[EXOFFI FREELANCE] Blood Hope (Chapter 1)

Blood is a Hope

By jaejae

Cast: Oh Sehun, OC, Huang Zitao, Byun Baekhyun, Do Kyungsoo

drama, school-life, hurt, angst || chapter || G

‘Cinta ini adalah nama lain untuk sang iblis

Jangan menggenggam tangannya…’

-H.Hesse-

“I am own the story. All right deserved – Jaejae©2017”

Chapter 1

-meets him-

Hari pertamanya, sebagai murid pindahan, seorang dari Amerika yang modern menjadi bagian sementara hingga waktunya tiba. Jeon Ahra, membedakan seoul dengan Chicago. Jelas tempat itu benar-benar beda. Pertama kali, Jeon Ahra ingin mendapat teman satu bahasa dengannya, bahasa inggris. jelas itu sulit disekolah yang hampir muridnya menggunakan bahasa negaranya.

“Apakah disini ada guru berbahasa inggris?” tanya Ahra pelan-pelan. Ia gugup, takut-takut jika pengucapannya salah.

“Tentu saja ada! Kau pikir apa?” murid itu menjawab dengan ketus. Ahra bernafas lega, walau sebenarnya ia merasa jika murid perempuan itu tak menyukainya.

“Jeon Ahra!” suara itu menyadarkannya. Segera Ahra menatap lurus kedepan, menatap wajah gurunya.

“Sebutkan nama amerika-mu!” Ahra mengangguk. Mengambil nafas pelan-pelan, berusaha menormalkan debaran jantungnya. “Nama amerika-ku adalah-…”

Ahra menunduk, ia merasakan jika seisi kelas memandangnya aneh atau bingung. Apakah ada yang salah dengannya? di Chicago, Ahra tak pernah diabaikan, disapa dengan ketus atau dibiarkan. Akan ada hal yang dirindukan dirinya dari Chicago.

Ia membuka mulutnya hendak meneruskan ucapannya. Tapi seseorang membuka pintu kelas.

Seorang murid laki-laki, berpenampilan sangat rapih dan tatapan yang dingin. Ahra meremas ujung roknya, dadanya makin berdebar dan ia bingung apakah harus melajutkan ucapannya atau tidak sama sekali.

Ahra menatap sekilas murid laki-laki itu berjalan ketempatnya dengan santai. Ahra menunduk sebentar lalu kembali menatap guru didepan. Seakan ia mengatakan, ‘apakah harus aku lanjutkan?’

Tanpa disadari, suasana kelas menjadi hening setelah kehadiran murid laki-laki tadi. Guru itu menghela nafas, “Lanjutkan Ahra.” Titah guru itu.

Ahra menghembuskan nafas lega dan tersenyum tipis, “Ahra Monseille.”

Masih hening. Murid laki-laki tadi mengerutkan keningnya, merasakan jika ia diperhatikan sedari tadi. Ia setengah menoleh. Mulutnya samar-samar bergerak, mengucapkan sepatah kata yang tidak terdengar. Dan ia kembali pada posisinya tadi, sambil merogoh tasnya.

Dada Ahra berdebar kencang, tangannya bergetar dan basah. Ia pernah gugup, tapi tak pernah terlalu seperti ini. ia tertangkap basah. “Oh Tuhan, aku gugup.”

Ahra mengubah posisi duduknya agar nyaman. ia menautkan jemari tangannya, sambil melirik kebawah, tepat pergelangan tangan kanannya, tali hitam yang ia jadikan gelang. Sangat sederhana. Oh Sehun, batinnya.

Skip→

“Bolehkah aku mengikuti kelas piano? Aku mahir dalam piano.” Ucap Ahra. Sepulang sekolah ini, ia berencana untuk mendaftarkan diri mengikuti kelas piano.

Dan guru yang ia hadapi kali ini, adalah seorang model , ah~ bukan. Tepatnya mirip model. Baru kali ini, Ahra melihat guru seperti itu. di Chicago, banyak guru dengan pangkat magister atau professor. Tapi, di korea, ia bertemu guru piano dengan body Barbie.

“Kau hanya harus mengisi formulir dan daftar hadir setiap pertemuan. Ngomong-ngomong namaku Yoona ssaem.” Ahra menerima lembaran dari Yoona ssaem. Ia tersenyum lalu segera mengisi formulir itu. “Thank you, Yoona ssaem.”

Ahra hanya perlu mengisi biodata dan daftar kehadiran pertamanya dikelas piano. Selesai mengisi formulir, ia segera berlari menuju Yoona ssaem. Guru cantik itu sedang memperhatikan seorang murid berlatih.

“I’m done. Bisakah aku mengikuti kelas hari ini?” Yoona ssaem tersenyum kecil melihat formulir Ahra. Anak yang pintar. Kemudian menatap Ahra yang semangat.

“Silahkan. Selamat bergabung dengan kelas piano kami.” Mereka berjabat tangan dan Ahra berjalan menuju kelas piano.

Ahra sedikit membungkuk dan berjalan menuju ruang latihan. Disana, sekitar 7 orang masing-masing kelasnya. Ahra memilih kelas C. ia masuk dan menempati kursi kosong disudut dekat jendela.

Ahra menunduk lagi. benar dugaannya, seisi kelas menatapnya bingung dan aneh. Hingga murid didepannya menepuk mejanya.

“Kau baru, ya?” tanya murid perempuan didepannya.

Ahra menatapnya, “Benar.”

“Kusarankan, kau jangan pernah duduk disini. Pindah saja.” murid perempuan itu menatap Ahra tidak suka. Dan nada suaranya yang ketus, pasti murid itu tidak menyukainya.

“Kenapa? Aku suka disini.” Ahra menunduk. ia bertanya-tanya, apakah semua murid disekolah tidak menyukainya? apa yang salah dengannya? ia ingin beradaptasi, tapi terlihat bahwa semua murid menatapnya remeh.

Ahra menunduk, ia bingung. Harus dimana lagi ia bisa diterima. Seoul dan Chicago benar-benar berbeda.

Ahra tak mempedulikan murid itu. ia tetap duduk, tidak beralih dari tempatnya.

Dari bawah, terlihat sepasang sepatu putih. Ahra menyerngit. Kemudian ia mendongak menatap pemilik sepatu itu. ia terkejut.

“Ini tempatku.” Ucap murid itu.

Tubuhnya tinggi, blazer yang ia sampirkan dibahunya dan lengan kemeja yang dilipat sampai siku. Murid itu menatapnya tajam hingga alisnya bertautan. Murid itu terlihat marah. Dia adalah murid sekelas dengannya.

“Oh Sehun?!” gumam Ahra.

TBC

note; thanks for read ☺ I hope you give your mind by coment ^^

Iklan

Satu pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Blood Hope (Chapter 1)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Blood Hope (Chapter 2) | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s