[EXOFFI FREELANCE] POV – Another Story

|   Point Of View – Another Story|

| Wendy Son, Sehun Oh, Mora Son|

| Romance x Fantasy |

| PG-17 | Ficlet |

2017 – Storyline by JUJU’s

Awalnya, ia pikir adiknya menjadi gila karena Sehun Oh.

Tetapi, fakta yang terjadi sebaliknya.

◦ ◘ ♯ ♯ ♯ ◘ ◦

“Kenapa aku harus satu team dengan Luhan? Aku benci kelas Mind Control!”

    Mora berteriak kesal. Dalam satu hari ini, sudah dua kali ia menjadi pusat perhatian.

Wendy yang sejak tadi tersenyun senang sambil bersenandung ria, menghentikan senandungnya dan menatap heran pada kakaknya.

“Kenapa? Menurutku, kelas tadi sangat menyenangkan.”

“Wendy Son! Kau tidak tau, Luhan terus membicarakan pertandingan Epyskryos yang dilakukannya kemarin. Dan itu sepanjang pelajaran!”

    Mora kembali berteriak kesal, hingga Wendy secara mendadak menghentikan langkahnya. Orang-orang yang berada disekitar koridor kelas, kembali memandang heran kepada mereka berdua.

“Ok, tenanglah. Kurang dari 3 jam, kau sudah berteriak sebanyak 3 kali.”

    Mora mengatur napas. Cukup, hari ini ia sudah mempermalukan diri dengan berteriak kesal ditengah pelajaran. Bukanlah, tindakan yang bijak melakukan kesalahan yang sama.

“Baiklah, cukup sampai disini. Jangan membahas hal yang memalukan,” ujar Mora.

    Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan menuju perpustakaan.

“Lalu, kenapa sejak tadi kau tidak berhenti tersenyum? Kau tidak gila karena terlalu banyak mendengar umpatan yang ada dipikiran Sehun, bukan?”

    Mora bertanya dengan wajah cemas. Wendy bisa saja, benar-benar menjadi gila karena terlalu banyak mendengar isi pikiran Sehun. Dan Mora yakin, lebih dari setengah isi pikiran Sehun adalah kalimat-kalimat umpatan. Siapa pun tahu itu, ketika Sehun Oh membuka mulutnya hanya umpatan dan kalimat-kalimat sarkastik yang keluar.

“Aku tidak gila! Apa kau tidak dengar? Saat pelajaran usai tadi, Sehun berkata bahwa aku cantik.”

“Aku mendengarnya, dan saat Sehun berkata seperti itu. Awalnya, kupikir dia yang gila karena terlalu banyak membaca isi pikiranmu yang dipenuhi dengan bahan-bahan ramuan.”

    Wendy menatap kesal pada Mora. Kemudian, ia kembali tersenyum senang sambil bersenandung. Mora hanya menatap curiga pada Wendy, ia semakin yakin. Adiknya itu menjadi gila, karena terlalu banyak mendengar kata umpatan dari isi kepala Sehun.

“WENDY SON!!”

    Seketika Son bersaudara beserta orang-orang yang berada di lorong koridor, menoleh pada sumber suara. Wendy melihatnya dengan jelas. Pemuda tinggi yang selalu berekspresi datar, datang mendekatinya dengan raut wajah yang sangat kesal.

“Cepat keluar dari isi pikiranku! Berhenti bermain-main! Kelas sudah lama selesai!”

    Dan Mora hanya mendapati Wendy yang tersenyum geli. Tidak ada ketakutan, ataupun kegelisahan pada wajah adiknya itu. Kini ia tahu, sepanjang kelas berlangsung hinggan saat ini. Wendy terus mengoceh dalam isi kepala Sehun. Wajar saja, jika Sehun berkata bahwa adikknya itu cantik. Pasti, Wendy yang membombardir isi kepala Sehun dengan kalimat itu. Dan Mora yakin, saat ini Sehun benar-benar marah.

“Wendy, cepat keluar! Kau tidak lihat? Sehun, dia benar-benar marah.” bisik Mora sambil menyikut lengan Wendy.

    Wendy menoleh pada kakaknya, dan kembali menatap Sehun. Ia menghela nafas, terlihat jelas raut kecewa di wajahnya. Oh ya ampun, Wendy Son benar-benar belum puas mengobrak-abrik isi kepala Sehun.

“Lihat saja, saat kelas berikutnya. Isi kepalamu yang akan kujungkir-balikkan,”

    Mendengar ancaman dari Sehun, Wendy hanya mengangkat kedua bahunya seakan tak peduli.

“Dan kau, Sama sekali tidak cantik!”

    Dan Wendy hanya tersenyum geli mendengar kalimat yang diucapkan Sehun, sebelum ia pergi.

FIN

×◦◦×

JuJu’s Note:

Epyskryos : Pertandingan sepakbola

Ide ini terlahir… karena otakku yang udah mentok buat POV, jadilah diriku ini mulai berandai-andai. Kepengen ngebuat school life-romance gitu, coba aja Mora sama Wendy itu jadi kakak-adik tiri yang adem ayem. Wendy yang sering ngejahilin plus ngegombalin Sehun, kayaknya seru jg tuh. Tetapi apalah dayaku, POV aja belum selesai. Diriku nggak mau menambah hutang…

Sekian dan terima kasih udah mau baca cuap-cuap nggak jelas diriku ^^ jangan lupa baca juga Point Of View series

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] POV – Another Story

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] HURT | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] POV – Another Story II | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] POV – Another Story — EXO FanFiction Indonesia – 10u10u

  4. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] POV – Another Story — EXO FanFiction Indonesia – Beauty world

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s