[EXOFFI FREELANCE] LET ME IN 7: FOOLS LOVE

Title | Let Me In  [Sequel Hold Me Tight]

Author | RahayK

Lead Cast |Byun Baekhyun x Baekhyun / Dellion Foster

Yoon So hee  x Baek Eun Ha

Irene Bae  x   Park Ae Ri

Song Yun Hyeong  x  Yun Hyeong

Kim Jong In  x   Kai Kim

Support Cast | Kim Dahyun  x   Dahyun

Wang Jackson  x  Jackson

Length |Chapter –Sequel

Rate | PG15

Genre | AU x Dark x Drama x Friendship x Sad x Bromance x Marriage -Life  x Revenge

Disclaimer |Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks!

Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

Poster | RahayK Poster

Summary  this  Chapter | Ah,bodoh sekali mencintai gadis tak tahu diri seperti Park Ae Ri.

Previous Chapter| First Encounter > Before time tell you to stop > Interview > Stranger(us) > Past pt.1 > Past pt.2 > Her Beloved > Fools love[now]

#7#

“Nona editor?bangunlah sudah sampai.” lelaki itu berkata dengan nada santai,diam-diam ekor matanya tak berhenti mengamati gadis yang berada disebelahnya.

“Aku tidak tidur,tuan lesung pipi.” bantah Eunha dan segera membuka matanya,lagipula jika lelaki ini tak memerhatikan dengan tatapan seperti dirinya adalah lukisan tak mungkin Eunha menutup matanya seperti itu sejak lelaki itu bilang dia yang mengemudi hingga tiba di Seoul.

Lagipula, ia sedang mempersiapkan mental kalau-kalau direktur marah padanya.

“Kau mengernyit terus sejak melihatku,kau takut atau kenapa?”tanya tuan lesung pipi yang membuat Eunha merasa ia telah disudutkan. Lagipula, pertanyaannya seperti lebih menginterogasi.

Eunha membenarkan posisi duduknya menjadi tegap ia memandang tuan lesung pipi berani. “Memangnya,jika aku yang mengatakan hal yang kau katakan,kau tidak merasa khawatir?”

Ucapan Eunha malah membuat lelaki itu tertawa renyah,lesung pipinya tercetak sempurna. Dan,Eunha mengakui bahwa dia memiliki kharisma tersendiri. Tapi,bukan berarti Eunha menyukainya. Gadis itu hanya mengagumi ciptaan Tuhan,tidak salah kan?

“Wah!kau hebat karena sudah mengkhawatirkanku.Seharusnya aku kembali lebih cepat dari Jerman.”

Eunha bergidik lalu dengan cepat mengklarifikasi kata-katanya “Bukan khawatir padamu,aku khawatir pada diriku sendiri tuan lesung pipi.Berikan kunci mobilnya padaku,aku yang akan mengembalikannya pada direktur.” kata Eunha membalikkan punggung tangannya agar kunci mobilnya segera diletakkan di telapaknya.Namun,lelaki itu malah menghela nafas lalu menggeleng.

“Tak usah,aku juga ingin kesana.–aku akan menepati kesepakatan yang sudah kita buat dengan satu syarat.”

“Syarat?”

“Namamu?Aku Kim Kai,senang rasanya bertemu dengan gadis sepertimu.” lelaki bernama Kai itu mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan resminya dengan Eunha, namun Eunha malah menggelengkan kepalanya dan mencopot seatbelt miliknya. “Tapi aku tidak,tuan Kai.”

Kai menaikkan bahunya santai,ia masih tak menyerah telah ditolak secara spontan oleh gadis ini. “Yah,itu terserah padamu.Namamu?”

“Terimakasih sudah membawaku kembali dengan selamat,tuan lesung pipi.Masih banyak hal yang harus kukerjakan.” ujar Eunha turun dari mobil milik Seojun dan berjalan masuk kedalam kantornya tanpa pikir panjang lagi.

“Bukan hal yang mudah untuk mendapatkanmu,nona.”

łłæ Let Me In łłæ

Baekhyun ke apartementnya dengan taksi, ia meminta Jaebum untuk menunggu dirinya di resto sang ibu yang kini sudah lebih luas dan lebih layak untuk dijadikan resto.

Yah,memang siapa orang yang dapat Baekhyun bahagiakan sekarang selain beliau. Tidak ada ‘kan?

Taksi itu berhenti,Baekhyun segera memberi uang tunai dan sebetulnya ia ingin segera turun,kalau saja apa yang dilihatnya membuat ia enggan untuk turun. Ia hanya mengamati dua orang itu berbincang,orang-orang yang sudah tak asing lagi untuk seorang Byun Baekhyun.

“Kembalianmu tuan.”

“Ambil saja,pak.Tapi,bisa anda tunggu sebentar pak?”

“Baiklah,tuan.–“

Sudah lama sejak terakhir kali gadis itu menatapnya,bukanlah hal yang bagus mengingat gadis itu memandangnya dengan cara hina,seakan dirinya tak memiliki apa-apa lagi untuk dipertahankan.

Ada beberapa jeda dimana gadis itu ingin sekali menemuinya namun,entah mengapa Baekhyun memilih untuk menghindari Ae Ri.Lagipula,apa untungnya jika ada pembicaraan diantara mereka sementara Ae Ri dan dirinya hanyalah dua orang asing yang lupa bahwa pernah saling membahagiakan di masa lalu.

Baekhyun pada akhirnya turun dari taksi setelah melihat Ae Ri naik mobil tak jauh di depannya.

Begitu ia melangkah masuk kedalam bangunan apartement sudah banyak perbaikan sana sini sejak terakhir kali ia pergi dari sini. Ia memutuskan untuk naik lift karena terlalu malas untuk melangkah menaiki tangga sampai lantai 6.

Ia menekan lantai 6 lift,dan tak lama pintu lift terbuka.Baekhyun sengaja segera menutup pintu lift begitu Kyungsoo datang,namun lelaki itu lebih cekatan dari perkiraannya dan berhasil menahan pintu lift yang hampir tertutup rapat dengan lengannya.

Baekhyun hanya berdiri dibelakang Kyungsoo,lelaki itu hanya berdiri sambil menunduk.

“Apa yang membuatmu tetap lesu saja setelah menjadi dokter residen?Dokter Do Kyungsoo–“ Baekhyun bertanya,sementara yang ditanya masih membelakanginya dan hanya menjawab tak semangat,entah karena tuntutan pekerjaan di RS atau karena omongan Ae Ri atau mungkin sikap gadis itu.

Baekhyun tahu semua kegiatan Kyungsoo dari dokter Ji yang pernah merawat Joo Eun selama hampir setahun,bukan berarti ia pergi dari Korea ia akan melupakan semuanya.Tidak,Baekhyun bukan orang seperti itu.

Semuanya ia masih ingat. Baekhyun percaya,bahwa kelak semua akan terbalaskan meski tak memakan waktu yang sebentar.

“Menyanyangkan sikap seseorang yang berubah karena ia telah punya segalanya sekarang.” ujar Kyungsoo, lalu terdiam.

“Hyung?!Benar ini kau?!” teriak Kyungsoo antusias, ia bahkan memeluk Baekhyun erat hingga pintu lift terbuka,beberapa orang yang berdiri didepan pintu lift memandangnya heran.

“Dia–adikku.Kami masih normal.Keuchi Kyungsoo-ah?”

Ah, Baekhyun bersyukur ia masih bisa menempatkan dirinya seperti dulu, ia tak mau menjadi sama seperti mantan istrinya itu. Ia hanya ingin membuktikan bahwa ia berbeda dari yang dulu didepan Ae Ri bukan untuk orang lain.

“Silahkan masuk,kami akan keluar.” ujar Kyungsoo, lalu mereka berdua segera keluar dari lift.

Kyungsoo berjalan masih memandangnya kagum,seakan Baekhyun adalah sosok artis idol favoritnya. “Seperti yang kau lihat siapa memang?” Baekhyun berkata santai,hampir sebagian penghuni apartemen satu lantainya telah berganti dan hanya tertinggal Kyungsoo dan dirinya mungkin.

“Jinhwan hyung masih tinggal disini,tapi ia pindah unit jadi di lantai 8.Adiknya menempati unit disebelahku.”

Aah begitu.Dia menyukaimu sejak dulu,sudah jelas.”

“Kau tahu?”

“Tuh,dia sudah keluar dari liftnya.”

“Ah,sial. Hyung nanti bicara lagi ya.Aku pergi dulu.” ujar Kyung soo segera berlari menuju unitnya yang berada di ujung seberang dan segera masuk kedalam, begitu juga dengan Baekhyun.

‘dasar anak muda..’ gumam Baekhyun pelan.

««Let me In»»

Lampu otomatis menyala begitu Baekhyun melangkahkan kakinya masuk kedalam sebuah ruangan apartement yang tak terlalu besar itu.

Tata letak ruang dan barang-barang masih sama persis sejak terakhir kali ia memutuskan untuk tak pulang ke tempat ini begitu ia memutuskan untuk pergi ke Amerika bersama Nam Joon.

Tak ditemui lantai dan barang yang diselimuti debu,mungkin Dahyun sering datang dan merapihkannya.

Masih terletak pigura foto Jooeun yang digendong dirinya dan Ae Ri dinakas samping televisi, masih ada pigura foto pernikahannya yang kacanya telah retak akibat pertengkarannya dengan Ae Ri tepat setelah prosesi pemakaman Joo Eun usai.

Semuanya tampak sama,bahkan hingga pakaian yang tergantung di lemari sebagian baju musim panas wanita itu masih tertata rapih ditempatnya. Dan juga, ada sebuah benda kecil berbentuk lingkaran yang ia masih kenakan hingga sekarang.

Catat.

Hingga sekarang.

Ah,bodoh sekali mencintai gadis tak tahu diri seperti Park Ae Ri.

Sementara gadis itu telah mencintai yang lainnya. “Ini gila.” lirih Baekhyun seraya mengusap wajahnya,kisah romansa dirinya begitu miris.

Baekhyun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.

“Hubungi jasa angkut barang,aku akan mengirimkan daftar apa yang harus dibuang dan tidak.”

sambungan segera diputus,ia harus membuang semuanya. Kenangan ini. Kecuali, tentang Joo eun.

‘Maaf–appa belum bisa melihatmu,Joo Eun.’

Pada akhirnya lelaki itu terisak dalam ruangan yang dingin itu dalam kesunyian dan sepi yang merenggutnya masuk kedalam kesendirian dirinya,hal yang sudah ia tutup rapat-rapat setelah hari bersalju itu,setelah keputusan itu ditetapkan.

Satu harapan lelaki itu.

Bahwa ada saat dimana ada seseorang yang membantunya untuk kembali berjalan disisinya dengan menggenggam sela jemarinya yang kosong,mengaliri sebuah kehangatan yang ia dapatkan dari wanita yang telah meninggalkannya. Bahkan,ia harap semuanya lebih.

Tapi,tidak untuk sekarang.

“Apa ada yang membebanimu –“

Ae ri hanya mengulas senyum lalu menggeleng pelan,mereka sama-sama mengamati Yunheo yang baru saja tertidur setelah ikut orang tuanya mengikuti acara amal untuk kesepakatan kerja sama guna menaikkan saham Song corp. yang sedang tak stabil.

“Tidak –Yunheo appa.Hanya beberapa hal kecil tentang Yunheo,aku merasa bersalah karena akhir-akhir ini aku meminta Ye rin yang menjemputnya.Aku terlalu sibuk mengurus perusahaan dan melupakannya.” ujar Ae Ri berdusta,sebuah kebohongan kecil ia mulai. Demi menutupi sebuah fakta bahwa baru saja hari ini ia seakan ditarik kembali ke masa lalu.

Karena, ia merasa bahwa mantan suaminya itu telah menghantuinya.Ilusi lelaki itu terus saja datang dan seakan ingin membunuhnya dan merebut Yunheo darinya.

Namun,ia tak bisa mengatakan itu pada Yunhyeong. Ae Ri tak ingin membebani Yunhyeong lebih banyak lagi.

“Kau bisa membantuku dari rumah,Yunheo eomma.Semua akan stabil –tak usah risau.” ujar Yunhyeong meyakinkan sang istri dengan memberikan sebuah pelukan dan segera dibalas oleh Ae Ri.

“Aku bahagia denganmu dan anak kita.”

“Aku juga,Yunhyeong -ssi.” ujar Ae Ri lalu mencium bibir Yunhyeong yang segera dibalas oleh lelaki itu.

—  LET ME IN —

“Aku pulang!!” seru Eunha bersemangat membuat beberapa teman sekamar kosnya heran bukan main.

“Belum waktu gajian, belum juga sidang kelulusan apa yang membuatmu senang Baek Eunha?”

“Benar,ceritalah pada kami.”

“Biasanya kau pulang dengan kantung dan mata yang menghitam seperti panda.Karena kau terlihat sa–ngat bersemangat hari ini,jadi cerita pada kami.”

“Aku senang karena–‘ ia menggantung ucapannya seraya tersenyum penuh kemenangan kepada orang wanita yang lebih tua darinya ini.Eunha segera menggedikkan bahu lalu berkata “bisa biarkan aku mandi dahulu ‘kan, unni-deul?”

Eunha melompat-lompat kegirangan seraya membasuh mukanya di wastafel toilet. Ia benar-benar tak dapat menutupi ekspresi rasa senang yang membuncah dihatinya hari ini.

Orang yang ia tunggu telah kembali. Dan juga, hasil editan cover majalah untuk edisi bulan depan tak ada revisi ulang.

“Terimakasih atas keberuntungan yang kau berikan,Tuhan.”

***

“Jadi, ceritakan pada kami.”

“Hasil editan cover yang aku buat diterima oleh direktur,bagiku menakjubkan So Won unni dan Ji soo unni.”

Heol?tapi kegembiraanmu lebih dari itu.Itulah yang kami berdua lihat.”

“Hal itu–nanti akan aku ceritakan setelah aku mendapat putusan apa aku bisa mengikuti sidang tahun ini juga.”

“Baiklah,jika kau tak menepatinya traktir kami makan.”

“Baiklah Jisoo unni, kalau begitu aku akan tidur duluan.Selamat malam,unni.”

“Yah,selamat malam.”

Eunha mematikan lampu kamarnya dan menarik selimut dengan gemas,ia membayangkan bagaimana menyenangkannya kejadian hari ini.

Tentu, bukan saat ia bersama tuan lesung pipi tapi karena pertemuannya dengan Baekhyun.

“Aku menepati janjimu,ahjussi–

senyum Eunha yang terukir sejak ia pulang dari kantor hilang begitu ia ingat dengan apa yang Jungyeon katakan.

“..jika Ahjussi itu menganggapmu penting ketika kau dan dia dipertemukan kembali,pasti ia akan mengingatmu. Lalu,jika ia sama sekali tak menganggapmu bukan siapa-siapa ketika kalian dipertemukan ia tidak akan mengingatmu.Karena,baginya kau hanyalah orang asing. Mengerti Baek Eunha?”

Benar. Perkataan Jungyeon sebagai ultimatum untuk dirinya memang tidak salah, dan buktinya Ahjussi tak ingat padanya bahkan menatap Eunha saja tidak.

“Aah,mungkin ia tak sadar jika orang yang ia tabrak adalah kau Eunha.” ia bergumam sendiri.

“..tentu kau bukan lagi anak SMA seperti yang terakhir kali dia lihat. Semuanya tak sama lagi–“

Tentu saja,Eunha sudah menjadi wanita dewasa dengan semangat tingginya,rambutnya agak gelombang tak seperti zaman sekolah yang ia biarkan tergerai begitu saja.

Begitu juga dengan Ahjussi, penampilan lelaki itu mungkin tak jauh berbeda tapi melihat ada seorang yang mengikutinya menandakan bahwa Baekhyun sudah menjadi ‘seseorang’ setelah menghilang selama 5 tahun ini. Hanya satu yang Eunha rasa masih sama dengan apa yang ada pada lima tahun lalu.

Benar.

Netra penuh duka dan luka–sepi yang menemaninya diantara dunia yang begitu bising. Tak ada sinar untuk merasa bahwa lelaki itu hidup memang untuk menikmati jalan yang tak selalu lurus dan mulus ini. Yang ada hanya, sebuah tuntutan untuk bekerja dan terlelap ketika lelaki itu lelah.

Kepala yang selalu tegas menghadap depan, agar orang perlu tahu bahwa dirinya baik-baik saja dibalik luka yang masih belum sepenuhnya pulih atau memang ia tak pernah coba untuk obati.

Tanpa ada rasa benci yang bergejolak,walau tampaknya ia telah disakiti oleh seseorang yang ia selalu cinta entah sampai kapan.

Dan, Eunha sadar yang sejak awal orang yang dimaksud bukan dirinya.

Tetapi orang lain yang telah lebih dulu masuk ke kehidupan Baekhyun jauh sebelum dirinya.

Namun, Eunha selalu bertanya.

Apa Tuhan memberikan hak untuk dirinya agar dicintai Baekhyun?

łæ Let me In æł

Lelaki itu masih serius bermain dengan konsol gamenya, namun tiba-tiba saja ia berhenti dan mengambil ponselnya.

“Hei!kenapa kau tiba-tiba berhenti?”

Seo Jun membanting konsol gamenya karena kesal,hampir ia mencapai kemenangan,dan Kai menggagalkannya. “Seo jun-ah,siapa nama nona editor yang menjemputku?”

Kai mengirim pesan teks untuk menyapa gadis itu,namun tak dibalas juga. Bahkan,dibaca saja tidak.

Kenapa?–aku peringatkan padamu jangan bermain-main dengan bawahanku. Mengerti?”

Seo Jun berkata lalu merebahkan dirinya di sofa, sementara Kai masih sibuk dengan ponselnya menunggu balasan dari gadis itu. “Aku serius kali ini.”

Seo Jun tak langsung percaya mendengar kata-kata Kai yang terdengar bohongnya.

Ia tahu bagaimana Kai memainkan banyak wanita selama mereka berteman hingga lelaki itu pergi dari Korea karena takut ketahuan oleh Ayahnya karena ia telah menandai banyak gadis cantik dan meninggalkannya begitu saja.

“Memang di Jerman tak ada yang lebih cantik dari dia?”

Pertanyaan Seo Jun membuat Kai memutar matanya malas, tentu saja sudah banyak gadis yang ia taklukkan tapi,gadis itu membangunkan rasa penasarannya. Dan, bukan seorang Kim Kai jika langsung menyerah pada seorang gadis yang sudah membuat penasaran.

“Aku sibuk bekerja di Jerman–tentu setelah 8 tahun berlalu aku harus serius terhadap wanita.”

Seo Jun masih mempertahankan keputusannya, lelaki itu tahu bagaimana tipikal Eunha sangat disayangkan jika orang seperti Kai bisa menaklukkan gadis itu,apalagi hanya untuk dipermainkan.  “Dia hanya seorang editor cadangan,gadis itu juga masih menyelesaikan studinya.Cari wanita lain saja.”

“Di universitas mana?”

Seo Jun menutup mulutnya,ia hanya tetap bungkam dan melarang keras Kai mendekati bawahannya itu.

“Umurmu itu terpaut jauh darinya.Aku tak ingin mendengar apapun lagi soal kau akan mengencani bawahanku,arrasseo?”

“Tidak ada yang tahu apa kata takdir Tuhan bukan begitu?”

“Akan kukenalkan gadis lain. Semua karyawanku bukan untuk dipermainkan oleh bajingan sepertimu.”

Kai hanya tertawa mendengar ocehan Seo Jun yang selalu menanggapinya serius.Bagaimanapun ia tahu memang apa yang Seo Jun bilang memang benar,tapi memangnya orang tak dapat berubah?Mendapatkan bawahannya itu saja susah apalagi jika memang ia mendapatkan bawahannya hanya untuk dipermainkan terlalu disayangkan.

Seperti pendapatnya diawal. Akan sulit mendapatkan gadis seperti nona editor yang sama sekali tak terpengaruh dengan pesona seorang Kim Kai.

Dulu,ada seseorang yang mempunyai tipikal sama seperti nona editor. Harga diri tinggi,semangat hidup yang tinggi,terang-terangan tentang semua hal.

‘Kenapa harus menyukai orang dengan tipikal sepertimu, Park Ae Ri?Kenapa kau tidak memilihku saat itu?Kenapa harus Byun Baekhyun.’

Epilog spesial+teaser next chapter!

[Let Me In]

Setiap orang selalu mempunyai alasan untuk berubah,entah ingin semua lebih baik untuk hidupnya atau merasa perlu memperburuk suasana karena semuanya terlihat baik-baik saja.

–“Lalu,apa kau akan balas dendam?”–

–“Aku tidak sama dengan orang lain,daripada balas dendam aku akan melakukan sebuah pembuktian.”–

–“Pembuktian apa maksudmu?”–

Entah untuk memperbaiki hidup atau merusak yang ada. Entah menjadi baik atau menjadi jahat,semua itu alasan manusia berubah.

–“Joo Eun eomma?”–

–“Eomoni..sudah lama tidak bertemu dengan anda.”–

–“Aku mohon,hapus rasa bencimu atas kepergian Joo Eun pada anakku.”–

–“Eomoni aku–“–

–“Aku tak perduli jika kau memang lebih bahagia dengan kehidupanmu yang sekarang.Malah aku bersyukur untuk itu,tapi aku mohon padamu Ae Ri -ssi,kembalikan kebahagiaan Baekhyun.Kau harus tahu,anakku hidup seperti boneka tanpa perasaan sejak kau meninggalkannya.”–

Penilaian manusia tak selalu objek,ada beberapa hal yang mereka amati hanya sebatas subjek saja dan penilaiannya tak selalu absolut, semuanya selalu berubah.

Termasuk cinta.

–“Siapa namamu?”–

–“Song Yunheo”–

–“Oh,Yunheo.Jika kau berkeliaran seperti ini pasti ibu dan ayahmu akan khawatir padamu”–

–“Apa yang kau lakukan,cepat aku tak ingin urusannya berbuntut panjang.”–

–“Ish!kenapa ada orang sekeras batu sepertimu,Ahjussi?”–

–“Pokoknya,jangan menyebrang jalan sendiri,minta tolong pada orang lain,janji pada noona ya Yunheo?”–

–“Aku janji noona.Terimakasih pada Ahjussi yang telah menolongku,noona.Dia sangat baik sebelum noona datang.”–

–“Benarkah?”–

Cinta itu bukan hal pasti, nilainya tak pernah absolut tetapi selalu memiliki hasil yang mutlak, walau hanya untuk segelintir waktu.

–“Oh jadi,namamu Baek Eunha?”–

–“Kau–”–

–“Maaf anakku sedikit mengganggu disini.Apa kau sudah mengenalnya,Eun ha?”–

–“Apa dia anak anda,Profesor?”–

–“Senang bertemu lagi denganmu,Baek Eunha!Tak ada yang tahu takdir Tuhan bukan?”–

–“Aku malah tak ingin melihatmu,Jong In-ssi!”–

Ada beberapa orang yang menutup hatinya karena tak bisa lagi menempatkan orang lain dihatinya selain orang yang pernah ia cinta.

–“Anda mungkin masih mencintainya.”–

–“Tidak Yerin-ssi,tapi ketika ibunya mengatakan hal itu padaku,melukai hatiku.Ini lebih menyakitkan daripada Baekhyun yang mengatakannya.”–

Lalu, ada juga orang yang menutup hatinya bukan karena tak ada alasan.Ia merasa bahwa tak ada lagi orang yang bisa menempati hatinya sama seperti orang yang pernah singgah sebelumnya atau tidak sama sekali.

–“Mana hadiahku!Wang Jackson?”–

–“Selamat atas kelulusanmu,Kim Dahyun!”–

–“Itu adalah hadiahmu.”–

–“Oppa!!aku merindukanmu!”–

Tapi, ada orang yang masih melakukan sebuah hal yang paling enggan manusia lakukan.

–“Bukankah tak ada yang perlu dihapus?”–

–“Ada.”–

–“Tidak ada.Aku tak pernah ada niatan untuk membalas dendam padanya ataupun membencinya.”–

–” kau tak mampu karena kenangan itu masih ada,cinta itu masih ada.”–

–“Berhentilah melakukan hal bodoh seperti menungguku.”–

–“Jangan memintaku seperti itu,Byun Baekhyun-ssi. Semakin kau memintaku untuk menyerah padamu,semakin keras keyakinanku bahwa aku bisa mengisi celah walau hanya sedikit dihatimu.”–

Menunggu.

Menunggu orang yang dicintai,orang yang dulu mencintainya, atau orang yang tak pernah mencintainya sama sekali kembali pulang ke rumahnya masing-masing.

łæ Let me In æł

Bersambung..

CUAP~CUAP

Hai!!!! Ya ampun, rasanya telah lama gak update yaa? Iya emang,aku tahu kok tapi adakah yang menunggu kisah mereka?wah, ada ya semoga aja hehehe. Okde, epilog diatas adalah POV EUNHA (AKA YANG ITALIC) dan yang bold itu ringkasan adegan di chapter mendatang ya, (kek drama-drama korea tuh, tau kan?) uya gtu lah pokoknya.

Jujur,saat giliran freelancer dua minggu lalu aku lupa dan yang minggu lalu laptop kaka rusak, jadi.. yasudahlah akhirnya baru bisa ngirim sekarang, and.. how you feel about this chapter? Well, semoga udah makin banyak yang penasaran yaa soalnya yah, aku rada jarang apdate gitu, jadi takut hilang selera pembacanya sekalian huhuhu, penulisan untuk sekarang OTW CHAPTER 13 dan rencananya sih gak lebih dari 20 chapter karena aku harus menyelesaikan fic lainnya yang belom kelar wkwkwkwk

Oiya, buat album THE WAR lagunya enak meski rada keluar dari musiknya EXO dan aku suka sama WALK ON MEMORIES dan THE EVE, kalo KO KO BOP –aku gtu gak suka pas bagian yang berisiknya itu lho.. padahal lagunya udah asoy serasa lagi apa gtu~ bikin nyelow gtu dah, duh author mulai ngaco nih udah yaa cuap-cuap gak gunanya wkwkwk. Anyeong. KEEP HEALTH AND JOY  YOUR LIFE

22/7/2017 – warm hug, RHYK

Iklan

9 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] LET ME IN 7: FOOLS LOVE

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] LET ME IN (Chapter 11) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] LET ME IN (Chapter 10) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 9) | EXO FanFiction Indonesia

  4. Yeeyyy akhirnya update juga 😍😍😍😍😍 kenapa engga ditaro di wattpad kaa ? BAEK SEMANGAT !!!!! FOR EUNHA BERJUANGLAH, HAPUS AERI DARI HATI BAEKHYUN!!!!! AKU PADAMU EUNHA😘😘😘😘😘💪💪💪💪💪💪

    • Yey ada yang nunggu juga wkwkwk
      Bakal update di wattpad mungkin nanti.. Baru ada planing aja wkwkwk sabar aja yhaa
      Pendukung Eunha.. Yha tungguin aja deh yaaa oke okemakasih udh baca 😉

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s