu oke, baru setelah itu terjadi kau bisa belajar memahamiku dan kita bisa saling memahami satu sama lain dengan baik” ucapnya dengan tulus kemudian tersenyum

“Kumohon kenalilah dirimu sendiri terlebih dahulu sebelum kau mengulurkan tangan untuk kusambut. Karna jika suatu saat kau melepaskan peganganmu lagi, kurasa aku sudah tidak akan sanggup untuk bertahan lagi”

-0-

Kim Hyera menatap orang – orang yang berlalu lalang di jalanan dari jendela yang berada repat dihadapannya, sejak tadi ia tak henti – hentinya manarik nafas lalu membuangnya dengan hati berat. Dan ini semua terjadi sebab percakapannya dengan Kyungsoo pagi tadi

“Hai Kim”

Ia menoleh saat marganya di panggil, dan ia tau betul siapa yang melakukan itu. Tidak ada seorangpun yang memanggilnya hanya dengan marga kecuali Kang Hyemi

“Ck, kau lama sekali. Meniru kebiasaan tunanganmu eoh?” decaknya dengan wajah ditekuk

Si gadis bersurai coklat hanya tertawa melihat wajah kesal sahabatnya yang tidak ada seram – seramnya itu

“Mian, Chanyeol mengajakku makan siang tadi, aku tidak bisa menolaknya kan” kelakar Hyemi dengan nada ceria

“Menikmati waktu bersama kekasihmu ya, wah kau beruntung sekali” sindir Hyera terang – terangan, ia memincingkan matanya kesal

Tak menghiraukan Hyera, Hyemi menarik kursi dihadapannya lalu duduk dengan santai

“Aku bukan kau yang hidup dengan kisah percintaan tragis ingat?”

Hyera tau sahabatnya itu hanya bercanda, tapi entah kenapa perkataan itu mengena sekali dengan hatinya. Ia terdiam, tanpa sadar menghela nafas kembali yang membuat Hyemi sadar bahwa mood gadis itu sedang tidak bagus

“Hey, aku hanya bercanda. Jangan kau masukkan dalam hati eum, aku minta maaf”

Hening

Hyemi bertopang dagu menatap sahabatnya itu. Kim Hyera pasti ingin mengatakan sesuatu, ia tau itu. Ia hanya sedang bimbang dengan hatinya, dan disaat seperti itulah Hyemi akan berperan sebagai penasehat yang baik untuk sahabatnya

“Hyemi-ya”

Perubahan suasana dimulai

“Eum?”

“Menurutmu apakah yang kulakukan ini salah?” lirih Hyera dengan kepala tertunduk, ia menggigit bibirnya

“Apa…apakah tidak benar jika aku melepaskan pria itu demi kebahagiaan semua orang?”

Hyemi meraih tangan sahabatnya, memaksa Hyera untuk melihat padanya

“Kim, aku tidak akan mengatakan apakah yang kau lakukan ini benar atau salah. Aku yakin bukan kapasitasku untuk mengatakan hal itu. Yang ingin aku katakan padamu adalah kau tidak perlu menjadi orang yang berusaha merubah takdir disini”

Hyera menatap Hyemi tak mengerti

“Maksduku adalah kau tidak bisa terus membuat keputusan berdasarkan hal dangkal seperti ini. Siapa yang menjamin bahwa apa yang kau lakukan itu adalah hal yang benar untuk kalian semua. Ingatlah Tuhan tidak selalu memberikan apa yang kau inginkan Hyera, tapi dia selalu memberikan apa yang kau butuhkan. Setidaknya kau harus percaya pada tuhan jika tidak percaya pada suamimu”

“Tapi dia membuatku bingung, sikapnya selalu berubah – ubah dan itu membuatku bimbang” serga Hyera, nadanya mulai meninggi

“Terkadang saat moodnya sedang bagus ia akan mencoba bersikap baik denganku, tapi jika moodnya sedang buruk maka sikapnya juga akan berubah menjadi begitu dingin. Baru – baru ini ia bersikap seolah ia rela berubah demi aku, tapi sesaat kemudian ia menghempaskan perasaanku karna wanita itu. Sekarang ia ia bilang ingin berusaha mengenalku dengan baik. Tapi aku takut, ia terlalu sering memainkan perasaanku Hyemi, aku takut hatiku akan hancur kembali jika aku mempercayainya”

“Itu berarti hatinya juga sedang bimbang Hyera”

Hyera memijit pelipisnya dengan mata terpejam, ia juga tidak mengerti kenapa semuanya menjadi pelik begini. Dan ia lebih tidak mengerti kenapa ia mempersulit semua untuk dirinya sendiri. Kenapa juga ia harus bersikap sok pahlawan sementara ia menyakiti dirinya sendiri

“Hyemi…jika kau jadi aku, apa yang akan kau lakukan” tanya Hyera mencoba berandai – andai

“Ck, jika aku jadi kau dari awal aku tidak akan menikah dengan pria bermasalah. Kau tau aku wanita yang benci dengan hal-hal pelik, itu merepotkan”

“Aish, jinja kau masih bisa membuat lelucon disaat seperti ni eoh?”

“Yah, mau bagaimana lagi. Jika dipikir – pikir suamimu itu memang brengsek, bagaimana bisa seorang lelaki bersikap plin – plan begini”

Hyera memasang wajah datar “Kau sendiri tadi yang bilang bahwa hatinya sedang bimbang”

Hyemi terkekeh, kemudian ia menatap menik Hyera dalam

“Tapi seandainya aku ditempatkan di posisimu aku akan memperjuangkan apa yang kupikir layak kuperjuangkan. Setidaknya tidak akan ada penyesalan bagiku meski semua berakhir dengan hal yang paling buruk sekalipun, karna aku tau aku sudah melakukan hal terbaik yang aku bisa”

TBC

See you next time ^^

With Love,

SweetSugar

Iklan

5 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Life Story – Part 8 : Choice

  1. Update juga akhirnya, udah lama nunggu kelanjutannya. Semoga aja kyungsoo gak plin plan lagi kan kasihan hyera nya harus tersakiti karena sifat kyungsso yang begitu.
    Ditunggu kelanjutan nya lagi thor, tapi jangan lama-lama yah soalnya gak sabar nunggu kelanjutannya lagi.

    • Haha…sorry yah author satu ini emang suka ngaret uptade, tolong pahami aku T.T
      Tapi diusahakan secepatnya kok
      Thanks for read and coment

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s