[EXOFFI FREELANCE] The One Person Is You (Re : Turn On) – Chapter 19

The One Person Is You [Re : Turn On]

Tittle            : The One Person Is You [Re : Turn On] – Chapter 19

Author        : Dancinglee_710117

Main Cast        :

  • Park Chanyeol (EXO)
  • Lee Hyojin (OC)

Other Cast        :

  • Kang Rae Mi (OC)
  • Park Jiyeon (T-Ara)
  • Kim Myungsoo (Infinite)
  • Jung Yong Hwa (C.N.BLUE)
  • Bang Yongguk (B.A.P)
  • Choi Jun Hong / Zelo (B.A.P)
  • Kim Himchan (B.A.P)
  • Oh Sehun (EXO)
  • Kim Jong In / Kai (EXO)
  • Park Yoora (Chanyeol Sister)
  • Kim Hyoyeon (SNSD)
  • Lee Young Nae (OC)
  • Jang/Choi Mira (OC)
  • Kimberly Hyun (OC)
  • And other you can find in the story

Genre        : Romance, Friendship, Comedy (a little bit), and other

Rating        : T

Length        : Chapter

~Happy Reading~

 

*Hyojin POV*

“Aku masih belum dapat jawaban darimu.”

Hari masih pagi, bahkan matahari masih belum memancarkan sinarnya dengan sempurna. Ada apa sih dengan gadis ini?, padahal aku sudah sengaja datang ke kampus pagi-pagi supaya tidak usah bertemu dengannya, tapi entah takdir kejam macam mana yang malah mempertemukan kami. Seharusnya aku bertemu lebih dulu dengan jodohku, bukan si Jiyeon ini!.

“Apa? Apa? Jawaban apa?” ketusku dengan mata setengah tertutup. Maklum, aku belum tidur semalaman dan harus datang ke kampus subuh begini. Belum lagi udara dingin yang menusuk kulit, seharusnya tadi aku tidak perlu mandi! Gara-gara si Jong In menyebalkan itu mengadu pada Sehun, mereka berdua akhirnya memaksaku memasuki kamar mandi dan menguncinya dari luar, terpaksa aku harus mencuci muka dan gosok gigi untuk menipu mereka kalau tidak mau berlaman di dalam toilet.

“Lee Hyojin, aku lelah terus mengulangi kalimat yang sama. Kau harus cepat ……”

Ah, aku terlalu mengantuk untuk dapat mendengar dengan jelas ucapannya. Kepalaku pusing karena kurang tidur, belum lagi perutku lapar. Tumben, biasanya tak pernah sarapan pun aku bisa segar bugar sampai nanti siang. akh, sebenarnya kenapa aku hari ini?, badanku terasa sakit semua, dan meskipun udara terasa dingin aku bisa merasakan keringat menetes dari dahiku. Apa aku sakit?, sial! Ini semua karena Park Chanyeol.

Oh tidak! tidak!, lupakan kejadian kemarin Hyojin-ah… lupakan… kumohon… dan entah kenapa semakin aku mencoba melupakannya, ingatan itu justru terpatri diotakku. Mau ku perjelas huh?! Kami berciuman!. Arrggghh! Sial! Sial! Sial! Teringat lagi kan!.

“Yak Lee Hyojin!, kau dengar aku tidak?!” Jiyeon berseru tiba-tiba, membuyarkan lamunanku.

“Iya, iya, aku dengar.” Jawabku asal-asalan.

“Jadi bagaimana?” ia bertanya dengan jengkel, sepertinya baru sadar kalau seruannya tadi juga didengar oleh mahasiswa lain yang ada disekitar kami. “Ya atau tidak?”

Aku menghela nafas berat, tubuhku semakin lemas dan aku harus segera masuk kelas untuk beristirahat sejenak sebelum dosen masuk dan memulai mata kuliahnya, dan meminta Jiyeon kembali mengulangi perkataannya tadi hanya akan memperkeruh suasana.

“Oke, oke, terserah kau saja!” kataku sambil berjalan meninggalkannya.

Kudengar seruan Jiyeon dibelakangku yang kini bernada imut, “Benar ya?. Yeay! Terima kasih atas partisipasinya Hyojin-ah!. Jangan lupa berlatih yang giat ya!”

“Ya, ya, ya…” aku melambaikan tangan tanpa menoleh, lalu diam menikmati udara segar yang jarang kurasakan akibat jarang bangun pagi -tunggu!, “uwAPA?!”

“Sampai jumpa!”

Aku menoleh dan Jiyeon sudah kabur secepat kilat. A-aku menyetujui apa tadi? Ak-aku berpartisipasi dalam hal apa?. Jangan-jangan soal taruhan lomba tari itu ya?!.

Aku mengacak rambutku kesal, “Arrgghh! Bodoh! bodoh Lee Hyojin bodoh!”

***

“Ya, kau memang bodoh.” Ujar Jong In dan Sehun bersamaan ketika aku selesai menceritakan semuanya.

“Tidak, tidak, lebih dari itu. Dia super duper bo-AAAHH!”

Sebelum Jong In menyelesaikan perkataan konyolnya, aku segera mencubit pinggangnya dengan kuat.

“Jadi, aku harus bagaimana?” tanyaku frustasi pada Sehun.

Sehun tersenyum manis sambil memegang tanganku, “Sebaiknya kau lepas dulu cubitanmu sebelum Jong In mati muda, dasar bodoh.” Ia tepis tanganku hingga Jong In bebas dan segera menjauh dariku.

“Dasar psikopat!”

Wah, anak ini minta dihajar rupanya!.

“Sudah, sudah…” Sehun menengahi, “Menghindarinya pun tak akan menghasilkan apa-apa, turuti saja kemauannya lalu kau eksekusi dengan caramu sendiri. Kenapa harus bingung-bingung?” sarannya kemudian.

“Tapia pa yang harus aku lakukan kalau benar-benar akan tampil dipanggung nanti?” kataku cemas, “Kau tahu sendiri betapa lemahnya aku dalam bidang tari.”

“Sudah tahu begitu kenapa menyetujuinya semudah itu?” sindir Jong In yang akhirnya kembali duduk didekat kami.

Aku mencibirnya seraya menjawab, “Tadi kan sudah kubilang kalau aku tidak sadar!”

“Memangnya apa yang membuatmu tidak sadar huh?! Memimpikan Park Chanyeol ya?” ia tersenyum jahil sambil menarik pipiku dengan kedua tangannya, “Aigoo imutnya~”

“Hentikan.” Ucapku dingin.

Jong In pun melepas tangannya dari pipiku lantas menunjukkan selembar poster berukuran sedang yang isinya adalah rincian tentang lomba tari yang selalu dibahas oleh Jiyeon, yang digadang-gadang akan menjadi sukses besar saat festival nanti.

“Katanya akan ada hadiah uang, termasuk yang berpartisipasi. Bukannya kau butuh uang untuk ujian bulan depan?”

“Seratus ribu won mana cukup!” keluhku, menaruh kepala diatas meja sambil menghembuskan nafas lesu kearah poster tersebut.

“Yang penting kau kan sudah berusaha!” ceramah dari Sehun, “Juga, apa kau tidak berniat kembali ke rumahmu?, bukannya aku keberatan kau tinggal di apartementku, tapi kau kan juga harus berbaur dengan keluarga yang sudah susah payah kau temukan!. Sudah berapa tahun kalian kembali bersama dan kau masih belum bisa beradaptasi dengan mereka?!”

“Wah, wah, wah, parah sekali gadis ini!” Jong In ikut memanasi keadaan.

Aku merengut, menutup mata serta telinga, tak ingin mendengar bahkan melihat omelan mereka. Aku juga ingin bersama-sama dengan keluargaku lagi, melakukan nostalgia serta membuat kenangan baru. Tapi aku masih belum terbiasa, belum lagi masalah dengan Jin Hyo yang membenciku setengah mati. Lagipula, jika aku kembali ke rumah ayah dan ibu, si tua bangka Lee Dae Ryeong itu pasti akan mengacaukan kehidupan mereka lagi. Aku tidak mau sampai hal itu terjadi.

*Author POV*

Hyojin membuka matanya ketika tubuhnya terus diguncang oleh Jong In, gadis itu hendak mengumpat jika saja Sehun tidak segera menjelaskan kalau alasan dibalik Jong In mengganggunya adalah karena seorang wanita paruh baya didepan kelas mereka yang ingin bertemu dengannya, seorang ibu dari teman yang akhir-akhir ini tak terlihat keberadaannya dikampus.

Hyojin pun menghampiri wanita yang tengah tersenyum manis seraya mengusap kepalanya lembut itu, bertanya padanya tentang ‘mengapa ia bisa ada disini?’ terlebih lagi mendatanginya, bukannya Kang Rae Mi, anaknya.

“Aku hanya rindu padamu, sudah lama kau tidak mampir ke rumah atau restoran adikku.”

Hyojin menjauhkan tangan ibu Rae Mi dari kepalanya, “Itu bukan rumahku -maksudnya, saya.” Dan bicara dengan canggung.

Beliau kembali tersenyum, mengisyaratkan pada Hyojin kalau dia bisa bicara santai terhadapnya. “Jangan begitu, rumah Rae Mi rumahmu juga, akhir-akhir ini dia kesepian karena harus belajar dirumah.”

“Memangnya Rae Mi tidak masuk kuliah?”

“Loh, kamu tidak tahu?. Dia mengambil cuti untuk beberapa bulan demi menyiapkan pertunangannya yang tak lama lagi.”

Hyojin membelalakan matanya tak percaya atas apa yang baru saja dia dengar.

“P-pertunangan?”

Ibu Rae Mi mengangguk sekali, ikut terkejut karena tak menyangka kalau Hyojin belum tahu soal kabar yang -menurutnya- gembira tersebut.

“Apa belakangan ini hubungan kalian tak baik?, saat aku bertanya tentangmu Rae Mi selalu mengelak dan mengalihkan pembicaraan. Kuharap kalian bisa berteman baik seterusnya, Rae Mi itu agak kesulitan berteman sejak kejadian buruk menimpanya disekolah dulu.”

Hyojin tak dapat menangkap perkataan ibu Rae Mi sepenuhnya, kepalanya kembali terasa pusing dan keterkejutannya soal pertunangan Rae Mi yang baru dia ketahui memenuhi otaknya. Dia mulai takut kalau Rae Mi benar-benar termakan omongan ayahnya, yang merupakan Lee Dae Ryeong, kakek yang kejam pada Hyojin. Namun dia merasa hubungan mereka baik-baik saja sebelumnya, bahkan setelah masalah Rae Mi dan Jin Hyo yang selesai walau tak dibahas lebih lanjut oleh mereka.

“Aku membuat bekal makan siang untukmu, silahkan kau nikmati dengan teman-temanmu, Hyojin-ah.”

Hyojin menerima bekal dari ibu Rae Mi dengan setengah melamun, dan saat kesadarannya sudah penuh, ibu Rae Mi sudah terlihat bersama Yongguk yang kelihatan kaget pula dengan keberadaan beliau. Mereka nampak akrab seperti sudah sering bertemu sebelumnya. Hyojin mulai berspekulasi, kalau calon tunangan itu adalah Yongguk, atau kalau tidak, mungkin Myungsoo yang gagal dijodohkan dengannya.

Dan bila itu benar, Lee dae Ryeong memang sangat gila harta sampai anak kandungnya pun jadi sasaran alat bisnis.

***

“Kenapa kita harus kemari lagi sih?!” keluh Lee Young yang mulai tak bersemangan datang ke universitas Yonsei, apalagi setelah dia tahu kalau Mira kemari sebagai informan Sehun mengenai seorang wanita.

Mira berdecak seraya membalas, “Memangnya siapa yang menyuruhmu ikut?!”

“Bukannya kau yang meminta kami datang bersamamu?” timpal Kimberly yang juga berjalan dibelakang Mira, berdampingan dengan Lee Young yang makin jengkel dengan pemimpin grup tarinya itu.

“Hehe…” Mira berbalik sambil tersenyum, “Maaf, maaf, aku lupa. Tolong bantu aku sekali ini ya? ya?”

“Pokoknya kalau aneh-aneh kami tidak mau!” jawab kedua temannya bersamaan, dengan ekspresi yang sama pula, kesal.

Mira terus berjalan mundur sampai tak sadar kalau ada seseorang dibelakangnya. Lee Young dan Kimberly sudah hendak membuka mulut untuk mengingatkannya tapi terlambat, Mira dan dua pria yang membawa sekaleng minuman ringan yang sudah terbuka itu bertabrakan, membuat minuman yang dibawa dua pria itu tumbah mengenai ketiga-tiganya.

“Aish! Bajuku jadi basah!”

“Nona! Kalau jalan perhatikan langkahmu!”

Mereka protes kepada Mira yang rambutnya setengah basah dan berbau soda.

“Kalian saja yang tidak hati-hati!” balasnya kesal tanpa melihat siapa orang yang dia tabrak.

Lee Young hendak mewakili temannya itu untuk meminta maaf, tapi begitu tahu siapa pria tinggi yang sedang membersihkan jaket denim-nya itu, kata itu langsung ditelan begitu saja tanpa merasa bersalah.

“Bukannya minta maaf malah-” pria itu pun berhenti bicara saat bertatapan langsung dengan wajah sebal Lee Young. “Kalian lagi?!”

Mira yang juga kesal akhirnya mendongak, “Memang siapa sih -YAK BANG SIALAN!” serunya kepada Yongguk yang sebelumnya diam saja, karena bukan dia juga yang ditabrak atau dirugikan oleh kaleng soda tersebut.

“Apa?” tanya Yongguk santai, “Akhir-akhir ini kau sering kemari ya?”

“Aku kemari karena pekerjaan!” Mira membela diri, entah apa gunanya. “Kau dan teman-temanmu ini memang kurang ajar!”

“Wah!” Jun Hong makin emosi, “Kau itu yang menabrak bersama teman-temanmu!” ia menunjuk kearah Lee Young.

“Heh! Aku ini tak ada sangkut pautnya!” sanggah Lee Young tegas, mengepalkan tinjunya sebagai balasan jari telunjuk Jun Hong.

“Sudahlah…” Himchan mencoba menengahi walau ia pun emosi sebab kemeja merk terkenal yang baru dia beli jadi kotor, yang sebenarnya hanya akting agar terlihat menarik bagi Kimberly.

“Bukannya kita harus buru-buru ya?, kau bilang Sehun sunbae menyuruh kita cepat datang.”

Lee Young menoleh pada Kimberly dengan cepat, “APA? OH SEHUN?”

“Loh, kau tidak tahu?. Memangnya Mira tidak bilang padamu?”

Lalu gadis yang paling muda diantara trio itu mendelik pada Mira yang tersenyum paksa, “Kau tidak bilang begitu padaku!” sentaknya.

Tiba-tiba Jun Hong menarik tangan Lee Young dan membentaknya, “Urusan kita belum selesai!” sambil menunjukkan jaketnya yang terkena noda.

Lee Young menepis tangan itu dengan kuat, “Kubilang bukan aku yang menabrakmu! Brengsek!”

Dan Jun Hong semakin marah ketika mendengar umpatan itu, “Dasar tidak tahu sopan santun! Kau ini lebih muda seharunya punya sopan santun!. Murid sekolah juga bukan! Pekerja juga bukan!, manusia tanpa masa depan sepertimu beraninya padaku!”

Mira mendorong Jun Hong supaya tidak terjadi hal yang lebih buruk dari ini. “Bukannya kau sudah keterlaluan?” ucapnya sambil menenangkan Lee Young yang terdiam, “Kau seharusnya tidak begitu pada wanita.”

“Wanita?! Manusia tidak punya tata karma ini kau sebut wanita?. Heran, standar diluar kampus ini makin rendah saja!”

Himchan mencoba menghentikan Jun Hong yang mulai bertindak berlebihan, bukan karena Kimberly, tapi memang dia harus melakukannya atas dasar empatinya pada Lee Young yang wajahnya memerah dan mata berair.

“Jujur saja!, berapa usiamu?. Kudengar kau ini pengangguran yang gagal masuk universitas, hebat! Tidak malu orangtuamu mendengarnya? Huh?!”

“Jun Hong-ah, sudah cukup!”

Lee Young memberanikan diri menatap Jun Hong, dengan pipinya yang sudah basah oleh air mata dan bibirnya yang bergetar menahan isak tangis dia berkata, “Setidaknya, aku bukan pria lemah sepertimu yang menghardik seorang wanita hanya karena jaketnya kotor!”

“Apa?! Yak!”

Seseorang berdiri didepan Lee Young yang terkejut karena Jun Hong membuat gersture seperti akan memukulnya. Saat tak terjadi apapun, ia mendongak dan mendapati pria yang merusak ponselnya ketika di pasar malam, tersenyum menenangkan seraya berkata bahwa dia akan mengatasinya. Sementara Mira dan Kimberly yang juga berada didekatnya ikut terpesona oleh ketampanannya.

“Siapa kau?!” kesal Jun Hong pada pria itu.

“Aku Kim Myungsoo, dari fakultas psikologi.”

“Memangnya aku peduli?!”

“Tadi kau bertanya siapa dirinya brengsek!” sahut Lee Young sambil sesenggukan yang langsung dibungkam oleh Mira.

Myungsoo kembali mengambil alih, “Kurasa kalian harus mengakhirinya, atau aku akan memanggil dosen untuk menghentikan tindakan kalian.” Ancam Myungsoo dengan wajah lugunya.

Yongguk menyetujui usulan Myungsoo sebelum tanpa berdiskusi dahulu dengan Jun Hong, “Baik, kami juga minta maaf pada nona-nona ini kalau sudah menyakiti perasaan kalian. Jika ada keluhan apapun, tolong beritahu saya karena kami akan berusaha bertanggung jawab sebaik mungkin.” Ujarnya yang kemudian membawa -paksa- Jun Hong pergi darisana sesegera mungkin bersama Himchan.

Hyung! Kenapa menurut saja dengan cecunguk itu?!” protes Jun Hong.

Yongguk menjawab dengan nada serius dan ekspresi wajah tak nyaman.

“Dia bukan cecunguk, dia orang yang cukup berbahaya kalau berurusan dengannya.”

*Hyojin POV*

“Hyojin-ah!”

Ya ampun! Ya ampun! YA AMPUN!. Kenapa dia bisa datang kemari sih?!. Putar haluan, putar haluan, putar-

“Mau kemana kau?”

Jangan menjawab. Dia hantu. Bukan Park Chanyeol. Dia hantu. Bukan Park Chanyeol.

“Mau menghindariku ya?”

“Hah? Aku untuk apa?” sial! Kami bertatapan muka!. Don’t be blushed Hyo!.

“Lucunya.”

“H-huh?!”

Dia merangkulkan tangannya di pundakku dan bicara dengan wajah yang begitu dekat, “Sekarang aku sudah yakin.” Bisiknya pelan tapi aku bisa mendengarnya dengan jelas, hanya saja otakku meminta mulutku untuk bertanya lagi.

“A-apa kau bilang?”

Bodoh! kenapa aku malah terlihat gugup didepannya!. Stay cool, Hyo!.

“Tak ada pengulangan!” ia melepas rangkulannya dan tersenyum konyol.

“Apa-apaan itu?” ujarku sebal, reflek mengerucutkan bibir.

Ia memandangku sejenak lalu berkata, “Mau makan bersama? Aku yang traktir!!”

“Apa-apaan kau tiba-tiba?” kataku curiga, “Pasti ada sesuatu.”

Kini giliran Chanyeol yang cemberut dan memasang tampang imut. Oh! Aku baru sadar kalau dia mengecat rambutnya jadi pink!.

“Kau… rambutmu…”

Dia menyentuh rambutnya sambil terkekeh bahagia, “Oh ini? bagus kan?”

Aku tersenyum dan hendak memegang rambutnya juga sampai aku mengingat sesuatu, kejadian semalam yang membuatku kesulitan tidur dan kini merasa tak enak badan. Juga kata-kata yang aku ucapkan padanya sebelum pria ini menghadiahi sebuah ciuman.

“Yak, Park Chanyeol, bukannya aku bilang kita harusnya hentikan sampai disini?” aku kembali mengungkitnya. Menyakitkan memang, tapi aku sudah muak dengan ketidakpastian diantara kami. Bukankah dengan menjaga jarak akan menjadi cara yang ampuh?.

“Itu lagi!, aku kan sudah bilang kalau aku-”

“Hyojin-ah!”

Aku menoleh, begitu pun Chanyeol. Hanya saja pria tiang listrik ini memasang wajah tak suka ketika senior Myungsoo datang menghampiri kami bersama dengan… hei! Kenapa muka Lee Young sembab?. Apa pria ini sudah melakukan sesuatu padanya?!.

“Lee Young-ah!, kau kenapa?” tanyaku khawatir saat dia sudah berada didepanku, menunduk sambil sesekali sesenggukan. Ia tak menjawab dan aku makin curiga pada Myungsoo.

“Bukan aku.” Jawabnya seolah tahu arti dari tatapanku, “Terjadi sesuatu tadi tapi serius, itu bukan aku.” Ia beralih pada Chanyeol, “Asisten dosen, bisa anda antar nona-nona ini ke ruang kesehatan?”

“Kenapa harus aku?” ketus Chanyeol. Hawa diantara mereka mulai tak nyaman, sebaiknya aku mengajukan diri.

“Kau kan yang membawanya, kenapa tidak kau saja yang membawa mereka ke ruang kesehatan?” lanjut Chanyeol.

Myungsoo tersenyum ramah, “Ada yang ingin aku bicarakan dengan Lee Hyojin.” Dia lalu mengajakku pergi tapi sebelum pria ini berhasil, Chanyeol menahannya.

“Aku tak mengizinkannya.”

Kemudian mereka saling bertatapan lagi. Daripada terjadi adu jotos, sebaiknya aku yang memutuskannya sendiri-

“Kenapa?”

“Dia milikku.”

Bicara apa orang-orang ini -HUH?!.

~To Be Continue~

Uh, ngebut ini mah ngebuuut~

Oh iya, sekedar info : author ada akun wattpad yang dulunya cuman dibuat baca sekarang bakal keisi sama FF buatan author baik TOPIY maupun FF lainnya bikinan author Dancinglee_710117 dan more information for you guys, author bakal bikin TOPIY versi indonesia (latar jakarta) yg agaknya beda sama yg versi ini. Yg jelas bakal author post di wattpad author, mungkin insyaallah akan author kirim ke EXOFFI namun setelah TOPIY tamat. Dan inilah akun wattpad author : [@BerlindaLee]

Okedeh, enjoy the story and don’t forget…

RCL Juseyo guys~~~~~

Iklan

11 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] The One Person Is You (Re : Turn On) – Chapter 19

  1. Asiik update lagii. Setelah lupa sama ff ini krn lumutan nunggunya wkwk.
    Aku kangen chanjin.
    Asik ah. Chanjin ciuman!! Good job chanchankuu :*
    Ayoo kak, fast update dong kak
    Satuin lagi chanjin. Pacaran lagi elahh.
    Chanyeol mah gituu, anak orang udh baper akut. Mlh digantungin 😦
    Kasih kepastian dong. Biar bisa nyatu lagii
    Ayoo fast update kak. Ditunggu yaa

  2. Huwaaa akhirnya keluar juga ff ini, lha chap 18 nya dicari kagak ketemu yak? Apa akunya yang kaga bisa buka…

    Penasaran tentang ciuman chanyeol oppa sama Hyojin!!! Gpplah ini sudah mengobati rasa kangenku heheh next ya author fighting !!!

  3. akhirnya keluar juga tp chapt 18 ny kok ga bs y?
    akhirnya aku dh bs komen krn dlu ak ga tau cara ngomen jd siders tp ga panjang kok krn ak ga ngikutin dr awal tp bc ngebut
    Btw ni pendek y kak?
    ak kemaren bc ff note’s life kk yg dh tamat, lee dae ryong jg jd jahat y disitu, abus tu ad jungkook jga, lucu deh pokok ny
    kereeeeennnnn dua jempol deh

    • Waaah tau FF yang itu juga yak? XD FF lawas itu haduuh ><
      Note's Life itu fanfict pertama author yang pernah di post di sosial media wkwkwk
      Iya, ini lebih pendek karena author sulit menyesuaikan waktu buat bikin ff, walhasil jadi dibikin sekuntet Hyojin kekekeke. Makasih atas apresiasinya dan silahkan menunggu chapter selanjutnya~~

  4. aku baru baca lagi.. setelah ketinggalan sangat banyak chapter terlewatkan terkahir baca saat chanyeol ganti rambut merah nya dulu dan sekarang udah ungu muda
    lompat baca part 19 aku kira hubungan hyo-chan udah bersatu eh malah gitu aja
    duhh bang chanchan ini gimana sih -_-
    btw aku kangen sama 3persahabatan kocak jongin,sehun,hyojin :*
    aku doain mereka cepat bersatu hadehhh kapan dan kapan mereka jadi sepasang kekasih sahh 99% nya 😦

    • Eh, yg chanyeol rambut merah kan di season2 yg batal tayang iku kan? Kekeke awas salah baca ya, lanjutannya season1 itu yg Re : Turn On ini loh~
      Terima kasih sudah membaca, silahkan tunggu chapter selanjutnya~

  5. Wah wah wah….
    Ceye ini seenak jidatnya aja yah….
    Udah lama ngePHP org….
    Saatnorgx mau melupakan
    Malah dijadiin makin cinta
    Adeh adeh…
    MyungSoo….!!!!
    Ga peka yah 😅😅😅😅
    Eh salah…apa si y mau kamu bicara in ai sma Hyojin coba…paa dihadapn tiang listrik lg…😆😆😆😆😆
    Adeh….mulutnya Zelo itu loh….pedes banget kya cabe aja….😡😡😡😡
    Jaga dong ucapanmu bang…
    Untung bang yongguk dewasa…himchan juga 😀😀😀
    Kasian lee young kn….
    Jadi nangis kn anak org…

    Bang ceye….pesanku yah…
    Kalox abang emang seriusan ama si Hyojin,maka jgn NgePHPin hatinya Hyojin lg yah…sedingin-dinginnya cewe,sejutek-juteknya cewe,sekasar-kasarnya cewe hati mereka terep lembut kalo udah masalah PERCINTAAN Abang….

    Emang di gantungun itu ga enak…
    Siapa coba y mau digantungin segitu lama,mending kalo rasax terbalaskan,kalo enggak????
    Sama aja kaya buang-buang waktu dan energi cuma buat nungguin satu hal y ga pasti…
    Mending cari yang lain…
    Tok cowo bukan cuma dia aja didunia in.(Curhat)

    • Uwaaah, panjang bgt komennya o.O curahan hati seorang chanjin shipper nih ye~ kekeke
      Entar pesannya author sampein satu satu ke tokoh ff author yeth~
      Terima kasih sudah membaca dan tunggu kelanjutannya ya

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s