[EXOFFI FREELANCE] When I Must be Married (Chapter 9)

When I Must be Married (Chapter 9)

By El Byun

Chaptered

Romance, Comedy, Married Life, Angst, Adult

Rating    (PG-17)

Main Cast:

Baekhyun EXO | Song Hyohwa (OC)

Adittional Cast:

Taeyeon SNSD

Sehun EXO | Song Shimin (OC)

EXO’s member and etc

Summary:

Nasib kehidupan pernikahan kami selalu ditentukan oleh orang lain. Tapi perasaan yang kami miliki tidak bisa ditentukan oleh orang lain.

Disclaimer:

FF ini asli dari jerih payah pikiran author. Jika ada kesamaan cerita, alur dan tokoh itu hanya kebetulan. Tidak ada niat untuk meniru atau menjiplak karya orang lain. Sebaliknya, don’t be plagiarsm please! Be a good readers! Lanjutan fanfic ini belum pernah dipost dimanapun.

Let’s read!

.

.

.

“My Critical Time”

Hyohwa berjalan kegirangan menapaki jalan di sepanjang kios toko pakaian dan aksesoris di jalan Gangnam. Semua tampak sibuk dengan perayaan maupun berbelanja untuk bersenang-senang. Jinji mengaku kualahan mengikuti langkah hyohwa yang terlampau bersemangat hari ini. Bahkan rasanya hyohwa tidak dalam keadaan hamil. Jinji saja dari tadi sudah mengeluh kelelahan, bagaimana dengan hyohwa?

“Jinji-ya!!”

Tiba-tiba hyohwa memekik. Ia berhenti di depan sebuah etalase toko dan berbalik melambaikan tangannya untuk mengajak Jinji masuk. Sebuah toko pakaian anak-anak yang ramai di kunjungi orang itu membuat hyohwa kegirangan.

“Ada apa?” Jinji tampak lemas ketika sampai di hadapan sahabatnya. Hyohwa langsung menariknya masuk mengikuti langkah orang-orang yang tengah mengerumuni pintu utama.

“Aku ingin membeli baju untuk bayi-bayiku!”

Hyohwa memilah. Corak dan warna pada baju-baju mungil yang di pajang di sana menarik perhatiannya. Jemari-jemari lentiknya menyusuri potongan kain itu. Hingga tidak sadar beberapa kali lengan hyohwa menyenggol salah satu pengunjung yang ada di sebelahnya.

“Aish.., ya! jeogiyo, bisakah kau lebih sopan sedikit?”

Suara itu menyadarkan hyohwa dari aktivitasnya. Ia baru mengetahui seseorang tengah berada di sampingnya dan terganggu. Ternyata ia juga seorang wanita yang tengah hamil seperti dirinya. Secara visual dia nampak lebih dewasa darinya. Memangnya umur hyohwa berapa? Kuliah saja belum selesai.

“Ah.. Jeoseonghamniida.” Hyohwa sedikit menunduk meminta maaf. Bahkan jinji agak kesal dengan sikap pengunjung itu yang berkata sedikit menyentak pada sahabatnya.

“Maaf, dia baru pertama kali jadi…” jinji mencoba membela. Namun wanita itu justru menatap mereka sinis.

“Seorang teman ya? Di mana suamimu? Jangan-jangan kau tidak punya suami…” nadanya ketus seakan mengejek.

Hyohwa merasa tersindir dengan kata ‘suami’ yang dilontarkan wanita itu. Seakan membuka luka lama, ia hanya bisa diam menerima olokan seperti itu.

“Hey, nyonya jaga bicaramu ketika sedang hamil.” Hyohwa tak bisa berkutik. Hanya sahutan dari jinjilah yang menjadi tamengnya. Hyohwa menarik lengan jinji mengisyaratkan mereka harus pergi dari sini. Tapi pergi bukannya justru membuat tuduhan wanita itu benar. Apa mereka mau menanggung malu di depannya?

“Eomma!!” mereka mendengar teriakan seorang anak kecil perempuan menghampiri wanita itu. Usianya sekitar 3 tahun ditemani oleh seorang pria yang diprediksi adalah ayahnya.

“Aku ingin memberikan mainan ini untuk adikku.” Wanita itu tersenyum hangat. Berbeda sekali ketika berhadapan dengan mereka. Jinji merasa kesal dengan wanita bermuka dua itu. Ingin rasanya ia menggaruk muka wanita itu. Tapi melihat kebersamaan mereka, ia teringat pada sahabatnya. Mungkin terlalu terbawa emosi, ia sampai lupa hyohwa tengah menyaksikan kebahagiaan keluarga itu. Ketika jinji menoleh ke belakang, hyohwa tidak ada di sana.

“Hyo!” ia pergi keluar untuk menyusul.

“Hyo, ku harap kau tidak memperdulikan kata-kata wanita itu.” Jinji sepenuhnya mengejar hyohwa yang tengah berjalan cepat. Mereka berjalan beriringan karena hyohwa tidak mau berhenti. Sepertinya hyo merasa cemburu dengan keluarga itu. Seorang suami, istri, anak dan calon anaknya. Bukankah mereka keluarga yang sangat sempurna?

“Aku tidak perduli!” hyohwa mengatakannya dengan tegas namun telapak tangannya mengusap kasar kedua matanya. Jinji tahu hyohwa sedang menahan tangisnya.

“Kalau begitu ayo kita pulang!” Sudah sejam yang lalu jinji mengajaknya untuk pulang.

“Shireo!” dan hanya satu kata itu yang ia terima.

~~~

Mereka sampai di depan pohon natal buatan yang dipajang di tengah kota. Memandang orang-orang berlalu lalang untuk sekedar berfoto atau jalan-jalan. Bahkan tak jarang anak-anak mengerumuni santa palsu yang berada tak jauh dari mereka untuk meminta bingkisan. Malam natal di Seoul menjadi destinasi menarik bagi turis asing maupun domestik. Tidak ada yang mengenali mereka, bahkan mengingat hyohwa pernah menikahi salah seorang idol pun. Sepertinya tidak.

jingle bells, jingle bells. Jingle all the way. Oh, what fun it is to ride in a one horse open sleigh…. jingle bells…’

Terdengar senandung natal dinyanyikan oleh paduan suara anak-anak di bawah pohon natal buatan yang dikerumuni pengunjung. Mereka tampak bersuka ria di tengah kemelut perasaan hyohwa. Ia memandang sendu orang-orang yang berbahagia di sana. Ia merindukan baekhyun. Entah apa yang pria itu lakukan, ia ingin sekali saja pergi keluar dengannya. Tapi keadaan membuat harapan itu hanya menjadi sebuah ilusi. Dan ilusi tidak akan pernah menjadi kenyataan.

“Hyo-ya. Ini sudah  pukul 9 malam. Sebaiknya kita pulang, ne?” jinji masih bersikukuh untuk mengajaknya pulang.

Hyohwa terlihat tersenyum mengadah langit. Kepingan-kepingan salju tipis mulai berjatuhan di wajahnya. Malam natal tak pernah seindah ini seingatnya. Bahkan tahun lalu hyohwa melewatkan malam natal karena demam. Dan membiarkan malam berlalu ditemani dengan selimut.

“Ahh…” hyohwa mendesah menyemburkan uapan dari dalam tenggorokkannya. Mereka tengah duduk di bangku taman.

“Jinji-ya, kau tahu? Ah, tidak.. apa aku boleh bertanya?” hyohwa mengajukan pertanyaan. Bahkan bukan itu yang diharapkan jinji saat mengajaknya pulang. Dia diam dan membiarkannya mencurahkan isi hatinya.

“Kenapa nasib pernikahanku selalu ditentukan oleh orang lain?” hyohwa menengok jinji yang kebingungan dengan pertanyaan itu.

“Apa maksudmu?”

Hyohwa tersenyum geli melihat sahabatnya kebingungan. Ia tahu, tidak semua alasan pernikahannya dipahami olehnya. Tapi bukan itu intinya.

“Tapi aku tidak bisa menyalahkan orang lain itu yang telah mempertemukanku dengan baekhyun dan membuatnya jatuh cinta padaku.” Hyohwa merasa percaya diri mengatakan baekhyun jatuh cinta padanya karena semua itu benar.

“Maksudmu, ayahmu?” jinji menerka. Hyohwa mengangguk membenarkannya.

“Aku tahu, appa memilih jalan yang salah dengan menggunakan kekuasaannya. Tapi..” Bukan berarti Tn song adalah tipe orang yang gila akan harta dan kekuasaan. Hyohwa tahu ayahnya begitu menyayanginya, ia bahkan rela mengorbankan hartanya untuk kebahagiaan anak-anaknya. Namun kadang selalu berlebihan untuk hyohwa. Hingga akhirnya nasib harus berbalik. Shimin, adiknya lah yang pada awalnya hanya sebagai anak bungsu yang kurang perhatian, akhirnya mendepak kebahagiaan kakaknya dengan menikahi rekan baekhyun. Tapi itu bukan kemauan mereka. Itu pelajaran untuk Tn Song dari Tuhan.

.

.

.

“Ne? Dokter lakukanlah untuk menyelamatkan mereka! Tolonglah dokter!” Baekhyun terus merengek. Pikirannya kalut memikirkan keselamatan mereka. Bahkan ia tidak perduli betapa risihnya sang dokter mendapatkan perlakuan dari baekhyun. Seorang dokter pasti sudah memahami karakter keluarga pasien yang seperti baekhyun. Bahkan sering seperti itu jika mereka adalah pasangan yang masih muda.

Rata-rata pasangan korea menikah di usia 30 tahun ke atas, tapi tidak sedikit juga yang menikah di usia muda. Tapi bukankah status mereka tidak menikah? Setidaknya mereka pernah menikah yang sekarang tengah bercerai. Itu perbedaannya.

“Kami tidak bisa bertindak sebelum pihak keluarga menandatangani formulir persetujuan. Anda-pun bukan suaminya, sebaiknya anda hubungi keluarganya.” Ia menolak bermintaan segera dari Baekhyun.

“Aku sudah menghubunginya dokter. Mereka bilang akan segera datang.” Sahut Jinji. Namun baekhyun terus mendesak sang dokter.

“Tapi dokter. Jika Hyo dioperasi, berarti bayinya harus dikeluarkan? Akankah mereka kemungkinan akan prematur? Apa Hyohwa juga bisa selamat?” Baekhyun mengkhawatirkan kejadian buruk yang mungkin akan dia alami.

“Kami belum bisa memastikan. Usia kandungannya baru mengijak 32 minggu. Kami menafsir beratnya kurang dari 2 kg. Kemungkinan prematur 50:50 karena keduanya memiliki ukuran yang berbeda. Kami harus mengeluarkannya terlebih dahulu dan memeriksa lebih lanjut kondisi bayinya. Tapi berdoalah saja semoga ibu dan bayinya selamat. Jika keluarganya sudah datang segera temui bagian administrasi.” Ungkap sang dokter lalu meninggalkan mereka dan masuk ke ruang instalasi kembali. Baekhyun yang mendengar penjelasan tersebut terduduk lemas, menyandarkan tubuhnya pada dinding rumah sakit dan beralaskan lantai. Ia tidak habis pikir, wanitanya akan melahirkan di usia kandungan yang semuda itu. Apa baekhyun sudah siap menerima resikonya?

Tidak berselang lama, jinji menyadari seseorang mendekat ke arah mereka. Jinji berusaha menyadarkan baekhyun yang tertunduk dari tadi.

“JINJI!” terdengar teriakkan dari jauh.

“HYUNG!!” lagi.

Ternyata Tn. Song beserta istrinya dan Sehun datang. Wajah amarah tampak pada Tn. Song, langkahnya tegapnya menyulutkan emosi. Mendengar suara itu Baekhyun tersadar dan mencoba berdiri untuk menyambut mereka walaupun berat.

PLLAK!!!!

“Brengsek!! Kenapa kau menyembunyikan putriku, eoh?? Dasar pengecut! Kau menginginkan anakku tapi menyakitinya dengan berita pertunanganmu itu. Sekarang kau menghubungiku saat ia sedang sekarat?” Baekhyun tercengang saat tamparan itu mengenai pipinya, aliran panas mengalir di wajahnya. Matanya memerah bahkan mulai berair karena sejak tadi menahan sakit secara batin dan sekarang ia juga harus menahan sakit secara fisik.

Karena merasa bersalah, Baekhyun berlutut dihadapan Tn. Song. “Jeoseonghamniida… Abojhi!” ungkap Baekhyun penuh penyesalan yang mendalam. Ia menangkap kedua lutut mantan ayah mertuanya memohon belas kasihan.

“Aigoo.. Sebenarnya apa yang telah kau lakukan pada anakku eoh?” Tn. Song terus memarahi Baekhyun. Sedangkan sehun melihat dengan tatapan asing pada wanita yang bersama baekhyun tadi.

“Kau Jinji kan? Kenapa kau bisa bersama dengan Hyo noona?” Sehun menanyakan keberadaan Jinji.

“Jeoseonghamniida, ajusshi! Aku berbohong padamu. Semua ini bukan salah Baekhyun oppa sepenuhnya.” Bukannya menjawab pertanyaan sehun dia justru membela baekhyun di hadapan Tn Song.

“Mwo??.. Apa kau juga terlibat? Tindakan kriminal macam apa kalian ini? Eoh? Jinja!!” umpat Tn. Song kecewa dengan kepercayaan yang telah ia berikan.

Kemudian segerombol orang asing datang dengan seragam dinasnya. Mereka adalah orang-orang dari kepolisian. Mereka ikut, karena kasus ini sudah dilaporkan secara resmi oleh Tn Song.

“Anda Tuan Byun Baekhyun-ssi? Kami menahan Anda atas tuduhan penculikan dan pemalsuan identitas. Silahkan ikut kami ke kantor polisi.” Hukum tetap berlaku bagi siapapun termasuk seorang idol sekalipun. Lagipula status hyohwa sekarang adalah seorang anak dari keluarga Song bukan istrinya lagi. Jika saja mereka masih terikat pernikahan, tuduhan penculikan itu tidak mungkin ditujukan pada baekhyun.

“Omo??” umpat Jinji terkejut. Baekhyun bertambah shock saat kedua tangannya diborgol oleh polisi.

“Chakkaman! Abojhi, aku benar-benar mencintai Hyo. Aku tidak bermaksud untuk menculiknya. Jinja-yo! Aku harus menemaninya operasi malam ini. Aku mohon, berikan aku kesempatan!” Baekhyun terus memberontak ketika dirinya akan digiring.

Seorang perawat datang dengan membawa formulir tindakan. Ia memberikannya pada Tn. Song untuk ditandatangani.

“Ige Mwo-ya? Suster, boleh aku tahu. Operasi macam apa yang dilakukan untuk menangani anakku.” Tn. Song merasa janggal dengan formulir yang diberikan padanya.

“Ini, operasi besar untuk mengeluarkan bayinya.” Semua keluarga Song termasuk Sehun tercengang. Bahkan Tn Song sedikit goyah saat berdiri mendengar berita itu.

“MWO-YA??? BAYI? Berarti hyo…. BAEKHYUN-SSI!!!!!” Tn Song bertambah murka dengan berita yang baru diketahuinya ini. Beliau memicingkan matanya pada baekhyun tajam, seolah ia adalah pembawa sial dalam keluarganya. Hey, ingat dulu Tn Song yang selalu memaksa mereka untuk memiliki anak dan baekhyun sudah menepati janjinya sekarang. Bukankah mereka harus bersyukur?

“Aiggo.. Hyo, putriku yang malang. Hiks.. Yeobo, biarkan malam ini Baekhyun menemaninya. Ne?” pinta Ny Song, ia juga shock mendengar berita itu. Ia merasa bahwa Baekhyun harus bertanggung jawab terhadap anaknya. Apalagi ini adalah kelahiran cucu pertama mereka di keluarga Song.

Akhirnya, polisi menunda penahanan Baekhyun sampai esok hari atas perintah Tn Song. Orang tua Hyo terkejut dengan kenyataan bahwa anaknya telah hamil tanpa sepengetahuan mereka. Mereka mencurigai kepergian mendadak Hyo waktu itu, tetapi tidak menyangka bahwa tujuannya untuk pergi dari rumah adalah menyembunyikan kehamilannya. Tn Song yang begitu dekat dengan sosok Hyo tidak menyangka bahwa anaknya melakukan tindakan nekat yang begitu menyedihkan. Orang tua macam apa yang membiarkan anaknya mencari sandaran hidup pada orang lain dengan mengabaikan keberadaan orang tua disisinya? Mereka seperti kehilangan kepercayaan.

Mereka Tn Song, jinji dan Sehun menunggu di luar, duduk di kursi tunggu depan ruang operasi. Sehun memilih untuk berdiri karena perasaannya tidak tenang, apalagi tadi shimin terdengar menangis dalam panggilan mereka 15 menit yang lalu setelah mendengar kakaknya akan melahirkan. Jinji yang masih tertunduk gugup itu masih berkecamuk dengan pikirannya. Ia berpikir Tn Song harus mengetahui kejadian yang sebenarnya. Mengingat baekhyun besok akan dipenjarakan jinji semakin khawatir dengan nasib sahabatnya yang akan semakin terpuruk karena ditinggal baekhyun lagi. Ia menunggu Tn Song menanyakan hal itu, namun sampai detik ini beliau masih terdiam. Kemudian jinji memberanikan diri untuk memulai.

“Ahjushi, tidakkah Anda menyayangi putri Anda?” Tanya Jinji gugup. Sehun bahkan juga mendengar percakapan itu.

“Tapi aku menyayangi appa walaupun dia adalah orang lain itu….”

Jinji begitu terngiang dengan perkataan Hyohwa di taman terakhir kali.

“Tentu saja. Dia putri pertama kami yang paling kusayangi. Jinji-ya, ceritakan padaku bagaimana kau mengetahuinya hamil?” Tn. Song mencoba mengorek kisah. Beliau tampak dirundung kegelisahan, namun sulit baginya untuk menangis karena ia masih terkejut.

“Ne, sekitar dua minggu setelah perceraiannya ia datang padaku sambil merengek.  Ia bilang, menstruasinya terlambat datang. Dia curiga kalau dirinya sedang hamil, lalu aku mengantarnya ke dokter. Dan ternyata benar dia hamil. Lalu……” Jinji terus menceritakan kronologisnya sampai akhirnya Hyo mengalami kecelakaan hari ini.

“Jinja?? Putriku melakukan semua itu?”

“Ne..”

“Dia begitu menyayangi adiknya Shimin. Geurae, ternyata ini semua berakar dari ulahku sendiri? Eoh, mianhae Hyo. Appa-mu benar-benar jahat!” Tn. Song merutuki kesalahannya sendiri. Ia sadar, tindakannya di masa lalu membuat Hyo mendapatkan imbas yang begitu menyakitkan. Berawal dari niatnya untuk menyembuhkan sakit Hyo, menikahkan Hyo, membuat mereka Jatuh cinta, akhirnya saling mencintai, kemudian berakhir di perceraian. Semua kejadian itu tak lepas dari campur tangan Tn Song. Pantas saja, orang tua Baekhyun sangat membenci keluarga Song.

<ruang operasi>

Lebih dari 4 perawat, seorang dokter bedah, dan dokter anak memenuhi ruangan itu. Ditambah baekhyun dan Ny Song yang menemani pasien. Suara monitor detak jantung itu memenuhi telinga mereka. Bahkan tak jarang mereka sedikit was-was ketika benda tajam itu mulai merobek perut hyohwa. Walaupun sang dokter sudah sangat berpengalaman dalam hal ini, ia tampak gelisah. Sering kali perawat si sampingnya membantu mengusap keringat di kening dokter bedah bermarga ‘Kim’ itu.

Walaupun keadaan Hyo yang tidak sadarkan diri, Baekhyun begitu setia menemani di sampingnya. Menggenggam erat telapak tangan wanitanya yang begitu dingin. Ia tidak mengelak bahwa dirinya juga gugup dan mulai ketakutan. Bahkan secuil silet kecil seakan menyayat hati baekhyun.

“Dokter, pasien kehilangan banyak darah. Kita membutuhkan donor secepatnya.” Ungkap perawat yang membantu memeriksa keadaan vital pasien.

“Aku saja dokter, golongan darahku sama dengannya.” Baekhyun tercekat dari lamunannya dan langsung mengajukan diri.

“Siapkan transfusi sekarang!” titah sang dokter.

Setelah lebih dari 20 menit transfusi, kini baekhyun kembali menyaksikan proses operasi. Setidaknya ia tidak melewatkan kelahiran bayi pertamanya. Perasaannya sedikit lega, namun suasana ricuh dilakukan oleh para suster dan dokter di sana, bahkan bukan suara tangisan bayi yang didengarnya.

“Dokter, tangani bayi ini. Aku akan menangani yang satunya.” Dokter bedah memberikan bayinya pada dokter anak untuk melakukan tindakan.

“Ia belum menunjukkan tanda-tanda. Detak jantungnya lemah.”

“Periksa saluran nafasnya!” sang dokter menginterupsi. Perawat yang menemaninya langsung berkesiap. Mereka tampak sibuk dengan tugas masing-masing.

Baekhyun mendekati bayi pertamanya yang masih ditangani oleh dokter anak.

“Dokter, kenapa dengan bayiku?” tanyanya dengan ekspresi ketakutan karena khawatir.

“Dia tidak mau menangis. Ini membuat fungsi vitalnya tidak bekerja dengan baik.”

“Suster, tolong bantu aku!!!” teriak dokter yang masih berusaha mengeluarkan Bayi yang satunya.

Hanya memakan waktu 5 menit bayi kedua berhasil dikeluarkan. Oek..oek.. tangisnya tidak begitu keras tetapi membuat sang dokter bernapas lega. Bayi itu segera dibersihkan oleh sang perawat.

“Lahir pada tanggal 24 Desember pukul 23.25 kst, jenis kelamin laki-laki, berat 1,95 kg, panjang 30 cm. Fungsi vitalnya normal.”

Seorang perawat membuat laporan kelahiran kepada dokter untuk memperoleh tindakan selanjutnya.

“Siapkan NICU!” (*sering kita dengar dengan inkubator)

Dengan cekatan perawat lain menyelimutinya dan menggendongnya untuk diberikan pada sang ayah. Bayi itu masih dalam keadaan menangis dan membutuhkan kehangatan.

“Tolong buka baju atasan Anda!” seketika baekhyun bingung dengan perintah sang perawat. ‘untuk apa buka baju?’ pikirnya. Sedikit peradu pandang dengan Ny Song akhirnya baekhyun menurut. Ia bahkan menitipkan bajunya pada mantan ibu mertuanya.

“Peluklah di dadamu! Kami akan menyiapkan alatnya segera.” Perawat itu beranjak pergi segera setelah melepaskan bayi itu pada baekhyun.

“Baekhyun, kau appa-nya. Peluklah seperti ini. Omo, dia mirip sekali denganmu!” eomma Hyo mengarahkan Baekhyun yang baru saja mendapatkan pengalaman pertamanya.

Baekhyun, ia terpaku diam menerima bayinya sendiri di tangannya. Seketika bayi itu berhenti menangis dan mulai menggeliat kecil di sana. Seakan memiliki ikatan batin bahwa baekhyun adalah ayahnya. Namun baekhyun sedikit dibuatnya geli karena bayinya mencari-cari tonjolan di dada baekhyun dengan mulutnya. Yah, naluri laparnya mulai berfungsi, bayi membutuhkan ASI. Sementara itu baekhyun tidak punya.

Sedangkan di sudut lain tempat itu, bayi yang tadi ditangani dokter anak dikerumuni juga oleh beberapa orang perawat. Dokter bedah bahkan belum selesai menjahit perut hyohwa.

“Keadaannya kritis! Berikan alat bantu pernapasan.”

“Tidak bisa, sulit jika seperti ini.”

“Tidak ada pergerakan lagi.”

“Periksa denyut jantungnya!”

“Hampir hilang”

“Tuhan, selamatkan bayi ini!”

Ny Song dan Baekhyun mendekat setelah meletakkan bayinya pada NICU. Mereka berharap bayi pertamanya juga akan baik-baik saja. Namun melihat beberapa orang mengerumuni bayinya dengan sibuk, bahkan sejak awal kelahirannya. Perasaan tidak enak mulai dirasakan baekhyun maupun Ny Song. Sesuatu yang buruk mungkin terjadi.

“Meninggal pada tanggal 24 Desember pukul 23.40 kst, jenis kelamin laki-laki, berat 2,4 kg, panjang 33 cm. Diduga gangguan pernapasan.”

Suara melengking perawat wanita itu memupus harapan baekhyun dan Ny Song tentang keselamatan bayi pertama mereka. Terlebih saat ini baekhyun diambang antara percaya dan tidak percaya ia telah kehilangan salah satu bayi kembarnya dalam waktu sesingkat ini.

“Jeoseonghamniida, kami kehilangannya. Kami sudah melakukan apapun yang kami bisa. Namun bayinya tidak bisa bertahan lebih lama.” Dan memang terjadi. Mereka tidak bisa mengelak bahwa bayi pertama baekhyun harus pergi untuk selamanya bahkan baekhyun belum sempat untuk memeluknya dan hyohwa pun belum melihat wajahnya. Bukankah ini menyakitkan?

“Andwae, dokter!! Dia tidak mungkin meninggal. Hiks…” Baekhyun meneteskan air matanya, bahkan ia menangis sekarang. Bagaimana tidak, ia harus kehilangan salah satu bayinya. Berita ini begitu berat diterimanya.

“Apa yang terjadi dengannya?” sang eomma dengan tenang bertanya. Sebenarnya ia juga terpukul. Namun ketabahan hatinya lebih kuat dari baekhyun. Ia masih sesenggukkan di belakang punggung Ny Song.

“Ini hanya dugaan sementara, kemungkinan karena saluran pernapasannya tersumbat terlalu lama atau memang terjadi kelainan. Kami harus melakukan pemeriksaan lab, apakah terjadi kelainan di organ vitalnya.”

“Terlalu lama? Ini karena kalian tidak segera menanganinya!!!” Baekhyun membentak, ia marah pada pelayanan dokter yang tidak professional. Mata merahnya bahkan memelototi sang dokter dengan bengisnya.

“Jeoseonghamniida, tapi ini sudah menjadi peraturan rumah sakit. Kami turut berkabung.”

‘persetan dengan peraturan!’ umpat baekhyun dalam hati. ‘pelayanan rumah sakit ini begitu buruk’ lagi-lagi baekhyun berasumsi dalam pikirannya.

“AARRGGHH…!!!!!!” Baekhyun mengamuk di tengah ruang operasi. Ny Song mencoba menarik baekhyun agar tenang. Untung saja ada perawat lain yang membantu, kalau tidak mungkin saja dokter tersebut akan celaka, lalu baekhyun mendapat etikat buruk di mata publik dan juga harus membayar ganti rugi. Untuk menenangkannya, ia harus keluar dari sana.

~~~

Sementara itu di luar, Tn. Song ditemani oleh Jinji dan sehun yang menunggu operasi dibuat kaget dengan keributan yang baekhyun timbulkan. Sang dokter juga ikut keluar untuk meluruskan masalah.

“Saya mohon Anda tenang. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkannya. Namun takdir berkata lain.”

“Bwo? Jika kalian langsung melakukan operasi dari awal, kejadian seperti ini tidak mungkin terjadi.” Teriak baekhyun nyolot dan Sehun bergegas menahannya. Emosi baekhyun sudah diubun-ubun. Ia ingin sekali menonjok wajah tenang sang dokter.

“Kami sudah melakukan prosedur rumah sakit dengan benar. Jeoseonghamniida.”

Tn Song datang mendekat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

“Ada apa ini? Dokter, apa terjadi sesuatu dengan anakku?”

“Tuan, Anak Anda baik-baik saja. Namun, kesadarannya masih belum stabil.”

“Lalu? Bagaimana dengan bayinya?”

“Abojhi…” Baekhyun mencoba menjawab.

“Keuman, biarkan dokter yang menjelaskan.” Tn Song menghentikannya setelah mendapati kelakuan buruk lainnya dari seorang byun baekhyun.

“Jeoseonghamniida, kami kehilangan salah satu dari mereka.”

“Nde? Mereka?” Tn Song kembali terkejut. Heran mungkin, kenapa hari ini banyak sekali kejadian yang mengejutkannya?

“Cucu Anda kembar Tuan”

“Haranim… Jinja??”

~~~

Keesokkan harinya, Baekhyun harus menyerahkan diri pada Tn Song karena kesalahannya. Mengingat kemarin polisi telah menetapkan tuduhan penculikan dan pemalsuan identitas padanya. Baekhyun, dalam waktu sesingkat ini berusaha sebisa mungkin untuk menerima hukuman. Bahkan untuk meninggalkan Song Hyohwa dan bayinya yang baru lahir. Ia menemuni Tn Song yang tengah duduk di bangku sebuah lorong, bukan di depan ruang operasi lagi. Semalam Hyohwa telah dipindahkan di ruang rawat.

“Abojhi, aku siap untuk menerima hukuman.” Ia menyatakannya dengan tenang. Tn Song memperhatikan Baekhyun baik-baik. Ia melihat sekilas raut wajah baekhyun yang begitu kusut. Sepertinya ia tidak pulang. Entah kemana dia pergi semalam. Namun bisa dipastikan ia tidak bisa tidur.

“Aku akui, aku memang kesal dengan tindakanmu. Aku kecewa, karena kalian tak pernah bicara apa-apa tentang hal ini.”

“Jeoseonghamniida, Abojhi!” Baekhyun membungkukkan badannya.

“Terima kasih…” suaranya paraunya terdengar lirih, tapi tetap didengar baik oleh Baekhyun.

“Nde? Abojhi…” Baekhyun terkejut dengan kata-kata yang terlontar dari mantan mertuanya itu.

“Baekhyun, kau sudah menjaga Hyo dengan baik. Kau bahkan masih perduli dengan Hyo, padahal ia sudah bercerai denganmu karena kesalahanku.”

“Tidak, itu juga kesalahanku. Aku minta maaf!” dipikiran baekhyun tidak ada kata yang tepat selain meminta maaf.

“Kenapa kau terus meminta maaf? Kau sudah bertindak benar, kau pria yang bertanggung jawab.” Tn Song berusaha berbicara baik-baik dengan mantan menantunya. Ia merasa kesalahan masa lalunya lah yang mengakibatkan kejadian ini terjadi.

“Aku tidak sepenuhnya bertanggung jawab, Abojhi! Aku sudah mengkhianatinya.” Baekhyun tahu betul ia sudah berbohong tentang pertunangannya dengan Taeyeon. Bahkan meninggalkan hyohwa dalam waktu yang lumayan lama karena ketakutan yang mendalam tentang menyakiti perasaannya membuat baekhyun menjadi sosok yang jahat.

“Geurae, kau memang pria jahat.” Mata baekhyun mengindik karena tersindir.

“Tapi melihat kejadian kemarin, aku sadar kau memang tulus menyayangi putriku…. dan cucuku.” Kata-katanya terputus. Sedikit canggung karena ia baru saja memiliki cucu pertamanya. Tn song lalu mendesah keras sambil menepuk pundak Baekhyun kemudian beranjak pergi. Baekhyun ikut beranjak, langkahnya ia selaraskan dengan Tn Song.

“Abojhi.. Apa kau pergi untuk memanggil polisi itu?” Baekhyun masih bingung dengan sikap pria paruh baya yang hampir setahun ini dikenalnya.

“Tidak, aku ingin menengok cucuku. Kau mau ikut?” Beliau mulai bersikap aneh. Tn song bersikap ramah pada Baekhyun setelah kejadian semalam. Bahkan beliau mengatakan sudah membatalkan penahanan pria bermarga ‘byun’ itu pada polisi. Akhirnya baekhyun bisa bernafas lega. Ia benar-benar pria muda yang beruntung.

~~~

Di bangsal bayi, kedua pria yang sekarang menyandang status ayah baru dan kakek baru tersebut menikmati keindahan yang diberikan Tuhan di dunia ini. Walau hanya sebatas kaca etalase dan mereka melihatnya dari luar, namun cukup untuk membuat mereka damai.

“Omo, wajahnya ternyata terlalu cantik untuk ukuran bayi laki-laki.” Gurau Tn Song.

“Abojhi..” Baekhyun mengumpat karena merasa tersindir.

“Ya, mungkin karena anakku terlalu cantik. Haha..” Tn Song memang selalu mengagung-agungkan putrinya.

“Eo, mungkin juga karena aku terlalu imut…” secara tidak sadar Baekhyun juga membanggakan dirinya sendiri.

“Imut dari mana?” mendadak Tn Song menampilkan wajah serius yang membuat Baekhyun ketakutan.

“Santailah! Aku hanya bergurau. Hehe..” Baekhyun lega karena gurauan yang menegangkan itu. Sejenak mereka terdiam dan hanya memperhatikan gerak-gerik sang bayi dalam kotak inkubator.

“Baekhyun, jujur saja aku kecewa kau akan menikah dengan Taeyeon.”

“Ani, aku sudah membatalkannya.” Baekhyun menyahut dengan cepat.

“Jinja? Tapi kenapa berita itu baru tersebar kemarin?” Tn Song memandang Baekhyun heran.

“Emm, Taeyeon sepertinya kecewa denganku. Sehingga ia membocorkan rencana kami sebelumnya. Tapi, benar aku sudah memutuskan pertunangan dengannya.” Baekhyun mencoba menjelaskan. Dia memang tidak berbohong.

“Aigoo, wanita benar-benar menakutkan. Sewaktu-waktu ia bisa menjadi bom bagi kita para laki-laki.” Tn Song kembali tersenyum miris. Ia sebagai seorang pria juga memahami hal itu. Baekhyun kembali gelisah ia terus menatap Tn Song penuh harap ‘apakah beliau akan menerima kata-kata yang akan disampaikannya?’

“Abojhi, jika Anda mengijinkan…” baekhyun kembali menegak salivanya karena Tn Song menatapnya serius.

“…Aku ingin melamar putrimu.” Ungkap Baekhyun dengan sedikit malu-malu. Rencananya untuk melamar hyohwa hampir gagal jika saja Tn Song tidak mencabut tuduhannya.

“Omo! Jinja-yo?” Tn Song sedikit terkejut. Ia tidak pernah mengira baekhyun dengan terang-terangan ingin melamar anaknya. Sedikitnya ia tahu peringai baekhyun yang… yah, pengecut(?).

Dan lihatlah, Baekhyun menjawab hanya dengan menganggukkan kepalanya saja.

“Apa kau yakin Hyo akan menerimamu lagi? Dan abojhi-mu? Aku merasa berhutang banyak padanya. Dia pasti sangat membenciku.” Ungkap Tn Song ragu. Setelah perceraian itu beliau merendahkan diri pada keluarga Byun. Ia merasa telah mempermainkan orang tua baekhyun.

“Aku tidak yakin. Soal appaku? Aku pikir, aku sudah dewasa dan berhak menentukan jalan hidupku sendiri.” Ungkap Baekhyun bersungguh-sungguh.

“Aku tidak melarang siapapun untuk menikahi putriku. Yang jelas ia harus menyayangi dan bertanggung jawab pada kehidupan Hyo dan cucuku.”

“Ye, algetseubnida.” Jawab Baekhyun tegas. Ia begitu senang mendapatkan restu dari Tn Song yang sekarang telah berganti status menjadi calon mertuanya. Eits, tapi tunggu dulu. Baekhyun perlu jawaban ‘iya’ dari Song Hyohwa agar misinya berhasil.

~~~

Artis korea anggota Group Idol EXO, Baekhyun. Kemarin dilaporkan pada kepolisian dengan tuduhan penculikan. Namun polisi membatalkan penahanannya karena yang pihak bersangkutan mencabut tuduhannya. Baekhyun, menyembunyikan mantan istrinya yang berinisial SHW. Kami mendapat informasi dari rumah sakit yang bersangkutan bahwa SHW melakukan operasi untuk melahirkan bayinya. Hari itu bersamaan dengan munculnya artikel bahwa Taeyeon SNSD akan melangsungkan pernikahan dengan Baekhyun EXO. Apakah berita ini hanya gosip semata atau memang ada fakta yang disembunyika? Benarkah mereka akan menikah, sedangkan Baekhyun tengah memiliki seorang bayi? Kita akan menunggu konfirmasi dari pihak yang bersangkutan. MNC NEWS-melaporkan!”

“Mantan istri Baekhyun EXO yang berinisial SHW, melarikan diri dari rumah. Tindakan ini membuat Baekhyun dilaporkan ke pihak kepolisian atas tuduhan penculikan. Diduga ia melarikan diri karena sedang mengandung diluar nikah. Malam lalu, ia melahirkan bayinya di rumah sakit. Di malam yang sama, artikel pernikahan Taeyeon dan Baekhyun beredar. Berita ini sempat menjadi perbincangan heboh di internet. Netizen meminta konfirmasi untuk berita yang sebenarnya. Tetapi sampai saat ini belum salah seorang pun yang berbicara untuk mengkonfirmasi berita. SNC NEWS-melaporkan”

~~~

CINTA…

Pengkhianatan…

Dendam…

Pengorbanan…

Baekhyun akhirnya memutuskan untuk memperjuangkan cintanya. Ia akan berusaha walaupun menemui jalan sulit untuk memperbaikinya. Sesuatu yang muncul dari bagian dalam dirinya telah membukakan pikirannya. Untuk sekarang, karir tidaklah terlalu penting. Ia harus mencari cara agar cintanya kembali di sisinya. Song Hyo Hwa, wanita ini telah tersakiti karena Baekhyun berusaha mempertahankan karirnya daripada cintanya. Ia terlalu takut untuk mengejar cintanya lebih dalam. Sekarang, ia akan berusaha mencintai Song Hyo Hwa dan malaikat kecilnya yang hadir diantara mereka. Misi pertama yang harus ia lakukan adalah meminta maaf dan membujuk Hyo kembali padanya.

@Dormitory

Member EXO lainnya tengah memperhatikan berita heboh mengenai salah satu anggotanya di televisi. Berita ini mengejutkan seluruh manajemen dan pihak yang bersangkutan lainnya, bahkan member EXO sendiri juga mengakuinya. Kecurigaan tentang keanehan sikap baekhyun terbukti sekarang.

“Bwo-hae?? Baekhyun melakukan semua itu?” umpat Suho Leader setelah melihat berita di TV.

Member EXO lain juga sedang melihat berita yang sama. Mereka seakan tidak percaya dengan informasi yang mereka dapat.

“Daebak. Kita memiliki keponakan yang tidak diketahui.” DO yang kala itu ikut duduk disana berpendapat.

“Bagaimana dengan Taeyeon dan pertunangan yang sudah mereka lakukan? Apakah batal? Baekhyun sekarang sangat misterius.” Chanyeol mulai berasumsi.

“Kita tidak bisa mencabut kontrak kerja Baekhyun sekarang, karena citranya buruk di mata media. Tapi, berita ini justru membuat perusahaan mendapatkan keuntungan secara signifikan. Presdir memutuskan untuk menunda pencabutan.” Manajer EXO menjelaskan informasi yang ia dapat dari kantor pusat SM.

“Jinja? Syukurlah..” ungkap DO lega dan semua ikut merasa tenang mendengar kabar tersebut. Hey, tapi bukankah SM justru mendapat keuntungan dari penderitaan orang lain? Sungguh kejam!

“Lalu, apakah kita bisa menjenguknya di rumah sakit? Aku ingin melihat keadaannya langsung.” Ungkap Chanyeol, teman dekat sekaligus teman sekamar Baekhyun.

“Andwae, kita diperbolehkan menjenguk setelah ada konfirmasi dari baekhyun sendiri atau keluarganya. Kita harus memastikan berita yang sebenarnya. Jangan sampai EXO menjadi terseret masalah. Ok!” jelas sang manajer mengintruksi.

@RS.

Baekhyun, ia masih menunggu Hyo untuk sadar. Sudah tiga hari pasca operasinya, ia tak kunjung sadar. Dokter mengatakan bahwa Hyo mengalami depresi sehingga membuat syaraf menuju kesadarannya sedikit terganggu. Dokter juga menyarankan Hyo untuk mengistirahatkan diri karena masalah ini.

Baekhyun duduk di kursi bersebelahan dengan ranjang rawat Hyo. Tubuhnya ambruk di sisi lengan hyohwa dengan nyamannya. Matanya terpejam karena semalaman ia tak bisa tidur. Ia harus menjaga Aegy-nya di bangsal bayi. Suara alat medis dan aroma rumah sakit membuat suasana tidur keduanya menjadi nyenyak.

Sejak Baekhyun meninggalkan rumah, ia belum pernah sekalipun mengubungi keluarganya. Tak hanya keluarganya, pekerjaannya pun ia tinggalkan bahkan wartawan yang ingin mewawancarainya ia hiraukan. Ia ingin hubungannya dengan Hyo kembali.

@SM Building

Taeyeon sedang diinvestigasi karena kasus yang menyeretnya. Semua ingin tahu berita yang sebenarnya.

“Taeyeon, apa kau benar-benar bertunangan dengan Baekhyun dan akan segera menikah?” Tanya manajernya seduktif.

“Apa aku terlihat berbohong? Kau sendiri juga menghadiri acara itu.” Jawab Taeyeon sarkas.

“Aniya, aku hanya ingin tahu hubungan kalian ini apa akan benar-benar terjadi? Mengetahui bahwa Baekhyun ternyata masih berhubungan dengan mantan istrinya dan lagi, ia sudah memiliki seorang anak. Apa kau tidak…?” Manajer menanyainya dengan kalimat yang menggantung. Seolah ia berkata ‘apa tidak merasa risih dengan kehadiran dua orang itu dan bagaimana mereka berhubungan? Bukankah itu mengganggu.’ Seperti itu. Hanya satu hal yang mereka tidak ketahui, hubungan Taeyeon dan Baekhyun sudah berakhir.

“Manajer, apa aku salah mencintai dan menikahi Baekhyun? Kau berkata seolah kau tidak menyetujuinya. Bagaimana kau bisa menjadi seorang manajer yang baik bagi artisnya?” umpat Taeyeon kesal.

Seseorang yang tidak terduga mengunjungi perusahaan manajemen yang menaunginya. Ia melangkahkan kaki mantap menuju ruang khusus dimana Taeyeon harus mengakui kebenarannya.

“Manajer, kita kedatangan seorang tamu.” Ungkap karyawan dari luar ruangan.

“Ne, suruh dia masuk. Aku sudah mengundangnya.” Titahnya.

Sang manajer langsung menangkap sosok tinggi tegap muncul dari balik pintu masuk ruangan mereka. Dia adalah Oh Sehun. Statusnya kini digadang-gadang kuat sebagai saksi. Dibalik ia rekan kerja baekhyun, tapi ia juga menantu dari keluarga Song.

“Oh, anjasseo. Senang kau bisa meluangkan waktu datang kemari.” Sambut sang manajer.

“Ne, aku akan langsung saja. Nan, Baekhyun hyung sudah memutuskan pertunangannya dengan Taeyeon tepat sebelum artikel itu terbit. Aku mendapat informasi ini dari Hyung sendiri.” Ungkapnya lugas.

“Sehun-ssi, neo?? Eotteokhae…” umpat Taeyeon tidak mempercayai pengakuan itu.

“Jinjayeo?” Manajer memastikan.

“Ne, Bahkan Taeyeon sendiri sudah mengetahui pembatalan itu. Hyung curiga kalau Taeyeon yang menerbitkan artikel itu tanpa sepengetahuannya untuk membalas dendam karena ia tidak ingin pertunangannya dibatalkan.” Jelas Sehun menyampaikan pesannya.

“Benarkah itu Taeyeon-ssi?? Aku kecewa padamu..” umpat manajer. Dengan begini jelas siapa kedok dibalik berita heboh yang sedang beredar sekarang.

~~~

“Taeyeon mengaku pertunangannya dengan Baekhyun telah dibatalkan. Artikel mengenai pertunangannya hanyalah kesalahan teknis, karena artikel tersebut dirilis tepat saat pembatalan pertunangannya. Ia meminta maaf kepada fans dan media karena kecerobohannya. MNC-News melaporkan”

Ppiipp…

“Kenapa masih saja kesalahan Baekhyun ditutupi. Bukankah ia kecewa dengan pembatalan ini?” ungkap seorang pria paruh baya tengah duduk di ranjang kamarnya mematikan televisi yang menampilkan berita memalukan anaknya.

Di kediaman keluarga Byun tampak sunyi. Tn Byun yang mengetahui berita ini hanya berdiam diri di rumah saja. Ia tak sampai hati menerima kenyataan yang sedang terjadi pada anaknya. Rasa amarah dan kesal masih ia rasakan sampai saat ini kepada keluarga Song.

“Yeobo, kau belum tidur?” Tanya Ny. Byun membawakan nampan green tea ke hadapan suaminya. Ia tampak mengkhawatirkannya.

“Baekhyun. Apa dia sudah tak menganggap keluarga ini?” umpat Tn Byun. Bagaimana seorang anak selama 3 hari pasca insiden itu tidak menghubungi keluarganya?

“Kau masih memikirkan hal itu? Aigoo, mungkin ia sibuk dengan bayinya. (Tersenyum) Eoh. (menghela nafas) kapan kita akan menyusulnya ke rumah sakit?” ungkap Ny Byun kegirangan.

Tn Byun yang sedang menyeduh green tea-nya jadi tidak berselera lagi. Ia meletakkannya kembali di nakas dan beranjak tidur.

“Untuk apa kita kesana. Hanya membuang waktu saja. Aku akan tidur!” ungkap Tn Byun ketus.

“Bwo-ya, kau masih kesal? Kau bahkan sudah punya cucu. Aish!!” balas Ny Byun kesal. Ia heran suaminya begitu keras kepala bahkan setelah mendapatkan berita bahagia.

<back to RS>

“Onje? Sampai kapan kau akan tertidur eoh? Aku tak sabar ingin mengatakan sesuatu padamu. Sadarlah, jebal-yeo!! Hehmm (menghela nafas lalu tersenyum). Neo, gadis jahat! Kau bahkan tidak menghadiri kremasi anak kita. Kau harus segera mengunjunginya, hmm..?” Baekhyun menggosok-gosok telapak tangan hyo dan bergumumam sendiri di tengah kesunyian. Di depan matanya talah tertidur seorang putri tidur yang selama 3 hari ini melewatkan moment penting dalam hidupnya.

Ia mendengar seseorang membuka pintu ruang perawatan, tapi Baekhyun yang tidak menyadari itu langsung tercekat dan menoleh begitu saja.

“Nuguss..” ekspresinya berubah seketika saat dokter yang di temani perawat itulah yang berkunjung ke ruangannya.

“Oh dokter.” Baekhyun berdiri dan mempersilahkannya masuk.

“Ne,  Jeoseonghamniida. Kami kemari ingin melaporkan hasil lab dari bayi Anda yang telah meninggal. Kami menemukan hasil bahwa…” kata-katanya terputus. Mata sang dokter teralihkan pada sosok hyohwa yang tengah berbaring di ranjang.

“Oh, Nyonya Song telah sadar.”

.

.

.

To be Continued

Note:

Sebelumnya, gomawo untuk para readers setia WIMBM yang telah menyemangati author untuk menyelesaikan chapter ini. Huhu.. (Terharu) Nggak nyangka ya, udah sampai sejauh ini? Padahal chapternya gk panjang, tapi isinya yang panjang. (Apaan thor?) #plak digampar readers

Sekali lagi author butuh waktu. Chapter ini aja, aku rasa gk banget. Ada kalanya author menemui titik jenuh. Maaf kalau banyak nemuin kata-kata yang sama, jangan protes yah! #author maksa haha..

Jangan lupa like dan komennya ya? Author tunggu lhoh.. ting.. ting.. ting.. #kedip2 mata ;-*

Sampai jumpa di Chapter 10 ^.^

Catatan Tambahan:

Informasi kedokteran yang ditampilkan diatas hanya fiktif belaka. Jangan diambil pusing tentang suatu prediksi penyakit dan kawan-kawan dalam ff ini. FYI saja, author juga tidak punya latar belakang pendidikan kedokteran. Santai dan nikmati saja! ^.^

Beberapa konten hanya search dari google:

Fungsi vital/organ vital, terdiri dari otak, jantung, paru-paru, ginjal dan hati.

Tanda vital, seperti tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh dan pernafasan.

NICU, atau Neonatal Intensive Care Unit adalah ruangan khusus di rumah sakit untuk merawat bayi baru lahir sampai usia 30 hari yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus di bawah pemantauan tim dokter. Selengkapnya klik disini.

Cp:

Email        : ikaikhey21@gmail.com

Page FB    : Elisabeth Agustin (@byunelisabeth)

Iklan

6 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] When I Must be Married (Chapter 9)

  1. Haduhh baru bca dan speechless dengan chapter ini..
    Kenapa Meninggal yg satu?😭 padahal mau lihat bayi baek yg kembar itu, pasti lucu..

    Sempet kesel sama taeyeon..
    Hyo, semoga kamu baik2 saja yah..
    Ntar bikin dedek lagi, /PLAK/

    Itu bapaknya baek, tlong dikasih pencerhan kak…

    Maksih itu aja pesannya😂..

    Fighting kak❤

    • gpp. hehe..
      knp meninggal satu ya? tggu chap slnjutnya yah..

      dedek lagi? hmm.. perlu dipertimbangkan gk ya??😌

      buat bpknya baek, smoga aja author bisa bilang. coz dy galak bgd soalnya..😂

      makasih udah baca dan comen ^.^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s