[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife – (Chapter 20)

the perfect wife.jpg

THE PERFECT WIFE

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol (EXO), Eun ji (A-PINK), Sehun (EXO), Bam Bam, (GOT 7) Junior (GOT 7)

Additioanal Cast : Yeri (RED VELVET), Joy (RED VELVET), Min ho (SHINEE), Krystal (FX)

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan saat pembuatan ff ini.

SUMMARY :

Kim Eun Ji adalah gadis berusia 22 tahun yang menghabiskan waktunya untuk selalu bekerja dan belajar. Namun ia tak menyangka akan menjadi seorang ibu bagi empat pria.

Chapter 20th

_

Setelah kelas selesai, Eun ji segera pulang ke Rumah untuk membuat makananan. Saat sampai di Rumah, ia langsung pergi menuju dapur. Namun ada masalah yang mengganggunya, ia bingung harus memasak makanan apa. Jadi Eun ji memutuskan untuk mensearching di internet. Saat sedang sibuk menatap layar ponselnya, tiba – tiba saja Sehun mengejutkannya.

“Hei noona !” teriak Sehun

“Aigoo ..” terkejut Eun ji

“Kau sedang apa disini ?” tanya Sehun

“Kau mengagetkanku. Kau tidak lihat aku ingin memasak” jawab Eun ji dengan wajah juteknya.

“Baiklah, maafkan aku”

“Okay, aku maafkan”. Eun ji kemabali menatap layar diponselnya.

“Kau sedang melihat apa ?”

“Aku ingin mencari resep makanan yang enak di internet, tapi dari tadi aku tidak menemukannya”

“Untuk apa kau mencari resep makanan di internet, sampai kau lulus kuliah kau tidak akan menemukan resep makanan itua”

“Aku tau kau pintar, dan aku memang bodoh”

“Kenapa sekarang kau malah merendahkan dirimu, aku hanya bercanda saja tadi. Baiklah. Bagaimana kalau aku membantumu memasak, tapi kamu mau memasak untuk siapa ?”

“Untuk suamiku, aku akan membuat dan mangantarkannya sendiri kepada suamiku”

“Itu hal yang sedikit sulit, tapi aku bisa membantumu. Bagaimana kalau kita membuat Bulgogi dan nasi hias”

“Aku tidak tau bagaimana cara membuatnya”

“Kau hanya perlu membuat nasi hiasnya, lalu aku yang akan membuat Bulgoginya. Kau mengerti ?”

“Tidak, aku tidak tau bagaimana cara membuat nasi hias”

“Kau hanya perlu merebut sayuran, lalu menghias nasinya dengan sayuran itu. berusahalah untuk berkreasi”

“Baiklah, aku akan mencobanya”

Eun ji segera mengambil sayuran dari dalam kulkas, namun bukannya mencuci sayuran itu sebelum dimasak. Eun ji malah langsung merebus didalam panci, sehingga hal itu membuat Sehun menjadi marah.

“Noona, kau seharusnya mencuci sayurannya dulu sebelum direbus” protes Sehun yang langsung mematikan kompor lalu segera mencuci sayuran itu.

“Maaf, aku kan tidak tau. Aku kira tidak usah dicuci”

“Baiklah, sekarang kau potong saja dagingnya. Biar aku saja yang mencuci sayurannya”. Eun ji segera mengambil talenan dan pisau, namun ia bingung bagaimana cara memotong daging itu. Saat Eun ji mencoba mengirisnya, daging itu tidak mau teriris.

“Kenapa dagingnya susah sekali diiris”. Eun ji terus mencoba mengiris daging itu, namjn karena tangannya sudah lelah. Gadis itu langsung meminta bantuan dari adik iparnya. “Sehun –ah, aku tidak bisa memotong dagingnya. Keras sekali”.

“Bagaimana mungkin dagingnya sulit diiris” Sehun langsung mengambil pisau yang ada ditangan Eun ji, dan ketika melihat pisau itu. Wajah Sehun terlihat sangat putus asa. “Pantas saja dagingnya susah diiris, kau terbalik menggunakan pisaunya”.

“Ternyata pisaunya terbalik. Maaf aku tidak menyadari hal itu”

“Baiklah, biar aku saja yang memotong daging ini. Sekarang kau masukan sayuran yang sudah aku potong kedalam panci”. Eun ji segera mengambil panci, lalu memasukan potongan sayuran tersebut. “Aku sudah memasukan sayurannya, setelah itu apa ?”.

“Kau tambahkan air kedalam panci, lalu langsung direbus”

“Baiklah”

Eun ji segera menambahan air kedalam panci, lalu merebusnya. Namun karena terlalu banyak air didalam panci itu, sehingga menyebabkan airnya luber saat mendidih. Eun ji tidak meyadari hal itu, karena ia lebih memilih untuk menatap layar ponselnya. Tapi tidak lama kemudian, akhirnya Sehun lah yang menyadari hal itu. Ia segera mematikan kompor tersebut.

“Noona, kau tidak sadar dari tadi airnya luber. Apakah kau mau membakar rumah ini, eoh ?”

“Maaf, tadi aku sedang bermain game. Jadi aku tidak menyadarinya”

“Sekarang lebih baik kau menyiapkan tempat makannya. Biar aku yang memasak”

“Baiklah, tapi apakah aku tidak bisa membantumu memasak ?”

“Kau bisa, tapi kau tidak mampu melakukannya. Sudahlah siapkan saja tempat makannya”. Mendengar perkataan Sehun, membuat Eun ji merasa tidak berguna.

“Baiklah aku akan menyiapkan tempat makannya”. Wajah Eun ji terlihat bersedih, karena tidak tega. Sehun mencoba untuk menghiburnya.

“Kau bisa menghias nasinya nanti, soalnya aku tidak begitu pandai dalam hal menghias”. Eun ji langsung menoleh kearah Sehun sambil tersenyum.

“Baiklah, aku akan menghias nasinya nanti”

Setelah semuanya sudah dimasak, Sehun segera memanggil noonaya.

“Eun ji –ah, aku sudah selesai masak. Kau bisa menghias nasinya sekarang”. Eun ji langsung berdiri dari kursi, dan segera mengambil nasik beserta dengan sayurannya.

Gadis itu bingung akan melukis apa dinasi tersebut. Karena masakan ini khusus untuk suaminya, Eun ji memutuskan akan melukis wajah Chanyeol dinasi itu. tiga puluh menit berlalu, akhirnya Eun ji selesai menghias nasi itu. Lalu segeralah ia menunjukan hasil karyanya pada Sehun –ah.

“Sehun –ah, lihatlah hasil karyaku” Eun ji langsung menunjukan hasil karyangnya pada Sehun. Namun bukannya memberi pujian, Sehun malah tertawa terbahak – bahak.

“Hahahaha …”

“Kau kenapa ?, apa ada yang salah dengan masakannya ?”

“Tidak, tapi sejak kapan dagu hyungku jadi panjang”

“Sejak aku yang membuatnya, sudahlah jangan mengejekku terus. Aku bukanlah seorang seniman ataupun chef yang handal, aku adalah istri dari Park Chanyeol”

“Baiklah, aku mengerti”

“Yaudah, aku pergi dulu. Terima kasih karena kau sudah membantuku, entah apa yang akan terjadi jika kau tidak membantuku”

“Kalau aku tidak membantumu, aku yakin pasti dapur ini akan terbakar”

“Baiklah, sampai jumpa” Eun ji langsung pergi menuju Cafe. Namun karena ada firasat yang buruk, Sehun segera menyusul noonanya. Beruntung saat itu, Eun ji masih ada didepan rumah.

“Noona, bagaimana kalau aku mengantarmu ?” tanya Sehun

“Tidak perlu, aku bisa pergi sediri” jawab Eun ji

“Tapi bukannya lebih cepat jika aku antar. Sudahlah, lebih baik aku mengantarmu saja”. Sehun langsung menarik tangan noonanya masuk kedalam mobil yang sydah terparkir didepan rumahnya.

Ditengah perjalanan, Eun ji terus saja senyam – senyum sendiri. Entah apa yang tengah dipikirkan olehnya, namun hal itu membuat Sehun merasa ketakutan.

“Noona, kau jangan senyam – senyum sendiri. Dari tadi bulu kudukku terus merinding” ucap Sehun yang tengah menyetir mobil.

“Memangnya tidak boleh, aku selalu seperti ini jika sedang merasa senang” jawab Eun ji

“Tapi kau menggangguku”

“Iya, maafkan aku Sehun –ah”

Sehun hanya tersenyum kecil ketikan melihat Eun ji meminta maaf padanya. Tidak lama kemudian, tiba – tiba saja ban mobil yang mereka kendarai bocor. Sehun segera menghentikan laju mobilnya, dan langsung memeriksa ban mobilnya.

“Apa yang terjadi ?” tanya Eun ji

“Bannya bocor” jawab Sehun

“Lalu bagaimana ?”

“Kau bisakan kesana sendirian, lagipula ini sudah dekat. Biar aku mengganti bannya dulu”

“Tidak apa – apa, jika aku meninggalkanmu”

“Tidak kok, sudahlah kau pergi saja”. Eun ji segera pergi menuju Cafe suaminya

Setelah sudah dekat di Cafe, Eun ji terlebih dahulu merapihkan rambutnya. Karena ia ingin tampil cantik didepan suaminya. Gadis itu sudah membayangkan bagaimana Chanyeol akan berterima kasih padanya, walaupun makanan ini bukanlah hasil masakannya sendiri. Eun ji tetap merasa bangga. Saat ia sudah tiba didepan Cafe, Eun ji melihat Chanyeol yang tengah berbincang dengan seorang wanita cantik didalam tempat itu. Namun tiba – tiba saja suaminya mendekatkan wajahnya ke wajah wanita tersebut.

Dan tidak disangka Chanyeol langsung mencium wanita itu. Eun ji terkejut melihat hal tersebut, bahkan makanan yang ia bawah langsung jatuh ketanah. Gadis itu bingung harus melakukan apa, ia benar – benar tidak bisa berkata – kata. Bahkan setetes demi setetes air matanya keluar. Namun Eun ji mencoba untuk menahannya.

“Aku tidak boleh menangis, mungkin Chanyeol oppa memang sudah tidak menyukaiku lagi. Baiklah aku akan pulang saja”. Eun ji langsug pergi meninggalkan Cafe itu. Namun ia tidak menyadari jika Krystal melihatnya.

Begitu Eun ji pergi, Chanyeol baru menjauhkan wajahnya kembali dari depan wajah wanita itu. Rupanya ia sengaja mendekatkan wajahnya untuk meniup mata Krystal yang kelilipan. Tapi bila dilihat dari luar, kedua orang itu seperti sedang berciuman karena mereka duduk saling berhadapan.

“Terima kasih” ucap Krystal sambil tersenyum

“Iya sama – sama, lain kali kau jangan memakai maskara terlalu banyak” balas Chanyeol.

“Iya. tapi tadi aku melihat seorang wanita berdiri didepan pintu”

“Wanita ?. Kenapa bisa ada wanita didepan pintu”

“Aku juga tidak tau, tapi wajahnya sangat kaku”

“Mungkin wanita itu ingin masuk, tapi dia malu”

“Mungkin wanita itu adalah temanmu”

“Aku tidak tau, sudahlah lupakan saja”

Tidak lama kemudian Sehun tiba di Cafe tersebut. Pria itu melihat banyak makanan yang berserakan didepan Cafe hyungnya. Lalu ia segera masuk kedalam Cafe. Saat Sehun masuk kedalam tempat itu, ia melihat Krystal tengah duduk. Kini firasatnya memang benar, jika Krystal tengah berada di Cafe hyungnya. Dan Eun ji pasti melihat kedekatakan diantara hyungnya dengan Krystal. Lalu pria itu segera menghampiri Krystal.

“Kau sedang apa disini ?” tanya Sehun

“Aku sedang menunggu hyungmu, dia lagi ganti baju” jawab Krystal

“Apakah kau tadi melihat seorang gadis ?”

“Iya, tadi aku melihatnya. Memangnya kenapa ?”

“Tidak, aku hanya ingin tanya saja. Lalu dimana gadis itu ?”

“Aku tidak tau, dia langsung pergi”

“Lalu kenapa matamu merah ?”

“Tadi mataku kelilipan bulu mata, dan untungnya Chanyeol oppa meniup mataku”

“Jadi hyung meniup matamu. Baiklah aku pergi dulu”. Sehun langsung meninggalkan tempat itu, dan bergegas mencari Eun ji.

 

_

 

Karena bingun harus pergi kemana, Eun ji memutuskan untuk pergi ke Rumah bibinya. Gadis itu terlihat seperti orang yang baru saja keluar dari Rumah Sakit, wajahnya kusam dan matanya juga bengkak. Bahkan rambutnya berantakan. Banyak orang yang memperhatikan Eun ji saat ia tengah diperjalanan menuju Rumah bibinya.

Saat tiba disana, Eun ji segera mengetuk pintu Rumah bibinya. Tidak lama kemudian pintu itu langsung terbuka. Wajah bibi terlihat bingung ketika melihat kehadiran Eun ji.

“Kau baik – baik saja ?” tanya bibi

“Iya, aku baik – baik saja” jawab Eun ji

“Apakah kau tidak tidur semalam, matamu bengkak”

“Aku memang tidak tidur semalam. Bibi bolehkan aku menginap disini”

“Tentu saja boleh, ayo masuk”. Eun ji segera masuk kedalam Rumah bibinya. Karena wajah Eun ji terlihat kusam, bibi menyuruh gadis itu untuk mandi. Lalu segeralah Eun ji mandi.

Setelah setengah jam berlalu, barulah Eun ji keluar dari dalam kamar mandi. Namun tetap saja wajahnya terlihat kusam. Lalu bibi segera menyuruh Eun ji untuk makan. Disaat tengah makan, Eun ji terus saja menatap makanan itu. Bahkan ia sama sekali tidak menyentuh sendoknya. Hal itu membuat bibi menjadi bingung.

“Kau kenapa tidak makan ?” tanya bibi

“Aku tidak lapar” jawab Eun ji dengan nada pelan

“Apa kau sakit ? kita kedokter saja kalau memang kau sakit”

“Tidak perlu bibi, aku baik – baik saja”

“Yasudah, kalau begitu makan makananmu”

“Aku tidak lapar. Aku hanya ingin istirahat”. Gadis itu langsung pergi menuju kamarnya.

“Apa yang sebenarnya terjadi dengan gadis itu” ucap bibi didalam hatinya

Saat tengah malam, bibi keluar dari kamar untuk mengambil air minum. Namun saat ia melewati kamar Eun ji, bibi mendengar suara tangisan. Karena khawatir wanita setengah baya itu langsung masuk kedalam kamar Eun ji. Bibi terkejut melihat keponakannya tengah menangis, lalu ia segera memeluk Eun ji.

“Kau kenapa ?” tanya Bibi sambil memeluk Eun ji

“Hiks .. dia telah menghianatiku bibi” jawab Eun ji sambil menangis

“Siapa yang telah menghianatimu ? beritau aku”

“Chanyeol oppa, dia mencium seorang wanita di Cafenya”

 

“Dia mencium wanita, bagaimana bisa itu terjadi ?. Lalu kenapa kau tidak menampar wajahnya, seharusnya kau tampar wajahnya”

 

“Aku tidak bisa melakukannya, aku bingung”

 

“Apa kau ada masalah dengannya ? beritau aku”. Eun ji segera menceritakan semuanya kepada bibi. Setelah mengetahui yang sebenarnya, bibi mencoba untuk menasihati Eun ji. “Mungkin suamimu salah paham padamu, lebih baik kau segera menceritakan yang sebenarnya padanya”.

“Aku tidak yakin, sepertinya kami akan segera bercerai”

“Kau tidak boleh berkata seperti itu. Kau harus segera berbaikan dengan suamimu. Pokoknya besok kau harus bertemu dengannya”

“Tidak, aku tidak bisa bertemu dengannya nesok. Aku ingin tinggal satu hari lagi disini, dan memikirkan jalan keluar dari masalahku ini”

“Baiklah. Tapi kau harus janji untuk tidak menangis lagi”

“Iya aku janji”

Eun ji merasa lebih baik setelah bibi menghiburnya. Kini gadis itu bisa memikirkan jalan keluar untuk masalahnya, namun ia masih merasa sedih. Padahal Eun ji tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya, ia juga tidak pernah menangisi seorang pria. Sepintas terpikirkan oleh Eun ji untuk segera menyelesaikan perjanjiannya, agar ia secepatnya bisa bercerai dari Chanyeol.

Sekarang Eun ji sudah menemukan jalan keluarnya. Ia akan menyelesaikan perjanjiaanya, lalu segera bercerai dari pria itu. Namun selama Eun ji menyelesaikan perjanjiannya, ia akan berjaga jarak dengan Chanyeol. Bahkan ia akan membuang perasaannya terhadap pria itu. Eun ji akan kembali menjadi dirinya kembali. Dirinya yang tidak pernah putus asa, dan selalu menjadi gadis kuat.

“Namaku bukan lagi Park Eun Ji, tapi Kim Eun ji” ucap Eun ji

 

 

_*_

 

 

Dipagi harinya Chanyeol terbangun. Pria itu langsung bersiap – bersiap untuk pergi menuju Cafe nya. Ia tidak terlihat khawatir sama sekali, padahal istrinya tidak pulang tadi malam. Setelah bersiap – siap, Chanyeol segera pergi menuju ruang makan. Nampak ketiga adiknya tengah makan, namun saat ia datang ketiga pria itu menoleh kearahnya.

“Hyung, dimana noona ?. Dari tadi semalam aku tidak melihatnya” tanya Junior

“Dia sedang menginap di Rumah temannya” jawab Chanyeol sambil menarik kursi untuk didudukinya.

“Aku sudah pergi ke Rumah temannya, tapi noona tidak ada disana” balas Sehun sambil menatap wajah hyungnya.

“Dari mana kau tau kalau istriku tidak ada di Rumah temannya. Atau jangan – jangan kau tau keberadaan Eun ji –ah” ucap Chanyeol yang juga menatap wajah adiknya.

“Hyung, kau saja tidak tau keberadaan noona. Apalagi aku yang hanya adik iparnya. Kau kemana saja sampai tidak tau keberadaan istrimu sendiri”

“Aku yakin istriku pasti baik – baik saja sekarang. Jadi kalian tidak perlu menghawatirkannya”. Chanyeol segera makan setelah mengatakan hal itu. Namun berbeda dengan ketiga adiknya, mereka memilih untuk meletakan sendok dan garpunya diatas meja.

“Bagaimana kau bisa bilang jika noona baik – baik saja, padahal kau tidak tau dimana keberadaannya sekarang” ucap Junior yang terlihat mulai marah.

“Aku yakin istriku pasti ada dirumah temannya, jadi kalian tidak perlu khawatir” balas Chanyeol.

“Kau bahkan tidak pantas bilang jika noona adalah istrimu”. Setelah mendengar ucapan Sehun, Chanyeol langsung berdiri dari kursinya.

“Kau tau apa tentang Eun ji –ah. Dan kalian juga tidak tau kan, dari mana noona kalian itu berasal” ujar Chanyeol. Namun tiba – tiba saja Sehun berdiri dari kursinya dan langsung memukul wajah hyungnya.

“Kau memang pria yang tidak tau diri. Kau tidak pantas untuk noona” ucap Sehun yang terlihat marah. Namun Chanyeol hanya tersenyum sambil memegang ujung bibirnya yang memar.

“Lalu siapa yang pantas untuknya !!” teriak Chanyeol yang langsung memukul wajah adiknya. Bam bam dan Junior segera membantu hyungnya. Karena merasa kesal dengan tindakan Chanyeol Junior langsung memukul wajah hyungnya.

“Kau tidak pantas untuknya !” teriak Junior. Chanyeol tertawa saat mendengar ucapan adiknya.

“Junior –ah, kau bilang apa tadi ?” tanya Chanyeol

“Kau tidak pantas untuknya. Kau tau kan, sekarang noona tengah hamil” sahut Junior

“Hamil ?, kau yakin noonamu itu hamil. Kau harus tau, jika noonamu itu tidak hamil, karena dia menggugurkan kandungannya”. Bam bam langsung menoleh kearah hyungnya saat mendengar perkataan itu. Bahkan Junior menjadi bungkam.

“Noona menggugurkan kandungannya, bagaiman hal itu bisa terjadi ?” ucap Bam bam.

“Itu bisa saja terjadi, karena noona kalian melakukannya dengan sengaja” balas Chanyeol.

“Aku tidak percaya padamu”. Junior langsung pergi setelah mengatakan hal itu pada hyungnya.

“Kalau hyung tidak mau mencari keberadaan noona, biar kami saja yang mencarinya” ucap Bam bam yang segera meninggalkan tempat itu.

Hanya ada Sehun dan Chanyeol didalam ruangan itu. Mereka saling bertatapan satu sama lain.

“Kau akan menyesali tindakanmu ini, dan akan aku pastikan kau benar – benar menyesali ini” ucap Sehun yang segera pergi meninggalkan hyungnya. Chanyeol hanya tersenyum kecil.

 

_*_

 

Dipagi harinya Eun ji bergegas pergi menuju Kampus. Setibanya disana, dosen Park langsung masuk kedalam kelas. Selama pelajaran berlangsung, ponsel Eun ji terus saja berdering. Rupanya Sehun yang telah menghubunginya berulang – ualng kali. Setelah kelas selesai, Eun ji segera pergi menuju Cafe suaminya. Baru saja ia turun dari bus, gadis itu harus melihat suaminya yang tengah berpelukan dengan wanita lain.

Chanyeol terlihat sangat menyayangi wanita itu, bahkan ia mengelus – elus kepala wanita tersebut. Hingga Chanyeol sadari, bahwa Eun ji melihat kearahnya. Pria itu segera melepaskan Krystal dari pelukannya. Lalu Eun ji berjalan mendekat kearah suaminya. Saat berada dihadapan Chanyeol, Eun ji menyapa pria itu sambil terseyum.

“Annyeonghaseyo Chanyeol –ah” sapa Eun ji sambil melambaikan tangannya

“Kenapa kau bisa ada disini ?” tanya Chanyeol yang terlihat kebingungan

“Aku tadinya mau mengajakmu makan siang bersama, tapi sepertinya kau sedang sibuk” balas Eun ji sambil melirik Krystal.

“Kau siapanya Chanyeol oppa ?” tanya Krystal.

“Dia adalah ..” ucapan Chanyeol terpotong oleh Eun ji

“Aku adalah temannya. Namaku Kim Eun ji, senang bertemu denganmu” sambung Eun ji sambil mengulurkan tangannya.

“Namaku Krystal” balas Krystal yang hanya tersenyum saja. Karena gadis itu tidak mau berjabat tangan, Eun ji segera menurunkan tangannya.

“Sepertinya tidak baik kalau kita bicara disini. Chanyeol –ah, bagaimana kalau kita mengobrol didalam Cafe mu saja” ucap Eun ji sambil tersenyum.

“Baiklah” balas Chanyeol.

Saat mereka tengah berada didalam Cafe. Chanyeol terlihat kaku, bahkan ia sama sekali tidak berkutik. Berbeda dengan Eun ji, ia terlihat sangat senang. Bahkan gadis itu terus saja bertanya hal – hal aneh kepada Krystal dan Chanyeol.

“Apakah kalian berteman ?” tanya Eun ji

“Kami berteman sejak kecil” jawab Krystal sambil menatap Chanyeol

“Sudah kuduga, soalnya kalian terlihat sangat dekat sekali. Bahkan kalian tidak malu berpelukan ditempat umum” ucap Eun ji

“Kami sering melakukan hal itu saat di Amerika, jadi kami tidak merasa malu” balas Krystal

“Oh .. begitu. Chanyeol –ah, kenapa kau diam saja ?” ucap Eun ji sambil menatap pria itu.

“Aku hanya bingung mau berkata apa” sahut Chanyeol yang mulai berkeringat dingin.

“Kau hanya perlu bicara saja. Tapi kenapa wajahmu memar ?” tanya Eun ji

“Tadi pagi seseorang memukul wajahnya, makanya wajahnya jadi memar” sahut Krystal

“Aku bertanya pada Chanyeol –ah, bukan padamu” balas Eun ji

“Kau tidak perlu bertanya padanya, kau bisa bertanya padaku”

“Aku sudah banyak bertanya padamu, sekarang gentian kau yang harus bertanya padaku”

“Sejak kapan kau dan Chanyeol oppa berteman ?”

“Baru beberapa bulan, tapi kami jarang bertemu belakang ini. Karena Chanyeol –ah sangat sibuk, bahkan saat pagi hari aku tidak pernah melihatnya begitu juga saat malam hari”Eun ji berbicara sambil melirik kearah suaminya.

“Chanyeol oppa memang sibuk, tapi dia masih bisa bertemu denganku. Bahkan belakang ini kita sering makan malam bersama”

“Sepertinya kalian pasangan yang serasi. Segeralah kalian berkecan”. Saat mendengar ucapan Eun ji, Chanyeol langsung berdiri dari kursinya dan langsung menarik tangan Eun ji keluar dari Cafe itu.

Saat mereka berada diluar, Eun ji langsung melepaskan tanganya dari genggaman suaminya.

“Kenapa kau menarik tanganku ?” ucap Eun ji sambil menatap sinis kearah suaminya

“Untuk apa kau bicara seperti itu ?” tanya Chanyeol

“Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, memangnya salah” jawab Eun ji

“Lalu kemana saja kau ?”

“Aku pergi ke Rumah bibiku, soalnya aku bosan”

“Kau harus izin padaku, kalau kau ingin menginap dirumah bibimu atau temanmu”

“Kalau aku tidak mau, bagaimana. Lagipula apa untungnya untuku. Kau juga tidak memperdulikanku, jadi lupakan saja aku. Dan mulailah hidup baru” Eun ji langsung pergi meninggalkan suaminya. Chanyeol terlihat kebingungan saat melihat sikap Eun ji yang sudah berubah.

_

Dimalam harinya Eun ji pulang ke Rumah Chanyeol. Saat tiba disana ia melihat Sehun, Junior, dan Bam bam tengah makan malam diRuang makan. Lalu segeralah gadis itu menghampiri mereka.

“Kalian sedang makan apa ?” ucap Eun ji. Seketika ketiga pria itu menoleh kearahnya. Eun ji tertawa saat melihat wajah Sehun yang memar. “Sehun –ah, wajahmu kenapa ?”.

“Noona, kau sudah pulang ?” ujar Junior

“Iya” balas Eun ji sambil duduk dikursi

“Kau kemana saja, sudah dua hari kau tidak pulang” ucap Sehun

“Aku menginap di Rumah bibiku, maaf kalau aku tidak bilang pada kalian” balas Eun ji. “Lalu kenapa wajahmu memar, kau habis bertengkar dengan siapa ?”.

“Sehun hyung bertengkar dengan Chanyeol hyung tadi pagi” ucap Bam bam

“Kenapa kau dan Chanyeol –ah bertengkar ?” tanya Eun ji

“Kami bertengkar karena masalah kecil saja, sudahlah tidak perlu dibicarakan lagi” jawab Sehun

“Setelah makan malam aku ingin bicara dengan kalian bertiga, jadi temui aku halaman luar” ucap Eun ji

“Baiklah” balas Junior

Setelah selesai makan malam, ketiga pria itu segera menemui noonanya yang sedang menunggu mereka dihalaman luar. Mereka melihat Eun ji tengah duduk dihalaman sambil melihat keatas langit.

“Kau ingin bicara apa noona ?” ucap Junior sambil menepuk bahu Eun ji

“duduklah, ada yang ingin aku katakan pada kalian” balas Eun ji. Lalu segeralah ketiga pria itu duduk disamping noonanya.

“Bicaralah” ucap Bam bam

“Kalian lebih memilih siapa ? aku atau hyung kalian” tanya Eun ji sambil melirik kearah ketiga adik iparnya.

“Kenapa kau tiba – tiba bertanya seperti itu ?” sahut Bam bam

“Sudah jawab saja pertanyaanku !” ucap Eun ji sambil menggeretak giginya

“Baiklah. Tentu saja kami lebih memilih hyung” jawab Junior

“Tapi sebenarnya aku lebih memilihmu, karena kau bisa aku percaya” ujar Bam bam. Seketika Eun ji memandang kearah Bam bam.

“Kau yakin bisa mempercayaiku ? mungkin saja suatu saat aku menghianatimu” balas Eun ji

“Berarti kau sama saja dengan hyung. Chanyeol hyung selalu membuatku kesal,dia sama sekali tidak bisa dipercaya. Dan karena kecerobohannya appa dan eomma menjadi korban” ucap Bam bam

“Maksudmu apa ? coba kau ceritakan padaku” balas Eun ji

“Saat itu umur Chanyeol oppa 14 tahun …”

_

*Flashback 10 years ago

“Chanyeol –ah, mala mini kau bisa datang kehalam belakang sekolah ?” tanya Suho

“Tentu saja aku akan datang, tapi kalian sudah menyiapkan barang – barang yang kita perlukan, kan ?” jawab Chanyeol kecil

“Kau tenang saja semuanya sudah aku siapkan dengan sangat rapi” balas Suho. “Tapi apakah kedua orang tuamu mengizinkanmu pergi ?”.

“Aku akan kabur lewat jendela, jadi kalian tenang saja. Baiklah aku pulang dulu, ummaku sudah menungguku dipintu gerbang”. Lalu pergilah Chanyeol menuju pintu gerbang sekolahnya. Saat tiba disana nampak tiga anak laki – laki yang tengah digandeng oleh seorang wanita langsung berlari mengahampiri Chanyeol.

“Hyung !!” teriak anak – anak itu sambil memeluk Chanyeol

“Kalian pasti sangat merindukan aku” ucap Chanyeol

“Nde, kami sangat meridukan hyung” balas Sehun

“Bagaimana kalau hari ini kita makan Ice Cream” ujar Chanyeol

“Itu ide yang bagus hyung, ayo kita pergi beli Ice Cream” ucap Junior

“Ayo !” teriak Bam bam

Saat tiba di Toko Ice Cream, Chanyeol segera mengambilkan Ice Cream untuk ketiga adiknya. Mereka terlihat sangat gembira saat makan Ice Cream bersama. Chanyeol begitu perhatian kepada ketiga adiknya, ia dengan senang hati manjaga adik – adiknya saat umma tengah sibuk berbelanja kebutuhan rumah tangga.

_

Dimalam harinya Chanyeol bersiap – siap untuk pergi bersama teman – temannya. Namun saat ia baru ingin membuka jendela tiba – tiba ketiga adiknya datang. Mereka tertawa ketika melihat penampilan hyungnya yang aneh. Chanyeol berpakaian seperti seorang preman, bahkan pria itu memakai iyeliner dikedua matanya.

“Hyung, kau ingin pergi kemana ?” tanya Bam bam

“Kalian jangan berisik, aku ada urusan dengan teman – temanku” jawab Chanyeol

“Tapi kan umma sudah melarangmu untuk pergi malam – malam. Atau jangan – jangan kau ingin minum – minum dengan temanmu lagi” ucap Sehun

“Tidak, aku tidak akan melakukan hal itu lagi. Kalian percaya padaku kan ?” balas Chanyeol

“Baiklah kami percaya padamu, tapi kau jangan pulang larut malam” sahut Junior

“Baiklah” Chanyeol segera melompat dari jendela kamarnya dan langsung pergi menuju sekolahannya.

Sesampainya Chanyeol disana, seluruh temannya langsung menawarinya sebotol bir. Ia langsung mengambil botol bir tersebut dan segera meminumnya. Sepanjang malam para remaja itu berpesta bir, dan tidak disangka hal buruk terjadi. Karena mabuk berat, Chanyeol tidak sengaja menginjak kaki salah seorang temannya. Namun tiba – tiba saja temannya langsung memukuli wajahnya. Karena tidak terima dengan tindakan temannya, Chanyeol segera mengambil botol bir dan langsung memukul kepala temannya dengan botol itu.

Tidak sampai disitu saja, Chanyeol bahkan menendang tubuhnya temannya hingga pria malang itu tidak sadarkan diri lagi. Melihat temannya yang terluka parah akibat tindannya sendiri, Chanyeol malah tertawa seakan – akan ia tidak melakukan hal yang salah. Tidak lama kemudia sekelompok polisi datang dan langsung mengepung tempat itu. Semua orang berlari – lari menyelematkan diri, namun karena mabuk berat, Chanyeol malah bernyanyi – nyanyi sendirian. Dan akhirnya ia ditangkap oleh polisi dan langsung dibawa menuju Kantor Kepolisian.

Setelah beberapa jam menunggu didalam sel tahanan, akhirnya kedua orang tua Chanyeol datang. Mereka terlihat sangat cemas, bahkan nyonya Park langsung menemui putranya di sel tahanan.

“Kenapa kau bisa seperti ini ?” tanya umma

“Aku tidak tau, aku hanya minum – minum saja” jawab Chanyeol yang dalam keadaan mabuk.

“Eomma sangat kecewa padamu, kau tidak pernah mendengarkan perkataanku. Kau tau, temannmu meninggal karena dirimu”

“Sudahlah, lagipula aku kan masih remaja. Jadi hal seperti ini sudah biasa terjadi”

“Kau membuatku sangat sedih”. Tiba – tiba darah mengucur keluar dari hidung wanita itu. Lalu segeralah ia membersihkan darah itu. “Kau harus ingat, kini tanggung jawabku menjadi tanggung jawabmu juga”. Wanita itu langsung pergi meninggalkan Chanyeol.

_

Dipagi harinya Chanyeol terbangun dari tidurnya, rasa pusing ia rasakan dikepalanya. Dan ketika pria itu membuka kedua matanya, ia terkejut saat mengetahui bahwa dirinya tengah berada didalah sel tahanan. Chanyeol berteriak memanggil – manggil ibunya sambil menangis. Namun tidak ada satupun orang yang memperdulikannya. Chanyeol mencoba mengingat – ingat kejadian semalam, dan tidak lama kemudia ia akhirnya dapat mengingat semuanya.

“Apa yang telah aku lakukan, aku telah membunuh temanku sendiri” ucap Chanyeol.

Pria itu terlihat seperti orang tidak waras, ia terus saja memukul – mukuli tembok dengan tangannya. Setelah dua jam berlalu, akhirnya seorang petugas polisi membukakan pintu untuknya. Ternyata Chanyeol akan dibawa ke RS untuk menjalani masa Rehabilitasi. Saat tiba disana, ia melihat ayah dan ketiga adiknya tengah duduk diruang tunggu. Lalu segeralah Chanyeol menghampiri mereka, namun hal aneh terjadi. Ketika Chanyeol menanyakan keberadaan ibunya, satupun orang tidak ada yang menjawab. Karena kesal pria remaja itu berteriak kepada ayahnya.

“Dimana eomma ?!”

“Umma mu, dia sudah meninggal”

“Tidak mungkin, appa pasti sudah berbohong padaku”

“Tidak, aku mengatakan yang sesungguhnya. eomma mu sudah lama mengidap penyankit kanker otak, dan akhirnya ia meninggal tadi pagi”

“Tidak !! eomma !!!”

_

Satu bulan kemudian Chanyeol kembali kerumahnya, namun ia menjadi berubah. Kini pria itu sangat pendiam, bahkan ia tidak pernah berbicara pada orang lain. Chanyeol memilih untuk berdiam diri didalam kamarnya, ia tidak bisa melupakan kejadian itu. Setiap malam Chanyeol selalu saja mengalami mimpi buruk, dan hingga akhirnya hal aneh terjadi. Setiap tengah malam Chanyeol selalu bangun dari tempat tidurnya, namun ia tidak menyadari hal itu. Dan akhirnya hal itu menjadi sebuah kebiasaan yang selalu terjadi setiap malam.

Beberapa hari kemudian, ayah Chanyeol dikabarkan meninggal dunia. Ayah dari keempat anak itu tidak sengaja menabrak palang membatas jalan dan tidak disadari sebuah mobik truk melaju cepat dibelakangnya, hingga tabrakan pun terjadi. Chanyeol sangat terpukul dengan semua hal itu, petama ia telah memubunuh temannya sendiri, kedua ibunya meninggalkannya, dan yang ketiga ayahnya pun juga meninggalkannya.

Kini Chanyeol dan ketiga adiknya memutuskan untuk pergi ke Amerika dan tinggal beberapa tahun disana.

*Flashback end

 

Bersambung …

Iklan

6 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife – (Chapter 20)

  1. Konfliknya udah mulai memuncak ya kayaknya thor?? Jadi sedih pas baca flashbacknya.. 😢
    Semoga permasalahannya bisa cepat selesai semua..
    Di tunggu next chapnya ya thor..
    Fighting.. 👊👊

  2. Kyaaaa sampe mewek aku bca nya./lebayyy.

    Ihhh sebel dehh sma chanyeol, knapa diem aja pas di cafe.. Lama lama aku malah ngeship eunji ama sehun klo kek gini.

    Keep write authornim.,,

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s