[FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 9 — IRISH’s Tale

|   Depression (눈물병)   |

|   based on CLC`s Song Title   |

— Depression`s Prompt Ficlet Fiction(s) —

|   EXO`s Baekhyun   x  Red Velvet`s Yeri   |

|   Melodrama x Life   |   Ficlet   |  PG-17   |

2017 © Little Tale Created by IRISH

‘It hurts, but I’ll pretend it doesn’t’

Related to: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Cinta itu buta, Yeri percaya ungkapan itu sekarang. Setelah dia sendiri mengalaminya. Ya, Yeri terjebak cinta buta yang menyakitinya. Mencabik rasa yang telah ia simpan selama enam tahun pada seorang pemuda terpaut tujuh tahun dengannya.

Yeri pikir, usianya terlalu belia untuk merasakan cinta monyet kala itu, pada seorang Byun Baekhyun yang telah membuat hari-harinya begitu sempurna selama enam tahun ini. Tapi ternyata, yang Yeri rasakan bukan sekedar cinta kanak-kanak semata.

Sampai usianya sekarang yang menginjak sembilan belas tahun, dia masih juga merasakan rasa yang sama pada Baekhyun. Padahal pria itu telah duduk dengan bangga di bangku manajer sebuah perusahaan. Dia digelimangi harta, dikelilingi wanita, harapan Yeri untuk membuat Baekhyun benar-benar berpaling padanya seolah sirna sudah.

Tapi, Yeri masih juga cinta buta pada pria itu. Sebab, Baekhyun telah membohonginya selama enam tahun ini. Berkata bahwa hanya Yeri yang bisa ada di hatinya padahal semua itu adalah dusta. Dan ya, Yeri jatuh cinta pada kebohongan itu.

“Kita akan melakukannya lagi malam ini?” tanya Yeri saat didengarnya Baekhyun menyelipkan satu kalimat penuh hasrat ketika pria itu menyesap aroma tubuh Yeri pagi ini, saat Baekhyun mengantarkan Yeri ke hari pertamanya di universitas.

“Iya, sayang, aku begitu rindu tidur denganmu.” Yeri tersipu mendengarnya. Dia sudah tahu, resiko jika menaruh hati seutuhnya pada tangan seorang pria seperti Baekhyun mungkin saja seperti ini.

Dan resiko itu sudah Yeri ambil dua tahun lalu, saat dia membiarkan Baekhyun merebut hal paling berharga yang seharusnya ia jaga sebagai seorang perempuan. Tapi Yeri tidak menyesal, yang ada dia malah merasa bangga. Bagaimana pun, Baekhyun lah yang telah melakukan hal itu padanya. Dan Yeri senang karena hal itu.

“Tapi katamu kau ada janji makan malam dengan Taeyeon.” Yeri berucap, teringat pada wanita yang berstatus sebagai kekasih Baekhyun di perusahaannya. Satu lagi rasa sakit yang terus Yeri terima selama enam tahun, adalah fakta bahwa Baekhyun adalah seorang pria yang haus kasih sayang.

Puluhan kali Yeri ketahui pria itu telah berganti wanita di sampingnya, tapi tidak satupun wanita itu bisa membuat Yeri mundur dan mengambil kembali hatinya yang sudah dia berikan pada Baekhyun.

Yeri percaya, kalau ketulusannya akan berbuah manis. Padahal belum tentu seperti itu.

“Dia tidak memperlakukanku sepertimu, Yeri.” aih, kalau Baekhyun sudah bicara begitu, apa yang tidak akan Yeri berikan pada si pria untuk menyenangkannya?

Orang-orang pikir, Yeri mungkin bodoh. Hanya saja, mereka tidak tahu apa yang sudah Yeri lakukan dengan Baekhyun jadi mereka tidak bisa mengatai Yeri bodoh. Mungkin juga, mereka akan mengatakan kalau Yeri adalah seorang wanita gampangan, substitusi dari hasrat tak tersampaikan yang Baekhyun simpan dan tak bisa diluapkannya pada wanita lain selain Yeri.

Bisa jadi orang mengira kalau Baekhyun hanya butuh tubuh Yeri saja. Tapi tidak, Yeri tidak berpikir begitu. Baekhyun membutuhkannya, Yeri percaya itu. Sebab, kemana pun Baekhyun pergi pria itu secara otomatis selalu mengabsen kegiatan Yeri, mencari-cari Yeri kalau tidak ditemukannya Yeri di apertemen—mereka tinggal satu rumah sejak akhir tahun lalu, omong-omong.

“Baiklah, tapi jangan sampai terlalu larut malam, oke? Aku harus datang pagi besok.” ucap Yeri, mengerucutkan bibirnya mengingat bahwa besok dia akan menghadapi hari yang cukup berat di kampusnya.

“Tentu saja tidak, sayang,” Baekhyun mengecup pelan bibir Yeri, mengusap puncak kepala Yeri seolah berusaha merebut kepercayaan Yeri padanya.

“Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu.” Yeri berucap, dia lepaskan seatbelt yang sejak tadi masih melintang di tubuhnya, sebelum kedua lengannya ia lingkarkan di leher Baekhyun, ia peluk erat pria itu seolah sewaktu-waktu bisa saja Baekhyun secara tiba-tiba direnggut darinya sehingga Yeri tak akan punya kesempatan untuk memeluk lelaki itu lagi.

“Aku mencintaimu, Baekhyun,” lirih Yeri berkata. Ada rasa sakit yang terselip dalam kalimatnya,sebab Baekhyun tak pernah membalas kata cinta itu. Si pria telah menidurinya, berulang kali, bahkan memanggilnya sayang, dan tinggal serumah dengannya.

Tapi tak pernah ada kata cinta yang lolos dari bibir Baekhyun. Yeri tahu jelas kalau dia sedang dimanfaatkan. Tapi Yeri tidak mau tahu. Dia tidak peduli kalau saja di luar sana Baekhyun tidur dengan wanita lain, atau mungkin saat Baekhyun tidak pulang berhari-hari, pria itu tidur di rumah wanitanya.

Yang jelas saat kembali, Baekhyun masih membutuhkan Yeri, masih mencari eksistensi Yeri untuk memenuhi hasratnya yang tak bisa sewaktu-waktu ia luapkan pada wanita-wanita yang berstatus sebagai wanitanya.

“Aku tahu, Yeri, aku tahu kau mencintaku.” selalu, itu yang Baekhyun katakan tiap kali Yeri mengutarakan cinta padanya. Apa kata cinta sudah terlalu muluk untuk Baekhyun dengarkan?

Apa pria itu sudah muak mendengarnya dari Yeri? Atau mungkin Baekhyun pikir ucapan Yeri semata-mata hanya delusi lantaran terlalu lama menjadi ‘mainan’ yang Baekhyun miliki dan jaga dengan obsesif?

Tapi sekali lagi, Yeri tidak apa-apa. Dia sudah terbiasa diperlakukan begini. Dan selama ini Baekhyun tidak pernah berusaha dengan kentara melukainya. Saat mereka berpapasan ketika Baekhyun tengah bersama dengan wanitanya, Baekhyun pasti menjaga jarak dengan wanita itu supaya Yeri tidak merasa sakit saat melihat mereka.

Walaupun rasa sakit itu tetap ada, tapi Yeri pura-pura merasa baik-baik saja. Karena selain selalu ada untuk Baekhyun, berpura-pura adalah kemampuan Yeri yang dikuasainya dengan baik.

“Aku akan menjemputmu nanti.” Baekhyun lagi-lagi menyarangkan kecupan kecil di bibir Yeri.

“Baiklah, aku akan menunggumu.” Yeri kemudian beranjak turun dari mobil gelap milik Baekhyun.

Dia tahu, Baekhyun tidak pernah membuktikan ucapannya tentang menjemput Yeri. Karena pria itu selalu saja lupa, ya, Yeri tahu di jam-jam saat Yeri pulang, pria itu pasti tengah bersama dengan wanitanya. Dan Yeri tak mau ambil pusing dengan hal itu. Dia tidak harus memiliki hati Baekhyun untuk bisa bahagia. Bagi Yeri, cinta itu bisa disebut sebagai cinta yang menyenangkan bahkan jika hanya satu orang yang menaruh hati.

Lagipula, Yeri bisa pulang sendiri dari kampus, dia bisa menunggu Baekhyun di apertemennya selagi membayangkan kesenangan apa yang malamnya akan Baekhyun berikan kepadanya. Begitulah cara Yeri mencintai, begitu pula cara dia memandang dan beranggapan tentang cinta itu.

Bukankah pandangan Yeri tentang cinta begitu sederhana?

FIN

IRISH’s Fingernotes:

Ya ampun, kurindu sama couple satu ini, dan rindu Baekhyun jadi makhluk fiktif, tapi sayang di sini dia enggak jadi makhluk fiktif, LOLOL. Eh, omong-omong ya, kok diriku semacam bersemangat banget buat bikin Yeri tersiksa di sini. Kalau enggak inget ini series ficlet, mungkin cerita mereka bakal jadi oneshot karena semangatnya ngejadiin Yeri sosok tersiksa /jiwa saikopat balik dot kom/

Tapi terus aku inget kalo Yeri itu masih adek unyu-unyu yang keunyuannya harus dijaga meskipun dia semakin unyu banget, dan Baekhyunnya semakin vangsat banget… kenapa makin kesini mereka makin shipable? T.T

Dan karena senengnya ngepairingin Baekhyun sama Yeri, akhirnya kokoro ini enggak sanggup kalo harus ngejodohin Baekhyun sama idol lainnya padahal bias cewek juga bejibun… entahlah, berkat ngebuat mereka jadi pasangan di salah satu fiksi berchapter aku jadi super seneng ngejodohin mereka berdua, LOLOL.

Nah, kiranya sekian dariku, series Depression kurang tiga lagi dan bisa kelar (alhamdulillah!) dan semoga aja bisa segera kelar biar di folder fanfiksi aku di laptop bisa tutup buku alias aku tutup folder dan enggak bikin utang fanfiksi makin bejibun, huhu.

Sekian dariku~ XOXO, Irish.

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

Iklan

4 pemikiran pada “[FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 9 — IRISH’s Tale

  1. Ping balik: [AFTERWORD] DEPRESSION (눈물병) — IRISH | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s