[EXOFFI FREELANCE] Love and Secret (Chapter 1)

Title : Love and Secret

Author : Meihaena

Length : Chapther

Genre : Romance,Friendship,Family.

Rating : PG-15

Main Cast : Park Chanyeol, Son Seunghwan (Wendy RV),

Jung Soojung ( Krystal Fx).

Summary : Kisah persahabatan dimana saat itu

Chanyeol harus pindah bersama keluarganya ke canada.

Chanyeol menaruh hati pada Soojung dan mengatakan pada gadis itu

untuk selalu menulis surat untuknya.

Namun ternyata yang menulis surat itu bukalah Soojung tetapi Seunghwan.

Bagaimana kah kisah cinta segitiga diantara ketiganya?.

Dan dapatkah Chanyeol mengetahui yang sesunggunya?.

Disclaimer : Cerita ini murni hasil kerja otak dan imajinasi author.

tetapi terinspirasi juga dari beberapa film asia.

Dont plagiatisme. Jadilah pembaca yang baik.

Jika ada kesamaan tokoh,alur ataupun cerita itu hanya unsur

ketidaksengajaan. Please apologize for typo(s). Thank you

Chapter 1

 

“ Kau yakin akan pindah ke canada, Donghwan?.” Tanya Son Kwang ryul pada Tuan Park.

Hari itu keluaga Park akan pindah ke canada karena pekerjaan tuan Park dipindah tugaskan disana. Sekarang mereka sudah sampai dibandara. Pesawat mereka 5 menit lagi akan berangkat.

“ Iya,  Kau sudah banyak uang. Untuk apa bekerja hingga keluar negeri.” Sahut Tuan Jung.

Ketiga pria paruh baya itu memang sudah bersahabat sejak bangku perkuliahan hingga mereka menikah dengan pasangan masing masing dan memiliki anak.

“ Ini bukan soal uang, tapi aku harus membantu para pekerja disana yang tengah kesulitan sekarang.Setelah masalah disana selesai, aku pasti akan kembali lagi ke korea. ” Ucap Tuan Park.  Sementara itu disamping ketiga orangtua itu, berdiri tiga anak berumur 13 tahun yang juga tengah mengucapkan salam perpisahan.

“ Soojung, setelah aku sampai di canada. Kau jangan lupa untuk selalu mengirim surat ya !.” Tutur Chanyeol pada gadis berambut panjang itu.

“ Untuk apa aku mengirim surat?.” Tanya Soojung.

“ Tentu saja agar kita selalu berkomunikasi, walaupun kita tidak akan bisa bermain lagi seperti dulu.”

“ Chanyeol, jaga dirimu baik baik ya !.” Sahut gadis yang berdiri disamping soojung.

“ Iya, kau tenang saja Seunghwan.” Pengumuman penerbangan pesawat pun sudah terdengar, para orangtua pun saling berpelukan sebagai tanda perpisahan, sementara Soojung dan Seunghwan begitu terkejut saat melihat Chanyeol tiba tiba mencium pipi Soojung.

“ Anyeong….” Chanyeol mengibaskan tangan kirinya pada Soojung dan Seunghwan kemudian berjalan mengikuti kedua orangtuanya menuju tempat pemeriksaan barang. Sementara keluarga Son dan keluarga Jung masih menatap punggung mereka yang semakin menjauh.

***

Seunghwan dan Soojung kini tengah bermain dikamar milik Seunghwan.

“ Soojung, kau tidak mengirim surat pada Chanyeol?.” Tanya Seunghwan yang memutar kursi meja belajarnya menghadap Soojung yang tengah asik membaca komik sambil tiduran di tempat tidur Seunghwan.

“ Tidak aku malas.” Jawab Soojung yang masih serius dengan komiknya.

“  Soojung, kau jangan begitu. Chanyeol kan sangat ingin kau menulis surat untuknya.”

“ Kalau begitu kau saja yang menulis surat untuknya. Lebih baik aku latihan dance bersama temanku. Bye..” Soojung turun dari ranjang milik Seunghwan dan berlalu meninggalkan sahabatnya itu.

“ Bagaimana ini, jika Chanyeol tahu Soojung tidak ingin menulis surat untuknya pasti dia akan sedih.” Gumam Seunghwan menatap pigura foto persahabatan mereka diatas meja belajarnya. Seunghwan menghembuskan nafasnya pelan.” Baiklah aku saja yang akan menulis surat untuknya.” Wendy mengambil selembar kertas kosong dari bukunya, kemudian mulai menuliskan kata kata didalam kertas itu.

Dear Park Chanyeol

Hai Chanyeol, bagaimana kabarmu?. Apa kau nyaman tinggal disana?. Bagaimana musim di canada, apa disana lebih dingin daripada dikorea?. Lalu bagaimana makanannya disana?. Disana ada makanan korea tidak?. Apa ada kimchi, bibimbap atau makanan korea lainnya?.

Aku harap kau nyaman tinggal disana. Kau juga tidak perlu khawatir dengan keadaan kami, karena kami disini baik baik saja. Mungkin hanya ini yang bisa aku tanyakan padamu, selanjutnya setelah kau menerima surat ini, aku akan menuliskan lagi surat untukmu.

Salam rindu

Jung Soojung.

Tadinya Seunghwan ingin menuliskan namanya dikertas itu, tapi gadis itu tahu jika Chanyeol lebih menginginkan Soojung yang mengirim surat untuknya. Kemudian Seunghwan memasukan kertas itu kedalam amplop kecil berwarna biru, warna favorite pria itu dan segera mengirimnya lewat kantor pos.

***

Keluarga Park telah sampai dirumah baru mereka. Rumah mereka cukup besar dan bersih.

“ Appa, kamarku dimana?.” Tanya Chanyeol yang masih menenteng koper kecil dan tas di punggungnya.

“ Kamarmu dilantai 2. Dan ayah sudah mengecat kamarmu jadi biru.”

“ Benarkah?. Yes, gomawo appa.” Chanyeol begitu senang lantas berlari menaiki tangga untuk menuju kamarnya. Dan setelah pria itu membuka pintu kamarnya, ternyata kamarnya sudah rapi dan bersih. Tempat tidur sudah disediakan, lemari pakaian juga. Chanyeol tersenyum lebar melihat isi kamar barunya.

“ Chanyeol, kau menyukai kamar barumu?.” Tanya Nyonya Park yang sudah duduk ditempat tidur putranya itu.

“ Iya, aku sangat suka eomma.” Nyonya Park hanya menganggukan kepalanya setelah melihat ekspresi wajah Chanyeol yang begitu senang.

“ Oh, ya. Tadi ada petugas pos, mengantarkan surat ini untukmu.” Nyonya Park memberikan amplop berwarna biru pada Chanyeol.

“ Pasti surat dari Soojung.” Chanyeol tersenyum kecil menerima surat itu, kemudian ia membukanya dan mulai membaca isi surat itu.

Setelah selesai membaca suratnya, Chanyeol segera membalas isi surat itu.

Dear Jung Soojung.

Kabarku sangat baik disini, aku sangat nyaman dengan kamar baruku. Ternyata appa sudah menyiapkan semuanya untukku. Suhu canada tidak jauh berbeda dengan korea. Walau begitu, aku tetap senang karena disini aku punya banyak teman. Makanan korea disini cukup jarang, tapi kami punya pelayan yang bisa memasak makanan korea. Jadi kami tetap dapat memakan kimchi, bibimbab, dan sup ayam ginseng. Senang bisa mendengar kalian baik baik saja disana. Lalu bagaimana dengan sekolahmu dan Seunghwan. Sebentar lagi kalian ujian kelulusan kan?. Aku juga sedang mempersiapkan ujianku disini. Aku doakan semoga ujian kalian berjalan dengan sukses. Soojung, aku tutup dulu suratku ini. Sepertinya ibu sudah menyuruhku untuk turun kebawah. Anyeong…

                                        Salam rindu

                                        Park Chanyeol.

***

Hari ini Seunghwan akan menonton pertunjukan pentas seni dalam rangka perpisahan sekolahnya. Hari itu hari terakhir mereka berada disekolah. Seunghwan mendengar suara tepuk tangan meriah dari para penonton dan teman temannya saat Soojung baru saja menaiki panggung dan mulai menari mengikuti musik yang tengah diputar. Soojung memang berbakat dalam hal menari, banyak siswa pria disekolahnya yang menyukai Soojung sejak tingkat pertama. Namun sepertinya Soojung selalu mengabaikan mereka. Semua penonton mulai ikut berjingkrak dan menggoyangkan sedikit tubuh mereka, karena memang tarian Soojung yang sangat bagus dan musik yang terdengar mengasikan.

“ Soojung, kau menari sangat bagus tadi.” Ujar Seunghwan setelah mereka memutuskan untuk pulang karena ayah Soojung sudah menjemput, dan sekarang mereka tengah berada didalam mobil.

“ Tentu saja, aku memang yang terbaik. Terima kasih Seunghwan, kau selalu mendukungku.” Soojung memeluk Sahabatnya itu erat. Seunghwan tersenyum saat Soojung memeluknya.

“ Iya, tapi jika kau memelukku sekuat ini aku bisa sesak nafas.” Soojung melepaskan pelukannya dan terkekek kecil pada gadis disampingnya.

“ Mian, karena aku sangat senang hari ini. Semua orang menyukai penampilanku Seunghwan…” Tuturnya sambil tersenyum senang. Akhirnya mereka sampai didepan rumah Soojung.

“Aku pulang dulu ya. Bye. Terima kasih paman Jung.” Ujar Seunghwan yang berlalu meninggalkan Soojung dan ayahnya yang berjalan memasuki rumah mereka. Rumah Seunghwan tepat disebelah rumah Soojung, saat gadis itu melewati halaman depan rumahnya, Seunghwan sempat menoleh kearah kotak surat yang terletak didepan halaman rumahnya. Dia segera membuka kotak surat itu, dan dugaannya benar ada surat baru yang dikirim Chanyeol untuknya. Tidak, lebih tepatnya untuk Soojung. Karena Chanyeol tidak pernah mengetahui jika yang selalu mengirim surat setiap hari padanya itu adalah Seunghwan. Tetapi walau begitu, Seunghwan tetap senang dan segera membawa suratnya kedalam rumah.

“ Eomma, appa. Aku pulang.” Ujar Seunghwan setelah memasuki rumahnya. Dia mendapati kedua orangtuanya tengah bersantai diruang tengah malam itu sambil menonton televisi.

“ Bagaimana acara perpisahannya?. Kalian senang?.” Seunghwan hanya menganggukan kepalanya.” Soojung tampil sangat memukau dipanggung.” Nyonya Son tersenyum mendengarnya.

“  Kau sudah makan?. Eomma, panaskan makanan untukmu ya.” Seunghwan pun mengangguk mengiyakan.

“ Aku ganti baju dulu.” Kemudian gadis itu menaiki tangga rumahnya dan berjalan menuju kamarnya. Seunghwan tidak langsung mengganti bajunya, setelah memasuki kamar dan menaruh tasnya dibawah meja belajar. Seunghwan segera membuka surat yang Chanyeol kirim dan membaca isi surat itu. Sesekali gadis itu tersenyum membacanya, gadis itu seakan bisa membayangkan bagaimana kehidupan Chanyeol disana.

Dear Park Chanyeol

Chanyeol aku baru saja pulang dari acara perpisahan sekolah. Hari ini aku menari diatas panggung dan semua orang begitu terpukau melihat penampilanku. Jujur aku sangat senang. aku juga punya kabar baik untukmu, Aku dan Seunghwan telah berhasil melewati ujian kelulusan kami. Aku diterima di School of Performing Arts Seoul (SOPA), sementara Seunghwan dia diterima di Hannyeong High School.  Lalu kau sendiri SMA mana yang kau inginkan?. Aku yakin kau cukup pintar untuk masuk sekolah terbaik disana. Oh iya, aku sangat penasaran makanan canada apa yang kau suka?. Apa makanan canada itu enak?. Lebih enak mana makanan kanada atau korea?. Lalu teman temanmu itu namja atau yeoja? jika namja mereka pasti sangat tampan. Aku juga ingin punya teman orang eropa. Pasti menyenangkan berteman dengan mereka.

Di canada ternyata masih pagi, dan pagi itu keluarga Park tengah menikmati sarapan yang telah terhidang dimeja makan. Pagi ini mereka sarapan dengan roti khas canada yaitu Bagel Bagel serta Smoke meat Sandwich. Ketika mereka masih menikmati sarapan, terdengar suara bel rumah berbunyi. Pelayan rumah itu langsung membukakan pintu kemudian dia menghampiri meja makan dan memberikan secarik surat pada Chanyeol, pelayan itu sudah mengetahui jika surat yang datang ke rumahnya pasti itu untuk tuan mudanya ini.

“ Sebenarnya itu surat dari siapa?. Kenapa setiap hari tukang pos selalu datang kesini?.” Tanya tuan Park pada putranya itu.

“ Setiap hari aku dan Soojung selalu mengirim surat.” Chanyeol tersenyum membaca surat itu. Tuan Park dan Nyonya Park yang melihat tingkah anaknya langsung saling berpandangan

dan menyadari sesuatu telah terjadi pada putrnya itu.

“ Ish, kenapa dia malah menanyakan teman pria ku. Apa tidak cukup hanya aku saja teman namja nya.” Gumam Chanyeol yang terlihat kesal saat membaca kalimat terakhir surat itu.

Sementara tuan dan nyonya Park hanya terkekeh melihat tingkah Chanyeol seperti itu.

“ Appa, eomma. Kenapa kalian tertawa?.” Chanyeol dapat mendengar suara tertawa kedua orangtuanya. Dan Tuan Park segera merebut surat yang diletakan Chanyeol diatas meja makan.

“ Mengapa kau kesal jika Soojung ingin punya teman pria dari eropa?.” Tanya ayahnya.

“ I-iya, karena dia bilang jika teman namja ku sangat tampan. Padahal kan aku juga tak kalah tampan dari mereka.”

“ Wah, anak eomma sudah besar rupanya. Apa kau..menyukai soojung?.” Nyonya Park mencoba menggodanya.

“ A-apa maksud eomma?.” Chanyeol gelagapan karena ibunya menggodanya begitu.

“ Kalau kau menyukainya, katakan saja.” Kini tuan Park yang menggoda Chanyeol.

“ Sudahlah aku ingin ke kamar dulu.”  Chanyeol tersipu malu, pria itu berlalu meninggalkan mereka dan tak lupa membawa surat yang dikirim soojung. Sementara kedua orangtua nya masih terkekeh kecil.

Dear Jung Soojung

Aku sudah diterima di Richmond Hill High School. Aku senang kalian diterima di SMA terbaik di Seoul. Pagi ini aku sarapan dengan roti Begel Begel. Jika makanan canada yang aku sukai yaitu Poutine dan Shish Taouk. Poutine itu kentang goreng yang dicampur irisan keju segar, sedangkan Shish Taouk sejenis sate ayam ala montreal, Quebec. Rasanya sangat enak dan belum pernah ada dikorea. Oh iya, soal teman namja ku disini, aku rasa mereka tidak lebih tampan dariku. Dan kenapa kau tiba tiba bertanya hal itu?. Cukup aku saja yang menjadi teman namjamu soojung, jangan ada pria lain !. Aku jadi penasaran bagaimana kau bisa berbakat dalam menari. Suatu saat nanti aku pasti akan menjadi penonton terdepan yang melihatmu menari diatas panggung. Aku, merindukanmu Soojung. Apa kau juga merindukanku?.

Entah kenapa setelah membaca surat dari Chanyeol, Seunghwan sedikit sedih. Apa hanya Soojung yang dirindukan pria itu sementara dirinya tidak. Sepertinya hanya Soojung yang punya tempat spesial dihatinya. Itulah yang tengah dipikirkan Seunghwan saat ini.

***

5 tahun kemudian….

Seorang gadis cantik tengah menari diruang latihan yang dipenuhi oleh kaca kaca besar. Gadis itu menari mengikuti musik yang sedari tadi bergema diruangan itu. Tarian nya begitu power full, setiap gerakan yang ditunjukannya seperti memiliki nyawa. Tak heran jika keringat sudah membanjiri wajahnya yang cantik.

“ Soojung…” Panggil seorang gadis didekat pintu ruang latihan.

“ Seunghwan, ada apa?. Kau tumben datang kesini.” Seunghwan menghampiri gadis itu dan duduk dilantai didekat Soojung.

“  Soojung, dia kembali ke korea.” Soojung masih belum paham dengan maksud ucapan Seunghwan. Padahal Seunghwan sudah menunjukan ekspresi gembiranya.

“ Dia siapa?.”

“ Park Chanyeol.” Soojung berpikir sejenak mengingat siapa pria itu.

“ Oh, yang dari canada itu?.” Seunghwan mengangguk semangat. “ Lalu kenapa kau se-bahagia ini?.”

“ Iya, jelas saja dia kan sahabat kita sejak kecil. Kenapa kau terlihat biasa saja Soojung?. Memang kau tidak merindukannya?.” Soojung berdiri dan meraih botol minumnya didalam tas.

“ Tidak biasa saja.” Seunghwan menghembuskan nafasnya kasar, sekarang gadis itu ikut berdiri menghampiri Soojung.

“ Soojung, ada yang ingin aku katakan padamu.”

“ Ya, katakan saja.” Seunghwan menelan ludahnya pelan.

“ Sebenarnya selama ini, aku selalu menulis surat padanya. Tapi surat itu aku tulis atas nama dirimu.”

“ Mwo??. Jinja?.” Untung saja Soojung sudah selesai meminum airnya, jika tidak mungkin gadis disampingnya akan terkena semburan karena terlalu terkejut. Sementara Seunghwan hanya mengangguk pelan.

“ Aish, kenapa kau menulis surat atas namaku?. Aku kan tidak tahu apa apa.”

“ Maafkan aku Soojung, aku melakukan ini hanya ingin membuat Chanyeol senang. Kau tahu kan Chanyeol ingin sekali kau menulis surat untuknya, tapi saat itu kau malah tidak mau. Maka dari itu bantulah aku Soojung, berpura-pura lah jika selama ini kau yang mengirim surat untuknya.”

“ Mwo?. Tidak,tidak. Aku tidak mau.” Soojung dapat melihat jelas raut kesal dari wajah Seunghwan.

“ Ayolah Soojung, bantu aku sekali ini saja. Kau begitu jahat padaku, aku saja dulu selalu membantumu mengerjakan PR. Tapi saat aku membutuhkan bantuanmu, kau malah tidak ingin menolongku.” Soojung langsung menarik pipi tembam milik Seunghwan yang sedari dulu tak pernah hilang dari wajahnya.

“ Iya, iya. Baiklah, aku akan membantumu. Kau puas?.” Seunghwan langsung tersenyum manis dan menganggukan kepalanya.

Siang itu keluarga Park telah sampai dibandara Incheon, dan disambut oleh Tuan dan Nyonya Son,  Tuan Jung serta kedua putri mereka yang cantik.

“ Donghwan, selamat datang kembali di korea.” Tuan Son dan Tuan Jung memeluk Tuan Park bergantian. Begitu pula dengan para istri mereka.

“ Wah, apa dia..Park Chanyeol, eoh?.” Tanya Tuan Jung pada ayah Chanyeol itu. Kemudian Chanyeol pun langsung membungkukan badannya sebagai tanda hormat.

“ Tentu saja siapa lagi.” jawab Tuan Park.

“ Kau tumbuh dengan baik, Chanyeol. Kau juga sangat tampan.” Tutur Tuan Son dan dibalas tawa oleh ketiga pria paruh baya itu. Chanyeol melihat kedua gadis dihadapannya itu. Kemudian pria itu menghampiri mereka yang sedari tadi masih diam ditempat.

“ Kau…pasti Soojung kan?.” Tanya Chanyeol tersenyum manis mendekati gadis disebelah kirinya, lalu pria itu meraih sebelah tangan Soojung dan mengecupnya sekilas. Melihat itu Seunghwan yang tadinya ingin menyapa Chanyeol terpaksa harus ia urungkan, karena sepertinya Chanyeol lebih merindukan Soojung dibanding dirinya.

“ Hey, tuan canada. Kau ini, baru bertemu tapi sudah berani mencium tanganku.” Soojung pura pura kesal pada pria dihadapannya itu. Sebenarnya Soojung juga sedikit terpukau melihat penampilan Chanyeol yang dulunya pendek kini berubah menjadi pria yang gagah dan tinggi. Chanyeol yang mendengar perkataan Soojung hanya tersenyum kecil.

“ Memangnya kenapa?. Bukankah kita sudah dekat sejak kecil.” Kemudian mata Chanyeol beralih pada gadis disebelah Soojung.

“ Kau Seunghwan kan?.” Gadis itu mengangguk pelan sambil tersenyum kecil.” Selamat datang kembali Chanyeol.” Ujar Seunghwan.

“ Baiklah, ayo kita masuk mobil. Aku sudah tidak sabar tiba dirumah.” Chanyeol meletakan kedua lengannya dibahu kedua gadis itu. Soojung terlihat terkejut dengan perlakuan Chanyeol hingga membuka mulutnya, sementara Seunghwan hanya tersenyum kecil.

***

Sudah seminggu sejak kepindahan Chanyeol dan keluarganya dari canada. Malam ini mereka semua akan mengadakan makan malam bersama di kediaman keluarga Son. Ketiga pria paruh baya itu masih asik bermain catur diruang tengah, Seunghwan membantu ibunya dan juga nyonya park untuk menyiapkan makan malam. Sementara Chanyeol dan Soojung tengah duduk dikursi meja makan. Sedari tadi Chanyeol terus saja memperhatikan Soojung, tapi Soojung masih sibuk dengan ponselnya karena gadis itu malu ditatap terlalu lama oleh Chanyeol.

“ Apa ponselmu itu lebih tampan dari pada aku?.” Tanya Chanyeol yang duduk dihadapan gadis itu.

“ Tuan canada, tolong ya. Alihkan tatapanmu itu dari wajahku. Kenapa kau memandangku terus?.” Sekarang Soojung meletakan ponselnya diatas meja. Dan mulai menatap pria dihadapannya itu, dengan meletakan sebelah tangannya didagunya.

“ Karena kau sangat cantik, membuat mataku tidak bisa berpaling darimu.”

Soojung tertawa kecil mendengarnya.” Kau lucu juga tuan canada. Kau belajar menggombal dari mana?. Apa dicanada kau selalu melakukan hal ini pada bule bule disana?.”

“ Tidak, hanya kau satu satunya. Bahkan aku sudah menunggu hari ini tiba.” Soojung masih menatap mata Chanyeol, begitu pun dengan Chanyeol. Mereka saling berpandangan sekarang.

“ Makanan sudah siap.” Suara nyonya Son mengalihkan pandangan mata mereka. Seunghwan dan nyonya Park membantu menyajikan makanan nya keatas meja.

Semua sudah berkumpul di meja makan dan hendak memulai makan mereka.

“ Chanyeol, apa makanan favoritmu dicanada?.” Tanya nyonya Son setelah menaruh lauk pauk ke atas piring suaminya.

Chanyeol tersenyum kecil sambil menatap Soojung sekilas.“ Bibi tanyakan saja pada Soojung. Dia tahu segalanya.” Tutur Chanyeol.

“ Benarkah begitu?. Eyy, ada hubungan apa diantara kalian?.” Tanya kembali nyonya Son.

“ Tidak, kami tak ada hubungan apapun. Just friend.” Jawab Soojung dengan jujur.

“ Tapi kalian saling mengirim surat, saat masih di canada.” Sahut nyonya Park.

“ Benarkah itu Soojung, kenapa kau tidak pernah memberitahu ayah?.” Tuan Jung nampak terkejut. Soojung nampak gugup, dan mulai menatap Seunghwan yang duduk disampingnya. Sementara Seunghwan masih diam dan sibuk menyantap makanannya.

“ A-ania appa. Bukan begitu, tapi-“

“ Mungkin dia malu, Yonghwa.” ujar tuan Park. ” Dulu juga anakku tampak malu malu. Tapi sepertinya saat ini dia sudah berani untuk mendekati Soojung.”

Sedetik kemudian Seunghwan berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju arah dapur untuk mengambil makanan yang telah disajikan diatas piring. kemudian gadis itu kembali ke meja makan.

“ Aku melihat resep ini di internet, lalu aku mencoba membuatnya . Silahkan dicoba, maaf ya jika rasanya tidak enak.” Ujar Seunghwan yang menaruh makanan itu diatas meja makan.

“ Wah, ini kan Poutine. Makanan kesukaanku.” Tutur Chanyeol yang terlihat senang dan langsung mencicipinya.

“ Apa itu Pou,pou…” Nampaknya Tuan Jung kesulitan dalam menyebutkan namanya.

“ Wan,ah rasanya enak. Ini buatanmu sendiri ?.” Seunghwan menganggukan kepalanya dia senang jika Chanyeol menyukainya.

“ Poutine ini kentang goreng yang dicampur irisan keju dan saus kental.” Seunghwan mencoba menjelaskan. “ Aku tidak sengaja melihat makanan ini di internet, lalu aku mencoba membuatnya karena dari gambarnya terlihat lezat.” Bohong gadis itu. Seunghwan sebenarnya sudah belajar memasak makanan canada kesukaan Chanyeol satu minggu sebelum Chanyeol memutuskan untuk pulang ke korea. Dan gadis itu teramat senang saat ini, karena usahanya tidak sia sia . Pria itu Pountine buatannya  enak.

Kalian pasti bingung apa yang sebenarnya Seunghwan lakukan pada Chanyeol. Seunghwan menyukai pria itu, sebelum Chanyeol memutuskan pergi ke canada gadis itu sudah menaruh hati padanya. Tapi setelah Seunghwan sadar jika Chanyeol hanya menatap Soojung untuk hati pria itu, Seunghwan tak bisa melakukan apapun. Gadis itu hanya bisa menahan perasaannya selama bertahun tahun. Tapi Seunghwan selalu yakin, jika dirinya dan Chanyeol ditakdirkan bersama, suatu saat nanti Chanyeol pasti akan membalas cintanya.

“ Jadi hanya kentang goreng saja makanan kesukaanmu?. Aku kira kau menyukai makanan canada yang nama makanannya sedikit panjang, dan sulit untuk diucapkan. tetapi…” Seunghwan segera membekap mulut Soojung yang sudah berkata jauh, hingga hampir membuat kebohongannya terungkap.

Seunghwan langsung tertawa kecil.” Chanyeol, jangan dengarkan perkataannya. Aku rasa dia mulai gila dimalam hari. Soojung, bukankah kau yang waktu itu memberitahu makanan berjenis kentang yang Chanyeol suka, tapi aku tak bisa mengingatnya. Itulah alasan mengapa aku mencarinya di internet. Ya kan?.” Seunghwan melepaskan tangannya pada mulut Soojung.

“ I-iya ,kau- benar Seunghwan. Aku hampir lupa. Hahah..” Soojung menatap Seunghwan dengan senyum dipaksakan kemudian beralih menatap Chanyeol yang mengangguk mengerti.

Setelah makan malam selesai, tuan Jung dan Soojung sudah pulang ke rumahnya. Sementara tuan Park dan tuan Son masih asik bermain catur diruang tengah bersama para istri yang juga asik mengobrol.

“ Paman Son, diatas itu kamar siapa?.” Chanyeol yang sedari tadi bosan memperhatikan permainan kedua orangtua itu, mengalihkan perhatiannya pada setiap sudut ruangan dirumah Seunghwan.

“ Oh, itu kamar Seunghwan.” Jawab tuan Son yang masih fokus pada permainan caturnya. Chanyeol menganggukan kepalanya lalu berjalan menaiki tangga, pria itu penasaran apa yang dilakukan Seunghwan dikamarnya. Setelah sampai disana, Chanyeol melihat pintu kamar gadis itu yang sedikit terbuka. Chanyeol yakin jika Seunghwan belum tidur, maka pria itu langsung mengetuk pintu dan membukanya.

“ Chanyeol, ada apa?.” Demi apapun gadis itu terkejut melihat Chanyeol berada didepan kamarnya.

“ Boleh aku masuk?.Aku bosan bermain dengan para orangtua.” Seunghwan menganggukan kepalanya dan tersenyum kecil.

“ Boleh masuk saja.” Chanyeol duduk ditempat tidur gadis itu, sementara Seunghwan masih duduk dikursi dekat meja belajarnya.

“ Kau sedang apa?.”

“ Aku sedang membaca buku.” Seunghwan sedikit gugup karena baru kali ini kamarnya dimasuki seorang pria, selain ayahnya.

“ Kau rajin sekali. Oh, buku itu. Apa itu milikmu?.” Chanyeol menunjuk sebuah buku berjudul ‘Love Story’ yang tersimpan di rak buku bukunya. Seunghwan menelan ludahnya pelan. Dia hampir lupa, buku itu pernah dia ceritakan pada Chanyeol didalam surat yang ia tuliskan.

“ Bukan, itu milik Soojung. Aku meminjamnya.” Seunghwan berbohong lagi, tidak mungkin juga kan dia mengatakan jika buku itu miliknya. Jika nanti pria itu menanyakan nya pada Soojung bagaimana?. “ Kau suka buku itu?.”

“ Iya, semenjak Soojung menjelaskan isi buku itu. Aku jadi suka, dan mencoba mencarinya disemua toko buku dicanada. Tapi, ternyata tidak ada yang menjualnya.”

“ Kau mau membaca buku itu ?.”

“ Memangnya kau sudah selesai membacanya?.” Seunghwan menganggukan kepalanya.” Aku sudah selesai kok. Kalau kau mau meminjam, aku ambilkan sekarang.” Jelas gadis itu.

“ Lain kali saja, aku takut jika tak ada waktu untuk membacanya. Aku ingin membaca buku itu sampai selesai.” Seunghwan pun menganggukan lagi kepalanya.

“ Oh,iya. Aku dengar dari ayahku, kau kuliah di Universitas Seoul, ya?.”

“ Iya, dan sekarang aku tengah menyusun tugas akhirku. Aku juga sedang mencari beasiswa S2 diluar negeri.”

“ Negara mana yang kau inginkan?.” Chanyeol begitu penasaran.

“ Canada.”

“ Daebak, Universitas mana yang kau pilih?.” Chanyeol tersenyum manis, membuat hati gadis itu sedikit menghangat.

“ mmm…Universitas Toronto. Bukannya kau juga kuliah dicanada ?.”

“ Iya, sekarang masih masa liburan. Maka dari itu aku pulang ke korea, setelah masa liburanku habis aku akan kembali kesana.” Sungguh lucu ya, sebenarnya Seunghwan sudah mengetahui semuanya. Tapi gadis itu sengaja bertanya kembali. Karena selama ini yang Seunghwan tulis disurat itu selalu cerita kehidupan Soojung bukan dirinya.

“Sepertinya mempunyai teman sepertimu menyenangkan. Mau berteman?.” Seunghwan terkekeh mendengar penuturan pria itu.

“ Bukankah dari dulu kita sudah berteman?.”

“ Iya tapi selama ini aku selalu dekat dengan  Soojung. Teman?!.” Chanyeol menunjukan jari kelingkingnya.

“ Baiklah. Teman.” Dan mereka berdua mengeratkan jari kelingking mereka dan tersenyum bersama.

“ Aku ingin bertanya padamu, tapi kau harus jujur padaku. Apa Soojung sudah memiliki kekasih?.”

Ekspresi Seunghwan langsung berubah setelah Chanyeol bertanya seperti itu padanya, Seunghwan berpikir apa pria itu akan menyatakan cinta pada Soojung ?. Sementara Chanyeol masih menunggu jawaban dari gadis itu. Seunghwan tersenyum kecil.” Belum, setahuku Soojung belum memilikinya.” Chanyeol menghembuskan nafas lega, setelah  sedari tadi pria itu menahan nafasnya karena takut dengan jawaban Seunghwan.

“ Kau akan menyatakan cinta padanya?.” Tanya gadis itu hati hati. Katakan tidak aku mohon. Batin Seunghwan sedikit cemas.

“ Entahlah, aku ragu. Kau lihat sendiri kan, sikap Soojung yang selalu jutek padaku. Malam ini saja, gadis itu memutuskan pulang lebih cepat kerumahnya. Padahal saat dicanada aku sudah membayangkan, jika kami akan mengobrol lebih lama. Dan menjadi semakin dekat.” Seunghwan semakin menyadari jika Chanyeol sangat menyukai Soojung. Disatu sisi Seunghwan tidak ingin Chanyeol menyatakan cinta pada Soojung. Tapi disisi lain gadis itu tidak tega melihat pria itu jadi sedih.

Seunghwan tersenyum kecil. “ Soojung bukannya jutek dan tak ingin dekat denganmu. Tapi dia harus istirahat cukup untuk pertujukannya besok.”

“ pertunjukan?.” Chanyeol tidak mengerti dengan perkataan gadis itu.

“ Iya, besok soojung akan tampil di kompetisi dance dikampusnya.”

“ Ja-jadi itu alasan gadis itu pulang duluan?!.” Seunghwan mengangguk pelan. Chanyeol langsung menarik lengan gadis dihadapan nya itu dan memeluknya. Sementara gadis yang tengah dipeluknya itu sangat terkejut.

“ Seunghwan gomawo, kau sudah menjelaskan kesalah pahaman ku padanya.” Gadis itu masih diam saat Chanyeol menatapnya lalu mencubit kedua pipi nya.

“ Gomawo Seunghwan,ah.”

“  Yak, Chanyeol lepaskan !.” Gadis itu melepaskan kedua tangan Chanyeol dengan kasar. Dan mencoba menetralkan degup jantungnya yang sedaritadi bertalu-talu.

“ Sakit, tahu !. Jangan menarik pipiku lagi !.” Tuturnya sambil menutupi kedua pipinya yang pasti sudah memerah karena malu.

“ Mian. Baiklah besok pagi kau harus menemaniku ke suatu tempat.”

“ Kemana?.”

***

Seunghwan berlari setelah gadis itu turun dari dalam mobil taksi yang baru saja dia tumpangi.

Pagi itu Seunghwan terlambat menemui Chanyeol yang menyuruhnya datang ke suatu toko.

Dan akhirnya gadis itu tiba disana.

“ Chanyeol, maaf aku terlambat.” Seunghwan menghela nafasnya yang sedari tadi memburu karena lelah berlari.

“ Lihatlah, cantik kan?.” Seunghwan terkejut saat pria itu menaruh sebuah kalung dilehernya dan menghadap ke depan kaca.

“ Ini sangat cantik.” Jawabnya tersenyum senang.

“ Aku akan memberikannya pada Soojung.” Seketika raut wajah Seunghwan berubah. Dia pikir Chanyeol akan memberikan kalung itu untuknya.

“ Soojung  pasti sangat senang.” Seunghwan tersenyum pada Chanyeol. Kemudian gadis itu mengalihkan matanya pada perhiasan yang ada dibawah meja toko itu.

“ Baiklah aku beli yang ini, mbak.” Ucap pria itu pada pramuniaga di toko itu, saat barangnya masih dibungkus. Chanyeol menatap sekilas Seunghwan yang masih fokus menatap perhiasan ditoko itu. “ Aku pesan satu lagi, mbak.” Seunghwan langsung menengok kearah pria itu.

“ Satu lagi untuk siapa?.” Tanya nya.

“ Untukmu.”

“ Tidak perlu Chanyeol, aku tidak menginginkan kalung itu.”

“ Tidak apa apa. Kalung itu terlihat semakin cantik jika dipakai olehmu.” Seunghwan tidak bisa membantah lagi, gadis itu hanya bisa tersenyum dan mengucapkan terima kasih .Setelah itu pramuniaga memberikan barang nya pada Chanyeol, dan mereka segera pergi dari toko itu.

Para penonton yang memadati lapangan kampus Universitas Kyunghee itu tengah bersorak ria dan berjingkrak senang saat Soojung sudah menaiki panggung dan menari begitu power full. Seunghwan yang ikut menonton penampilan sahabatnya itu pun ikut bergoyang pelan menyemangati gadis itu. Tiba tiba atensi penonton terutama penonton perempuan beralih pada seorang DJ yang ikut berjingkrak dan memainkan alat Dj nya membuat penampilan Soojung semakin memukai. Soojung pun baru menyadari jika dibelakang nya ada seorang DJ. Dan betapa terkejutnya Soojung saat melihat wajah sang DJ itu, bahkan kini DJ itu ikut menari bersamanya. Semua penonton semakin bersorak melihat DJ tampan itu menari ditengah panggung.

“ Chanyeol.” Ucap Soojung menatap pria itu,namun tidak menghentikan setiap gerakan dancenya.

“ Lets dance together !.” Malam itu penampilan Chanyeol sedikit berbeda, membuat Soojung terpukau. Bukan hanya gadis itu saja yang tidak menyangka jika pria itu bisa menjadi DJ sekaligus menari, tetapi Seunghwan yang juga berdiri bersama penonton lainnya, juga ikut terpukau dan tak menyangka. Malam itu Soojung dan chanyeol bagai bintang panggung dikompetisi dance itu.

Diakhir dance, Chanyeol dan Soojung saling menatap seperti menunjukan rasa ketertarikan diantara mereka satu sama lain. Chanyeol pun menunjukan kalung yang sengaja dipersiapkannya untuk gadis dihadapannya, Soojung tersenyum senang saat Chanyeol memasangkan kalung itu dilehernya.

“ I Love You.” Ucap Chanyeol tepat ditelinga Soojung setelah pria itu selesai memasangkan kalungnya. Seakan tersihir, Soojung langsung tersenyum manis dan memeluk pria itu. Membuat semua yang menonton berteriak, dan membuat semua penggemar Soojung patah hati. Apa kalian juga bertanya bagaimana perasaan Seunghwan sekarang?. Pastilah gadis itu sangat sedih, Seunghwan keluar dari kerumunan penonton itu dan berjalan ke tempat yang lebih sepi, sungguh saat itu Seunghwan tak kuat menahan tangisnya. Tapi dia takut jika nanti kedua sahabatnya itu melihat matanya yang membengkak jika dia menangis sekarang.

Setelah acara selesai Soojung dan Seunghwan pulang dengan menumpangi mobil yang di bawa oleh Chanyeol. Seunghwan yang duduk sendiri dikursi penumpang sedari tadi hanya diam menatap jalan dari kaca mobil disebelahnya.

“ Seunghwan, Kau kenapa diam saja?. Kau tidak ikut senang, jika temanmu ini memenangkan kompetisi dance?. ”  Tanya Soojung menghadapkan tubuhnya kebelakang kearah tempat duduk Seunghwan. Soojung merasa aneh dengan sikap gadis itu setelah acara tadi selesai.

“ T-tidak Soojung, bukan begitu. Aku senang, jika kau juga senang.” Jawab Seunghwan yang sedikit gugup, jujur saja moodnya sedang turun.

“ Lalu kenapa kau diam saja?. “ Chanyeol pun ikut bertanya.

“ Aku, hanya tidak enak badan. Tapi jangan khawatir, aku mungkin butuh istirahat.” Chanyeol segera menginjak pedal gas mobilnya, setelah mendengar Seunghwan tengah sakit.

Chanyeol pun menepikan mobilnya didepan halaman rumah Seunghwan. Mereka bertiga turun dari mobil.

“ Terima kasih, Chanyeol. Aku masuk duluan ya.” Dari nada bicara Seunghwan Chanyeol dapat merasakan jika gadis itu sedang tidak baik baik saja. Entah kenapa Pria itu merasa bukan hanya tubuh gadis itu  yang tengah sakit tapi hatinya pun sedang sakit. Namun Chanyeol bingung apa alasannya. Soojung dan Chanyeol masih menatap punggung Seunghwan yang semakin menajuh dan telah memasuki rumahnya.

“ Kalau begitu, aku juga pulang dulu. Terima kasih untuk malam ini. Aku sangat senang.” Tutur Soojung. “Selamat malam.” Chanyeol benar benar terkejut saat gadis itu mengecup pipinya dan berlalu meninggalkannya. Chanyeol masih mematung ditempat, entah perasaan apa yang harus pria itu luapkan. Harusnya pria itu merasa senang kan?,telah lama ia menanti hari ini. Tapi kenapa sekarang, hatinya tak seperti itu. Chanyeol menatap jendela kamar Seunghwan yang sudah gelap, sepertinya gadis itu sudah tidur. Kemudian Chanyeol memasuki mobilnya dan memarkirkan mobilnya dibagasi rumahnya. Rumah pria itu tepat di samping rumah Seunghwan.

Saat ini Seunghwan tengah terduduk ditepi tempat tidurnya, gadis itu menekuk lutut nya hingga ke dagu kemudian menenggelamkan wajahnya disana. Yah, Seunghwan menangis. Dia melihat semuanya tadi, meski lampu kamar tidurnya sudah gelap. Tapi gadis itu belum memutuskan untuk tidur. Terlalu sakit memang untuk mengingat kejadian Soojung mengecup pipi Chanyeol. Sepertinya kedua sahabatnya itu memang saling mencintai, hingga tak ada harapan lagi baginya untuk menyukai Chanyeol.

***

Dering ponsel Chanyeol berbunyi saat pria itu baru saja keluar dari kamar mandi. Chanyeol mengambil ponselnya yang ia simpan diatas meja dekat tempat tidur. Chanyeol tersenyum saat melihat layar ponselnya yang menunjukan nama Soojung disana.

“ Yeobseo?.”

“ Chanyeol,ah. Kau ada acara hari ini?.”

“ Tidak, kenapa?”

“ Aku, ingin mengajakmu makan siang bersama. Nanti aku kirimkan alamat restorannya.”

“ Baiklah. Sampai bertemu nanti.” Chanyeol menutup sambungannya. Dan bersorak senang.

Pria itu segera bersiap siap memakai pakaiannya. Kemudian memasuki mobil dan berangkat menuju tempat yang telah Soojung kirim padanya.

Setelah sampai ditujuan, Chanyeol melihat gadis yang memakai gaun pendek berwarna peach yang sangat cantik dipakai gadis itu.

“ Kau sudah lama menunggu?.” Tanya Chanyeol setelah duduk dikursinya menghadap gadis itu.

“ Iya lumayan, kau membuatkan menunggu tuan canada.” Jawab Soojung sambil tertawa kecil. “ Aku sudah memesan makanan untukmu. Aku memilih menu spesial di restoran ini.”

Chanyeol menatap ada banyak makanan diatas meja itu. Dan sepertinya terlihat lezat.

“ Baiklah, ayo kita makan.” Mereka berdua mulai menikmati makanan yang tersaji disana.

“ Chanyeol, aku ingin bertanya sesuatu padamu.”

“ Tanyakan saja.” Meski Chanyeol masih menyantap makanannya tapi pria itu tetap mendengarkan dengan baik gadis itu berbicara.

“ Apa perkataanmu saat diatas panggung kemarin itu serius?.”

“ Perkataanku yang mana ya?.” Chanyeol pura pura lupa. Padahal dia masih sangat mengingatnya.

“ mmm…saat kau mengatakan, kau menyukaiku.” Soojung langsung memberikan gelas minumnya karena tiba tiba saja pria itu tersedak.” Kau ini, makan seperti anak kecil.” Tutur Soojung sambil menepuk punggung pria itu.

“ Iya, maaf. Aduh, kenapa badanku terasa gatal ya?!.” Soojung tidak bingung melihat pria itu menggaruk garuk badannya dari mulai leher hingga ke tangannya.

“ Kau kenapa?.”

“ Sepertinya aku terkena alergi.” Soojung mulai cemas melihat pria itu semakin keras menggaruk tubuhnya.

“ Kau alergi apa memangnya?.” Chanyeol terdiam sejenak, apa Soojung tengah berpura pura tidak tahu pria itu punya alergi apa. Setahunya, saat pria itu menulis surat pada Soojung dia menjelaskan semuanya. Dari mulai makanan kesukaan, sampai makanan alerginya pun di ceritakan.

“ Aku alergi udang.” Jawabnya jujur.

“ Mwo??. Eotokke, aku memesan nasi goreng kimchi udang untukmu.“ Chanyeol membelalakan matanya menatap Soojung. “ Ayo, kita ke rumah sakit. Aku takut alergimu semakin parah.” Soojung pun meletakan uang diatas mejanya. Kemudian membawa Chanyeol ke rumah sakit. Diperjalanan rumah sakit, Soo jung yang menyetir mobil pria itu.

Mereka pun sampai dirumah sakit, dan sekarang Chanyeol tengah diperiksa oleh dokter.

“ Bagaimana dok?.” Soojung benar benar takut. Dia merasa sangat bersalah.

“ Dia alergi udang. Tapi tidak perlu dirawat, saya akan memberi obat penghilang gatalnya. Jangan sampai salah memilih makanan lagi, ya!.” Soojung menganggukan kepalanya tanda mengerti. Setelah diberi resep obat, mereka keluar dari ruangan itu kemudian berjalan menuju apotik.

“ Chanyeol, aku benar benar minta maaf. Aku..tidak tahu jika kau alergi udang.” Chanyeol terkejut melihat Soojung yang sudah menitikan air mata.

“ Tidak apa. Aku baik baik saja.” Pria itu mengusap punggungnya dan menarik Soojung kedalam pelukannya.

***

Malam itu Soojung yang tengah berada didalam kamar mandi dapat mendengar sebuah lagu yang entah siapa yang memutar lagu itu. Soojung pun keluar dari kamar mandi karena penasaran siapa yang memutar lagu itu. Dan ternyata ia menemukan Chanyeol yang tengah tertidur diranjang milik gadis itu, dengan ponsel yang masih memutarkan lagu yang sedari tadi didengarnya.

“ Yak !. Tuan canada turun kau dari tempat tidurku !.” Ucap Soojung melipat kedua lengannya didada.” Kau itu, tidak sopan sekali ya. Masuk ke kamar orang.”

“ Memangnya kenapa?. Sudah lama aku ingin melihat kamar ini.” Chanyeol bangun dari tidurnya dan duduk disisi tempat tidur.

“ Untuk apa kau melihat kamarku?. Kau ingin mengintip ya ?!.”

“ Aku ingin memastikan kamarmu ini sama tidak dengan gambaran kamar yang kau tuliskan di dalam surat yang kau kirim saat itu.” Soojung masih diam dan tak menanggapi apapun.

“ Ya sudah, kau sudah puaskan?.Lebih baik kau keluar, karena aku ingin istirahat.” Soojung menarik lengan pria itu, namun Chanyeol malah menarik balik lengan gadis itu hingga kini wajah mereka begitu dekat. Soojung menelan ludahnya, jantung nya mulai berdetak tak karuan.

“ Kau tidak ingin mendengarkan lagu ini bersamaku?.” Lagu yang diputarkan pria itu belum selesai.

Soojung tersenyum mengejek.” Aku tidak suka lagu jadul. Ini lagu ‘endless love’ kan?!. Aku lebih suka lagu masa kini. Sudah, kau keluar sekarang.” Soojung akhirnya bisa menarik pria itu keluar dari kamarnya.” Selamat malam, tuan canada.” Chanyeol masih terdiam saat gadis itu menutup pintunya. Pria itu sedang memikirkan sesuatu, bukankah selera musik mereka sama. Iya, bukan berarti Chanyeol tidak menyukai lagu masa kini. Tapi pria itu masih ingat jika didalam surat yang Soojung kirimkan, gadis itu berkata jika dia menyukai lagu Endless Love.

Chanyeol berjalan keluar dari rumah Soojung, dia masih memikirkan kejadian tadi. Soojung tidak menyukai lagu itu?. Hari ini pria itu merasa ada sesuatu yang aneh pada Soojung, dari mulai makan siang tadi hingga saat ini. Bagaimana mungkin Soojung tidak tahu jika dirinya alergi udang, padahal Chanyeol yakin pernah menulis didalam suratnya jika dia alergi terhadap udang. Apa mungkin Soojung lupa?. Tapi dirumah sakit tadi Soojung mengatakan jika gadis itu tidak tahu sama sekali. Tiba tiba mata pria itu menatap jendela kamar Seunghwan saat melewati halaman rumah gadis itu. Jendela nya ditutup namun lampu kamarnya masih menyala. Hari ini dia belum bertemu sama sekali dengan gadis itu.

Ditempat lain, yaitu dikamar Seunghwan. Gadis itu telah selesai mengerjakan tugas kuliahnya, Seunghwan pun melakukan peregangan pada otot nya agar lebih santai. Kemudian gadis itu menyalakan mp3 diatas meja belajar, dan memutar lagu favorit nya ‘endless love’. Tiba tiba saja pikiran gadis itu melayang dan teringat pada pria yang hari ini belum ditemuinya. Park Chanyeol. Seunghwan tersenyum saat mengingat surat yang ia tulis untuk pria itu, Seunghwan mengatakan dia menyukai lagu itu dan betapa senangnya dia saat tahu jika Chanyeol juga menyukai lagu yang sama dengannya. Gadis itu masih ingat, Chanyeol pernah mengatakan jika mereka punya selera musik yang sama. Meskipun lagu itu bukan lagu baru dan ke-kinian.

“Chanyeol, apa yang sedang kau lakukan sekarang?.” Gumam gadis itu. Seperti telepati ternyata Chanyeol pun sama tengah meng-gumamkan kalimat itu dan masih setia berdiri didepan halaman rumah Seunghwan dan menatap jendela kamar gadis itu.

To Be Continue.

Penasaran dengan kelanjutan ceritanya?.

Semoga kalian suka ya.

Jangan lupa tinggalkan jejak karena coment

dari kalian itu dapat memotivasi saya

dalam membuat tulisan  lebih baik lagi.

Kamsamida…

Anyeong chingu…

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Love and Secret (Chapter 1)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s